Minggu, 01 Juli 2012

Cerpen Romantis Update Juli 2012

Cerpen Romantis Juli 2012 - Mungkin bagi setiap Manusia Romantisme memang dalam kehidupan sangat dibutuhkan karena dalam Romantisme ini manusia dituntuk untuk saling memahami dan menyayangi, Mungkin bagi penulis arti makna romantis bisa dituangkan dalam sebuah karya sastra baik Cerpen Maupun Puisi, seperti sahabat-sahabat loker seni yang sudah kreatif membuat Cerpen Romantis dibawah ini.

Dan Cerpen Romantis dibawah ini adalah Cerpen Romantis yang berhasisl terkumpul dari sahabat-sahat Loker Seni yang sudah mengirimkan Cerpen Romantis dan Dipublikasikan Pada bulan JULI 2012, Okelah langsung saja untuk membaca Kumpulan Cerpen Romantis hasil kiriman dari sahahat lokerseni dibawah ini.


KUMPULAN CERPEN ROMATIS UPDATE JULI 2012
1. CINTA DAN DONGENG
Karya Maya Winandra Nova
“Kringggg.....!!!”
“Assalamualaikum”. Pesan baru dari Handphone ku, tertulis salam dari pengguna nomor baru. Dan ku jawa “Waalaikumsalam....”...Baca Selengkapnya....
2. MENATAP (MATA) MATAHARI
Karya Shofyan Amri
Sejenak pikiranku waktu itu melayang jauh menemui seseorang yang jauh diseberang sana dan seseorang yang merupakan penyejuk hati dikala gersang kerap melanda, selalu tersenyum dikala luka merekah menunjukkan garangnya,...Baca Selengkapnya....
3. THE SIGNS OF THE DREAMS #2 : IMPIAN SANG SILENTER
Karya Avans Cross Lines
Aku tidak tahu apa yang aku inginkan jika aku dihadapkan pada dua pilihan yang bagi orang lain mungkin tak perlu berpikir untuk memilihnya....Baca Selengkapnya....
4. CINTA DUA BULAN
Karya Mardiono
Waktu dzuhur hampir tiba. Suara lantunan mengaji bersahut – sahutan dari menara surau. Aisyah tetap terdiam di boncengan. Mulut gang rumah semakin lama terlihat besar dan jelas. Di pintu masuk, berhias bujur bunga bertuliskan “Selamat Datang”. Aisyah heran....Baca Selengkapnya.....

5. SWEET MEMORY
Karya Adella
Pagi yang cerah membuatku semangat untuk menjalani pagi ini. Suara burung berkicauan dan matahari pun mulai bersinar ketika aku membuka jendela kamarku. Udara pagi hari yang sejuk seperti biasanya....Baca Selengkapnya.....
6. YOU WERE MINE
Karya Victoria Diora Artha
Aku gak sedih. Sama sekali nggak waktu aku memutuskan hubungan kami. Aku tersenyum lega malah. Lega karena aku gak harus memalsukan perasaan lagi untuk membuat dia tersenyum bahagia....Baca Selengkapnya.....

Semoga Cerpen Romantis diatas bisa bermanfaat bagi anda, SHARE atau LIKE jika Postingan Cerpen Cinta Update Juli 2012 diatas bisa menjadi Inpirasi atau Motivasi anda  dan kami ucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya.

Kumpulan Cerpen Cinta Update Juli 2012

Cerpen Cinta Update Juli 2012  - Oke seperti biasanya sebelum saya share postingan Cerpen Tentang Cinta Terbaru, saya akan memperkenalkan postingan saya sebelumnya yakni Cerpen Persahabatan dan Cerita  Lucu. memang yang namanya cinta sangat kuat posisinya dalam kehidupan kita, baik Cinta kepada sang Pencita maupun cinta kepada sesama manusia dan kali ini saya akan share tentang Cerpen Cinta yang didalamnya mungkin terdapat cerita yang menarik dan bisa menjadi sebuah pelajaran untuk kita dalam kehidupan.

Dan Cerpen Cinta ini akan kami Update secara berkala dan Mudah-mudahan bisa Update setiap hati, Kali ini Cerpen CInta ini Update Juli 2012, Okelah jangan panjang-panjang narasinya, silahkan saja baca Cerpen Tentang Cinta dibawah ini.

KUMPULAN CERPEN CINTA UPDATE JULI 2012


1. KASIH TAK SAMPAI
Karya Devi Nurmalasari
Haii...hari ini aku baru saja mulai tahun ajaran baru,sekarang aku duduk di kelas 1 SMP swasta d daerah ku. aku adalah seorang anak bungsu dari 4 bersaudara...nama ku Dera! hari ini,bulan juli 2004,aku mulai MOPD di sekolah baru ku.....Baca Selengkapnya.....
2. LATE
Karya Jesica Oktavia
Kau benar. Aku memang telah terjebak dalam dimensi ukiran cinta yang rumit. Aku bermimpi mencoba meraih cinta yang dulu pernah aku lukai. Kini, Sekeras apapun aku mencoba bertahan. Sekeras apapun aku berlari mengejarnya...Baca Selengkapnya..... 
3. CINTA DAN DONGENG
Karya Maya Winandra Nova
“Kringggg.....!!!”
“Assalamualaikum”. Pesan baru dari Handphone ku, tertulis salam dari pengguna nomor baru. Dan ku jawa “Waalaikumsalam....”....Baca Selengkapnya.....
4. SMP CINTAKU
Karya Feryda Triyana Kusumawardhani
Pagi itu aku terbangun dari mimpiku yang indah. Hari itu hari pertamaku masuk sekolah setelah libur semester satu, libur yang selalu ditunggu-tunggu oleh murit sekolah. O.... ia aku lupa belum mengenalkan diri. Namaku Cela Prasetyo, umurku 13 tahun, aku masih duduk di kelas 8 SMP Perita. Aku anak terakhir dari tiga bersaudara.....Baca Selengkapnya.....
5. CINTA YANG MENENTUKAN TAKDIRNYA
Karya Adni
Di sebuah taman ada seorang cewek cantik dengan rambut yang terurai indah tapi wajahnya terlihat sendu oleh kesedihan, dan satu sosok lagi seorang cowok dengan pakaian kasualnya yang menarik begitu gagah tapi di wajahnya.....Baca Selengkapnya.....
6. SAH INI
Karya Mira Diana Afianti
Hati ini gundah, terngiang sosok dirimu, sosok yang selama ini aku kagumi. Aku mengharapkan sejuta kasih putihmu, aku mencintaimu tanpa memandang apapun. Aku tulus mencintaimu. Tapi kapan kau membalas ketuluskan ku ini dengan cinta putihmu???...Baca Selengkapnya.....
7. INDAH DIAWAL, SAKIT DIAKHIR
Karya Adella
Namaku Jessica biasanya teman-temanku memanggil aku ica . Aku seorang siswi yang sekarang duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama di Malang . Akhir-akhir ini,aku sedang dekat dgn sahabatnya sahabatku,Alfan....Baca Selengkapnya.....
8. SENJA DI BUKIT ASOKA
Karya Susianadjati
"Do, coba deh lihat langit itu! indah ya...merah seperti semburat merah pipiku saat tersipu malu" kataku pada Rido. Rido yang duduk disebelahku hanya tertawa mendengar perkataanku tadi." Kok ketawa si Do "....Baca Selengkapnya.....
9. MALAM TERINDAH
Karya Nabilla Yuanita
“ hai Kayla,” suara cowok yang tiba-tiba duduk diatas bangkuku menyapaku. Cowok cakep ini bernama Jason berasal dari Australia, Jason pindah ke Indonesia karena tugas ayahnya dipindahkan di Indonesia. Aku suka mata birunya, cewek siapapun yang melihat mata Jason pasti akan luluh hatinya.....Baca Selengkapnya.....
10. KARENA CLARA SEORANG WANITA
Karya Nathania Larissa
Dari segala bentuk cara pengungkapan pikiran yang ada di dunia ini, Clara paling suka bercerita padaku. Bercerita padaku amat menyenangkan baginya. Karena kami sama-sama wanita, dan wanita tentunya saling mengerti sesama.....Baca Selengkapnya.....
11. ADA CERITA DI BALIK BOLU PISANG
Karya Susianadjati
Dari balik kisi jendela kaca, mataku menerawang jauh menembus guyuran air hujan yang membasahi bumi. Ku peluk boneka beruang biru ini. Boneka ini adalah pemberian Diva sahabatku. Selain sebagai sahabatku Diva sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Ya....karena di Jakarta ini aku hanya seorang diri. Sejak aku datang ke Jakarta,....Baca Selengkapnya.....
 
12. AKHIR KISAH CINTAKU
Karya Nur Zakia Citra Dewi
Awal kisah cintaku, semuanya tak mampu aku ungkapkan dalam setiap kalimat tulisan ini. Hanya mampu meneteskan air mata, sungguh tak kusadari bahwa kisah cintaku berujung pada kesedihan yang takkan mampu bisa kulupakan.....Baca Selengkapnya.....
13. HATI INI UNTUKMU TAPI NANTI
Karya Abel Cavalera
Panggil saja dia Dodot. Dodot lelaki dekil yang kerjanya hanya maen, tidur, dan makan, tapi dia begitu dikagumi seorang gadis. Memang bener kata orang yang namanya orang cakep mau kayak gimana juga tetap cakep, seperti itulah Rachel,gadis yang mengagumi Dodot.....Baca Selengkapnya.....
14. MANUSIA BERHATI MALAIKAT
Karya Rendra Citra Pahlewi
Gelap gulita, tak nampak sepercikpun cahaya, hanya hitam yang terlihat di mata indah seorang gadis cantik.Terangnya bulan, paduan warna cerah pelangi, luasnya langit, tingginya gunung, birunya laut, hijaunya daun, dan segala hal ciptaan Tuhan seakan semua sirna di penglihatannya itu. Hari-harinya hanya di temani sang kegelapan yang seakan mencekamnya saat usia 5 tahun sampai sekarang....Baca Selengkapnya.....

15. SETANGKAI MAWAR DALAM KENANGAN
Karya Helena Annisa
Dalam rangkaian masa lalu, kuukir namamu dalam relung jiwa. Tak tergantikan. Hidup bersama semilir angin yang berhembus beraturan. Sehingga bayang ulasan senyummu tak hilang walau abstrak. Kau tetap ada.....Baca Selengkapnya.....
16. CINTA SEORANG NINA
Karya Murni Oktarina
“Hebat! Berani sekali kamu Nina membantah omongan Pak Haris tadi,” decak Riri kagum pada Nina yang sedang asyik makan bakso di hadapannya.....Baca Selengkapnya.....
17. BULAN DEPAN
Karya Turina Sabari
Siang hari. Ayu, Lia, dan Sari turun dari Taksi yang mengantarkan mereka dari Kampus menuju kawasan Bintaro. Setelah taksi menderu pergi, Ayu mengajak Lia dan Sari untuk membeli es kelapa yang menurutnya enak itu......Baca Selengkapnya.....
18. PUPUS
Karya Zahrina Oktaviana
Hari itu aku keterima di SMA favorit pilihanku. Seneng saat itu ku rasakan, aku jadi tak sabar ingin rasanya aku ingin menginjakan kakiku di kelas yang baru dengan suasana baru.....Baca Selengkapnya.....
19. KARENA ADA CINTA
Karya Murni Oktarina
Di sebuah rumah mewah, terlihat seorang gadis berusia 16 tahun sedang menyapu ruangan tamu yang sangat besar. Gadis itu bernama Dina, siswi kelas 2 SMA. Meski usianya yang masih belia, dia harus bekerja untuk membantu meringankan beban bibinya yang telah membesarkan dirinya. Orang tua Dina meninggal dunia karena kecelakaan waktu Dina masih berumur 4 tahun.....Baca Selengkapnya.....
20. BUKAN DIA,TAPI AKU
Karya Pramitha
Sesaat kupandangi wajah indah itu, dengan rambut lurus tergerai dan sepasang mata indah tersebut sedang berjalan kemari. Sudah lama aku memperhatikannya,sejak kami memasuki sekolah yang sama, dan sejak kami sekelas, aku terus memperhatikanya....Baca Selengkapnya.....

21. BUKTI CINTA SEORANG SAHABAT
Oleh Ilkka Marchiana Utari
Ada seorang cewek yang bernama Vina. Vina duduk di kelas 2 SMK. Dia sedang jatuh cinta terhadap Dimas, cowok yang sudah kuliah yang di kenalin oleh sahabatnya, Vanya. Vina beruntung sekali sudah kenal sama Dimas. Karena selain ganteng, dia juga seseorang yang baik hati, pintar, dan sudah kuliah sambil kerja.....Baca Selengkapnya.....
22. PRESENT LOVES, AT DEATH NIGHT
Karya Yanha N
Jalan yang gelap gulita dan kendaraan yang mulai habis dimakan malam seorang gadis masih terus memetik senar gitarnya dengan alunan yang mellow dengan nada yang hening dan dengan suara yang lembut menyentuh angin bahkan lirik yang sama berulang hingga lelah, air mata juga ikut bertugas dan kenangan yang indah kini jadi sepi yang buta....Baca Selengkapnya.....
23. SEBATAS SAHABAT
Karya Novi Viana
Cinta itu tumbuh dari mata dan turun kehati. Cinta itu juga sesuatu yang misterius, tak ada yang tahu kapan datangnya cinta itu dan tak ada yang tahu pula kapan perginya cinta itu, menghancurkan segala harapan dan impian seseorang....Baca Selengkapnya.....
24. BENCI MENJADI CINTA
Karya Irma Erviana
"Benci menjadi cinta" sebenarnya aku tidak percaya dengan kalimat itu, mana mungkin seseorang yang sangat ku benci kini telah menjadi seseorang yang sangat kucintai......Baca Selengkapnya.....
25. CINTA YANG INDAH TAPI SINGKAT DAN MENYEDIHKAN
Karya Nozhea Recha
Namaku Zaa,, Aku seorang gadis yang sudah lama mencintai seorang cowok namanya Tweddy (NS) dia kakakk kelasku, Menurutku dia baik,asyiikk,lucu,tampan tapi keras kepala . walaupun begitu Aku syang banget sama dia soalnya . . ??? nah itu dia aku juga gak tau kenapa ...Baca Selengkapnya.....
26. CERITA CINTA WANITA BERCADAR
Karya Yulika Gita Rahayu
Aku seorang gadis muslim yang selalu mencintai dan menyayangi Allah.Aku tak kenal apa itu yang dinamakan cinta dan sayang.Aku hanya mengenal cinta dan sayangnya Allah pada diriku.Setiap aku bepergian kemana mana tak pernah luput menyebut nama Allah....Baca Selengkapnya.....
27. SEPUCUK SURAT UNTUK SAHABAT
Karya Rizky Apriliani Pratama
Aku telusuri langkah senja yang memerah, mengintip sang dewi dalam cahaya, menatap lipatan kabut yang membuana seakan jadi pelopor untuk segera memanggil sang dewi tidur.....Baca Selengkapnya.....
28. MAAFKAN AKU DINDA
Karya Mardiono
“ FUUUU……HH “ kesalku menghela nafas. Akhirnya harapanku bisa tercapai juga. Mengajar privat dibeberapa rumah warga. Lumayan, honornya buat tambahan biaya kuliahku......Baca Selengkapnya.....
29. KUTUNGGU KAMU DISINI
Karya Isri Ulfaini
Hari ini hari terakhir aku mengenakan seragam abu – abuku karena hari ini pengumuman kelulusan dan aku dinyatakan lulus.semua teman-temanku sangat gembira dengan hasil ujian kami begitu juga aku.kami semua mencoret – coret baju dan saling berbagi tanda tangan sebagai kenang – kenangan dihalam sekolah....Baca Selengkapnya.....

30. DIBALIK PELANGI HITAM
Karya Febby Anggraeni
Sore itu aku masih terisak dalam tangis yang berkepanjangan. Sekolah sudah sangat sepi. Aku benar-benar ingin menghabiskan air mataku. Putus cinta dengan pacar pertamaku pastilah teramat pekik, apalagi dengan pengkhianatan seorang sahabat baikku yang ternyata menjalin hubungan spesial dengan pacarku....Baca Selengkapnya.....
31. FOR A THOUSAND YEARS
Karya Shinta Aprilia
Gaun putih yang kini aku kenakan, dan bucket bunga mawar putih yang kini ada digenggamanku, membawa kegembiraan mendalam. Aku tersenyum, membayangkan aku akan berjalan di jalan setapak panjang, di kelilingi bunga-bunga mawar cantik dan di sekitarnya terdapat sepasang merpati putih yang memadu kasih...Baca Selengkapnya.....
32. DIA MENINGGALKAN AKU YANG SERING MENINGGALKANNYA
Karya Febby Anggraeni
Ia berjalan melewati koridor sekolah sambil melihat-lihat kondisi sekitarnya yang lumayan disiplin dengan masalah lingkungan. Diturutinya jalan membelok kearah kiri menuju taman belakang sekolah...Baca Selengkapnya.....
33. SAHABAT DAN CINTA TAK TERUNGKAP
Karya Shofyan Amri
Khayalnya siang itu melesat menjauh melewati ribuan kilometer jalur kehidupan, menembus terik mentari yang seakan membakar apapun yang ada dihadapannya, tanpa mempedulikan siapa dan apa itu, hanya menerjang tanpa ampun....Baca Selengkapnya.....
34. CINTA DUA BULAN
Karya Mardiono
Waktu dzuhur hampir tiba. Suara lantunan mengaji bersahut – sahutan dari menara surau. Aisyah tetap terdiam di boncengan. Mulut gang rumah semakin lama terlihat besar dan jelas. Di pintu masuk, berhias bujur bunga bertuliskan “Selamat Datang”. Aisyah heran....Baca Selengkapnya.....
35. YOU WERE MINE
Karya Victoria Diora Artha
Aku gak sedih. Sama sekali nggak waktu aku memutuskan hubungan kami. Aku tersenyum lega malah. Lega karena aku gak harus memalsukan perasaan lagi untuk membuat dia tersenyum bahagia....Baca Selengkapnya.....
36. CUKUP LUKA ITU YANG TERAKHIR
Karya Dinda Ayunda Febrianto 
Kadang , kita selalu mempercayakan diri sepenuh nya kepada sahabat , karena sahabat itu , adalah tempat dimana kita mengalami susah , kita berlindung kepada sahabat di pelukan ia kita merasa nyaman namun , sakit sekali jika sahabat yang kita percaya sudah lama ,...Baca Selengkapnya.....
37. MAAF BERUJUNG DERITA
Karya Adhy Panrita Lopi
Malam ini aku duduk kembali di tempat yang sama saat pertama kali mendengar bahasa cinta dari kedua bibirnya. Di sebuah gubuk, diantara deretan gubuk-gubuk lainnya, letaknya tak jauh dari bibir pantai....Baca Selengkapnya.....

38. DILA
Karya Diah Herdiiyati Purnamasari
Suara burung hantu dan dinginnya udara malam ini menambah malam semakin kian larut.Tapi diriku tetap saja terjaga dan merasa belum ngantuk.Mungkin karena diriku lelah setelah seharian kuliah.Berangkat pagi pulang sore itulah kegiatanku sehari-hari.Bila ku ingat keinginanku untuk.....Baca Selengkapnya.....
39. KISAH CINTA SII PECUNDANG
Karya Ardianto
Ini kisah seorang laki-laki yang menjalani sebuah kehidupan cinta,dan selalu berbuah kepahitan dimana selalu ada cobaan yang melululantanggkan semua jalan cinta seorang pecundang itu....Baca Selengkapnya.....
40. SATU HATI SATU CINTA
Karya Rahma M.M
Kokokan ayam sampai juga suaranya di telingaku,cukup membuatku bangun dan kelabakan karna bangun kesiangan, segera kusingkapkan selimutku dan lari tunggang langgang ke kamar mandi kaya orang abis maling jemuran... segera ku talikan sepatuku dan menuju ruang makan,ku lirik jam didinding...Baca Selengkapnya.....
41. SALAH MEMILIH
Karya Mayusari
Hari ini, aku bergegas menuju ke sekolah, karena masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan. Saat aku tiba di pintu kelas, si playboy itu mulai mengganggu ku lagi....Baca Selengkapnya.....
42. SKENARIO CINTA-NYA UNTUK AISYAH
Karya Tia Yusnita
Cahaya lampu masih menerangi salah satu ruangan disebuah rumah sederhana ini. Sedang ruangan yang lainnya sudah tampak gelap karena penghuninya telah tertidur. Di ruangan yang tidak terlalu besar ini aku dan Zhafira tengah membongkar sebuah kardus yang berukuran cukup besar....Baca Selengkapnya.....
43. DAN SENYUMAN ITU
Karya Tika
Perjalanan cinta ini,, mengajarkan ku banyak hal.
Rasa sakit ini terus menyiksaku dalam kesendirian yang teramat sangat! Tapi harus kuakui, aku begitu bodoh saat melepaskannya pergi ....Baca Selengkapnya.....
44. TENDA CINTA
Karya Putra Puningan
Hari itu aku mengikuti acara perkemahan sekolah, aku menjadi salah satu panitia acara itu.akulah ketua penanggung jawab acara itu.acara akan dimulai pada hari jumat, tapi aku sebagai panitia berangkat duluan yaitu hari kamis, untuk mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan di tempat perkemahan....Baca Selengkapnya.....
45. KAMU SELAMANYA
Karya Tyas Yuliana
Belinda itulah nama panggilanku di sekolah SMK1 di kota pasuruan, aku mengikuti kegiatan osis yang memegang jabatan sebagai sekertaris keuangan, di SMK itu aku juga termasuk anggota dari kelompok dancer maka tak heran banyak yang mengnaliku.....Baca Selengkapnya.....
46. 0 KM
Karya Andi Sudianto
0 Km sebuah awal atau akhir? Inilah yang ingin aku saksikan sendiri agar tidak ada sangsi di otak ini. Semua orang ingin 0 itu menjadi sebuah awal karena itu sangat indah, beda jika 0 di selaraskan dengan kalimat akhir pasti akan sangat menjenuhkan. Karena mind set kita sudah nyaman.....Baca Selengkapnya.....
47. SUAPAN PERTAMA UNTUK EMAK
Karya Ta_wilisTazkiyah
Iringan kentongan terdengar mendekat, suara kokokan ayam semakin jelas beriringan suara khas kodok yag tak mau ketinggalan dalam konser dini hari itu. Terhitung beberapa detik kemudian suara kentongan mulai menjauh tinggal kokokan ayam dan nyanyian kodok yang masih bertahan dalam konsernya. Ku mulai terbangun dan menyadari bahwa hari ini adalah hari pertama puasa di Bulan Ramadhan....Baca Selengkapnya.....
48. SAAT CINTA TAK MENGENAL ARAH
Karya Aini Malindo
Cinta lah yang membuatku mengenalnya, cintalah membuatku mencintainya, dan cinta yang membuatku bertemu dengannya....Baca Selengkapnya.....
49. RINTANGAN YANG DILABUHKAN PADA CINTA-NYA
Karya Siti Rahma Novyani
“Fit tangkeepp!!” teriakku sambil mengoper bola basket yang aku bawa ke Fitri. Dengan gesit Fitri menangkap bola operanku, di dribblenya bola basket yang ia bawa sambil melewati beberapa pemain lawan yang ada di hadapannya. “Yapp masukkk!! Skor bertambah dua untuk tim Atlantik!!” ucap sang komentator, setelah Fitri melakukan gaya layup saat memasukan Bola ke dalam keranjang....Baca Selengkapnya.....

50. BUKAN PACAR PERTAMA, NAMUN CINTA PERTAMA
Karya I Gusti Ayu Diah Tantri
Intan Apriliya . Iya itulah namaku . Seorang gadis berusia 16 tahun . Teman teman sering memanggilku ‘Liya’ :’) . Saat ini aku duduk di kelas XI . Di salah satu sekolah favorit di kotaku . Dan aku pun mendapat kelas/jurusan terfavorit di sekolah ku .....Baca Selengkapnya.....
51. KARENA AKU MENCINTAIMU
Karya Iindy“ya..” jawabku singkat,itupun tanpa memandang wajahnya.Aku masih menatap cermin,berpura-pura menata rambutku,yang jelas-jelas sudah rapi sejak gadis itu berdiri di belakangku. Dia pergi setelah mungkin merasa aku sama sekali tak memperhatikannya. Baguslah,batinku.....Baca Selengkapnya.....
52. TIDAK MUNGKIN AKU CINTA CEWEK JELEK ITU!
Karya Codet
Fika langsung menganga. Lalu ia tertawa terbahak-bahak. Ia mengangkat roknya dan berputar bagai putri lalu lalu bergaya bagai model tenar. “Yah, banyak yang bilang sih kalau aku lebay. Tapi kalau orang-orang yang bilang aku jelek…biasanya sambil bercanda, atau bisik-bisik di belakangku. Baru kau yang terang-terangan.” Baca Selengkapnya.....

Semoga Cerpen Cinta diatas bisa bermanfaat bagi anda dan juga bisa memotivasi anda dalam membuat sebuah Cerpen, SHARE atau LIKE jika Cerpen diatas Bermanfaat bagi anda.

Persahabatan - Cerpen Sahabat

PERSAHABATAN
Karya Feryda Triyana K

Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Aku melihat keluar. Dewi temanku sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.
“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku.
“Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk.
“Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.
“Sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”.
“Iya tapi cepat ya” pintanya.Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.
“Wah dingin ya.” kataku pada temanku.
“Cuma begini aja dingin payah kamu.” jawabnya. Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai.
“Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya.
“Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”.
“Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” paksanya.
“Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabku malas. “Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.
“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. Tiba-tiba seorang lelaki menghampiriku dengan tersenyum manis. Sepertinya aku mengenalnya. Setelah dia mendekat aku baru ingat.
“Ramon?” tanya dalam hati penuh keheranan. Ramon adalah teman satu SD denganku dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Ramon juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana.
“Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku.
“Ramon kan?” tanyaku padanya.
“Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Dewi.
“Dew! Sini” panggilku pada Dewi yang sedang asyik bermain basket.
“Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas.
“Ada yang dateng” jawabku.
“Siapa?”tanyanya lagi, “Ramon” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik.
“Siapa? Nggak kedengeran!”.
“Sini dulu aja pasti kamu seneng”. Akhirnya Dewi pun datang menghampiri aku dan Ramon. Dengan heran ia melihat kearah kami. Ketika ia sampai dia heran melihat Ramon yang tiba-tiba menyapanya.
“Ramon” tanya Dewi, sedikit kaget melihat Ramon yang sedikit berubah.
“Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Dewi pada Ramon.
“Yeee GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Ramon yang sudah berbeda dari

3 tahun lalu.
“Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” jawabnya.
“Yah nggak kangen do’ong sama kita.” tanya Ramon sedikit lemas.
“Ya kangen do’ong kalian kan sahabat ku.” jawabnya dengan senyumnya yang manis.

Akhinya Ramon mengajak kami kerumah neneknya. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Ramon. Bella keluar dari rumah membawa minuman.
“Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?” tanyanya pada kami berdua.
“Kalau aku jelas mau dong! Kalau Dewi tau” jawabku tanpa pikir panjang.
“Ye kalau buat Ramon aja langsung mau, tapi kalau aku yang ajak susah banget.” ejek Dewi padaku.
“Maaf banget Ramon, aku nggak bisa aku ada latihan nge-band.” jawabnya kepada Ramon.
“Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Ramon padaku.
“Ok deh!” jawabku cepat.

Saat yang aku tunggu udah dateng, setelah dandan biar bikin Ramon terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Ramon. Sampai dirumah Ramon aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Ramon pun keluar dan mempersilahkan aku masuk.
“Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku.Setelah pamit untuk pergi aku dan Ramon pun langsung berangkat. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Ramon.
“Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku.
“Eh nggak apa-apa kok!” jawabku kaget.Kami pun sampai di tempat tujuan. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Ramon.

Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Ramon kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah. Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah aku ganti baju aku makan malam. Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur. Tetapi aku terus memikirkan Ramon. Kayanya aku suka deh sama Ramon.
“Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP, aku masih harus belajar.” bisikku dalam hati. Satu minggu berlalu, aku masih tetap kepikiran Ramon terus. Akhirnya sore harinya Ramon harus kembali ke Bandung lagi. Aku dan Dewi datang kerumah Ramon. Akhirnya keluarga Ramon siap untuk berangkat. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Ramon.
“Ramon aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup.
“Maaf Ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku.
“Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”. Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung. Dan akhirnya Ramon dan keluarganya berangkat ke Bandung. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Ramon. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti.


*TAMAT*

PROFIL PENULIS
Nama : Feryda Triyana K
Usia: 13 th
Sekolah: SMP Negeri 14 Madiun
Fb: Ida Idul Feryda

Baca Juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Kasih Tak Sampai - Cerpen Cinta

KASIH TAK SAMPAI
Karya Devi Nurmalasari

Haii...hari ini aku baru saja mulai tahun ajaran baru,sekarang aku duduk di kelas 1 SMP swasta d daerah ku.
aku adalah seorang anak bungsu dari 4 bersaudara...nama ku Dera! hari ini,bulan juli 2004,aku mulai MOPD di sekolah baru ku. setelah 2 hari aku melalui masa MOPD,aku merasa tidak ada yang aneh...semuanya berjalan lancar,namun di hari ke 3 aku menjalani MOPD,aku mulai merasakan hal yang aneh..aku bertemu dengan seorang kakak kelas ku...dia sekarang duduk di bangku kelas 3. waktu itu,para peserta MOPD,harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya tanda tangan dari kaka kelas. aku pikir,itu akan mudah..namun ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. kakak kelas yang akan aku mintai tanda tangan,tidak begitu saja memberikan tanda tangan mereka dengan percuma,mereka menyuruh ku bernyanyi,membaca puisi,mengatakan cinta,atau apa pun yang mereka ingin kan. sampai suatu ketika,aku berjalan menuju kantin sekolah,aku berniat meminta tanda tangan kepada kerumunan kaka kelas laki-laki yang sedang asik bermain gitar. "kak..maaf gangu,boleh gk minta tanda tangannya?"
sejenak,mereka berhenti memetik gitar mereka. kemudian mereka tertawa...sungguh malunya aku ketika itu. memang,aku akui,mereka sangat good looking,apa lagi yang satu itu...dia sangat mencuri perhatianku,seorang pria dengan postur badan yang tinggi,kurus,hidung mancung,pokoknya TAMPAN...namanya BAYU.
"boleh kok..boleh banget,tapi ada syaratnya"...kata salah seorang dari mereka yang aku tahu namanya itu niko..
"apa kak syaratnya?? aku mau deh,asal kakak-kakak mau ngasih tanda tangan buat aku" jawab ku. "gampang kok,elu harus nyanyi sambil main gitar! gimana?? mau?" aku terkejut mendengar ucapan dari niko,kata orang-orang,suara ku cukup enak di dengar jika bernyanyi,jadi aku tidak keberatan jika di suruh bernyanyi,tapi yang membuat aku terkejut adalah...BERMAIN GITAR,aku sama sekali tidak bisa bermain gitar..."oh god,gimana ini??" jerit batin ku. "tapi kak,aku gk bisa main gitar,aku nyanyi aja yah...ga apa-apa kan??" pinta ku.
"gk bisa dong..mana enak nyanyi tanpa musik!?" jawab niko...melihat aku yang kebingungan,bayu merebut gitar yang d pegang niko. "udah lah ko,kasian dia...biar gw aja yang maenin gitar buat dia! oh iya,nama kamu siapa?" aku tekejut,dengan membalas uluran tangannya,aku menjawab "makasih kak..nama aku dera. kaka beneran mau maenin gitar buat aku?? makasih banget yah kak..aku bakalan nyanyi lagu kesukaan kaka deh....kaka pngn aku nyanyi apa??"
bayu tersenyum melihat tingkah ku yang sangat kekanak-kanakan..
"kamu tau lagu slank yang judulnya KU TAK BISA?" tnya bayu.."tau banget kak,kaka pngn aku nanyi itu??" bayu mengangguk. aku pun bernyayi dengan diiringi petikan gitar bayu.

Niko dan teman-temannya takjub mendengar suara ku. "waaaahhh...suara lu bagus banget der..hebaaatt deh,sini gw kasih tanda tangan!" kata niko. ketika niko memberi tanda tangan di buku ku,teman-temannya pun ikut memberikan tanda tangan mereka. bayu tesenyum kepada ku...senyumannya maniiiis sekali. tuhaannn...jantung ku rasanya mau copot melihat senyumannya. "suara kamu bagus." kata bayu.
 
Hari itu pun berlalu..akhirnya masa MOPD telah selesai,kini hari pertama ku mengenakan seragam putih biru. waktu itu adalah pengumuman kelas,hasil dari pengumuman itu,aku akhirnya duduk di kelas 7-3,seketika itu,aku dan sahabat ku fitri berhambur masuk kedalam kelas. aku memilih duduk di bangku depan di depan pintu,aku terkejut ketika melihat ke atas,ternyata bayu duduk di deretan bangku paling belakang,dia sangat terlihat jelas. aku senang,ternyata kelas ku dan kelas bayu bersebrangan. setiap hari,aku memperhatikan bayu dari balik jendela kelas. suatu hari,aku cerita tentang perasaan yang selama ini kau pendam kepada sahabat ku fitri.."serius lu der?? emang iya sih..bayu itu ganteng banget,tapi kan cowo ganteng itu pasti banyak yang suka,mustahil banget dia belum punya pacar..secara tampangnya itu loh der...ganteeeng banget,bisa-bisa nanti lu di labrak kaka kelas kalo mereka tau lu naksir sama dia!"
"gw gk peduli fit..yg jelas,gw suka banget sama dia,gw baru ngerasain ini fit..mungkin ini yang di sebut FIRST LOVE yah fit??" jawab ku.
"iya...gw ngerti der. ya udah deh,gw dukung lu. tapi lu harus berani dong ngomong sama dia kalo lu suka sama dia!"

Mendengar ucapan fitri,aku berfikir. aku berencana untuk memberikan hadiah valentine untuk bayu.setidaknya dia tahu kalo selama ini aku mengaguminya.
"fit...hari ini kan valentine,lu tau gk?? gw udh nyiapin hadiah buat bayu." fitri kaget,"nekad lu yah der,ya udah,nanti istirahat,gw panggil bayu buat nemuin lu d depan toilet sekolah!"
yah..itu lah fitri,dia selalu mendukung apa yang aku mau. dia memang shabat yang baik. setelah istirahat tiba,fitri menepati janjinya untuk membawa bayu kedepan toilet sekolah untuk menemuiku.
"dera?? kamu manggil kaka? ada apa?" aku gugup,kaget,senang,bercampur aduk rasa ku saat itu. "eh kak bayu...hhehe. iya kak,aku cuma mau ngasih ini buat kaka." aku menyerahkan bungkusan yang berisi coklat untuknya. "buat apa? kaka kn gk ulang tahun!" aku malu sekali saat itu,dengan gugup aku menjawab,"itu hadian buat kaka,hari ini kan hari kasih sayang,jadi dera cuma mau ngasih hadiah buat org yg dera sayang aja. dera sayang sama kak bayu." sekuat tenaga aku mengerahkan tenaga ku,menyingkirkan rasa malu ku hanya untuk mengatakan itu kepada bayu. tapi reaksi bayu hanya tesenyum. "makasih ya der!"
aku kaget...MALU gara-gara melihat reaksi bayu.

Dengan perasaan kacau,aku masuk ke dalam kelas,disana sudah ada fitri yang menunggu cerita ku. aku menangis,aku merasa sangat malu karena aku telah melakukan hal yang bodoh dalam hidup ku.
hari-hari pun berlalu,ternyata bayu menunjukan perubahan sikapnya terhadapku,dia sangat baik dan perhatian terhadapku. hampir setiap jam dia menelpon ku,aku sangat senang dengan keadaan yang seperti ini,walaupun kini aku dan bayu hanya menjalani hubungi tanpa status,namun gosip yg beredar di sekolah kalau aku dan bayu itu berpacaran,awalnya aku merasa nyaman dengan gosip seperti itu,karena mungkin dengan begitu,tidak akan ada yang berani menggoda bayu,karena yang mereka tahu,dia adalah milik ku. namun pikiran ku salah besar,tidak aku duga,ternyata ada seorang kaka kelas wanita ku,namanya rani,dia melabrak ku dan mengatakan kalau dia sudah lama mengincar bayu. "ya udah sih kak,kita bersaing secara sehat aja!" jawab ku seakan menantang dia. "berani lu sama gw? oke..jangan nyesel kalau nanti bayu ninggalin lu!" kata-kata rani sangat membuat ku sakit hati dan sedih,aku benar-benar takut kehilangan bayu,sangat takut.

Singkat cerita,akhirnya bayu pun lulus dari sekolah kami. aku sedih,sangat sedih karena aku tahu,tidak akan ada lagi sosok bayu di sekolah ku,tidak akan ada lagi sosok yang akan melindungi ku dari ancaman kaka kelas ku,rani.
"kamu jangan sedih dera,kaka janji kok bakalan tetep telponin kamu tiap hari." ucap bayu. aku cukup merasakan ketenangan ketika mendengar kata-kata bayu. tahun pertama dia masuk SMA,dia memang rutin menelepon ku hanya untuk menanyakan keaadaan ku,tapi setelah tahun kedua,bayu menghilang,tidak ada kabar darinya,handphonenya tidak bisa di hubungi,aku kalang kabut mencari tahu tentang bayu. bertahun-tahun aku tidak tau keberadaan bayu,dan juga aku tidak pernah tau kabarnya seperti apa.
sampai suatu hari,ketika aku sudah masuk SMA,aku mulai menemukan titik terang tentang keberadaan bayu,ternyata selama ini dia pindah keluar kota.
"dera..udah dong jangan mikirin bayu aja! udah 3 taun lu mikirin dia terus,sekarang lu udah tau kan dia ada di luar kota? jadi udah..jangan harepin dia lagi!" ujar fitri ketika melihat keadaan ku yang sedang sakit. memang,akhir-akhir ini aku sering masuk rumah sakit,tapi aku sendiri tidak tau penyakit apa yang menyerang ku,orang tua ku bilang,aku hanya demam dan anemia biasa,sehingga aku sering merasakan sakit kepala.
suatu hari,ketika aku sudah merasa sehat,aku mulai kembali masuk sekolah. ketika aku sampai di rumah,mama ku memberi kabar bahwa tadi ada seorang pria yang mencariku,dia hanya menitipkan sepucuk surat untuk ku. setelah aku buka surat itu,aku sangat terkejut,ternyata bayu...dia meninggalkan nomer handphonenya untuk ku. tanpa pikir panjang,aku langsung menelpon dia.
"haloo...kak bayu?"
"iya...dera yah?"
"iya kak..kaka kemana aja? kenapa gk ngabarin dera? mna janji kaka yg bilang mau nelpon dera tiap hari? dera kangen banget sama kak bayu! tadi kak bayu ke rumah yah?"
"iya dera...kaka minta maaf,waktu itu handphone kaka ilang,jadi kaka gk bisa ngabarin dera,mau ke rumah kamu juga gk sempet!"
kurang lebih 2 jam aku melepaskan rinduku pada bayu lewat telpon,akhirnya kami berjanji untuk bertemu,sekedar melepas rindu. kami bertemu di salah satu mall d daerah ku. "kita mau kemana kak??" tanya ku pada bayu, "kita nonton aja yu?" ajak bayu. dengan semangat,aku mengikuti ajakan bayu.
selama di dalam bioskop,pandangan ku tidak pernah lepas dari bayu,sungguh,aku sangat mencintai sosok pria yang ada di hadapan ku. ketika aku tengah asik ngobrol dengan bayu,ponselnya pun berbunyi,setelah aku lihat,ternyata tertulis "my love rani memanggil" ada panggilan masuk untuk bayu,dan itu pasti dari wanita,sesaat bayu meninggalkan ku untuk menerima telpon dari wanita yang bernama rani itu. "telpon dari siapa kak? kok pake ada kata-kata my lovenya?" tanya ku pada bayu. "itu pacar kaka der!"
duuuaaarrr...hati ku bagai di serang petir di tengah hari bolong.

"itu namanya rani kak? bukan rani kaka kelas aku waktu di SMP kan kak?" tanya ku dengan berusaha agar tetap tegar. "bukan der..kaka gk mungkin pacarin cewe yang udah nyakitin kamu,yang udh ngusik hidup kamu dera...kaka janji" bayu mencoba menenangkan aku. tapi bukan kata-kata itu yang aku harapkan kaluar dari mulut nya. jujur saja,aku sangat ingin menjerit saat itu,aku sangat terpukul ketika tahu bahwa dia telah mempunyai kekasih,itu artinya penantian aku selama ini sia-sia. "ya udah,gak apa-apa kok kak,sebagai adik,dera cuma pengen yang terbaik buat kaka,selama ini,dera cuma anggap kak bayu kaka dera sendiri kok!" ucap ku membohongi diri dan perasaan ku sendiri. "makasih banget yah dera.." jawab bayu.
tiba di rumah,aku berdiam diri di kamar,aku menangis,aku tak kuasa menahan rasa kecewa ku..ingin sekali aku membenci bayu yang selama ini tidak menghargai perasaan ku. tapi aku tidak bisa membencinya.
suatu hari,sepulang sekolah,aku tidak langsung pulang,aku mampir ke toko buku untuk membeli novel kesukaan ku,disana aku melihat bayu sedang asik membaca komik kesukaannya. "kak bayu..ngapain disini? asiik..dera bisa nebeng pulang dong?" canda ku kepada bayu. "eh dera...." bayu tampak kaget ketika dia tahu kalau aku ada di tempat yang sama dengan dia.
"eh anak kecil..ngapain lu disini??" suara itu mengejutkan aku..betapa terkejutnya aku ketika tahu bahwa suara itu adalah RANI,musuh terbesar ku selama aku di SMP. "lu sendiri ngapain disini?" tanya ku ketus.
"gw nemenin pacar gw beli buku,pacar gw itu bayu!"
duuuuaarr...petir kembali menyambar ku...aku kembali kecewa untuk kesekian kalinya kepada bayu..dia berjanji untuk tidak menjalin hubungan dengan rani,tapi ternyata dia telah menjalin hubungan dengan orng yg paling aku benci. apa maksud semua ini?? aku sangat bingung,kecewa,dan sakit hati.
aku berlari meninggalkan mereka,aku pikir,bayu akan mengejar ku,ternyata tidak. bayu sama sekali tidak mempedulikan aku.
 
Sampai di rumah,aku mengurung diri di dalam kamar,aku tidak berhenti menangis,sampai aku tertidur karena lelah menangis. sore harinya,aku terbangun dari tidur ku,aku keluar kamar dengan mata yang sembab,ketika aku mulai keluar dan ingin menghirup udara di luar,bayu datang. "dera..kamu kenapa tadi pergi gitu aja?" tanya bayu pada ku. "gk apa-apa kok,dera cuma cape,pengen pulang! kaka mau ngapain kesini?"
"kaka mau ngasih kamu sesuatu,kaka harep,kamu bakalan suka!" aku tersenyum mendengar kata-kata bayu,aku mencoba menebak,apa yang akan bayu berikan pada ku. ternyata bayu memberikan ku surat undangan pernikahan. "siapa yang nikah kak?" tanya ku pada bayu

Setelah aku buka,ternyata bayu akan segera menikah dengan wanita itu..wanita yang sangat aku benci,dan dia juga membenci ku. "kaka mau nikah sama si rani?"
"iya der,kamu harus dateng yah!"
tanpa menghiraukan bayu,aku masuk kedalam rumah. disana,aku kembali menangis..bayu akan segera menikah,dan itu artinya penantian,perasaan ku selama ini untuknya sangaat sia-sia....entah kenapa,saat itu aku merasakan sakit yang luar biasa pada kepala ku,sampai akhirnya aku jatuh pingsan. entahlah,aku mengira saat itu aku hanya terlalu lelah menangis,ternyata semua salah. selama ini orang tua ku membohongi tentang penyakitku,aku bukan hanya sekedar anemia,tapi aku mengidap penyakit kanker otak. satu minggu belakangan ini aku berada di rumah sakit,aku ingat bahwa besok adalah pernikahan bayu. ingin sekali aku datang untuk mengucapkan selamat untuknya,tapi aku takut tidak dapat membendung air mata ku di hadapan bayu. ketika aku sedang memikirkan bayu,tiba-tiba rasa sakit di kepala ku menyerang begitu hebat,aku rasa aku tidak dapat bertahan lagi saat ini. aku sudah tidak mampu melawan rasa sakit ini,saat itu aku melihat sosok makhluk berbaju putih tersenyum pada ku. saat itu juga aku yakin bahwa aku telah sampai di akhir usia ku.
 
Yaah...aku meninggal dunia karena kanker otak yg selama ini bersarang d tunbuh ku. aku meniggal tepat ketika bayu menikahi rani..wanita yang sangat membenci ku.
tapi...FIRST LOVE NEVER DIE,aku membawa pergi rasa cinta ku kepada bayu..aku yakin,rasa cinta ini akan selamanya ada dalam pikiran ku,meskipun jasadku sudah tidak ada dalam bumi ini.

SEKIAN

Baca juga Cerpen Cinta yang lainnya.

Late - Cerpen Cinta

LATE
Karya Jesica Oktavia

Kau benar. Aku memang telah terjebak dalam dimensi ukiran cinta yang rumit. Aku bermimpi mencoba meraih cinta yang dulu pernah aku lukai. Kini, Sekeras apapun aku mencoba bertahan. Sekeras apapun aku berlari mengejarnya. Sekeras apapun aku memohon maaf padanya. Semuanya tak kan kembali seperti sedia kala..
#####

Pemandangannya begitu indah. Aku melihat sebuah gunung besar kokoh berdiri di atas hamparan dataran yang luas. Angin berhembus sejuk mengibaskan rambutku yang terurai sepanjang bahu. Kurasakan tiap desiran angin yang bertiup padu mengalun layaknya sebuah irama yang sedang di senandungkan. Langit juga tampak begitu biru melengkapi indahnya panorama kehidupan di sini. Tapi, aku rasa tempat ini mengingatku pada suatu kota yang sangat aku sukai. Kota Batu.
Ku pejamkan kedua mataku. Ku Nyayikan sebuah sebuah lirik lagu yang yang tiba-tiba saja muncul dalam otakku.“ I wake up to your sunset and it’s driving me mad-jetlag.” Perlahan tapi jelas, terdengar suara lain dari arah belakangku. “ I miss you so badly, my heart heart is so jetlag, heart heart heart is so jetlag, so jetlag.”

Dengan sigap, aku menoleh ke sumber suara tersebut. Senyum segera tepancar dari wajahku. Jeremy berdiri disana. Pandangan kami bertemu. Aku berusaha melangkah untuk mendekatinya. Anehnya, kakiku dan tanganku serasa membeku. Aku berusaha sekuat tenagaku berniat untuk menggapai Jeremy dari sini. Namun, apa daya semuanya sia-sia. Wajahnya semakin tak jelas terlihat. Pandanganku perlahan memudar hingga akhirnya ia benar-benar menghilang dari hadapanku.
”JEREMY!!!!!”
“Vina. Vin! Ini aku stefy. Bangun Vin!” Stefy berteriak panik, mencoba membangunkanku.”Vin, gak ada Jeremy di sini.” Sampai akhirnya aku terbangun dan tersadar.
“Jeremy. Jeremy dimana ?” tanyaku linglung.
“Vina, kamu mimpi apa tentang Jeremy ?” tanya Stefy bingung.
“E--e –engga kog.” Jawabku seraya mengusap air mata yang sedang menggumpal di sudut mataku.
Sekarang, stefy heran memerhatikanku.“Bener kamu nggak mimpi apa-apa ? soalnya dari tadi kamu tidur, kamu nyebut nama Jeremy terus.”
“Udahlah Stefy, itu nggak penting. Udah berapa lama aku tidur ?” ujarku kesal.
“Sekitar 2 jam yang lalu sebelum aku bermain laptopmu.” Gumam Stefy sambil menggerakkan jarinya lincah di atas keyboard laptopku.

Aku membaringkan tubuhku, melayangkan pandanganku ke langit-langit kamarku. Pikiran kembali berputar pada bunga tidurku barusan tentang Jeremy.
Jeremy adalah sahabatku. Sekaligus satu-satunya pria yang sangat aku cintai. Ia laki-laki yang pernah aku sakiti. meski begitu, Aku mencintainya bukan karena perasaan bersalah tetapi aku mencintainya karena memang hatiku menginginkannya.
Aku bertekad untuk meminta maaf padanya dan berusaha untuk memulai semuanya dari awal.
Esok hari di sekolah, aku duduk menunggu. Perlahan, sosok Jeremy muncul sedang berjalan menggunakan seragam sekolah, dengan jaket sport yang sering ia gunakan bewarna abu-abu putih. Ia melihatku, menatapku dengan pandangan dingin. Kurasakan kebencian yang besar menumpuk dalam dirinya. Aku segera berlari, memanggilnya. “ Jeremy, Jeremy !”
Namun nihil. Ia sama sekali tak menanggapi panggilanku.
Aku tergolek lemas putus asa. Titik-titik air mata pun jatuh membasahi pipiku. Aku tak kuasa menahan tangis. Penyesalan besar mengerogoti hatiku. Betapa bodohnya aku, mengapa dulu aku harus menyakitinya.

Aku berlari sejauh yang aku bisa, kakiku melangkah ke sebuah taman di gereja sekolahku. Angin bertiup pelan. Kutarik nafasku dalam-dalam, kehembuskan senada dengan angin bertiup lembut. Kedua mataku terpejam. Saat itu duniaku beralih pada kenangan lalu.
“Vina, awas kamu ! aku lempar tepung kanji abis gini, lihat aja !” teriak Jeremy kesal.
“Coba kalau bisa :p.” gumamku. “Yang ada aku kabur duluan, wek :p .”
“Awas, kamu ya Vina!” saut jeremy ia mengejarku, melempari aku dengan tepung kanji bekas bahan dari praktek kimia barusan. Kurasakan kebahagiaan yang sangat berarti. Senyum Jeremy saat itu benar-benar membuatku merasa beruntung karena memiliki sahabat sepertinya. Ia menunjukan padaku sebuah cinta dalam persahabatan. Cinta yang akan selalu ada setiap waktu. Indahnya langit biru yang terlihat tak akan bisa mengalahkan indahnya perasaan bahagia yang kurasakan saat itu.

Rok sekolahku dan rambutku dipenuhi dengan tepung kanji, begitu juga dengan Jeremy. Lantai sekolahku terlihat sangat kotor.
“Aghh Jeremy !!!! kotor tau.” Desisku tajam padanya dengan melemparkan pandangan sinis pada Jeremy.
“Ayo bales sini coba, Vin.” Jeremy mulai melempariku lagi dengan tepung. Perang tepung kanji. Benar-benar nama yang menggelikan untuk di ingat.
“Sampai kapan kamu bakal gini, Vin ?” Tiba-tiba Stefy, sahabatku muncul menatapku dengan penuh rasa kasihan.
“ Aku gak sedih.” Ujarku singkat.
“Vin, aku tau masalahmu sama jeremy, jadi jangan coba-coba sembunyiin bebanmu lagi. Aku juga sahabatmu, Vin. Aku gak mau liat sahabatku gini terus.” Ucapan Stefy memberiku sedikit ketenangan. “Kamu harus bangkit Vin, harus !”
“Makasih Stef.” Senyumku kembali terpancar. Aku merasa bersyukur masih memiliki sahabat seperti Stefy. Ia seorang perempuan yang sangat hebat dan luar biasa.
“Temui lagi cintamu, minta maaf sama dia. Lalu belajarnya untuk melepaskannya.” Kata Stefy dengan penuh keyakinan.
“Iya, aku pasti akan minta maaf sama dia.”

Siang itu aku merogoh saku rok—ku, ku kirim sebuah pesan permintaan maaf untuk Jeremy. Dan ku terima pesan balasan dari Jeremy.
“Aku hanya memerlukan waktu untuk menenangkan diriku. Aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf sama aku. Kamu harus belajar nahan ego kamu, rubah sikap buruk kamu. Maaf untuk saat ini, cuman ini yang bisa aku bilang ke kamu. aku lagi gak ada mood untuk sms, maaf.”
Kuhela nafasku pelan. Mungkin Jeremy benar, egois memang telah menguasai aku.
Keesokan harinya aku berjalan menelusuri koridor sekolahku, kucari sosok Jeremy. Ia tak terlihat dimana-mana. Perlahan aku teringat pada tempat kesukaan Jeremy. Aku berlari menuju kesana. Sesaat sesudah itu, aku melihat Eilen berada di sana bersama Jeremy, aku heran apa yang mereka lakukan.
Dan ternyata aku telah ebnar-benar terlambat Jeremy telah menyatakan cintanya pada Eilen. Benar-benar terlambat.

Cinta itu memang begitu rumit untuk dimengerti. Kadang saat cinta itu ada di samping kita. Kita malah bersantai-santai dan merasa yakin bahwa cinta itu tak akan pernah hilang dari samping kita. Namun, saat cinta itu pergi, kita baru menyadari betapa bodonya kita dulu saat menganggap remeh keberadaan cinta.
Dari pengalaman ini aku belajar bagaimana aku harus lebih menghargai sebuah cinta. Cinta bukanlah hanya sebuah kata-kata bualan yang menarik hati sehingga dapat membuat seseorang terpesona. Cinta bukanlah suatu keindahan seperti yang ditunjukan pada cerita dongeng anak. Cinta juga bukan sebuah permainan yang harus dimenangkan dan didapatkan. Tapi cinta itu adalah sebuah pengorbanan.
Pengorbanan sejati ialah cinta yang sejati.

PROFIL PENULIS
Nama : Jesica Oktavia
TTL : Surabaya, 3 Oktober '97
Facebook : Jesica Oktavia

Ini salah satu koleksi cerpen yang aku buat, meskipun ceritanya mungkin ga sebagus cerpen" lain tapi aku harep bisa sedikit menghibur orang-orang :)

Baca juga Cerpen Cinta yang lainnya.

Dibalik Kaca Mataku - Cerpen Lucu

DIBALIK KACA MATAKU
Karya Maya Winandra Nova

Tabiat suka bercanda mungkin sudah ada pada diriku, tapi ini bukan bercanda lagi, teledor??? Bukan juga, namun jika aku ingat-ingat tentang cerita ini, aku pasti tertawa terbahak-bahak. Simak aja ya....
Awalnya sih aku Cuma duduk-duduk aja di teras rumah. Ya karena aku lagi libur kerja, makanya aku santai-santai saja. Asyik duduk-duduk sambil mendengar MP3, terdengar suara ibuku memanggilku dari belakang. Dan aku pun bergeras untuk menemui ibuku.
Ya, Ma.... ada apa? Tanyaku.
Pergi dulu sana ke pajak buat belanja sayur sama nanti mampir ke tempat Pak Khaidir buat beli daging, suruh ibuku kepadaku.
Tanpa banyak bicara aku pun bergegas untuk siap-siap pergi. Biarpun aku tipe cewek tomboy, tapi aku paling suka disuruh belanja, apa lagi masak. Ya...... walaupun kadang masakanku ke asinan ya kadang juga kurang asin,,, heeee. Tapi dimaklumi aja deh.
Ku ambil switer dan kaca mata putih. Sebenarnya sih gak panas, Cuma hawa dingin dingin pagi jika naik motor terasa juga dan biasa kalau di jalan raya banyak abu, makanya aku memakai kaca mata untuk menghindari debu dari mataku. 

Wesstt,,,,, setelan udah ok juga neh, pikirku. Gimana gak ok, celana pendek, switer coklat + kaca mata putih keren, kayak mau jalan – jalan aja, hihiihihihiih padahal mau ke pajak. Tapi tak apalah, namanya Si Tomboy mau belanja, suka – suka gaya kita donk. Yang penting rapi dan bersih........
Langsung deh, berangkat,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Kerena jarak antara pajak dan rumahku gak begitu jauh Cuma butuh waktu 25 menit aja, ku parkirkan motorku di depan pajak.
Telornya mbak, telornya mbak, , ,
Seribu tiga, seribu tiga, seribu tiga, , ,
Ikan, ikan, ikan,,,,,
Udang, , , ,udang , , ,udang ,,,,,
Ya begitulah suasana pajak terdengar olehku, para pedagang yang menjajakan anekan jenis barang dagangan yang mereka bawa. Kerena yang ku cari Cuma sedikit, jadi mudah saja buat mencari dimana letak penjual yang aku cari.
Daging udah, cabe udah, sayuran juga udah juga,,,,, waktunya pulang deh. Capcus deh,,, (dikit-dikit bawa bahasa banci ),,,,,
Sesampai di rumah, aku langsung meletakkan barang belanjaan ku di dapur untuk di olah. Ku temui adikku yang membantu ibuku di dapur. Tanpa ada yang lucu menurut aku, adikku yang melihatku tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
Ich,,,,, kenapa lu, tiba – tiba ketawa. Memangnya ada yang lucu? Tanyaku padanya dengan sedikit heran. Apa yang lucu denganku? (tanyaku sendiri dalam hati, soalnya adikku terus tertawa, bukannya di kasih tau malah ketawa menjadi-jadi).
Woiii......... udah gileeeee lu ya, tanyaku lagi yang melihat adikku terus ketawa.
Sejenak dia menghentikan tawanya, dan mencoba bicara kepadaku.
Aduh kak, kak...... gaya udah ok, macem mau jalan-jalan aja, padahal Cuma ke pajaknya, celoteh adikku.
Ya gak apa donk, yang penting rapi dan bersih, wekkkkk, balasku.
Ya sehhh rapi dan bersih + ok, Cuma ada satu yang buat lucu dari kakak.
Emangnya apaan ? tanyaku .
(tanpa dijawabnya, ditariknya aku keruang tengah untuk brcermin)
Tapi setelah ku amati baik-baik, kayaknya gak ada yang lucu. Kerena masih heran dan penasaran dengan ketawa adikku tadi, langsung ku tanya lagi kepadanya sebenarnya ap yang lucu. Dengan jawaban yang terbatah-batah sambil tertawa, baru ku tahu sebabnya.
Kak, kak, kak,,,,,, kaca mata kakak tuh satu gak ada kacanya,,,,, Cuma sebelah kanan aja. Masak dipakek juga, dah gitu gak sadar pulak tuh.... udah sampek ke pajak pula.
Sambil membuka kaca mataku, ku lihat baik – baik,,,, eh,,,,,,ternyata benar, kaca mataku sebelah gak ada. Waduh,,,,,,,,,,,!!!!!!! Tersadar kaca mataku sebelah gak ada, aku pun ikut tertawa, ditambah lagi ibuku yang melihatku juga ikut tertawa.
Hahahhaha gak kebayang betapa malunya aku jika waktu di pajak ada yang tau kalau kaca mataku sebelah gak ada kacanya.... untung aja kaca mataku putih, sekilas jika diperhatikan gak ada yang beda, tapi ya udah lah.......
Aku aja sendiri gak bisa nahan tawa saat mengingatnya, bayangkan aja jika kalian seperti aku?
Hihihihihihihi,,,,,,,,!!!!! Jangan ditiru ya,, bisa-bisa di ketawain orang banyak tuh.

PROFIL PENULIS
Nama : Maya Winandra Nova
T. Tgl Lahir : Pasar V, 11 Mei 1990
Alamat : Lubuk Pakam, Medan Sumatera Utara
E-mail : mayawinandranova@yahoo.co.id
Pin : 27c6ce9c

Baca juga Cerpen Lucu yang lainnya.

Cinta dan Dongeng - Cerpen Cinta Romantis

CINTA DAN DONGENG
Karya Maya Winandra Nova
 
“Kringggg.....!!!”
“Assalamualaikum”. Pesan baru dari Handphone ku, tertulis salam dari pengguna nomor baru. Dan ku jawa “Waalaikumsalam....”.
“Ini maya ya....?”, balasan sms pun datang menjawab salamku.

Langsung ku balas “Iya. . .ini me, ne spa ya?”, pesan singkat ku lontarkan kembali kepada pemilik nomor baru dalam Handphoneku.Panggilan masuk pun berdering lewat Handphone ku dengan nomor baru itu. Ku jawab salamnya dan pembicaraan pun berlangsung dengan ku. Pemilik nomor baru itu adalah seorang pria yang bernama Andi. Dia mendapatkan nomor teleponku dari Abang angkat ku yang ku kenal baik selama ini. Perkenalan baru yang bermula lewat Handphone membawa aku dan dia akrab. Saling bercerita tentang kehidupan masing-masing, bercanda bersama meski lewat Handphone.

Pertemuan pun kami rencanakan di rumahku yang sederhana. Di malam yang cerah dia datang bersama seorang teman yang menemaninya.
“Assalamualaikum. . . .?” terdengar dari luar pintu rumahku seseorang mengucap salam seraya mengetuk pintu rumahku.
“Waalaikumsalam. . .” jawabku sambil ku buka pintu rumahku.

Seraya tersenyum sopan, seorang pria berdiri di hadapanku sambil bertanya kepadaku, “Benarkah ini rumahnya Me?” tanyanya singkat.
“Ya benar, , , Anda siapa dan ada perlu apa dengan saya?” ku jawab pertanyaannya sambil ku lontarkan pertanyaan balik kepadanya.
“Saya Andi yang menelpon Kamu tadi” jawabnya singkat.
“Oh. . . Bang Andi itu ya. . .?? hmmm. . . . ayo silahkan masuk, kirain siapa tadi.” Jawabku sambil menyuruh dia dan temannya masuk kedalam rumah.
“Silahkan masuk dan silahkan duduk,” ku persilahkan lagi kepadanya.
“Iya. . . terima kasih,” seraya berjalan masuk dan duduk di kursi yang ada di ruang tamu rumah ku.
“Sebentar ya. . .!!” jawabku sambil ku tinggalkan mereka sejenak di ruang tamu, ku bergegas pergi ke dapur dan membuatkan 2 gelas teh manis panas dan ku persilahkan kepada mereka.
“Diminum tehnya, , , tapi masih panas sangat,” kataku basa-basi.
“Iya terima kasih, , , “ jawab mereka.
“Gimana. . . susah ya nyari alamat rumah Me?”, tanyaku membuka suasana yang hening.
“Iya. . . sempet juga nyasar tadi, soalnya belum pernah main-main ke daerah sini,” balasnya.
“Ya. . . begini lah keadaan rumah Me,”
“Hmmm. . . sunyi ya disini, kemana semua keluarga Me?” tanya nya kepadaku.
“hmmm.... kalau bapak sama mamak Me lagi di kamar lihat televisi, adik Me yang pertama lagi keluar latihan main Band, kalau adik Me yang kedua lagi lihat tv di ruang tengah, sedangkan kedua kakak Me udah berumah tangga mereka udah tinggal di rumah mereka masing-masing,” jawabku menjelaskan.
“Oo. . . kirain pada pergi, soalnya sunyi sih rumahnya.” Katanya balik.
 
Aku yang memang terkenal mudah bergaul dengan orang laen dengan mudah bisa membawa suasana menjadi ramai dan tidak terasa canggung dalam berbicara meskipun baru pertama kali bertemu. Pembicaran dan canda tawa di ruang tamu membawa kami lupa bahwa kami baru bertemu, seakan udah lama sangat berkenalan. Nah, , , itu lah sifat pribadi Me yang mudah membaur dengan orang laen. Tak terasa waktu udah menunjukkan jam 11 malam. Dia dan temannya permisi buat pamit pulang.
“Berhubung sudah malam, kami pamit pulang dulu ya, laen waktu bolehkan kami main ke rumah Me lagi,? Tanyanya kepadaku .
“Boleh saja atuh bang, , ,” jawabku dengan gaya bicaraku yang terbilang unik, yang mencampurkan bahasa daerah laen.
“Ya udah kalo begitu, , , Assalamualaikum Meme?” kami pamit pulang, katanya kepadaku sambil bergegas pulang.
“Waalaikumsalam bang, , ,” jawabku.

Ku bersihkan ruang tamu ku yang tadi berantakan. Saat selesai ku bersihkan lalu ku rebahkan tubuhku di tempat tidur. Tak lama Handphoneku berdering. Sebuah panggilan masuk dari bang Andi. Ku perhatikan sejenak, lalu ku angkat segera teleponku.

Mei :”Hallo Assalamualaikum Bang.....?” sapaku lewat Handphone.
Bang Andi :”Waalaikumsalam Meme. . .” balasnya.
Mei :”Ada apa bang, , ,? Apa ada yang tertinggal di rumah Me?” tanyaku heran, karena baru saja mereka beranjak pamit pulang, kemudian Handphoneku berdering.
Bang Andi :”hmm. . . nggak ada apa-apa kok, Cuma pengen ngobrol aja neh sambil makan...”
Mei :”Oo. . .kirain ada yang tertinggal di rumah Me, , eh rupanya. . .rupanya. . .”
Bang Andi :”Heeee. . . nggak apa kan Mei, Bang nelepon neh?”
Mei :”nggak apa atuh Bang. . .”
Bang Andi :”Ternyata bener ya. . . nggak dari Handphone maupun jumpa langsung, Meme ananknya enak kalau di ajak ngomong gitu, mudah akrab orangnya,”
Mei :”Heeee. . . begini lah Me, Bang, orangnya”

Pembicaraan yang bisa di bilang ya. . . seperti orang-orang pada umumnya, membawa keramahan tersendiri bagi siapa yang mengenal diriku. Terkesan tomboy, tapi paling asyik jika diajak bicara. Semenjak perkenala itu, kami semakin akrab dan semakin sering bertemu. Hingga pada akhirnya membawaku untuk menemaninya menghadiri sebuah acara pernikahan temannya. Aku yang biasa tampil dengan gaya ku sendiri kini ku hadir dengan balutan gaun putih dengan rambut yang sengaja ku tata beda dengan high heel senada dengan gaun yang ku kenakan. Mungkin yang biasa melihat aku bergaya tomboy, sekarang bisa menjadi cewek feminim yang benar-benar beda di malam acara tersebut. Tak dipungkiri juga, dia yang biasa melihat aku langsung gak percaya saja melihat aku yang sekarang ini.

Bang Andi :”Waw, , , , I like it’s. . .”

Mei :”hmmm. . . apa sihh. . . Jangan diliatin terus, Me jadi gak PeDe atuh” jawabku dengan muka malu.

Bang Andi :”Ngapain malu. . . beneran lo. . . I Like this. . . sumpah beda banget lo” jawabnya memujiku.

Mei :”Udah ach. . . jangan komen terus, , ,buruan kita pergi ntar kemalaman “, pintaku.

Bang Andi :”Ya udah yuk . . . tapi entar dulu, Bang pamitan dulu sama orang tua Me,”

Mei :”Silahkan bang, , , tuh mama ada kok di ruang tengah”

Dalam perjalananku menuju tempat dimana acara itu di gelar, banyak pembicaraan yang kami lontarkan. Tak khayal sebuah komentar perubahanku. Dari pertanyaan dan pertanyakan ku menjelaskan bagaimana diriku ini.

Mei :”Ya, , , seperti bang lihat sekarang ini, Me yang biasanya tampil apa adanya dengan gaya tomboynya Me, sebenarnya Me bisa tampil dengan gaya feminim seperti saat ini, Cuma Me kadang-ladang aja kayak gini, bisa di bilang jika ada iven-iven kayak gini neh, Me kadang menyesuaikan keadaan sekitar Me, bagaimana berpakaian saat bekerja, di rumah, kumpul dengan teman, atau pun pergi ke pesta,” kata ku menjelaskan panjang lebar dengan nya.

Bang Andi :”Tapi beneran. . .Bang jadi PeDe kalau seperi ini, beda banget lo Me malam ini, sungguh I Like it banget lo.”
Mei :”Ya makasih bang.”

Akhirnya tiba di tempat dimana kami tuju. Setiba di sana aku merasa nggak enak banget di lihati oleh para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. Aku sampai berpikir kalau ada yang salah dengan diriku hingga banyak yang melihat aku di malam itu. Tapi dia menyakinkan k kalau gak ada yang salah dengan diriku, itu karena aku tampil beda dengan lainnya. Mendengar ucapannya kepadaku, aku berusaha nyantai membawa suasana seperti itu. Dan sukses juga acara menemani dia.

Perkenalan yang singkat itu akhirnya menumbuhkan rasa di antara kami berdua. Tak bisa di tutupi lagi, cinta pun tumbuh diantara kami. Hari demi hari kami lalu, semakin lama semakin dekat. Walau kadang kami tidak sesering bertemu, percakapan lewat Handphone juga bisa mendekatkan kami jauh lebih dekat ketimbang terus bertemu muka.

Saling mengerti, saling mengingatkan, saling percaya kami patokan dalam hubungan kami. Keterbukaan satu sama yang lain juga kami lakukan dengan sikap dewas. Hingga keseriusan di antara kami ada.

Saat dia kerja, dan mengharuskan dia tak bisa bertemu denganku, ku menghargainya. Kami saling mengingatkan satu sama yang lain agar selalu dekat dengan Yang Maha Esa. Itu lah satu poin dimana aku bisa mencintainya, selain aku bisa deket dengan cintainya, aku juga bisa mendekatkan diri dengan Yang Maha Esa.

Tapi di perjalanan cintaku selalu tak semulus dengan hari-hariku yang ku lewati dengan senyum ceria dan semangat. Aku harus merasakan rasa sakit hati kembali dengan yang namanya Cinta. Pertemuan dan hubunganku tak secerah awan dan ibarat umur, hanya seumur jagung. Tanpa alasan yang pasti, ku harus melepaskan cintaku yang telah bersamaku untuk orang laen. Sungguh cinta yang katanya indah, kini bagai dongeng di saat malam tiba, dimana yang katanya indah tidak bisa aku rasakan. Kini diriku tidak bisa berbuat banyak tentang hal ini, ku harus bisa menjadi aku sebelum atau pun sesudah nya, aku adalah aku. Semogga Allah selalu menuntunku dan memberikan ku kesabaran dalam menjalani kehidupan aku ini.
 
PROFIL PENULIS
Nama : Maya Winandra Nova
T. Tgl Lahir : Pasar V, 11 Mei 1990
Alamat : Lubuk Pakam, Medan Sumatera Utara
E-mail : mayawinandranova@yahoo.co.id
Pin : 27c6c39ca

Baca juga Cerpen Cinta dan Cerpen Romantis yang lainnya.