Jumat, 08 Juli 2011

Naskah Monolog Siapa Karya Putu Wijaya

Berikut Adalah Cuplikan Naskah Monolog Siapa Karya Putu Wijaya :

Ya? Ini siapa? Dari kubu mana? Adik mahasiswa mana? O kamu di situ yang dipukul tadi itu kan? Kepalamu berdarah, sakit? Tapi tidak gegar otak, kan!? Sebaiknya ke rumah sakit sekarang, nanti kehabisan darah.

Kakinya juga pincang kena tendang ya? Aku lihat diinjak-injak tadi. Apa? O hanya terkilir masuk selokan karena di dorong temannya sendiri? Dan kepala itu juga tidak bocor karena dipukul tapi benturan dengan aspal. Tapi sama saja. Berdarah dan bisa gegar otak!

Ah! Jangan memandang aku begitu. Aku memang tidak ikut-ikutan. Aku tidak mau terbawa-bawa provokasi, bukan karena takut. Tapi ya, takut juga. Siapa yang mau kepala bocor dan kaki pincang begitu.

MELIHAT KE PENONTON.

Tapi mahasiswa itu marah. Dia melotot menusuk mataku. Tidak mengerti dengan badan yang masih sehat dan wajah yang masih menyimpan ambisi, kenapa aku tidak ikut terjun ke dalam barisan kontra SI.

Seharusnya kamu ikut untuk menambah satu suara kita lagi, katanya. Ya, seharusnya kamu jangan hanya nonton doang, ini bukan tontonan. Ini perjuangan, tahu?! Goblok! Ini penting, ngerti nggak?! Idiot!

Kamu lihat siapa yang berada di dalam gedung itu? Di situ ada orang-orang yang mengaku dirinya sebagai wakil rakyat. Tetapi kita sama sekali tidak merasa terwakili oleh mereka. Mereka tidak berhak untuk mengatasnamakan kita, apalagi mau memutuskan sesuatu yang akan menjerat kita.

Download : Naskah Monolog Siapa Karya Putu Wijaya

Naskah Monolog Mulut Karya Putu Wijaya

Berikut ini adalah Cuplikan Naskah Monolog Mulut Karya Putu Wijaya:

Di desa kami ada seorang perempuan tidak punya mulut. Di bawah hidungnya kosong melompong tidak ada bibir. Tidak ada yang tahu apakah ia punya gigi dan lidah di balik wajahnya yang terkunci itu. Dalam keadaan yang tuna mulut itu ia membingungkan desa. Warga mempersoalkan kehadirannya tak habis habis. Apakah ia mahluk yang cantik atau mengerikan.

Kedua matanya membelalak seperti mata ikan koki, tetapi kerlingannya tajam seperti cakar harimau. Hidungnya bangir namun tidak kepanjangan seperti Petruk. Kulitnya lembut dan hangat. Wajah dan air mukanya bagi semua kami, baik laki maupun perempuan, sangat cantik. Kata tukang jual siomay, tanpa mulut, perempuan itu justru seperti bidadari. Siapa saja yang memandangnya dengan bebas dan rahasia dapat menempelkan dalam angan angannya jenis mulut yang dia sukai. Wajahnya itu  begitu luwes    diberikan mulut apa pun cocok. Mulut dower, yang sempit, yang tebal, yang tipis, yang monyong, yang sedikit nyakil pun cocok. Asal amit-amit jangan sumbing saja.

Tukang ojek yang biasa nonton film India dan gila dangdut sukanya bibir dower. Dia melihat di bawah hidung perempuan itu bergantung dua baris daging empuk, seperti dua ekor lintah yang sudah kenyang. Tebal, melimpah tapi penuh dan basah. Tukang kredit yang doyan bibir tipis, menempelkan dalam angan angannya kue lapis yang lembut, tipis tapi empuk, lincah, legi dan lengket. Pokoknya karena tak ada mulut, bibirnya malah bisa digonta ganti seenake dewe, mau bibir kowel-kowel model orang hutan atau bibir bekicot yang nyerep dan becek, terserah.

Tak urung banyak juga yang menilai wanita itu elek. Mesaake. Bahkan menakutkan. Ngeri kata mereka. Semolek apa pun mata dan potongan-potongan wajahnya, sebening dan sesempurna apa pun perasaan yang terlontar dari wajah itu, tanpa ada mulut, ia adalah mahluk yang cacad, manusia yang tidak sempurna. Seperti sayur asam yang kurang asem. Bukan saja tawar, tetapi menyakitkan dan serem. Hanya setan yang bisa mencampur kecantikan dengan yang mengerikan. Artinya perempuan itu mungkin setan. Hanya setan yang bisa menikmati setan. Umpama bom perempuan itu tak punya sumbu peledak. Jadi mapat, sesak, berteriak kesakitan tapi tak sanggup berbuat apa  apa. Kawah gunung yang mapat sewaktu-waktu pasti akan meledak dahsyat. Jadi, memang bahaya.

Pro dan kontra berlangsung lama, makin lama makin panas. Hampir memicu bentrokan. Ada kelompok yang mau mendepaknya, karena dianggap membawa sial. Ini kiriman ibklis, kata meraka Lawannya mempertahankan atas nama kemanusian yang adil dan beradab. Jangankan wanita, cacing pun harus dilindungi dari ketidakadilan, kata mereka.

Naskah Monolog Nagina Karya Nano Riantiarno

Berikut ini adalah Cuplikan Naskah Monolog Nagina Karya Nano Riantiarno sebagai Berikut :

Dia memakai semua atribut kepalsuan. Meski sesungguhnya, dia jujur, tulus  dan seluruh ruang di hatinya dipenuhi rasa kemanusiaan. Wataknya halus, gampang tersentuh. Dia dermawan, suka menolong. Selalu bersikap ramah, sopan-santun terpuji, dan kata-katanya penuh keyakinan diri. Yang tak kenal dekat, akan menganggap pribadinya kuat. Padahal dia rapuh, mudah goyah.

Dia memoles tubuh aslinya, bertentangan dengan wujud yang sudah ditakdirkan baginya. Gaun yang bagus, nampak mewah dan modis, dia beli dengan harga diskon di Butik Malibu, Raja Plaza. Itu sudah termasuk sepatu merahjambu dan tas tangan dengan warna senada. Wangi parfum yang menyengat, hadiah seorang pengagum, menyerbak dari badan. Semua yang lekat di tubuh, nampak diserasikan. Dia sadar, mode sanggup mengubah penampilan. Dan kepribadian bisa terangkat naik, membikin orang terkesan.

Wig, bulu mata plastik lentik, coklat tua warna lipstik, dan pipi merah rona hasil pulasan kosmetik, melengkapi wajah. Dia memasang pantat palsu dan teteknya montok akibat suntikan silikon. Kulit putih bersih, lengan dan betis mulus, bulu-bulunya dia cukur setiap pagi. Tangan dan kaki terawat baik, juga kuku-kuku. Tentu, dia langganan setia Salon Herman Tandayu. Hidung mancungnya, hasil operasi tiga tahun lalu di Singapura dan dikontrol rutin tiga bulan sekali, nampak serasi dengan mulut dan pipi.

Dia ingin jadi wanita. Padahal 30 tahun lalu dia lahir di Cirebon sebagai bayi lelaki. Tapi naluri kewanitaan, terpancar sangat menyerbu. Ibarat bah, sanggup membongkar cengkeraman cakar takdir. Tingkah lakunya sehari-hari cukup menjadi bukti. Dan kabar burung beredar, setahun setelah operasi hidung, dia muhibah ke Jepang untuk mengganti kelamin. Kini, tepatkah fungsi kelamin yang sudah dia ganti itu? Hanya Sang Pacar yang bisa membuktikan. Tapi, siapa pacarnya, jarang yang tahu. Kehidupan pribadinya tak minat dipublikasikan. Yang jelas, secara resmi dia memang belum menikah. Dan dia tidak mau melakukan nikah siri. Tapi, siapa dia itu sih?

Namanya Nagina. Biasa dipanggil sesuai ejaan; Nagina. Tapi bisa juga dibaca menjadi Na-Jii-Naa. Mengapa namanya begitu, juga jarang yang tahu. Entah nama asli atau palsu, orang tahu dia enggan menyandang nama keluarga. Kalaupun ada tambahan, paling embel-embel miss di depan namanya. Naa, itu dia suka. Miss Na-Jii-Na. Ya, hati-hati, bukan Va-gii-na. Jangan salah eja.

Malam ini dia berpraktek di rumahnya. Sejak 5 tahun yang lalu, dia dikenal sebagai peramal jitu. Di setiap jam praktek, ruang tamu dipenuhi puluhan klien yang antre menunggu giliran. Dan tak seorang pun yang tidak puas dengan layanan plus ramalannya. Tapi benarkah dia peramal jitu?

Rabu, 06 Juli 2011

Naskah Monolog Kaos Kaki Bolong Karya Hermana HMT

Cuplikan Naskah Monolog Kaos Kaki Bolong Karya Hermana HMT
LAKI-LAKI ITU BERDIRI. IA MENATAP KE SEGALA PENJURU, YANG MANA TIAP LIRIKANNYA CUKUP PELAN DAN MENGANDUNG MISTERI

Kenapa kalian pandangi aku seperti itu ? Jangan asal, ya ! Memangnya aku ini apa ? Aku bukanlah barang antik yang suka di pajang di etalase-etalase, atau bintang film murahan koliksi para cukong, apalagi doger monyet yang sering ngamen di pasar malam ! Oh, barang kali kalian suka sama aku. Suka, ya ? Heh ! Tidak ? Ah suka. Jangan munafik deh. Tu kan…tu kan suka.

MELUDAH

Puah ! Tidak ! Kalian tidak pernah menyukaiku. Kalian tukang perah, penjilat, pembual besar. Kerjanya hanya memeras, bisanya menyalahkan setiap kebijakan yang sudah capek-capek dibikin orang, padahal kalian sendiri tidak becus memperbaiki atau menyusun kebijakan baru yang lebih ideal. Dasar beo, luh !

TERDENGAR MUSIK DRUMBAND. KEDUA MATA LAKI-LAKI ITU LARAK-LIRIK LIAR.

Apa kalian mendengar suara aneh di sini ?

BUNYI MUSIK ITU SEMAKIN TERDENGAR JELAS. LAKI-LAKI ITU SEMAKIN GELISAH DAN TERHANTUI. DENGAN RASA TAKUT IA GUNAKAN KAIN BATIK SEBAGAI PENUTUP TUBUHNYA SAMBIL BERULANG KALI BERUJAR

Oh, tidak. Tidak ! Aku tidak pernah menyuruhnya. Betul ! Tanyakan saja pada mereka yang mengenal aku lebih jauh.
Download : Naskah Monolog Kaos Kaki Bolong

Senin, 04 Juli 2011

Kumpulan Naskah Drama Bahasa Inggris Terbaru

Kumpulan Naskah Drama Bahasa Inggris Terbaru - Naskah Drama Adalah Teks Drama yang berisi dialog dan Pemain sedangkan Naskah Drama Bahasa Inggris adalah Teks yang berisikan dialog yang menggunakan Bahasa Inggris, Mungkin anda susah mencari Naskah Drama Bahasa Inggris dan yang ditemukan bukanlah Kumpulan Naskah Drama Bahasa Inggris, Naskah Drama Bahasa Inggris Kebanyakan disediakan untuk anda yang sedang mencari tugas untuk Sekolah atau untuk tugas Perkuliahan, anda tepat dengan mampir ke Blog Loker Seni yang menyediakan Kumpulan Naskah Drama Bahasa Inggris Terbaru dan Terlengkap dan langsung saja kita untuk memilih Naskah Drama Bahasa Inggris kesukaan anda.

KUMPULAN NASKAH DRAMA SASTRAWAN DUNIA
KUMPULAN NASKAH DRAMA CAMPURAN
Semoga Naskah Drama Bahasa Inggris diatas bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun.

Naskah Drama Fajar Siddiq Karya Emil Sanossa

Dramatic Personae Naskah Drama Fajar Siddiq
  • MARJOSO
  • SERSAN
  • AHMAD
  • H. JAMIL
  • ZULAECHA
Cuplikan Dialog Naskah Drama Fajar Siddiq
MARJOSO  
Tahukah kau tempatnya?

AHMAD    
Tidak.

MARJOSO  
Dari mana kau tahu kalau ayah dan adikmu di sini?

AHMAD  
Dari orang-orang yang pernah datang kemari.

MARJOSO  
Hmmmmm. Sebelum tertangkap kau sudah lebih kurang tiga hari berkeliaran di daerah ini, bukan?

AHMAD  
Tidak! Tepat pada waktu aku sampai, aku terus ditangkap.

MARJOSO  
Jangan bohong, Ahmad!

AHMAD  
Aku tidak bohong.

MARJOSO    
Di mana kau ditangkap?

AHMAD
  
Di tengah-tengah bulak.

MARJOSO  
Mengapa kau di sana?

AHMAD  
Aku sedang melepaskan lelah.

MARJOSO  
Melepaskan lelah di tengah-tengah bulak? Ha .... ha ... ha ...

AHMAD  
Aku tersasar. Aku belum pernah memasuki daerah ini.

MARJOSO  
Waktu itu sebuah pesawat capung melayang-layang di atas bulak itu pula, bukan?

AHMAD  
Ya! Tapi itu hanya secara kebetulan.
MARJOSO  
Engkau tidak takut ditembak dari atas, Ahmad?
File Naskah Drama Fajar Siddiq :
 - File Tipe : Ms. Word

Semoga Naskah Drama Fajar Siddiq Karya Emil Sanossa ini bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun dan jangan lupa Baca juga Naskah Drama yang lainnya.

Minggu, 03 Juli 2011

Monolog Surti dan Tiga Unggas Karya Gunawan Muhammad

Cuplikan Naskah Monolog Surti dan Tiga Unggas Sebagai Berikut :
Empat hari sebelum suamiku ditembak mati di lapangan dekat markas itu, ia tampak berjalan ke luar rumah, dari pintu belakang.

Ia mengenakan baju cina hitam dan sebuah caping gembala bebek yang lebar. Dengan kasutnya yang tua, yang dibelinya di Semarang, ia berjalan melompati genangan air. Sore tadi hari hujan.

“Aku akan mencari mimpi”, begitu katanya, berpamitan.

Ia memang kadang-kadang melakukan itu: mencari mimpi. Ia bilang mimpi selalu memberinya isyarat tentang sesuatu yang akan datang, memberinya arah apa yang harus dilakukannya jika ada yang dapat dilakukannya.

Untuk mencari mimpi, menjelang tengah malam ia akan menghilang dari kamar, pergi ke sebuah sudut di kebun, di bawah pohon randu itu, dan berbaring di sana di atas sehelai lampit. Ia akan tertidur satu dua jam, terkadang lebih, dan di saat itulah mimpi datang, begitulah yang dikatakannya.

Ia jarang sekali bercerita kepada saya apa yang terungkap dari mimpinya. Maka saya tak begitu peduli ketika malam itu ia keluar rumah.

Ada tetangga yang melihatnya melewati titian dari batang nyiur di selatan itu, yang tebingnya menakutkan, sebab selalu ada hantu selalu ada sesuatu yang seperti wajah perempuan kesakitan bergantung-gantung di sebatang dahan pohon lengkeng. Tapi suami saya tak pernah takut diganggu mahkluk halus. Ia pernah mengatakan, kakeknya telah menaklukkan para gendruwo.