Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juli 2012

Cerita Rakyat - Kumpulan Legenda Indonesia Terpopuler

Kumpulan Cerita Rakyat - Alahamdulillah telah menyelesaikan beberapa Cerita Rakyat meskipun tidak semua Cerita Rakyat saya share, Cerita Rakyat Legenda memang ciri khas Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan bahasa oleh karena itu kita sebagai Warga negara Indonesai wajib mengetahui Cerita Rakyat Legenda Nusantara, minimalnya Cerita Rakyat yang ada didaerah kita.

Mungkin Cerita Rakyat yang saya share dibawah ini adalah Hanya sebagian atau bahkan Sedikit Cerita Rakyat yang ada di Indonesia akan tetapi saya akan berusaha untuk membuat teman teman terbantu untuk membuat atau mencari tugas Sekolah dan juga saya sebagai Warga negara Indonesia hanya ingin mengenalkan warisan nenek moyang kita yang kaya akan Cerita Rakyat, Okelah langsung saja, jangan kelamaan untuk pendahuluannya dan langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat dibawah ini.

Cerita Rakyat Indonesia
Cerita Rakyat

KUMPULAN CERITA RAKYAT INDONESIA

1. BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH
Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya......Baca Selengkapnya...

2.KEONG MAS
Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama Galoran. Ia termasuk orang yang disegani karena kekayaan dan pangkat orangtuanya. Namun Galoran sangatlah malas dan boros. Sehari-hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan harta orangtuanya, bahkan pada waktu orang tuanya meninggal dunia.....Baca Selengkapnya....

3. LUTUNG KASARUNG
Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah....Baca Selengkapnya.....

4. DANAU TOBA
Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari....Baca Selengkapnya....

5. TIMUN MAS
Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun....Baca Selengkapnya...

6. CINDELARAS
Kerajaan Jenggala dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raden Putra. Ia didampingi oleh seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang memiliki sifat iri dan dengki. Raja Putra dan kedua istrinya tadi hidup di dalam istana yang sangat megah dan damai. Hingga suatu hari selir raja merencanakan sesuatu yang buruk pada permaisuri raja. Hal tersebut dilakukan karena selir Raden Putra ingin menjadi permaisuri....Baca Selengkapnya.....

7.LEGENDA BATU MENANGIS
Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari....Baca Selengkapnya...

8. SANGKURIANG
Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak.....Baca Selengkapnya.....

9. MALIN KUNDANG
Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang....Baca Selengkapnya.....
    The Next Cerita rakyat....... 
    Semoga Cerita Rakyat diatas bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas dan menambah wawasan tentang Cerita Nusantara, kami ucapkan bnyak terimakasih atas kunjungannya...

    Minggu, 08 April 2012

    Cerita Bahasa Inggris Terpopuler 2012

    Cerita Bahasa Inggris - Setelah kita kemaren Poting Kumpulan Naskah Drama Bahasa Inggris dan Naskah Drama Persahabatan, kali ini kita akan Posting Cerita Bahasa Inggris, Indonesia adalah negara yang kaya akan Sumber daya alam, sumber daya manusia dan tidak luput pula dengan warisan budaya yang sangat banyak seperti Cerita Rakyat, maka dari itu kita sebagai pewaris kebudayaan nenek moyang haruslah kita menjaga, merawat dan melestarikannya, kali ini saya akan membahas Cerita Rakyat Indonesia yang di bungkus dalam bahasa Inggris, Cerita Rakyat dibawah ini mungkin beberapa Cerita Rakyat yang dimiliki Negeri kita ini, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Bahasa Inggris dibawah ini.


    CERITA BAHASA INGGRIS TERPOPULER
    Semoga Cerita Rakyat Bahasa Inggris bis bermanfaat buat tugas anda di sekolahan dan kami ucapkan banyak terimakasih atas Kunjungannya.

    Cerita Bahasa Inggris


    10 out of
    10

    based on
    1500 ratings.

    Kamis, 16 Februari 2012

    Cerita Rakyat Bahasa Inggris - Damar Wulan

    Cerita Rakyat Bahasa Inggris - Indonesia memang mempunyai banyak Sekali Cerita Rakyat diantaranya yakni Damar Wulan dan Legenda atau Cerita Bahasa Inggris Damar Wulan ini adalah salah satu Cerita Rakyat yang populer di indonesia ini, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Damar Wulan dalam Bahasa Inggris dibawah ini.

    DAMAR WULAN

    Damar Wulan was born in the village of Paluh Amba, not far from the capital city of Majapahit. He was the son of Udara, the former prime minister of Majapahit. Since his father had retired his family live in a quiet and prosperous village outside the capital. Damar was a smart boy so he could easily learned the lessons his father taught him. He learned martial art, religion, politics, and literature. He was very good at all those subjects. When his father thought that he is mature enough, he asked Damar to find job in Majapahit. He told Damar to apply for a job at the Prime Minister's office. He hoped that his close relation with the new prime minister would help him get the prime minister's attention. Furthermore Damar was a smart boy so his father was sure Damar was capable to do any job.

    Damar was very confident he would get a good position at the prime minister's office. Early morning he left his village. At midday he got to Majapahit and he directly went to the prime minister's house. Prime Minister Logender was his name. The guards sarcastically questioned him when he told them he would see the prime minister.
    'Who do you think you are?'
    'I am Damar Wulan. I am the son of the former prime minister Udara. My father told me to see the prime minister here'
    'If you think you can impress us by telling us about your father, you are completely wrong poor boy. The son of a prime minister would never go anywhere on foot'
    'But, that's true. My father told me to find job here'
    'Listen poor boy, the prime minister is a very busy person. He does not have time for job seeker like you. But if you need a job, there is a vacant position here. Let me report my chief'

    Then the soldier reported to his superior. After that someone called Damar to get into the commander's chamber. He told Damar that the prime minister's office needed several boys to take care of the horses. Damar was surprised because he expected clerical job but then he accepted the offer. Since that day he lived in a simple hut behind the prime minister's house.

    Damar did a good job so his superior was satisfied with him. He was also very sociable. Soon he had a good relationship with the prime minister and his family. The prime minister had two sons - Layang Seto and Layang Kumitir and a daughter - Anjasmoro. His sons were very arrogant and lazy. They treated Damar cruelly. They wanted Damar to do whatever they want. Every body hated them but nobody dare to express their feeling. Anjasmoro, on the other hand, liked Damar very much. Gradually she fell in love to Damar. So did Damar. They had a secret love. When Layang Seto and Layang Kumitir knew what happened to Damar and Anjasmoro, they were very angry. They treated Damar more and more cruelly.

    At the time the kingdom of Majapahit faced a very serious problem because of the rebellion of Menak Jinggo. He was a half brother of the Queen Kecono Wungu. He was a prince of Majapahit and a highly respected general of the Majapahit army. For his great achievement for his country his father appointed him as the ruler for the kingdom of Blambangan, a vassal state under Majapahit. When his father passed away he was sure that he would become the successor. But he was very disappointed when his father appointed his sister instead. He thought that he was more capable than Kencono Wungu so he rebelled.

    Menak Jinggo proved to be a good general. Under his leadership the Blambangan army could win several battles with Majapahit army. The territory of Majapahit one by one fell to Blambangan. At the time the morale of the Majapahit army was already down. They were not sure that they could win the war. So the queen and the prime minister met everyday to discuss the worsening situation. Some weeks went by but still they did not have any ideas to solve the problem. Every report they received about the war was only about the defeat of the Majapahit army.

    Prime Minister Logender was shocked when his wife reported to him about the affair of Anjasmoro and Damar Wulan. For a highly respected person like him, it was a very serious blow to his ego. He was a very respectable person while his daughter dated with a poor boy. It was a serious humiliation. He could not accept it. This fact made him very angry. He thought very hard to find a solution. Suddenly an idea struck his sharp mind when he was meditating at midnight.

    Early in the morning he went to the palace and asked the queen for an audience. Then he explained his plan.
    'Your Majesty, last night I had an idea'
    'Tell me about it'
    'Our army could not win because we apply a wrong strategy. The Blambangan army is very good at a frontal open warfare like that. Furthermore our army's morale is now down. So we have to avoid open warfare. Since now on we have to launch a new tactics of secret operation. We must send a small army unit to kill Menak Jinggo secretly'
    'Who will do that?'
    'I have a body guard. His skill in martial art is excellent. He is very capable at individual fight. So he is ready for this duty. I am sure he is the right person'
    'OK, I think you are right. Send him as soon as possible to Blambangan. If he can do his job well I will give him great reward'

    When Logender got home he called Damar Wulan immediately. He asked him about his martial art skill. Damar said he had mastered some fighting skill. His father had trained him Pencak Silat, the Indonesian martial art. As a result, he was very skillful at using sword, lance, as well as empty hand fighting technique. Then Logender asked him to fight both Layang Seto and Layang Kumitir. Both of them fought emotionally since they hated Damar very much. But Damar was smart, skillful, strong and tough. In just several minutes he could beat both of them without difficulty. Logender was angry but also satisfied since he found a way to get rid of both problems - his home and his country.
    'Damar, you are a great fighter. I am very proud of you. And that's why you will receive a great honor to fight for your country. Now there is a rebellion in Majapahit. The king of Blambangan has done a crime. His name is Menak Jinggo. Find him in his palace and Blambangan and kill him. Are you ready?'
    'I am ready any time Sir'
    'Good. Today you have to prepare everything and tomorrow you must leave for Blambangan secretly. Do not tell any one about this duty. Not even Anjasmoro. Don't be afraid because the Majapahit army will fully support you. They will back you and provide all your needs. When you can kill Menak Jinggo behead him and bring his head here. If you can do this job well you will be promoted to a high position as the commander of Majapahit army'
    'Yes, Sir. I am very glad to receive this order. I will do my best'

    The next day, very early in the morning Damar Wulan left Majapahit alone. Meanwhile Prime Minister Logender had implemented his own plan. He prepared a small army unit under the leadership of his two sons. They went behind Damar in a distant so that Damar did not notice them. They went secretly so no one knew it. Their task was not to protect Damar but to kill him and seize the head of Menak Jinggo if he could kill Menak Jinggo. But if Damar was killed then they had nothing to do.

    Several days later Damar Wulan arrived in Blambangan. The Majapahit army kept on spying on him. They were surprised to see Damar did not directly attack the palace. He applied for a job instead. Once again he was accepted to work in the palace to take care of the horses. Everybody including the king Menak Jinggo liked him because he was very polite and he did his job well. He was also very handsome that two of the king's wife fell in love with him. Waito and Puyengan were the wives of King Menak Jinggo.

    As everybody trusted him, it was easy for Damar to search the palace. He knew where Menak Jinggo lived. One night he secretly jumped the palace wall to kill the king. Finally he was inside the king's bedroom. But unfortunately the king was ready to welcome him. A small army unit was there to arrest him. He was no match for Menak Jinggo. But Menak Jinggo was a smart person. He did not kill Damar instantly. He wanted to gather information from him. So he ordered his guards.
    'Don't kill him. Let him alive, treat him well. I will question him tomorrow'.
    'Yes, Your Majesty'

    He ordered his men to treat him well. He even let Waito and Puyengan to see Damar. By doing so he hoped that Damar would give him valuable information. But Damar was also a smart person. He dated Waito and Puyengan and he asked them the way to kill Menak Jinggo. Since the two women loved Damar they revealed a secret.
    'Nobody can hurt him. He is a tough guy and he is protected by god. God gave him a secret weapon called Wesi Kuning'
    'What is that?'
    'That's a golden amulet. It is just a small amulet, as small as a thumb but it is very powerful. Its shape is like a stick. It is stored in his bedroom'
    'He is a dangerous man. We have to stop him. Could you help me find his amulet?
    'I will help you if you marry me'
    'Sure I will marry both of you as soon as I can arrest him'

    When their turn to amuse the king arrived Waito and Puyengan could get into the kings chamber. They used that opportunity to steal the amulet. Then they gave it to Damar Wulan. Menak Jinggo did not realize their conspiracy. When the night was very quiet they opened the door for Damar Wulan. There was a fight but it was too late for Menak Jinggo. The sudden attack did not give him much chance to survive. Consequently Damar could beat his enemy and Menak Jinggo was beheaded.

    Damar Wulan immediately left Blambangan palace that night while promising Waito and Puyengan to be back after he received the rewa.

    Legenda Jaka Tarub dalam Bahasa Inggris

    Cerita Rakyat Bahasa Inggris - Indonesia memang mempunyai banyak Sekali Cerita Rakyat diantaranya yakni Jaka Tarub dan Nawang Wulan dan Legenda atau Cerita Bahasa Inggris Jaka Tarub dan Nawang Wulan ini adalah salah satu Cerita Rakyat yang populer di indonesia ini, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Jaka Tarub dan Nawang Wulan dalam Bahasa Inggris dibawah ini.

    JAKA TARUB AND NAWANG WULAN

    Jaka Tarub was a handsome and diligent young man. He lived in a village near a lake. One day, when Jaka Tarub passed the lake, he heard some giggles and laughs of some girls who were bathing in the lake. He was curious, so he peeped through the bushes. There were seven beautiful girls in the lake. They’re fairies from the heavenly kingdom of kahyangan. Jaka Tarub saw a scarf near the bushes. It belonged to one of the fairies. Jaka Tarub then took it and hid it.

    Crack!!! Accidentally, Jaka Tarub stepped on a twig. “There’s someone!” said one of the fairies. “Let’s get back. Hurry!” she said. They pulled over and wear their scarf. “Where is my scarf?” one of the fairies couldn’t find her scarf. She was the youngest fairy called Nawang Wulan. They tried to search for it, but it was no where to be found. “We’re sorry, Wulan. We have to go back to kahyangan,” said the eldest fairy. “You’ll have to find it by yourself. We’ll wait for you in kahyangan,” she said in empathy. The other fairies then flew to the sky leaving Nawang Wulan behind. Nawang Wulan saw them leaving in tears. She was so sad.

    “Excuse me …,” said Jaka Tarub, startling Nawang Wulan. “Are you okay?” he asked. Nawang Wulan moved backward, “Who are you?” she asked. “My name is Jaka Tarub. I was passing by and I heard you crying, so I came to see what happen,” Jaka Tarub lied. Nawang Wulan then told him about her problem. “I can’t fly without my scarf,” she said. Jaka Tarub then asked Nawang Wulan to come home with him. At first, Nawang Wulan refused the offer. But since she didn’t have anywhere else to go, Nawang Wulan then decided to follow Jaka Tarub.

    Nawang Wulan stayed with Jaka Tarub in the village. A month passed, and they decided to get married. Nawang Wulan was willing to marry a human because she fell in love with Jaka Tarub. After a year, they had a beautiful daughter. They named her Kumalasari. They lived happily.

    Jaka Tarub was also happy to live with Nawang Wulan and Kumalasari. Especially because he always got a lot of harvest since he married Nawang Wulan. He couldn’t even keep all of his harvest in the barn because it was always full. “It’s so weird. Nawang Wulan cooked everyday, but why is my barn always full,” Jaka Tarub mumbled to himself. He was so curious. One day, Jaka Tarub stayed at home. “I want to stay home today. I’d like to play with Kumalasari,” he said to his wife. “Well, I’ll go to the river to wash the clothes. Please keep an eye on Kumalasari,” asked Nawang Wulan. “I’m cooking rice now. Please do not open the pan cover before it’s done,” she said just before she left. “Could this be the secret?” Jaka Tarub thought. After Nawang Wulan left, he curiously opened the pan cover. He found only one single paddy. “How come?” he wondered.

    Before lunch, Nawang Wulan came home. She headed to the kitchen to see the rice she had cooked. She found that the rice turned into only a few grains. “Did you open the pan cover?” she asked her husband. “I… I’m sorry. I was curious,” Jaka Tarub said as he realized his fault.

    Ever since, Nawang Wulan had lost her power. She couldn’t cook rice with only a single paddy. Their paddy supply was slowly lessened. Their barn was almost empty. One day, Nawang Wulan went to the barn to get some paddy. When she took one of them, she found a scarf. “What’s this? This is my scarf,” said Nawang Wulan startled.

    That night, Nawang Wulan asked her husband about the scarf. Jaka Tarub’s eyes widened, “You found it?” he asked. Jaka Tarub looked down and asked for her forgiveness. “Because I’ve found my scarf, it’s time for me to go back to where I belong,” Nawang Wulan said. Jaka Tarub tried to stop her, but Nawang Wulan had made up her mind. “Please take good care of Kumalasari,” she said. “If she wanted to see me, take seven grains of candlenut and put it into a basket. Shake it as you play the bamboo flute. I’ll come to see her,” she explained.

    Jaka Tarub promised to take good care of their daughter. He once again asked for forgiveness for all of his mistakes. “I’ve forgiven you, so you don’t have to feel guilty. I must go now. Take care,” said Nawang Wulan as she flew to the bright full moon.***

    Rabu, 15 Februari 2012

    Legenda Bahasa Inggris - Malin Kundang

    Cerita Rakyat Bahasa Inggris - Indonesia memang mempunyai banyak Sekali Cerita Rakyat diantaranya yakni Malin  Kundang dan Legenda atau Cerita Bahasa Inggris Malin  Kundang ini adalah salah satu Cerita Rakyat yang populer di indonesia ini, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Malin  Kundang dalam Bahasa Inggris dibawah ini.

    MALIN KUNDANG

    Once upon a time, on the north coast of Sumatra lived a poor woman and his son. The boy was called Malin Kundang. They didn’t earn much as fishing was their only source of income. Malin Kundang grew up as a skillful young boy. He always helps his mother to earn some money. However, as they were only fisherman’s helper, they still lived in poverty. “Mother, what if I sail overseas?” asked Malin Kundang one day to his mother. Her mother didn’t agree but Malin Kundang had made up his mind. “Mother, if I stay here, I’ll always be a poor man. I want to be a successful person,” urged Malin kundang. His mother wiped her tears, “If you really want to go, I can’t stop you. I could only pray to God for you to gain success in life,” said his mother wisely. “But, promise me, you’ll come home.”

    In the next morning, Malin Kundang was ready to go. Three days ago, he met one of the successful ship’s crew. Malin was offered to join him. “Take a good care of yourself, son,” said Malin Kundang’s mother as she gave him some food supplies. “Yes, Mother,” Malin Kundang said. “You too have to take a good care of yourself. I’ll keep in touch with you,” he continued before kissing his mother’s hand. Before Malin stepped onto the ship, Malin’s mother hugged him tight as if she didn’t want to let him go.

    It had been three months since Malin Kundang left his mother. As his mother had predicted before, he hadn’t contacted her yet. Every morning, she stood on the pier. She wished to see the ship that brought Malin kundang home. Every day and night, she prayed to the God for her son’s safety. There was so much prayer that had been said due to her deep love for Malin Kundang. Even though it’s been a year she had not heard any news from Malin Kundang, she kept waiting and praying for him.

    After several years waiting without any news, Malin Kundang’s mother was suddenly surprised by the arrival of a big ship in the pier where she usually stood to wait for her son. When the ship finally pulled over, Malin Kundang’s mother saw a man who looked wealthy stepping down a ladder along with a beautiful woman. She could not be wrong. Her blurry eyes still easily recognized him. The man was Malin Kundang, her son.

    Malin Kundang’s mother quickly went to see her beloved son. “Malin, you’re back, son!” said Malin Kundang’s mother and without hesitation, she came running to hug Malin Kundang, “I miss you so much.” But, Malin Kundang didn’t show any respond. He was ashamed to admit his own mother in front of his beautiful wife. “You’re not my Mother. I don’t know you. My mother would never wear such ragged and ugly clothes,” said Malin Kundang as he release his mother embrace.

    Malin Kundang’s mother take a step back, “Malin…You don’t recognize me? I’m your mother!” she said sadly. Malin Kundang’s face was as cold as ice. “Guard, take this old women out of here,” Malin Kundang ordered his bodyguard. “Give her some money so she won’t disturb me again!” Malin Kundang’s mother cried as she was dragged by the bodyguard, ”Malin... my son. Why do you treat your own mother like this?”

    Malin Kundang ignored his mother and ordered the ship crews to set sail. Malin Kundang’s mother sat alone in the pier. Her heart was so hurt, she cried and cried. “Dear God, if he isn’t my son, please let him have a save journey. But if he is, I cursed him to become a stone,” she prayed to the God.

    In the quiet sea, suddenly the wind blew so hard and a thunderstorm came. Malin Kundang’s huge ship was wrecked. He was thrown by the wave out of his ship, and fell on a small island. Suddenly, his whole body turned into stone. He was punished for not admitting his own mother.***

    Cerita Rakyat Roro Jonggrang - Bahasa Inggris

    Cerita Rakyat Bahasa Inggris - Indonesia memang mempunyai banyak Sekali Cerita Rakyat diantaranya yakni Roro Jonggrang dan Legenda atau Cerita Bahasa Inggris Roro Jonggrang  ini adalah salah satu Cerita Rakyat yang populer di indonesia ini, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Roro Jonggrang dalam Bahasa Inggris dibawah ini.

    RORO JONGGRANG

    Long time ago, there was a kingdom named Prambanan. All the people of Prambanan lived peacefully. But then, Prambanan kingdom was attacked and occupied by the Pengging kingdom. Prambanan then was ruled by Bandung Bondowoso of Pengging kingdom. He was a mean king. He also had great supernatural power. His soldiers were not only humans, but also genies.

    The king of Prambanan had a beautiful daughter named Loro Jonggrang. Bandung Bondowoso fell in love with her and wanted to marry her. “You’re very beautiful. Would you be my queen?” asked Bandung Bondowoso. Loro Jonggrang was shocked. She didn’t like Bandung Bondowoso because he was a mean person. She wanted to refuse, but she afraid that Bandung Bondowoso would be angry and endangered the people of Prambanan. Then, she came up with a plan. “If you want to marry me, you have to build a thousand temples for me in just one night," said Loro Jonggrang. “What? That’s impossible!” said Bandung Bondowoso. But he did not give up. He consulted with his advisor. “Your Majesty can asked the genies to help built the temples,” said the advisor.

    So, Bandung Bondowoso summoned his entire genies soldier and commanded them to help him built a thousand temples. The genies worked in unbelievable speed. Meanwhile, Loro Jonggrang heard from her servant that the building of a thousand temples was almost finished. She was so worried. But again, she came up with a great idea. She asked all of her servants to help her. "Please prepare a lot of straw and mortar. Please hurry up!" said Loro Jonggrang. “Burn the straw and make some noise pounding the mortar, quickly.” All those servants did what Loro Jonggrang ordered them; burning straw and pounding the mortar, making the genies think that the sun is going to rise.

    “It’s already dawn. We have to go,” said the leader of the genies to Bandung Bondowoso. All the genies immediately stopped their work and ran for cover from the sun, which they afraid of. They didn’t know that the light was from the fire that burning the straw, not from the sun.

    Bandung Bondowoso can’t stop the genies from leaving. He was angry. He knew Loro Jonggrang had just tricked him. "You cannot fool me, Loro Jonggrang. I already have 999 temples. I just need one more temple. Now, I will make you the one-thousandth temple." He pointed his finger to Loro Jonggrang and said some mantras. Magically, Loro Jonggrang’s body turned into stone. Until now, the temple is still standing in Prambanan area, Central Java. And the temple is called Loro Jonggrang temple.***

    Legenda Lutung Kasarung dalam Bahasa Inggris

    Cerita Rakyat Bahasa Inggris - Indonesia memang mempunyai banyak Sekali Cerita Rakyat diantaranya yakni Lutung Kasarung dan Legenda atau Cerita Bahasa Inggris Lutung Kasarung  ini adalah salah satu Cerita Rakyat yang populer di indonesia ini, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Lutung Kasarung dalam Bahasa Inggris dibawah ini.

    LUTUNG KASARUNG

    Prabu Tapa Agung had led a kingdom in West Java for a long time. He was getting old and therefore wanted to choose a successor. But unfortunately, he had no son. He thought of choosing one of his daughters, Purbararang and Purbasari. But it wasn’t an easy choice. They were both very pretty and smart. The only difference was their temperament. Purbararang was rude and dishonest, while Purbasari was kind and caring. With those considerations, Prabu Tapa Agung finally chose Purbasari to be his successor.

    Purbararang didn’t agree with her father’s decision. “It’s supposed to be me, Father. I’m the eldest daughter!” Purbararang said. Prabu Tapa Agung smiled. “Purbararang, to be a queen takes more than age. There are many other qualities that one must possess,” explained Prabu Tapa Agung wisely. “What does Purbasari have that I don’t?” Purbararang pouted. “You’ll find out when Purbasari has replaced me,” Prabu Tapa Agung answered.

    After the discussion, Purbararang went back to her room. “Is there something wrong?” asked Indrajaya. Indrajaya is Purbararang’s future husband. “I’m upset! Father chose Purbasari as his successor and not me! I have to do something!” Purbararang said. Driven mad by her anger, she came to a witch and asked her to send rash all over Purbasari’s body. Before going to bed, Purbasari started to feel itch all over her body. She tried applying powder to her body, but it’s no use. Instead, the itching grew even worse. She didn’t want to scratch it, but she just couldn’t help it. In the next morning, there were scratch mark all over Purbasari’s body. “What happened to you?” asked Purbararang, pretending to be concerned. “I don’t know, sis. Last night, my body suddenly felt very itchy. I scratched and scratched, and this is what happened,” Purbasari answered. Purbararang shook her head. “You must have done something really awful. You’ve been punished by the gods!”

    That day, the whole kingdom was scandalized. “What have you done, Purbasari?” demanded Prabu Tapa Agung. Purbasari shook her head. “I didn’t do anything that would upset the gods, Father,” she answered. “Then how can you explain what happened to your body?” Prabu Tapa Agung asked again. “If you don’t confess, I’ll banish you to the woods.” Purbasari took a deep breath. “Like I said before, I didn’t do anything wrong. And I’d rather be thrown into the woods than to confess to a deed I didn’t commit.”

    After a short discussion with his advisor, Prabu Tapa Agung ordered Purbasari to be moved to the woods. Purbasari was very sad, but she couldn’t do anything to defy her father’s order. She was accompanied to the woods by a messenger. He built a simple hut for Purbasari. After the messenger left, suddenly a black monkey came to Purbasari’s hut. He carried a bunch of bananas. From behind him, some animals looked on. “Are the bananas for me?’ Purbasari asked. The black monkey nodded, as if he understood what Purbasari said. Purbasari took the bananas with pleasure. She also said thanks. The other animals that were looking on also seemed to smile. “Are you willing to be my friend?” Purbasari asked them. All the animals nodded happily. Although she was living by herself in the woods, Purbasari never lacked of supplies. Everyday, there were always animals bringing her fruits and fish to eat.

    A long time had passed since Purbasari was banished to the woods, but her body still itched. At some places, her skin was even ulcerating. What am I supposed to do?” Purbasari sighed. The monkey who was sitting next to her stayed still, there were tears in his eyes. He hoped Purbasari would remain patient and strong.

    One night, on a full moon, the monkey took Purbasari to a valley. There is a pond with hot spring water. The monkey suddenly spoke, “The water of this pond will heal your skin,” he said. Purbasari was surprised, ”You can talk? Who are you?” she asked. “You’ll find out, in time,” the monkey said. Purbasari didn’t want to force the monkey. She then walked to the pond. She bathed there. After a few hours, Purbasari walked out of the pond. She was shocked to see her face reflected on the clear pond water. Her face was beautiful again, with smooth and clean skin. Purbasari observed her entire body. There were no traces of any skin ailments. “I’m cured! I’m cured!” Purbasari shouted in joy. She quickly offered thanks to the gods and also to the monkey.

    The news of Purbasari’s condition quickly spread to the kingdom, irritating Purbararang. She then accompanied by Indrajaya go to the woods to see Purbasari. Purbasari asked if she would be allowed to go home. Purbararang said she would let Purbasari return to the palace if Purbasari’s hair were longer than hers. Purbararang then let her hair down. It was so long, it almost touched the ground. But it turned out that Purbasari’s hair was twice longer than Purbararang’s hair.

    “Fine, so your hair is longer than mine.” Purbararang admitted. “But there is one more condition you must fulfill, do you have a future husband who is handsomer than mine?” said Purbararang as she walked toward Indrajaya. Purbasari felt miserable. She didn’t have a future husband yet. So, without much thought, she pulled the black monkey beside her.

    Purbararang and Indrajaya burst out, but their laughter didn’t last long. The monkey meditates and suddenly transformed into a very handsome young man, a lot more handsome than Indrajaya. “I’m a prince from a kingdom far away. I was cursed to be a monkey because of a mistake I committed. I could regain my true form only if there’s a girl who would be willing to be my wife,” said the young man.

    Finally, Purbararang gave up. She accepted Purbasari as the queen, and also confessed everything she had done. “Please forgive me. Please don’t punish me,” Purbararang said, asking for forgiveness. Instead of being angry, Purbasari smiled. “I forgive you, sis,” she said. Soon after, Purbasari become queen. Beside her was the handsome prince, the former monkey known as Lutung Kasarung.

    Dongeng Timun Mas dalam Bahasa Inggris

    Cerita Rakyat Bahasa Inggris - Indonesia memang mempunyai banyak Sekali Cerita Rakyat diantaranya yakni Timun Mas dan Legenda atau Cerita Bahasa Inggris Timun Mas ini adalah salah satu Cerita Rakyat yang populer di indonesia ini, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Timun Mas dalam Bahasa Inggris dibawah ini.

    TIMUN MAS

    Long time ago in the island of Java, Indonesia, lived a couple of farmer.  They had married for some years but they had no children.  So they prayed to a monster called Buta Ijo to give them children.  Buta Ijo was a ferocious and powerful monster.  He granted their wish on one condition.  When their children had grown up, they had to sacrifice them to Buta Ijo.  He liked eating fresh meat of human being.  The farmers agreed to his condition.  Several months later the wife was pregnant.

    She gave birth to a beautiful baby girl.  They named her Timun Emas.  The farmers were happy.  Timun Emas was very healthy and a very smart girl.  She was also very diligent. When she was a teenager Buta Ijo came to their house.  Timun Emas was frightened so she ran away to hide.  The farmers then told Buta Ijo that Timun Emas was still a child.  They asked him to postpone.  Buta Ijo agreed.  He promised to come again.  The following year Buta Ijo came again.  But again and again their parents said that Timun Emas was still a child.

    When the third time Buta Ijo came their parents had prepared something for him.  They gave Timun Emas several bamboo needles, seeds of cucumber, dressing and salt.

    ‘Timun, take these things’

    ‘What are these things?’

    ‘These are your weapons.  Buta Ijo will chase you.  He will eat you alive.  So run as fast as you can.  And if he will catch you spread this to the ground.  Now go!’

    Timun Emas was scared so she ran as quickly as she could.  When Buta Ijo arrived she was far from home.  He was very angry when he realized that his prey had left.  So he ran to chase her.  He had a sharp nose so he knew what direction his prey ran.

    Timun Emas was just a girl while Buta Ijo was a monster so he could easily catch her up.  When he was just several steps behind Timun Emas quickly spread the seeds of cucumber.  In seconds they turned into many vines of cucumber.  The exhausted Buta Ijo was very thirsty so he grabbed and ate them.  When Buta Ijo was busy eating cucumber Timun Emas could run away.

    But soon Buta Ijo realized and started running again.  When he was just several steps behind Timun Emas threw her bamboo needles.   Soon they turned into dense bamboo trees. Buta Ijo found it hard to pass.  It took him some time to break the dense bamboo forest.  Meanwhile Timun Emas could run farther.

    Buta Ijo chased her again.  When he almost catch her again and again Timun Emas threw her dressing.  This time it turned into a lake.  Buta Ijo was busy to save himself so Timun Emas ran way.  But Buta Ijo could overcome it and continued chasing her.

    Finally when Timun Emas was almost caught she threw her salt.  Soon the land where Buta Ijo stood turned into ocean.  Buta Ijo was drowned and died instantly.

    Timun Emas was thankful to god and came back to her home.

    Cerita Bhs Inggris - Legenda Danau toba

    Cerita Rakyat Bahasa Inggris - Indonesia memang mempunyai banyak Sekali Cerita Rakyat diantaranya yakni Danau Toba dan Legenda atau Cerita Bahasa Inggris Danau Toba ini adalah salah satu Cerita Rakyat yang populer di indonesia ini, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Danau Toba dalam Bahasa Inggris dibawah ini.

    DANAU TOBA

    Once upon a time there was a prosperous village in a far away island called Sumatra. In northern part of the island, lived a farmer whose name was Toba. He lived alone in a hut by a small forest. He worked on his farmland to grow rice and vegetables that he sells to local market. Once day he wanted to catch some fish so he went to a river and fished there. He was very surprised when he got a big fish. The fish was as big as human being. Soon he went home and put the fish in his kitchen. He planned to cook the fish for his dinner that night. When he got to his house that afternoon he took a bath. Then as he walked into his bedroom after taking a bath Toba was very shocked. Do you want to know what happened?

    There stood in his living room a very beautiful girl. The girl greeted him nicely. For a moment Toba was speechless. When he could control his emotion he asked her.

    ‘Who are you? What’s your name? Why suddenly you are here in my house?’

    ‘Pardon me if I surprised you Mr. Toba, but you took me here. I was the fish that you caught in the river. Now that I become a human being again, I would like to thank you and I will be your servant to express my thankfulness’

    ‘Were you the fish?’

    ‘Yes, I was the fish. Look at your kitchen’.

    Toba immediately rushed to his kitchen and the fish was nowhere to be seen. He saw some gold coins instead.

    ‘Whose coins are these? Why there are some coins here?’

    ‘Those coins are mine. As I changed into human being my scales changed into gold coins’

    ‘Ok you can live here and work for me. Your room is over there’

    ‘Thank you very much Mr. Toba’

    Since that day the beautiful girl lived in Toba’s house. Since she was very beautiful Toba fell in love with her and not long after that they got married. The girl married to Toba on one condition that he would never tell anybody about her past. Toba agreed to the condition. Several months later Toba’s wife delivered to a baby boy. Their son was healthy. Soon he grew up into a handsome boy. Toba named him Samosir. Unfortunately Samosir was a lazy boy. He did not want to work at all. When his father worked hard in his rice field and farm, Samosir just slept. When he was awake he talked a lot and he ate a lot. Toba was very disappointed with his son’s nature. He hoped that one day Samosir would change into a diligent boy. Day in and day out but Samosir never changed.

    Toba used to go to his farm and rice field early in the morning. Then at midday his wife would bring him food. They used to eat lunch at their farm. As he was a teenager Toba and his wife tried to change his behavior. They ordered Samosir to bring food for his father for lunch while her mother stayed at home to do household chores. But Samosir never did his duty well. He always woke up very late. He woke up after midday. Then one day his mother forced him to bring the food.

    ‘Sam, wake up. Go to the farm and bring the food for your father. He must be very tired and hungry now’.

    But Mom, I am tired and hungry too’

    ‘What makes you tired? You just wake up. Go now. You father needs the food’

    Toba reluctantly went to the farm. But he did not go to the farm immediately. He stopped somewhere in the street and ate the food. It was already late afternoon when he got to the farm. His father was disappointed. Then he was angry as he realized that his son had eaten his food. He said sarcastically.

    ‘O, you are stupid lazy boy. You are son of a fish!’

    Samosir was hurt. He went home right away and as he got home he told his mother about his father’s words. Samosir’s mother was shocked. She was also deeply hurt.

    ‘O Toba. You break your promise so I cannot live with you here anymore. Now you have to accept to consequence of what you did. Samosir, now go to the hill, find the tallest tree and climb it’

    ‘Why mom? What will happen?’

    ‘Just do it, never ask any question. Good bye’

    As soon as she finished saying that suddenly the weather changed. Sunny day suddenly turned into cloudy day. Not long after that the rain poured heavily. The rain last for several days. Consequently the area was flooded. The whole area became a big lake. Then it was called Lake Toba and in the middle of the lake there is an island called Samosir Island. Meanwhile Toba’s wife disappeared.

    Lake Toba is located in the province of North Sumatra, Indonesia. Today it becomes a tourist destination.

    Senin, 23 Januari 2012

    Cerita Rakyat Lutung Kasarung - Cerita Legenda Indonesia

    Cerita Rakyat Lutung Kasarung - Sebelum saya Share Cerita Rakyat Lutung Kasarung Sebelumnya saya telah share Cerita Rakyat Danau Toba dan Cerita Rakyat Timun Mas, Cerita Lutung Kasarung ini menjadi sebuah Cerita Legenda yang bersal dari tataran sunda atau masyarakat Jawa Barat, Lutung kasarung sendiri berarti Lutung yang tersesat, Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Lutung Kasarung ini.

    LUTUNG KASARUNG
    Cerita Rakyat Jawa Barat

    Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung.

    Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari.

    Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. “Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta,” kata Prabu Tapa.

    Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !” ujar Purbararang.

    Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri”. “Terima kasih paman”, ujar Purbasari.

    Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.

    Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.

    Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku ?”, pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.

    Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !”, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.

    “Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku”, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Jadi monyet itu tunanganmu ?”.

    Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.

    Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.

    Semoga Ada manfaat setelah menbaca Cerita Rakyat Lutung Kasarung ini dan kami ucapkan banyak terimakasih atas Kunjungannya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya...

    Cerita Rakyat Danau Toba - Dongeng Legenda Nusantara

    Cerita Rakyat Danau Toba - Sebelum saya share Cerita Rakyat Danau Toba baca dulu postingan sebelumnya yakni Cerita Rakyat Timun Mas dan Cerita Rakyat Cindelaras. Danau yang terletak di Sumatera Utara ini memang mempunyai daya Eksotis yang tinggi dan sebagai Icon dari Propinsi sumatera, danau yang mempunyai ukuran Panjang 100 Km dan Lebar 30 Km (Id. Wikipedia) ini mempunyai sejarah yang sangat panjang seperti yang di bungkus dalam Cerita Rakyat Danau Toba dibawah ini.

    DANAU TOBA
    Cerita Rakyat Sumatera Utara

    Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

    Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.

    Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

    “Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

    Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya  kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.

    Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu.

    Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.

    Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. 

    Terimakasih telah membaca Cerita Rakyat Danau Toba dan semoga bermanfaat Cerita Rakyatnya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya...

    Cerita Rakyat Cindelaras - Dongeng Nusantara

    Cerita Rakyat Cindelaras - Sebelumnya saya telah Posting Cerita Rakyat Sangkuriang dan Cerita Rakyat Malin Kundang, kali ini saya akan Posting Cerita Rakyat Cindelaras.
    Memang Cerita rakyat di Indonesia sangat banyak salah satunya adalan Cerita Rakyat Cindelaras, Okelah langsung saja Baca Cerita Rakyat Cindelaras dibawah ini.

    CINDELARAS

    Kerajaan Jenggala dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raden Putra. Ia didampingi oleh seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang memiliki sifat iri dan dengki. Raja Putra dan kedua istrinya tadi hidup di dalam istana yang sangat megah dan damai. Hingga suatu hari selir raja merencanakan sesuatu yang buruk pada permaisuri raja. Hal tersebut dilakukan karena selir Raden Putra ingin menjadi permaisuri.

    Selir baginda lalu berkomplot dengan seorang tabib istana untuk melaksanakan rencana tersebut. Selir baginda berpura-pura sakit parah. Tabib istana lalu segera dipanggil sang Raja. Setelah memeriksa selir tersebut, sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. "Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri," kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patih untuk membuang permaisuri ke hutan dan membunuhnya.

    Sang Patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke tengah hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuh sang permaisuri. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. "Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh," kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja merasa puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri.

    Setelah beberapa bulan berada di hutan, sang permaisuri melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberinya nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur ayam. Cindelaras kemudian mengambil telur itu dan bermaksud menetaskannya. Setelah 3 minggu, telur itu menetas menjadi seekor anak ayam yang sangat lucu. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Kian hari anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang gagah dan kuat. Tetapi ada satu yang aneh dari ayam tersebut. Bunyi kokok ayam itu berbeda dengan ayam lainnya. "Kukuruyuk... Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra...", kokok ayam itu

    Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya itu dan segera memperlihatkan pada ibunya. Lalu, ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan. Mendengar cerita ibundanya, Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda. Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam. "Ayo, kalau berani, adulah ayam jantanmu dengan ayamku," tantangnya. "Baiklah," jawab Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat, ia dapat mengalahkan lawannya. Setelah beberapa kali diadu, ayam Cindelaras tidak terkalahkan.

    Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat hingga sampai ke Istana. Raden Putra akhirnya pun mendengar berita itu. Kemudian, Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras ke istana. "Hamba menghadap paduka," kata Cindelaras dengan santun. "Anak ini tampan dan cerdas, sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata," pikir baginda. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras.

    Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. "Baiklah aku mengaku kalah. Aku akan menepati janjiku. Tapi, siapakah kau sebenarnya, anak muda?" Tanya Baginda Raden Putra. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. "Kukuruyuk... Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra...," ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras. "Benarkah itu?" Tanya baginda keheranan. "Benar Baginda, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri Baginda."

    Bersamaan dengan itu, sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. "Aku telah melakukan kesalahan," kata Baginda Raden Putra. "Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku," lanjut Baginda dengan murka. Kemudian, selir Raden Putra pun di buang ke hutan. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya Setelah itu, Raden Putra dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan.. Akhirnya Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana.

    Semoga Bermanfaat dan share artikel Cerita Rakyat Cindelaras ini dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya...

    Cerita Rakyat Cindelaras


    9 out of
    10

    based on
    1000 ratings.

    Cerita Rakyat Sangkuriang - Legenda Jawa Barat

    Cerita Rakyat Sangkuriang - Sebelumnya saya telah Posting Cerita Rakyat Malin Kundang dan Cerita Bahasa Inggris, kali ini saya akan Posting Cerita Rakyat Sangkuriang.
    Cerita Rakyat Sangkuriang ini memang sudah tidak asing lagi ditataran sunda karena Cerita Rakyat ini berasal dari Jawa Barat dan awal Cerita dari Tangkuban Perahu. Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Sangkuriang dan semoga dapat menjadi sebuah referensi tugas anda.

    SANGKURIANG
    Cerita Rakyat Jawa Barat

    Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.

     Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai sasaran. Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.

    Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya. 

    Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari, dan meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anaknya kembali. Karena kesungguhan dari doa Dayang Sumbi tersebut, maka Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya.

    Setelah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, akhirnya ia berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut sekali, karena kampung halamannya sudah berubah total. Rasa senang Sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona dengan kecantikan wanita tersebut, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Akhirnya lamaran Sangkuriang diterima oleh Dayang Sumbi, dan sepakat akan menikah di waktu dekat. Pada suatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hatan. Sebelum berangkat, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan dan merapikan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, karena pada saat dia merapikan ikat kepala Sangkuriang, Ia melihat ada bekas luka. Bekas luka tersebut mirip dengan bekas luka anaknya. Setelah bertanya kepada Sangkuriang tentang penyebab lukanya itu, Dayang Sumbi bertambah tekejut, karena ternyata benar bahwa calon suaminya tersebut adalah anaknya sendiri.

    Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka. Permintaan Dayang Sumbi tersebut tidak disetujui Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja.

    Setiap hari Dayang Sumbi berpikir bagaimana cara agar pernikahan mereka tidak pernah terjadi. Setelah berpikir keras, akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara terbaik. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang dapat memenuhi kedua syarat tersebut, maka Dayang Sumbi mau dijadikan istri, tetapi sebaliknya jika gagal maka pernikahan itu akan dibatalkan. Syarat yang pertama Dayang Sumbi ingin supaya sungai Citarum dibendung. Dan yang kedua adalah, meminta Sangkuriang untuk membuat sampan yang sangat besar untuk menyeberang sungai. Kedua syarat itu harus diselesai sebelum fajar menyingsing.

    Sangkuriang menyanggupi kedua permintaan Dayang Sumbi tersebut, dan berjanji akan menyelesaikannya sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sangkuriang lalu mengerahkan teman-temannya dari bangsa jin untuk membantu menyelesaikan tugasnya tersebut. Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang. Betapa terkejutnya dia, karena Sangkuriang hampir menyelesaiklan semua syarat yang diberikan Dayang Sumbi sebelum fajar.

    Dayang Sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira kalau hari sudah menjelang pagi. Sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan merasa tidak dapat memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Dayang Sumbi.

    Dengan rasa jengkel dan kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri. Karena jebolnya bendungan itu, maka terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

    Cerita Rakyat Sangkuriang Semoga Bermanfaan dan Share Postingan ini apabila bermanfaat buat anda, kami ucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya...

    Cerita Rakyat Sangkuriang


    9 out of
    10

    based on
    1000 ratings.

    Cerita Rakyat Timun Mas - Cerita Legenda Jawa Tengah

    Cerita Rakyat Timun Mas - Setelah Kemaren saya telah Posting Cerita Rakyat Cindelaras dan Cerita Rakyat Malin Kundang, Kali ini Saya akan Share Cerita Rakyat Timun Mas. Cerita di Indonesia memang sangat banyak bahkan setiap Daerah mempunyai Cerita Rakyat Sendiri Seperti di Jawa Tengah ini terkenal dengan Cerita Rakyat Timun Mas ini, Okelah langsung untuk membacanya aja atau Copas untuk oleh-oleh baca dirumah.

    TIMUN MAS
    Cerita Rakyat Jawa Tengah

    Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun.

    Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun.

    “Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju.

    Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.

    Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.

    Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas.

    Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.

    Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. Raksasa menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah dibohongi suami istri itu. Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia mengejar Timun Mas ke hutan.

    Raksasa segera berlari mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa. Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah.

    Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri.

    Tapi Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.

    Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.

    Timun Mas lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.

    Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi.

    Semoga bermanfaat Cerita Rakyat Timun Mas ini adan kami Ucapkan terimakasih atas Kunjungannya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya...

    Cerita Rakyat Timun Mas


    9 out of
    10

    based on
    1000 ratings.

    Cerita Rakyat Keong Mas - Legenda Nusantara

    Cerita Rakyat Keong Mas - Sebelunya saya telah Posting Cerita Rakyat Danau Toba dan Cerita Rakyat Lutung Kasarung , Kali ini saya akan Share Cerita Rakyat Keong Mas.
    Cerita ini Berasal dari Tanaj Jawa dan sangan Melegenda sekali Okelah Langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Keong Mas dibawah ini.

    KEONG MAS
    Cerita Rakyat Tanah Jawa

    Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama Galoran. Ia termasuk orang yang disegani karena kekayaan dan pangkat orangtuanya. Namun Galoran sangatlah malas dan boros. Sehari-hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan harta orangtuanya, bahkan pada waktu orang tuanya meninggal dunia ia semakin sering berfoya-foya. Karena itu lama kelamaan habislah harta orangtuanya. Walaupun demikian tidak membuat Galoran sadar juga, bahkan waktu dihabiskannya dengan hanya bermalas-malasan dan berjalan-jalan. Iba warga kampung melihatnya. Namun setiap kali ada yang menawarkan pekerjaan kepadanya, Galoran hanya makan dan tidur saja tanpa mau melakukan pekerjaan tersebut. Namun akhirnya galoran dipungut oleh seorang janda berkecukupan untuk dijadikan teman hidupnya. Hal ini membuat Galoran sangat senang ; "Pucuk dicinta ulam pun tiba", demikian pikir Galoran.

    Janda tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang sangat rajin dan pandai menenun, namanya Jambean. Begitu bagusnya tenunan Jambean sampai dikenal diseluruh dusun tersebut. Namun Galoran sangat membenci anak tirinya itu, karena seringkali Jambean menegurnya karena selalu bermalas-malasan.
    Rasa benci Galoran sedemikian dalamnya, sampai tega merencanakan pembunuhan anak tirinya sendiri. Dengan tajam dia berkata pada istrinya : " Hai, Nyai, sungguh beraninya Jambean kepadaku. Beraninya ia menasehati orangtua! Patutkah itu ?" "Sabar, Kak. Jambean tidak bermaksud buruk terhadap kakak" bujuk istrinya itu. "Tahu aku mengapa ia berbuat kasar padaku, agar aku pergi meninggalkan rumah ini !" seru nya lagi sambil melototkan matanya. "Jangan begitu kak, Jambean hanya sekedar mengingatkan agar kakak mau bekerja" demikian usaha sang istri meredakan amarahnya. "Ah .. omong kosong. Pendeknya sekarang engkau harus memilih .. aku atau anakmu !" demikian Galoran mengancam.

    Sedih hati ibu Jambean. Sang ibu menangis siang-malam karena bingung hatinya. Ratapnya : " Sampai hati bapakmu menyiksaku jambean. Jambean anakku, mari kemari nak" serunya lirih. "Sebentar mak, tinggal sedikit tenunanku" jawab Jambean. "Nah selesai sudah" serunya lagi. Langsung Jambean mendapatkan ibunya yang tengah bersedih. "Mengapa emak bersedih saja" tanyanya dengan iba. Maka diceritakanlah rencana bapak Jambean yang merencanakan akan membunuh Jambean. Dengan sedih Jambean pun berkata : " Sudahlah mak jangan bersedih, biarlah aku memenuhi keinginan bapak. Yang benar akhirnya akan bahagia mak". "Namun hanya satu pesanku mak, apabila aku sudah dibunuh ayah janganlah mayatku ditanam tapi buang saja ke bendungan" jawabnya lagi. Dengan sangat sedih sang ibu pun mengangguk-angguk. Akhirnya Jambean pun dibunuh oleh ayah tirinya, dan sesuai permintaan Jambean sang ibu membuang mayatnya di bendungan. Dengan ajaib batang tubuh dan kepala Jambean berubah menjadi udang dan siput, atau disebut juga dengan keong dalam bahasa Jawanya.

    Tersebutlah di Desa Dadapan dua orang janda bersaudara bernama Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil. Kedua janda itu hidup dengan sangat melarat dan bermata pencaharian mengumpulkan kayu dan daun talas. Suatu hari kedua bersaudara tersebut pergi ke dekat bendungan untuk mencari daun talas. Sangat terpana mereka melihat udang dan siput yang berwarna kuning keemasan. "Alangkah indahnya udang dan siput ini" seru Mbok Rondo Sambega "Lihatlah betapa indahnya warna kulitnya, kuning keemasan. Ingin aku bisa memeliharanya" serunya lagi. "Yah sangat indah, kita bawa saja udang dan keong ini pulang" sahut Mbok Rondo Sembadil. Maka dipungutnya udang dan siput tersebut untuk dibawa pulang. Kemudian udang dan siput tersebut mereka taruh di dalam tempayan tanah liat di dapur. Sejak mereka memelihara udang dan siput emas tersebut kehidupan merekapun berubah. Terutama setiap sehabis pulang bekerja, didapur telah tersedia lauk pauk dan rumah menjadi sangat rapih dan bersih. Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil juga merasa keheranan dengan adanya hal tersebut. Sampai pada suatu hari mereka berencana untuk mencari tahu siapakah gerangan yang melakukan hal tersebut.

    Suatu hari mereka seperti biasanya pergi untuk mencari kayu dan daun talas, mereka berpura-pura pergi dan kemudian setelah berjalan agak jauh mereka segera kembali menyelinap ke dapur. Dari dapur terdengar suara gemerisik, kedua bersaudara itu segera mengintip dan melihat seorang gadis cantik keluar dari tempayan tanah liat yang berisi udang dan Keong Emas peliharaan mereka. "tentu dia adalah jelmaan keong dan udang emas itu" bisik Mbok Rondo Sambega kepada Mbok Rondo Sembadil. "Ayo kita tangkap sebelum menjelma kembali menjadi udang dan Keong Emas" bisik Mbok Rondo Sembadil. Dengan perlahan-lahan mereka masuk ke dapur, lalu ditangkapnya gadis yang sedang asik memasak itu. "Ayo ceritakan lekas nak, siapa gerangan kamu itu" desak Mbok Rondo Sambega "Bidadarikah kamu ?" sahutnya lagi. "bukan Mak, saya manusia biasa yang karena dibunuh dan dibuang oleh orang tua saya, maka saya menjelma menjadi udang dan keong" sahut Jambean lirih. "terharu mendengar cerita Jambean kedua bersaudara itu akhirnya mengambil Keong Emas sebagai anak angkat mereka. Sejak itu Keong Emas membantu kedua bersaudara tersebut dengan menenun. Tenunannya sangat indah dan bagus sehingga terkenallah tenunan terebut keseluruh negeri, dan kedua janda bersaudara tersebut menjadi bertambah kaya dari hari kehari.

    Sampailah tenunan tersebut di ibu kota kerajaan. Sang raja muda sangat tertarik dengan tenunan buatan Jambean atau Keong Emas tersebut. Akhirnya raja memutuskan untuk meninjau sendiri pembuatan tenunan tersebut dan pergi meninggalkan kerajaan dengan menyamar sebagai saudagar kain. Akhirnya tahulah raja perihal Keong Emas tersebut, dan sangat tertarik oleh kecantikan dan kerajinan Keong Emas. Raja menitahkan kedua bersaudara tersebut untuk membawa Jambean atau Keong Emas untuk masuk ke kerajaan dan meminang si Keong Emas untuk dijadikan permaisurinya. Betapa senang hati kedua janda bersaudara tersebut.

    Semoga Cerita Rakyat Keong Mas diatas bermanfaat dan kami Ucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya...

    Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih - Legenda Indonesia

    Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih - Sebelumnya saya kan memperkenalkan Postingan sebelumnya tentang Cerita Rakyat Keong Mas dan Cerita Rakyat Lutung Kasarung, kali ini saya akan Shere juga Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih. Okelah langsung saja untuk membaca Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih dibawah ini.

    BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH
    Cerita Rakyat Riau, Sumatera

    Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.

    Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi.

    Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.

    Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.

    Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwasalah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.

    “Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”

    Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Mataharisudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.

    “Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
    “Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
    “Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.

    “Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
    “Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
    “Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.

    “Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.

    Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
    “Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
    Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.

    Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.

    Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

    Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

    Semoga Bermanfaat Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putihnya dan kami Ucapkan banyak terimakasih kepada anda yang telah mengunjungi Web Blog ini dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya..