Kamis, 19 April 2012

Andai Saja - Cerpen Cinta Terbaru

ANDAI SAJA
Cerpen Elvi Hidayati Diana

11 Mei 2011
Andai Saja . . . .
“ Andai Saja waktu itu aku tak berpura-pura ngambek atau lebih tepatnya tak berpura-pura marah “
“ Andai saja aku tak menyuruhnya pergi untuk membelikan sesuatu yang ku inginkan “

Andai saja Andai saja dan Andai saja. Aku tau hidup dengan kata ANDAI SAJA tak akan membuat semuanya menjadi lebih baik. Aku juga tau, meskipun aku merapalkan kalimat ‘andai saja’seribu kalipun tak akan merubah segalanya. Tak akan mengembalikan sesuatu berharga yang telah –sengaja- aku hilangkan.
***

“ Andai saja waktu-waktu indah bersamamu dapat terulang kembali . . .”

19 April 2010
Pagi itu seperti biasa, sebelum berangkat sekolah aku sarapan bersama dengan papa dan mama. Ya. Hanya bertiga, karena aku memang tidak mempunyai saudara.
Setelah selesai melahap potongan roti terakhir dan menyeruput setengah dari susu coklat ku, aku langsung berpamitan pada papa dan mama.
“ ma,pa, ify berangkat dulu ya. Takut kk rio udah nunggu. “ pamit ku pada papa dan mama seraya mencium punggung tangan keduanya bergantian. Aku memang selalu berangkat dan pulang sekolah bersama kk rio. Dia adalah tetangga, sahabat, bahkan sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri. Karena umurnya 1tahun lebih tua dariku, dan karena memang aku ingin mempunyai seoarang kakak laki-laki.
“ iya sayang,bilang sama rio suruh hati-hati nyetirnya ! “ ucap mama yang di ikuti anggukan kepala dari papa. Aku hanya menjawabnya dengan satu kata “sip”. Kemudian langsung menuju rumah kk rio yang berada tepat di depan rumahku.

Tak butuh waktu lama, kini aku sudah berada di dalam rumah kk rio. Seperti biasa aku langsung menuju ruang makan rumah ini.

“ hay ayah, bunda, acha. Kk rio mana ? kok gak keliatan ? ” sapa sekaligus Tanya ku pada ayah dan bunda kk rio yang juga aku panggil ayah dan bunda. Dan juga pada acha, adik semata wayang kk rio.
“ gak tau tuh kk, dari tadi acha sama bunda panggil-panggil jawabnya bentar-bentar terus.” Jawab acha mewakili ayah dan bunda nya.
“ langsung ke atas aja fy, takutnya belum bangun. Soalnya tadi malem dia baru tidur jam 1pagi “ bunda
“ iya langsung k atas aja fy ! ayah berangkat dulu ya, ayo cha ! “ ucap dan pamit ayah. Acha memang berangkat dan pulangsekolah bersama ayah karena sekolah acha searah dengan kantor ayah

Setelah acha dan ayah berangkat, aku langsung ke lantai atas menuju kamar kk rio.

Clleeekkk . . . (bunyi pintu)
Benar saja, jangankan mandi, bangun saja belum. Bahkan saat ini saja kk riomasih asyik dalam dunia mimpinya. “
“ WWOOOOYYYY. . . . .kk rio bangun ! KEBAKARAN ! “ teriak ku tepat di telinga kk rio.
“ Huuwaaaa . . . ayah bunda anak kalian yang ganteng, cakep bin cool lagi kejebak di kobaran api nich ! tolongin ! “ histeris kk rio masih dengan mata terpejam.
“ halah masih setengah sadar aja udah narsis, apa lagi udah 100% sadar !? “ gumam ku.

Bukannya bangun kk rio malahsemakin asyik ngemadamin api dalam mimpinya. Ku lirik jam tangan karet warna biru yang melingkar di pergelangan tangan ku. 06.25 WIB.
“ hhuuwwaa kk rio bangun udah hampir setengah tujuh “ teriakku lagi. Kali ini sambil menyeretnya turun dari tempat tidur.
“ aduh ify kan masih kurang…” jawab kk rio masih mempertahankan kantuknya.

Karena sudah kehabisan akal, akhirnya ku ambil segelas air yang berada di atas meja kecil di samping tempat tidur. Ku masukan tangan ku ke dalam gelas, kemudian ku kibaskan tangan ku ke wajah kk rio.
“ ify lu ngapain nyiram gue ? “ yang tadinya merem sekarang mata kk rio melotot k arah ku.
“hehe, lagian sih gak bangun-bangun dari tadi “ jawab ku cengengesan. Memperlihatkan deretan gigi-gigi ku.
“ hahehahe lu. Gue tuh tadi malem baru bisa tidur jam 1pagi. Ngerjain PR fisika yang panjang rumusnya mau ngalahin rel kereta api. “ terangnya.
“ ya udah gue mau mandi dulu ” ucapnya lagi.


Aku hanya mengangguk. Kemudian duduk di sofa yang ada dalam kamar kk rio.
“ ngapain lu disitu? “Tanya kk rio saat melihat ku duduk di sofa.
“ ya nungguin kakak lah ,masa’ aku mau berangkat sendiri, gimana sich “
“ nunggu di luar juga bisa kali fy, jangan-jangan lu mau ngintipin gue mandi y ? “
“ hah ? PD banget lu kk, mending juga ngintipin monyet ! “ jawab ku dan langsung keluar dari kamar kk rio.

Sskkiip . . .
“ bappaaaaaaaaak . . . tunggu-tunggu jangan di tutup dulu gerbangnya ” teriakku dan kk rio saat melihat bapak satpamyang akan menutup gerbang sekolah. Gerbang memang masih terbuka seperempat, namun tetap saja motor kk rio tidak bisa masuk karena dihalangi oleh tubuh pak satpam.
“ kalian telat ya ? “ Tanya pak satpam
“ yaelah pak Cuma telat 1menit ini “ ucap ku ngeles
“mau 1menit 1detik ! yang namanya telat y telat ! “jawab pak satpam
“ lagian ya pak kita tuh telat gara-gara tadi masih…… masih lihat kobran tabrak lari di ujung jalan sana, kayaknya siswa sekolah sini deh pak ! “ ucap kk rio
Hah ? korban tabrak lari ? bukannya kita telat karena kk rio bangun kesiangan ? aku memandang kk rio dengan tatapan ‘maksud lo apa?’. Kk rio mengedipkan satu matanya kearah ku.
“eh eh ia pak coba liat aja” ucap ku membenarkan kata-kata kk rio.
Dengan cepat pak satpam langsung keluar dari gerbang dan melihat kea rah yang di tunjuk kk rio. Gerbang yang terbuka seperempat tadi sudah tidak dihalangi oleh tubuh pak satpam. Dengan sigap kk rio langsung mengegas motornya dan masuk ke dalam. Dan saat itu juga pak satpam menoleh dan sadar telah kita bohongi.
“ hey jangan kabur kalian ! “ teriak pak satpam
“ apa pak kita gak denger ?! bapak mau minta tanda tangan saya ya ? nanti aja ya pak saya udah telat ! “jawab kk rio narsis,dan terus menuju parkiran
Hahahahahahaha . . . aku dank k rio tertawa bersama.

‘ salah satu pengalaman indah ku dengannya, dan tak akan terlupakan. ‘
***

‘ Andai saja aku tidak terlambat menyadari perasaan ku yang sebenarnya untuk dia . . ‘

30 April 2010
Malam ini,seperti malam minggu biasanya, aku, acha, dan kk rio main ps atau nonton film bersama hingga larut malam.

Aku tengah asyik memilih film yang akan kami tonton, di ruang tengah rumah kk rio. Sedangkan kk rio sedang membeli cemilan di supermarket dekat kompleks.
“ udah dapet pilihan kk ntar mau nonton apa?”ucap acha yang tiba-tiba duduk di sofa.
“ eh kamu cha, ngagetin aja.ia nich udah dapet “
“ oh. Eh ia kk ,kk knapa gg pcaran aja sich sama kk rio ? kan asyik tuh ”

Glek. Aku menelan ludah, mendengar pertanyaan acha tadi. Ada rasa aneh yang hinggap di dadaku. Entah rasa apa itu.
“ ya enggak lah cha. Khan kakak udah anggep kk rio kayak saudara sendiri “ jawab ku
“ tapi ya kk, kk rio tuh kayaknya punya rasa lebih sama kk ify “
“ maksudnya cha ? “
“ iya, waktu itu kk rio pernah keceplosan bilang kalau dia ‘cinta’ sama kk ify “
” Achhhaa. . . !!! “ ucap seseorang tiba-tiba muncul dari arah ruang tamu. Orang yang sedang kita bicarakan. –kk rio-

Acha langsung membekap mulutnya dengan tangan. Sadar bahwa dirinya telah membeberkan rahasia. Sedangkan kk rio melotot kearah acha.

Aku bingung harus berbuat apa. Entah dorongan dari mana aku langsung bangun dan berlari meninggalkan ruangan itu.
Saat aku sampai di teras rumah kk rio,tangan kokoh kk rio menarik pergelangan tangan ku.
“ fy, please.dengerin penjelasan gue dulu “ pinta kk rio
Kemudian aku dank k rio duduk di kursi yang berada di teras itu.

Aku hanya menunduk, menunggu penjelasan dari kk rio. Namun kk rio tak juga kunjung menjelaskan. Akhirnya aku putuskan untuk bicara duluan “ yang acha bilang tadi itu bener kk ? “
“ …….. “
“kk jawab,kk ! “ ucap ku lagi karena kk rio masih tak kunjung menjelaskan.
“ i-i-i-ya fy, tapi gue gak berharap lebih kok,lu udah mau jadi adek gue juga gue udah bersukur banget , dan tolong jangan jauhin gue ! “ jawab kk rio. Dan aku rasa jawaban kk rio tadi tulus dari hatinya.
“ maafin gue y kk “ lirih ku
“ buat apa ? lu gak salah kok, gue yang salah “ jawabnya
“ em kakak mau nungguin gue ? “
“ maksud lo fy ? “
“ iya kakak mau nunggu gue sampai gue yakin perasaan apa yang gue miliki buat kakak “
“ hah? Beneran fy ?? pasti. Pasti gue tunggu sampe’ kapanpun ! “ jawabnya dengan raut wajah yang berbanding dengan raut wajahnya yang tadi.
***

‘ Andai saja aku dapat memutar waktu, tak akan kubiarkan dia pergi … ‘

11 Mei 2010

Sudah dari 30 menit yang lalu aku mondar-mandir di depan gerbang sekolah. 30 menit yang lalu ekskul fotografi yang aku ikuti sudah usai. Aku meminta kk rio untuk menjemput ku, kerena aku akan memberitahukan pada kk rio tentang perasaan ku yang sebenarnya. Bahwa aku mempunyai perasaan yang sama dengannya.

Untuk yang kesekian kalinya aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan ku. 14.45. sudah 45 menit aku disini.

“ aduh kk rio mana sih ? katanya mau jemput ?! “ ucap ku kesal

Aku kembali mondar-mandir gak jelas. Sambil menggerutu kesal.

Cccciiiiiiiiiittttttttttt …….., bunyi rem sepeda motor kk rio. Aku langsung membalikan badan. Memandangnya dengan tatapan kesal.

“ gak usah jemput aja kk skalian “ ucap ku sinis pada kk rio
“ yach, lu marah fy? Jangan gitu donk ! tadi tuh bensin abis jadi gue harus ke pom bensin dulu, mana ngantri lagi trus jalanan juga macet “ kk rio menjelaskan
‘ hhhmmmm,sebenernya sich aku sudah tidak marah, namun boleh lah skali-kali ngerjain kk rio “ batin ku saat itu
“ fy,fy,,kok bengong sich? “ Tanya kk rio yang mendapati ku sedang bengong
“ enggak kok, ayuk pergi “ jawab ku masih dengan nada –pura pura- sinis
“ oh ya katanya mau ngomong, mau ngomong dimana ? “
‘ oh y aku lupa kalau aku mau menjelaskan perasaan ku yang sesungguhnya’ batin ku
“ di rumah aja “

20menit kemudian, aku dank kk rio sudah sampai di depan rumah ku (depan rumah kk rio juga).
Aku segera turun dan membuka gerbang, lalu masuk dan duduk di kursi yang ada di teras. Kk rio juga melakukan hal yang sama.
Aku mengembungkan pipiku ke kanan dan ke kiri bergantian, kerena tak tau harus berbuat apa. Aku masih ingin berpura-pura kesal pada kk rio.
“ fy, lu masih kesel sama gue ? “ Tanya kk rio tiba-tiba
“ enggak” jawab ku sinis
“ tuhkan, masih kesel “

Kali ini aku memalingkan wajah.
“ aadduuuhh neng ipy yang gelis, maafin bang rio yang ganteng, cakep bin manis ini ya ?! ” ucap kk rio dengan kenarsisannya

Tapi aku tetap memalingkan wajah.
“ neng ipy yang gelis, kalau neng ipy mau maapin bang rio, bang rio beliin es cream kesukaan neng ipy deh. Coklat-strawberry,.. “

Aku masih tak bergeming.
“ yang JUMBO “
Aku langsung menghadap kearah kk rio yang menyebutkan es cream kesukaan ku.
“ bener kk ? “ aku memastikan
“ ya elah giliran es cream aja lu “
“ biarin ! wleeks . . . “ ucap ku sambil menjulurkan lidah ke arahnya
“ ya udah katanya mau ngomong ?! “
“ beliin es cream nya dulu donk “
“ hm okeoke, tunggu disitu ya ! gue ke kedai es cream depan kompleks dulu “
“ siipp, okeoke. Hati-hati ya kk ! “
***

‘ Andai saja aku dapat menggantikannya, aku rela. Aku rela bertukar posisi dengannya ‘

11 Mei 2010
Ku lirik jam dinding di ruang tengah, tempat dimana aku berada sekarang. 17.00 WIB. Namun kk rio belum juga datang. Padahal jarak dari sini ke kedai es cream depan kompleks hanya 2km. aku mulai resah. Perasaan ku tidak enak.
Aku terus saja mondar-mandir. Duduk, lalu bangun, mondar-mandir, dan duduk lagi. Begitulah seterusnya. Sungguh sore itu aku sangat resah.

“ tok … tok … tok “
Seseorang sedang berada di depan pintu. “ mungkin saja kk rio “ pikir ku. Aku segera membukakan pintu. Namun bukan kk rio yang ku dapatkan, tapi acha. Dengan raut wajah yang tampaknya sedang panik. Membuat ku semakin gelisah.

“ ada apa cha ? “ tanyaku
“ kk rio kk, kk rio … “ jawabnya dengan nada panik –juga-
“ ia kk rio kenapa ? “
“ kk rio,kk rio kecelakaan, dan, dan kondisinya sekarang lagi kritis “
“ hah ? enggak. Gak mungkin cha ! “
“ sa-sa-bar ya kk, sekarang mendingan kakak ikut aku ya ke rumah sakit “
Aku hanya menurut. Pikiranku kacau.aku hanya dapat melantunkan do’a-do’a agar tidak terjadi hal yang buruk.

30 menit kemudian aku dan acha sampai di rumah sakit.di depan sebuah ruangan UGD aku lihat ayah dan bunda. Dengan raut wajah yang tak beda jauh dengan acha. Di situ juga ada kk Alvin, sahabat karib kk rio.

Aku mendekati mereka.” Ayah, bunda, ada apa ini ? mana kk rio ? “. Bukannya menjawab pertanyaan ku, bunda malah memelukku, dan air matanya tumpah di bahu ku. Aku hanya diam mematung, tak membalas pelukan bunda. Bunda melepaskan pelukannya, lalu duduk kembali di samping ayah. Aku tak mau bertanya lagi. Semuanya sudah cukup menjelaskan bahwa sudah terjadi hal buruk.

Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruangan di depan kami –ruangUGD-. Kami semua menghampiri dokter tadi. “ bagaimana keadaan anak saya, dok ? “ Tanya bunda pada dokter tadi.

Hah ? anak saya ? bunda hanya memiliki dua orang anak acha dan kk rio. Kalau acha ada disini,berarti …. Kk rio . benar ! pasti kk rio yang sedang berada di dalam !
“ manfaatkan waktu sebaik-baiknya ! “ pesan dokter tadi

Apa maksud dokter ini. Kenapa kami harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya ? apa ? apa waktu kk rio tak banyak lagi ? tidak boleh! Aku yakin waktu kk rio masih banyak !

Sebelum pergi, dokter tadi bilang jika ingin masuk jangan lebih dari 3orang. Ayah, bunda, dan acha yang masuk ke dalam duluan.
Aku dan kk Alvin menunggu di luar.

15menit kemudian mereka keluar dari dalam ruangan. Air mata bunda dan acha semakin genjar keluar. Sedangkan ayah, tampak sekali raut kekacauan di wajah nya.
Tak ingin membuang-buang waktu,aku dank k Alvin langsung masuk ke dalam.

Di dalam, aku dapati kk rio sedang terbaring lemah dan tak berdaya. Berbagai kabel menempel di tubuh kk rio.
“ kk rio ?! “ucap ku lirih. Kini air mataku yang dari tadi berusaha aku bendung kini tak dapat ku tahan lagi.
“ ja…ngan…..na..ngis. g..gue gak akan bi..sa lagi nge..hapus air mata lu “ jawabnya susah payah
“ enggak kk. Kakak gak boleh ngomong kayak gitu. Kakak gak bakalan pergi. Kakak harus jagain ify disini ! “
“ maafin kakak fy. Kakak udah gak kuat lagi. “
“ enggak. Kakak harus kuat. “
“ maaf juga, aku gg bias kasih es cream yang lu mau “

Apa ? jadi kk rio terbaring lemah disini karena gue ?ya tuhan kuatkanlah dia. Jangan kau panggil dia sekarang. Aku masih membutuhkannya.
“ vin, gue boleh minta tolong ? “ ucap kk rio pada kk Alvin
“ boleh. Minta tolong apa yo ? “
“ tolong…..jagain ify buat gue ! ”
“ enggak yo. lo yang bakalan jagain ify ! bukan gue ”
“ fy,gue pengen di akhir hidup gue, liat senyum lo “
Aku tak ingin mengecewakan kk rio. Kk rio seperti ini gara-gara aku. Ketika dia akan ke kedai es cream, dia tertabrak dengan truk biadab yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Ku kabulkan permintaan –yang mungkin terakhir- dari kk rio. Aku tarik ujung bibirku, membentuk seulas senyum. Senyum yang aku sendiri juga tak tau seperti apa bentuknya. Coba pikirkan saja bagaimana jika kamu di minta untuk tersenyum di saat detik-detik terakhir orang yang paling kamu sayang. Sangat aneh bukan ?
“ ma-ka-sih fy. Jangan pernah lupain gue ! gue sayang lu …. “
Ttttttttuuuuuuuuuuuutttttttttttt ……………
Itulah kalimat terakhir kk rio. Kalimat yang bahkan belum aku jawab. Bahwa aku juga sayang padanya.
Setelah itu monitor di samping ranjang kk rio, membentuk garis lurus.
“ gue juga sayang lu kk “ jawabku entah pada siapa. Karena saat aku itu kk rio telah pergi meninggalkan sejuta kenangan indah yang tak akan ku lupakan.
***

11 Mei 2011

Sore ini, untuk yang kesekian kalinya Aku duduk di samping nisanyang bertulisan ‘Mario Stevano Haling’. Hari ini genap satu tahun kk rio pergi. Dan aku belum bisa melupakannya. Karena mungkin aku memang tak mau melupakannya. Aku mengirimkan do’a al-fatihah, dan meminta maaf pada kk rio. Karena sampai saat ini aku merasa akulah penyebab kepergian kk rio. Walau semunya bilang itu adalah takdir tapi tetep saja rasa bersalah dan menyesal ini tak kunjung pergi. Andai saja waktu itu aku tak memintanya untuk membelikanku es cream.

“ fy, udah ? kalau udah balik yuk ! “ ucap seseorang seraya menyentuh pundak ku pelan.seseorang yang –mungkin- di tugaskan kk rio untuk menggantikannya menjagaku. ‘kk Alvin ‘
Dialah yang menyenangatiku. Dan 3bulan yang lalu hubungan kita sudah diresmikan dalam bentuk ‘pertunangan’.
Kk Alvin tak pernah meminta banyak dariku. Bahkan dia tak pernah meminta ku untuk melupakan kk rio. Dia hanya men-support ku untuk bangkit dan tak terpuruk lagi. Dia juga berbesar hati jika aku lebih mengingat hari ulang tahun kk rio dari pada hari ulang tahun kk Alvin. Dan jujur sekarang aku juga sayang padanya.

Kk rio dan kk Alvin. Mereka sama-sama menempati ruang hati ku. Hanya saja tempatnya berbeda. Kk rio adalah bintang ku. Sangat indah dan tak mungkin kulupakan. Sedangkan kk Alvin dia adalah matahari ku. Jika dia pergi dan tak lagi menyinari hari-hari ku, mungkin aku tak bias setegar ini.

“ udah kok kk, hayuk ! “ jawabku. Lalu menyambut uluran tangan kk Alvin yang suda lebih dulu berdiri.
Kemudian aku dan kk Alvin pergi keluar meninggalkan area pemakaman dengan senyum dan tangan yang saling bertautan. :))

- END –

PROFIL PENULIS
Nama : Elvi Hidayati Diana
Tetala : pamekasa, 21 oktober 1997
Alamat : jl. teja pamekasan madura
Hoby : baca, nulis
Cita-cita :dokter
Add Fb : 'Rise' Dianaditya Haling 

Baca juga Cerpen Cinta yang Lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar