Tampilkan postingan dengan label Cerpen Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Lucu. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012

Cerpen Lucu - Mengejar Mas Bro

MENGEJAR MAS BRO
Karya Martha Friska Sirait

Ketika aku mendengar lagu Audi “ Sahabat”, aku langsung teringat kepada kedua manusia yang berada di martubung tepatnya di medan. Entah apa yang membuatku begitu tertawa lepas saat mengingat mereka, tapi yang pasti aku bahagia saat itu.
“ Nak weh, kita ngumpul di tempat biasa jam 2, kalau telat mati !”
“ Eh, jangan gitu lah. Aku lagi sibuk nih. Kau tahu, aku saat ini dalam posisi yang genting, aku lagi... halo.. halo Nan ? halo ? iss.. dasar anak yang satu ini. Belum ngomong dah asal mati aja.” Sesaat setelah mematikan handphonnya, Chaca diam sejenak. Apa yang harus aku perbuat, aku tak mungkin meninggalkan ini. Aku sudah lama menunggu, apalagi sudah waktunya. Bagaimana ini, aku keluarkan gak ya?. Tiba-tiba seseorang dari belakang memukul pundaknya.
“ Nak, jadi masuk nggak, Ibu sudah tidak tahan nih ?”
“ Ehm.. gimana ya Buk, Saya bingung harus mengeluarkannya atau tidak”
“ Bagaimana kalau kamu duduk dulu baru kamu ambil keputusan setelah itu?”
“ Akh, ya benar. Thanks Buk !.” sambil meninggalkan tempat tersebut.
“ Dasar anak sekarang, mau boker saja harus berfikir. Edan !”

Setelah kami bertemu di tempat yang telah ditentukan kami memulai rapat yang akan dibahas.
“Cha, aku suka pada E..” sebelum menyelesaikan kalimatnya aku langsung menutup mulut Unek. Dan membisikkan sesuatu di telinganya.
“ Ssstt.. jangan menyebut merek, nanti kalau ada yang tahu bagaimana ?”
“ Jadi aku harus menggunakan nama apa?” sambil berbisik.
“ Sebut saja Mas Bro !”
“ Cha, aku suka pada Mas Bro”
“ Oh, ya nggak apa-apa.”
“ Makasih ya, kau memang teman yang baik. Oh ya, maukah kau mengajariku bagaimana cara untuk mendapatkan hatinya?”
“ Tenang saja, itu mudah kok. Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu?”
“ Apa itu ?”
“ Mas bro itu siapa ya, apa dia satpam di sekolah kita dulu ?” sambil menunjukkan wajah tidah berdosa.
“ Apa, kau mau mati ya. Aku serius gerot....”
“ Hahahahha..., aku cuma bercanda. Dengar dia menyukai wanita yang tomboy, humoris dan kuat. Lumayan sulit, tapi aku yakin kau pasti bisa meluluhkan hatinya.”
“ Hufh... baiklah, Conan kau harus merubahku.”
“ Ya, baiklah kalau itu mau mu.” Singkatku.

Keesokan harinya kami langsung melakukan pembedahan karakter Unek. Dan setelah selesai, kami mengantarkannya ke tempat pertemuan yang akan dilakukan bersama Mas Bro.
“ Kenapa E...” belum menyelesaikan kalimatnya Aku menutup mulut Chaca.
“Sssttt... jangan berisik. Ntar di dengar orang.”
“ Jadi, Mas Bro itu Dia. Aduh bagaimana ini... mampus aku !”
“ Kenapa, kau sakit hati atau kecewa?”
“ Bukan itu. Sebenarnya aku asal menyebut kemaren mengenai cara mendapatkan Mas Bro. Aku kira Mas Bro itu satpam kita benaran, tapi ternyata...”
“ Memangnya kriteria satpam kita seperti itu, dari mana kau tahu?”
“ Ehm... sebenarnya kami sudah beberapa kali telefonan. Hehehe” sambil tersipu malu.
“ Sarap! Ya sudah, tidak ada gunanya menyesali semuanya. Kita tunggu saja dia keluar.”

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya Unek keluar. Dengan cepat Aku dan Chaca menghampiri Unek dan menyerbunya dengan beribu-ribu pertanyaan. Tapi Unek langsung membentak kami.
“ Diam !, mulai sekarang aku tidak ingin melihat kalian lagi. Sungguh terlalu.” sambil meniru logat bang haji roma irama.

Setelah beberapa hari berlalu, aku dan Chaca pergi kerumah Unek untuk menemuinya dan meminta maaf padanya.
“ Nek, aku benar-benar minta maaf. Aku memang tidak tahu kalau Mas Bro yang kau maksud itu Dia.”
“Sudahlah Nek, jangan marah lagi. Aku juga minta maaf mengenai masalah ini. Aku tahu memakaikanmu baju perompak itu sungguh ide yang gila. Padahal tidak ada cewek tomboy yang mengenakannya.”

Tiba-tiba Unek membentak kami dengan suara yang keras.
“ Ahh, ya..ya.. aku ingat sekarang. Pakaian perompak itu. Kalian ingat saat kalian mendandaniku dengan riasan perompak?”
“ Ya !” sahut ku dan Chaca.
“ Dan apa kalian ingat saat aku mengenakan pakaian perompak itu setelah Aku selesai mandi ?”
“ Ya !” sahut kami lagi serempak dengan rasa bersalah.
“ Kenapa ?” tanya ku penasaran.
“ Aku lupa memakai celana dalam pada saat itu !”
“ Apa !!!! ” serempak aku dan Chaca mendengar hal itu.
“ Bagaimana bisa ?” tanya Chaca heran.
“ Aku juga tidak tahu kenapa aku lupa, tapi itu tidak masalah buatku. Aku sudah mendapatkan jawabannya. Meskipun sedikit tertusuk.”
“ Maksudnya?” tanya ku heran.
“ Saat tidak memakainya, sepertinya ada yang menusuk kesitu.” Sambil memasang wajah malu-malu.
“ Tertusuk bagaimana maksudmu, celananya kan tidak ada resleting. Bagaimana bisa?”Jawabku sambil mengerutkan alis.
“ Memang tidak ada resleting, tapi kan pada saat itu aku pakai kancing peniti.”
“ Oh iya ? astaga...”

Karena merasa pembicaraan itu agak mengerikan buat Chaca, maka Ia mengalihkan pembicaraannya.
“ Lalu, apa yang Dia katakan?”
“ Aku tidak jadi mengutarakan perasaan ku padanya. Tapi saat bersamanya aku sadar satu hal”
“ Apa itu ?”
“ Dia, sama sekali tidak melihatnya. Dia sedikitpun tidak merasakan apa yang sedang aku perlihatkan. Disaat aku memberikan perhatian dan cara agar Ia sadar akan perasaanku, dia tetap saja tidak dapat melihatnya. Dan saat itu juga aku tahu, bahwa Dia ....” sebelum melanjutkan kalimatnya, Aku menutup mulut Unek.
“ Sssttt... sudah tidak perlu di ucapkan lagi. Kami memahami perasaan mu, kami dapat melihatnya. Semua yang kau rasakan, semua yang kau tunjukkan, kami dapat melihatnya. Bahkan tanpa kau bilang kami tahu kau sayang padanya. Jadi sudahlah. Oh iya, jadi bagaimana dengan itu mu, apa tidak terluka?” sambungku dengan perasaan ingin tahu.
“ Kau ini, kenapa kau suka sekali menghentikan pembicaraan orang .Tanganmu itu bauk tahu nggak. Itu ku sudah tidak apa-apa, aku sudah memberikan obat merah jadi kau tenang saja.”
“ Apa tidak iritasi, nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana?”

Tiba-tiba Chaca menjambak rambutku.
“ Kenapa kau malah bertanya mengenai itu, menjijikkan tau tidak!”
“Kau yang menjijikkan, lihat..bulu hidungmu keluar. Cepat masukkan!”
“ Dasar!.” Keluh Chaca. Tapi saat itu juga Ia mendorong bulu hidungnya agar masuk ketempatnya.
“ Lalu bagaimana selanjutnya?” tanyaku pada Unek
“Tidak ada, kata Dokter bokongku tidak apa-apa.” balas Unek.
“ Oh.. syukurlah, aku kira... hahhahaha” aku tertawa karena terlalu berlebihan memikirkan hal yang lain.
“ Tidak ada kata selanjutnya. Kau sendiri bagaimana Nan ?” tanya Chaca balik.
“ Sama saja, tidak ada kata selanjutnya”
“ Kau terlalu pemilih !”
“ Tidak, aku hanya sedang menunggu. Ibarat sebuah rumah yang kosong, hati ini masih menunggu pemiliknya kembali. Aku tak ingin waktu yang ku gunakan untuk menunggu membuat hatiku tertutup untuk orang lain, makanya aku berpacaran hanya untuk sekedar saja. Tapi ternyata, waktu menunggunya sangat lama.”
“Kau bodoh!, kau mampu melakukan hal gila yang kau lakukan terhadapku. Tapi kau tidak mampu untuk mengungkapkan perasaanmu.”
“ Ini berbeda Nek, begitu juga dengan kita. Sesungguhnya aku sangat iri kepada kalian yang bisa mendapatkan cinta dari orang yang juga menyayangi kalian.”
“ Tidak selalu, buktinya sekarang aku. Kau lihatkan.” Tegas Unek.
“ Kau belum seutuhnya mencintainya, makanya kau berucap seperti itu.”
“ Ya. Mungkin saat ini cinta belum berpihak kepada kalian, tapi ingatlah kita saling memiliki dan akan selalu melindungi. Meskipun cinta tidak melihatnya, namun sahabat mampu untuk merasakan dan melihatnya. Benarkan Nan ?”
“ Ya Cha, meskipun cinta mampu mengubah seseorang, tapi sahabat tetap untuk selamanya.”
“ Kalian inilah, baiklah kalau begitu. Kita harus tetap menjaga satu sama lain.” Setelah kalimat itu diucapkan Unek, akhirnya kami pulang kerumah masing-masing.
Mungkin terlihat bodoh saat aku mengenang semua itu, tapi hal bodoh itulah yang mampu membuat kami tetap bertahan dan menghargai segala yang kami punya.

Baca juga Cerpen Lucu yang lainnya

Jumat, 14 September 2012

Cerpen Lucu - Mau Mengeringkan Laut

Abi Galah
MAU MENGERINGKAN LAUT
Karya Syibran Malasyi

DI sebuah desa tinggallah seorang pemuda bernama abi galah.dia tinggal bersama ibunya di gubuk tua dan reot.desa itu dipimpin oleh seorang raja yang sasngat bijak dan adil bernama raja fatur dan permaisurinya yang bernama ratu sekar sari dan seorang putrinya yang bernama putri ayu delima.raja fatur sebuah kerajaan yang sangat megah yang namanya kerajaan kembang wangi.

Suatu hari ketika abi galah sedang bersantai dg temannya yaitu unang dan ujang mereka terlibat adu mulut. si ujang berkata hei kawanku hal luar biasa apa yang pernah kalian lakukan sahut si unang kemarin aku menghajar 5 orang dengan tangan kosong jawab si ujang o itu tidak seberapa kemarin aku menghajar 7 orang dengan balok kemudian si unang bertanya pada abi galah hei bi hal apa yang pernah kau lakukan abi galah pun menjawab tidak ada .


Karena abi galah menjawab begitu ujang dan unang meledeknya karena tidak tahan dengan ledekannya abi galah pun berkata cukup kalian meledekku akan ku tunjukkan pada kalian bahwa aku juga mampu sahut siunang memangnya apa yang mau kau lakukan kalian lihat laut itu minggu depan aku mau mengeringkannya.

Berita itu pun sangat Cepat menyebar sehingga seluruh penduduk kampung tau, ada yang menganggap bahwa abi galah sudah gila.hari yang di tunggu pun tiba para penduduk kampung berbondong-bondong kesana raja fatur juga ikut mau menyaksikan,sebelum abi galah beraksi raja fatur berkata wahai abi galah jika engkau gagal kau akan dipancung.

Kemudian abi galah memulainya dia mengambil ember kemudian mengambil air laut dengan ember tersebut .karena sudah lelah abi galah pun istirahat.karena abi galah sudah kelelahan sebagian orang berpikir bahwa abi galah pasti akan dipancung.kemudian raja berkata wahai abi galah engkau sudah gagal maka bersiaplah untuk dipancung.

Kemudian abi galah berkata kok yang mulia bilang bahwa saya gagal padahalkan saya sudah berhasil.raja lalu berkata berhasil apanya lihat air laut belum kering padahal kamu bilang mau mengeringkannya.abi galah pun berkata saya bilang kan mau mengeringkan bukan bisa mengeringkan ya terserah mau lautnya kering atau tidak.

Setelah abi galah berkata begitu raja dan seluruh penduduk kampung tercengang tak bisa berkata apa-apa lagi.tetapi setelah itu penduduk kampung memberikan tepuk tangan yang sangat meriah karena abi galah telah berhasil menyelesaikan misinya.raja faturpun meminta maaf kepada abi galah sebagai permintaan maafnya raja fatur memberikan 50 keping emas kepada abi galah.sejak saat itu kehidupan abi galah sudah makmur dan membuat rumah yang layak untuk ditempati dari hasil penjualan emas dari raja.

Nantikan serial abi galah lainnya.

Baca juga Cerpen Lucu yang lainnya.

Senin, 03 September 2012

Cerpen Remaja Lucu - Kodok Struk

KODOK STRUK
Karya Hendra

Banyak hal yang enggak bisa gue lupain gitu aja sewaktu gue masih di SMA. Salah satunya tentang guru olahraga gue. Namanya Arul, postur tubuhnya tinggi langsing dengan rambut tipis. Dia banyak cerita tentang pengalamannya, diantara semua pengalamannya, jujur dari lubuk hati gue paling dalam, enggak ada satupun yang bisa gue percaya. Gue enggak percaya dia pernah bermain di klub bola Bayern Munchen, kalau dia memang pernah pasti dia udah jadi pelatih bola bukan jadi guru olahraga. Dia mungkin mempunyai kepercayaan diri yang sangat sangat tinggi.

Pengalaman menarik pada saat jam pelajarannya itu pas dia sedang menjelaskan gaya dalam berenang. Gue yakin kalau kalian lihat bagaimana dia mempraktekkannya, pasti kalian akan sawan/kesambet. Tapi yang bikin seru adalah kita enggak boleh ketawa pada saat dia menjelaskannya. Sumpah ini seperti acara Tahan Tawa yang ada di Trans TV. Kalau di Tahan Tawa ada bopak sebagai pengujinya disekolah kami ada Arul.

Kami sekelas sebenarnya tidak ada yang tahan ingin ketawa pada saat dia mempraktekan renang gaya kodok. Gayanya enggak seperti kodok yang normal tapi lebih mirip kodok struk. Mungkin lebih bagus kodok struk kali daripada dia.

Pada saat itu salah satu temen gue ketangkep kamera sedang tertawa karena gaya kodok struk itu. Dan keluarlah jati diri Arul sebagai sosok kejam yang dtakuti oleh para murid sekolah itu termasuk gue. Dia merasa direndahkan oleh pansek karena sudah berani menertawakannya. Sebenarnya satu kelas pada ketawa semua sih cuma panseknya aja lagi kena sial. Kasihan banget memang pansek dia mungkin belum mandi wajib makanya kena sial seperti itu.

Satu kelas langsung sunyi, enggak ada yang berani bicara, enggak ada yang berani bergerak, enggak ada yang berani membuka mulut dan enggak ada yang berani bernapas. Kasian pada mati semua dong.hehe Gue pengen banget nyarankan pansek untuk pura pura gila jadi dia enggak kena marahnya Arul. Tapi gue masih mencoba mengumpulkan keberanian gue. Setetes demi setetes gue kumpulin dan akhirnya gue urungkan niat baik gue ini karena Arul makin marah dan menyuruh pansek untuk keluar dari kelas pada saat itu juga.

Setelah kejadian yang menegangkan itu berakhir, suasana kelas menjadi hening dan serius menerima pelajarannya kecuali gue dan 3 teman gue. Kami berempat masih aja ngeledek dia. Kami memang segerombolan siswa yang usil dan sering nyeletuk disaat guru menjelaskan. Terutama si Alam, dia terlihat serius tetapi sebenarnya dia itu orang gila yang turun kedunia dan ditugaskan untuk mengganggu kami semua.

Arul pun makin semangat menjelaskan dan kami makin enggak ngerti dengan semua gaya yang dia praktekan. Gue ngeliat keluar jendela berharap ada mobil ambulance dari rumah sakit jiwa. “Semoga aja dia bukan pak Arul yang asli semoga dia orang gila yang sedang menyamar menjadi pak Arul.” Itu doa gue pada saat itu.

Yang gue senang itu pada saat dia kehabisan bahan untuk cerita. Hanya dengan itu dia mau membebaskan kami dari kelas dan mata pelajaran yang berbahaya yang mungkin bisa membuat kami jadi tertular oleh dia.

Gue sadar pada saat kuliah, banyak ilmu dan nasehat yang gue dapat dari beliau. Gue beranggapan dia melakukan itu semua agar kami bisa punya cita cita yang tinggi. Agar selalu berusaha untuk bisa dapetin apa yang kita inginkan. Tapi Gue hanya bisa membalasnya dengan ucapan Terima Kasih.

Rahasia di Balik Bom Buku - Cerpen Lucu

RAHASIA DI BALIK BOM BUKU
Karya Yurika Anggraini

Langit yang tampak kelam dan awanpun pekat hitam pertanda hujan telah mengamuk di atas pijakannya. Allahu akbar … Allahu akbar, adzan magrib pun berkumandang di seluruh penjuru kota.
“ San, tak dengarkah awak suara adzan tuh?”tanya seorang perempuan tua pada anaknya yang dari tadi asyik mengarang pantun di bukunya.
“ Apa mak? Lah sudah adzan? “
“ Iya, tak dengarkah awak? “ Ohh, patutlah aku tak dengar mak, kan hujan,”jawab Sasan.
“ Ada pula hujan yang awak salahkan. Bersihkan telinga tuh tiga kali sehari! Adzan magrib pun awak tak dengar.”
“ Bersihkan telinga? Macam mana aku nak bersihkan telinga, pembersih telinga saja kita tak punya,”
“ Masa iya? Mak kan lah beli waktu itu.”
“ Yang itu sudah habis mak,”
“ Cepatnya,”
“ Ya kan mak juga yang bilang pakainya tiga kali sehari.” Perempuan tua yang heran dengan perkataan anaknya pun hanya pasrah.” Ya sudahlah, nanti mak beli lagi di warung. Sekarang awak pergilah ambil air wudhu!”
Dengan segera Sasan pergi ke kamar mandi. Byur… byur… byur… air wudhu mengalir membersihkan tubuhnya. Langkah kakinya membawanya ke ruangan kecil. Dia pun sholat magrib dengan setengah khusyu.
***

“ Sa...san. Saa...saan..” teriak teman-teman Sasan dari luar rumah.
“ Iya,” jawab Sasan ketika ia sudah membuka pintu rumahnya.
“ Lamanya lah awak nih,” ucap Yayan yang merupakan sahabat dari Sasan sekaligus ketua geng dari mereka, TRICOTENG, nama yang diberi oleh geng itu sendiri yang berarti tiga cowok muanteng. Sebuah nama yang patut dibanggakan oleh mereka.
“ Ntah! tak nak aku terlambat lagi.” ucap Jejep yang juga merupakan sahabat Sasan.
“ Iya lah, aku minta maaf. Aku tadi kena ceramah sama mak aku, dikira sembunyikan sepatu sekolah adik aku.”
“ Sudah ketemu sepatu adik awak?” tanya Jejep heran. “ Sudah,”
“ Macam mana pula?” tanya Jejep lagi “ Ya soalnya aku yang naruh sepatu adik aku,”
“ Heh... patutlah awak kena ceramah, awak yang sembunyikan pun.” kata Yayan sambil menjitak kepalanya.
“ Ayolah kalau begitu. Kita berangkat sekarang!” seru Jejep.
Mereka berjalan menelusuri lorong-lorong, mengibas daun di pinggir jalan. Jalan setapak berakhir di ujung jalan, mereka mulai melewati kebun karet. Alang-alang yang tumbuh disekitarnya, melambai diterpa angin, melambai pelan pada siapapun yang melewatinya. Langkah kaki yang mantap, tak ada sesuatu yang bisa menghalangi.

Berjalan terus di antara pohon-pohon Jati yang berjejer, pohon-pohon yang mulai bertumbangan, dilahap kerakusan manusia. Sejauh mata memandang, pohon Jati tinggal satu dua dalam jarak pandang saling berjauhan, mungkin dalam waktu dekat akan habis. Kaki melangkah melanjutkan perjalanan melewati rumah-rumah penduduk yang juga saling berjauhan. Jejep yang memperhatikan Sasan terus mengarang pantun selama perjalanan menuju sekolah, ia pun akhirnya membuka pembicaraan.
“ Aku rasa, awak ni kelak nak jadi penyair.”
“ Iya kah? Kenapa awak bisa cakap macam tuh? “ Lah, tiap hari awak kerjaannya berpantun terus.
Sampai-sampai, telinga aku nih lah penat dengar pantun awak! Ntah iya ntah tidak pantun yang awak karang dari tadi, aku pun tak tahu.” gerutu Jejep.
“ Aku pun tak paham lah maksud awak nih, Jep. Pertama awak puji aku. Kedua awak hina aku.”
“ Hehehe, kenyataannya kan memang seperti itu.
Aku dengar awak dari tadi berpantun, tapi tak ada yang jelas pantun yang awak buat.”
“ Sudahlah. Sasan nak berpantun kah, nak jadi penyair atau tidak kah, itu terserah dia. Yang penting kan kita... HAPPY,” ujar Yayan.
Tawa terkekeh pelan terdengar dari mereka yang merubah suasana pagi hari itu.
***

Ketika jam pelajaran sudah dimulai, tiba-tiba Ibu Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Tanjung Pinang, Ibu neli muncul di depan pintu dengan seorang anak perempuan yang tampaknya bukan penduduk asal dari daerah tersebut. Rambutnya yang tergerai indah membuat mata Sasan tidak berkedip sedetikpun. Kulitnya yang putih memiliki sisi perbedaan dari anak-anak biasanya yang berada dikota itu.
“ Assalamu’alaikum, Anak-anak!”
“ Wa’alaikum salam, Bu!”
“ Anak-anak, hari ini kalian akan memiliki teman baru. Dia pindahan dari Jakarta. Nak Anggrai, silahkan perkenalkan diri!” Saat Anggrai memperkenalkan dirinya,
Sasan terus memperhatikannya sambil mencatat segala apa yang diucapkan Anggrai. Mulai dari nama, umur, tempat lahir, tanggal lahir, alamat, dan status. Sasan pun bergumam,
“Anggrai cantik tinggi semampai, dada bidang rambut mengurai, putih melepak lembut gemulai, saya melihat rasa terkulai. Alamak... ternyata bidadari tuh memang ada ya, Jep.”
“ Heh, cakap apa budak satu nih. Tak dengarkah awak tadi, kalau dia tuh orang Jakarta. Macam awak tah tahu saja, orang-orang di Jakarta macam mana.” jawab Jejep mengeluarkan suara kecil mengejek yang duduk sebangku dengan Sasan.
“ Memangnya orang Jakarta tuh macam mana?”
“Di Jakarta tuh banyak sekali koruptor. Para pejabat termasuk anggota Dewan disana tuh kerjaannya hanya makan uang negara. Kasus korupsi disana saja tak ada yang tuntas-tuntas. Hemm, macam si siapa lah tuh namanya. Aku lupa pula,”
“ Siapa? Aku tak tahu.”
“ Ihh, yang lagunya nak pergi ke Bali tuh.”ucap Jejep kesal.
“ Aihh, si Gayus lah tuh, nama itu pun kalian tak ingat.” sambung Yayan tiba-tiba yang daritadi mendengar percakapan mereka.
“ Nah, itu maksud aku. Awak nak tahu lagi, kalau di Jakarta juga pernah ada bom. Kemarin, aku dengar berita di TV, katanya ada pula bom buku.”
“ Bom buku? Apa pula bom buku tuh, Jep?”tanya Sasan dengan wajah kolotnya.
“ Bom buku pun awak tak tahu, mangkanya awak tuh sering lihat berita di TV.”
“ Jep... Jep. Macam mana aku nak lihat berita di TV, TV saja aku tak punya.”jawab Sasan santai.
“ TV pun awak tak punya San? “
“ Sudahlah, apa pasal kalian berdua nih. Hal yang seperti itu pun kalian perdebatkan. Lagi pula apa hubungannya si Anggrai dengan koruptor dan bom buku. Ada-ada saja awak nih Jep.”sergah Yayan.
“ Maksud aku tuh bukan itu, tapi...”
“ Ya sudahlah, Sasan nak cakap gadis tuh bidadari kah, tak tahu orang Jakarta macam mana kah, dia tak punya TV kah, terserah dia.
Dia tak tahu bom buku macam mana pun, itu juga terserah dia. Yang penting kan kita nih... HAPPY,” ujar Yayan dengan senyum lebar yang dibuat-buat.
Percakapan mereka terhenti ketika Anggrai datang ke arah mereka. Ternyata Anggrai duduk disamping Yayan yang kebetulan duduk sendiri. Tepat di belakang Sasan.
“Pucuk di cinta ulampun tiba,” gumam Sasan. Jejep yang tidak senang dengan keadiran Anggrai di belakangnya hanya dapat menatap Anggrai dengan sinis.
“Aku harap awak tidak mendekati budak perempuan itu, San!”ancam Jejep.
“Kenapa pula? Bukankah dia terlihat cantik dan baik,” Jejep menatap Sasan lebih serius,
“Dia tidak seperti yang awak bayangkan. Aku yakin, suatu hari nanti akan terjadi sesuatu yang tidak dapat awak bayangkan.”
***

Jam lima pagi. Suasana mulai riuh rendah. Rengekan motor mengawali pagi itu. Pedagang-pedagang warung pergi ke pasar untuk memenuhi pesanan pelanggannya. Masih terlalu pagi memang, tapi itulah kebiasaan mereka mengawali harinya. Sesekali terdengar ayam berkokok, Nampak malu-malu, membangunkan majikannya dari lelapnya istirahat yang cukup panjang.
Suara itu membuat Sasan terbangun dari tidurnya yang tak nyenyak lalu duduk diatas kasurnya.
“ Wilmana di atas gunung, penyengat bergantung tinggi, gundah gulana duduk termenung, teringat akan si jantung hati.”gumam Sasan. Setelah itu bangkit dari duduknya. Galau terus menghantuinya kemanapun ia melangkah. Ia melihat jam dinding yang ada didekat kamarnya, jam lima lewat sembilan menit. Dia bergegas ke kamar mandi hendak mengambil air wudhu. Dingin terasa membasahi tubuhnya, namun kesegaran ada padanya. Tetap berkainkan sarung ia menunaikan shalat shubuh. Pagi itu matahari masih malu menampakkan wajahnya. Namun tidak untuk Sasan.
Ia segera pamit pada ibunya untuk pergi bermain barsama para sahabatnya. Pandangan matanya menerawang, menerobos jarak yang mampu dijangkau panca indera.

Dari kejauhan, ia melihat seorang gadis kecil yang tidak asing lagi baginya. Karena disana bersandar dengan santai di sebuah bangku kayu kecil, tak lain dan tak bukan adalah, Anggrai. Sambil mengumpat pelan, Sasan melayangkan tatapan penuh makna ke arah Anggrai. Anggrai membalasnya dengan mengangkat sebelah tangan dan melambai ke arahnya. Sambil terus membalas pandangan Anggrai, Sasan pelan-pelan berjalan mendekat.
Mereka pun akhirnya saling berbincang-bincang.
“Aku juga tak tahu kenapa Jejep begitu tidak menyukaimu. Ia terlalu benci dengan orang Jakarta. Seperti yang aku ceritakan tadi, dia selalu menasehatiku agar tidak terlalu dekat dengan awak.” ujar Sasan setelah ia menceritakan pada Anggrai tentang sikap jejep.
“Ya sudahlah, itu kan hak dia. Jika dia memang tidak menyukai aku, juga tidak apa. Mungkin, dia hanya bermaksud memperingati kamu agar tidak terlalu percaya dengan seseorang yang baru kamu kenal. Apalagi kalau orang itu bukan penduduk dari kota ini. Seperti aku.” ucap Anggrai dengan aksen Jakartanya. Walaupun Sasan baru kenal dengan Anggrai, tapi berbicara dengannya sangat asyik. Mereka begitu nyambung satu sama lain. Karena masih ingin kenal lebih dekat lagi dengan Anggrai, Sasan mengajaknya untuk melihat permainan sepak bola. Saat mereka sedang melewati jalan dipinggir lapangan bola. Disaat para pemain sepak bola sedang asyik bermain, tiba-tiba bola yang mereka tendang bukan melayang ke arah gawang. Bola itu melayang ke arah Anggrai. Sasan yang melihat bola tersebut, dengan cepat ia menangkis dan menahannya sehingga tidak mengenai kepala Anggrai.
Anggrai yang dikejutkan oleh sikap Sasan, masih bingung untuk berbicara. Ia hanya melihat Sasan tergeletak di tanah.
***

Ketika jam pulang sekolah, Anggrai menghampiri Sasan dan memberikan sebuah bingkisan kecil berbentuk persegi panjang sebagai ucapan terimakasihnya atas kejadian di lapangan bola waktu itu. Sasan pun menerimanya dengan senang hati. Namun, ia terkejut ketika melihat bingkisan tersebut ternyata sebuah buku. Ia teringat akan perkataan Jejep yang mengatakan pada saat ini sudah ada bom buku. Belum sempat ia pamit dengan Anggrai, ia pun berlari meninggalkan Anggrai sendiri. Jantungnya berdegup kencang memikirkan apa yang terjadi. Apakah benar Anggrai adalah orang Jakarta seperti yang di katakan Jejep? Apakah sesuatu yang terjadi dikatakan Jejep adalah ini? Larinya semakin di percepat ketika ia melihat lagi buku yang ada di tangannya. Setelah ia sampai di lapangan bola tempat sahabat-sahabatnya sering berkumpul, ia pun langsung menghampiri mereka.
“Ada apa dengan awak nih? Napas tersengal-sengal macam tuh. Apa awak habis di kejar orang?”tanya Yayan melihat SasaN berdiri di hadapan mereka dengan keringat yang membanjiri tubuhnya.
“Bukan. Bukan itu, tapi...”
“Hemm, aku tahu. Pasti awak kena libas mak awak kan? Mangkanya awak lari kesini.”sindir Jejep.
“Bukan, bukan itu juga. Tapi ada satu hal yang ingin aku perlihatkan pada kalian,”ucap Sasan lagi sambil menunjukkan sebuah bingkisan yang di berikan Anggrai.
“Buku ?”tanya Yayan heran. Sasan akhirnya menceritakan apa yang terjadi saat di lapangan bola pada waktu itu. Dua dari anggota TRICOTENG itu hampir tidak percaya atas apa yang sudah dilakukan Sasan.
Mereka menganggap Sasan seperti pahlawan kesiangan.
“Apa maksud awak dengan buku itu?“tanya Jejep waspada yang akhirnya mampu bicara karena menahan tawa setelah mendengar cerita dari Sasan.
“Bukankah awak pernah bilang, kalau di Jakarta ada bom buku. Dan...”
“Kan sudah aku bilang, jangan lagi awak dekati budak perempuan tuh. Sekarang awak sudah kenal kan budak Jakarta macam mana,”geram Jejep.
“Sudahlah, yang perlu kita lakukan sekarang adalah kita harus membuktikan apakah benar itu bom buku atau bukan,”ujar Yayan menenangkan.
“Aku tak nak. Kalau itu benar bom buku macam mana, apa kalian berdua nak mati? Hehh, yang jelas aku tak nak mati. Kalau kalian nak buktikan, buktikan saja sendiri. Aku nak balik!”tegas Jejep.
“Kalau awak balik, itu berarti awak pengecut.”balas Yayan Jejep telah bersiap-siap untuk pergi, namun kata itu membuatnya kembali.
“Apa awak cakap tadi!”
“Jelas awak takut kan,”pancing Yayan lagi.
“Sudahlah, apa pasal lagi kalian berdua nih. Yang penting sekarang adalah kita harus membuka buku itu. Dan awak Jep, aku harap awak tak balik.”sergah Sasan.
Mereka pun akhirnya saling bertukar pandang satu sama lain. Wajah yang di penuhi ketegangan plus ketakutan melanda mereka. Dengan hati-hati Sasan membuka bingkisan tersebut. Jantung Jejep seolah berhenti berdetak saat Sasan akan membuka buku tersebut. Tapi kemudian ia melihat Sasan yang tidak jadi membukanya.
“Ada apa?”
“Ini seperti bukan buku. Aku rasa ini hanya sebuah kotak biasa yang berbentuk seperti buku. Bahannya juga bukan dari kertas tapi sangat kaku dan keras. Sepertinya ada sesuatu di dalamnya,”ucap Sasan.
Setelah ia menempelkan buku tersebut ke telinganya dan menjauhkannya kembali, ia menambahkan,”Aku mendengar suara didalam sini, seperti bunyi tiitt...tiit...tiit... dan...”
“Tidak salah lagi, itu pasti bom. Ya Allah, jikalau aku mati sekarang ampunilah aku. Dan sampaikan juga pada mak kalau aku sangat menyayanginya, ya Allah. Tapi sebenarnya, aku tak nak mati sekarang ya Allah, aku tak nakk...”
“Diam lah awak nih, Jep. Betenang!”bentak Yayan Sasan melanjutkan membuka buku tersebut. Dalam hatinya ia juga berdoa sama seperti Jejep. Sasan menyebut semua nama-nama Allah saat buku sudah berhasil dibukanya. Namun, ia terkejut ketika melihat apa yang ada di dalam kotak berbentuk buku itu. Ia merasa geli setelah melihatnya. Yayan dan Jejep yang melihat ekspresi Sasan, dengan segera mereka melihatnya. Mereka pun tertawa keras setelah mengetaui barang yang ada didalamnya ternyata hanya sebuah jam tangan dan sebatang coklat silver queen.
“Jadi bunyi tiitt...tiitt...tiit itu suara jam tangan ini, aku kira bom pula tadi,”ujar Jejep.
“Jadi awak dah tahu kan, kalau Anggrai bukan orang yang seperti awak pikirkan. Buktinya dia ngasih aku jam tangan dan coklat ini. Dan lebih tepatnya kalau ni bukan bom.”
“Iya, aku minta maaf kalau begitu San.”aku Jejep
“Hemm, kalau begitu bagilah coklatnya. Kami kan sudah bantu awak,”ucap Yayan dengan senyum lebarnya yang juga di ikuti oleh Jejep.
“Iyalah, tapi kita bertiga nanti harus minta maaf dengan Anggrai karena sudah salah paham dengan dia. Terutama awak, Jep.”
“Oke lah tuh. Hemm, ngomong-ngomong baru kali ini kita makan coklat silver quenn kan,” jawab Jejep santai.
“Sudahlah, kita sudah tahu bingkisan itu bukan bom kah, Anggrai tak seperti yang kita bayangkan kah, dan baru kali ini kita makan coklat silver quenn kah. Itu terserah. Yang penting kan sekarang, kita ini ....”
“H-A-P-P-Y....” teriak mereka serentak *** Hari itu sangat melelahkan bagi Sasan. Setelah melewati kejadian demi kejadian yang sangat membingungkan untuknya, ia pun hanya berbaring di kasur menatap langit-langit atas di kamarnya. Lalu matanya tertuju ke sebuah jam tangan yang dipakai di tangan sebelah kirinya. Ia menatap jam tangan itu lekat-lekat. ”Bunga sena cempaka biru, ketiga dengan bunga pekan, bila Jakarta ada bom buku, kirakah Tg.pinang ada bom jam tangan?”gumam Sasan bingung.
 
PROFIL PENULIS
Nama : Yurika Anggraini
Alamat :Batam
FB : Yurika RainiQuennSha
 
Baca juga Cerpen Lucu yang lainnya.

Minggu, 26 Agustus 2012

Cerpen Romantis Lucu - Cinta Cenat Cenut Cemunguth Celamanya

CINTA CENAT CENUT CEMUNGUTH CELAMANYA
Karya Listya Adinugroho

Pada suatu tanggal, tepatnya tanggal 40 Februari 2011 cot 45, terdapat sebuah hutan yang sangat lebat, bahkan lebih lebat dari hujan lebat. Tidak ada seorang pun yang berani masuk di hutan itu. Bahkan orang-orang tak berani menceritakan tentang hutan itu. Bahkan (lagi), saya juga gak berani menceritakan hutan itu. Maka dari itu, kita beralih 1 meter ke utara dari hutan tersebut. Di sana, terdapat sebuah kota yang sedang mengalami kemajuan ke belakang. Kota itu diberi nama Kota Untuk Slamanya. Cie….

Di Kota itu, terdapat salah satu sekolah yang sudah berdiri dari dahulu. Nama sekolah itu adalah SMA Satu Harapan biasanya disingkat SMASH. Sekolah itu berdiri sejak 5000 tahun sebelum tahun 7010. Slogan di sekolah tersebut adalah “Cintaku Cenat Cenut, Prestasiku Takkan Surut”. Sekolah itu sudah menjadi icon tersendiri bagi Kota Untuk Slamanya, bahkan icon itu melebihi 7 icons. Hah? Sekolah itu didirikan oleh seorang Antariksawan yang pernah pergi ke planet Bumi dan akhir2 ini ia dikabarkan akan mengunjungi Planet Hatimu. Cie…. Antariksawan tersebut bernama Pak Bagus,S.G (Sarjana Gombal), nama panjangnya bukanlah Kapur Bagus, Toko Bagus, maupun Bagus Setiawan. Tetapi namanya adalah Bagus Berkualitas, disingkat BB.

Pria berkelahiran tahun 1830 itu dulunya hanya sedang iseng bermain susun batu dengan teman-temannya. Tapi secara tidak sadar batu itu menjadi sebuah bangungan berlantai 10, sudah termasuk perabotan, kamar mandi, atap dan dapur dan perkakasnya. Pak Bagus kaget setengah hidup melihat bangunan megah itu. Karena di kampungnya dulu belum ada rumah, bangunan itu dijadikan sebagai hunian sementara 18 kampung. Akan tetapi karena adanya seleksi alam dan teori revolusi, bangunan tersebut dijadikan sekolah oleh Pak Bagus. Kebetulan siswa yang mendaftar hanya sedikit, sebanding dengan jumlah gurunya yang hanya berjumlah 2 orang. Jumlah siswa yang mendaftar hanya sekitar 4 sampai 5 ribu orang, belum termasuk orangtua yang mendampingi. Yah,,,karena bangunan sekolah hanya muat untuk 300,2 makhluk, terpaksa harus diadakan seleksi besar-besaran. Siapa yang jumlah huruf dalam namanya berjumlah ganjil atau prima langsung didiskualifikasi. Juga, yang mempunyai nama dengan huruf kurang dari 10 huruf juga langsung didiskualifikasi. Setelah 10 menit seleksi tersebut dilakukan, kini sekolah telah mendapat 300 siswa tetap.

Di sekolah itu ada sebuah murid yang terkenal gahol. Namanya adalah Seiza Emanuel Tristant Alexis Nockquart (disingkat SETAN). Ia adalah ketua geng “Tri Rejeki” bersama dua temannya, Zubi (A’uzubillahi Minasyaiton) dan Fay (Kamseu Fay). Status Seiza memang masih pelajar. Namun, ia sudah memiliki pekerjaan sampingan, yaitu menjadi Mahasiswa. Lhoh? Ia menjadi Mahasiswa di STTS (Sekolah Tinggi Tinggi Sekali) jurusan pergombalan. Di usianya yang 17 tahun, ia sudah menjadi mahasiswa selama 18 tahun. Hah? Bapaknya adalah seorang penjual obat panu. Namun ia langsung berhenti karena diprotes pelanggan. Obat itu memang dapat menyembuhkan panu, tapi efek samping dari obatnya adalah pusing, ngantuk, mata kunang-kunang, mata kupu-kupu, pilek, muntah darah, diare, kanker, amnesia, gagal ginjal, stroke, gangguan kehamilan dan janin, dan juga kematian.

Lanjut!! Hari-hari telah berlalu. Mentari dengan setia menyinari bumi seperti kesetiaanku mencintaimu. Cie….pagi itu, Seiza bangun pagi seperti hari-hari yang lalu-lalu. Alarm di HPnya berbunyi pukul 02.00 namun ia baru bisa menjalani aktivitas secara normal pada pukul 06.00 (maksudnya pukul 06.00 di hari selanjutnya) karena waktunya digunakan untuk mematikan 4356 HPnya yang berbunyi. Orang kaya…..

Setelah selesai mematikan alarm di 4356 HPnya, ia langsung menjalankan hobinya. Hobinya adalah memikirkan apa hobinya yang sebenarnya. Ia mengecek HPnya dan ternyata ada SMS!!!!!! Biasanya kan banyak SMS mama minta pulsa, tapi kali ini beda. Isi SMSnya adalah mama ngasih pulsa. Gini tulisannya, “Nak, Mama lagi di kantor polisi. Pulsa mama habis. Jadi gak bisa sms kamu. Rencananya mama mau beli pulsa. Kamu mau titip gak. Nanti pulsanya mama kirim ya?” dan beberapa menit kemudian ada kiriman pulsa 100 ribu. Lumayan lah.

Hari itu adalah tanggal 14 Februari 2012, kalian tahu hari apa ? yak!!! Betul!! Hari Selasa. Hari itu adalah hari Selasa. Namun hari itu bukan sekedar hari Selasa biasa, kalian tahu?? Yak!!! Benul (benar + betul) !!! hari itu adalah hari Selasa Pon. Lhoh? Hari itu adalah Valentino Day. Oh salah, yang bener Valentine Day. Seiza berniat membuka usia remajanya dengan menembak seorang wanita yang ia idam-idamkan. Dari 2.456.234 wanita yang diidamkan, ia telah membidik 1 wanita yang menurutnya sempurna. Wanita itu bernama Tomerina Caterine, biasanya disingkat TomCat. Seiza langsung menelfonnya dan mengajak ia janjian dengan janji-janji yang menjanjikan di suatu tempat. Rencananya ia akan mengajak Tomcat pergi ke tempat yang ramai dengan tujuan proses penembakannya bisa disaksikan langsung oleh banyak orang.

Beberapa jam kemudian (lebih tepatnya 0,0167 jam kemudian), kedua belah pihak sampai di tempat tujuan. Seiza bersiap-siap untuk melakukan aksinya. Jantung berdetak kencang, hati cenat-cenut, lidah ngilu, asam urat kambuh, halah. Dengan penuh deg-degan ia membaca sebuah puisi. Kira-kira seperti ini:
Gombal gambul gombal gembel
Gembal gembul gembal gembul
Gombal ini bukan sekedari gombal
Gombalku ini adalah gombal dari segala gombal
Aku tak peduli bapak kamu petani
Aku tak peduli bapak kamu pilot
Aku tak peduli bapak kamu maling
Karena apapun pekerjaan bapakmu
Cintaku Hanya untukmu
Dan bukan untuk bapakmu

Tahukah kamu siapa pencipta sepakbola?
Tahukah kamu siapa ayah Albert Einstein?
Tahukah kamu dimana alamat yang sebenarnya dicari Ayu Ting Ting?
Aku tak terlalu ingin kau tahu itu
Tapi aku hanya ingin kau tahu
Bahwa aku sayang padamu

Mendengar itu, Tomcat menjadi klepek-klepek. Seiza segera menggunakan momen itu untuk segera menembak Tomcat. “Ehm,,Cat…kamu mau gak jadi TKW di Arab Saudi?” tanya Seiza. “Enak aja,, gak lah!!”. “Hmmm…kalau jadi TKW di Malaysia?” Seiza tanya lagi. “ENGGAK!!!! AKU GAK MAU JADI TKW!!!” “Wohohoh….slow aja mbak. Kamu gak mau jadi TKW, its okay. Tapi kamu mau kan jadi pacar aku?”. Tomcat tiba-tiba shock…..ia mengalami pelelehan (melting maksudnya). Dan seperti yang kita duga, jawabannya adalah “YES!”. Orang-orang sekitar yang tadinya diam kini bersorak-sorak. Mereka berteriak dengan begitu semangatnya. Mayoritas yang berteriak memakai kaos Orange. Oh iya, saya lupa ngomong. Tempat untuk menembak Tomcat adalah di Stadion Ollimpiyskiy, tepatnya di tengah lapangan. Kala itu sedang ada partai final EURO antara Italia dan Spanyol. Dan Spanyol menjadi pemenangnya dengan skor 4-0. Keempat gol tersebut dihasilkan karena tendangan dari kiper Spanyol membentur Seiza dan mengecoh Buffon. Dan akhirnya mereka juara. Pantesan pada teriak-teriak. Seiza kemudian ikut merayakan kemenangan Spanyol itu. Karena terus meleleh, Tomcat akhirnya pingsan. Tapi Seiza masih ikut merayakan kemenangan spanyol dan sempat foto bareng bersama supporter Spanyol, bukan pemainnya lho.

Seiza segera memanggil Ambulance dengan kentongan. Tomcat langsung dibawa ke Rumah Sakit setempat, namanya Rumah Sakit Tak Ingin Tersakiti. Ia dimasukkan ke ruang UGD (Uninstalasi Gawat Darurat). Seiza pun panic (harusnya tulisannya “panik” tapi karena ada auto correct jadi “panic”). Badannya gemetaran. Bahkan rumah sakitnya pun ikut bergetar dan pengunjung sempat panik sesaat. Ia menelfon orang tua Tomcat. Selang beberapa detik kemudian, orang tuanya datang. Suasana pun semakin tegang karena Tomcat belum keluar2 juga.

Seiza sempat menggombali ibunya Tomcat tapi karena ada suaminya, Seiza memilih menggombali bapaknya saja. 3 tahun pun telah berlalu. Dokter keluar dan mengizinkan Seiza dan orang tuanya Tomcat untuk masuk. Di sana terbaring Tomcat. Seiza mendekat. Tomcat bilang, “Seiz, kamu bener cinta sama aku?” Seiza menjawab dengan muka unyu, “Iya, Cat, aku mencintaimu dengan sepenuh sepertiga hatiku.” Tomcat bingung “Maksud kamu?” “aku kan sudah punya 2 cewek, karena aku adil, jadi hatiku kubagi sama rata, sepertiga sepertiga.” Tomcat kaget. “APHAA!!!!” orang tuanya juga kaget “APHAA!!!” dokternya juga kaget “APHA!!!!!” pengujung rumah sakit pun juga kaget “APHHA!!!!” Bahkan lalu lintas di luar sempat berhenti sejenak karena pengendaranya juga kaget “APHHAA!!!” saya juga ikut kaget “APHA!!!!” pembaca mau ikut kaget nggak? Hayooo…..Tomcat serasa tercabik cabik, tersayat-sayat dan terpukul-pukul serasa terkena racun tomcat. “Kamu jahad (pakai qolqolah)!! Kamu busuk! Kamu Banci!! Kamu keji!!!” “Tapi setidaknya aku ganteng kan? Hehe”. “EH!!! POKOKNYA HARI INI LO! GUE! PREND!” Seiza kaget “loh, kok prend? Harusnya kan end?” “Oh iya, ralat, LO!! GUE!! END!!!” Tomcat pun langsung pergi entah kemana. Ibunya berkata pada Seiza “Kalau boleh kecewa, saya jujur sama kamu.” Bapaknya juga ngomong “Salah bu! Yang bener, kalau boleh jujur, saya kecewa sama kamu” “oh ya maaf. Hehe” mereka pun langsung pergi. Seiza sangat sedih karena disuruh mbayar biaya Rumah Sakit. Biayanya Cuma sekitar 50.000 sampai 100.000 pundsterling. Itu baru biaya tempat tidur saja dan belum termasuk fasilitas tambahan seperti Televisi, Kursi, AC, Kipas angin, Kamar mandi, Studio Musik, Lemari Es, Mobil mewah, dan juga kolam renang.

Seiza sejenak merenungi apa yang terjadi, dan akhirnya tidur. Esok harinya Seiza berencana menemui Tomcat di suatu tempat. Kali ini ia mengajak janjian di tempat sepi. Saya juga gak tahu kenapa Tomcat mau saja. Mereka pergi ke kuburan. Karena terlalu sepi, mereka pindah ke puncak. Weisyeh…..Seiza pun memulai percakapan, “Cat, aku mau ngomong. Aku sudah mutusin 2 cewek aku yang lain. Sebenarnya mereka sih yang mutusin aku. Sekarang kamu mau gak maafin aku?” “Enggak!!” jawab Tomcat. “Tapi Cat, menurut buku Tatang Sutarma…” Tomcat langsung menyela “HEH! Itu bukunya Sule!” “Aku pinjem dulu,,nanti aku balikin. Menurut buku Tatang Sutarma kita harus memaafkan jika seseorang minta maaf dengan ikhlas.” “Aku dah gak percaya lagi sama kata-katamu yang penuh dusta itu. Aku perlu bukti”.

Seiza pun langsung mengajak Tomcat ke Toko Perhiasan yang letaknya tidak terlalu jauh dari posisi mereka sekarang, kira-kira setengah meter lah. Seiza langsung membeli perhiasan yang paling mahal yaitu 2MM (Milyar Milyar) rupiah. Namun ia berhasil menawar menjadi 2000 rupiah karena ia ikut gerakan XJuta Nawar. Perhiasan itu langsung ia tunjukan kepada Tomcat, dan langsung membuangnya jauh-jauh. “Cat, itu bukti bahwa aku tak terlalu memikirkan tentang uang, tapi aku lebih memikirkan hubungan kita. Sekarang aku mohon. Maafin Marwan ya…” tiba-tiba ada seorang laki-laki berambut agak panjang dan berkata, “Eh, itu nama gue.” “oh ya maaf mas.” Ia langsung melanjutkan, “ Cat!! Kamu mau gak maafin aku?” Tomcat pun agak bingung karena di lubuk hatinya ia masih cinta dengan Seiza. Tiba tiba Ahmad Dhani datang dan berkata, “Kalau aku, Yes!” lalu Anang Hermansyah juga datang, “Aku juga, Yes!” Tomcat pun langsung menegapkan badannya dan berkata, “OK. Mas Dhani yes. Mas Anang yes. Aku juga yes. Selamat kamu mendapat tiket emas ke hatiku.” Seiza pun menjadi berbunga-bunga. Bunganya langsung dijual oleh Mas Dhani dan sebagian diambil Mas Anang untuk diberikan kepada Ashanti. Sesuatu. Eh itu Syahrini ya. Maaf salah. Seiza langsung menggandeng Tomcat dan duduk bersama untuk memandangi Bulan yang indah. Mereka lalu pulang ke rumah masing-masing dan langsung menyalakan laptop dan mengubah status di facebooknya dari lajang menjadi jalang. Eh salah, dari lajang menjadi berpacaran. Mereka pun langsung tidur dan siap menyambut hari yang cerah untuk masa depan yang cerah. Selesai

Dari cerita di atas (jangan nengok ke atas ya!), kita bisa mengambil pesan moralnya tanpa harus saya pandu. Cinta itu bukan sekedar gombal atau kata-kata rayuan yang hanya mempengaruhi pikiran dan apapun yang terkandung di dalamnya. Namun cinta itu sebuah perbuatan atau pengorbanan yang kita lakukan kepada orang yang kita cintai dimana orang yang kita cintai itu menjadi cinta kepada kita sehingga orang yang bersangkutan menjadi tersentuh hatinya. Halah.

Satu kata dari saya : Cintailah orang-orang yang benar-benar mencintai anda. Cintailah orang-orang yang berjasa dalam hidup anda. Dan cintailah orang-orang yang membenci anda. Karena sebenarnya, jika kita mencintai semua orang, maka semua orang akan mencintai kita. Dan jangan sekali-kali anda membenci orang yang membenci anda, karena orang yang membenci anda adalah orang yang ingin mendapatkan cinta anda. Loh? Ini bukan satu kata ya. Hehe. Maaf.

Baca juga Cerpen Romantis dan Cerpen Lucu lainnya.

Selasa, 14 Agustus 2012

Cerpen Lucu - Mr. Pink in Black

MR PINK IN BLACK
Karya Hendra

Waktu kecil gue tuh oranganya penakut. Gue gak berani hadapin orang, gue gak berani sama segala macam jenis binatang kecuali semut hitam, gue gak berani sama hantu, gue gak berani sama laut, gue gak berani stopin angkot, gue gak berani makan, gak berani tidur, gak berani hidup. Lebay banget yah??

Angkot itu kendaraan umum favorite gue & temen temen gue. Mau ke mall naik angkot, kepasar naik angkot, sekolah naik angkot, ke wc pun naik angkot, bahkan mimpi pun naik angkot. Gue pernah punya pengalaman buruk waktu saat pertama kali gue naik angkot. Waktu itu sepulang dari nonton pawai tujuh belas agustus yang biasa diadakan di kota Samarinda ini. Sekedar info pawai itu seperti parade dan rutin dilakukan dihari kemerdakaan di kota ini. Sepulang dari itu gue diajak temen gue Ayub untuk pulang naik angkot. “ayo hen ikut angkotnya bapak ku aja.” Gak mungkin banget gue nolak kan soalnya lumayan banget bisa cepet sampe rumah dan gratis lagi. Tapi gue enggak mau keliatan seperti orang yang cari gratisin doing jadi gue bilang “hmmm anu, aku kayanya lebih enak jalan aja deh.” Gue berharap dia nahan gue. Dan yupp rencana gue berhasil setelah mendengar dia bilang “jangan hen rumah kamu jauh dari sini, kebetulan bapak ku lewat rumah kamu.” Gue ketawa girang dalam hati. Dan gue pun menerima tawarannya dan naik angkot dengan penuh wibawa.

Perjalanan pun dimulai dan gue merasa canggung, apalagi pada saat temen gue turun dari angkot karena sudah mencapai tujuannya. Ditengah perjalanan gue hanya bisa diam karena ini first time I meet him bapaknya si Ayub. Tanpa terasa gue pun sudah dekat pada tempat tujuan gue. Banyak opsi dikepala gue, apakah gue harus bilang stop dan turun dari angkot atau gue harus diam dan ikut kemanapun angkot itu pergi. Dan yuupp karena gue dulu itu penakut jadi gue pilih diem aja dan melewati tempat tujuan awal gue.

“Lewat sudah rumah gue, gue harus gimana ni” dalam hati gue jadi bingung gundah gulana suasana hati jadi tak menentu jadinya. Tiba tiba om om ini pun membuka mulutnya dan mengatakan “Rumah kamu dimana”? Dalam hati gue,” Mampusss, bilang apa gue ini, Sumpah enggak keren banget kalo gue bilang kelewatan tapi kalo gue bilang masih jauh bisa jadi tambah jauh perjalanan pulang gue nantinya” Jadi dengan senyum polos gue bilang “Sudah kelewatan om.” Bapaknya bayu pun langsung melanjutkan pembicaraan dengan logat seperti orang ingin marah “Kenapa kamu enggak bilang, untung sama saya kamu naiknya coba kalau sopirnya bukan saya, bisa bisa kamu diculik.” Gue pikir apa enggak nyadar ya orang ini. Gue sudah merasa dia culik. Sumpah mukanya kejam seperti penculik yang haus darah habis ngebunuh puluhan orang yang menjadi penumpangnya. Dan akhirnya dia ngebawa gue sampe tempat peristirahatannya, dia keluar dari mobil dan ninggalin gue dimobil sendirian. Mampuss gue dia pasti ngerencanain sesuatu dengan teman temannya untuk meminta tebusan sama orang tua gue. Apa gue harus kabur dan minta tolong dengan warga sekitar? Tapi sayang gue enggak punya keberanian untuk ngelakuin hal itu.

Tiba tiba gue dikagetkan dengan suara “kamu bawa uang enggak”? kata bapaknya Ayub. Nah kalo gue bilang enggak, gue bisa dibunuh lalu dibuang kesemak semak ni pikir gue. Lalu gue bilang bawa dan langsung mengeluarkan selembar seribu rupiah dari kantong gue. Dia pun mengambilnya lalu pergi lagi. Ya Allah tolong saya ya Allah doa gue dari lubuk hati paling dalam dan orang itu pun muncul lagi dengan wajah sadisnya dengan membawa pisang goreng lalu dia mengatakan “Ini makan dulu” Gue pun langsung mengambil dan memakannya karena gue sudah kelaperan seperti gembel yang sudah 3 hari enggak makan pisang goreng.

Perjalanan pun dimulai lagi dan kali ini gue menamakannya “journey to the home season 2” di perjalanan kembali gue hanya bisa diam dan dia mengingatkan gue untuk bilang stop dan tepat didepan gang tempat gue tinggal, gue pun memberanikan diri untuk bilang “Stopppp” angkot pun berhenti dan dia bilang “nah gitu dong bilang stop jadi enggak kelewatan lagi” gue pun tersenyum manis didepannya namun gue berpikir ya iyalah gue bilang stop soal gue enggak mau mati muda karena dia. Gue pun akhirnya dapat menyelesaikan misi untuk kabur dari angkot dengan sopir berwajah kriminal. Setelah kejadian itu gue jadi lebih sering naik angkot karena gue sudah berani bilang stop. Sungguh kemajuan yang sangat pesat.

Pelajaran yang bisa gue petik dari perjalanan panjang kali ini, gue gak boleh terlalu penakut karena itu bisa sangat merugikan diri gue sendiri. Dan ada hal yang paling penting, yaitu jangan menilai orang hanya dari covernya saja. Don’t look the book from the cover. Gue bisa bilang gitu karena gue anggap bapaknya Ayub jahat karena tampang kejamnya namun ternyata diaadalah seorang yang mempunyai hati yang baik mungkin jika berwarna hatinya itu berwarna pink kali ya. Dan gue bisa memanggilnya Mr. Pink In Black.

Baca juga Cerpen Lucu yang lainnya.

Minggu, 12 Agustus 2012

Cerpen Lucu - Gawang Merah Gawang Putih

GAWANG MERAH GAWANG PUTIH
Karya Listya Adinugroho
Cerita ini hanya fiktif belaka (bukan depan), apabila ada kesamaan nama, sifat, atau nasib bukan salah saya.

Pada zaman yang akan datang, eh dahulu maksudnya tinggal seorang janda yang bernama Tawadan Janda. Suaminya meninggal karena dia janda. Kalau suaminya masih ada namanya bukan janda dong. Suaminya bernama Marijuanda, biasa dipanggil Juan. Dulu ia pernah bekerja sebagai pelatih sepak bola. Namun baru dua bulan ia dipecat gara-gara mengatur formasi 4-4-3 dengan catatan 4 penjaga gawang , 4 pemain tengah, dan 3 memberi supporter di belakang gawang lawan. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi pemain sepak bola saja. Ia terpilih menjadi penjaga gawang MU (Mataram United) football club. Karirnya berakhir ketika ia main di timnas Negara Garacinta melawan negeri gotri merah alias Jepang. Ia sempat menepis tendangan-tendangan dari Naruto, Doraemon, dan Sinchan. Bahkan ia pernah menahan tendangan jarak jauh milik Tsubasa Ozora. Akan tetapi saat Kojiro Hyuga meluncurkan tendangan macannya, macan itu menggigit Juan dan akhirnya ia meninggal. Macan tersebut mengamuk di tengah pertandingan sepak bola, bahkan seorang pemain sirkus datang sambil mengambil kesempatan untuk show. Biasa….cari nafkah. Macan tersebut dapat dijinakkan oleh seorang pemain sirkus dibantu 40 asistennya. Juan dikubur di lapangan itu saat itu juga.
Cerpen Lucu
Kembali kepada Janda (Huruf besar soalnya nama orang), ia memiliki satu anak kandung dan satu anak siri. Maksud anak siri adalah anak hasil nikah siri. Anak kandungnya bernama Gawang Merah. Asal mula nama itu dimulai saat Janda sedang menyaksikan suaminya beraksi di lapangan hijau. Waktu itu ia sedang dalam kondisi double body alias berbadan dua. Saat tim lawan melakukan tendangan sudut, suaminya bermaksud untuk memukul bola yang datang, namun dikarenakan ia lupa memakai kacamatanya, ia tidak dapat membedakan bola dengan kepala dan dia memukul kepala lawannya sampai tawes (tewas maksudnya). Akhirnya ia dikenai kartu merah. Janda tersebut shock dan dibawa ke RS (Rumah Spiritual) karena akan melahirkan. Dikarenakan ayah anak itu adalah penjaga gawang dan telah mendapat kartu merah, maka bayi yang lahir itu dinamai Gawang Merah.

Sedangkan anak sirinya, dinamai Gawang Putih. Alasannya sama dengan Gawang Merah, hanya saja saat itu sedang musim salju, jadi kartu merahnya tertutup salju. Jadi putih deh. Sesuatu banget.

Janda terlalu pilih kasih terhadap anaknya. Ia selalu membela Gawang Merah dan menyiksa Gawang Putih. Ia dan Gawang Merah selalu menyakiti Gawang Putih. Gawang Putih disakiti Gawang Merah. Gawang Merah menyakiti Gawang Putih. Gawang Merah Gawang Putih sakit-sakitan. Loh??

Suatu saat Janda menyuruh Gawang Putih mencuci pakaian. GP (Gawang Putih, bukan Gulia Perez) pergi ke sungai untuk mencuci pakaian karena di pinggir sungai terdapat jasa laundry. Sesampainya disana, dimasukanlah pakaian satu per satu hingga sampai pakaian yang ke 586,5 (seandainya teks ini dapat menggunakan simbol akar dan pangkat saya akan menulis 586,5 akar 4,099 x 10 pangkat -85). Karena terlalu banyak muatan, mesin cuci yang digunakan mencuci tiba tiba beledak (aduh, salah ngetik). Pakaiannya berterbangan hingga ke langit yang biru.

Pakaiannya terbawa arus sungai yang naik.???. Gawang Putih bingung apa yang mau ia lakukan, setelah berfikir bertahun-tahun akhirnya ia memilih untuk menangis karena menyesal karena ia berfikir dalam waktu yang lama.

Tiba-tiba datang sesuatu dari kejauhan. Ternyata sesuatu itu adalah Buto Ijo. Ia berkata bahwa pakaian GP tersangkut di atap rumahnya yang berlantai 100. Polisi setempat masih mengidentifikasi bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi. Untuk menjaga keamanan proses identifikasi, dikerahkan 2.000 pasukan TNI AU dan 3.500 PPTX (Pasukan Pembela Tanahair Xelamanya). Buto Ijo memberikan secarik kertas kepada GP. Kertas itu bertuliskan alamat tempat tinggal Buto Ijo. Setelah memberikan alamat tersebut, Buto Ijo pergi pulang.

Gawang Putih kembali ke sungai untuk memikirkan apa yang sudah terjadi. Jika pulang tanpa membawa apa2, ia akan dihukum ibu sirinya. Jika mencari pakaiannya, ia tidak tahu kemana pakaiannya. Akhirnya ia teringat alamat yang diberikan Buto Ijo 2 menit yang lalu. Ia segera bergegas ke bandara untuk membeli tiket penerbangan. Sambil melihat alamat Buto Ijo, GP melihat dari pesawat untuk menelusuri alamat Buto Ijo. Akhirnya ia sampai di kompleks Ijo, kompleks dimana Buto Ijo tinggal. Di kertas alamat tertulis kompleks Ijo blok X nomor 12,3. Ia kebingungan mencari rumah Buto Ijo. Sesekali ia melantunkan lagu alamat palsunya Ayu Kriting (Ting ting maksudnya) karena kesana kemari ia membawa alamat. Namun yang dia temui bukan dirinya.

Setelah berjalan menelusuri kompleks, ia menemukan rumah seperti yang tertulis pada alamat. Namun sayang seribu sayang, itu bukan rumah Buto Ijo melainkan rumah Kolor Ijo. Ternyata rumah Buto Ijo adalah rumah nomor 12,4 tepat di sebelah rumah Kacang Ijo. Selain itu, yang tinggal di kompleks Ijo tersebut ada Ijo Lumut, Hulk, Ijo Daun, Paijo, dan Ijo ko bodo.

Buto Ijo sudah menyambut GP di depan rumahnya. Gawang Putih segera mengambil pakaiannya yang tersangkut di atap rumah Buto Ijo. Setelah 2 menit lebih 4 tahun, GP berhasil naik ke lantai puncak dan mengambil pakaiannya. Gawang Putih langsung kabur dari rumah Buto Ijo karena ia melihat Koran di atap yang memberitakan Buto Ijo telah memakan 3 juta penduduk setempat. Saat ia telah berlari sejauh 23 m dari rumah Buto Ijo, Buto Ijo melihat dan mengejarnya. Setelah berlari 1.000 meter, di depan tampak seorang juri balap lari mengibarkan bendera hitam putih pertanda bahwa GP berhasil meraih juara 1 lari tingkat dunia. Ia mendapat medali emas dan Buto Ijo hanya mendapat medali tembaga. Dengan begitu, GP berhasil menambah perolehan emas Negara Bawang dengan perolehan 1 emas, 2,4 perak, 5 perunggu, 2 medali tembaga, 5 medali kayu, 8 medali plastik, 13 medali kertas, dan 76 medali khayalan.

Pakaian dan medali emas sudah di tangan. Ia yakin kalau pulang ia tak akan dihukum. Ia berjalan santai menuju rumahnya. Di depan rumah tampak Gawang Merah dan Janda dengan muka agak marah. Suasana menjadi berbalik 361 derajat. Gawang Putih memelankan langkahnya karena ketakutan. Bahkan ia juga sempat melakukan Moonwalk guna memperlambat langkahnya. Tiba-tiba Gawang Putih teringat sesuatu. Ternyata ia hanya membawa 1 baju saja, padahal total keseluruhan semuanya ada 601 cos 30.

Ia menjadi lebih ketakutan karena tangan Janda memegang sebuah golok dan 4 pedang serta 20 pistol. Tetapi Tuhan berkata lain. Gawang Merah dan Janda kemudian membuang senjata di tangannya dan melakukan persenyuman. Mereka mendapatkan tawaran pekerjaan di Amerika dan menitipkan rumahnya pada Gawang Putih. Menurut kabar yang diberitakan Koran setempat, Gawang Merah dan Janda akan menjadi sesosok manusia bertenaga dan bekerja sebagai wanita (TKW) di kediaman Barrack Obama. Mereka kemudian pergi meninggalkan rumah dan mengucapkan selamat tinggal pada Gawang Putih.

Gawang Putih sangat tidak menyangka kalau dia gak dimarahi. Dengan santai ia masuk rumah. Tetapi lagi-lagi Tuhan berkata lain. Ternyata di dapur sudah terdapat kobaran api yang sangat dahsyat. Gawang Putih kaget hingga pingsan. Kobaran api tersebut membakar seluruh isi rumah, termasuk Gawang Putih. Tamat.
PROFIL PENULIS
Saya adalah seorang manusia yang bukan luar biasa, artinya saya hanya manusia biasa. oh iya fb saya Listya Adinugroho, twitternya @adinugroho2222, follow ya qaqa

Baca juga Cerpen Lucu yang lainnya.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Cerpen Remaja Lucu - The Power of Simin

THE POWER OF SIMIN
Karya Cucuk Espe

Simin mendapat togel tiga angka sekaligus. Seluruh kampung gempar. Dia menjadi buah pembicaraan dimana-mana. Meski dia masang tidak banyak, tetapi tepat tiga angka merupakan sesuatu yang langka. Hal inilah yang mengundang pembicaraan. Semua ingin seperti Simin. semua ingin meniru laku yang dilakoni Simin. Apa saja! Termasuk prilaku yang nyeleneh dan dianggap tidak waras oleh kebanyakan orang. Saat ini, Simin benar- benar menjadi pusat perhatian.
Seperti sore itu, segerombolan orang kelihatan tengah sibuk mengerumuni Simin di teras rumahnya. Mereka ngobrol dengan sangat serius.
"Ramalanmu jitu, min," sergah Parto.
"Kodenya dari mana?" sambung yang lainnya.
Simin hanya cengar cengir.
"Mimpimu apa, Min?"
"Besok lusa pasti tidak jauh dari angka kemarin."
"Dan angka ikutnya pasti kecil."
"Min, kamu punya wangsit apa lagi."
Wajah Simin berubah. Dalam hatinya sedang bingung menjawab pertanyaan yang diajukan kawan-kawannya. Sebab dia juga merasa tidak tahu, kenapa bisa nyantol tiga angka. Tidak terpikirkan kalau bakal menang. Hal itu terjadi begitu saja. Mungkin sebuah ketidaksengajaan. Simin memandangi kawan-kawannya satu per satu.

Sementara kawannya menyerbu dengan pertanyaan yang memojokkan pikirannya. Saking jengkelnya, Simin mengatakan dengan jujur kalau dia sendiri juga tidak tahu kenapa bisa dapat tiga angka. Tetapi kawan-kawannya tidak percaya.
"Simin pasti punya dukun," celetuk Dikun.
"Benar dukunmu orang mana, Min?"
Di sela kebingungannya menhadapi cercaan kawannya, Simin mendadak ingin tertawa sendiri. Dia geli melihat kawan-kawannya yang cukup serius seolah tidak ada hal lain saja dalam hidup mereka.
Simin membetot rokok sebatang lalu disulut dengan santai.
"Lha wong gitu kok dipikir serius," celotehnya ringan. Hal ini membuat kawan-kawannya penasaran.
"Ini penting, Min."
"Apa kau tidak mau berbagai keberuntungan?"
Simin tersenyum kecil hingga kelihatan giginya yang keropos dan menghitam.
"Aku sendiri juga ndak tahu," kata Simin. Sementara kawan-kawannya semakin tidak puas mendengar jawaban dan sikap Simin.
Dan Dikun kini duduk agak mepet dengan Simin.
"Kita ini cukup lama berteman. Apakah diantara kita ini masih ada rahasia untuk hal begini?"
"Aku ini ndak tahu. Ini hanya kebetulan."
"Tidak mungkin! Kebetulan kok pas tiga angka."
'Bener!"
"Demi teman, Min...."

Mereka mulai jengkel oleh sikap Simin. Malah Dikun mulai menggeser duduknya menjahui Simin. Hampir saja mulutnya mengumpat. Namun mendadak Simin berdiri dengan batang rokok masih bertengger di mulutnya. Pikirannya seolah menemukan sesuatu.
"Tiga hari yang lalu, waktu pulang dari sawah, aku sempat ngobrol dengan orang gila di pos kampling ujung kampung. Ya....cukup lama!"
Semua melongo mendengar penuturan Simin.
****

Dua hari kemudian, kabar tentang orang gila di pos kamping telah menyebar ke seluruh kampung. Bahkan selalu menjadi tema pembicaraan di warung-warung, di perempatan, tak terkecuali di balai desa. Pak lurah sendiri juga penasaran dengan orang gila itu. Barangkali dalam hatinya juga ingin memperoleh keberuntungan seperti Simin.
Dan sejumlah penduduk siang itu berbondong-bondong mendatangi pos kamling di ujung kampung. Mereka berharap bisa menemukan orang gila yang diceritakan Simin tempo hari. Sepanjang perjalanan mereka berandai-andai, apa yang akan dilakukannya jika nomornya masuk lebih dari tiga angka.
"Aku akan beli sawah."
"Lebih enak sapi! Bisa dijual lagi!"
"Akan kubayar hutang-hutangku. Sisanya kubuat jualan."
"Minyak, beras, gula, listrik, bahkan ikan asin pun harganya naik. Aku akan borong semuanya agar istriku tidak ngomel terus karena uang belanja selalu kurang."
Mereka terus bergerak seolah akan menjemput rejeki. Hari itu, mereka memang sengaja tidak ke sawah karena memang ingin menemui orang gila di pos kamling. Mereka berjalan beriringan dengan hati berbunga. Namun betapa kagetnya ketika mereka menemukan pos kamling telah kosong.
"Mana orang gila itu?"
"Kata Simin di sini."
"Kamu tidak salah dengar?"
"Benar disini....!"
"Dia sudah pergi."
"Diamput...!"
Mereka ngeloyor meninggalkan pos kamling dengan perasaan kecewa. Sepanjang perjalanannya hanya dipenuhi dengan umpatan dan makian. Hancur sudah segala angan yang memenuhi pikiran mereka.
Dan keesokan harinya, Yanto anak Pak RT pulang sekolah sambil menangis karena diuber-uber orang gila di perempatan.
"Pasti itu orang gila dimpos kamling kemarin," tukas Dikun di warung kopi Mbah Kom. Maka tanpa dikomando lagi, beberapa penduduk pergi ngelurug ke perempatan. Kabar kalau ada orang gila di perempatan cepat menyebar. Sejumlah orang meninggalkan pekerjaannya. Mereka berbondong-bondong ke perempatan. Kampung yang tadinya sepi, kini menjadi ramai orang lalu lalang ingin menemui si gila pembawa keberuntungan.

Ketika semua penduduk telah bertemu di perempatan, mereka berkerumun dan bingung. Ternyata orang gila itu telah pergi. Dicari ke setiap sudut, siapa tahu orang itu meringkuk di balik tembok, di selokan, atau bahkan di atas pohon. Kosong. Mereka sangat kecewa dan mengumpat sekenannya.
"Kita memang belum beruntung."
"Tapi aku yakin dia pegang angka."
"Pokoknya dia harus kita temukan," para penduduk tetap ngotot.
Sementara itu, Dikun dan kawan-kawannya pergi ke rumah Simin untuk minta keterangan sejelas-jelasnya. Hal ini mengingat para penduduk telah tertipu dua kali. Tentu, mereka tidak ingin hal ini terulang kembali.
Tiba di rumah Simin, mereka tidak menemukan siapapun. Simin memang tinggal sendirian tanpa sanak saudara. Dia pendatang tak ada yang tahu dari mana asalnya. Di kampung itu dia menjadi buruh tani. Dikun mengitari rumah Simin sementara kawannya terus memanggil tuan rumah. Cukup lama. Hingga mereka memutuskan untuk melongok lewat lubang jendela.
"Kosong. Simin pergi!"
****

Keberadaan orang gila itu benar-benar telah merasuki pikiran para penduduk. Hal ini terdorong oleh keinginan yang kuat untuk menang togel. Akibatnya biarpun itu gila tetapi kalau mampu memberikan angka yang akurat, apa salahnya? Contoh Simin, dia benar-benar beruntung mampu berbicara langsung dengan sang pembawa keberuntungan itu. Semua ingin seperti Simin.
Pak lurah sendiri tak mampu berbuat banyak terhadap penduduknya yang gandrung dengan togel. Memang pernah ada penggerebekan oleh aparat dari kecamatan. Tetapi hasilnya tak memuaskan. Memang ada warganya yang tertangkap, hanya semalam, lalu dilepas lagi. Oleh karena itu, tak heran jika togel kini menjadi buah pembiacaraan sehari-hari warganya.

Dan pagi itu, saat Pak lurah akan memasuki kantornya, dia terkejut melihat seorang lelaki kumal tanpa baju tidur di depan ruang pertemuan. Perlahan dia mendekat. Dilihatnya, tubuh yang penuh debu, rambutnya lusuh, kurus dan kakinya pecah-pecah. Sementara di sampingnya terdapat tumpukan kertas dan kain seperti sampah. Sekilas teras ruang pertemuan itu menjadi kotor.
"Dia gila," pikir Pak lurah.
Segera dia memanggil orang-orang yang sedang ngopi di warung tak jauh dari balai desa.
"Ada orang gila!"
"Dimana?
"Balai desa!"
"Ayo kesana. Mungkin itu orang gila yang dikatakan Simin."

Pak lurah dan beberapa orang segera mendatangi orang gila itu. Wah....kalau benar ini orang gila yang dicari dan pegang angka, ini keberuntungan kita. Begitulah pikir orang-orang itu. Sementara Pak lurah terus berjalan tanpa banyak komentar.
Beberapa meter dari tempat orang gila itu tidur, Pak lurah menghentikan langkahnya.
"Ada apa Pak?" tanpa menjawab tetapi hanya ememberikan isyarat telunjuk. Ternyata orang gila itu telah bangun. Dan yang membuat mereka terkejut, kini ada dua orang di teras. Mereka berbicara dengan serius. Sejurus kemudian yang satu tertawa sambil menepuk-nepuk kepala sementara satunya lagi menangis sambil terus melihat ke langit.
Pak lurah dan beberapa orang berjalan agak mendekat. Dan....seolah tidak percaya dengan penglihatannya. Yang tertawa itu adalah si gila dan yang memangis itu adalah Simin.
"Simin tidak waras."
Setelah tertawa dan menangis, keduanya terlibat pembicaraan yang serius.
"Min, angkanya berapa?"
Lantas keduanya menangis.

Jakarta, Maret 2001

PROFIL PENULIS

*) Cucuk Espe – Aktor teater dan penulis lakon “Wisma Presiden” (Teater Kopi Hitam Indonesia) tinggal di twitter @cucukespe.
(Pernah diterbitkan di  radar mojokerto, edisi minggu (29/7/2012)

Minggu, 29 Juli 2012

Kumpulan Cerpen Lucu Banget - Update 2012

Cerpen Lucu Terbaru - Dalam sebuah sastra pasti kita mengenal yang namanya sebuah Cerpen yaitu Cerita Pendek atau bahasa asingnya biasa disebut dengan Short Story, Cerpen banyak digemari oleh orang banyak karena dalam Cerpen ini seseorang bisa mengungkapkan apa yang ada dalam dirinya ataupun sebagai imajinasi dirinya.

Kali ini saya akan berbagi Cerpen yang mungkin bisa menghibur anda minimalnya anda bisa tersenyum dalam membaca Cerpen dibawah ini.

Dalam Blog Loker Seni ini tidak hanya Cerpen Lucu saja akan tetapi banyak Pilihan Cerpen Seperti Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis dan masih banyak kategori Cerpen yang lainnya, Okelah kita langsung saja untuk mencoba bisa menghibur anda dengan Kumpulan Cerpen Lucu dibawah ini.

Cerpen Lucu
Kumpulan Cerpen Lucu
Berikut ini adalah Kumpulan Cerpen Lucu yang bisa anda Baca
  1. Cerpen Lucu : Alhamdulilah Namanya
  2. Cerpen Lucu :Anak dalam Celana
  3. Cerpen Lucu : Kalo Kerja Pake Ini 
  4. Cerpen Lucu - Mistery Rumah Tua
  5. Cerpen Lucu - Kisah Seorang Raja yang Tukang Tidur dan Seorang Anak Penjual Nasehat 
  6. Setan Gaul 
  7. Tragedi Bokong 
  8. Hantu Kucing 
  9. Lupa Menaikkan Resleting 
  10. Cinta Bersegi Lurus   
  11. Dibalik Kaca Mataku 
  12. Senandung Masa Piler (SMP) 
  13. The Power Of Simin 
  14. Gawang Merah Gawang Putih 
  15. Mr. Pink in Black
  16. Cinta Cenat Cenut Cemunguth Celamanya 
  17. Rahasia di Balik Bom Buku
  18. Kodok Struk
  19. Mau Mengeringkan Laut 
  20. Mengejar Mas Bro
UPDATE CERPEN LUCU TERBARU 2012

CERPEN LUCU - SALAH NURUNIN RESLETING
Tumini seorang wanita dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi semakin kelihatan lekuk likunya.

Bus kota datang, tumini berusaha naik lewat pintu belakang, tapi kakinya kok tidak sampai di tangga bus. Menyadari keketatan roknya, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak longgar.

Tapi, ough, masih juga belum bisa naik. Ia mengulangi untuk menurunkan lagi resleting roknya. Belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting roknya, tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai Marini terloncat dan masuk ke dalam bus.

Tumini melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Tumini.

“Hei, kurang ajar kau. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!”

Si pemuda menjawab kalem, “Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal aja berani-beraninya nurunin resleting celana gue.”

CERPEN LUCU - LAUT SAMADENGAN ISTIRAHAT
Pak Ujang adalah salah satu warga kota Bandung yang kini tinggal di kota Surabaya. Selama delapan tahun ini dia tinggal di Surabaya bersama sang istri tercinta yang kebetulan asli orang Surabaya.

Seperti pada hari-hari sebelumnya, dia melewati aktifitas hariannya dengan bekerja di salah satu perusahaan swasta yang terletak di Surabaya Timur. Sampai suatu sore dia mengalami kejadian yang menggelikan karena selama delapan tahun tinggal di Surabaya dia baru tahu kalau laut (bahasa jawa), dalam bahasa Indonesia berarti istirahat.

Jam dinding telah menunjuk pukul 4 sore, waktunya Pak Ujang beserta karyawan yang lain untuk pulang dari tempatnya bekerja. Sesampainya didepan pintu gerbang perusahaan, ia dihampiri seorang pemuda yang mencoba bertanya kepadanya. “Permisi Pak, nderek tangglet, satpame sampun laut to pak?, tanya pemuda tadi yang diketahui bernama Jono. (Dalam bahasa Indonesia berarti “Permisi Pak, mau tanya, apakah satpamnya sudah beristirahat?”).

“Sanes Mas, satpame sakeng angkatan darat”, jawab Pak Ujang. (Artinya “Bukan Mas, satpamnya berasal dari angkatan darat”, karena mengira kalau arti dari pertanyaan Si Jono adalah “Permisi Pak, mau tanya, apakah satpamnya dari angkatan laut?”).

Mendengar jawaban tersebut, Jono menjadi bingung. Dalam benaknya Jono berfikir mungkin suaranya kurang lantang sehingga Bapak tersebut kurang mendengar pertanyaannya. Kemudian dia kembali bertanya “Satpame wes laut to Pak?”. (Dalam bahasa Indonesia berarti “Apakah satpamnya sudah beristirahat?”).

Pak Ujang kembali menjawab, “Sanes Mas, Satpame ndugi angkatan darat”. (Yang artinya “Bukan Mas, Satpamnya dari angkatan darat”).

Mendengar jawaban itu Jono merasa sedikit kesal, kemudian dia memutuskan kembali bertanya dengan memakai Bahasa Indonesia. “Paak...!, apakah satpam di sini sedang beristirahat?”, tanya si Jono.

“Ya..., bener Mas. Satpam disini sedang beristirahat. Memangnya Mas ada perlu apa?”, jawab Pak Ujang yang kembali bertanya kepada Jono.

“Paman saya, namanya Pak Arif adalah salah satu satpam di perusahaan ini. Saya ingin menemuinya karena ada keperluan keluarga yang sangat penting yang ingin saya sampaikan kepadanya”, jawab Jono.

“Anda langsung aja ke bagian informasi yang terletak di gedung A lantai satu”, tutur Pak Ujang sambil menunjuk salah satu gedung yang berwarna biru.

“Terima kasih atas bantuannya Pak”, lanjut si Jono sambil melangkahkan kaki ke gedung A. Pak Ujang pun kembali menghidupkan motornya dan lansung tancap gas menuju rumah.

Sesampainya di rumah, Pak Ujang langsung menceritakan peristiwa tadi kepada istrinya. Spontan saja istrinya tertawa mendengar cerita dari sang suami. Lalu si istri bilang sama sang suami “Mas iku yo’opo seh..., lek dek bahasa Indonesia, laut iku...., artine istirahat”. (Dalam bahasa Indonesia berarti “Mas itu gimana sih..., kalau di Bahasa Indonesia, laut itu artinya istirahat”).

Spontan aja Pak Ujang tersenyum menahan malu mendengar penjelasan dari sang istri. Dalam hatinya dia berkata “Saya ini sudah delapan tahun di Surabaya, kok saya baru tahu kalau laut itu berarti istirahat”.

CERPEN LUCU - INTERISTI SEJATI
Karena tidak mempunyai tiket untuk menonton pertandingan secara langsung, seorang interisti, julukan bagi suporter fanatik Inter Milan mencoba memasuki stadion dengan cara memanjat tembok stadion Geusepe Meaza untuk melihat derbi klasik antara AC Milan vs Inter Milan. Setelah berhasil memasuki stadion, dia melihat satu tempat duduk belum terisi dan disebelahnya duduk seorang Kakek yang dengan tenang menunggu dimulainya derbi itu. Interisti yang belakangan diketahui bernama Francisco Tapanuli itu kemudian mendatangi si Kakek dan bertanya kepadanya, “Permisi Kek, apakah tempat duduk di sebelah anda ini memang kosong atau ada orang lain yang akan menempatinnya tetapi belum datang kesini?”.

Kakek yang memakai kaos bermotif garis biru hitam, (Seragam tim Inter Milan) lengkap dengan syal bertuliskan Internazionale Milano itu menjawab, “Tempat duduk ini memang kosong!. Kalau mau anda boleh menempatinya!”.

“Terima kasih Kek!”, jawab Fransisco sambil duduk di sebelah Kakek itu. “Ngomong-ngomong, kenapa anda menonton pertandingan ini sendirian?”, lanjut Francisco.

“Selama lebih dari 20 tahun, saya bersama istri saya tak pernah sekalipun melewatkan derbi antara Inter Milan vs AC Milan, dan biasanya dia duduk di tempat duduk yang sedang anda tempati sekarang”, jawab si Kakek.

“Terus, dimana istri anda sekarang Kek?”, tanya Francisco dengan penasaran.

Dengan memandang ke wajah Fancisco Kakek menjawab, “Dia sudah meninggal dunia!”.

Mendengar jawaban Kakek, Francisco berkata, “Oh... Maaf Kek. Saya turut berbelasungkawa atas meninggalnya istri anda”.

“Terima kasih!”, tutur si Kakek.

Francisco dan Kakek terdiam.

Beberapa saat kemudian Francisco kembali bertanya kepada si Kakek, “Kenapa anda tidak mengajak kerabat yang lain untuk menonton pertandingan ini?”.

“Sekarang mereka semua sedang sibuk!”, jawab Kakek.

“Sibuk apa mereka Kek?”, Francisco bertanya lagi.

Dengan tenang si Kakek menjawab, “Mereka sedang menghadiri pemakaman istri saya”.

Francisco, “...!!!”, (dalam hati dia berkata, “Bener-bener Interisti Sejati”).

CERPEN LUCU - GAPNET
Suatu hari Bu Evi, guru Bahasa Inggris di SMU Harapan Makmur, memberi tugas siswa kelas sepuluh IPA untuk mencari sebuah artikel di internet yang membahas tentang flora dan fauna. Tugas itu dikerjakan secara berkelompok dan setiap kelompok akan dipilih secara acak. Setelah dilakukan pengacakan terbentuklah beberapa kelompok dan setiap kelompoknya terdiri dari 3 orang.

Salah satu kelompok dari beberapa kelompok yang ada adalah kelompok III yang terdiri dari Novi, Ani dan Ria. Mereka bertiga sepakat berbagi tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dari Bu Evi. Secara kebetulan Novi bertugas untuk mencari artikel di internet, Ani bertugas menterjemahkan artikel kedalam bahasa Indonesia dan Ria bertugas untuk mengetik, mencetak dan mengumpulkan artikel tersebut ke Bu Evi.

Sepulang sekolah, mereka bertiga berjalan bersama. “Nov..., jangan lupa yach..., kamu cari artikel di internet!”, tutur Ani kepada Novi.

“Tenang aja, semua pasti beres!”, jawab Novi dengan meyakinkan. Tetapi dalam hati dia sangat bingung. Jangankan internet, komputer saja Novi masih belum mahir mengoperasikannya.

Karena terpaksa, sore itu Novi memberanikan diri untuk pergi ke warnet untuk melaksanakan tugasnya. Sesampainya di warnet, dia langsung duduk menghadap sebuah komputer dan mengotak-atiknya.

Satu jam telah berlalu, keringat dingin telah membasahi Novi, karena selama itu dia belum lakukan apa-apa, hanya otak atik mouse dan keyboard. Dengan menahan rasa malu, Novi memberanikan diri untuk bertanya kepada Mbak yang sedang jaga warnet. “Permisi Mbak..., boleh tanya!. Gimana ya... cara membuka internet itu?”.

“Lho... selama satu jam itu kamu ngapain aja?”, Mbak itu balik bertanya kepada Novi.

“Aku cuman otak atik mouse ama keyboard aja, nggak ada yang lain!”, jawab Novi sembari menahan rasa malu yang semakin besar.

Mendengar jawaban tersebut, Mbak itu terkejut dan sambil menahan tawa dia berkata, “Ya sudahlah..., nggak apa-apa, nanti kuajarin bagaimana caranya!”.

Seketika wajah Novi nampak lega karena ada yang mau berbaik hati mengajari bagaimana cara berinternet.

Singkat cerita, Mbak penjaga warnet tersebut beralih profesi menjadi guru kursus kilat belajar internet.

Esoknya Novi bertemu Ani dan Ria di sekolah. Kemudian Novi menceritakan pengalamannya di warnet kemarin. Setelah mendengar cerita tersebut, spontan saja mereka berdua tertawa. Tiba-tiba saja Ani menyahut, “Bentar-bentar..., aku mau ngomong nih. Jujur aja yach..., waktu pembagian tugas kemarin, aku berharap enggak kebagian tugas mencari artikel di internet, soalnya aku juga gapnet alias gagap internet, ha... ha... ha..”.

Spontan saja Novi bertanya, “Hah..., An... kamu juga gapnet ta?, kalau kamu Ria?”.

Sambil menahan tawa dan menundukkan kepala Ria menjawab, “Aku juga gapnet!”.

“ha.. hhaa... hhhaaa...!.”.

CERPEN LUCU - NAIK LIFT
Icha adalah salah satu karyawan hotel berbintang lima di Surabaya. Suatu hari dia mendapat telepon dari Fitri, teman masa kecilnya dan merekapun terlarut dalam obrolan hangat. Setelah beberapa lama mengobrol, mereka mempunyai ide untuk bertatap muka secara langsung guna melepas kerinduan diantara mereka. Karena Icha sangat sibuk dengan pekerjaanya dan tak bis meninggalkannya sedetikpun, mereka memutuskan untuk bertemu di tempat Icha bekerja yaitu di hotel Saturnus lantai 10 blok 01.

Singkat cerita, Fitri menuju hotel Saturnus. Sesampainya di lantai satu, Fitri kembali menelepon Icha.

Fitri : Hallo... Cha... sekarang aku sudah berada di lantai satu, tolong jemput aku yach!

Icha : Kamu langsung naik aja ke lantai sepuluh, liftnya disebelah resepsionis.

Fitri : Aku gak berani naik sendirian, aku kan orang asing di hotel ini, entar aku dikira orang jahat lagi!. Jemput aku dong, please...

Icha : Ya... okelah!. Tunggu bentar, jangan kemana-mana!.

Setelah beberapa saat menunggu, batang hidung Icha muncul juga dan Icha mengajak temannya itu untuk naik ke lantai sepuluh.

Icha : Aku heran sama kamu sekarang!.

Fitri : Emang kenapa dengan aku Cha?.

Icha : Dulu, waktu di sekolah, kamu kan cewek paling pemberani diantara yang lain, sampai-sampai kamu dijuluki cewek superman. Kok sekarang mau nemui aku aja minta dijemput segala!.

Fitri : (sambil berbisik dan sedikit menahan tawa), Jujur aja Cha..., sebenarnya aku itu gak tau cara menggunakan lift...!.

Icha : Hah....!!!???

CERPEN LUCU - TIDAK ADA SUPIRNYA
Cerpen Pedri Fernanda

Terdapatlah dua org pemuda yg ingin pergi jalan jalan dengan menggunakan bis damri (bertingkat) .
Pemuda 1 : Ayo naik..
Pemuda 2 : iyaa .
(didalam bis)
Pemuda 1 : wah penuh nih . kita naik keatas aja yuk.
Pemuda 2 : ayuk deh
Pemuda 1 : haa disini lebih enakan , gaada org malah. jadi bisa suka suka mau ngapain
Pemuda 2 : (berjalan kedepan) waaaaaahh ndak sanggup aku. turun aja kita lagi.
Pemuda 1 : kenapa emg ? kan asik nih
Pemuda 2 : coba kau lihat tu (menunjuk kedepan) gak ada supirnya.

CERPEN LUCU - SARANG BURUNG
De van toso
Pada suatu hari,,,ad seorang pria dewasa sdng mabuk di tepi pantai.Mungkin saking ta sedarnya ia pun sampai te****ang bulat.Sedang asyik tidur di tepi pantai,tiba"datang anak kcil menghampirinya.Diapun trs mentupi bagian sensitifnya dg selembar kertas.Tiba tiba anak itu bertanya.
Adik:bang kenapa ko bagian ini di tutup??
Abang mabok: ooooh de ini biar burung aku ga kepanasan!!!

Tauulaah dia kan anak kecil jd ia trs bertnya lagi
Adik: burung apa baang???
Abang mabok : burung pipit!!!

Stlh adik kcil prgi pemabuk to pun tdr lg,tp alangkah kgtnya dia waktu ia sedar dia sudah berada di tempat lain.Dan diapin merasa burungnya sakit dan panas.Diapun kebingungan,lalu brtanya pd juru rawat di situ.
Pemabok : mbaaa knapa aku berada di sini???
Juru rawat : oooh abang td kecelaka'an!!!!
Pemabok : haaaah kenapa nii???
Juru rawat: abang itunya dah hilaaang??
Pemabok : hiillaaaang,dimanaaa??
Juru rawta : td waktu abang tidur di panta ada anak kecil dekat abang.Dia kata dia sedang main burung,tp katanya burung itu meludahi dia.Jadi dia cekik leher burung itu,lalu pecahkan telur"nya.Saking marahnya dia bakar to punya sarang!!!!!!
Jd untuk para pembaca janganlah suka main"sama anak kecil.hahahahahaha.........Ok!!!
CERPEN LUCU - KUKATAKAN YA...
Karya Sienchin

Ada Sebuah Kota Dan Hanya memiliki 3 orang Penduduk ,penduduk itu bernama Eli,Edi,Caca Dan Caca adalah yang terkaya Dan dia sombong Hari ini dia memamerkan kaos Langsung dibeli dari inggris 'Eh kalian gk punya kaos begini kan?'Kata Caca 'Ih gua mah Lebih Bagus bahkan dari china 'Kata Eli "Gua Boleh Lihat gk? Kata edi dan caca 'Boleh boleh'Kata Eli Besoknya seperti Ia janjikan Dia membawa Kaos Bertuliskan 'Happy New Land' 'Mana yang dari china aku liat Tanda China tuh 'ata caca Eli Menunjuk Tulisan kecil yang ada di Bajunya bertuliskan 'Made In China' Kata eli '????Madsutnya?"Kata Edi & Caca 'Ini Made in china Yakan?'Kata eli Serempak Edi & caca Pingsan '????Kok malah pingsan???'Kata eli


Semoga Cerpen Lucu diatas bisa menghibur anda dari rutinitas keseharian dan Share atau Like apabila Postingan Cerpen Lucu ini menarik, kami ucapkan banyak Terimakasih atas kunjungannya.
    Cerpen Lucu 10 out of 10 based on 1500 ratings.