Rabu, 28 Maret 2012

Cerpen Motivasi - Sibungsu yang Mulia Hati dan Pemuda Berkuda

SIBUNGSU YANG MULIA DAN PEMUDA BERKUDA
Cerpen Cahyaning p.

Pada pagi yang cerah udara sangat sepoi –sepoi suasana dingin pada itulah mereka asyik bermain dan si bungsu bekerja sendiri tanpa mereka sadari bahwa mereka sudah melantarkan si bungsu dengan cara bekerja sendiri tanpa ada yang bantu, ibu mereka sedih kenapa kakaknya si bunsu begitu benci pada si bungsu padahal dia baik sekali kepada siapapun . Hari mulai cerah tapi kakaknya si bungsu asyik bermain dan si bungsu masih bekerja untuk ibu dan kakaknya . 

Dihari kemudian sibungsu laras disuruh kakaknya yang bernama fika,ria chika dan nela untuk pergi mencuci baju di sungai ,kemudian ibu suminah sedang sakit, ibu suminah kewatir dengan sibungsu laras dia selalu disuruh kakaknya hati ibu suminah sedih atas perlakuan kakaknya yang sewenang-wenang pada laras .Setiap hari laras selalu di marahi sama kakaknya ,kakaknya pertama fika selalu mengatur  hidupnya laras harus patuh pada dia dan sebaiknya yang lain begitu juga  hatinya keras kepala seperti batu. Pada waktu  pesta dirumah temannya  mereka tidak mengajak laras malah dia menyurus laras menunggu ibunya yang sedang sakit parah.sepulang dari pesta kakaknya laras menyuruh laras pergi membeli baju plus sepatu tapi uangnya cuma 20.000 dan laras binggung harus gimana kata kakaknya harus beli baju dan sepatu yang bagus dan laras kebinggunan dimana harus mencari baju yang di maksud kakaknya itu.

Cerpen Pangeran Berkuda
Di sebuah toko ada baju dan sepatu yang bagus tapi uang laras gak cukup untuk membelinya dan dia ketemu kakek-kakek yang sedang duduk di teras dekat toko itu dan lalu laras menghampirinya dan bertanya,
”kek lagi napa disini “kakek menjawab dengan membelai rambut laras kakek cuma numpang istirahat kalau cucu lagi napa.“oh saya lagi mau membeli baju dan sepatu untuk kakak saya, ”terus kenapa kamu masih disini ,”masalahnya uang saya cuma 20.000 kata kakak saya, saya harus membeli baju dan sepatu yang bagus-bagus, ”oh masalahnya itu kakek punya baju dan sepatu yang masih bagus kalau kamu mau ambil aja,
”beneran kek kakek gak bohong kan 
“enggak kok masak kakek bohong pada gadis kecil yang baik hati apa kamu beneran mau baju itu dan sepatunya 
“iya kek dengan senang hati (hati laras merasa bahagia atas bemberian kakek dan hati laras mulai tenang).”oya laras apa kamu mau membantu kakek membersihkan rumah kakek yang penuh kumuh itu.
”(laras menjawab dengan hati senang) tentu kek dengan senang hati,lalu kakek mengajak laras ke rumah kakek  dan laras menyangka kalau rumah kakek nggak sekumuh itu hati kecil laras mengatakan (ya Allah rumah kakek kok seperti ini Astagfirullah Haladzim).
”dan laras lau langsung membersihkan rumah kakek mulai dari menyapu , cuci piring dan juga mencuci baju serta menyiapkan makan untuk kakek hari mulai sore kata kakaknya harus pulang nggak sampai sore lalu laras teringgat kata itu lalu laras langsung pamit dan pulang dengan membawa baju dan sepatu yang sudah di janjikan oleh kakek. sesudah pulang dari rumah kakek kakak-kakaknya lansung bertanya kepada laras darimana saja kamu kok baru pulang (dengan hati marah dan kesal sambil menjambak rambut laras dengan keras)mana pesanan kakak laras mana dengan (suara keras) laras menjawab dengan suara lirih ini kak pesanan kakak ,sini oh kok begini sih kan kakak pesan yang bagus bukan yang seperti ini kumuh sekali baju ini dan sepatunya juga jorok kamu beli atau minta sih kok kumuh begini lalu ria menyambung kata –kata kak fika paling beli di kolong jembatan seperti kumuh dan bau ha..ha...…(berkata tertawa berbahak-bahak….), jawab laras kamu beli darimana jawab laras ibu mereka lalu terdengar perkataan mereka yang sedang membentak laras suara batuk ibu terdengar mereka lalu laras menghampiri ibunya yang sedang dikamar (selalu saja laras selamat dari kakak-kakak yang selalu berbuat jahat pada laras).”

Hari yang cerah membuat semua tumbuhan berkembang biak bahkan laras sudah besar hampir umur dia genap 17 tahun dan bahkan kakak-kakaknya juga sudah besar hampir punya cowok masa kecil laras sudah ia lalui bertahun –tahun laras hidup sengsara dan ia akan berbakti kepada ibu nya dan kakaknya juga masih jahat kepada laras bahkan masalah pacar pun ia harus berdebat dengan adiknya si bungsu.kakaknya yang ketiga akan menikah kepada pemuda yang kaya dan tampan tapi chika masih jahat kepada laras dan ia nggak bisa memaafkan laras kalau sampai ia gagal dalam pernikahan itu dan begitu juga pada kakaknya yang pertama yaitu fika yang selalu mengatur hidup laras selama ini ia akan menikah pada pemuda yang gagah dan berani ia juga berniat sama chika kalau ia nggak jadi menikah ia akan membenci adiknya laras si bungsu.

Pada suatu hari sibungsu laras bertemu seseorang pemuda gagah dan ganteng serta berani ia mengembala ,pada itulah si bungsu ketemu pada dia pada saat ia akan memetik bunga di taman.dia melihat si bungsu sedang memetik bunga mawar dan ia gak sempat ngenalin pada si bungsu ia langsung pergi dan sibungsu juga gak ngenalin pada dia. dan pemuda tadi langsung kerumahnya ria teryata si ngembala itu pacarnya salah satunya di antara kakak-kakaknya laras yang bernama ria sesudah itu si bungsu laras datang dan langsung sembunyi di balik semak2 itu agar gak ketahuan sama kakaknya dan laras melihat si ngembala itu berdua-duaan sama ria dan laras langsung menyimpulkan (apa jangan2 orang tadi pacarnya kak ria) firasat laras mengatakan 
“itu gak mungkin, tapi kenapa kok sampai kerumah aku dan laras pusing serta gelisah melihat kakaknya berdua-duaan entah kenapa hati laras melihat kak ria dengan si ngembala berdua –duaan hati laras sakit sekali (kata hati laras mengatakan )”.lalu laras langsung masuk kamar dan tidak melihat mereka berdua.”
“Laras sini kamu ,”(teriakan kak fika memanggil laras dengan suara keras dan membentak)
“Ada apa kak kok memanggil saya seperti itu,”(dengan suara lirih dan lembut)  “Ada apa2 kamu sih kamu tu belum memetik bunga untuk saya mau diajar kamu ,ajar aja kak biar mampus biar tahu rasanya (kata kakak lainnya) bener juga ya (kata kak fika ),”
“Baik kak akan ku carikan sekarang (kata laras sambil menangis)
“Bagus kalau begitu sana pergi (dengan menyurung laras dari belakang).

Sore-sore  begini laras masih ada di taman, hari semakin malam tapi laras belum pulang ibu kwatir dengan keselamatan laras hati ibu merasa gak enak seperti ada bahaya yang akan menimpa laras jam menunjukan pukul 19.15 menit tapi laras belum pulang tiba2 ada pemuda 2 yang satunya rambut ngrondong dan yang satunya brengosen dan mereka mau mengoda laras dan laras minta tolong tapi gak ada yang lewat di jalan itu dan akhirnya ada pemuda yang lewat di jalan itu dan langsung menghajar mereka dan mereka kalah dan langsung kabur teryata yang nolong laras itu pemuda yang tadi siang yang melihat laras memetik bunga,
“Hai gimana gak ada yang terluka kan atau kamu (kata pemuda itu dengan rasa kwatir)
”Laras langsung menyambung kata2 pemuda itu,gak ada yang di kwatirkan aku Cuma takut aja (dengan nada yang indah )
“Oh gak papa ya ,kamu kok kenapa disini inikan sudah malam kok kamu kluyuran sih,”
“Aku gak kluyuran ataupun apa gitu aku Cuma disuruh kakakku untuk memetik bunga
“Kok sampai malam, oya namamu siapa kita dari tadi ngobrol gak tau namanya”         
“Namaku laras, kalau kamu siapa?
“Kalau aku kelviano panggil aja vian, aku senang bertemu dengan mu “
“Aku juga kok vian
“Oya ku anterin pulang ya dengan naik kudaku “
“Gak usah vian ngrepotin kamu nanti  
“Enggak kok ayolah masak kamu gak mau sama aku”
“Maksud kamu?
“Enggak maksud aku kamu ku anterin pulang , mau kan
“Iya dheh kalau begitu…

Kakak-kakak laras menunggu ke datangannya laras kok belum pulang ini kan jam 21.00
“Vian bertanya pada laras rumah kamu mana sih?”
“Rumah aku deket kok yaitu jalan kemerdekaan no 5
“No 5! (hati kecil vian mengatakan itukan rumahnya ria)
“Iya ada apa sih kok terkejut begitu
“Enggak kok biasa saja ,pegangan lho nanti jatuh
“Ah kamu apaan sih
“Enggak Cuma bercanda ,oya apa kamu sudah punya pacar
“Emangnya ada apa kok kamu Tanya begitu
“Enggak Cuma Tanya saja
“Sebenarnya tu belum punya, kalau kamu
“Oh aku sebernanya …”lalu laras langsung memotong bembicaraan vian , itu sudah dekat dengan rumah aku ,aku turun disini aja soalnya gak enak sama kakakku
“Nggak kuantar langsung kerumah aja
“Gak usah ini  sudah cukup ,makasih ya sudah diantarkan kerumah dan sudah ditolongin
“Benaran ini gak papa nanti kalau ada yang mengodain gimana?
“Ah kamu seperti anak kecil aja sana pergi,yaudah ya, sampai ketemu lagi ya.
“ya,( kata laras sambil senyum), hati2 ya!
“iya, sampai nanti! “ Laras langsung menuju rumah lalu Kakaknya langsung menanyai laras dengan suara em..em baru kemana aja kamu kok sampai jam setenggah sepuluh baru pulang,oya kak itu tadi laras diantarkan sama pemuda lho ,benar kamu laras jawab, sambil memenggang jangut laras dan membentaknya siapa dia laras jawab,
”dia pemuda yang mau lewat aja benar gak ada apa kok ,percaya aja sama laras kak, kakak gak percaya sama kamu kakak akan menyelidiki itu sendiri minggir laras sambil mendorong laras hingga jatuh,
” sukurin kamu, dan vian masih memikirkan gadis itu dengan bertanya sama hati kecilnya(cewek itu cantik juga dari pada ria malah lebih menarik dia,dan dia juga pintar dan pemberani meskipun masih ada sifat cenggeng) oya kok aku sekarang memikirkan dia apa suka sama dia, Pagi-pagi hari laras di suruh sama kakaknya untuk bersih-bersih plus menyiapkan makan pagi, sesudah melakukan semua pekerjaan itu laras menyiapkan makan untuk ibunya yang sedang sakit sambil menyuapkannya. Setelah menyuapkan ibunya, kakaknya menyuruh laras mencuci baju sedangkan kakaknya akan berbelanja sama pacar2nya sendiri, tapi kata ibunya laras harus ikut,tapi kata mereka laras gak di ajak katanya bau dan kumel, beberapa kemudian cowok2 mereka datang dan ia langsung mengajak pergi shooping tapi pacarnya ria telpon katanya gak bisa datang soalnya ada urusan mendadak dan laras mendengar bembicaraan mereka lewat telpon, laras ketahuan sama kak ria langsung ia di marahan dan di pukulin dan laras langsung pergi membawa baju yang akan di cuci.
Di perjalanan tenggah hutan laras bertemu pemuda yang bernama vian dan vian langsung menghampirinya
“ hai cantik , dan laras langsung menolehnya, kamu vian ,kamu kenapa disini aku ingin mengajak
“ mengajak ku gak salah kamu kamukan sudah janji sama, sama siapa? Ngdak lah ,
” gak sama siapa2, benar kamu gak menyembuyikan sesuatu, enggak kok
” are you sure , yeah but kalau aku menceritakan kepada mu kamu gak marah,
” no, malah aku senang kamu bisa cerita pada ku ada apa sih sebenarnya ,”kamu gak janjian sama kakakku ya ,kakakmu yang bernama siapa, kak ria,
” oh ria kirain siapa ngdak tu, apakah kamu gak cinta sama kakakku, sebenarnya aku tu gak pacaran sama kakakmu Cuma sahabat aja, bener kamu” yes, l sure, terus tujuan kamu datang menghapiri aku untuk apa, sebenarnya aku ingin mengajak kamu jalan, jalan2 ,iya ada apakamu gak keberatankan, sama sekali keberatan ,kok gitu jawabnya,biarin” kok jutek banget kamu, emangnya kalau aku jutek urusan kamu enggakkan sekarang kamu pergi deh aku sibuk, ras... laras gimana ini ya aku kan ingin mengajak laras ke orang tua aku sekarng aku kan janji gue harus bisa membujuk laras agar mau ras ....laras tunggu, ada apa lagi kamu gak tau gue lagi....., gue tau kamu lagi cuci baju aku mohon ras kali ini aku ingin mengajk kamu jalan, si..... laras harus mau dong diajak pemuda ganteng masak gak mau ( kata ibu2 yang sedang cuci baju ), laras menjawab apaan sih bu “ gimana ras aku mohon sekali aja demi orang tua ku , maksud kamu apa sih apa kamu gajak aku, kamu mau ngenalin aku sama orang tua kamu,
” iya maaf fin gue tapi kalau gak langsung ngenalin kamu nanti aku akan di jodohin sama wanita lain, kok aku sih jadi sasaran kamu gak kak ria aja kan pantas jadi pendampingmu” hati kecil vian mengatakan( aku tu maunya sama kamu ras meskipun kamu mengangap aku ini pura2 gak papa yang penting aku bisa mempacarin kamu), gimana ras mau kan Cuma jadi pura2 ,
” yaudah gue mau tapi aku mau nyelesaikan tugas ku ini, ya.... ku tunggu` gue bantu ya
“ gak usah nanti tangan kamu kotor,” enggak kok , benar kamu gak menyesal tangan yang mulus ini menjadi kotor ,
” iya...ya kamu kok ngak percaya sih aku begini tu karena kamu, ha.... karena aku maksud kamu tu apa kok karena gue,” enggak maksud aku tu aku sering bantu bibik gue, oya udah kamu bantu ni! Setelah selesai pekerjaan laras, mereka langsung pergi kerumah untuk meletakkan baju yang telah di cuci.
” kakak2nya laras dengan senang sama pacarnya ia lupa waktu seperti fika bersama andre dan chika bersama kelvin asyik beli baju untuk pernikahan mereka nanti, sedangkan ria mondar-mandir mencari pacarnya gak ketemu ia sambil kesal dan ia kalau ketemu ia bersumpah untuk menghukumnya gak lama kemudian laras dan vian sedang berjalan bersama sambil bawa kuda tunggakkannya dan ria melihat vian bersama wanita lain yang pakaiannya sangat kumuh sekali lalu ria mengikuti mereka sambil bersembunyi di balik semak2 itu, laras dan vian berhenti di salon yang terkenal untuk mendangdani laras sedangkan ria masih bersembunyi di balik semak2, 2 jam kemudian laras keluar dan vian sangat terkejut sekali teryata laras sangat cantik sekali, teryata di balik kekumuhan dia ada sinar yang tersembunyi yaitu kecantikan yang tidak ada bandingannya, dan vian tidak salah orang lagi soalnya yang cari sudah ada di depan mata yaitu laras, dan ria juga sangat terkejut teryata laras yang sekarang bersama vian sampai ia pulang, ia akan di marahan sama kakak2nya terutama ria,” di perjalanan vian selalu memandang laras lalu laras bertanya sama vian,” kenapa kamu kok menatap aku seperti itu, astafirullah! Nggak kok aku tu pangkling sama kamu apa kamu laras apa bukan ya, ya mesti gue..... laras.”      
“ laras dan vian pergi ke orang tuanya vian dan dia mau ngenalin pada orang tuanya, kemudain orang tuanya setuju atas permohonan vian dan vian akhirnya gak jadi di jodahkan sama pilihan orang
tuanya,
” lalu ria langsung pulang dengan tampang sedih dan wajah merah, 2 jam kemudian kak fika dan chika serta nela pulang dan dia langsung di beritahu sama ria bahwa yang mau di jodohkan vian adalah ....LARAS dan mereka bersumpah kalau sampai laras pulang, laras akan di pukulin habis-habisan.                                                                                            
     
“ beberapa jam kemudian laras pulang dianterin vian dengan naik kuda tunggakkanya , kakaknya pun sudah siap di depan pintu mau mukulin habis-habisan”.
“ hari cerah membuat laras menyesal bahwa laras gak boleh bergaul sama pemuda lagi terutama vian kakak2nya udah melarang laras gak boleh bergaul lagi, laras di suruh bekerja gak boleh pacaran tapi tiba2 vian datang menghampiri dan dia bertanya sama laras kenapa kamu sampai biru2 dan tidak mau bergaul dengan aku, laras menjawab dengan wajah bersedih aku gak boleh bergaul dengan siapa pun terutama kamu vian kakakku melarang bergaul dengan mu terutama kakakku ria yang melotot untuk melarang aku bergaul dengan kamu, dan vian akhirnya beranikan diri untuk menyatakan cintanya sama laras dan langsung memohon sama ria dan kakaknya untuk merestui hubungan mereka dan mereka tetap tidak merestui hubungan mereka tapi vian tetap melotot akan segera melamar laras sebagai istrinya, teryata lama-kelamaan laras semakin suka sama sama vian tapi dibalik itu ria sedih dan tidak mau memaafkan laras sampai akhir nanti, kakaknya terutama ria selalu memantau hubungan mereka dan ria selalu tidak mau mengalah kedekatan mereka serta kakak2nya yang lain,” vian menemui ibunya laras dan teryata ibunya laras menyesetujui dan bilang pada vian jaga baik2 laras jangan sampai seperti dulu masih di sakit-sakiti kakaknya yang jahat2 dan vian mau berjanji sama ibunya laras, setelah lamaran ini kakaknya masih mebenci laras tapi tidak berani memerintah seperti soalnya selalu di awasi dua mengawal dari suruan vian calon istrinya laras.          
“ hari semakin berlalu seperti lamaran sudah berlalu sekarang mau jenjang pernikahah ,tapi kakaknya masih membenci seperti dulu, di waktu akan akad pernikahan kakaknya tidak datang katanya  orang dia mau membuat srategi untuk menghancurkan mereka di dalam hutang ada ular besar yang akan di ambil sama kakak2nya untuk menghacurkan laras agar pernikahan itu gagal, pernikahan akad akan di mulai kakaknya meminta adiknya laras untuk membuka hadiah dari kakaknya dan laras pun mau membukanya setelah membuka teryata isinya ular yang sangat ganas dan berbisa dan laras pun juga ketakutan orang2 pun juga lari melihat ular yang ganas dan berbisa itu, ular pun akan memakan laras tapi laras terus berdoa dan memohon pertolongan sama allah akhirnya ular itu gak jadi memakan laras malah sebaliknya ia menerkam dari belakang dan melingkari kakak2nya, dan kakak2nya ketakutan hampir memohon laras untuk melepaskannya, dan laras berdoa atas kakaknya dan dia bilang sama ular,
”ular jika engkau memakan manusia makanlah aku dan biarkan kakakku lolos dari cemkremammu,” dan ular pun mau meloloskan kakaknya dan akhirnya kakaknya mau memaafkan laras dan merestui hubungan mereka berdua. Setelah menikah kakaknya pun sekarang tidak jahat dan tidak suka memerintah lagi beberapa tahun telah lalui kini laras punya anak yang manis dan baik hati seperti ibunya dia selalu di sayanggi tante2 nya, tante2 nya pun selalu menemani dia belanja bermain hampir tidur aja di temenin tantenya. 

Hampir caca anak laras genap 5 tahun tapi kakak2nya belum menikah katanya nanti kalau caca berumur 7 tahun, setelah tujuh tahun kakak2nya menikah bersama-sama seperti fika bersama andre dan chika bersama kelvin dan nela bersama yhuda sedangkan ria tidak menikah soalnya belum ada yang pas untuk jadikan calon pengganti vian. Setelah kakak2nya menikah mereka berumah tangga, beberapa kemudian kakaknya hamil bersamaan dan gak lama kemudian kakak2nya laras melahirkan ada yang anak perempuan dan ada yang laki2, tetapi ria belum sama sekali menemukan pendaping yang pas untuk ria. 

Semua mencemaskan ria hampir kakaknya membuat sayembara barang siapa dapat merebut hati ria ia akan menikahi, tapi sekarang gak ada yang berhasil semua cara sudah dilakukan tapi gak ada yang cocok satu pun mereka putus assa dan terserah ria semua keputusan ria akan di terima. 3 tahun kemudian umur ria sudah 25 tahun tapi ia belum menikah. Di pertengahan jalan, ria terlihat murung dan tidak bersemangat lagi hari cerahnya ilang terhambus angin yang lewat, bahkan cahayanya mulai tak sinar lagi gak seperti hari-hari yang lalu. Caca putri laras sudah duduk di kelas 7 smp, ia anak pintar dan cerdas bahkan ia selalu juara 1 di kelasnya. Laras menghibur kakaknya yang sedang sedih dan tak bersemangat hidup……………mereka memberi semangat untuk ria agar tidak menyesali apa yang telah terjadi pada diri kita sendiri……….

semua yang telah terjadi itu adalah ujian kita agar kita lebih tabah dalam menghadapi hidup…… sepahit apapun hidup pasti ada jalannya atau kebahagiannya……sendiri.., Akhrinya ria sadar bahwa hidup itu semua adalah cobaan dari allah dan ria pun akan berjuang untuk hidup bahagia bersama, jika tidak ada yang dijadikan pendamping,  ria pun tidak menyesal jodoh itu semua sudah diatur sama allah……. maka ria membuka lembaran baru  untuk hidup yang lebih baik lagi dari pada hari kemarin. 1 tahun yang kemudian tepat ulang tahun Caca umur 14 tahun….. tante-tantenya menyiapkan hari ulang tahun caca yang sangat meriah, setelah selesai  mempersiapkan ulang tahun caca, mereka mengundang teman-teman caca….untuk datang di pesta ulang  tahun pada malam hari.  Jam terus berjalan hari semakin malam ………. pesta pun akan segera di mulai, ……. semua para undangan sudah datang untuk menyambut pesta ulang tahun caca. 

Akhrinya pesta ulang tahun dimulai …….., di pesta ulang caca ada seorang pemuda dewasa yang tak di kenal masuk ke pesta ulang tahun,… pemuda itu bertemu sama laras dan bertanya apakah di sini ada gadis yang belum menikah,  iya……. (laras pun menjawab dengan wajah senang) dan laras  membawa pemuda itu ke kakaknya ria…….  Setelah di perkenalkan, pemuda itu Tanya sama ria apakah kamu mau ku jadikan istri di Negara ku ……..( ria pun binggung akan menjawab apa) dan  ria menjawab aku masih perlu perkenalan sampai aku kenal kamu diri kamu seberanarnya ……. Pemuda itu tidak keberatan menungu ……. ....… . setelah tiga bulan kemudian ria pun mengenal pemuda itu lebih dalam lagi seperti sifatnya dsb. Akhrirnya ria pun mau di jadikan istri sama  pemuda  ( dharma) dan mereka menikah…. Setelah itu ria di ajak pemuda (dharma) ke Negara nya sendiri…. Kemudian kakak-kakaknya dan adik nya (laras) bahagia atas pernikahan ria dan dhamar.Akhirnya anak-anak  ibu suminah hidup rukun, bahagia dan sejahtera tanpa ada permusuhan di antara mereka

THE END


PROFIL PENULIS
Nama : Cahyaning puspitarini
Alamat : Kediri
Sekolah : SMA Negeri 1 gurah
Alamat Facebook : Arinpuspitacute@yahoo.co.id
Tanggal lahir : 25 - Mei - 1995

Baca juga Cerpen Motivasi yang lainnya.

Selasa, 27 Maret 2012

Duit Atau Tiud - Cerpen Cinta

DUIT ATAU TIUD
Cerpen UUL

Aku anak orang miskin, tinggal dalam sebuah rumah sederhana yang nggak akan berubah jadi istana raja dalam sekejap. Karena itulah dalam hidupku aku mencoba untuk berhemat dan irit sebisa mungkin. Tapi orang selalu menganggapku pelit. Begitu juga dengan si kejam Tiud, mahluk paling aneh dengan nama aneh yang numpang di rumahku dari kecil sampai sekarang. Sebenarnya dia cukup manis. Waktu kecil dulu dia sempat terpilih jadi model cilik tingkat RT/RW. Aku juga sempat iri pada otaknya yang pakai Speedy itu. Dulu aku sempat mengimpikan kepintarannya yang selalu dia tutupi. Seandainya saja aku sepintar dia, aku akan menggunakan kepintaranku untuk menghitung biaya hidupku lima tahun mendatang, seiring dengan pergantian presiden.

Tiud nggak pernah marah, nggak pernah dapat nilai dibawah tujuh, nggak pernah nakal, selalu jadi juara kelas, nggak pernah bersikap kasar pada orang lain selain padaku. Terus terang aku nggak tahu kenapa dia begitu membenciku. Mungkin karena aku selalu mengungkit soal dia yang numpang seumur hidup di rumahku. Dia anak siapa, dapat darimana, hasil persilangan apa dengan apa saja aku nggak tahu! Lalu haruskah aku berbagi segala yang menjadi hakku? Oh no, kalau Cuma berbagi uang seratus rupiah atau sepotong roti saja aku rela. Tapi kalau harus berbagi segalanya dengan dia? Najis! Ayahku, ibuku, istanaku, nggak akan. Lagipula Ayah dapat dia darimana,sih sampai Ayah harus mengurusnya? Padahal punya anak satu saja masih mata duitan begini gara-gara menyesali nasib miskinnya. Dulu kenapa Ayah masih sok dermawan dengan menampung dia di rumah ini padahal dia kan cuma akan mengurangi jatah makanku. Walaupun perempuan begini kan makanku cukup banyak walaupun aku nggak bisa gemuk. Si Tiud bilang katanya aku cacingan.
“Cepetan,Cacing! Lelet amat,sih?”,Tiud menggerutu di balik pintu kamar mandi. Mendengar Tiud berteriak di balik pintu, aku semakin memperlambat mandiku.
“Bentar lagi,deh! Tanggung,nih masih kurang satu lagu!”,teriakku dari balik pintu. Tiud menggedor-nggedor pintu kamar mandiku.
 “Buruan,Cacing! Udah jam setengah tujuh,tau!”,teriakan Tiud kali ini membuatku berhenti menyiram air ke tubuhku sejenak. Dari lubang kunci aku mengintip jam dinding yang dipasang tepat di atas kamar Tiud, depan kamar mandi. Jarum panjang ada di angka sembilan dan jarum pendek menuju angka tujuh. Jam tujuh kurang seperempat!
“Tiud gila!!! Lu gak bisa baca jam atau sengaja ngerjain gua,hah?!”,aku kelabakan dan berpakaian dalam kamar mandi.
“Salah sendiri, biasanya lu nggak pernah percaya sama gua!”,Tiud terkekeh penuh kemenangan. Aku keluar dari kamar mandi sampai menubruk Tiud di depan pintu.
“Eit...mau kemana,lu?”,aku menahan tangannya.
“Ya mandi,lah!”,Tiud menunjuk ke dalam kamar mandi.
“Ngapain mandi segala? Buruan, kita udah telat. Nggak usah mandi,deh! Pake deodoran sama parfum aja sono!”,suruhku galak.
“Apa? Enak aja!”
“Nggak usah bawel,deh! Siapa yang bos di sini?”,semburku lagi.
“Salah lu,tau! Lu kelamaan di kamar mandi!”,dengan terpaksa Tiud menuruti ucapanku dengan wajah dongkol sambil mengomel.

Aku segera bersiap-siap ke sekolah tanpa sarapan. Ketika Tiud mau melahap sepotong roti, aku menyambarnya dan mengunyahnya masuk dalam perutku. Kutarik tangan Tiud sebelum dia sempat makan.
Kami satu sekolah dari dulu. Aku selalu mengikuti jejaknya dengan alasan butuh tumpangan ke sekolah. Istilah lainnya aku memanfaatkan bakat tukang ojek dalam dirinya.
Dan pas!
Hari ini kami terlambat lagi. Tentunya dihukum bareng lagi sampai guru BP kami, Pak Puji hafal dengan kelakuan kami.
“Kenapa kalian hobi terlambat,heh?”,tanya Pak Puji galak. Aku dan Tiud saling menyenggol.
“Heh, salah lu, nih! Lu kelamaan di kamar mandi,tau!”,Tiud menyenggolku.
“Kok gua? Lu aja yang kelamaan pake isi bensin segala!”,aku balas menyenggolnya.
“Emangnya kalo bensinnya habis bisa diganti sama kencing lu? Cacing mana bisa kencing?”,Tiud ngomel. Aku menyisingkan lengan seragamku menantangnya bertengkar.
“Nantangin gua,lu?!”,tanyaku galak. Tiud menatapku tajam.
“Sudah cukup! Kalian berdua dihukum lari keliling lapangan lima kali!”,Pak Puji menatap kami galak. Akhirnya dengan penuh kekesalan kami berlari mengelilingi lapangan.

Kekesalanku belum terobati walau jam pulang berbunyi sejak tadi. Akhirnya aku hanya terdiam dibalik boncengan motornya. Tiud memilih jalan pulang yang berbeda dari sebelumnya. Dia memilih jalan sepi lewat kuburan untuk menakutiku.
“Gua nggak takut walaupun lu lewat kuburan. Jadi lewat jalan yang biasa aja,deh!”,ucapku kesal. Tiud tetap terdiam sampai akhirnya kami dihadang oleh berandalan bermotor. Kami turun dari motor.
“Serahin duit lu!”,mereka mengacungkan pisau ke arah kami. Tiud menghalangi mereka menggangguku. Tiud terus melindungiku di balik badannya. Akhirnya perkelahian pun nggak bisa dihindari. Mereka mengeroyok Tiud dan salah seorang dari mereka mencengkal tanganku.
“Lepasin dia!!”,aku meronta-ronta.
“Tuh denger cewek lu,tuh!”,mereka tertawa. Tiud babak belur dan terbaring dengan wajah penuh luka.
“Serahin duit lu sekarang!”,sekali lagi mereka membentak. Salah seorang dari mereka mengacungkan pisau pada Tiud. “Serahin duit lu atau cowok lu ini bakalan mati!”

Aku menatap Tiud yang terkapar sambil menatapku cemas. Peralahan logika dan nalarku muncul. Nalar: Sumpah, aku Cuma punya duit limaribu di dompetku. Yang penting,kan ngasih mereka duit....kan nggak ada aturannya ngasih berapa ke perampok. Logika: Tapi kalau kukasihkan ke mereka, besok aku nggak jajan, dong! Toh, buat apa aku sok baik ke Tiud....kalau dia nggak ada, kan jatah uang sakunya bisa buatku! Dia, kan cuma numpang di rumahku dan ngerepotin orang aja! Pilih duit atau Tiud,ya?

Dan akhirnya nalar dan logikaku bercampur dengan naluri....Tiud udah berkorban buatku, dia rela belain aku walaupun harus babak belur begitu. Jadi, aku bisa kehilangan uang jajanku buat biaya berobat Tiud kalau dia sampai bonyok! Mendingan kehilangan duit limaribu daripada beribu-ribu buat biaya berobat si Tiud ke rumah sakit!
“Nih, ambil dompet gua! Tapi gua ambil KTP-nya dulu,ya...soalnya bikin KTP sekarang mahal,”aku mengambil KTP dan menyerahkan dompetku pada mereka. Kubantu Tiud berdiri dan memapahnya ke arah motor. Sampai akhirnya salah satu dari mereka mengumpat kesal.
“Duit apaan,nih? Kalo suma limaribu doang gua nggak usah susah-susah jadi perampok! Kejar!,”mereka berusah mengejarku. Tanpa pikir panjang lagi aku naik ke motor Tiud dan mencoba menaikinya. Berhasil! Tiud berteriak panik.
“Gua nggak mau mati konyol kecelakaan setelah dihajar!,”Tiud berteriak panik.
“Diem,lu! Gua juga nggak mau mati muda gara-gara bantuin lu! Gua nggak bisa naik motor,”aku terus mencoba mengendalikan motor karena perampok itu terus mengejarku.
“Lu udah tau nggak bisa naik motor kenapa masih nekat juga?,”

Aku terus berdoa dalam hati. Seenggaknya kalau aku mati nanti aku akan mati sebagai pahlawan untuk Tiud. Dan aku berhasil sampai di jalan besar. Perampok itu kembali karena takut aku meminta bantuan pada polisi.

Kami sampai di rumah dan Sruuugh........kami menabrak semak-semak di samping rumah. Tiud mengusap-usap pipinya lalu tertawa pelan sambil menatapku yang sedang mengusap lututku.
“Ngapain ketawa?,”tanyaku sewot.
“Thanks, ya..gua tahu kalo lu nggak bisa naik motor, tapi lu belain juga naik motor demi nolongin gua,”Tiud tersenyum sambil menatapku.
“Gua bukannya niat nolongin lu, tapi gua mikir apa jadinya kalo uang jajan gua dikurangi gara-gara buat biaya berobat lu kalo lu masuk rumah sakit,”
“Apa? Padahal gua udah babak belur kayak gini gara-gara lindungin lu!,”Tiud melotot kaget.
“Salah lu sendiri ngapain lewat jalan situ! Lagian lu tuh nggak niat lindungin gua,tau! Lu malah ngerepotin gua, masa baru gitu doang udah babak belur!,”aku mencibir.
“Lu nggak ada rasa terimakasihnya sama gua,ya?,”
“Bodo amat! Sekarang gua minta ganti rugi dua puluh ribu sama lu! Lima ribu buat duit gua yang diambil mereka, lima ribu buat ganti dompet kesayangan gua, lima ribu buat beli obat lecet-lecet ini, dan lima ribu buat ganti tenaga plus ketakutan gua! Sekarang juga!,”,pekikku galak. Melihat sikapku, Tiud tertawa kencang sambil mengacak-acak rambutku.
“Heh.....ngapain lu ketawa?!!!”,semprotku galak. Tapi Tiud tetap tertawa sampai aku terpesona dengan tawa tulusnya............

SEKIAN

TENTANG  PENULIS
Nama saya UUL..
Saat ini saya kuliah di universitas jember jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia..
Mungkin banyak yang akan saya posting disini, tapi mungkin ini hanya sebagai contoh saja...
Bila ada yang tidak berkenan, mohon maaf..
Bisa kunjungi saya di gaara.nyunyul@yahoo.com

Baca juga Cerpen Cinta atau Cerpen tentang Cinta yang lainnya.

Senin, 26 Maret 2012

Cerpen Cinta - Kau Cinta Sejatiku

KAU CINTA SEJATIKU
Cerpen Najmaturrahmi

“ Jane !! jane faustin !!” suara tika membuyarkan lamunanku.aku baru sadar ternyata tika berada disampingku.
“ jane,kamu melamun lagi ya,”.namun aku tak menjawab pertanyaan temanku.aku kembali menatap ke depan.
“ kamu pasti melamun tentang itu lagi ya??,udahlah jane,come on jane.sekarang sudah saatnya kamu move on.peristiwa itu kan sudah berlalu.so,kamu harus lupain.  “
“ tapi aku merasa bersalah,gara-gara aku,adit jadi meninggal.maybe if I didn’t want to pick me up,now adit still here with me,tika,right?”. Aku kembali menitikkan air mata.aku merasa bersalah banget atas kejadian itu.aku sudah mencoba untuk melupakannya tapi tetap tak bisa.
“ hmmm.. kayaknya kamu perlu liburan dech jane..”
“yes,you right tika.”
“itu sich gampang,kamu liburan aja di desa nenek ku,setuju?”.aku hanya mengangguk pelan.yach. mungkin benar kata tika,aku ini butuh liburan tuk melupain kejadian itu.
“ aku akan buat surat ijin untukmu,dan kamu mau berapa lama disana”
“ maybe two weeks, but.. apa bisa aku izin selama itu. Kan sekolah hanya memberikan izin selama 5 hari.”
“ ahh itu mah gampang jane. Aku bilang aja sama sekolah kalau kamu lagi ikut lomba bintang pelajar di autralia. Gimana??
“.yeah, it’s great idea, but you must promise to me. Kamu jangan kasik tau siapa pun tentang keberadaan ku ini, ok??
“ ok “

Cerpen Cinta Sejati

Keesokan harinya, aku sudah bersiap-siap ,namun tika belum juga datang menjemputku.gini nich resiko buat janjian sama tika, dia pasti datangnya lama banget, bisa- bisa kakiku laam kelamaan berjamur nich.

Setengah jam kemudian ,tika datang menjemputku.dan tanpa basa basi lagi aku langsung naik motornya.tika hanya bisa mengantarku sampai terminal karena tika tak berani mengantarkan ku sampai di desa neneknya.kemudian aku mencari bis yang sesuai dengan arah tujuanku.

Dua jam kemudian,aku sudah sampai di desa nenek tika,namun aku harus naik ojek,karena alamat yang ku tuju masih lumayan jauh.aku kaget melihat jalannya yang begitu hancur dan jalannya penuh lumpur. Ya aku tahu namanya juga desa pasti dong jalannya seperti ini,tapi kok parah banget ya.tak lama kemudian aku sampai di rumah nenek tika.keluarga tika menyambutku dengan sangat baik dan ramah.
“ kamu yang bernama jane ,temannya tika kan?”
“ yes aunt,hmm I hope you happy if I here”
“ maksud kamu jane”. Upss… aku lupa ,keluarganya tika kan pasti tak mengerti kalau aku bicara pake bahasa inggris.
“ maksud saya,tante. Saya berharap keluarga tate senang dengan kedatangan saya.”.
“ tentu saja kami senang, yuk nak jane, saya antar kamu ke kamar.”
“ ya tante.”

Ku lihat sekeliling rumah ini,begitu sederhana, kecil dan rapi namun tak membuat mereka bersedih.kekompakan keluarga ini membuat ku nyaman di sini.tak seperti di rumah ku yang luas dan mewah tapi tidak ada kehangatan keluarga yang ku rasakan.kemudian aku keluar dari kamar dan Kurasakan angin sore membelaiku,membuatku ingin jalan-jalan di sekitar desa ini.ku ambil kameraku, earphone dan ku ajak sepupunya tika,namanya tania, untuk menemaniku jalan-jalan. Benar dugaan ku, aku merasakan kedamaian angin.angin seperti sedang bersahabat dengan ku.tania mengajak ku ke kebunnya. Untuk mencapai kesana, aku harus melepas sendalku, jika tidak ingin sandal jadi kotor. Disana- sini jalannya becek dan licin. Betapa terkejutnya aku, melihat jalan yang begitu sempit dan memerlukan extra hati-hati,

Sesampainya disana, aku segera mengambil camera dan mengambil gambar. Pemandangan di sini benar-benar indah dan alami banget. kemudian aku menyuruh orang-orang disekitar ku untuk berfoto bersama kami. Karena keasyikan,tanpa ku sadari, aku semakin mundur, mundur dan akhirnya aku terpeleset tapi untungnya ada seorang pemuda menolongku.namun ku lihat wajahnya samar- samar dan semakin lama pandanganku buyar ,aku tak kuat menahannya lagi hingga akhirnya aku pingsan. Tania dan pemuda yang menolongku panik dan membawaku ke rumah tante tika.

Setengah jam kemudian, aku siuman.aku keluar dari kamar . keluarga tika melihatku keluar langsung mendekatiku.
“ kok keluar neng, neng kan masih sakit“
“ aku baik-baik aja kok tante.aku mau keluar sebentar dulu ya..”
“ perlu di temenin, jane??” kata tania .
“ ndak kok, kamu ndak usah khawatir ya, now, I’m fine.” Kemudian aku mengambil jaketku dan earphone.aku keluar dari rumah. Sudah 10 menit aku berjalan tak tentu arah. Dan aku sadar , aku sudah sangat jauh dari rumah tante tamara.aku tak tau berada di mana dan sepertinya aku tersesat. Tapi ku terus meneruskan langkahku ini. Tak berapa lama kemudian aku menemukan sebuah taman kecil di tepi sungai. Aku duduk di taman, dan melamun disana.disaat aku termenung, tiba-tiba saja ada 3 orang mendekatiku. Ternyata mereka adalah michael dan pengawalku.
“ jane, kamu harus pulang !!”
“ kalian kenapa bisa disini ??”
“ itu tidak penting!! Sekarang kamu harus pulang !!”
“ tidak. Aku tidak mau pulang !!”

Kedua pengawal ku menarik tanganku. aku sudah memberontak tapi mereka tidak mau melepaskan ku. Aku teriak sekencang-kencang.
“ somebody help me!! Help me!!”

Aku sudah teriak sekencang-kencangnya,tak seorang pun ada yang menolongku. Aku semakin panik dan takut. Ketika mereka akan membawa ku masuk ke dalam mobil mereka.ada seorang pemuda menolongku dan menghajar mereka bertiga hingga akhirnya mereka lari terbirit-birit ketakutan dengan wajah yang bengkak.  Setelah mereka lari, tanpa ku sadari aku memeluk pemuda yang menolongku.dan entah kenapa aku merasa nyaman banget dengan dia.
“ upss… I’m sorry. And thanks ya.. kamu sudah menolongku dua kali. “
“ sama-sama mbak.
“ jangan panggil mbak dong, kita kan seumuran. My name is jane.” .Aku menjulurkan tangan ku.dan pemudaitu membalasnya.
“ namaku nicko notonegoro.kamu sendirian jane?? “
“ ya tapi aku tersesat. Aku dak tau jalan pulang ,nicko.”
“ aku anterin kamu pulang ya.”. aku pulang bersama nicko. Setelah aku berkenalan dengannya ternyata ia lelaki yang menyenangkan, mengapa aku merasakan hal yang berbeda ?? mungkin hanya perasaanku saja.sore harinya nicko membawaku ketempat yang sunyi,sepi,sejuk,pemandangannya indah,Sungguh hati ini terasa tenang,nyaman,dan damai ketika aku duduk dekatnya. Aku mulai menyukainya, aku mulai menyayanginya. Disela-sela suasana yang romantis dan nicko pun memegang erat tanganku.

Hati ini tak terasa percaya,apakah dia mencintaiku ??
Namun hati ini seakan berkata “ Tuhan apakah ini yang dinamakan jatuh cinta ?, bila memang jodohku dekatkanlah, namun bila bukan jodohkanlah aku dengan dirinya”. Setengah jam kemudian , nicko mengantarkan ku pulang.

tak terasa aku sudah 2 minggu berada disini. Hari ini waktu nya aku pulang. Sebelum pulang aku menemui nicko di rumahnya untuk memberikan kenang-kenangan untuknya.
“ permisi…. “ aku mengetuk pintu rumahnya tapi tidak ada jawaban.

Sudah berulang kali aku mengetuk pintu rumahnya tapi tetap saja tak ada jawaban.
Aku sedih,hari ini tak bisa bertemu dengan nya.Padahal aku berharap hari ini akan bertemu dengannya. Ku ambil kado dan surat di dalam tasku. Kado itu aku letakkan di depan pintu rumahnya.selamat tinggal nicko, semoga kita bisa bertemu lagi dan aku berharap smoga mimpimu untuk menjadi desaigner terkenal menjadi kenyataan.jika memang kita berjodoh, aku yakin suatu saat nanti kita akanbertemu.gumamku dalam hati.

tiga tahun kemudian. aku kembali ke negaraku,London. Aku kembali menjadi model.hari ini aku sangat sibuk. Dari pagi sampai sore jadwalku sangat padat.aku memanggil managerku untuk melihat jadwalku hari ini.ternyata aku hari ini akan bertemu dengan desaigner muda. Ku ambil kunci mobilku dan langsung menuju ke rumahnya yang lumayan jauh dari rumahku.

sesampainya disana, aku sangat kaget melihat bangunan rumahnya yang begitu unik.ku lihat di sekelilingnya , terdapat taman yang begitu indah, Kemudian aku mengetuk pintu rumahnya. Pemilik rumah pun membuka Pintu rumahnya dan mempersilakan aku masuk. Kemudian kami merencanakan kerja sama kami.tak terasa sudah satu jam aku disana. Sekarang aku pamit pulang. Ketika aku berjabat tangan dengan pemiliki rumah, aku melihat gelang yang di pakai di tangannya. Gelang itu mirip banget dengan gelang yang ku berikan kepada nicko.karena penasaran aku langsung bertanya pada pemilik rumah itu.
“ anda nicko??”
“ kok  anda tahu??, “
“ aku jane , nicko..”
“ jadi, jane faustin itu kamu??”
“ iya nicko…” .
" jane, aku sudah membaca suratmu, maaf waktu itu aku tak bisa menemuimu.hmm.. sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama dengan mu. bahkan sampai saat ini aku masih mencintaimu dan aku selalu menunggumu.namun aku tak bisa mengungkapkannya waktu itu karena aku takut kamu tidak merasakan hal yang sama denganku. "  nicko langsung memeluk ku . aku benar-benar  terharu mendengar kata-kata nicko. aku tak menyangka cintaku tak bertepuk sebelah tangan selama ini. dan inilah cinta sejatiku, nicko.

PROFIL PENULIS

Nama : Najmaturrahmi
TTL : 3 April 1996
Kelas : X
Sekolah : SMA Negeri 1 Singkawang
Nama Facebook : najma turrahmi

Baca juga Cerpen Cinta atau Cerpen tentang Cinta yang lainnya.

Cerpen Romantis - Kutu Buku Menemukan Cinta

KUTU BUKU MENEMUKAN CINTA
Cerpen Nararya Wahyu A

Di hari senin pagi yang cerah, dengan semua keindahan yang ada di bumi. Di pagi itu semua orang bergegas menuju tempat tujuan untuk melakukan aktifitasnya setelah weekand, tidak terkecuali Saya yang bergegas menuju ke sekolahan. Nama saya Dion dan saya adalah seorang murid kelas 2 di sebuah SMA negeri di kota sebuah kecil. Saya bisa di bilang orang yang biasa dan tidak memiliki kelebiahan tertentu, bahkan Saya sering dikatakan culun oleh teman-tema saya. Ya, dengan kacamata yang selalu menghiasi mata Saya dan Saya selalu memakai pin bergambarkan stars wars yang saya tempelkan di baju saya memang terlihat seperti kutu buku.

Teman-teman satu sekolah sering memangil Saya dengan nama Dorky yang di ambil dari kata Dork yang artinya culun. Tapi aku tidak peduli dengan semua cacian, hinaan dan ejekan yang di layangkan kepadaku, karna aku senang menjadi diriku sendiri dan aku percaya semua yang aku alami ini pasti akan berbuah manis pada waktunya.

Hari-hari Saya selama di bangku SMA memanglah berat setiap harinya aku sebagai bahan ledekan teman-teman. Terkadang saya heran mengapa banyak orang mengatakan masa-masa SMA itu masa yang paling bahagia di hidup mereka, mungkin itu tidaklah berlaku terhadap ku, bagiku masa-masa SMA yang aku alami sekarang begitu menyedihkan. Ya, walaupun menyedihkan aku tapi aku semangat dalam menjalani masa-masa high School ini.

Cerpen Romantis

Seperti diriku ini yang culun perjalanan cintaku pun juga begitu sangat menyedihkan, sampai sekarang belum pernah sekalipun aku pacaran, bahkan ngobrol sama perempuanpun aku jarang. Bukan karna aku Homo tapi memang aku tidak tertarik saja dengan yang namanya pacaran. Tapi itu semua berubah ketika aku melihat gadis yang sangatlah cantik. Dengan rambut yang terurai panjang, wajah putih berseri dan lesung pipi yang menambah kecantikannya. Gadis itu bernama Revi, seorang gadis yang di tahun ajaran baru ini pindah ke SMA ku dan dia satu kelas denganku. Aku benar-benar jatuh cinta di pandangan pertama dengan dia. Tapi mungin cinta ini begitu sangat sulit, diriku yang culun ini tidaklah pantas untuk gadis seperti dia. Aku pun hanya menjadi pengagum dia dan mengagumi dia dari jauh.

Perjalanan cinta ini bermula di tahun ajaran baru dan aku mulai masuk di kelas baruku tepatnya di kelas 2 B IPA, di saat bel masuk, wali kelas baru pun masuk kelas dan di ikuti seorang gadis yang begitu cantik. Kemudian wali kelas ku mengenalkan kepada kita kalau kita menapatkan teman baru yang baru pindah dari Luar Kota. Dan wali kelas kami menyuruh dia mengenalkan diri kepada kami semua. Dengan nada yang lembut dia mengenalkan diri dengan berkata “selamat pagi teman semua, perkenalkan nama saya Revi Aprilia, saya baru pindah dari Luar Kota, salam kenal dan saya minta bantuan untuk teman semua”. Ya dengan wajah yang cantik teman satu kelas pun juga sangat antusias dengan perkenalan diri Revi.

Berbeda dengan aku yang begitu sulit bergaul dengan teman-teman semua, Revi sangatlah mudah mendapat teman, bahkan dalam waktu semingu setelah masuk di SMA ku dia sudah menjadi orang yang sangat popular di sekolah. Bahkan banyak cowok yang mendekati dia untuk meminta Revi menjadi pacar mereka. Ya begitu sesak dadaku saat Revi di dekati banyak cowok dan hanya aku sendiri yang tidak berani mendekati Revi. Mungkin dari sekian banyak cowok yang serius berusaha mendekati Revi hanya si Andre yang nota bene merupakan cowok idaman semua wanita di sekolahanku yang benar-benar ingin mendapatkan cintanya Revi. Andre adalah cowok yang paling popular sepanang sejarah di SMA ku, tapi dia juga seorang Play boy kelas kakap, hampir semua perempuan di SMA ku di pacari sama dia, tapi yang membuat ku heran mengapa masih banyak perempuan yang mengidolakan dia.

Semaki berjalannya waktu usaha Andre akhirnya berhasil, dia berhasil menaklukan hati Revi. Begtu hancur hatiku mendengar kabar ini. Penyesalan dan rasa sedih bercampur menjadi satu. Yang paling membuat hatiku berat adalah mengapa Revi lebih memilih Andre dari sekian cowok yang berusaha mendekatinya. Dan aku sangat takut kalau Revi di sakiti oleh Andre, ingin sekali aku memberi tahu Revi soal sifat Andre yang suka mempermainkan wanita. Tapi mungkin sangatlah tidak etis kalau aku menceritakan keburukan Andre kepada Revi, dan aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan mereka dan aku berharp Andre bisa berubah etelah bersama Revi.

Sudah empat bulan setelah kepindahan Revi di SMA ku dan selama ini belum sekalipun aku berani mengajak ngobrol Revi, aku hanya bisa mencuri pandang dan mengagumi Revi dari jauh. Kejadian yang sangat berkesan bagiku hanyalah di saat aku mencuri pandang ke Revi, kemudian Revi balik melihatku dan tersenyum kepadaku. Sangatlah hal yang tidak terlupakan di hidupku, senyuman yang sangat manis itu selalu terbayang-bayang di pikiranku. Dan aku selalu berfikir apakah dia sebenarnya tahu kalau setiap hari aku selalu memandangnya, kalaupun dia tahu aku sangat senang dan sedikit lega, dan semoga dia bisa tahu kalau aku sangat mencintai dia, walaupun aku pasrah dengan keadaan ini, aku tahu kalau cinta memang tak harus memiliki.

Tapi harapanku untuk melihat Revi bahagia sepertinya sulit terwujut, setelah beberapa bulan terakhir Revi dan Andre sering bertengkar, bahkan aku pernah melihat Andre jalan sama perempuan lain. Bahkan di suatu hari setelah pulang sekolah aku melihat mereka bertengkar kemudia Andre hampir menampar pipi Revi tapi tangan andre aku tangkis, dan dengan sepontan aku berkata “jangan kasar sama cewek dong”, kemudin Andre menjawab “kenepa lo, dasar culun gangu hubungan orang saja” kemudian Revi berlari sambil menangis.

Di suatu hari yang di hiasi awan yang gelap dengan rintikan hujan yang membasahi bumi, aku melihat Revi duduk sendiri, dengan pipi yang di basahi air mata. Degan segenap keberanian aku menghampiri Revi, setelah aku sampai di samping Revi, sungguh sangat megejutkan tiba-tiba dia berkata “hai Dorky” kemudian dia tersenyum tetapi senyuman itu tidak lah seindah saat aku melihat senyuman nya yang dulu. Akupun bertanya kepada dia, “mengapa kamu menangis??”, kemudian dia menjawab, “baru kali ini ya kita berbincang bahkan baru kali ini kita bisa duduk sedekat ini”. “Apa kamu di sakiti sama Andre?” sahut ku, kemudian dia berbalik bertanya kepadaku, mengapa kamu dulu tidak mendekati aku seperti orang-orang yang lain, aku tahu kamu juga memiliki perasaan terhadapku bahkan aku yakin melebihi orang-orang yang lain” dan aku menjawab “aku menyadari semua kekuranganku, aku sadar aku tidak pantas buat kamu” , “tau kah kamu seandainya kamu dulu berani mendeati aku, mungkin aku akan memilih kamu, aku juga punya rasa yang sama dengan mu, kalau itu terjadi aku tidak akan pernah merasakan rasa sakit ini” jawab dia sambil melihat kemataku, aku terkejut dengan ucapan dia yang begitu jauh dari perkiraanku sejak awal, kmudian aku menjwab “ aku benar-benar minta maaf Revi, kalau aku engkau beri kesempatan memulai lagi dari awal, apakah kamu mau menjadi pacar ku dan melupakan semua yang terjadi kmarin?” setelah mendengar perkataan ku kemudian dia menggengam erat tangan ku dan ber kata iya, tolong buat aku bahagia ya Dion.

Keesokan harinya aku sangat tidak sabar untuk berangkat sekolah dan bertemu dengan Revi, aku benar-benar sangat bahagia di hari itu. Sesampainya di sekolah, aku masuk ke dalam kelas dan aku melihat seorang gadis dengan kacamata dan rambut yang di ikat menjadi dua tersenyum kepadaku. Aku sangat kaget dan berasa mengenal gadis itu. Aku berfikir apakah ini Revi yang kemarin menerima ku menjadi pacarnya. Begitu sangat berbeda sekali Revi yang dulu dengan Revi yang sekarang. Kemudian aku menghampirinya dan bertanya, “kamu sangat berbeda sekali hari ini”, “kenapa?, apa kamu tidak suka?” jawab Revi. "Aku hanya tersenyum melihat tampilan dirinya kali ini. “kamu luar biasa dengan penampilan yang sekarang, aku tambah mencintaimu Revi” kataku, kemudian Revi berkata, “sebelum aku pindah di SMA ini, penampilnku memang seperti ini, bahkan aku juga sering di katain kutu buku sama teman-teman, aku merubah penampilanku hanya takut dan trauma tidak bisa memiliki teman-teman lagi dan setelah bertemu dengan kamu aku benar sadar kalau menjadi diri sendiri memang sangat menyenangkan”, “ayo kita lalui high School bersama” kataku.

Sudah setahun lebih kita bersama, dan begitu sangat menyenangkan, aku benar-benar merasakan bahwa masa-masa SMA tidak lah mengerian, itu tingal tergantung kita yang menjalaninya. Dan percayalah keburukan yang kita alami saat ini, suatu hari kebaikan lah yang akan mendominasi dari keburukan itu. Sekarang aku sudah lulus SMA dan skarang Aku dan Revi berencana melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi bersama.

Profil Penulis
Nama : Nararya Wahyu A
Facebook : http://www.facebook.com/MHDorks/
Blog : www.fantasianara.blogspot.com
Tentang : Saya hanyalah penulis amatir yang mencoba membuat karya

Baca juga Cerpen Romantis yang lainnya.

Sabtu, 24 Maret 2012

When Bakwan Meet Bakso :) - Cerpen Cinta Terbaru

WHEN BAKWAN MEET BAKSO
Cerpen Nurzahra Sekar Ningrum

Bakwan dan bakso adalah saksi bisu yang mengawali dan mengakhiri kisahku dan dirinya, kisah kami berdua. Dua makanan itu amat berarti bagi kami, terkhusus bagiku. Yang kini terluka karena bakso! Huh, iya baksolah yang membuat hatiku tergores dan terluka.

Bakwan adalah makanan favoritku, entah kapan mulanya aku pun tak tau. Tapi, yang jelas bakwanlah saksi bisu yang mengawali kisahku dan dia. Aku yang pertama suka bakwan akhirnya mampu menghipnotis dirinya yang dahulu tak begitu suka atau bahkan jarang menyentuh yang namanya “BAKWAN”.

11 November 2011 .
Tanggal itu bertepatan dengan hari ulang tahun kakakku, Teresia. Adalah tanggal jadinya persahabatan aku dan dia.

Bakwanlah! Iya bakwanlah yang menjadi saksi bisu terbentuknya persahabatan kami. Kini, persahabatan itu pun berujung menjadi cinta. Yah, aku dan dia sekarang adalah sepasang kekasih. Kekasih dalam istilah kaum remaja dan kawan dekat bagi  kaum dewasa. Bahkan, dia bukan hanya sekedar kekasih, melainkan sahabat, teman dekat, sekaligus abang bagi kakak, panggilan yang kerab kami sepakati bersama.

7 Desember 2011 adalah awal lembaran baru kami dibuka. Aku dan dia resmi merajut kasih, menjalin cinta. Aku dan dia saling suka, mungkin karena dia adalah sahabatku yang telah cukup lama ku kenal. Dan semua itu pun muncul seiring berjalannya waktu, membawa segala rasa yang kian bersatu.
“Makasih ya, Ryn udah mau buka lembaran baru untukku. Aku janji insya Allah aku bakal jadi yang terbaik, khususnya untuk kamu Auryn.”ucap Reno seusai menyatakan segala rasa yang kian menggebu dihatinya padaku.
“Iya, sama-sama Re. Makasih juga ya udah milih aku dan udah mau berusaha demi aku. Amin!”balasku menanggapi.
“Iya Auryn.”jawabnya dengan nada haru bahagia.
***

Hari demi hari pun berlalu, tak terasa bulan demi bulan pun berganti seiring lamanya bumi yang berotasi. Tak terasa aku dan dia sudah merajut kisah kasih hampir 4 bulan lamanya.
11 Januari 2012 .
Hari lahirku, hari ulang tahunku, hari bahagiaku yang ku rasa tak pernah ada yang spesial dihari itu. Namun, ternyata di tahun ini 2012, menjadi hari yang amat spesial bagiku. Ialah orang pertama yang memberiku ucapan selamat ulang tahun. Tepat pukul 00.00 WIB, ku baca smsnya yang sengaja dia kirim panjang-lebar khusus berisi akan doa, permohonan, dan harapannya untukku.

Tuhan memang tahu apa yang dirasakan hambanya. Entah kenapa, aku terbangun beberapa menit kemudian setelah sms yang dia kirim itu masuk ke handphoneku. Mungkin memang aku ditakdirkan untuk bangun pada saat itu juga hanya untuk membalas ucapan darinya atau karena satu panggilan tak terjawab darinya yang membuatku terbangun. Hahaha, ntahlah yang pasti saat itu pukul 00.30an mataku pun terbuka sembari jari-jari tanganpun menari diatas tombol handphoneku.
***

Langit merah jingga di ufuk timur dari matahari yang mau terbit, berpadu dengan semilir angin sejuk meniup anak rambutku yang lembut bergelombang. Pagi yang cerah membuatku terlena akan nikmatnya hari. Cinta memang tuli dan buta, itulah yang berkecamuk di dadaku saat ini. Sampai aku tak perduli atas perkataan teman-temanku. Aku hanya terfokus akan perasaanku yang sedang kasmaran dilanda butir-butir cinta Reno, kekasihku.

Namun, akhir-akhir ini semuanya berubah 240 derajat. Reno jadi cuek sama aku. Dan perasaan  itu pun rasanya semakin hari semakin menjauh, ntah ia terbang, melayang aku pun tak tau. Dan akhirnya, aku pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang telah ku rajut bersama Reno di bulan ke-5 kisah cinta tersebut. Cinta memang berawal bahagia dan penuh canda tawa. Namun cinta berakhir dengan cucuran air mata dan suara tersedu-sedu yang menyelimuti rupa.
Sore itu ..

Sehari setelah hari jadi kami yang menginjak bulan ke-5 dan sehari sebelum ulang tahunnya, aku udah putus tekad untuk mengatakan rasa ketidaksanggupanku bertahan menjalin kasih yang kini melanda jiwa.
“Re, aku mau ngomong sesuatu. Penting!”ujarku padanya lewat handphoneku.
“Re, maafin aku ya! Aku nggak bisa jadi seperti yang kamu mau. Sebaiknya kisah ini berakhir cukup sampai di sini! Maaf Re, aku udah nggak bisa lagi ama kamu.”sambungku pada Reno yang sempat membuatnya kaget.
“Yah, apalah daya tangan tak sampai. Itu semua keputusanmu Ryn. Semoga itu adalah keputusan terbaik untuk kita, khususnya kamu Ryn. Makasih ya, kamu udah jadi motivatorku  selama 5 bulan ini. Bagiku kamulah yang terbaik dari gadis lainnya yang sempat singgah dihati aku Ryn.”ujar Reno menanggapi.
“Iya, Re sama-sama.”balasku tak kuasa menahan tangis.
***

Keesokan harinya,
9 Februari 2012 adalah hari ulang tahunnya, tak ada yang spesial. Yah, di malam harinya sekitar pukul 00.15 WIB aku berhasil ngucapin dan mungkin juga udah berhasil jadi yang pertama. Ku kirimlah sms yang telah ku persiapkan sehari sebelumnya, segala harapan dan doa pun telah ku tuliskan di pesan singkat itu.

Di sekolah …
Belum ada yang tahu tentang kabar berakhirnya hubungan kami. Semua baik-baik saja, hanya saja yah ada yang berbeda dari kami. Yang sebelumnya jauh menjadi semakin jauh hingga saat ini.
“Auryn, auryn. Sini bentar deh! Aku mau ngasih tau kamu sesuatu, penting!”ujar Laras sembari menarik tanganku menuju meja guru yang kebetulan lagi kosong alias nggak ada guru.
“Ryn, aku mau cerita ama kamu. Tapi serius kamu jangan marah ya!”ucap Laras teman sekelasku.
“Iyaiya emang ada apaan sih?”ujarku penasaran.
“Gini, kemarin sepulang les ama Keke, kami kehilangan dia. Ditelefon malah nggak diangkat. Eh rupanya pas kami keluar kami liat Keke lagi makan bakso ama Reno, Ryn.”cerita Laras.
“Oh gitu, santai aja kali! Kami udah putus, Ras! Astagfirullah al adzim, tak ku sangka ternyata dia main belakang ama aku. Mm, nggak ada yang perlu disesali kalo begitu. Keputusanku udah benar! Sst, diam-diam  aja ya! Baru kamu yang tau hal ini, selain dia dan Rere, sahabatku.”pintaku pada Laras.
“Haa? Serius kamu, Ryn? Yah, mungkin itu yang terbaik. Oh ya, mereka memang udah sering makan bakso bareng, Ryn. Trus adalagi, Reno juga pernah nganterin es krim ke rumahnya Keke.”sambungnya.
“Iya, aku serius. Huh, munafik juga tu cowok! Dia nggak pernah ngasih tau sedikit pun tentang hal ini ke aku. Okedeh, makasih infonya, Ras!”ujarku.
“Iya, Ryn. Sama-sama,”balasnya.
***

“Oh Tuhan, sebegitu bodohnyakah aku yang telah dimabuk CINTA? Sampai aku tak tau lagi apa yang telah terjadi padaku, siapa dia, dimana dia, dan bagaimana dia sebenarnya?”ucapku dalam hati.
“Aku tlah disakiti ! Aku tlah dikhianati !”sambungku.

Tapi, walau bagaimanapun aku tetap harus memaafkan dan melupakan segenap keburukan yang tlah ia lakukan untukku. Karena aku tau Engkau saja mampu memaafkan hambamu yang berdosa.

Maafkan aku Tuhan yang telah mencintainya hanya karena mengandalkan perasaanku semata. Kini aku sadar mencintai seseorang itu hendaknya cinta karena mu Tuhan!

Sekarang ia tlah mencinta dan dicintai kekasihnya, teman dekatnya, atau sahabatnya? Ah ntahlah aku pun tak tau, sekarang dia bersama BAKSO bukan BAKWAN lagi. Kini ku hanya bisa berdoa semoga mereka bahagia dan untuknya semoga bisa bahagia bersama Keke. Dan menjadi lebih baik lagi, Amin!

Baca juga Cerpen Cinta atau Cerpen tentang Cinta yang lainnya.

Cerpen Cinta - Perempuan Idaman

PEREMPUAN IDAMAN
Cerpen Himron Rosidi
Pada 6 Agustus 2010
Siang ini aku terimajinasi oleh sesosok wanita cantik, sekejap hati ini trasa berdebar bagai terbang melayang keangkasa membentur celah-celah mega yang menyelimuti angkasa, aku seraya berangan tanpa harapan pasti, apa aku dapat mengenal dia, atau hanya skedar memandang harapan kosong, setelah kuliah selesai,maka sosoknya akan samar,tapi ini belum berakhir dan tak jelas akan terasa lagi apa tidak, aku hanya bisa berharap dapat mrngukir sejarah dihati dia walau hanya menggores kata indah dihatinya, tanpa pernah menyakiti perasaannya.

Ruang mulai terasa pengap,suara mulai gaduh beriring seirama dengan berputarnya waktu,dengan alunan merdu kipas dilangit-langit ruang kelas ini, tapi perasaan ini tetap gelisah, dengan jaket terpangku dan tas mungil tergeletak disampingku menjadi saksi akan kegundahan hati..detik demi detik waktu berputar layaknya roda sepeda yang bocor tertuntun indah berirama dipiggir jalanan kota.

Hatiku tetap gelisah, ada apa dengan perasaanku ini? Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Tapi ini hanya ucapan konyol tak berarti dalam logikaku, semua yang kulalui dalam hidup ini penuh dengan logika, tanpa peduli dengan namanya perasaan cinta, karena perasaan menurutku hal tercengeng yang ku miliki sebagai manusia umumnya, dan sosok perempuan yang begitu membelalakkan mataku, telah membuat perasaanku tumbuh menjadi sebuah pohon misteri yang terkadang terasa menakutkan untuk aku ungkapkan, bagaimana tidak!.Akar-akar pohon itu telah beberapa kali merobek kisi demi kisi hatiku yang ku bangun secara sempurna sejak aku dikenalkan dengan apa namanya kehidupan secara logika dan fakta-fakta nyata, namun sekarang hancur sekejap tak tersisa tertindih batang pohon raksasa yang berlabel cinta,

Apa aku telah munafik ataukah ini sebuah kebetulan yang patut aku abadikan untuk dapat membentuk sejarah dunia.Aku tetap bingung dan bimbang,kenapa diri ini begitu lemah dan tak berdaya, lalu dengan apa aku bangkit dari papan putih tertata rapi yang menopang hidupku,begitu juga menopang tubuh perempuan cantik itu, “aku sungguh merasa terkalahkan” ini yang selalu aku katakana dalam hati.!! Ya Tuhan beri aku kekuatan dalam melawan gejolak-gejolak setan yang mendidik dalam kepengapan ruang, karna sosok perempuan yang begitu indah d mataku itu..

Hatiku terus berteriak dalam kebisuan tanpa ada daya untuk berucap kata-kata, aku ingin menangis dalam kepedihan, namun apakah aku pantas!!, sedangkan perasaan ini terus ditusuk-tusuk akar dan tubuh ini hancur tertimpa pohon misterius yang sangat menyiksa.

Ukiran demi ukiran telah ditorehkan oleh tinta spidol dosen, aku terdiam dan bingung,!! Apa maksudnya??” namun hanya kudengar irisan gabungan konjungsi menambah kegundahan hatiku. Menikmati kepedihan-kepedihan yang aku rasa dalam senyuman manis. perempuan itu selalu tersenyum tanpa perdulikan aku yang selalu memperhatikannya.Lewat HP butut ini aku tiba-tiba terima sms, aku sangat senang, dengan perlahan ku buka smsnya dan berharap sms itu dari si dia, tapi semua hanya khayalan belaka, sms itu dari temenku yang sekarang berada jauh diluar sana. Hati ni semakin gelisah,dan berkata dalam hati “mana mungkin dia sms aku, kita ja gak saling kenal pa lagi punya nomer Hp-nya.

Aku kembali menatap kedepan, namun hanya ada perempuan cantik dalam pandangan mataku. Waktu terus berputar!! Mata kuliahpun berganti, barisan kursi nampak berserakan tanpa ada kesadaran mereka untuk merapikannya,sekarang aku duduk jauh dibelakang bersebrangan lurus dengan si cantik itu yang berada tepat dibawah baling-baling kipas yang senantiasa berputar layaknya hatiku yang bingung karna melihatnya  , akupun tak berani berfikir jauh untuk menyentuhnya karna  tanpa bisa bercakap dengannya,dihadapku tersedia beribu kemustahilan yang seakan-akan menakuti hatiku untuk tidak bertindak atau melangkah maju. Diri ini telah kaku bersama waktu , telah lelah dan lemah seiring masa.

Aku melihat kekanan tanpa tujuan, materi kuliah melayang jauh dari benakku tanpa aku mengerti sedikitpun. dalam perjalanan, pandanganku berhenti karena suatu hal ,, dengan satu hentakan , teman sebelah menyodorkan absensi, dengan gugup aku menerima absensi itu

idaman 02
oleh Himron Rosidii pada 14 Agustus 2010 pukul 12:14
Malam itu saya gak jd ngaji,karna swtu halangan atau urusan ustads saya sms,bahwa ngaji di An nur d tunda.ketika itu saya baru aja pulang dari kampus,dlm kondisi lapar saya sepakat mencari makan d warung terdekat brsama sahabat saya risky..sesampai d masjid,kita langsung aja cari warung makan,slese sholat magrib tentunya..stlh kita makan d warung trdkat kita slalu ngobrol panjang lebar mulai dari masalah remaja ampai soal agama kita yaitu islam.memang kita ingin jd ustads sich..di samping kita pingin jadi guru yg profesional..inilah khidupan kitas hari-hari,kuliah,mengaji,bercanda,terkadang cari hiburan apa aja asal tdak brtentangan dg agama n negara tentunya..kita tetap brsikap dwasa dalm mncari hal2 yg sifatnya hiburan..emang smw hburan pasti enak,tp bkn enaknya yg kita cari,tp lbh dri skedar itu..kita slalu cari pngalaman karna guru yg indah adlh pngalaman.

Agenda makan telah usai,kita siap mnuju warnet..ya kita iseng aja,otak atik compter agar cpt bsa tentang program yang ada..pling  trend n favorit saat ini apalagi klu bkn facebook.gak ada bosenya deh klu m facebook..wlu gtu kita tetap ingat ama waktu..karna time is teacher..knapa gtu,karna kita pandai atau bodoh oleh waktu.

Walau hakekat sejatinya manusia itu mahkluk yg amat dkt dg kbodohan dan kmalasan.kita sangat brfikir btul klu hdup kita amatlah panjang dan singkat...panjang akan cobaan dan singkat akan kematian..klu gak skarang kapan lg kita lakukan sblm penyesalan datang untuk mengejek kita…klu d buat foya atau malas2an,amatlah rugi hdup ini,dapat apa kita d dunia jika itu yg kita lakukan.karna itu hanya ada hak nafsu bukan hak Alloh..

Udah sejam kita lalui d warnet ma risky..udah waktunya isya jamaah d masjid an nur.kita langsung meluncur aja jngn ampe ktinggalan..di masjid sblm sholat isya sbgai adat shari-hari kita bercanda ma tmn masjid laennya..tp amt di sayangkan ketua genk Pk tdk hadir..mungkin msh cari korban d luar.he he.tp tetap aja ramai ada naswar,ha ha ha..kita isya..maka terdiam semw.
Slesai isya jam 08.00WIB.saya putuskan untuk pulang kampung tercinta
Bakalannn  cuyyyyyyyy

Baca juga Cerpen Cinta atau Cerpen tentang Cinta yang lainnya.

Cerpen Cinta - Berhati Dua

BERHATI DUA
Cerpen Kartini

Sambil bersandar kududuk di tempat tidur yang setiap malam aku tidur ditempat ini, aku merasakan penyakit yang beberapa bulan ini menemani hari-hariku, hatiku berbisik aku yakin dengan janji Allah dan aku juga yakin Allah akan membalas apa yang telah aku perbuat baik di dunia maupun akhirat. Entahlah setiap malam aku meresahkan hal ini. Tak kuduga Allah memberi nafas kehidupan dan mentakdirkan umurku hanya sampai 30 tahun tepat seminggu lagi aku merayakan hari lahirku.
****

Sebulan sebelumnya bunyi suara telepon genggam yang menandakan sebuah pesan singkat. “Doel lagi dimana? Aku mengirimkan sebuah SMS kepada temanku Doel namanya. Sosok Doel yang tak akan pernah telupakan dari memoriku. Bertubuh tinggi dengan perut besar dengan tutur kata yang ceplas-ceplos sempat mendidik aku menjadi seorang laki-laki sejati, ya laki-laki sejati. Doel sering mengatakan aku laki-laki lemah gemulai seperti penari yang menunggu antrian di taman lawang, rasanya hatiku seperti diiris sebuah pisau dan disiram dengan air comberan di depan umum ketika mendengar ejekannya. Namun karena kata-kata dan didikan Doel aku bisa berubah menjadi seorang laki-laki sejati. Dia adalah teman satu kantorku, walau sudah dua tahun aku berhenti dari kantor lamaku, hubungan kami tidak pernah putus.“Sekian lama aku menunggu balasan pesan singkat dari Doel, kemana dia?aku sedang butuh dia tapi bukan untuk dia ejek. Doel......? Hatiku gundah, mulutku bergumam, mataku menerawang kelangit-langit kamar, hingga akhirnya mataku terpejam tertidur diatas kasur yang setiap malam menemaniku.

Doel sangat tau betul kejanggalan yang ada pada diriku. Ketidakwajaran seorang laki-laki yang sangat aku yakini bahwa Allah akan melaknat apa yang telah aku lakukan. Penyakit kaum nabi Luth. Ya Rabb........ampuni aku, aku tidak ingin semua ini terjadi seperti ini. Kuhempaskan tubtuhku ke kursi berwarna coklat yang ada di ruang depan rumah kontrakanku berukuran 3x6m.
****

Minggu yang cerah, secerah hatiku, mentari pagi seolah masuk ke lubang hatiku memberikan sorotan cahaya hingga wajahku bersinar seperti bintang yang berkerlap-kerlip menghiasi bintang di malam hari. Bibir ini terasa tidak bosan bergerak kearah kanan dan kiri secara berbarengan. Pagi ini aku berjanji untuk nge-date dengan Mira.Ya, seorang wanita Mira namanya, tapi sempat terlintas di dalam pusaran otakku. Kenapa dia mau kencan dengan ku? padahal dia seorang akhwat yang menjaga hafalannya dan taat beribadah. Sama laki-laki saja jarang bergurau. Ah.. aku tidak mau membuat bengan kusut di kepalaku, yang terpenting adalah aku bisa menjalin hubungan yang lebih dekat dengannya, dan mungkin saja Allah mengirimkan dia sebagai perantara agar aku mendapatkan hidayah, siapa tau dia jodohku. Amin ya Rabb....

Obrolan dalam hatiku berakhir ketika aku sudah sampai di rumah mira dan kami berdua ingin pergi, ya....alasannya mau pergi beli buku. Rasanya pagi itu aku ingin melompat ke angkasa, bahagianya hari ini. Terima kasih Allah, aku janji ya Allah aku akan berubah, berubah dan berubah menjadi lebih baik. Menjadi laki-laki yang normal, laki-laki yang soleh, yang bisa menjadi imam untuk keluarga kecilku nanti. Baru saja kaki ini melangkah beberapa langkah dari rumah Mira, teriakan seorang wanita yang betubuh gemuk, “eh awas hati-hati penyakitnya kumat lho Mir, Wawan memang suka sama cewek  tapi Wawan lebih nafsu kalau  sama cowok, ha...ha...ha....” Sambil tertawa dia mengejekku. Astagfirullah...malu-maluin aja ini orang. Dia ga tau apa kali ya, orang lagi usaha juga...dahiku mengernyit.Sri tetanggaku juga mengetahui kejanggalan yang ada pada diriku. “Sudahlah...tak usah dihiraukan kata-katanya”Sesaat muka ku yang merah dan mataku yang tiba-tiba ingin mengeluarkan bola matanya seperti melihat pisau yang mau menusukku, bahkan seperti jatuh dari jurang ketikanaik arum jeram hingga dihantam arus sungai yang deras namun berubah dengan senyuman, ketika ku mendengar suara lembut dan merdunya Mira. Aku mengangguk dan melanjutkan perjalanan. Hingga tak terasa matahari mulai agak condong ke arah barat dan akhirnya kami pulang.
****

“Hey...Wawan!Jangan main-main sama anak gadis orang”.Bentak Doel. “Tidak Doel, untuk kali ini aku benar-benar ingin berubah. “Aku minta doa mu ya Doel, kau juga kan yang ingin agar aku berubah, yang selalu menasehatiku agar aku jadi laki-laki sejati”, sambil ku tepuk dadaku di hadapannya. Walau terkadang hatiku sering sakit dengan kata-kata Doel yang selalu menasehatiku dengan gaya mahasiswa yang sedang demo di depan Istana negara atau di depan gerbang gedung wakil rakyat. “Tenanglah Doel, aku akan menjadi lebih baik dan menjadi laki-laki yang wajar”.
****

Sebulan hari-hariku bersama Mira, dan hubunganku baik-baik saja dengannya. Yup...sebulan. Dan setelah itu, setelah itu apa yang terjadi. Aku tau peramal mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012, tapi aku yakin berita ini bukan tentang kiamat, tapi rasanya malaikat Isrofil telah meniupkan terompet sangkakala yang menandakan gunung-gunung sedang mengeluh dengan gemuruhnya dan akan berterbangan seperti kapas, isi perut bumi akan keluar memuntahkan  gumpalan dan cairan yang sudah tak tahan berontak ingin keluar, tanah yang ku pijak bergoncang, tapi ini bukan kiamat sesungguhnya seperti kata peramal di televisi. Ini adalah berita buruk untuk ku “bad news”.Ya, kabar buruk untuk masa depanku. Mira, sosok wanita yang soleha yang ku idamkan yang ku harapkan bisa merubahku menjadi laki-laki soleh ternyata dilamar seorang laki-laki pengajar pesantren. “Apa...?dilamar..?” tanya ku kepada keluarganya. Campur aduk, hatiku campur aduk ketika mendengar kabar itu. “Aku benci Mira”! Aku memang salah, karena dari awal aku tidak pernah menyatakan isi hatiku kepada Mira. Tapi....tapi....masa sih dia tidak mengerti?Ya Allah, apakah ini ujian dari Mu? Apakah aku tidak pantas mendapatkan wanita solehah yang ku idamkan? Aku menagis bukan karena aku bukan laki-laki sejati tapi......aku punya hati untuk menangis, aku punya air mata yang bisa aku keluarkan ketika aku sedih, aku cuma makhluk-Mu yang lemah dan tak berdaya menghadapi ini semua.

Ternyata mira ini tidak benar-benar ingin menjadi milik ku. Mira itu cuma ingin Wawan berubah, supaya ga kayak laki-laki berjiwa perempuan. Benci aku ingat wanita itu. Terlintas dipikiranku untuk menelpon Boy, Deni dan teman-teman kencanku yang semua laki-laki yang membuatku happy ketika menghabiskan malam bersama mereka, walu aku tau Allah akan membalas semua yang aku lakukan . “Gue bilang juga apa, semua yang namanya perempuan itu sama, bikin sakit hati laki-laki” cibiran keluar dari bibir tipis Boy.
****

Sebulan setelah itu aku terbaring di Rumah sakit selama satu minggu, hingga aku akhirnya memilih untuk berobat dan memeriksa penyakitku seminggu sekali. Sakit....sakit rasanya. Aku yakin ini adalah balasan dari Allah meskipun aku tidak boleh berprasangka buruk kepada penguasa langit dan bumi, sang sutradara dunia dan akhirat. Beribu ampun ku ucapkan, tasbih, tahlil kepada Mu ya Allah. Mana kawan-kawan ku? Kawan-kawan yang ingin aku sembuh, ya, sembuh jiwanya, sembuh menjadi laki-laki sejati. Doel....., Sri.....terima kasih kalian selalu mengingatkanku. Aku akan selalu mengingat kalian di akhirat sana. Maafkan aku kawan......!*Selesai*

Baca juga Cerpen Cinta atau Cerpen tentang Cinta yang lainnya.