Tampilkan postingan dengan label Cerpen Persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Persahabatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Cerpen Tentang Sahabat - Arti Persahabatan

ARTI PERSAHABATAN
Karya Sri Hasih Nurhayati

Kata orang persahabatan tidak mengenala namanya perbedaan, waktu, jarak, harta ataupun suku. Apapun itu, sahabat akan tetap ada. Sahabat sejati tidak akan pergi walaupun dia telah disia-siakan bahkan tidak dianggap akan arti kehadiranyya dan juga perbuatannya. Yang ada dalam benak dari seorang sahabat adalah bisa selalu ada untuk orang-ornag yang ada didekatnya, entah orang tersebut mengaanggapnya hanya sebatas teman biasa atau orang yang berarti, yang terpenting baginya bisa membantu orang-orang yang ada didekatnya.

Dan inilah kisah persahabatnku. Aku adalah seorang gadis biasa, yang hidup ditengah-tengah masyarakat jawa, yang masih sangat kental ikatan kekeluargaannya. Aku dididik sejak kecil untuk bisa menghargai orang lain, dan menolong orang lain, diajarkan tentang kelapang dadaan dan diajarkan untuk meminta pamrih pada orang lain.

Tapi aku adalah seorang yang terbiasa menyendiri, aku tak terlalu suka keramaian, aku lebih suka duduk diberanda rumah, dan mengisi hari-hariku dengan menulis. Aku sangat suka menulis, apapun itu, aku suka menulis semua apa yang ada dalam pikiranku. Hingga suatu hari aku didatangi oleh seorang yang merubah duniaku.
“hai, kamu asih ya?” Tanya orang itu kepadaku
“iya, kamu siapa?” tanyaku sambil menatap lekat orang itu, siapa tau aku mengenalnya
“kenalin, aku aria” orang itu mengulurkan tangannya
Aku kemudian membalas uluran tangan aria, ternyata dia adalah tetangga baruku. Aku tak tau dari mana dia tau namaku. Mungkin saja dari orang-rang yang ada dilingkunganku. Atau mungkin saja dia sudah lama mengenalku. Hah apapun itu aku tak terlalu peduli.

Aria sering mengusikku, diam-diam dia sering muncul dari belakangku, membaca setiap baris goresan penaku yang kutulis pada kertas-kertas putih buku diaryku. Setelah selesai aku menulis barulah dia mengagetkaknku, dengan mengulang kata-kata yang aku tulis dalam diary ku.
“aku gag suka sama orang baru itu, dia usil dan sering menggangguku” kata aria mengagetkanku
“kamu..!!” kataku kaget bukan main, aku merasa gag enak
“kamu kenapa sih gag suka sama aku, ?” Tanya aria
“em soalnya kamu usil” kartaku kemudian
“em kamu itu cewek paling aneh yang pernah aku kenal” kata aria padaku
“maksud kamu” kataku sambil menatap nya lekat-lekat
“iya, kamu tu gag kayag cewek-cewek pada umumnya, kamu itu agaikan sebatang kara ditengan lautan mentimun” kata aria sekenanya
“aku makin gag ngerti” kataku
“iya, kamu tu kenapa sih suka banget menyendiri, kenapa kamu gag mencoba mencari teman” Tanya aria
“aku lebih suka sendiri” jawabku singkat
“kenapa, padahal aku lihat kamu itu orangnya suka menolong, tapi kenapa kamu gag punya teman” Tanya aria

Aku hanya diam, tak menjawab, hanya menunduk. Aria tau kalau perkataanya telah sedikit menyinggungku,
“maaf ya sih, aku tu gag ingin apa-apa, aku Cuma pengen kamu bisa bangkit, dunia ini tak sebesar daun kkelor” kata aria lalu meninggalkan ku sendiri.
Aku kemudian hanya duduk termenung, mungkin benar kata aria, bagaimana aku bisa mendapatkan teman kalau aku hanya berdiam diri.

Dan akhirnya Aria adalah sahabat petama yang aku punya, dia selalu ada buatku, dia selalu menghiburku, kini duniaku menjadi berubah. Aku pun juga selalu ada untuk aria, bagiku aria sangat penting, karena dia telah merubah warna hidupku. Dulu aku yang hanya seorang yang pendiam, berubah sedikit menjadi agag cerewet, tapi tidak berlebihan.
“makasih ya, arya udah jadi sahabat ku”
“iya sih, sama-sama, pokonya kita harus jadi sahabt selamanya”
“iya, apapun yang terjadi”
Dan tak terasa kami sudah setahun bersahabat, dan kini kami sama-sama kuliah, awal-awal kuliah kami masih sering bertemu, tapi stelah beberapa kuliah, kami jarang bertemu dan jarang berkomunikasi. Aku mencoba mengirim pesan pada aria, tapi tidak ada balasan. Aku merasa ada yang berubah darinya. Aku tak tau apa penyebabnya, semua pesan yang kukirim lewat sms, tak ada satupun yang dibalas.

Aku merasa ada yang kurang setelah perubahan aria kepadaku, kini tak ada lagi pesan-pesan dari aria yang kuterima. Apa benar aria telah melupakaknku, karena dia telah mendapat teman baru, seingatku aria hanya sekali menghubungiku, itu juga karena dia minta tolong untuk dibuatkan tugasnya, pada saat itu aku merasa lega aku kira aria gag lupa sama aku, tapi ternyata aku salah. Itu bisa dibilang pesan terakhir ariya, setelah 2 bulan terakhir.
“hai sih, ngelamun aja” kakak ku mengagetkanku
“eh kak, bikin aku kaget aja”
“iya abisnya kamu ngelamun aja, mikirin apa sih”
“aku bingung aja kak, kakak tau kan kalau selama ini aku berteman baik dengan aria, tapi udah 2 bulan terakhir ini dia berubah kak” keluhku pada kakakku
“berubah gimana?”
“iya kak, sms ku gag pernah dibls, kalau aku telfon juga gag pernah diangkat”
“yah mungkin aja dia sibuk sih”
“iya masak sibuk 2 bulan sih kak” kataku kemudian
“em ya udah nanti biar kakak bantu cari tau deh” kata kak sinta

Waktu hari minggu aku memutuskan untuk pergi kedanau, biasa aku dan aria sering bermain disana. Pada saat itu aku melihat aria, tapi tak sendiri, dia bersama dengan seorang pria, aku mencoba mendekati mereka, tapi langkahku kemudian terhenti,
“gimanaa arya, apa kamu udah berhasil menjauhi asih” Tanya orang itu
“iya, aku udah buat dia benci sama gue juga, sekarang lo udah puaskan” kata aria
“bagus aria, kerja bagus, ini uang buat lo” orang itu memberikan uang pada aria

Aku tak mengerti apa maksud dari semua itu lalu orang itu berkata
“itu uang buat lo, dari kerja keras lo, sesuai dengan perjanjian, lo itu emang the best”

Aku tak tahan lalu aku menghampiri mereka
“aria, apa maksudnya semua ini, jadi kamu selama ini baik sama aku,dan berpura-pura jadi sahabat aku karena uang” aku berkata sambil berlinang air mata

Aria hanya diam, lalu orang itu yang menjelaskan
“iya, betu sekali, dan aria udah berhasil melakukannya, 1 tahun yang lalu, saya dan aria membuat perjanjian dan taruhan jika aria berhasil buat kamu mau bersahabat dengan dia maka aria akn mendapat uang”
“aku gag nyangka ya, ternyata kamu begini, dulu kamu yang bilang, bahwa sahabat itu lebih berharga dari apaun, tapi kenapa kamu justru melakukan ini sama aku” kataku sambil menangis

Aku benar-benar kecewa dan sedih, orang yang kuanggap sahabatku ternyata gag lebih dari seorang yang tak punya perasaan, dia menukar arti persahabatan ini dengan uang.
“maafin aku sih, sebenarnya aku juga gag mau ngelakuin ini aku terpaksa” kata aria
“sebenarnya aku punya salah apa sih sama kamu ya, sampe kamu tega kayag gini” kataku
“aku bener-bener minta maaf sih, aku pada saat itu emang lagi butuh uang” kata aria
“lalu kenapa harus aku yang menjadi bahan taruhanya, lalu apa arti persahabatan kita selama ini”
“karena kamu itu orangnya super pendiam, dan susah buat diajak ngomong, makanya kamu jadiin bahan taruhan” kata teman aria tadi
“aku sebenarnya juga mengaggapmu sahabat terbaik ku sih, aku dua bulan ini menjauhi kamu, karena aku gag mau kamu tahu soal taruhan ini, aku gag mau menghianati persahabatan kita, gue moon maafin gue sih” kta aria
“udah lah ya, kamu gag perlu minta maaf, makasih buat semuanya”

Aku pulang dengan berlinangan air mata, aku gag nyangka, ternyata sekarang persahabatan bisa ditukar dengan uang, padahal aku telah benar-benar menganggap aria teman baikku. Aku pandangi gelas persahabatan kami. 1 tahun yang sangat berarti buatku, ternyata tak berarti apa-apa buat arya. Aku menagis dalam kamarku, rasa ini bahkan lebih sakit dari rasa putus dari pacar. Terdengar suara pintu kamarku diketuk-ketuk
“sih, gue mohon keluar dari kamar, gue mau ngomong sama lo” suara arya diluar. Aku tak menghiraukannya, rasa sakit hati ku sudah lah amat kuat tertancap dalam hatiku.
“gue tau gue salah, tapi gue terpaksa sih, pada saat itu gue ada hutang sama orang tadi, karena buat berobat ibu gue, jadi gue terpaksa terima taruhannya “ kata aria
“tapi kenapa harus gue sih ya, kenapa?” Triakku
“itu karena pilihan dia, aku juga gag ada maksud sih, gue akan melakukan apa ja sih biar lo mau maafin gue” kata aria
“pergi dan jangan pernah temui aku lagi, dan jangan muncul didepan ku lagi, aku nyesel kenal kamu” teriaku.
“baik, kalau itu buat kamu maafin gue, gue akan pergi, jaga diri kamu baik-baik sih”

Setellah itu, aria pergi, dalam hatiku sebenarnya tak rela, tapi aku juga sngat benci diperlakukan seperti ini. 3 hari setelah hari itu, aku kemudian mendengar Aria meninggal karena kecelakaan motor, aku begitu kaget. Dan aku datangi keluarganya, biar bagai manapu, aria pernah menjadi sahabatku. Aku menghadiri pemakamannya, aku tak kuasa menahan air mataku, melihat jenasah sahabatku itu, menghilang, ditelan bumi. Tenyata arya benar-benar tak akan muncul lagi dihadapanku selamanya.
“nak, apa kamu yang namanya asih” ibu arya mendekatiku
“iya benar bug” kataku, sambil menghapus air mataku.

Ibu tua itu lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah amplop putih dia ulurkan kepada ku
“saat masih dirawat dirumah sakit, aria menuliskan surat ini untukmu, padahal pada saat itu, dia sangat kesusahan untuk memegang pena saja,tapi dia bersikeras” kata ibunya aria, lau pergi
Saat dirumah, aku buka surat itu, tanganku gemetar dan air mataku mengalir dipipiku
Untuk sahabatku asih
Aku benar-benar minta maaf, aku sebenarnya gag pernah ada maksud untuk membohongimu, aku terpaksa melakukan ini, karena butuh uang itu untuk berobat ibuku.
Mungkin saat kamu baca surat ini, aku telah berada disisi Tuhan, aku telah damai berada disampingnya, tapi Tuhan mungkin juga tak akan menerimaku, sebelum kamu memaafkan aku. Di tempat peristirahatKu yang terakhir mungkin q hanya bisamenatapmu. Sih kamu adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki, lewat kamu aku telah mengenal arti persahabatan sesungguhnya. Aku benar benar minta maaf jika udah buat kamu kecewa dan sakit hati
Dan sekarang Aku juga telah memenuhi permintaanmu, untuk tidak muncul selamanya dihadapanmu, dan saat kamu membaca ini, mungkin aku telah tak ada lagi di dunia. Aku merasa waktu ku semakin dekat.
Jadi aku mohon sih, maafin aku. Aku ingin melihat senyummu yang tulus untuk memaafkan aku ketika aku disana nanti. Aku saying kamu sahabatku. Pesanku, carilah terus teman dan sahabat, jangan berhenti, Tuhan pasti tak akan membiarkan gadis sebaik kamu sendiri.
Dari seseoran yang pernah menjadi sahabatmu dan selalu ingin menjadi sahabatmu
Aria
Aku tak kuasa menahan air mataku, tak ada kata-kata yang bisa aku keluarkan. Hanya suara isak tangis. Ternyata aku salah, Aria melakukan ini demi ibunya. Dan kini aku telah kehilangan seorang yang penting dalam hidupku, aku telah kehilangan sahabatku untuk selamanya. Kini semua tentang aku dan aria hanya tinggal kenangan, gelas tanda persahabatan kami, aku peluk erat-erat bersama dengan surat terakhir aria. Aku gag nyangka aria akan pergi secepat ini. Dan kini aku hanya bisa mendoakannya semoga Tuhan menempatkan aria pada tempat yang indah dan aku akan selalu memaafkannya sahabat terbaiku.

PROFIL PENULIS
Nama   : Sri Hasih Nurhayati
Alamat : Palembang, SUMSEL
Add fb : srihasihnurhayati@ymail.com
Twiter  : @hasihcancera

Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Cerpen Persahabatan - Gara Gara Ngaret

GARA-GARA NGARET
Karya Sri Muliana Nengsih

Jantung Dina berdebar cepat ketika melihat suasana sekolah telah sepi. Tidak ada lagi murid-murid yang bermain di luar kelas. Dia menyesal mengapa tadi malam menonton TV sampai larut malam, sehingga dia telat sampai di sekolah.

Dina berlari cepat menuju kelas IX.2, kelasnya. Ketika sampai di depan kelas, dia mendengar suara pak Andre. Jantung Dina berdetak semakin kencang karena gurunya yang satu ini paling tidak suka jika ada muridnya yang telat. Dina melihat jam tangannya. Sudah pukul 07.15, berarti dia sudah telat 15 menit. Ingin rasanya dia pulang. Tapi, dia teringat ibunya yang telah bersusah payah membiayai sekolahnya. Akhirnya dengan ragu-ragu dia mengetuk pintu.
“ Masuk! ” kata Pak Andre dari dalam kelas. Dina membuka pintu. Seluruh mata tertuju padanya. Dengan wajah yang seram, Pak Andre bertanya.
“ Kenapa kamu terlambat ? “
“ Maaf pak, saya tadi kesiangan ” jawab Dina ketakutan.
“ Untuk kali ini, kamu saya maafkan. Tapi lain kali saya tak mau mendengar alasan apapun “ kata Pak Andre dan siap memulai pelajaran kembali.
Dian berjalan menuju tempat duduknya dan bersyukur dalam hati.
• • • • • • • • • • • • • • •

Ketika bel pulang berbunyi, semua murid keluar dari kelasnya, termasuk Andi, sahabat Dina.
“ Kok, kamu telat terus sih, Din? “ tanya Andi.
“ Kalo tadi, memang karena aku bangun kesiangan. “ jawab Dina.
“ Tapi ini bukan pertama kalinya kamu telat loh. Dulu, kita nggak jadi nonton gara-gara kamu telat melulu! “ kata Andi kesal.

Dengan wajah menyesal, Dina berkata “ Iya sih, sorry deh!. Tapi, aku kan nggak pernah niat kayak gitu. Kayaknya, ini udah jadi kebiasaanku! “
“ Kamu coba dong sekali-kali nggak telat. Oh iya, jangan lupa, hari Minggu kita bakalan pergi ke rumahnya Nita di Bogor sama Nia dan Mia. Kita ketemuan di stasiun Kiaracondong dekat telepon umum jam 09.00. Kamu jangan telat lagi yah! Kalo kamu telat, kami berangkat duluan loh! “ Andi mengingatkan.
“ Oke deh, aku usahain! “ jawab Dina grogi.
• • • • • • • • • • • • • • •

Hari Minggi yang dinanti-nanti, pukul 08.50 Dina sudah bergegas ke stasuin Kiaracondong. Ketika tiba di stasiun, dia langsung menuju ke telepon umum, tempat mereka janjian. “ Aduh, mereka ke mana sih? Kok, lama banget! “ gerutu Dina dalam hati.

Setelah setengah jam dia menunggu, akhirnya Andi, Nia dan Mia datang juga.
“ Aduh, kalian lama banget sih ? Abis dari mana ? Udah setengah jam aku nungguin kalian di sini. Pegel tau! Sekarang juga udah jam 09.50. Memang keretanya berangkat jam berapa sih? “ kata Dina kesal. Tapi, Andi, Nia dan Mia hanya tertawa melihat Dina yang kesal.
“ Wah, sorry deh, Din. Sebenarnya kereta berangkat jam 10.00 “ jawab Andi.
“ Whatttt….. ? “ kata Dina sebel.
“ Abisnya, kamu sering ngaret sih. Makanya, kami sepakat untuk menyuruh kamu datang lebih awal! “ kata Nia dan Mia.
Mendengar penjelasan ketiga temannya, Dina jadi tambah sebel. Tapi, dia tidak bisa beebuat apa-apa. Karena memang dia sering ngaret. Inilah akibatnya kalo sering terlambat. Hahahaha…

PROFIL PENULIS
Nama : Sri Muliana Nengsih
Alamat fb : anhasiikechiell@facebook.com
Fb : Anha Iyythuu Mulianha (siikechielluphhellokitty)
Email : siikechiel@yahoo.com

Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Senin, 20 Agustus 2012

Cerpen Persahabatan - Air Mata Terakhir

AIR MATA TERAKHIR
Karya Martha Friska Sirait

Saat ini tak ada lagi yang harus aku sesali untuk yang telah terjadi kepadaku beberapa bulan terakhir. Semua telah aku simpan dalam bentuk bungkusan merah yang aku tanam dalam dada berbentuk hati. Meski terkadang sulit mengungkapkan dalam hati ketika senyum dan tangis menyatu dalam bibir, namun waktu telah membatuku untuk mengikis semua itu.
“ Marg..marg...” begitulah cara kucingku memanggilku. Tidak banyak yang bisa aku lakukan dirumah sebagai anak tunggal, namun bukan berarti tidak ada pekerjaan yang bisa aku lakukan. Gita Omeangti, itu adalah nama yang kuberikan pada kucingku. Warnanya kuning dan putih, badannya gendut dan suka melamun dipagi hari.

Saat senja tiba, kedatanganku selalu disambut baik olehnya meski sebenarnya dia hanya menginginkan makanan yang selalu aku bawa ke rumah. Sering kali aku menjahilinya. Disaat dia sedang tidur, aku mengoleskan minyak kayu putih dihidungnya dan dalam waktu lima detik dia akan meloncat layaknya spiderman yang mengelak dari serangan tinju delapan tangan squidword.
“ Ha..haha...haha... rasakan !”
“ Jangan ganggui kucingmu itu mar, nanti marah dia”
“ Hah, kalau marah paling mengeong. Tenang saja mak”
Ketika kau memiliki masalah yang tak bisa kau ungkapkan, kau pasti akan mencari seseorang untuk mendengarkan cerita mu. Banyak temanku yang sangat beruntung akan hal itu. Ada kakak, abang serta adik yang dapat mereka ajak untuk bercerita, tapi itu tidak dapat aku lakukan. Yang menjadi tempat pelampiasan hatiku hanyalah Omeng. Terkadang aku berimajinasi bahwa Omeng bisa mengerti apa yang aku ucapkan.

Aku mengangkatnya dan meletakkannya tepat didepan ku. Aku menutup kamarku dan aku mulai bercerita tentang apa yang aku rasa kepadanya. Sesaat aku diam sejenak dan memperhatikan kucingku. Aku ingin marah dan membentaknya. Ingin sekali pada saat itu aku mengatakan
“ Bisakah kau diam sebentar dan berhenti menjilati bulumu yang tidak seberapa itu dan memperhatikan ucapanku ?” tapi untung saja aku masih waras dan tidak mengatakannya.

Saat semua suara tidak dapat lagi aku dengar dan suasana ruangan semakin senyap, tiba-tiba air mataku terjatuh dari sudut mata kananku. Aku menangis... aku menahan rintihan suara tangisku dengan menggigit bibir bawahku. Kenapa aku berbeda dengan mereka? Aku tidak pernah menginginkan menjadi anak tunggal. Semua ini membuatku menjadi sosok wanita yang pendiam dirumah namun saat berada diluar, aku menjadi anak yang bandal dan selalu mencari perhatian dari setiap orang agar mereka memperhatikanku.
Ketika semua ungkapan hati itu muncul dalam hatiku dan keluar melalui air mata, sesuatu memanggilku.
“ Marg..marg...”
“ Apa , tanyaku pelan”

Tiba-tiba Omeng mendekatkan wajahnya dan menghapus air mataku dengan lidahnya. Aku terdiam dan terpaku. Aku menjerit dan berteriak, tangisku semakin tidak bisa aku bendung.
“ Kenapa aku begitu bodoh, aku tidak pernah sendirian. Aku selalu bersamamu dan kau selalu menemaniku.” Saat itu juga aku memeluk Omeng dan bembisikkan sesuatu di kupingnya.
“ Apa kau lapar ?”
“ Marg...”
“ Sudah kuduga, kau memanggilku ternyata karena ingin makan dan bukan ingin menghiburku. Sial ... aku terkecoh. Dasar gendut.” Sambil mencubit pipinya.

Keesokan harinya disaat aku mengajak omengku berjalan-jalan di tepi danau buatan dekat rumahku dengan mengendarai sepeda, tiba-tiba sesuatu terjadi padaku. Bruukkk............. aku terlempar ke samping dan tercebur ke dalam danau. Sesuatu menabrakku dari belakang. Aku menggerak-gerakkan tangan dan kakiku agar bisa mencapai atas danau namun rasa sakit yang aku rasakan akibat kecelakaan itu terlalu sakit aku rasakan. Dan secara perlahan tubuhku menjadi lemas, air yang masuk dalam mulutku telah menghalangi nafasku. Saat itu tidak ada lagi yang dapat kurasakan.
“ Apa kau tidak apa-apa nak ?” suara itu perlahan terdengar ditelingaku.
“ Dia baik-baik saja”. Seru seseorang yang berada di sampingku.

Mataku telah dapat terbuka dan nafasku telah bersamaku kembali saat itu. Orang-orang itu membawaku secara perlahan, namun angin pada saat tidak dapat aku rasakan. Sesuatu membuat hatiku janggal. Namun aku tidak tahu apa itu, secara tiba-tiba aku teringat sesuatu. Omeng.
“ Omeng... omengku.. dimana omengku ?” aku memberontak dari mereka dan kembali ke danau itu.

Aku tidak melihatnya. Ku arahkan mataku kesegala arah, namun tetap saja tidak menemukannya. Lalu aku meminta bentuan kepada orang yang berada disana.
“ Pak, tolong.. kucing saya tenggelam. Tolong selamatkan dia pak !”
“ Sudahlah ! diakan hanya kucing. Yang penting kamu sudah selamat, itu yang terutama”
Aku menatap pria itu dengan tatapan sinis.
“ Raga tidak akan berguna bila tidak ada jiwa yang mendiaminya.”

Aku berlari mendekati danau itu dan memutar otakku serta mencoba melakukan sesuatu. Aku mengambil ranting pohon yang panjang untuk menolong Omengku. Hampir setengah jam aku berusaha mencarinya namun tak ku temukan juga kucingku. Tubuhku gemetar dan air mataku keluar dengan derasnya, aku putus asa.
“ Aarrghhh...............” teriakku pada langit yang tak berawan.
Tanpa fikir panjang aku turun ke dalam danau itu dan berusaha kembali mencari kucingku. Angin tiba-tiba bertiup kencang dan mataku tidak dapat melihat dengan baik. Ku usap mataku dengan tanganku dan secara perlahan aku melihat sesuatu menghampiriku. Kulihat bangkai kucingku terseret oleh air yang dihembus oleh angin.
Aku mendekatinya dan mengangkatnya seperti saat aku mengangkatnya dulu. Aku lihat wajahnya yang telah beku dan basah. Aku memanggil namanya, aku belai kepalanya berharap dia membalas ucapanku, namun tidak ada jawaban darinya. Lalu aku mengangkat kepalaku ke atas dan menutup kedua mataku berharap air mataku tidak dapat keluar dari kedua mataku.

Aku tahu ini percuma, kemudian aku kembali ke atas dan membawa pulang kucingku tanpa ditemani penduduk setempat. Sesampainya di rumah aku melihat kedua orang tuaku belum pulang bekerja. Dan sesampainya aku dikamar, aku mengeringkan tubuhnya diatas kasur kamarku dan menyelimutinya. Sejenak aku tidur disampingnya dan membisikkan sesuatu di telinganya.
“ Bagaimana bisa kau pergi dariku sementara kau berada di hatiku.”
Dengan air mata terakhir, aku kuburkan kucingku di belakang rumahku dan mengabadikannya sebagai sahabat terbaikku.

PROFIL PENULIS
Namaku Martha.F.S tapi dipanggil Conan.
Aku berkuliah di HKBP Nommensen Medan jurs B.Indonesia
Alamat FB saya: conansirait@ymail.com

Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Rabu, 15 Agustus 2012

Kumpulan Cerpen Persahabatan Terlengkap dan Terbaru 2012

Kumpulan Cerpen Persahabatan - Sahabat adalah sesuatu hala yang mengalahkan dari teman dan pacar, dalam suatu nyanyian atau lagu ini Persahabatan digambarkan sebagai kepompong merubah ulat menjadi kupu-kupu karena saling  dalam Persahabatan ini saling melengkapi dengan satu sama yang lainnya. Memang saya akui juga Persahabatan bisa menjadi motivasi bagi kita untuk mengerti keadaan dimana Teman kita sedang membutuhkan, jadi bisa diambil kesimpulan bahwa seorang sahabat adalah seorang yang bisa mengerti akan keadaan kita baik dalam susah maupun senang.

Oke jangan panjang-panjang mengenai Persahabatan, Langsung saja di bawah ini adalah Kumpulan Cerpen Persahabatan yang bisa anda Baca.

Cerpen Persahabatan
Cerpen Persahabatan Update 2012

KUMPULAN CERPEN PERSAHABATAN UPDATE 2011
    1. DUA ORANG SAHABAT
    Cerpen AA. Navis
    Seperti sudah dijanjikan, dua orang lelaki bertemu di jempatan beton dekat simpang tiga depan kantor pos. Yang satu kekar dan yang lain kurus. Keduanya sama mendekatkan arloji ke mata, seolah hendak tahu apa mereka tiba tepat waktu. Ketika itu malam belum lama tiba....
    2. UNTUK SAHABAT
    Karya NN
    Ketika dunia terang, alangkah semakin indah jikalau ada sahabat disisi. Kala langit mendung, begitu tenangnya jika ada sahabat menemani. Saat semua terasa sepi, begitu senangnya jika ada sahabat disampingku. Sahabat. Sahabat. Dan sahabat. Ya, itulah kira-kira sedikit tentang diriku yang begitu merindukan kehadiran seorang sahabat....
    Baca 20 Cerpen Persahabatan Update 2011...Selengkapnya....
    KUMPULAN CERPEN PERSAHABATAN UPDATE MARET, APRIL 2012

    1. SAHABAT SEJATI
    Cerpen Sahabat Pena
    “ Nis,tungguin gue,dengerin penjelasan gue dulu!”Teriak Nani sahabakku.”Mau jelasin apa lagi kmu udah jelas semuanya nan,udah jelas.”...
    2. DENDANG SEPANJANG PEMATANG
    Cerpen M. Arman AZ 
    Adalah kenangan yang menghimbauku untuk menengok pohon randu itu. Letaknya menjorok sekitar sepuluh meter di sebelah kiri jalan masuk kampung. Dahan-dahannya seperti masa lalu yang merentangkan tangan....
    Baca 19 Cerpen Persahabatan Update Maret dan April 2012....Selengkapnya.....
    KUMPULAN CERPEN PERSAHABATAN UPDATE MEI, JUNI DAN JULI 2012
      1. SUKA DAN DUKA DALAM PERSAHABATAN
      Cerpen Miiko
      Betapa enaknya bila seseorang peduli terhadap kita, selalu berpendapat atas apa yang kita lakukan. Begitupun yang dialami Tari, seorang siswi SMA yang mempunyai teman laki-laki bernama Ata yang ia anggap sebagai seorang kakak.....
      2. CINTAKU PERSAHABATANKU
      Cerpen Rahma MM
      Hari ini hari sibuk,jalan begitu ramai dengan begitu banyak manusia di dalamnya,aku begitu malas melangkahkan kakiku di antara kerumunan orang-orang yang masih asing di mataku,karena aku baru pindah kesini, ayahku dipindahkan kerjanya ke kota ini,.. 
      Baca 41 Cerpen Persahabatan Update Mei, Juni dan Juli 2012.....Selengkapnya....
      KUMPULAN CERPEN PERSAHABATAN UPDATE AGUSTUS 2012
      1.BEST FRIEND FOREVER
      Karya Kristia Apriyani
      Pagi yang cerah, mentari menyapa dengan senyuman. Kay berjalan menyelusuri perkebunan ubi, wajah yang biasa tanpa rona bahagia. Setiap hari Kay berangkat sekolah sendiri, sedih senang hanya ia dan Tuhan yang mengetahui....
      2. SENYUMAN TERAKHIR
      Karya Gufran Algifari
      Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda. Aku terhenti saat ku melihat dia, aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik dan manis, aku singgah membeli segelas air untuk melepaskan dahaga yang melanda tenggorokanku.... 
      Baca Cerpen Persahabatan Update Agustus 2012.....Selengkapnya...
      Semoga Bermanfaat Cerpen Persahabatan diatas dan kami Ucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya.

        Cerpen Persahabatan


        9 out of
        10

        based on
        2454885 ratings.

        Senin, 13 Agustus 2012

        Cerpen Persahabatan - Best Friend

        BEST FRIEND
        Karya Putri Mustadziyah

        Sahabat…
        Duniaku kini tiada ceria hilang entah kemana
        Detik-detik yang kulalui penuh duri
        Bilakah segalanya akan berakhir
        Kedamaian kan muncul kembali
        Mengapa tangisan itu
        Masih terdengar lagi
        Ada dan tiada siapa peduli

        Sahabatku…
        Bersamalah dengan ujian tuhan
        Berpijah kealphaan kepahitan
        Yang kau lalui pasti berakhir
        Kedamaian kan muncul kembali
        Tangisan itu masih terdengar lagi
        Tiada... siapa peduli

        Dimana nilai kemanusiaan
        Sebagai hamba tuhan
        Hadirlah kedamaian kami memerlukan

        Dibumi yang tlah gersang
        Tumbuh pohon nan subur
        Tangisan itu masih terdengar lagi
        Tiada siapa peduli
        Dimana nilai kemanusiaan
        Sebagai hamba tuhan
        Hadirlah kedamaian kami memerlukan

        Ini puisi yang ku buat tadi malam untuk tugas bahasa indonesiaku hari ini. Aku mendapatkan urutan nomer 5 untuk membacakan puisi yang kubuat ini. Puisi ini cukup sederhana. Ku membuatnya pun tanpa berfikir, rasanya tangan ini tanpa diperintah untuk menulis. Ku hanya membayangkan sahabat tercintaku, andra. Dia inspirasiku dalam puisi ini.

        Sekarang giliranku untuk membacakan puisi ini. Aku pasti bisa ! kamu sudah berlatih, Fira ! Fira pasti bisa ! semangatku dalam hati. Hatiku berdegup kencang, coba ku tenagkan hatiku. Kuambil nafas panjang, dan kuhembuskan pelan-pelan. Aku bisa !
         
        Ku mulai bacakan puisiku kata demi kata, baris demi baris, bait demi bait. Akhirnya, “hadirlah kedamaian, kami memerlukan…” setelah baris terakhir ku bacakan, tak kusangka ! semua orang di kelas ini bertepuk tangan dengan semangat.
        Aku berhasil ! terima kasih Allah… kau telah bantu aku. Setelah itu, bu Rani, guru bahasa Indonesia, memberikan nilai pada bukuku. Lalu, ku duduk di samping andra di bangku tengah.
        “selamat ya fir ! kamu hebat banget tadi !” puji andra
        “ya ndra, sekarang giliranmu kan ?”
        “iya, doakan aku ya !”
        ---sahabat---

        Lelahnya hari ini… aku baru pertama kali ini jalan kaki dari sekolah ke rumah. Kakak yang biasanya menjemputku hari ini tak menjemputku, dia baru pulang jam 3 sore nanti. Bunda sedang ngajar, pulangnya jam 3 sore juga. Ayah kerja, baru pulang nanti jam 5 sore. Akhirnya, ku putuskan untuk jalan kaki dari pada nunggu 3 jam, lebih baik jalan dulu.
         
        Aku mengganti seragam kebanggaan kelas 7-4 akselerasi yang khas. Lalu, ku pergi ke dapur untuk makan siang. Bik inah sudah menyiapkan lunchku di meja makan depan kursi makan kesayanganku. Yummy… menu hari ini sop dengan sosis kesukaanku, lalu ada ayam goreng yang yummy, tak lupa sambal kecapnya dong… makan siang yang menyenangkan perutku.
        Penantianku tak kunjung selesai, berapa lama lagi aku harus menunggu ? kakak, bunda, ayah tak kunjung pulang. Tiba-tiba ada suara orang yang mengetok pintu. Sepertinya itu mereka ! pikirku.
        Ku buka pintunya. Ternyata, andra toh… kirain kakak atau bunda. Kataku dalam hati.
        “masuk ndra… ada apa kemari ?” kupersilahkan andra masuk dan duduk di ruang tamu yang sederhana ini.
        “umm… aku cuman pingin bilang sesuatu…”
        “apa itu ? kamu mau ngomong apa ndra ?” tanyaku penasaran.
        “aku… akan pergi…” kata andra. Tanpa sadar, butir-butir bening ini menetes.
        “kamu serius ? kamu… kamu… bercanda kan, ndra ? jawab ndra… jawab…!”
        “aku serius… besok aku akan terbang ke Australia jam 10 pagi. Sepertinya aku akan lama disana, aku akan study di sana hingga aku lulus kuliah. Maafkan aku sahabat, aku baru memberi tahumu sekarang. Padahal, kabar ini kuterima sekitar 1 bulan lalu.” Kata andra sambil meneteskan air matanya.
        “aku tidak bisa berbuat banyak, aku juga tidak mungkin mencegah kemaumanmu. Hati-hati sahabat, ku kan merindukan masa-masa saat kita bersama dulu.”
        Andra berpamitan dulu padaku. Karena mungkin esok aku tak bisa mengantarnya ke bandara. Diandra Rosyadah… Shafira Al-farafirah selalu merindukanmu… cepat kembali… hati-hati disana. Semoga, kau dan keluargamu disana baik-baik saja ya ?
        ---sahabat---

        9 tahun kemudian…
        Sekarang, aku sukses menjadi seorang penulis terkenal. 23 buku kumpulan cerpen, 30 novel telah ku terbitkan. 99 episode cerita bersambung ku paparkan di blog kesayanganku.
        Semua bangga dengan prestasiku ini, tapi… 1 hal yang kurang, ini yang sangat penting dari semuanya. Rasanya, takkan lengkap tanpanya. Seperti, ada sesuatu yang kurang. Bagaikan masakan yang sangat hambar. Tak ada rasanya…
         
        Aku merindukan dia…
        Dia yang menyemangatiku dari awal ku mulai menulis. Dia inspirasiku saat aku pertama kali membuat puisi. Ingin rasanya bertemu dengannya. Tapi, dia pergi jauh… jauh sekali. Jauh dariku.
        Bangku SMP ku lewati hanya 1 tahun bersamanya. Bangku SMA aku hampa. Tak ada dia di sisiku. Sama sekali tak ada. Bangku kuliah tak kunjung ku bertemu dengannya. Semester 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 tak juga ku bertemu. Sekarang, hingga lulus kuliah, aku mendapat gelar itu, menerbitkan beberapa buku, dia belum ada di sisiku.
         
        Kemana kau ? kemana kau inspirasiku ? aku menantimu disini. Sendiri. Ku tetap menantimu, kawan. Dalam heningku, ku bersenandung.
        “ku akan menanti, meski harus penantian panjang. Ku akan tetap setia menunggumu, ku tau kau akan kembali… biarlah waktuku, habis oleh penantian ini. Hingga kau percaya betapa besar, sayangku padamu. Kau lah sahabatku…”
        Sahabat, ku kan tetap menunggumu…
        Diandra Rosyadah…
        Aku merindukanmu…
        ---sahabat---

        Beberapa lama kemudian, seperti ada yang meanggilku. Aku juga seperti mengenal suara ini. Ku sudah lama tak mendengar suara ini. Suaranya asing, tapi, ku sangat kenal suara ini.
        Ku alihkan pandanganku ke depan rumahku tersayang… berdiri seorang wanita cantik yang memanggil-manggil namaku. Dia sangat ku kenal, meskipun wajahnya banyak berubah.
        Ya, itu andra…! Diandra Rosyadah ! ku berlari ke depan rumahku, memeluk andra yang sangat ku rindukan.
        “andra… aku kangen kamu.” Kataku sambil melepas pelukannya.
        “aku juga fir, aku denger kamu udah nerbitkan banyak sekali buku. Mau liat dong…!” pintanya.
        “iya… tapi, sebelumnya aku mau tanya satu hal. Kita tetap sahabat kan ? jangan tinggalkanku lagi ya ?”
        “pasti kita tetap sahabat. Dan aku janji takkan meninggalkan kamu lagi.”
        “janji ?”
        “janji ! best friend forever, sahabatku !!!”
        “best friend forever !” Ku nyanyikan sebuah lagu untuknya.
        “Di saat ku termenung

        Kau datang bawa ceria
        Di saat ku bahagia Kau jaga penuh hatiku
        Apapun kisahku Kamu ada untukku
        Hanya kaulah sahabat sejatiku
        Kita kan Selalu bersama Dalam suka duka
        Berbagi segalanya tak terpisahkan
        Hanya kau yang ada di hatiku
        Kita kan selalu bersama
        Menggapai semua cita
        Dan meraih dunia
        Walau badai menghadang
        Tak akan kita terluka
        You are my best friend forever.”[Idziey Digne].

        Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

        Sabtu, 11 Agustus 2012

        Cerpen Remaja Lucu - The Power of Simin

        THE POWER OF SIMIN
        Karya Cucuk Espe

        Simin mendapat togel tiga angka sekaligus. Seluruh kampung gempar. Dia menjadi buah pembicaraan dimana-mana. Meski dia masang tidak banyak, tetapi tepat tiga angka merupakan sesuatu yang langka. Hal inilah yang mengundang pembicaraan. Semua ingin seperti Simin. semua ingin meniru laku yang dilakoni Simin. Apa saja! Termasuk prilaku yang nyeleneh dan dianggap tidak waras oleh kebanyakan orang. Saat ini, Simin benar- benar menjadi pusat perhatian.
        Seperti sore itu, segerombolan orang kelihatan tengah sibuk mengerumuni Simin di teras rumahnya. Mereka ngobrol dengan sangat serius.
        "Ramalanmu jitu, min," sergah Parto.
        "Kodenya dari mana?" sambung yang lainnya.
        Simin hanya cengar cengir.
        "Mimpimu apa, Min?"
        "Besok lusa pasti tidak jauh dari angka kemarin."
        "Dan angka ikutnya pasti kecil."
        "Min, kamu punya wangsit apa lagi."
        Wajah Simin berubah. Dalam hatinya sedang bingung menjawab pertanyaan yang diajukan kawan-kawannya. Sebab dia juga merasa tidak tahu, kenapa bisa nyantol tiga angka. Tidak terpikirkan kalau bakal menang. Hal itu terjadi begitu saja. Mungkin sebuah ketidaksengajaan. Simin memandangi kawan-kawannya satu per satu.

        Sementara kawannya menyerbu dengan pertanyaan yang memojokkan pikirannya. Saking jengkelnya, Simin mengatakan dengan jujur kalau dia sendiri juga tidak tahu kenapa bisa dapat tiga angka. Tetapi kawan-kawannya tidak percaya.
        "Simin pasti punya dukun," celetuk Dikun.
        "Benar dukunmu orang mana, Min?"
        Di sela kebingungannya menhadapi cercaan kawannya, Simin mendadak ingin tertawa sendiri. Dia geli melihat kawan-kawannya yang cukup serius seolah tidak ada hal lain saja dalam hidup mereka.
        Simin membetot rokok sebatang lalu disulut dengan santai.
        "Lha wong gitu kok dipikir serius," celotehnya ringan. Hal ini membuat kawan-kawannya penasaran.
        "Ini penting, Min."
        "Apa kau tidak mau berbagai keberuntungan?"
        Simin tersenyum kecil hingga kelihatan giginya yang keropos dan menghitam.
        "Aku sendiri juga ndak tahu," kata Simin. Sementara kawan-kawannya semakin tidak puas mendengar jawaban dan sikap Simin.
        Dan Dikun kini duduk agak mepet dengan Simin.
        "Kita ini cukup lama berteman. Apakah diantara kita ini masih ada rahasia untuk hal begini?"
        "Aku ini ndak tahu. Ini hanya kebetulan."
        "Tidak mungkin! Kebetulan kok pas tiga angka."
        'Bener!"
        "Demi teman, Min...."

        Mereka mulai jengkel oleh sikap Simin. Malah Dikun mulai menggeser duduknya menjahui Simin. Hampir saja mulutnya mengumpat. Namun mendadak Simin berdiri dengan batang rokok masih bertengger di mulutnya. Pikirannya seolah menemukan sesuatu.
        "Tiga hari yang lalu, waktu pulang dari sawah, aku sempat ngobrol dengan orang gila di pos kampling ujung kampung. Ya....cukup lama!"
        Semua melongo mendengar penuturan Simin.
        ****

        Dua hari kemudian, kabar tentang orang gila di pos kamping telah menyebar ke seluruh kampung. Bahkan selalu menjadi tema pembicaraan di warung-warung, di perempatan, tak terkecuali di balai desa. Pak lurah sendiri juga penasaran dengan orang gila itu. Barangkali dalam hatinya juga ingin memperoleh keberuntungan seperti Simin.
        Dan sejumlah penduduk siang itu berbondong-bondong mendatangi pos kamling di ujung kampung. Mereka berharap bisa menemukan orang gila yang diceritakan Simin tempo hari. Sepanjang perjalanan mereka berandai-andai, apa yang akan dilakukannya jika nomornya masuk lebih dari tiga angka.
        "Aku akan beli sawah."
        "Lebih enak sapi! Bisa dijual lagi!"
        "Akan kubayar hutang-hutangku. Sisanya kubuat jualan."
        "Minyak, beras, gula, listrik, bahkan ikan asin pun harganya naik. Aku akan borong semuanya agar istriku tidak ngomel terus karena uang belanja selalu kurang."
        Mereka terus bergerak seolah akan menjemput rejeki. Hari itu, mereka memang sengaja tidak ke sawah karena memang ingin menemui orang gila di pos kamling. Mereka berjalan beriringan dengan hati berbunga. Namun betapa kagetnya ketika mereka menemukan pos kamling telah kosong.
        "Mana orang gila itu?"
        "Kata Simin di sini."
        "Kamu tidak salah dengar?"
        "Benar disini....!"
        "Dia sudah pergi."
        "Diamput...!"
        Mereka ngeloyor meninggalkan pos kamling dengan perasaan kecewa. Sepanjang perjalanannya hanya dipenuhi dengan umpatan dan makian. Hancur sudah segala angan yang memenuhi pikiran mereka.
        Dan keesokan harinya, Yanto anak Pak RT pulang sekolah sambil menangis karena diuber-uber orang gila di perempatan.
        "Pasti itu orang gila dimpos kamling kemarin," tukas Dikun di warung kopi Mbah Kom. Maka tanpa dikomando lagi, beberapa penduduk pergi ngelurug ke perempatan. Kabar kalau ada orang gila di perempatan cepat menyebar. Sejumlah orang meninggalkan pekerjaannya. Mereka berbondong-bondong ke perempatan. Kampung yang tadinya sepi, kini menjadi ramai orang lalu lalang ingin menemui si gila pembawa keberuntungan.

        Ketika semua penduduk telah bertemu di perempatan, mereka berkerumun dan bingung. Ternyata orang gila itu telah pergi. Dicari ke setiap sudut, siapa tahu orang itu meringkuk di balik tembok, di selokan, atau bahkan di atas pohon. Kosong. Mereka sangat kecewa dan mengumpat sekenannya.
        "Kita memang belum beruntung."
        "Tapi aku yakin dia pegang angka."
        "Pokoknya dia harus kita temukan," para penduduk tetap ngotot.
        Sementara itu, Dikun dan kawan-kawannya pergi ke rumah Simin untuk minta keterangan sejelas-jelasnya. Hal ini mengingat para penduduk telah tertipu dua kali. Tentu, mereka tidak ingin hal ini terulang kembali.
        Tiba di rumah Simin, mereka tidak menemukan siapapun. Simin memang tinggal sendirian tanpa sanak saudara. Dia pendatang tak ada yang tahu dari mana asalnya. Di kampung itu dia menjadi buruh tani. Dikun mengitari rumah Simin sementara kawannya terus memanggil tuan rumah. Cukup lama. Hingga mereka memutuskan untuk melongok lewat lubang jendela.
        "Kosong. Simin pergi!"
        ****

        Keberadaan orang gila itu benar-benar telah merasuki pikiran para penduduk. Hal ini terdorong oleh keinginan yang kuat untuk menang togel. Akibatnya biarpun itu gila tetapi kalau mampu memberikan angka yang akurat, apa salahnya? Contoh Simin, dia benar-benar beruntung mampu berbicara langsung dengan sang pembawa keberuntungan itu. Semua ingin seperti Simin.
        Pak lurah sendiri tak mampu berbuat banyak terhadap penduduknya yang gandrung dengan togel. Memang pernah ada penggerebekan oleh aparat dari kecamatan. Tetapi hasilnya tak memuaskan. Memang ada warganya yang tertangkap, hanya semalam, lalu dilepas lagi. Oleh karena itu, tak heran jika togel kini menjadi buah pembiacaraan sehari-hari warganya.

        Dan pagi itu, saat Pak lurah akan memasuki kantornya, dia terkejut melihat seorang lelaki kumal tanpa baju tidur di depan ruang pertemuan. Perlahan dia mendekat. Dilihatnya, tubuh yang penuh debu, rambutnya lusuh, kurus dan kakinya pecah-pecah. Sementara di sampingnya terdapat tumpukan kertas dan kain seperti sampah. Sekilas teras ruang pertemuan itu menjadi kotor.
        "Dia gila," pikir Pak lurah.
        Segera dia memanggil orang-orang yang sedang ngopi di warung tak jauh dari balai desa.
        "Ada orang gila!"
        "Dimana?
        "Balai desa!"
        "Ayo kesana. Mungkin itu orang gila yang dikatakan Simin."

        Pak lurah dan beberapa orang segera mendatangi orang gila itu. Wah....kalau benar ini orang gila yang dicari dan pegang angka, ini keberuntungan kita. Begitulah pikir orang-orang itu. Sementara Pak lurah terus berjalan tanpa banyak komentar.
        Beberapa meter dari tempat orang gila itu tidur, Pak lurah menghentikan langkahnya.
        "Ada apa Pak?" tanpa menjawab tetapi hanya ememberikan isyarat telunjuk. Ternyata orang gila itu telah bangun. Dan yang membuat mereka terkejut, kini ada dua orang di teras. Mereka berbicara dengan serius. Sejurus kemudian yang satu tertawa sambil menepuk-nepuk kepala sementara satunya lagi menangis sambil terus melihat ke langit.
        Pak lurah dan beberapa orang berjalan agak mendekat. Dan....seolah tidak percaya dengan penglihatannya. Yang tertawa itu adalah si gila dan yang memangis itu adalah Simin.
        "Simin tidak waras."
        Setelah tertawa dan menangis, keduanya terlibat pembicaraan yang serius.
        "Min, angkanya berapa?"
        Lantas keduanya menangis.

        Jakarta, Maret 2001

        PROFIL PENULIS

        *) Cucuk Espe – Aktor teater dan penulis lakon “Wisma Presiden” (Teater Kopi Hitam Indonesia) tinggal di twitter @cucukespe.
        (Pernah diterbitkan di  radar mojokerto, edisi minggu (29/7/2012)

        Jumat, 10 Agustus 2012

        The Story of The Candy’s - Cerpen Persahabatan

        THE STORY OF THE CANDY'S
        Karya Sarah Lestari Bouzaidi

        Lili. Itulah nama gadis kecil yang cantik,imut, pintar, cerdas, em…. Apalagi ya…? Pokoknya segalanya dech….! Lili duduk di kelas lima. Oya rambut lili keriting dan panjang sepinggang. Bola matanya berawarna cokelat tua, sama dengan warna rambutnya.cantik.
        Lili mempunyai sahabat, namanya Michele. Hm… oya, kedua sahabat ini sangat menyukai permen, mulai dari permen yang manis, asam, bahkan asin ( walaupun tak ada). Permen lollipop juga suka. Pokoknya segala jenis permen dech.
        Michele dan Lili mempunyai sebuah rumah pohon, rumah pohon itu berada di taman belakang rumah Lili. Lili mempunyai hewan peliharaan, namanya Catty, ia adalah seekor kucing angora putih, Michele juga punya kucing angora, namanya Kitty.
        Catty dan Kitty juga menyukai permen, apalagi rasa strawberry. Pokoknya Lili dan Michele seperti anak kembar.


        Rambut Michele dan Lili sama Namun rambut Michele lurus tidak keriting, rumah mereka juga berdekatan.
        Setiap hari Michele dan Lili selalu bersama-sama, mereka duduk sebangku, mereka paling menyukai pelajaran bahasa inggris. Dan juga jika pulang dari asrama mereka selalu mengerjakan semuanya bersama-sama.
        Oya Michele dan Lili bersekolah di Girl’s Boarding School, yup tepat sekali! Itu adalah nama asrama perempuan khusus wanita, mereka akan dipulangkan sebulan sekali!

        KRING….. Jam weaker Lili berdering. Lili bangun dari tidurnya yang nyenyak, ia masih merasa lengket di matanya, tiba-tiba….
        BRAK……! Bantal mendarat di wajah Lili.!

        Lili tertawa, ternyata itu adalah lemparan dari Michele!
        “pagi Michele!”sapa Lili
        “Pagi lili!”balas Michele
        Lili dan Michele memang satu kamar, kamar mereka bertulisakan nomor 27, di asrama ada 50 kamar, dan juga terdiri dari empat lantai, semua kamar ber-AC, dan juga cukup luas, ada dua tempat tidur, dua meja belajar, satu lemari, dan juga satu komputer.
        Di cermin tertampang wajahnya yang cantik. Lili memakai bando Pink, dan Michele memakai bando biru, yeah.. warna kesukaanya mereka, dan membiarkan rambutnya terurai.Seragam merak berdua berupa kemeja putih dan rompi Kotak-kotak berwarna merah, juga rok pink.
        Merekapun bergegas bersiap menuju ruang Belajar.
        DUK…DUK…DUK…
        Lili dan Michele menuruni tangga menuju Lantai bawah.tepatnya lantai tiga.
        Ketika sampai di lantai tiga ….
        “Hai Christy!”sapa Lili dan Michele pada Christy, si gadis cantik dan cerdas.

        Lili dan Michele duduk di kursi mereka. Sesaat kemudian miss.Auryn datang, ia adalah wali kelas V.C. Wanita itu berambut panjang sebahu dan dikuncir satu, rambutnya keriting berwarna Cokelat mas. Cantik dech!
        “Pagi semua.!”sapa Miss.Auryn
        “Pagi miss…!”balas semua murid.
        “Baik hari ini miss akan mengabsen kalian semua my girl’s!”kata miss. Auryn

        Miss.Auryn mengambil buku absen, dan mulai mengabsen!
        “Kezia Karamoy…”
        “Hadir miss…”
        “Laudya Blues…”
        “Ya miss…”
        “Lili Natania…”
        “Ada miss…”
        “Michele Princess…”
        “Hadir miss…”
        “Jessica Stefy…”
        Suasana hening…
        “Stefy?, dia tidak ada?”

        Tidak ada yang menjawab dan suasana kembali hening.
        “Baiklah sepertinya tak ada,”
        Marissa adalah sahabat dekat Stefy, Wajahnya semakin murung mendengar nama Stefy tak ada.
        Miss.Auryn pun kembali mengabsen nama-nama siswi di kelas V.C.
        KRING….!
        Bell istirahat berbunyi semua siswi bubar menuju kantin, begitu juga dengan Michele dan lili, mereka berdua menuju kantin sekolah.

        Setelah sampai di kantin, Lili melihat Marissa yang sedang duduk di kursi kantin wajahnya juga terlihat murung, mungkin karena stefy tidak hadir hari ini.
        “Michele, bagaimana jika kita duduk dengan Stefy saja, ia terlihat murung sejak pelajaran miss.Auryn dan Mrs.Jane.”usul Lili
        “Baiklah lili”

        Merekapun berjalan menuju meja nomor 4 itu.
        “Hai Marissa!”kata Michele dan Lili.
        “Oh eh… Hai”Jawab Marissa
        “Boleh kami duduk di sini?”Tanya Lili

        Marissa menganguk pelan, saat itu Marissa hanya memesan soft drink saja.
        “Mmm…. Marissa, apa kamu tahu mengapa stefy tidak masuk kelas hari ini?”Tanya Michele
        “Tidak aku tidak tahu! Tanya saja sama dia, itu bukan urusanku!”jawab Marissa agak kesal.
        “Kamu tidak tahu? Bukankah kamu sahabat dekatnya Stefy, kok kamu tidak tahu sih?”Tanya Lili
        Wajah marissa memerah seperti ingin menangis namun ia tahan.
        “Aku bukan sahabatnya lagi! Itu dulu! Tapi sekarang aku tidak suka denganya dan aku bukan sahabatnya!”Kata Marissa lalu meninggalkan meja nomor 4 itu.
        Ada apa ya antara marissa dan Stefy? Apakah mereka bertengkar? Aku jadi pensaran nih.Pikir Lili penasaran.
        Waktu berlalu dengan cepat, sekarang pukul 14.00, saatnya pelajaran memasak di ruang memasak yaitu ruangan di lantai 2.

        Disana sudah banyak anak perempuan yang berkumpul, lili mencari mejanya yang bertliskan namanya, Yup, Ketemu! Jarak meja lili dan Michele hanya satu meje yaitu meja Marissa.
        “Baiklah anak-anak! Pelajaran memasak kali ini, bertema cokelat dan Starwberry, bahan-bahan yang kalian butuhkan sudah ada di keranjang meja kalian, baiklah 3…2…1… mulai!”kata miss.Amanda.

        Lili melihat Kerajangnya, hm… cokelat dan strawberry, oke, pertama Lili membuat sirup Strawberry dengan potongan strawberry kecil yang manis, selanjutnya ia membuat membuat Waffle dengan cream cokelat.dan ice cream strawberry, NYAM…., Lili hampir selesai Tapi…. Marissa yang berada di sampingnya terlihat tidak bersemangat, ia hanya membuat milk Shake strawberry dan Wafer dengan buah strawberry, ada apa sih sebenarnya??
        “Baiklah bagi yang sudah selesai, silahkan menuju ruang Biology, untuk nilai pelajaran memasak akan di umumkan pukul 15.30”Jelas Miss.Amanda
        Secara bersamaan Lili dan Michele mengangkat tangan dan berkata “kami sudah selesai miss.Amanda”

        Lili dan Michele segera menuju kelas Biology, kelas biology berada di lantai 3, dan juga disamping kelas computer, terkadang jika ada yang sudah selesai bisa bermain computer, oya ada internetnya lagi!
        “Hei Lili! Tadi kamu buat apa sewaktu pelajaran memasak?”Tanya Michele
        “Aku? Aku membuat membuat sirup Strawberry dengan potongan strawberry kecil yang manis,Waffle dengan cream cokelat, dan ice cream strawberry, kamu?”
        “Aku membuat Ice cream cokelat, Wafer dengan Cream strawberry dan juga juice strawberry, eh ayo kita masuk!”

        Lili dan Michele satu meja dalam kelas Biology, sudah banyak anak-anak perempuan yang berkumpul, begitu juga dengan Mr.Dion yang sudah siap di mejanya.
        “Baiklah anak-anak, kali ini kita belajar tentang Alat peredaran darah, Buka buku kalian halaman 32, Michele baca halam 32!”perintah Mr.Dion.
        “Baiklah Mr.Dion”jawab Michele
        “darah yang kamu lihat adalah cairan yang didalamanya terdapat milyaran sel-sel darah merah atau eritrosit, sel darah putih atau leukosit,dan keping darah atau Trombosit…..bla….bla…bla….
        Pelajaran Biology selesai tepat pukul 15.30. huh… aku lelah sekali hari ini, oya sekarang saatnya miss. Amanda menunjukan nilai pelajaran memasakaku, semoga nilaiku bagus….!
        Nilai memasakpun dibagikan….!
        “……Jennifer 8,5, Michele 90, Marissa 7,5, Dan Lili 100, ups maksud miss mahpir seratus yaitu 9,9”
        BRUK……

        Lili dan Michele menjatuhkan diri mereka di kasur yang empuk di kamar nomor 27, yup kamar mereka.
        “Hm…. Nyaman sekali….!” Kata Michele
        “Iya nih, seharian kita ada tugas !”Tambah Lili
        Suasana hening beberapa saat.
        Tiba-tiba Michele melompat dari kasur dengan wajah riang.
        “Lili, kau tahu sekarang jam berapa?”Tanya Michele

        Lili melihat arloji yang dipakainya di tangan kanan, lalu menjawab. “16.00. kenapa?”
        “MAKAN!, ayo siapa tahu ada ice cream…!”seru Michele dengan semangat
        “Oh iya…! Aku sampai lupa, come on!”sambung Lili dengan semangat lalu pergi ke kantin bersama Michele.
        Michele membuka pintu kamar lalu menutupnya lagi, tiba-tiba…
        PRAK…..

        Sebuah kunci terjatuh dari atap kamar lili dan Michele, Michele yang baru saja menutup pintu kamarnya kaget mendengar suara kunci yang jatuh, lalu kembali masuk ke kamar nomor 27 itu.
        “Kunci apa ini?”kata Michele sambil mengamati kunci itu, lalu Lili menghampiri Michele yang masih berada di kamarnya.
        “Hei…! Ayo cepat! Kau sedang apa sih?”Tanya Lili heran.
        Lalu Michele menunjukan kunci yang ia temukan itu, lalu berkata pada Lili, “ini loh!, kamu tahu ini kunci apa?, tadi aku menemukanya terjatuh dari atap.”cerita Michele

        Lili tertawa kecil, lalu berkata “atap? Bagaimana bisa kunci terjatuh dari atap, sedangkan di atap tidak ada siap-siapa Michele.”
        “Tapi benar kok, kunci ini terjatuh dari atap.”Michele meyakinkan Lili.

        Lalu Lili mengambil kunci itu dari tangan Micele dan mencobanya untuk lemari pakaian, tapi tidak cocok, lalu di coba untuk pintu, juga tidak cocok. Akhirnya Lili mencoba memasukan kunci itu pada lemari kecil yang tertempel di tembok itu. Dan…. BISA…!
        “Bisa!, ini lemari apa ya lili?”Tanya Michele pada Lili
        “Entahlah”jawab Lili, lalu Ia melihat kedalam lemari kecil itu, di dalamnya luas sekali, lalu Lili masuk ke dalam lemari itu dengan merangkak.
        “Hei! Apa yang kau lakukan lili?”Tanya Michele. Lili tidak menjawab
        Akhirnya Michele ikut masuk ke dalam lemari kecil itu, mereka terus mengikuti kemana lemari itu berakhir.
        Setelah sekian lama merangkak, mereka sampai di sebuah taman yang indahhh sekali, tunggu, itu sangat luas, berarti bukan taman, tapi…, mungkin dunia lain.

        Dan…, kau tahu apalai yang menarik dari ‘dunia lain’ itu, di sana banyaaakkk sekali PERMEN. Berbagai rasa dan bentuk permen ada di dunia ini!
        “Wahhh…!!!”seru Michele dan Lili bersamaan.
        “Kita ada dimana ya?”Tanya Michel
        “Kok di dalam lemari yang kecil bisa dunia penuh permen seperti ini?”sambung Lili

        Tiba-tiba seekor kelinci bertubuh besar dan berwarna putih menabrak Lili dan Michele, barang yang dibawa kelinci itupun terjatuh ke tanah.
        Lili dan Michele langsung kaget.
        “Hai! Namaku Burney!”seru kelinci putih tersebut
        “Ha..hai! a…aku Lili dan i..ini temanku, na…namanya Michele”jawab Lili terbata-bata.
        “Oh… senang berkenalan dengan kalian!, sepertinya kalian bukan berasal dari Negeri Zola Zuya?”Tanya Barney.
        “Negeri Zola Zuya?”ulang Michele.
        “Yup! Negeri ini penuh dengan sekiaan ratus, oh bukan sekian Juta, hm… mungkin sekian Milyar permen-permen yang manis.”jelas Burney

        Lili menganga, wah… banyak sekali, kalau seperti ini aku bisa mabuk permen nih, hihihi pikir Lili.
        “Jadi kalian berasal dari mana?”Tanya Burney lagi.
        “Dari Indonesia, ups maksudku Dari Bumi! “Kata Michele.
        “Karena kalian orang baru, kurasa kalian harus melapor pada ratu Queenita di Candy center, tepatnya di kerajaan Candy palace.” Jelas Burney dengan banyak menyebutkan kata ‘candy’

        Lalu mereka berduapun berjalan menuju Candy center.
        Beberapa menit kemudiaan mereka sampai di Candy center, ternyata Candy center itu tidak seperti dunia khayalan yang dipenuhi banyak kurcaci atau peri, melainkan Binatang lucu yang bisa berbicara, ada beruang, kucing, kupu-kupu, dan lainya. oya di Candy center juga sama seperti kota-kota besar lainya, ada kendaraan dan berbagai toko.
        “Ayo naik!”seru Burney membuyarkan lamunan Michele dan Lili.
        Merekapun naik ke dalam sebuah kendaraan bernama Round Candy, singkatnya kendaraan itu lebih mirip dengan permen, bentuknya bundar dan warnaya merah muda atau pink, lucu deh…

        Akhirnya sampai juga mereka ke tempat tujuan yaitu Kerajaan Candy palace. Lili dan Michele masuk ke dalam kerajaan yang megah dan indah itu.
        “Paduka Ratu Queenita, saya Burney ingin memberitahu jika ada penduduk baru yang berasal dari Bumi bernama….”kata-kata Burney terputus lalu burney menengok ke arah Michele dan Lili.
        “E… saya Lili”kata Lili memperkenalkan diri
        “Dan saya Michele”lanjut Michele

        Entah kenapa Paduka ratu Queenita terkejut melihat Michele dan Lili, setelah melihat wajah Michele dan Lili, ratu Queenita langsung membuka buku tebal dan membacanya, lalu berkata.
        “E… apakah kalian lapar atau mungkin haus? Silahkan masuk!”kata Ratu Queenita ramah.
        Di meja makan ada banyaak sekali makanan, oya permen juga ada kok banyak banget…!

        Setelah kenyang karena makanan yang dihidangkan, sang Ratu memulai pembicaraan.
        “em… apakah kalian benar-benar bersal dari Bumi?”tanya Sang ratu.
        “Ya ratu”jawab Mcihele dan Lili.
        “kalian adalah pahlawan negeri Zola Zuya!”kata Sang ratu tiba-tiba

        Lili dan Michele kaget.
        “Pahlawan?”lili bertanya
        “Ya. Kalian diutus dari Bumi untuk menyelamatkan Negeri Zola Zuya”Lanjut sanga Ratu.

        Lili dan Michele terdiam.
        “begini, selama ini di Negeri Zola Zuya banyak sekali Para Kurcaci Licik yang ingin sekali mengambil permen-permen kami, para Kurcaci yang licik di kendalikan oleh seorang ratu jahat bernama ratu Cruel, ia tinggal di kerajaan evil Castle,sebenarnya banyak sekali penduduk negeri Zola zuya yang melawan namun mereka selalu kalah. jika kalian ingin menyelamatkan Negeri Zola Zuya kalian harus melewati goa Cave candy yang di jaga oleh monster one eye, monster itu bermata satu. Setelah melewati Goa cave Candy, kalian harus melewati sungai Strawberry milk river, di dalam sungai itu ada ikan hiu yang besar sekali…, setelah melewati sungai kalian akan sampai di hutan bubble gum Forrest, dan sampailah kalian di kerajaan evil castle, kalian harus mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh para penjaga kurcaci, setelah sampi pada Ratu Cruel kalian harus melawan ratu Cruel dan jika sampai matahari terbenam kalian tidak selesai, huh… negeri Zola Zuya tidak akan selamat untuk selamanya.”jelas Ratu Queenita panjanglebar.

        Malam ini Michele dan lili menginap di kerajaan candy Palace.
        “hm… lili, apa kau ingin menyelamatkan negeri ini?”Tanya Michele
        “tentu, aku sudah memikirkanya matang-matang kok, bagaiman denganmu?”tanay Lili
        “aku… em…, aku sih mau, tapi…, bagaiman jika nanti kita tersesat, atau kita terkena sihir ratu cruel, atau… atau….”kata-kata Michele dipotong Lili.
        “atau..atau… atau…, Michele kita tidak akan tersesat atau terkena sihir dari ratu cruel atau… whatever itu, jika kita yakin kita pasti bisa, kau harus yakin itu oke, nah sekarang sebaiknya kita istirahat aga besok kita bertenaga.”kata Lili.
        “hah… baiklah Lili”
        Malampun berganti pagi. Lili dan Michele sudah bersiap untuk pergi kekerajaan evil castle. Mereka sudah membawa bekal yang cukup, dan juga tongkat sihir untuk mengalahkan ratu Cruel, jubah penghilang, sayap, dan bubuk pingsan.

        PROK…PROK…PROK….
        Ratu queenita bertepuk tangan tiga kali dan terbanglah seekor burung, atau burung raksasa bernama bird golden, seperti namaya, burung raksasa itu berwarna emas.
        “ingat ya…, jika ingin melawan ratu cruel, kalian harus bersatu dan berkata ‘ phoenix furbo azaika tú eres la reina de la delincuencia y no volver para siempre! los crímenes de ir! la bondad de venir!’”jelas ratu Queenita.
        Lili dan Michelepun menaiki burung raksasa itu.
        Meskipun dilanda rasa takut mereka tetap berani.
        Beberapa menit mereka terbang, sampailah mereka di goa cave candy, burung bird golden pun pergi. Dengan rasa takut, kedua sahabat itu memasuki goa itu.

        Terlihat seorang monster bertubuh besar sekali, dan juga berwarna hijau lumut, oya matanya juga satu sedang tertidur.
        “Lili! Tunggu. Jangan masuk dulu, nanti kita bisa ketahuan, ini. Pakai jubah penghilang, biar tidak kelihatan!”kata Michele sambil memebri jubah penghilang itu.
        “kau benar michele!”
        Lili dan Michele sekarang sudah tidak kelihatan. Mereka berjalan pelan-pelan, bahkan pelan sekali.
        Namun….
        PRAK…

        Oh tidak Michele menginjak batang kayu kecil. Hati mereka berdua begdegup kencang. Mereka terus melanjutkan langkah pelan-pelan sekali.
        “BERHASIL!!!”michele dan Lili berteriak kegirangan.
        Oow, sepertinya si one eye terbangun, mati deh…
        “UNTUK APA KALIAN DATANG KE SINI?! KALIAN TELAH MENGANGU TIDURKU! SEKARANG RASAKAN INI!”Monster one eye mengayunkan kaki dan ia… ia… ingin menginjak kami!

        Lili dan Michele lari sekencang-kencangnya!
        “Michele! Pakai sayapnya!sayap!”lili mengingatkan.
        “iya!” Michele langsung memakai sayap, dan terbang tinggi, begitu juga dengan lili.
        “huh…selamat!”ujar Michele

        Setelah itu mereka turun ke tanah sejenak untuk beristirahat, dan memakan bekal mereka.
        “Nyam…! Ternyata makanan di sini nggak beda jauh sama yang di bumi ya…”ujar Lili
        “iya! Permenya juga enak.”lanjut Michele
        “eh…, sudah yuk! Nanti waktu kita keburu habis”kata Lili
        “yaudah deh, yuk! Terbang lagi!”ujar Michele
        Merekapun mengepakkan sayap mereka, dan WUSH…. Mereka kembali terbang.
        Sungai berwarna pink mulai terlihat. Sepertinya itu starwberry milk river ( aneh ya namanya).

        Michele dan lili mendarat di depan sungai, mereka terpaku oleh sunagi yang memang mirip sekali dengan susu starwberry, atau…. Itu memang benar-benar susu?
        “Ini susu ya?”tanya Michele
        “Entahlah, mari kita coba!”ajak Lili
        Wajah michele ragu-ragu.

        Lili mengambil gelas dan meminum susu starwberry dari sungai tersebut, dan rasanya…..
        “Hm…., enak sekali! Bahkan lebih enak dari pada susu yang biasa disediakan di kantin sekolah!”kata lili
        “Benarkah?”tanya Michele

        Lili mengagguk senang.
        Michelepun ikut mencoba susu itu.dan michele juga berpendapat sama seperti lili, bahwa susu itu memang benar-benar-benar-benar enak!
        “Tapi…, sekarang bagaimana kita menyebrang sungai ini?”tanya Lili
        “bagaimana dengan perahu itu? Sepertinya cukup kuat!”kata Michele sambil emnunjuk sebuah perahu mungil.
        Michele dan lili pun menaiki perahu itu, mereka tetap waspada jika ada seekor hiu yang besar lewat.

        Yup! Sebentar lagi perahu yang ditumpangi kedua sahabat itu sampai di seberang, tapi…, perahu itu bergoyang-goyang. Dan munculah ikan paus yang mirip hiu. Atau itu hiu bertubuh paus ya?
        “akh…. Lili lihat! Paus!”kata michele kaget dan terus mendayung.
        “HU…..! AKU AKAN MEMAKAN KALIAN DENGAN SATU LAHAPAN!”Kata si paus
        “kurasa itu hiu.tapi berbadan paus!!”kata Lili
        “AKH…..”Michele berteriak kencang.
        “Oya. Bubuk pingsan!”kata lili.

        Lalu lili melemparkan sedikit bubuk pada si paus. Lalu beberapa detik kemudian si paus terjatuh ke dalam air lagi.!
        “yey…. Hore…, kita selamat lagi!”kata michele dan lili.
        Merekapun terbang lagi menuju tempat selanjutnya.

        Buble gum forrest, yup! Kalian benar, itu adalah hutan dengan penuh permen karet.
        “ini hutanya?”tanya lili
        Michele mengaguk.
        “baiklah, ayo kita masuki!”

        Michele dan lili berjalan perlahan, ups… lili menginjak permen karet! Bagaiman ini?!
        “michele tunggu!, kakiku tidak bisa terangkat, uh… lengket”kata lili
        Michelepun mencoba membantu lili. Namun… tetap tidak bisa!
        Michele menarik lili sekuat tenaga! BISA!

        Lili dan Michele kembali berjalan, sekian detik dan menit, mereka tak kunjung sampai.
        “Lili bagaimana ini?! Kita sudah melewati pohon ini sebanyak tiga kali!”keluh michele
        “tenanglah michele, mungkin sebentar lagi kita sampai!”kata Lili
        “seharusnya aku tidak usah mengikutimu menuju negeri ini!, kalau begini aku mau pulang saja! Kembali ke asrama!” Michele berdiri dan pergi dari tempat itu.
        “Kau pikir siapa yang mau terjebak dalam hutan penuh permen karet sepertini ini?! HEI! Kau dengar aku?! Aku sedang bicara!, huh… baiklah kau pergi saja! Aku tidak memerlukanmu! Aku akan menemui ratu Cruel, dan melawanya SENDIRIAN!”Kata Lili

        Lili pergi ke arah kiri dan michele ke arah kanan.
        “huh! Dia pikir siapa dia?! Beraninya menyuruhku untuk menurutinya.!”kata Michele
        Tapi tiba-tiba semua terasa bergoyang, seperti GEMPA.!
        Wajah michele ketakutan sekali…!
        Tapi, dari kejauhan ia melihat raksasa berwarna merah!

        Michele makin ketakutan! Raksasa itu mendekat.
        “hei manusia! Apa yang kau laukan disini?”tanya si raksasa ramah
        “a.. aku ingin ke bumi!”kata Michele

        Raksasa itu baik dan ramah, ia tidak seperti monster-mosnter lainya yang menakutkan, ia baik sekali, dan ia adalah penjaga hutan ini.
        “Bumi? Dari tingkamu aku sudah tahu jika kamu bertengkar dengan sahabatmu, ada apa ceritakan saja padaku.”pinta si Raksasa
        “Hah… begini, aku michele, aku utusan dari ratu queenita untuk mengalahkan ratu Cruel, tapi, sku dan sahabatku bertengkar, kami tersesat. Aku merasa jika dirikulah yang paling benar, tanpa memikirkanya aku langsung pergi darinya dan tak mendengarkan kata-katanya”kata Michele panjang lebar.
        “jadi kau utusan untuk mengalahkan ratu cruel ya? Hm… sayang sekali kalian bertenkar padahal sebentar lagi kalian akan berhasil loh!”kata si raksasa
        “ya…, aku tahu itu, menurutmu apa yang harus ku lakukan?”tanya Michele
        “merutku kau harus kembali, dan minta maaf padanya”jawab Raksasa
        “Ya, aku juga berpikiran seperti itu tapi aku tidak tahu jalan”

        Si raksasa berpikir, “hm…. Bagaiman jika kau ikut aku, naiklah ke kepalaku dan kita mencarinya bersama-sama, bagaimana?”tanya si raksasa
        “benarkah? Oh…., terimakaish, tapi… kau tahu jalan?”tanya michele
        “tenang saja aku kan penjaga hutan ini,nah ayo naik!”
        Michele dan si raksasapun mencari lili bersama-sama di hutan.

        Sekian lama si raksasa dan micele mencari, namun Lili tidak ketemu.
        “hah…, raksasa kupikir mungkin Lili sudah keluar dari hutan ini.”kata michele
        “itu tidak mungkin, sebab kau dan Lili dan bersahabat”kata si raksasa
        Michele terdiam dan terus mencari.
        Tiba-tiba terdengar suara teriakan, michele dan raksasapun menuju tempat tersebut. Ternyata yang berteriak itu LILI. Ia terjebak di Lumpur yang penuh peremen karet. Michele senang sekali dan langsung menemuinya.

        Michele menjulurkan tanganya pada Lili. Lili menengok.
        “huh hampir saja. Em… michele makasih ya…”kata lili

        Michele tersenyum dan menjawab “iya sama-sama, hati-hati dong kalau jalan.”kata michele “maafin aku ya lili, aku terlalu egois sama kamu, aku Cuma mikirin diri aku sendiri” lanjut Michele.
        “iya, maafin aku juga ya michele”jawab lili

        Merekapun berpelukan. Lalu melanjutkan perjalanan menuju kerajaan evil castle, dalam perjalanan Michele menceritakan tentang si raksasa.
        “ini kerajaanya?”tanya lili
        Michele menelan ludah dan menganguk pelan.

        Merekaun berjalan pelan menuju kerajaan evil castle yang luas namun kerajaan itu banyak sekali kurcaci jelek.
        “michele pakai jubahnya”kata lili mengingatkan
        Lalu mereka berdua memakai jubahnya dan berjalan kembali menuju ruang ratu Cruel.

        Sekian lama berjalan, sampailah lili dan michele di hadapan ratu Cruel.
        “hei! Sedang apa kalian disini?! Penjaga!”kata ratu Cruel
        “tunggu dulu! Kami adalah utusan dari ratu Queenita.”kata lili
        “ya! Dan kami ingin membunuhmu untuk selamanya!”lanjut Michele

        Tiba-tiba datang dua penjaga kurcaci ingin menangkap Michele dan Lili. Namun dengan cepat dan tanpa menunggu lagi Lili dan Michele membaca mantera dan mengarahkan tongkat sihir ke hadapan ratu Cruel.
        “‘ phoenix forgo azoic tú eres la reina de la delincuencia y no volver para siempre! los crímenes de ir! la bondad de venir!”kata lili dan Michele bersamaan.

        Keluarlah cahaya yang terang sekali…..! ratu cruel kaget dan panik, para kurcaci lari dari kerajaan Evil castle.
        “AKH……!”Teriak ratu Cruel

        Dengan cepat cahaya itu langsung hilang dan ratu cruelpun hilang untuk SELAMANYA!
        “Yey….! Michele kita berhasil!”teriak lili
        “iya lili, usaha kita tidak sia-sia!”kata michele
        Kedua sahabat itupun bergegas kembali menuju Candy center dan menuju kerajaan candy palace.

        Mereka di sambut dengan meriah sekali.
        “terima kasih michele dan lili! Kalian adalah pahlawan negeri zola zuya!”kata sang ratu sambil memberikan banyaaaakkk sekali permen pada lili dan michele.
        “ini untuk kalian para pahlawan kami!”kata ratu queenita.
        “wah….! Terima kasih ratu Queenita”kata michele dan lii

        Michele dan lili pun kembali ke asrama mereka. Mereka jadi mempunyai ide untuk marissa dan stefy aga tidak bertengkar lagi. merekapun langsung menemui Marissa dan stefy. Ternyata mereka masih bertengkar.
        “Michele! Begini saja, kau temui Marissa dan aku temui Stefy”kata Lili

        Merekapun bubar.
        “hei Stefy! Em…. Kamu tau tidak, dari kemarin Marissa selalu cemberut terus karena tidak ada kamu.”kata Lili
        “hah! Biar saja. Dia kan tidak butuh aku”kata Stefy
        “kau salah besar Stefy, dia sangat marah jika ada yang menghinamu, itu berarti dia membutuhkanmu”kata Lili “apakah kamu tidak rindu padanya?”tanya Lili
        “huh…, aku sih rindu, tapi aku tidak tahu cara bertemu denganya.”kata Stefy
        “begini, kemarin marissa bertemu denganku dan dia bilang bahwa ia mau menemuimu di taman sekolah”kata Lili berbohong
        “benarkah?”

        Lili menganguk.
        Begitu juga dengan Michele dan Marissa. Dan semoga rencana kedua sahabat itu berhasil.

        Akhirnya Stefy dan Marissa ingin bertemu satu sama lain di taman sekolah.
        “em… Marissa, maafin aku ya…, selama ini aku nggak pernah mikirin kamu”kata Stefy
        “iya, maafin aku juga ya Stefy. Aku nggak pernah perhatian sama kamu”kata Marissa

        Stefy menganguk
        “jadi kita bersahabat lagi kan?”tanya Marissa
        “iya”kata Stefy
        Lili dan Michelepun datang, mereka berpelukan bersama-sama.
        Michele mengambil permen dari sakunya. Kebetulan permen itu ada empat.
        “M…. siapa yang mau permen untuk sahabat baru?”kata Michele
        Semua tertawa dengan riang
        Nah, persahabatan itu memang nggak ada yang bisa ngalahin. Kita harus ngerti satu sama lain, kalau kita mau dia ngerti sama kita, kita juga harus ngerti dia. Iya kan?. Jadi jagalah persahabatan kalian.

        PROFIL PENULIS
        hallo! nama saya sarah lestari bouzaidi. saya suka nulis sejak kecil. sekarang saya kelas 6 sd. saya pernah ngirimin cerita-serita saya tapi nggak bisa di terbitkan katanya belum pas sama kriterianya. saya sekolah di MIN 10 Duren sawit jaktim.
        segitu aja dulu deh... semoga saya bisa terus berkarya. amiinnnn thanks....!

        Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnyanya.

        Minggu, 05 Agustus 2012

        Cerpen Persahabatan Update Agustus 2012

        Cerpen Persahabatan Agustus  2012 - Manusia adalah makluk sosial yang membutuhkan sebuah kehadiran seseorang disekelilingnya atau juga manusia tak lepas dengan namanya Interaksi dengan manusia yang lainnya. Maka dari itu manusia hidup didunia ini memerlukan sebuah interaksi sosial untuk dapat menjalani hidup dalam bermasyarakat.

        Dan untuk sebuah Interaksi yang lebih enak dan lebih terbuka maka kita membutuhkan sebuah Persahabatan untuk memcurahkan atau tempat berbagi dengan kondisi anda yang terkadang sedih ataupun terkadang senang, Karena seseorang tidak semua yang mau mendengarkan sebuah kesedihan kita dan hanya ingin kesenangannya saja, maka carilah sebuah teman yang benar-benar bisa untuk persahabatan.


        Dalam Persahabatan ini sahabat Loker seni mencurahkan dalam sebuah tulisan dalam bentuk sebuah cerpen Persahabatan yang dikemas dengan Kata kata indah nan apik. dan Perlu diingat Cerpen Persahabatan dibawah ini adalah Cerpen Persahabatan Update Mei, Juni dan JuliAgustus  2012 dan Cerpen Persahabatan ini akan terus di update selagi sahabat lokerseni mengrimkan Cerpen Persahabatannya, Okelah langsung saja untuk membacanya.

        KUMPULAN CERPEN PERSAHABATAN UPDATE AGUSTUS 2012


        1.BEST FRIEND FOREVER
        Karya Kristia Apriyani
        Pagi yang cerah, mentari menyapa dengan senyuman. Kay berjalan menyelusuri perkebunan ubi, wajah yang biasa tanpa rona bahagia. Setiap hari Kay berangkat sekolah sendiri, sedih senang hanya ia dan Tuhan yang mengetahui....Baca Selengkapnya...
        2. SENYUMAN TERAKHIR
        Karya Gufran Algifari
        Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda. Aku terhenti saat ku melihat dia, aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik dan manis, aku singgah membeli segelas air untuk melepaskan dahaga yang melanda tenggorokanku....Baca Selengkapnya...

        3. PUTIH ABU-ABU
        Karya Faitul lillah
        Pada suatu pagi yang cerah aku bersemangat sekali untuk melangkah ke sekolah,,ini merupakan kali pertama aku menjadi anak SMA hatiku sangat senang dan bangga karena aku dapat diterima di MAN 2 PEKALONGAN.....Baca Selengkapnya...
        4. THE STORY OF THE CANDY'S
        Karya Sarah Lestari Bouzaidi
        Lili. Itulah nama gadis kecil yang cantik,imut, pintar, cerdas, em…. Apalagi ya…? Pokoknya segalanya dech….! Lili duduk di kelas lima. Oya rambut lili keriting dan panjang sepinggang....Baca Selengkapnya...
        5. THE POWER OF SIMIN
        Karya Cucuk Espe
        Simin mendapat togel tiga angka sekaligus. Seluruh kampung gempar. Dia menjadi buah pembicaraan dimana-mana. Meski dia masang tidak banyak, tetapi tepat tiga angka merupakan sesuatu yang langka. Hal inilah yang mengundang pembicaraan....Baca Selengkapnya...
        6. CERITA CINTA ANAK SMA
        Karya Sri Hasih Nurhayati
        Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para siswa di SMAN 1 Harapan, karena hari ini adalah hari penentuan kelas. Aku juga merasakan deg-degan, apakah aku masuk kelas IPA atau IPS, dan apakah aku masih bisa bersama-sama dengan sahabat-sahabatku.....Baca Selengkapnya...
        7. BEST FRIEND
        Karya Putri Mustadziyah
        Ini puisi yang ku buat tadi malam untuk tugas bahasa indonesiaku hari ini. Aku mendapatkan urutan nomer 5 untuk membacakan puisi yang kubuat ini. Puisi ini cukup sederhana. Ku membuatnya pun tanpa berfikir, rasanya tangan ini tanpa diperintah untuk menulis.....Baca Selengkapnya...
        8. AIR MATA TERAKHIR
        Karya Martha Friska Sirait
        Saat ini tak ada lagi yang harus aku sesali untuk yang telah terjadi kepadaku beberapa bulan terakhir. Semua telah aku simpan dalam bentuk bungkusan merah yang aku tanam dalam dada berbentuk hati. Meski terkadang sulit mengungkapkan dalam hati ketika senyum dan tangis.....Baca Selengkapnya...
        9. ARTI PERSAHABATAN
        Karya Sri Hasih Nurhayati
        Kata orang persahabatan tidak mengenala namanya perbedaan, waktu, jarak, harta ataupun suku. Apapun itu, sahabat akan tetap ada. Sahabat sejati tidak akan pergi walaupun dia telah disia-siakan bahkan tidak dianggap akan arti kehadiranyya dan juga perbuatannya....Baca Selengkapnya...
        10. GARA-GARA NGARET
        Karya Sri Muliana Nengsih
        Jantung Dina berdebar cepat ketika melihat suasana sekolah telah sepi. Tidak ada lagi murid-murid yang bermain di luar kelas. Dia menyesal mengapa tadi malam menonton TV sampai larut malam, sehingga dia telat sampai di sekolah.....Baca Selengkapnya...

        Semoga Cerpen Persahabatan Update Agustus 2012 diatas bisa bermanfaat bagi anda, SHARE atau LIKE jika Postingan diatas bisa menjadi insfirasi atau Motivasi bagi anda.

        Cerpen Persahabatan - Putih Abu abu

        PUTIH ABU-ABU
        Karya Faitul lillah

        Pada suatu pagi yang cerah aku bersemangat sekali untuk melangkah ke sekolah,,ini merupakan kali pertama aku menjadi anak SMA hatiku sangat senang dan bangga karena aku dapat diterima di MAN 2 PEKALONGAN

        Sesampai di parkiran yang terletak dibelakang kelas ,aku langsung bergegas mencari kelas X6 ,ternyata ruangan kelasku berada tak jauh dari parkiran, akupun tanpa ragu untuk memasuki kelas dan mencari tempat duduk yang masih kosong,terlihat ada 1 tempat duduk yang masih kosong yaitu barisan kedua dari belakang terlihat pula ada sesosok perempuan yang seusiaku duduk disamping tempat duduk yang masih kosong tersebut, akupun langsung menuju tempat duduk yang masih kosong itu dan menyapa “hai,, bolehkah aku duduk disebelahmu?” tanyaku..”boleh silahkan”jawabnya dengan senyum yang nampak diwajahnya, “namaku FAITUL lillah biasa dipanggil ILLA”, diapun memperkenalkan dirinya “ namaku Wahdaniyah panggilanku NIA”,kita saling berjabat tangan dan saling sapa deengan senyuman hangat dari wajah kami.

        Pelajaran demi pelajaran kami ikuti,kamipun dapat teman baru yang akrab dengan kami namanya Yunita Anggiani ( Anggi ), Iva Solekha ( Iva ), Nurul Hidayati ( Indun ), Azizatul Chalimah ( Zizah ) keakrabanpun terjalin diantara kita dari jajan bareng kekantin, Jalan-jalan bareng, acara traktiran kalau diantara kita ada yang Ulang tahun, Seru-seruan dan masih banyak lagi kegiatan Asyik yang kita lakukan...hingga terbentuk ALINEZ singkatan dari nama kita,,,hmmm

        Tak terasa telah semester II , untuk mempersiapkan jurusan yang kita minati, aku dan nia mengambil jurusan yang sama yaitu Ipa ketrampilan sedangkan anggi, iva, indun, dan zizah mengambil jurusan IPS, walaupun jurusan mereka sama tapi mereka tak satu kelas kecuali iva sama indun yang satu kelas, kelanjutan dari persahabatan kami agak mulai ranggang karena sudah tak satu kelas lagi ditambah kelasku jauh dari anak IPS dan IPA yang lain, kelasku hanya berdekatan dengan kelas IPS KETRAMPILAN,,huhu kasihan sekali kelas IPA dan IPS KETRAMPILAN terpisah dari kelas yang lain yang satu angkatan dengan kami sebenarnya sih sudah protes kenapa kelasnya terpisah dengan yang lain tapi sekolah menjelaskan katanya biar dekat keLAB PPHP, OTOMOTIF dan TATA BUSANA, kamipun harus menerimanya dengan lapang dada walaupun sebenarnya berat sekali berjauhan dengan kelas yang lainnya, kita hanya ngumpul kalau diantara kami ada yang Ultah tapi walaupun begitu rasa persahabatan dalam hati kita tetap terjaga dengan baik..

        Oya dikelas IPA ket aku dan nia duduk bersama lagi LOCH yaitu duduk di tempat duduk yang paling belakang dari situlah persahabatn kami mulai erat, awal masuk kelas ketrampilan kami asing dengan yang lainya kecuali dengan teman yang kelas X nya bersama mereka adalah tyo, yoga, fais dan rudi, rudi sebenarnya bukan teman satu kelas tapi karena rudi sering bersama dengan tyo jadi kami mengenalnnya.

        Kita berenam sering menghabiskan waktu bersama entah belajar dikelas, kekantin jajan bareng, ataupun sekedar jalan-jalan bareng. Bukan hanya itu kami juga saling membantu meringankan masalah jika diantara kami ada masalah, akupun merasa beruntung mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka, nia yang cerewet dan selalu ceria, tyo yang pintar dalam pelajaran fisika dan berpendapat, yoga yang jago merangkai kata-kata yang indah, fais yang jago ngedrum dan kocak tapi kadang sering nyeleneh dan rudi yang pandai dalam pelajaran kimia, itulah kami yang satu melengkapi satu dengan yang lainya.

        Tapi pertemanan kami tak semanis kelas XI entah kenapa aku dan nia tak tau sebabnya.sejak selesai dari magang kita tak lagi menghabiskan waktu bersama, terasa ada suasana yang beda diantara kami, tyo, yoga, fais dan rudi mulai sibuk menjalankan aktifitas sendiri-sendiri, akku dan nia sebenarnya sudah berusaha untuk mempersatukan lagi pertemanan kami tapi sulit sekali.

        Waktu terus berjalan hari demi hari terlalui, kami bersama kembali tapi sikap dan perilaku mereka berbeda terhadap aku dan nia, sikap mereka yang cuek dan tak peduli lagi, rasanya sedih banget kenapa ini harus terjadi dan ada apa dibalik sikap mereka yang berbeda.sejak saat itu aku dan nia berusaha untuk tidak bergantung lagi dengan mereka karena sikap mereka aku dan nia juga bisa bebergian tanpa mereka meskipun mereka menganggapnya tidak bisa, siapa bilang, walaupun tanpa mereka juga bisa....

        Tapi bagaimanapun yang terjadi mereka tetap sahabat-sahabat yang singgah dimasa putih abu-abu.... THANK ,, salam manis wat sahabat2Q,,,

        PROFIL PENULIS
        Nama : Faitul lillah
        MAN 2 PEKALONGAN
        Facebook : Lyla Nzxaliniez
        e-mail :lillahf@ymail.com

        Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

        Cerpen Persahabatan Romantis - Senyuman Terakhir

        SENYUMAN TERAKHIR
        Karya Gufran Algifari

        Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda. Aku terhenti saat ku melihat dia, aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik dan manis, aku singgah membeli segelas air untuk melepaskan dahaga yang melanda tenggorokanku.

        Setelah beristirahat aku langsung menggayuh pedal sepeda untuk pulang ke rumah. Sesampai dirumah, kedua orang tuaku sedang pergi ke sebuah tempat yang aku tidak tau. Aku segera pergi mandi karena badanku sudah bermandi keringat. Setelah mandi aku memakai pakaian dan menuju taman yang tak jauh dari kompleks rumahku. Aku kaget si dia juga sedang berada ditaman. Tanpa pikir panjang aku langsung menghapirinya.
        “Hai…..”, kataku

        Dengan senyum aku menyapanya.
        Tapi dia tidak merespon dan tetap saja membaca sebuah novel. Sekali lagi aku mengulangi sapaanku.

        “Hai.. boleh kenalan gak?”.
        “Iya ada apa?”, katanya sambil menatap novel yang dibacanya.
        “Aku boleh gak kenalan? Namaku Zhaky”, sambil mengulurkan jemariku.

        Dia langsung berdiri lalu meletakkan bukunya di atas kursi dan memberi tah u namanya.
        “Namaku Tamara”, katanya dengan senyum.
        “Kamu tinggal dimana?”, kataku.
        “Aku tinggal di sebelah kiri toko buku dekat gerbang kompleks. Aku baru pindah kemarin.”
        “Oooo…. Kamu anak baru yah?”.
        “Memang kenapa?”.
        “Tidak kenapa-kenapa kok”.
        “Ayo aku temani jalan-jalan di taman ini. Lagi pula gak enak juga kalau suasananya begini-begini saja”, pintaku.
        “Ok.. baiklah”, katanya dengan lembut.

        Langkah demi langkah mengawali perkenalanku dengan si dia yaitu Tamara. Kami berjalan mengeliling taman, dari pada hanya terdiam lebih baik aku memulai pembicaran. Aku menanyakan banyak hal kepadanya. Dan kami selalu menyelingi pembicaraan kami dengan candaan yang cukup untuk mengocok perut hingga sakit.
        Sekarang sang mentari akan kembali ke peraduannya. Kami berjalan pulang bersama karena arah rumah kami searah. Tamara berada di depan kompleks sedangkan rumahku ada di lorong kedua sebeleh kanan di kompleks tempat tinggalku. Sesampai di depan rumah Tamara kami berhenti dan menyempatkan diri untuk bercanda sebentar.

        Suara teriakan Ibunya yang memanggil membuat kami berdua kaget.
        “Tamara… Tamara… ayo cepat masuk, udah hampir malam nih!, teriak ibunya.
        “Ya bu.. tunggu!, Zhaky aku duluan yah?”, katanya dengan senyum.
        “Iya...”, kataku sembari membalas tersenyumnya.
        “Kamu juga cepetan pulang, nanti di cariin sama Ibu kamu”.
        “Ok… aku pulang yah.. dadah..!, sambil berjalan dan melambaikan tangan.

        Di perjalanan, aku hanya bisa berkata “baru kali ini aku bisa cepat berkenalan dengan seorang gadis, apalagi gadis seperti Tamara”. Kini aku berjalan di antara jalan yang sepi dengan sedikit penerangan dari lampu jalan yang mulai redup dan di kerumuni serangga.

        Sesampai di rumah aku di marahi oleh Ibuku.
        “Kamu ke mana aja”?, bentak Ibu.
        “Maaf Bu, aku tadi dari keliling taman”, kataku sambil menunduk.
        “Lain kali jangan pulang telat lagi yah?”.
        “ Iya Bu”, sembariku meninggalkan ibu di teras rumah.
        ***

        Keesokan paginya aku bertemu dengan Tamara, ternyata aku sama sekolah dengan dia, kemarin aku lupa nanya sih. Aku langsung berlari menghapirinya.
        “Tamara… Tamara…. tunggu aku!”, kataku sambil berlari.

        Tamara berhenti dan memegang pundakku.
        “Masih pagi-pagi kok dah keringatan kayak gini?, ini usap keringatmu!”, katanya sembari menyodorkan sapu tangannya.
        “Iya nih, kamunya tuh. Kamu jalannya cepat amat” .
        “Iya maaf”, kataya sambil tersenyum.
        “Ayo buruan entar pintu gerbang di tutup”.

        Sesampai di sekolah aku langsung ke kelas dan ternyata Tamara juga sekelas dengan aku. Dia duduk di sampingku, karena Dino teman aku baru pindah sekolah dua hari yang lalu. Tamara naik dan memperkenalkan dirinya ke teman-teman kelasku.
        “Hai perkenalkan namaku Tamara Adelia, panggil aja aku Tamara. Aku baru pindah dari Makassar kemarin, semoga kita semua bisa menjadi teman yang akrab”.
        “Ok….”, Teriak semua temanku.

        Kini kami semakin dekat. Kami selalu bersama, kami duduk di depan kelas sembari bercerita tentang tugas sekolah.

        “Kamu suka pelajaran apa?”, tanyaku.
        “Aku paling suka pelajaran matematika”.
        “Kenapa kamu suka pelajaran itu?, padahal pelajaran itu agak rumit dan memusingkan”.
        “Karena aku suka aja dengan pelajaran itu, kalau kamu sukanya pelajaran apa?”.
        “Aku paling suka dengan pelajaran bahasa Indonesia, yah pelajaran sastra”.
        “Kenapa kamu suka pelajaran itu?, tanyaku.
        “Seperti kamu tadi, aku suka aja dengan pelajaran itu. Aku sudah buat beberapa cerpen, mau baca?”, kataku sambil menyodorkan beberapa cerpen karyaku.
        “Ini buatan kamu?, aku gak percaya”.
        “Iyalah, ini buatan aku. Kamu baca yah dan berikan saran, ok?”.
        “Ok…”, katanya sambil tersenyum.
        ***

        “Tttttttteeettt….”, Bunyi bel menandakan kami akan melanjutkan ke pelajaran berikutnya. Tapi, guru yang mengajar tidak datang. Jadi aku dan Tamara bersama teman-teman yang lain hanya bercerita tentang hal-hal yang dapat mengocok perut.

        Tak lama kemudian, kami pun pulang. Aku bersama Tamara dan temanku yang lain berjalan menuju pintu gerbang, menertawai hal yang tak patut ditertawai. Di perjalanan pulang Tamara berteriak, “Auuuuhh sakit, Zhaky bantu aku berdiri!” pintanya sambil meneteskan air matanya. kaki Tamara tersandung batu, dan kelihatannya kaki Tamara Terkilir.
        “Sudah jangan nangis donk, pasti kamu akan sembuh kok”, kataku menyemangati.
        “Iya Zhaky, tapi kaki aku sakit banget. Bantu aku berdiri donk!”, pintanya
        “Auuuuhh…. Sakit!!”, katanya sambil merintih kesakitan.
        “Sini biar aku gendong deh, gak apakan?” .
        “Betul mau gendong aku, aku berat loh!”, katanya sambil tersenyum.
        “sakit-sakit gini sempat aja ngelawak, sini naik cepat”.
        “hehehe…. Aku beratkan?”, tanyanya, sambil tertawa.
        “Gak kok..”, kataku sambil tersenyum.

        Sesampai di depan rumah Tamara, Ibunya yang sedang membaca koran kaget saat melihat kedatanganku yang menggendong Tamara.
        “Tamara, kamu gak apa-apakan nak?”.
        “Gak apa-apa kok Bu”, kata Tamara.
        “Kakinya terkilir tadi waktu jalan pulang tante”, kataku.
        “Terima kasih yah nak ….”
        “ Zhaky, tante!”, ucapku dengan maksud memperkenalkan diri.
        “Iya terima kasih yah nak Zhaky”, katanya sambil tersenyum.
        “Tamara, tante, Zhaky pulang dulu yah?”, kataku.
        “Iyaa nak Zhaky, kapan-kapan main ke rumah yah?”, kata ibu Tamara.
        “Baik tante”, kataku sambil tersenyum.
        Sehabis menggendong Tamara punggungku rasanya ingin copot, benar juga kata Tamara badannya berat. Tapi, tidak apalah dari pada sahabat aku Tamara gak pulang ke rumah. Sesampai dirumah aku langsung melepas pakaian dan makan siang. Sesudah itu aku langsung tidur karena aku lelah banget udah gendong Tamara.
        ***

        Keesokan paginya aku menunggu Tamara di depan rumahnya. Saat melihat dia keluar rumah, dia sudah bisa berjalan dengan baik. Aku kaget dan bengong melihatnya.
        “Woii kamu kenapa bengong kayak gitu?”, tanyanya sambil mencubit pipiku.
        “Akh gak apa kok!, eh kok cepat amat sembuhnya?”.
        “Iyaa nih, semalam aku dibawa ke tukang urut, rasanya sakit amat waktu di urut”.
        “Baguslah, daripada berjalan dengan pincang”, kataku sambil tersenyum.
        Sampai di sekolah teman-teman ku berkumpul membicarakan sesuatu, aku dan Tamara bergegas ke sana dan mendengar apa yang di ceritakan teman-temanku itu.
        “Teman-teman, besokkan kita libur bagaimana kalau kita liburan?”, kata Naila.
        “Kita mau ke mana ?”, tanyaku memotong pembicaraan.
        “Kita akan pergi liburan, baiknya kita ke mana?”, kata Denny.
        “Bagaimana kalau kita pergi ke tempat rekreasi terkenal di kota ini!”, kata Tamara.
        “Baiklah kita akan ke pantai Bira!”, kataku.

        Tak sabar menunggu saat itu, aku menceritakan sedikit tentang pantai Bira kepada Tamara. Kami tidak memerhatikan penjelasan guru, akibat cerita kami yang semakin mengasyikkan. Tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi. Rasanya aku tidak ingin berpisah dengan Tamara walau sekejap saja. Tapi, mungkin itu cuman perasaanku saja. Kami berkeliling sekolah mencari hal-hal yang baru dan melupakan apa yang aku banyangkan tadi.

        Tidak lama kemudian, bel kembali berbunyi kami berlari ke kelas. Kami berlari sambil tertawa dengan senangnya. Rasanya hal ini adalah hal yang terindah bagiku. Sesampai di kelas kami duduk dan menunggu guru. Tak lama kemudian, guru yang mengajar pun datang.

        Aku merasa agak tidak enak badan. Tamara iseng mencubit pipiku dan Tamara kaget.
        “Zhaky kamu gak apa-apa, kan?” tanyanya dengan khawatir.
        “Aku gak apa-apa kok”, kataku dengan nada yang pelan.
        “Kamu sakit dan aku harus antar kamu pulang!”, katanya sambil berjalan menuju guruku.
        “Pak, Zhaky sakit”, katanya.
        “Baiklah bawa dia pulang, kamu mau mengantarnya?” tanya pak guru.
        “Iya pak aku bisa kok”, katanya.

        Berhubung sudah hampir pulang Tamara memasukkan barang-barangku ke dalam tas
        lalu dia juga membereskan barang-barangnya.
        “Ayo aku antar kamu pulang”, katanya.

        Tamara meminta izin mengantar aku pulang. Sambil memegang jemari-jemariku dan sesekali memegang keningku. Tamara selalu bertanya tentang keadaanku. Tapi, aku hanya bisa menjawabnya dengan kalimat, “Aku baik-baik saja kok, gak usah khawatir”.
        Sesampai di rumah aku langsung di bawa Tamara ke kamarku sembari ibu mengomel-ngomeliku.
        “Ini sebabnya kalau makan gak teratur”, katanya.
        “Sudah tante, Zhaky ‘kan lagi sakit”, pinta Tamara ke Ibuku.
        “Biarlah nak, biar dia tahu rasa”, kata Ibuku.
        “Kalau begitu aku pulang dulu tante”.
        “Nak nama kamu siapa?”.
        “Nama aku Tamara, tante”.
        “Terima kasih yah nak Tamara, udah bawa pulang anak tante ini”.
        “Iya, sama-sama tante”, katanya.
        Aku melihat senyuman indah dari Tamara saat akan keluar dari kamarku.
        ***

        Keesokan paginya, rasanya badanku udah sehat. Aku bergegas menyiapkan barang yang akan ku bawa. Aku mandi dan sesudah itu berpakaian rapi dan langsung menuju rumah Tamara. Tapi, Tamara sudah berangkat duluan. Aku langsung ke sekolah. Sampai di sekolah aku melihat Tamara dan langsung menghampirinya.
        “Zhaky, kamu udah sembuh?”, katanya.
        “Iya.. aku udah sembuh kok”.
        “Betul aku udah sembuh”, kataku sambil meraih tangannya dan meletakkannya di keningku.

        Tak berapa lama kemudian, bus yang akan mengantar kami ke pantai Bira pun datang. Aku duduk di belakang bersama anak lelaki lainnya. Tamara berada di depan bersama teman wanitanya. Di perjalanan rasa gelisahku semakin tak menentu. Aku memiliki pirasat buruk dan naas tak berselang beberapa lama mobil yang aku tumpangi kecelakaan.

        Aku merasa kepalaku sakit, saat ku pegang kepalaku mengeluarkan darah yang banyak. Tapi, yang ada di pikiranku sekarang adalah Tamara. Aku langsung berteriak dengan nada yang lemah. “Tamara.. kamu gak apa-apa, kan?”. Aku tak mendengar suaranya. Aku melihat teman-temanku terluka dan mengeluarkan banyak darah. Saat aku ke tempat duduk Tamara, aku melihat kepala Tamara mengeluarkan banyak darah. Rasa sakit yang aku rasa membuat aku pingsan.
        “Zhaky, Zhaky, bangun nak, ibu di sini”, kata ibuku sambil menangis.

        Mendengar suara itu, aku terbangun. Aku sekarang berada di rumah sakit, aku kaget dan berteriak.
        “Dimana Tamara Bu? Tamara baik-baik sajakan Bu?”.

        Ibu hanya terdiam sambil menatap ayah.
        “Ibu apa yang terjadi?”, aku mulai meneteskan air mata.
        “Maaf nak, kini Tamara sudah berada di tempat lain”, dengan nada yang pelan ibu memberitahuku.
        “Jadi maksud ibu?”.
        “Iya Nak, Tamara telah meninggal akibat kecelakaan itu”, kata ibu sembari memelukku.

        Aku terduduk di ranjang dan dipeluk ibu sambil menangis dengan keras dan berkata “ kenapa dia terlalu cepat meninggalkan aku Bu?”. Aku terdiam dan mengingat saat aku sakit, dia memberiku senyuman yang kuanggap indah itu dan menjadi senyuman terakhir darinya. (SELESAI )

        PROFIL PENULIS
        Nama : Gufran Algifari
        Alamat facebook : gufranalgifari@ymail.com
        Twitter : @Gupe81
        Pin BB ? just ask via twitter

        Baca juga Cerpen Persahabatan dan Cerpen Romantis yang lainnya.