Senin, 02 April 2012

Kumpulan Naskah Drama Terpopuler dan Terlengkap 2012

Naskah Drama Terpopuler - Seteleh Kemaren kita Share Naskah Drama Teater dan Naskah Drama Legenda, Kali ini akan Share Skenario Naskah Drama Terpopuler. Sekarang nemang dalam suatu sekolah atau kuliah diwajibkan untuk membuat sebuah pementasan atau Pertunjukan sebagai tugas akhir atau UAS karena Drama sekarang sudah menjadi sebuah kurikulum di berbagai sekolah dan Naskah Drama ini tidak pula untuk kalangan Sekolah/Pelajar/SMA atau Remaja saja akan tetapi Mahasiswa pun membutuhkan untuk suatu tugaas akhir Mata Kuliah Tersebut, Kali ini Blog Loker Seni akan Share Naskah Drama , Kenapa Bisa dikatakan Naskah Skenario Drama terpopuler? Karena terdapat banyak Skenario Naskah  Drama karya Dramawan besar dan Skenario Naskah Drama terbaim Festival, Okelah langsung saja untuk mendownload Naskah Drama Terpopuler dibawah ini :




KUMPULAN NASKAH DRAMA TERLENGKAP
  1. Naskah Drama Legenda
  2. Naskah Drama Pelajar atau Remaja
  3. Naskah Drama Anak-anak
  4. Naskah Drama Tetaer
  5. Naskah Monolog
  6. Naskah Drama Bahasa Inggris
  7. Naskah Drama Komedi
  8. Naskah Drama Cinta
  9. Naskah Drama Persahabatan
Semoga Kumpulan Naskah Drama diatas bisa membantu anda dalam Pementasan dan Juga mungkin yang sedang mecari tugas mencari Naskah Drama.

Mungkin diatas kurang komplit hanya beberapa Naskah Drama dan kami Ucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya, Share Halaman ini apabila bermanfaat bagi anda.

Kumpulan Naskah Drama Terpopuler dan Terlengkap 2012


10 out of
10

based on
1976864 ratings.

Ketika Cinta Tak di Restui Part 2 - Cerpen Cinta Sedih

KETIKA CINTA TAK DIRESTUI PART II
Cerpen aNha Lieca sundari

Minggu yang cerah, aku terbangun dari tidur ku tepat jam 12.00 badan ku terasa lelah melewati malam terakhir bersamanya sore ini aku harus  menemui risky sebelum dya pergi ke sorek, terasa sedih melepaskan kepergiannya namun kucoba tegarkarena ku tau ini demi kebaikannya , karena sekolah adalah hal utama buatnya . Detak jam pun mulai berputar, waktu mengarahkan PUKUL 15.20, saatnya aku menemui dya, enta kenapa rasa egois ku pun mulai timbul, aku pengen ikut kesorek menemaninya, tapi keingiinan itu dibantah oleh risky , aku hanya terdiam !'
"nha, aku dsana cuma sebentar kok gag lama , aku janji seminggu sekali aku bakalan pulang kepekan untuk menemuimu"! dya menatap ku dan coba yakinkan ku kepergian itu hanya benar-benar sebentar !' dan aku coba menatapnya dan berakata "janji ya"! kutunjukan raut wajahku dengan mata yang berkaca-kaca. akhirnya ku lepaskan    dy pergi, aku masuk rumah menuju pintu kamar dan menangis .

Malam ini terasa sunyi tanpa canda tawanya , sesekali kulihat hape ku menunggu kabar darinya , ku tunggu dan terus ku tunggu tidak ada satu pesanpun darinya, hingga hari mulai larut malam . hape ku berbunyi, aku cepat berlari mengambil hp ku , bahagianya 1pesan masuk darinya !'
"maap yank, aku baru nyampe jadi baru ngasih kabar tadi hape aku mati, batrainya habis"!
aku membalas pesan darinya "iya, gpp kamu dah makan yank?'
pesan darinya hanya datang sekali, mata ini terasa ngantuk, hingga akhirnya aku terLelap dari tidur ku, karena lelah menunggu sebuah pesan masuk darinya.
***

Waktu itu, aku sempat mengenalkannya kepada orang tua ku, namun mereka merestui hubungan kami, mama & papa ku tak terlalu ikut campur dalm urusan hubungan kami, mereka selalu mendukungku, mendukung hubungan kami, ya selama hubungan kami normal-normal saja.  Tapi, ntah apa yang ad dalam fikiran risky sudah 7bulan aku bersamanya dya tidak pernah sekalipun mengenalkan ku kepada orang tuanya , ntah laghh aku pun tidak tau kenapa. aku hanya coba bersabar, menunggu hari itu datang !.


Seminggu sudah risky sekolah di sorek, dan hari ini hari dya pulang kepekan aku bahagia menunggu kedatangannya,, karena beberapa  hari ini aku hanya bisa merindukannya lewat sebuah via pesan atau facebook, seetelahh kutunggu-tunggu akirnya dya datang juga. Rasa rindu dan bahagia itu, braduk menjadi satu, saat kulihat dya ddepan mataku. Aku ingin memeluknya, namun kumalu. malam minggu ini aku bersamanya, bahagia itu bener-bener  terasa bersamanya. tapi, esok dya harus kembali lagi kesorek , begitu singkat waktu yang ku rasakan bersamanaya .

Minggu pagi ini, risky memintaku , bangun lebih pagi dari biasanyaa karena dya ingin mengajak ku nonton di sebuah bioskop . akhirnya aku dan risky pergi nonton aku hanya cuma diam dan menghitung setiap detik dalam hatiku , karena waktuku bersamanya tinggal beberapa jam lagi . waktu menunjukan pukul 15.30 sore ini waktunya risky pulang kesorek . tapi, entah apa yang ada difikirannya dya memintaku untuk ikut menemaninya kesorek , aku pun tak menolak ajak'anya aku mengikutinya kesorek. karena , tanpanya dikota ini sendirian membuat aku merasa jenuh. Akhirnya, sore itu aku dan dya melanjtkan perjalanan kesorek, niat ku ikut dengannya dengan tujuan baik , bukan karena nafsu sesaat ingin bersamanya, tapiaku hanya ingin meliatnya benar-benar sekolah tanpa membuat mama & papa nya kecewa lagi . Hari-hari itu kulewati bersamanya, sekian banyak hari yang kulewati dengannya tiada hari yang tak indah , tapi, hari ini dy terlihat berbeda, dia mulai bolos sekolah, aku mulai marah melihatnya tidak sekolah '! aku coba mendekatinya dan bertanya , "kenapa kamu gak mau sekolah ky "?kan sekarang udah ada aku yang temani kamu disini !"'
"aku lagi ada masalah dirumah, lagian aku malas sekolah nha "! jawabnya
"sekolah lahh, jangan buat mama kamu kecewa lagi, mohon aku haa kalau kamu gag mau sekolah mintak uang gaek kamu buka usaha kecil-kecila'an yang bisa menguntung kan !" jawab ku memberi saran .
"percuma aku sekolah, otak aku gak mampu'!jawabnya ketus
"makanya belajar, jangan nyontek mulu dmana ada niat dstuu pasti ada jalan !
"aku, malas sekolah aku bilang jangan lah paksa-paksa aku untuk sekolah'!
aku hanya terdiam,disaat dia membentak ku . malam itu dya mengajak ku kesebuah tempat, tempat dmana yang menurutnya bisa ilangin rasa bosan ,yaitu studio band ya studio band, ku akui dy memang mahir memainkan alat musik termasuk gitar, yang selalu dya mainkan didepanku . Aku mulai mengerti, kebahagiaannya hanya ada dalam sebuah gitar, menjadi seorang gitaris terkenal itu adalah cita-cita nya , saat ini hanya aku yang mengerti apa yang dia mau. bukan sekolah yang dya mau , karena baginya tanpa sekolah pun dia bisa sukses, aku hanya mendukung, apa yang membuatnya bahagia selama apa yang dya lakukan itu fositive .

Pagi ini, dya terliat buru-buru dengan pakaian seragam SMA dan membawa sebuah tas yang berisi beberapa helai baju, aku tak banyak bertanya dya meminta ku cepat menaiki sepeda motornya,ternyata pagi ini dia mengajakku pulang ke pekanbaru .  Sesampainya dipekanbaru, dya tak pulang kerumah dan aku bertanya-tanya , sebenarnya ada apa ini ?'
"kita mau kemana ky "? trus knapa kamu gag pulang kerumah dulu . tanyaku.
"kamu, diam aja lah aku malas pulang" !
"loh, kenapa "? tanyaku
"aku mau jual motor aku , terus uangnya kita pakek OTW bandung".
"gpaen kbandung "?
dya cuma diam , dan gak jawab pertanyaan ku lagi .'!
kebersmaan itu, tersa bener mlai tersa, saat ini gak ada satu orang pun yang bisa rasakan perjalan cinta kami, normal tanpa sex .

Malam ini aku masi bersamanya, dan aku masi belum mengerti apayang ada difikirannya. dering hp pun berbunyi memecahkan kesunyian,  ternyata sebuah pesan dari 'mama' risky , yang terbaca sekilas oleh ku . aku rasakan kasih sayang seorang ibu, yang udah lama tidak pernah aku rasakan . sebua telepon pun dya angkat dari seseorang yang tak lain adalah mamanya, entah apa yang mereka bicarakan aku pun tak mengerti ! risky mengajak ku kesebuah tempat makan , untuk menemui mama & papa nya . ketika mobil avanza berwana hitam berhenti tepat didepan ku,aku terharu melihat seorang ibu turun dari mobil dan memintaku masuk kedalam mobil untuk menyelesaikan masalah . diperjalanan menuju sebuah kantor, dya begitu ramah menyapa ku, menanyakan siapa namaku, dan apa aja yang udah kami lakukan selama pacaran, aku menarik nafas menjawab semua pertanyaan tanpa gerogii . sesampainya di depan sebuah kantor,aku mulai turun darimobil dengan rasa cemas, ku tatap mata riski, sebenarnya apa yang akan terjadi . Aku melihat beberapa orang yang asing bagiku, tidak lain mereka adalah bagian dari keluarga risky, aku masi bertanya-tanya , apa yang akan terjadi . Aku memasuki sebuah ruangan, duduk di kursi sofa melihat semua orang disekitarku, yang menatapku dengan tatapan tajam, termasuk seorang ibu yang ku kenal ramah tadi didalam mobil .

Pertanyaan pertama dari seorang abang ipar risky, kata lain suami dari kakak risky . dy bertanya pada risky .!
"kenapa kamu gag mau sekola dino"? ya mereka memanggil risky dengan sebutan dino .
risky menjawab, "karena jauh dari nana, no gag bisa jauh dari dy bang"!
aku tersentak, ketika nama ku tercantum menjadi sebuah alasan .
abangnya menatapku, dan bertanya padaku.'!
"nana, kenapa kamu ikut'in dino kesorek"?
aku menjawab dengan nada pelan "cuma ingin, temani dya sekolah bang, katanya kalau gak ada saya gak mau dya sekolah bang"!
lalu dy bertanya pada risky "iya dino, "?
isky menawab "iya " ..
"kalau gag ada nana gmana tanya abangnya"?
"MATI" .... jawaban yang membuat aku benar* terkejut !
tiba-tiba, suara seorang ibu terdengar dan berkata "kamu,pelet anak saya"?
pertanyaan itu, begitu mencambuk ku . Terlintas wajah papa difikiran ku saat itu,  aku ingatperjuangan nya membesarkanku dengan ilmu-ilmu agama , tak pernah papa mengajarkan ku aliran sesat sedikit pun '! air mata ini terasa ingin menetes .
riski membatah pertanyaan ibunya, "mama, jangan kayag gitu lagh"!
mama nya terus mengujamku dengan sebua pertanyaan, yang menusuk , mereka menanyakan apa pekerjaan orang tua ku '! dan aku menjawab "ibu saya seorang ibu rumah tangga, dan papa saya bekerja sebagai cleaning srvice disebuah hotel"
"emang cukup, untuk hidup kalian tuh"? pertanyaan itu benar-benar membuat aku tak punya harga diri . Akhirnya, pertemuan singkat itu selesai , riski mengajak ku masuk dalam mobil, dan bicara padaku 4mata ..
"nha, aku sayang kau jangan kau tinggalin aku ya "! dy menangis
"aku gag bisa dihina kayag gini ky, aku memang miskin tapi aku punya harga diri . kita tu banyak pebedaan, aku memang orang gak mampu tapi sumpah demi allah, aku gag pernah pelet kamu ,.... aku tulus sayang  sama kau" jawab ku dengan nada tersedu-sedu karena menangis, selama ni aku selalu ngasih motivasi ntuk kamu , nyuruh kamu terus sekolah , tapi apa ? mereka tetap menyalah kan ku .

Kejadian malam tadi, membuat aku takut menemuinya . kucoba menghindar,namun apalah kekuatan cinta itu tk mampu pisah kan kami  . tuhan , terima kasih udah takdirkan dya untuk ku, meski cinta kami tak dapat restu , tapi aku yakin, harta mereka tak'an mampu membuat dy dn aku bahagia .

**THE_AND**


PROFIL PENULIS
Nama : aNha Lisa suNdari
Nama panggilan : Nana or aNa
TTL : Subang, 24 juni 1994
Facebook : nanaaldino@yahoo.co.id

Pena Ajaib - Cerpen Cinta Terbaru

PENA AJAIB
Cerpen Lia Ramadhanny C

April  itulah namaku seorang mahasiswa di salah satu kampus di Jakarta . kisah ku memang sedikit aneh tapi inilah kisah ku 

Semua berawal dari liburan semesterku telah selesai  waktunya untukudan semua mahasiswa untuk masuk ke campus . aku memang bukan murid baru tapi seminggu tidak pergi ke kampus serasa sperti murid baru. Aku juga punya sahabat sejak smp dan anehnya kami selalu bersama  mereka adalah anisa dan eric. Di  kampusku ada sebuah taman yang kusus bagi anak popular. Di kampusku suatu kehormaatan dapat duduk di taman iti.

Aku mulai pergi ke kelas ku karena ada mata kuliah pagi .tiba –tiba ada bola basket menghantam kepalka ku  " BRAAK!".
" aduh " kataku sambil memengangi kepala ku. 
" lo ngakk papa kan" kata salah satu   pemain basket  
" gue ngakk papa" jawab ku singkat . 
" ouw ya kita kan blum knalan nma ku   Daniel".
" nama ku april ".
" Udah dulu ya  daaaaaa" entah kenapa aku mulai suka sama cowok itu soalnya   dia itu tinggi’pinter main basket,ganteng,pinter,popular tapi s ayang  dia udah punya pacar namanya Kellydia juga salah satu anak puler walaupun soal nilai masih bagu nilai ku .

Setelah selesai kuliah aku melihat brosur perlombaan desainer .aku yang kebetulan  sangat inggin menjadi desainer dan  mengambil jurusan desainer .anisa dan eric serta teman –teman ku mendukung ku .pada hari minggu aku dan eric serta anisa pergi ke salah satu tempat perbelanjaan untuk membeli kain  aku bertemu dengan Kelly dan teman-temanya lalu ia menghampiri ku  
" ehh  april kamu ikut lomba yaa" katanya dengan nada seperti meremeh kan ku .
" iya" jawab ku dengan nada pelan . 
" beli kain  yaa coba aku lihat" lalu ia mengambil  bungkusan yang  aku bawa dengan kasar seperti merebut
" ouw kain kayak ngini (Kelly dan temen-temenya tertawa) kain murahan lihat kain ku ini baru namanya kain merek italia  ini kain apaan"  anisaa sangat tidak terima lalu ia berkata 
" mau kain dari italia atau dari honkong kalau yang desain  elow  kayak baju badut tauw ". Low berani am ague’ jawab Kelly marah.
" tentu aja berani  ngapain takut sama k-e-l-l-y " sambung eric  
kelly pun marah 
" awas lho  lihat aja di peerlombaa low bakal kalah". kita lihat aja jawab eric dan anisa secara serentak 

Aku pun membeli kain lagi lalu kata penjualnya kalian janggan takut dengan Kelly aku juga tidak   dapat kulah karna nya  kata penjual kain  untuk kain yang itu kamu dapat hadiah pena . setelah dadari pusat perbelanjaan. aku pun seegera  membuat desain dengan pena  di beri penjual toko.

Pena itu seperti memberi  semangat dan apaun yang aku gambar di kertas serasa bagus  pegumuman desainer pun telah tiba teryata nila scor ku dan Kelly pun sama  situasi pun semakin memanas lalu kata juri akan di buat satu babak lagi yaitu hanya desain ku dan desain Kelly .aku pun mulai membuat desain tapi penaajaib ku hilang tapi  Daniel meyakinkan ku memang sejak aku terkena bola basket itu daniel menjadi dekat dengan kumungkin itu sebabnya Kelly marah . Daniel meyakinkan ku katanya “ bukan pena nya tapi   keahlian ku dalam mendesain dan semangat ku untuk menang .

Perlombaan desain pun dimulai mungkin aku harus pasrah kalau aku kalah dari Kelly .namun nasib berkata lain pemenangnya adalah aku karena babak ini  juri nya adalah  konsume  karena kata konsumen desain milik ku model nya bagus dan  murah sementara Kelly desainya bagus tapi mahal dan cara merawatnya juga lumayan susah . setelah  satu minggu Daniel menembang ku  aku terasa ngakk percaya tapi dengan bodohnya aku bilang ‘ kamu kan sudah punya Kelly” . “Kelly teryanta dia menduakan ku  selama ini” .jawab ku ngimana yaaa ya udah “ akhirnya aku dan Daniel resmi pacaran .   est satu lagi daniel benar bukan pena ajaib tapi semangat dan keahlian seseorang akan membawa  sukses.

Baca juga Cerpen Cinta yang Lainnya.

Minggu, 01 April 2012

Cerpen Cinta Sedih - Ketika Cinta Tak di Restui

KETIKA CINTA TAK DIRESTUI
Cerpen aNa Lieca sundari

Nama ku anaLieca sundari , temanteman ku memanggil ku nana . aku terlahir disebuah kota kecil tepatnya disubang pada tanggal 24 juni 1994, dari kecil aku tinggal bersama nenekku dbandung, sedangkan mama dbekasi dan papa dipekanbaru, ketika aku mulai beranjak dewasa.. aku dan mama pindah kekota pekanbaru dengan niat menyusul papa dan tinggal bersama papa diekanbaru.

Dikota ini lagh aku dibesarkan oleh kedua orang tua ku , dan dikota ini ugak aku mulai mengertii pergaulan, hingga akhirnya aku mengenal seorang pria yang saat ini telah menjadi pacar ku, dy adalah Risky aLdino panggil saja dy risky . ya aku mengenalnya dari seorang teman ku yang bernama alfy, berwal dari malam itu aku dan dya mulai mencoba mengenal satu sama lain, hingga akhirnya aku dan dy menjadi sepasang kekasih.

Begitu banyak perbedaan antara kami, aku hanya seorang gadis yang terlahir dari keluarga pas-pas'an yang suatu saat aku akan jadi tulang punggung keluarga jikalau kelak papa ku udah gak ada , sedangkn dy, dy terlahir dari keluarga kaya,terpandang,dan berpendidikan, . terkadang aku mengelu padanya akan semua perbedaan itu, tetapi dy selalu yakinkan ku bahwa rasa itu tak'an pernah hilang , aku hanya tersenyum menatapnya, dan aku berkata!
"ky, aku takut kalauorang tua kamu gak merestui hubungan kita "!
"kamu tenang ajalah , yang jalani kan aku bukan mereka" dya terus coba ntuk meyakinkan ku !"
"aku hanya menarik nafas dan tersenyum padanya"!


Ketika disabtu pagi , aku   mulai terbangun dari tidurku melihat kearah jam dinding yang berdetak , menunjukan  PUKUL 10.30 pagi , aku mulai bergegas mandi karena hari ini risky memintaku untuk menemuinya, ntah knapa pagi itu tersa aku ingin selalu tersenyum bahagia, bercemin dan menyisir rambut ku tiba-tiba kudengar bunyi suara sepeda motor yang berhenti di depan rumah , ternyata benar itu adalah risky .
riski menatap ku,dan memberi isyarat menyuruh ku untuk keluar dari rumah . aku coba tersenyum menyapanya, dan duduk disampingnya tapi, dia hanya diam dan termenung seolah ingin menyampikan sesuatu yang tak mampu dy samapaikan , dan aku bertanya padanya ..
"ky, kok  diam kamu knapa? tanyaku
"ada yang mau aku bilang samakamu nha,!
'apa bilang lagh' aku tersenyum ..
"aku dipindahkan sekola sama mama aku ,kesorek kampung aku"!
"hahaha , aku tertawa menatapnya , kamu becanda kan ?
"aku serius!" jawab risky
Tertawaku menjadi sebuah bencana yang terasa mencambuk, air mata terasa ingin menetes, ketika pengakuan darinya bukan sebua lelucon !, tapi aku coba tenangkan diri aku dan keadian itu hanya sebua mimipi, namun apa daya itu semuanyata .

Waktu terus berputar, hingga menunjukan  waktu 19.15 . malam minggu ini tersa sangat biasa saja , tak ada kebahagian dari raut wajahku setela mndengar cerita siang tadi , karena malam inii adalah malam terakhir aku bersamanya .'!
Aku dan risky pergi kesebuah tempat, yang udah gag asing lagi, tempat biasa yang sering kami kunjungi ,gedung MTQ ! aku memulai pembicaraan '
"ini malam terakhir kita sam-sama, malam ini kamu sama aku ya'!
" iya , dya pun mnawab !kamu angan selingkuh ya (risky bilang)
" aku tersenyum dan berkata, iya aku gagg kan selingkuh . sekolah yang bener ya disana jangan buat mama kamu kecewa lagi!
"iya" ! dy hanya tersenyum . Aku memeluknya erat, seakan tak mampu melihatnya pergi esok :(
***

PROFIL PENULIS
Nama : aNha Lisa suNdari
Nama panggilan : Nana or aNa
TTL : Subang, 24 juni 1994
Facebook : nanaaldino@yahoo.co.id

Baca juga Cerpen Sedih yang lainnya.

Cerpen Ibu Terbaru - Sang Filsuf

SANG FILSUF
Cerpen Nita Juniarti

Perjalanan hidup sang ibu begitu penuh dengan lika-liku yang sulit ku pahami. Ketika Aku masih kecil biasanya setiap akan tidur Ibu memdogengkan sebuah cerita dari hasil request yang akhirnya membuat Aku menjadi tergila-gila akan sebuah cerita, apapun itu. Setiap cerita yang di dogengkan ibu tidak pernah lepas dari nilai moral yang selalu membimbing kami dalam menjalani hidup plus dengan rumor segar yang membuat kami tetap terjaga meski terkadang malam sudah larut.

Namun, seiring berjalannya waktu Aku paham apa yang selama ini di lakukan Ibu dalam hal ibadahnya tidak sama dengan yang di lakukan oleh kiai yang mengajariku di pengajian atu tidak sama dengan yang di ajarkan oleh guruku di sekolah. Yah, akhirnya Aku tau itu ajaran Syiah ekstrim yang belakangan ini menyebar di seluruh bumi.


Awalnya ini terjadi, saat Ibu pergi dalam sebuah acara wiritan di sebuah desa. Pulangnya Ia mengajariku untuk bertasbih mengagungkan Allah dengan  cara terus merangkak menggunakan pantat hingga sampai pingsan.
“jika sudah pingsan, itu bearti telah dapat melihat Tuhan”
“islam tidak menyusahkan umanya dalam beribadah Bu” kataku member penjelasan
“itu yang di ajarkan Kiai Mahmud, Dia orang yang berpengaruh dan baru saja menuntut ilmu di Iran”
“suatu kebenaran harus di analisis dengan baik, apa dalam al-qur’an ada di serukan agar manusia berzikir hingga menyakiti dirinya sendiri ? padahal dalam islam hak seorang manusia itu sangat di hormati”
“apakah kamu anakku yang susah payah ku lahirkan dank u rawat ingit melawanku ? meneceramahiku?” tanyanya sinis
“aku tidak bermaksud mencerami Ibu”
“hanya menyampaikan keyakinan yang telah ku pelajari”
“apa yang kau tau ? sekolah juga baru di Madrasah Aliyah, sudah berani menentang emak?”

Suaranya meninggi, mata beliau merah saga.
Aku diam saja, lalu mengambil langkah teratur  menuju kamarku. Aku sadar, tidak ada gunanya melawan emak dalam keadaan begini, beliau pasti akan bertambah marah. Sejak saat itu, jarakku dengan ibu mulai terbatas apalagi sejak saat Aku melanjutkan kuliah.

PROFIL PENULIS
Nama : Nita Juniarti
Kuliah di Jurusan Sejarah Islam IAIN Ar-Raniry.
Kelahiran 9 juni 1993

Cerpen Remaja - Butterfly

BUTTERFLY
Cerpen Princes

“Ayo lari!” Cowok itu menepuk bahuku dan tersenyum.
Aku membalas senyumannya, dan aku mulai menyusul di belakangnya. Cowok itu terus berlari mendahului anak-anak yang lainnya. Dan ia pun menepuk semua bahu anak cewek yang dilewatinya. Kecuali satu orang. Laura. Cowok itu melewati Laura sambil tersenyum lebar. “Aku duluan.” Aku bisa membaca gerak bibir cowok itu.

Kenapa cowok itu hanya tersenyum saja, tidak menepuk bahu Laura?
“Bengong, lagi ngeliatin siapa?” tanya Miki, teman sekelasku dan sekaligus temanku di Karate, sabuk hijau.
“Siapa? Aku tidak….”
“Armand, ya? Wajar kok. Ia tampan dan ramah pada siapa saja. Semua orang suka padanya. Lihat, ia tertawa, lucu banget, ya, babyface!”

Aku hanya tersenyum mendengarnya.
Setelah berlari mengelilingi aula tertutup 5 putaran, semua anggota Karate berbaris dan mulai pemanasan dibimbing Sensei. Aku berbaris paling belakang di ujung kiri, jadi aku dapat melihat semua orang. Lagipula aku masih sabuk putih, jadi harus baris di belakang.
Aku baru masuk eks-kul ini, dan baru 3x latihan. Tapi entah kenapa, aku merasa cowok sabuk kuning itu selalu melihat kea rah Laura, cewek tomboy, penuh semangat dan ide-ide itu. laura mengenakan sabuk hijau.
Kurasa curi-curi pandang. Apa cowok itu naksir? Tapi….”
Saat latihan usai, aku buru-buru meminum aqua-ku, karena aku sangat haus. Tiba-tiba cowok itu, oke baiklah, ‘Armand’, mengacak-acak rambutku. “Rajin latihan, ya, agar teknikmu semakin bagus.”
Aku tersenyum dan mengacungkan jempol, “Baik, oke!” Baru kenal, tapi Armand langsung dapat menarik siapa saja. Dari dekat, matanya benar-benar bagus, cokelat muda. Armand seangkatan denganku, Miki, dan Laura. Tapi Armand seperti adik kelas saja, sebab wajahnya benar-benar imut!

Sebulan telah berlalu dan selama itu aku di Karate. Dan kini aku sedang berpikir. Armand selalu bercanda dengan orang-orang di sekelilingnya. Menyentuh, disentuh, dipukul, memukul. Kurang ajar, agak sombong. Ramah, penyemangat, setia kawan.

Banyak cewek-cewek mengelus rambutnya, merangkulnya. Armand pun terkadang tiduran di paha senior cewek. Atau bermanja-manja dengan cewek. Tapi….seperti kupertanyakan sebelumnya, kenapa Armand tidak pernah menepuk bahu Laura? Menyentuh pun tidak. Enatah enggan, entah segan, atau….”
“Jangan melamun, oi!” Miki mencubitku. Ia tertawa.
“Aku tidak melamun, aku sedang memerhatikan kupu-kupu itu!”
“Benarkah?” Miki tiduran di rerumputan di sebelahku. “Oh, langit biru sekali, indahnya!”
“Benar, aku suka istirahat di sini….Langit pun terlihat dan di sini teduh.”
“Kau suka pada Armand?”
“Suka, tentu saja, teman….:”
“Kau sering memerhatikannya.”
“Oh, itu….” Aku tergelak. “Aku memang memerhatikan, ah, tidak, lebih tepatnya meneliti.”
“Meneliti?”
“Ya….”
“Dia? Sudahlah, akui saja kalau kau suka padanya.”
“Tidak, sungguh. Oke, awalnya aku suka. Aku ge-er sendiri karena ia baik padaku.”
“Dia juga baik padaku. Dan kupikir…dia menyukaiku.” ujar Miki. “Aku lebih dulu mengenalnya, Fivi.

Aku hanya tersenyum mendengar ucapan ketus temanku itu.
“Kenapa tersenyum?”
“Tidak, hanya saja kurasa Armand suka pada Laura.”
“Laura? Tidak mungkin! Dengar Fivi, ia tidak akrab dengan Laura seperti ia akrab dengan kita. Ia tidak pernah bercanda konyol dengan Laura, menyentuh pun tidak!”

Ups, sepertinya Miki emosi! “Tenang, Miki. Dengarkan aku. Karena itulah aku meneliti. Memang tidak pernah ‘menyentuh’. Tetapi jika kaulihat lebih teliti, mereka suka pulang bersama.”
“Itu karena rumah mereka searah. Semua orang tahu itu.”
“…Armand sangat memerhatikan Laura, curi-curi pandang. Ia tidak menyentuh karena ia hormat. Karena ia suka Laura.”
“Omongan macam apa itu! kau benar-benar menyebalkan! Kita lihat saja nanti, aku yakin Armand suka padaku!”
Aku menggaruk pelipisku sambil memandangi kepergian Miki. Aku menghela napas, dan mulai mencari kupu-kupu yang tadi hilang dari pandangan. 

Aku dan Miki melihat hal yang paling kunantikan sejak aku meneliti Armand. Setelah selesai kegiatan klub Karate ─ seminggu setelah aku bertengkar dengan Miki ─ Armand menggandeng tangan Laura. Semua anggota klub meributkannya, termasuk Sensei. Ada yang memberi selamat, ada juga yang diam-diam pergi, mungkin menangis di toilet.

Miki terdiam di tempat. Mata dan wajahnya merah.
“Miki, aku minta maaf….”
“Tidak, aku yang harus minta maaf, tapi kurasa aku ingin sendiri dulu. Bisa kau antar aku untuk mencari taxi?”
Aku merangkulnya, “Ayo, dengan senang hati.”

Aku sadar, maksudku tersadar….bahwa Armand hanya idola bagiku. Dan kuharap jika aku jatuh cinta lagi, bukan cowok super ramah seperti Armand….Aku tersenyum sambil memandangi langit biru di atasku. Sudah tidak ada kupu-kupu lagi yang harus kuteliti.

-Tamat-

PROFIL PENULIS
Nama: Putri Permatasari
e-mail: putri_comics86_ydwds@yahoo.com

Baca juga Cerpen Remaja yang lainnya.

Kuncup Bungan Terakhir - Cerpen Cinta Terbaru

KUNCUP BUNGA TERAKHIR
Cerpen Muhammad Bagas Wiguna

Hujan masih menitik disaat kokok ayam jantan memecah atmosfir sunyi dini hari. Jam menunjukan pukul 03.30. Khasna masih terpekur diatas potongan batang bambu yang terjejer rapi diatas kolam. Waktu seakan tak menghiraukannya. Menenggelamkannya dalam derai air mata sejak dentang tengah malam. Khasna mendongak perlahan. Leher dan pundaknya terasa sedikit pegal. Berdiam dengan posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama membuat badannya terasa kaku. Apalagi dengan diselimuti kabut dini hari yang terasa menusuk kulit. Khasna melihat ke langit. Dari balik mata sembapnya, ia melihat kuncup-kuncup fajar mulai merekah. Langit tak lagi segelap malam.
“Astaghfirullahal’adzim.” Khasna bergumam pelan. Dengan kedua telapak tangannya, ia mengusap air mata yang masih saja terus meleleh. Setelah dirasa jiwa dan raganya cukup kuat, Khasna bangkit dari duduknya. Disisingkannya lengan panjang baju tidurnya. Digulungnya dengan teratur kain celana yang menutupi kedua mata kakinya.

Perlahan air dingin membasahinya. Mensucikan setiap jengkal kulit tubuh yang ia basuh. Memberikan kesegaran serta ketenangan pada batinnya yang terguncang. Ia akan bercerita. Menumpahkan segala rasa yang membelenggu pada Tuhannya. Mengadukan tanggungan rasa yang tak mampu ia pikul. Dalam balutan mukena putih bersih, Khasna dengan khusyuk terus bersujud. Tak mempedulikan sajadahnya yang basah oleh derai air mata. Tak mempedulikan waktu yang terus merayap.

Semua ini bermula ketika ia baru menjadi relawan tenaga pengajar di sebuah daerah terpencil di Papua. Sejak ia menginjakkan kaki di usia remaja hingga ia berusia 20 tahun saat ini, semangatnya untuk menjadi relawan di daerah terpencil di Indonesia tak pernah surut. Dan akhirnya mimpi itu terwujud. Di daerah dimana ia ditempatkan saat ini, Khasna dibantu oleh Mas Kholif dalam tugasnya menjadi tenaga pengajar. Kebetulan mereka mengajar disekolah yang sama. Mas Kholif telah menjadi relawan pengajar sejak 3 tahun lalu. Sehingga tidak heran jika ia lebih akrab dengan masyarakat lokal. Selisih umur mereka yang hanya terpaut 4 tahun, membuat Khasna mudah untuk menjalin komunikasi dengan Mas Kholif. Sebelumnya Mas Kholif ditempatkan berdua dengan Mas Hanif. Namun tepat 1 bulan sebelum Khasna datang, Mas Hanif kembali kedaerah asalnya di Purwokerto untuk menikah.

Pernah suatu hari ketika Khasna mengabsen anak didiknya, dua orang tidak hadir. Ketika ditanyakan pada teman yang lain, “Mereka mencari ulat sagu.” Jawabnya. Khasna heran, “Untuk apa mereka mencari ulat sagu?”
“Sebagai lauk makan siang. Dimusim seperti ini, ulat sagu sedang banyak.” Khasna mual. Perutnya serasa diaduk. Membayangkan hewan gemuk sebesar ibu jarinya menggeliat diatas penggorengan atau diatas api ketika dibakar.
“Hooekk!!” Keringat tiba-tiba membasahi dahinya. Wajah Khasna pucat. Dengan menahan isi perut yang hendak keluar, Khasna berlari keluar ruangan. Pagi tadi dia belum sarapan pagi, sehingga yang keluar hanya air.
“Anda tidak apa-apa, Bu Khasna?” Tanpa disadarinya Mas Kholif suda ada dibelakangnya. Memandang cemas Khasna yang terus memegangi perut. “Saya tidak apa-apa. Hanya sedikit lelah.” Akunya sedikit berbohong. Ia tak mungkin menceritakan bahwa ia mual setengah mati membayangkan ulat sagu dijadika lauk makan siang. Mungkin itu hal yang wajar bagi penduduk sekitar, namun tidak baginya.
“Hhooeek!!” Khasna mual lagi. Ia harus mengalihkan pikirannya dari ulat sagu itu. Jika tidak dia akan terus muntah-muntah.
“Sebaiknya anda istirahat saja. Biar saya yang menggantikan anda mengajar.” Saran Mas Kholif. Ia sungguh tak tega melihat Khasna yang sudah cukup kurus terlihat makin kurus karena sedang tidak sehat. “Tapi bagaimana dengan kelas anda?” tanya Khasna tak enak.
“Kelas saya sudah selesai. Sebaiknya anda bergegas pulang. Muka anda makin pucat.” Khasna tak membantah. Ia memang harus segera tidur dan bangun dengan harapan telah melupakan mengenai peristiwa ulat sagu itu. “Terima kasih.” Ucap Khsana tulus. Mas Kholif memang baik. Dia memang selalu menolong Khasna setiap dirinya kesusahan.

Siang sangat terik. Hari ini sekolah libur. Salah seorang penduduk berniat untuk membangun rumah. Sehingga seluruh kaum pria, tak terkecuali anak-anak atau remaja, bergotong-royong membantu. Para kaum wanita bekerja didapur. Membuat makanan untuk disantap setelah lelah bekerja.
“Ah, iya. Hari ini aku harus mengambil laporan pengajaran ketika aku ijin pulang kemarin. Semoga Mas Kholif ada dirumah.” Bergegas Khasna mengenakan pakaian panjangnya. Cukup celana panjang longgar dan baju lengan panjang yang menutupi tubuhnya hingga lutut. Ditempatnya sekarang Khsana juga harus menyesuaikan caranya berpakaian. Apalagi melihat keadaan alam tempat ia beraktifitas sekarang dengan ketika ia masih tinggal di Bandung. Sangat berbeda. Celana cukup praktis dan membuatnya leluasa bergerak dibandingkan dengan gamis atau rok panjang yang ia suka kenakan ketika berada di Bandung.

Kebetulan sekali Mas Kholif sedang berada dihalaman rumah ketika Khasna sampai. Hanya satu panggilan, Mas Kholif sudah dapat menyadari kedatangan Khasna.
“Tumbenan main ke rumahku, Dik.” Komentar Mas Kholif. Khasna terkekeh. Oh, iya. Walau disekolah Mas Kholif memanggil Khasna dengan sebutan ‘Bu’, tapi jika diluar lingkungan sekolah Khasna dipanggil dengan sebutan ‘Dik’.
“Ganggu nggak, Mas? Aku cuma mau ngambil laporan pengajaran waktu aku ijin. Ehm, makasih banget lho. Lagi-lagi aku ditolong sama Mas Khollif.” Ujar Khasna rikuh. Yang diberi ucapan terima kasih justru hanya tersenyum. Dimata Khollif pribadi, sosok Khasna ketika mengajar dikelas dengan Khasna ketika diluar lingkungan sekolah, keduanya sangat berbeda. Apalagi jika sedang berbincang dengannya seperti ini, Khasna semakin terlihat seperti gadis remaja. Kedewasaan yang umunya muncul di umur 20 tahun sama sekali tak nampak.
“Astaghfirullah.” Gumamnya. Tiba-tiba ia merasa terkejut dengan pemikirannya mengenai Khasna. Ya Allah, jangan sampai pikiran ini meracuni hatiku, batin Kholif.
“Mas nggumam apa? Ngomong-ngomong laporannya mana?” tanya Khasna, heran dengan sikap Mas Kholif yang dari tadi terdiam.
“Sebentar ya. Tak ambil dulu didalam.” Kholif meninggalkan Khasna yang kemudian asyik berayun di ayunan kayu yang ia buat sendiri.

Hari-hari berjalan dengan lancar sejauh ini. Ia juga merasa semakin lama Mas Kholif semakin terasa dekat. Seperti mempunyai pelindung ditempat yang belum lama ia kenal. Sampai kejadian itu tidak terduga. Datang dengan cepat dan membawa perubahan luar biasa dalam hubungan pertemanan antara kedua insan itu. Sebelumnya khasna tak menemukan tanda-tanda yang berarti pada diri Mas Kholif. Memang sikap Mas Kholif padanya menjadi lebih lembut. Bahkan ia tidak mau bercanda sedikit berlebihan dengan Khasna seperti sebelumnya. Tapi perubahan sikap Mas Kholif tersebut tak membuat Khasna berpikir bahwa Mas Kholif mencintai dirinya. Dan kemudian, lamaran secara tidak langsung itu terucap. Terangkai dengan kata yang sederhana, namun sama sekali tak ada keraguan. Mas Kholif berkata bahwa ia mencintai Khasna bukan karena keadaannya saat ini yang mendesaknnya. Ia tulus mencintai Khasna. Dirinya sendiripun tidak pernah menduga bahwa ia akan jatuh cinta pada Khasna.

Khasna mengakhiri sholat tahajudnya. Hatinya telah lebih tenang. Insya Allah, surat kepada keluarganya yang yang ia kirim seminggu yang lalu mengenai lamaran Mas Kholif pun akan sampai hari ini. Dan setelah keluarga, terutama kedua orang tuanya, memberi jawaban, maka Khasna akan memberi jawaban pada Mas Kholif.
“Pagi, Bu Khasna.” Dari belakang punggungnya Mas Kholif menyapanya yang baru saja sampai. Sikap Mas Kholif tidak berubah setelah kejadian lamaran itu. Dia tidak menjauhi Khasna dan juga tidak berusaha mencari muka. Natural namun tetap bersikap lembut pada Khasna. Terkadang malah Khasna yang dibuat salah tingkah.
“Ah,eh…pagi. Pagi benar, Mas? Eh, maksud saya Pak Kholif.” Khasna tersenyum kecut karena salah tingkahnya barusan. Ugh, malu! Pikir Khasna.

Sorenya surat itu tergeletak didepan pintu rumah Khasna. Dengan tidak sabar, langsung di baca oleh Khasna.
“Subhanallah, terima kasih ya Allah. Ayah dan ibu menerima Mas Kholif.”

Dua minggu kemudian pernikahan sederhana itu berlangsung hikmat. Mas Kholif dan Khasna memutuskan untuk menikah di kota terdekat yang banyak terdapat muslim untuk dijadikan saksi janji suci mereka berdua.
Karena masa tugas yang belum tuntas, untuk sementara mereka akan tetap tinggal di Papua. Namun mereka akui, dalam hati kedua insan yang sedang berbahagia itu, rasa bahagia dan cemas tetap melanda ketika mereka akan bertemu kedua orang tua masing-masing.

Baca juga Cerpen Cinta yang Lainnya.