Kamis, 23 Agustus 2012

Cerpen Romantis - Dia Melukaiku dan Menyembuhkanku

DIA MELUKAIKU DAN MENYEMBUHKANKU
Karya Tofik Nuryanto

Aku nggak pernah merasa sepedih ini, gila…!! Aku cowok dan berprinsip aku nggak bakalan nangis karena aku sudah sejak lama lupa bagaimana rasanya menangis. Tapi apakah gara² seorang cewek aku bisa kaya gini…??
“AAAAAAAAAAARrrrgghhhhhhhhhh……!!!!!!!!!!!!!”
Aku memang lagi galau karena cewek. Namanya Anti, aku manggil dia Ant dan dia manggil aku Ka, tapi sekarang malah dia manggil aku kak. Aku lagi shock berat dan galau, sedih, pedih dan tersiksa karena cewek yang aku taksir selama 1 tahun kemaren baru saja curhat dan mengaku kalau dia ternyata sudah tidak virgin lagi. Hancur dan hanya pedih yang aku rasakan begitu dia mengatakannya. Padahal rencananya aku mau nyataain ke dia kalau aku tuh suka sama dia, malah dia yang nyerocos curhat dan akhirnya minta ngerahasiain semuanya. Dan akhirnya akupun berujung ke dunia insomnia ku yang semakin akut sambil duduk dijendela kamar ditemani kopi pahit, rokok dan gitar usang tapi enggan aku mainkan.

Aku memang pernah curhat ke Anti dan mengaku kalau aku dulu punya masa lalu kelam, setiap deket sama cewek yang aku lakuin Cuma hal² yang nggak pantes aku lakuin sama cewek yang aku deketin alias mesum doank. Aku sering TTM (Teman Tapi Mesum) sama cewek² jaman SMU, tapi itu semua karena mereka sicewek-cewek itu yang mau. Dan mereka pulalah yang ninggalin aku begitu aja, kadang malah nggak jelas kabarnya sehingga aku terkatung-katung tanpa kepastian dari mereka. Tapi ah, itu adalah masa lalu yang kelam bagiku yang sudah aku tinggalkan selama aku kuliah.
Sayup-sayup aku mendengar lagu hey jude-ny a The Beatles, ah… ternyata ada sms di Hp ku yang sengaja aku pelankan nada deringnya sampai ke level 1. “Siapa sih jam 2 pagi sms, gila kali” aku menggerutu dan membuka sms tersebut.

Anti. Itulah nama yang tertera pada layar hp ku, Anti pulalah yang membuatku menjadi semakin terperosok ke dunia insomnia yang kian lama kian aku nikmati saja. Karena memang entah kenapa sudah 5 tahun ini aku susah tidur, tidur biasanya jam 1 baru bisa tidur. Kalau lagi bĂȘte malah bisa sampai adzan subuh baru tidur, ya…. Walaupun akhirnya malah nggak tidur karena rumah aku deket musholla maka kalau denger adzan aku terbiasa langsung menuju musholla untuk sholat berjama’ah.
“Dika, aku tahu kamu belum tidur kan. Kesini dong. Ke Kosan” begitu pesan dari Anti. Aku mau balas tapi hatiku masih terasa perih karena mengetahui kondisi cewek yang paling aku sayangi ternyata sudah tidak virgin lagi. Aku nggak munafik kalau aku sendiri dulu waktu SMU sering bertindak gila-gilaan dengan cewek-cewek TTM-anku dari bercumbu rayu sampai grepe-grepe. Bahkan ada TTM yang selalu memberikan oral ke aku tiap ketemuan. Tapi aku masih bisa menjaga untuk tidak melakukan hubungan badan dengan mereka walaupun mereka sudah menyatakan mau jika aku minta. Ah kenapa aku kembali mikirin masa lalu yang kelam ya?

Akupun mulai membalas sms Anti, “lagi ngopi di singgasana Ant, da pa, males ah, malem gini?” sms pun terkirim dan tak berapa lama Hp ku bordering. Anti memanggil…
“Halo, da pa Ant?” aku menyahut, “Sory ya Kak, kalo aku udah buka aib aku ke kamu. Kamu nggak papa kan?” suaranya merdu mengalir ke telingaku, walaupun aku masih kondisi shock tapi aku tetap berusaha untuk tetap bertingkah biasa saja “tenang aja Ant, rahasiamu terjamin kok ditanganku” jawabku. “Kak, mau nggak nemenin aku dikosan, kayaknya aku ketularan insomniamu nih. Kosan juga lagi sepi nggak tau anak² pada nggak pulang” pinta Anti. “Sekarang?” timpaku. “Ya iyalah, buruan gih” “Ya deh…. Tunggu ya, “ aku pun menutup Hp dan turun untuk pergi ke kosan dia. Rumahku memang tidak jauh dari kosan Anti dan kedua orang tuaku terbiasa memberikan tanggung jawab penuh ke aku dan kakakku untuk menjalankan kehidupan masing² asal masih dalam taraf wajar jadi aku pun terbiasa keluar malam tanpa harus ijin ke ortuku, paling Cuma ninggalin memo atau sms kalo aku lagi keluar.

Karena sudah jam 1 lebih maka jalanan sepi, jadi sekitar 15 menit aku sudah sampai di gerbang kosan Anti, kosan dia berupa rumah tingkat dengan banyak kamar untuk disewakan ke mahasiswa² tapi hanya khusus putri. Tapi rumah tersebut tidak dijagain oleh ibu kos karena rumah ibu terletak di seberang kota yang lumayan jauh juga jika harus tiap hari ngenungguin anak² kos. Begitu aku sampai sana aku langsung aja masuk gerbang karena aku sudah tahu cara ngebuka gembok yang keliatannya kencang terkunci tapi padahal tidak. Akal²an anak kos nih yang bikin gini. Alas an mereka biar bisa pulang malem aja sih….

Begitu aku parkir motor si Anti udah didepan pintu rumah kosan. “kangen ya, udah nungguin dari tadi “ kataku. “Kepedean, aku denger motor kamu dari atas” sahutnya. ”anak anak pada kemana Ant? Kok sepi gini” tanyaku. “Jam setengah 2 pagi ya sepilah, ha ha ha.. Anak-anak lagi pada nginep dikampus, katanya lagi bikin persiapan untuk ospek anak baru besuk” Antipun menjawab sambil matnya terlihat kosong dan memainkan kunci pintu depan.
“Masuk yuk..” ajak Anti. Kita berduapun langsung masuk dan naik kelantai 2, disana ternyata sudah ada kopi item minuman khas aku yang emang terkena kutukan insomnia ini. “Kok ada kopi item disini” tanyaku. “Aku beli di warung tadi sore, kasian aku liat kamu kalo maen kesini cuman minum air putih doang, nggak mau dikasih teh sih”, “ngobrol dikamar yuk, sambil tiduran siapa tahu kalo kamu tungguin aku bisa tidur” pintanya. “Jadi aku disini cuman jadi babbysitter buat ninaboboin kamu nih?” aku bertanya sambil mencoba bercanda. “emberrr……..!!!!” jawabnya sambil narik aku masuk kamar.

Aku memang sering masuk kamar Anti entah itu cuman sekedar istirahat abis jalan atau numpang molor di siang bolong kalo lagi nggak ada tujuan hidup. Anti memang jadi sahabat aku yang setia sejak kita kenalan dikampus. Anti sebenarnya adik kelasku tapi karena sering ketemu di perpus kita jadi kenal dan sering ngobrol sampai akhirnya kita jadi sohib. Aku sering nganter dia ke kampus atau nganter kemana dia mau pergi dan dia sering nemenin aku karena aku sendiri males jalan ma temen² kampus yang kadang maennya nggak tau aturan, emang kata mereka aku kuper tapi jujur aku lebih suka maen ama cewek tomboy yang manis ini dari pada temen² cowok dikampus, kecuali kalau lagi maen futsal sih.
Bukannya aku nggak punya temen cowok, aku ada beberapa temen cowok yang sering kumpul bareng tapi malahan bukan dari temen kampus. Mereka rata-rata temen SMP, SMU dan temen ketemu dijalan aja yang malahan sering aku ajak kumpul.

Tetapi 1 tahun ini aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan cewek tomboy manis cantik bernama Anti yang sekarang sedang tiduran mendekap boneka timmy. “Masak jadi babby sitter cuman dibayar kopi item Ant?” tanyaku agak merengek “emang minta bayaran apa? Ngomong aja mumpung aku lagi baek nih…” sahutnya.
“Minta sun boleh….?” Belum selesai aku ngomong si Anti tiba² sudah melayangkan hidungnya ke pipi kiri aku. “udah, apa lagi?” katanya dingin. Aku jadi kaget minta ampun dan minta maaf karena takut malah jadi negative thingking. “Sorry, tadi nggak beneran kok Ant” kataku. Si anti malah senyum ke aku, wajah yang tadi kulihat bermata kosong malah sekarang senyum dengan manis sekali… “nggak papa kok Kak… aku yang mau” katanya.
“Mau nggak kamu bobo sini disamping aku sampai ntar pagi, kamu nggak usah pulang ya..” langsung dengan gugup aku jawab “jangan lah, gila apa, bukan masalah takut ketahuan, tapi takut ntar aku malah ngapa-ngapain kamu Ant, aku kan Cowok normal 100% dan belum tentu walau kita sohib tapi aku nggak ngapa²in kamu”, “kita kan Cuma berdua disini”.
“bertiga, sama setan” katanya menimpali. “Ah, ngaco kamu” jawabku. Dan terus terang pikiranku mulai nggak karuan disamping dia tidurana. Eh malahan anti langsung menarik aku untuk tidur sampingnya. Entah kenapa aku juga nurut aja ditarik tidur disebelah dia. “Kak, matiin gih lampunya” pinta Anti. “Beneran nih?” Akupun berdiri dan mematikan lampu kamar.

Begitu lampu mati jantung jadi berdegup kencang melihat remang-remang gadis manis nan cantik yang aku taksir selama 1 tahun ini tidur dikasur. Aku nggak sanggup tidur disampingnya. Aku nggak mau mengulang masa kelamku jaman SMU dulu, apalagi ini cewek aku cinta tulus ke dia. Jadi aku Cuma duduk aja dikasur.
“Kok malah duduk? Tidur sini, aku mau kamu disisi aku Kak, aku lagi nggak bisa tidur nih, kalo dirumah bisananya aku minta dikelonin ama Mama.” Akupun tidur disampingnya sambil isi pikiranku makin berantakan nggak karuan. Aku Cuma diem aja dan melihat jam di HP ku sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Berarti sudah hamper setengah jam aku tiduran disamping Anti tanpa bicara, kulihat anti sudah memejamkan matanya.
“An…” kucoba panggil dia tapi nggak ada jawaban, sepertinya dia sudah tidur. Aku sentuh kelopak matanya yang terpejam dan semerta-merta kelopak matanya berkedut tanda dia belum tidur. “kalo mau pegang jangan pegang mata dong, katanya cowok normal, masak tidur bareng cewek yang dipegang mata” tiba-tiba dia nyeletuk dan itu bikin aku gelagapan. Gila ni cewek baru aja kemaren curhat kalau doi sebenarnya sudah nggak virgin dan sekarang malah ngomong gitu ke aku. Dan aku pun bisa merasakan desakan nafsu setan di pikiranku untuk menjamahnya. Toh dia udah nggak virgin ini nih… pikiranku sempat kotor juga, tapi aku tetap menahannya.

Aku urungkan niatku untuk grepe’in badannya Anti, aku nggak bisa menyentuh tubuh cewek yang aku cintai tanpa ada ikatan apapun. Aku sudah berekad. Tapi tiba-tiba Anti melakukan sesuatu yang bikin aku makin kelojotan disampingnya. Tiba-tiba dia mencium bibirku dan melumatnya. Spontan aku terbawa suasana tapi segera aku memaksanya untuk menghentikannya. “Nggak Ant, aku nggak bisa..” kataku, “kenapa? Kamu jijik ya sama aku setelah kamu tahu kalau aku sudah nggak virgin lagi?” katanya. “Bukan begitu, emang aku sudah pernah cerita ke kamu kalo aku sering ciuman dan grepe-grepe bahkan sampai oral dengan cewek-cewek jaman SMU dulu, tapi ini kamu Ant, bukan mereka”
Anti pun duduk diam, aku melihat bulir air mata menggenang di matanya. “Ant, kamu tahu kalau sebenarnya sudah 1 tahun ini aku naksir kamu dan aku nggak bisa ngelakuin itu ke cewek yang aku sayangi dan aku cintai. Aku Cuma ingin menjaga kamu Ant.” Kataku. Aku melihat Anti terkejut menitikkan air mata yang mulai penuh menggenang dimatanya, aku jadi nggak enak hati sama dia. “Emang aku shock dan sakit ati mendengar pengakuan kamu kemaren, tapi perasaan aku tetep nggak berubah ke kamu kok Ant”

Kami diam beberapa saat dan Antilah yang memulai berbicara lagi. “aku cemburu Ka” katanya. “Cemburu sama siapa” tanyaku jadi bingung. “Cemburu sama kamu bego..!!” sahutnya. “Kok sama aku?” aku makin bingung karena dia ngomong begitu.
“Kamu tahu nggak, sejak kamu cerita tentang kelakuan kamu jaman SMU yang katanya kamu udah nggak mau ulangin lagi itu, sejak saat itu aku cemburu. Kenapa cewek-cewek itu yang bersama kamu bukannya aku?” katanya sambil menitikkan air mata dan menunduk.
“Maksud kamu apa Ant?” aku jadi makin bego dibuatnya “bener aku nggak ngerti yang kamu omongin”.
“Aku suka kamu Dika, dan aku nggak suka kamu pernah ngelakuin sama cewek-cewek itu, walaupun nggak sampai hubungan badan tapi aku tetep nggak rela Ka, aku maunya kamu buat aku seorang, tapi aku nggak berani nyataain dulu ke kamu karena aku nggak mau persahabatan kita jadi renggang” biar aku Cuma jadi sahabat tapi aku seneng jika aku bisa tetep disamping kamu.” Katanya. “Jadi selama ini kita kamu juga sayang aku Ant?” tanyaku “Iya bego.. kamu juga nggak mau nyatain ke aku sih selama 1 tahun ini, aku jadi makin sedih.” “sampai-sampai aku punya ide gila dengan ngebohongin kamu kalo aku sudah tidak virgin dan mempertaruhkan semuanya dengan mengajakmu nemenin aku tidur disini” kata Anti mengakui semuanya.
“Aku Cuma berharap kalau kamu mau menjamah aku mungkin kamu mau menganggap aku lebih dari sekedar teman Kak” katanya

Akupun kaget dan jadi barbahagia bukan kepalang ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan dan ternyata dia Cuma bersandiwara kalau dia sudah nggak virgin agar aku menemaninya tidur disini dan mau menjamahnya. Ya Tuhan… ternyata dia begitu cinta sehingga mau mempertaruhkan semuanya untuk aku. Dan seketika rasa sakit di dadaku sembuh, Anti, kau melukaiku dan menyembuhkannya.
“Anti, aku suka kamu, sepenuh dan setulus hatiku. Jadi mulai sekarang jangan berfikiran macam² ya, aku sebenarnya kemaren mau nyatain ke kamu, tapi nggak jadi.” Kataku
“kenapa?” tanyanya sambil mengusap air mata. “terlanjur kamu bersandiwara pake ngatain nggak virgin pula. Hatiku hancur tau…” kataku sambil mengusap kepalanya.
“Jadi sekarang gimana? kita jadian?” tanyaku. Dan diapun mengangguk manis sambil mencium kedua pipiku. “Tapi ant, aku ada permintaan, aku pengin serius sama kamu, aku nggak mau ngulangin perbuatan masa laluku jadi tolong ingetin aku kalau aku mulai kelewat batas sama kamu, OK?” kataku sambil memandang wajah manisnya yang sumpah tiba-tiba jadi sangat sangat sangat cute abis. “Ok deh Dika sayang, sebenarnya aku juga takut tadi kalau-kalau kamu beneran ngapa-ngapain aku, kan aku nggak bisa nolak soalnya aku yang membuat jadi begitu”.
“Ok deh sayangku yang manis” kataku sambil memeluknya. “Kamu tetep nemenin tidur sini ya, aku pengin ditungguin sama kamu. Aku janji deh kalo kamu berniat nakal aku langsung pukul kepala kamu pake sepatu” kata Anti sambil nyubit pipi aku. “Ok deh, tapi kalau cuman meluk sambil nyium-nyium dikit bolehkan?” kataku sambil memeluknya erat-erat sambil berkata dalam hati.
“Tuhan, jagalah hubungan kami sampai pernikahan nanti. Kuatkan hati hambamu ini untuk tidak terlewat batas. Amin”

Dan akhirnya kamipun malah nggak tidur dan becanda-becanda. Antipun terlihat tenang nyender di dadaku sambil menghadap jendela kamar yang terbuka dari tadi sambil menunggu matahari terbit.
SEKIAN
===***===

Ini mungkin bukan kisah nyata.
Tapi setidaknya terasa nyata bagi seseorang cewek manis yang sedang senyum manis sambil mengaduk secangkir kopi item untuk aku.
Love You Han

PROFIL PENULIS
Nama :Tofik Nuryanto
Email : tofiknuryanto@gmail.com - no spam please
www.facebook.com/tofiknuryanto

##semoga yang baca belum kenal aku
##semoga diterbitkan dan tidak dicopas tangan jahil, hargai karya orang please
##karya pertama nih, semoga dimuat agar aku kirim yang lainnya :)

Cerpen Tentang Sahabat - Arti Persahabatan

ARTI PERSAHABATAN
Karya Sri Hasih Nurhayati

Kata orang persahabatan tidak mengenala namanya perbedaan, waktu, jarak, harta ataupun suku. Apapun itu, sahabat akan tetap ada. Sahabat sejati tidak akan pergi walaupun dia telah disia-siakan bahkan tidak dianggap akan arti kehadiranyya dan juga perbuatannya. Yang ada dalam benak dari seorang sahabat adalah bisa selalu ada untuk orang-ornag yang ada didekatnya, entah orang tersebut mengaanggapnya hanya sebatas teman biasa atau orang yang berarti, yang terpenting baginya bisa membantu orang-orang yang ada didekatnya.

Dan inilah kisah persahabatnku. Aku adalah seorang gadis biasa, yang hidup ditengah-tengah masyarakat jawa, yang masih sangat kental ikatan kekeluargaannya. Aku dididik sejak kecil untuk bisa menghargai orang lain, dan menolong orang lain, diajarkan tentang kelapang dadaan dan diajarkan untuk meminta pamrih pada orang lain.

Tapi aku adalah seorang yang terbiasa menyendiri, aku tak terlalu suka keramaian, aku lebih suka duduk diberanda rumah, dan mengisi hari-hariku dengan menulis. Aku sangat suka menulis, apapun itu, aku suka menulis semua apa yang ada dalam pikiranku. Hingga suatu hari aku didatangi oleh seorang yang merubah duniaku.
“hai, kamu asih ya?” Tanya orang itu kepadaku
“iya, kamu siapa?” tanyaku sambil menatap lekat orang itu, siapa tau aku mengenalnya
“kenalin, aku aria” orang itu mengulurkan tangannya
Aku kemudian membalas uluran tangan aria, ternyata dia adalah tetangga baruku. Aku tak tau dari mana dia tau namaku. Mungkin saja dari orang-rang yang ada dilingkunganku. Atau mungkin saja dia sudah lama mengenalku. Hah apapun itu aku tak terlalu peduli.

Aria sering mengusikku, diam-diam dia sering muncul dari belakangku, membaca setiap baris goresan penaku yang kutulis pada kertas-kertas putih buku diaryku. Setelah selesai aku menulis barulah dia mengagetkaknku, dengan mengulang kata-kata yang aku tulis dalam diary ku.
“aku gag suka sama orang baru itu, dia usil dan sering menggangguku” kata aria mengagetkanku
“kamu..!!” kataku kaget bukan main, aku merasa gag enak
“kamu kenapa sih gag suka sama aku, ?” Tanya aria
“em soalnya kamu usil” kartaku kemudian
“em kamu itu cewek paling aneh yang pernah aku kenal” kata aria padaku
“maksud kamu” kataku sambil menatap nya lekat-lekat
“iya, kamu tu gag kayag cewek-cewek pada umumnya, kamu itu agaikan sebatang kara ditengan lautan mentimun” kata aria sekenanya
“aku makin gag ngerti” kataku
“iya, kamu tu kenapa sih suka banget menyendiri, kenapa kamu gag mencoba mencari teman” Tanya aria
“aku lebih suka sendiri” jawabku singkat
“kenapa, padahal aku lihat kamu itu orangnya suka menolong, tapi kenapa kamu gag punya teman” Tanya aria

Aku hanya diam, tak menjawab, hanya menunduk. Aria tau kalau perkataanya telah sedikit menyinggungku,
“maaf ya sih, aku tu gag ingin apa-apa, aku Cuma pengen kamu bisa bangkit, dunia ini tak sebesar daun kkelor” kata aria lalu meninggalkan ku sendiri.
Aku kemudian hanya duduk termenung, mungkin benar kata aria, bagaimana aku bisa mendapatkan teman kalau aku hanya berdiam diri.

Dan akhirnya Aria adalah sahabat petama yang aku punya, dia selalu ada buatku, dia selalu menghiburku, kini duniaku menjadi berubah. Aku pun juga selalu ada untuk aria, bagiku aria sangat penting, karena dia telah merubah warna hidupku. Dulu aku yang hanya seorang yang pendiam, berubah sedikit menjadi agag cerewet, tapi tidak berlebihan.
“makasih ya, arya udah jadi sahabat ku”
“iya sih, sama-sama, pokonya kita harus jadi sahabt selamanya”
“iya, apapun yang terjadi”
Dan tak terasa kami sudah setahun bersahabat, dan kini kami sama-sama kuliah, awal-awal kuliah kami masih sering bertemu, tapi stelah beberapa kuliah, kami jarang bertemu dan jarang berkomunikasi. Aku mencoba mengirim pesan pada aria, tapi tidak ada balasan. Aku merasa ada yang berubah darinya. Aku tak tau apa penyebabnya, semua pesan yang kukirim lewat sms, tak ada satupun yang dibalas.

Aku merasa ada yang kurang setelah perubahan aria kepadaku, kini tak ada lagi pesan-pesan dari aria yang kuterima. Apa benar aria telah melupakaknku, karena dia telah mendapat teman baru, seingatku aria hanya sekali menghubungiku, itu juga karena dia minta tolong untuk dibuatkan tugasnya, pada saat itu aku merasa lega aku kira aria gag lupa sama aku, tapi ternyata aku salah. Itu bisa dibilang pesan terakhir ariya, setelah 2 bulan terakhir.
“hai sih, ngelamun aja” kakak ku mengagetkanku
“eh kak, bikin aku kaget aja”
“iya abisnya kamu ngelamun aja, mikirin apa sih”
“aku bingung aja kak, kakak tau kan kalau selama ini aku berteman baik dengan aria, tapi udah 2 bulan terakhir ini dia berubah kak” keluhku pada kakakku
“berubah gimana?”
“iya kak, sms ku gag pernah dibls, kalau aku telfon juga gag pernah diangkat”
“yah mungkin aja dia sibuk sih”
“iya masak sibuk 2 bulan sih kak” kataku kemudian
“em ya udah nanti biar kakak bantu cari tau deh” kata kak sinta

Waktu hari minggu aku memutuskan untuk pergi kedanau, biasa aku dan aria sering bermain disana. Pada saat itu aku melihat aria, tapi tak sendiri, dia bersama dengan seorang pria, aku mencoba mendekati mereka, tapi langkahku kemudian terhenti,
“gimanaa arya, apa kamu udah berhasil menjauhi asih” Tanya orang itu
“iya, aku udah buat dia benci sama gue juga, sekarang lo udah puaskan” kata aria
“bagus aria, kerja bagus, ini uang buat lo” orang itu memberikan uang pada aria

Aku tak mengerti apa maksud dari semua itu lalu orang itu berkata
“itu uang buat lo, dari kerja keras lo, sesuai dengan perjanjian, lo itu emang the best”

Aku tak tahan lalu aku menghampiri mereka
“aria, apa maksudnya semua ini, jadi kamu selama ini baik sama aku,dan berpura-pura jadi sahabat aku karena uang” aku berkata sambil berlinang air mata

Aria hanya diam, lalu orang itu yang menjelaskan
“iya, betu sekali, dan aria udah berhasil melakukannya, 1 tahun yang lalu, saya dan aria membuat perjanjian dan taruhan jika aria berhasil buat kamu mau bersahabat dengan dia maka aria akn mendapat uang”
“aku gag nyangka ya, ternyata kamu begini, dulu kamu yang bilang, bahwa sahabat itu lebih berharga dari apaun, tapi kenapa kamu justru melakukan ini sama aku” kataku sambil menangis

Aku benar-benar kecewa dan sedih, orang yang kuanggap sahabatku ternyata gag lebih dari seorang yang tak punya perasaan, dia menukar arti persahabatan ini dengan uang.
“maafin aku sih, sebenarnya aku juga gag mau ngelakuin ini aku terpaksa” kata aria
“sebenarnya aku punya salah apa sih sama kamu ya, sampe kamu tega kayag gini” kataku
“aku bener-bener minta maaf sih, aku pada saat itu emang lagi butuh uang” kata aria
“lalu kenapa harus aku yang menjadi bahan taruhanya, lalu apa arti persahabatan kita selama ini”
“karena kamu itu orangnya super pendiam, dan susah buat diajak ngomong, makanya kamu jadiin bahan taruhan” kata teman aria tadi
“aku sebenarnya juga mengaggapmu sahabat terbaik ku sih, aku dua bulan ini menjauhi kamu, karena aku gag mau kamu tahu soal taruhan ini, aku gag mau menghianati persahabatan kita, gue moon maafin gue sih” kta aria
“udah lah ya, kamu gag perlu minta maaf, makasih buat semuanya”

Aku pulang dengan berlinangan air mata, aku gag nyangka, ternyata sekarang persahabatan bisa ditukar dengan uang, padahal aku telah benar-benar menganggap aria teman baikku. Aku pandangi gelas persahabatan kami. 1 tahun yang sangat berarti buatku, ternyata tak berarti apa-apa buat arya. Aku menagis dalam kamarku, rasa ini bahkan lebih sakit dari rasa putus dari pacar. Terdengar suara pintu kamarku diketuk-ketuk
“sih, gue mohon keluar dari kamar, gue mau ngomong sama lo” suara arya diluar. Aku tak menghiraukannya, rasa sakit hati ku sudah lah amat kuat tertancap dalam hatiku.
“gue tau gue salah, tapi gue terpaksa sih, pada saat itu gue ada hutang sama orang tadi, karena buat berobat ibu gue, jadi gue terpaksa terima taruhannya “ kata aria
“tapi kenapa harus gue sih ya, kenapa?” Triakku
“itu karena pilihan dia, aku juga gag ada maksud sih, gue akan melakukan apa ja sih biar lo mau maafin gue” kata aria
“pergi dan jangan pernah temui aku lagi, dan jangan muncul didepan ku lagi, aku nyesel kenal kamu” teriaku.
“baik, kalau itu buat kamu maafin gue, gue akan pergi, jaga diri kamu baik-baik sih”

Setellah itu, aria pergi, dalam hatiku sebenarnya tak rela, tapi aku juga sngat benci diperlakukan seperti ini. 3 hari setelah hari itu, aku kemudian mendengar Aria meninggal karena kecelakaan motor, aku begitu kaget. Dan aku datangi keluarganya, biar bagai manapu, aria pernah menjadi sahabatku. Aku menghadiri pemakamannya, aku tak kuasa menahan air mataku, melihat jenasah sahabatku itu, menghilang, ditelan bumi. Tenyata arya benar-benar tak akan muncul lagi dihadapanku selamanya.
“nak, apa kamu yang namanya asih” ibu arya mendekatiku
“iya benar bug” kataku, sambil menghapus air mataku.

Ibu tua itu lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, sebuah amplop putih dia ulurkan kepada ku
“saat masih dirawat dirumah sakit, aria menuliskan surat ini untukmu, padahal pada saat itu, dia sangat kesusahan untuk memegang pena saja,tapi dia bersikeras” kata ibunya aria, lau pergi
Saat dirumah, aku buka surat itu, tanganku gemetar dan air mataku mengalir dipipiku
Untuk sahabatku asih
Aku benar-benar minta maaf, aku sebenarnya gag pernah ada maksud untuk membohongimu, aku terpaksa melakukan ini, karena butuh uang itu untuk berobat ibuku.
Mungkin saat kamu baca surat ini, aku telah berada disisi Tuhan, aku telah damai berada disampingnya, tapi Tuhan mungkin juga tak akan menerimaku, sebelum kamu memaafkan aku. Di tempat peristirahatKu yang terakhir mungkin q hanya bisamenatapmu. Sih kamu adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki, lewat kamu aku telah mengenal arti persahabatan sesungguhnya. Aku benar benar minta maaf jika udah buat kamu kecewa dan sakit hati
Dan sekarang Aku juga telah memenuhi permintaanmu, untuk tidak muncul selamanya dihadapanmu, dan saat kamu membaca ini, mungkin aku telah tak ada lagi di dunia. Aku merasa waktu ku semakin dekat.
Jadi aku mohon sih, maafin aku. Aku ingin melihat senyummu yang tulus untuk memaafkan aku ketika aku disana nanti. Aku saying kamu sahabatku. Pesanku, carilah terus teman dan sahabat, jangan berhenti, Tuhan pasti tak akan membiarkan gadis sebaik kamu sendiri.
Dari seseoran yang pernah menjadi sahabatmu dan selalu ingin menjadi sahabatmu
Aria
Aku tak kuasa menahan air mataku, tak ada kata-kata yang bisa aku keluarkan. Hanya suara isak tangis. Ternyata aku salah, Aria melakukan ini demi ibunya. Dan kini aku telah kehilangan seorang yang penting dalam hidupku, aku telah kehilangan sahabatku untuk selamanya. Kini semua tentang aku dan aria hanya tinggal kenangan, gelas tanda persahabatan kami, aku peluk erat-erat bersama dengan surat terakhir aria. Aku gag nyangka aria akan pergi secepat ini. Dan kini aku hanya bisa mendoakannya semoga Tuhan menempatkan aria pada tempat yang indah dan aku akan selalu memaafkannya sahabat terbaiku.

PROFIL PENULIS
Nama   : Sri Hasih Nurhayati
Alamat : Palembang, SUMSEL
Add fb : srihasihnurhayati@ymail.com
Twiter  : @hasihcancera

Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Cerpen Cinta - Ratu Online

RATU ONLINE
Karya Yunita Dewi

“aku pasti bisa dapetin dia ! “

Dewita Zulfikar,siswi manis kelas 3 SMA Kasih Bunda itu mulai mematikan komputer di depannya.Dia di juluki “Ratu Online” oleh kedua sahabat baiknya,Nina dan Sintya.
...mari berlari meraih mimpi menggapai langit yang tinggi..
..jalani hari dengan berani tegaskan suara hati...

Tiba-tiba handphone Dewita berdering..
“iya Nin,ada apa??tumben malem-malem lho nelpon gw??”.“hmm,gx apa-apa sai,gw lg kangen aja denger suara lho dan di omel-omelin sama lho”.“haha..lho bisa aja..cepet kalo mau curhat!gw ngantuk,mau tidur”.“akhh galak banget sih lho..iya gw curhat sekarang”.“cepet!waktu lho cuma 10 menit!”.”Dew gw BB’n lho sama Glen”.”terus gw harus bilang wow gitu?”.”haha,boleh juga tuh.btw gw seneng banet Dew akhirnya dapet juga gw berondong,kapan lho mau punya pacar lagi?tumben lho ngejomblo sampe sebulan?jangan* lho udah gak laku ya?haha”.”enak aja!denger ya Nina sahabatku sayang sekarang gw lagi deket sama ‘seseorang’,hmm ya kalo udah jadi nanti gw kenalin deh orangnya”.”paling lho dapet tuh cowo pas lagi online kan?basi banget deh!saran gw jangan terlalu percaya sama cowo* yang lho kenal dari dunia maya”.”ihh sotoy banget sih lho Nin.pokoknya lho liat aja gw bakal bikin nih orang tergila* sama gw.bukan Dewita namanya kalo gx bisa bikin nih cowo bertekuk lutut”.”ok deh kita liat aja nanti Dew”_____
^_^ : ka lagi ngapain ? besok jadi kan ke rumah Dewita ?
Dewita mengirim pesan ke akun facebooknya Fauzi.Tidak lama kemudian Fauzi membalas pesan dari Dewita.
n_n : iya kaka usahin ya Dew.kamu smsin aja alamat rumah kamu.
^_^ : siipphh..:)

Keesokan harinya......
DEG !
Ya ampun jadi ini orangnya???gak ganteng sih tapi menarik juga.Badannya gak terlalu tinggi dan sedikit berisi.Kulitnya putih tapi yang bikin gw mati gaya sih bukan karena orangnya tapi wangi tubuhnya.Gila parfume nya wangi banget.Kayanya gw betah walaupun seharian deket ka Fauzi...
“Dewitaa.”
“ohh iya ka kenapa?sorry Dewita ngelamun.” Mereka pun bercakap* hingga matahari hampir terbenam.

Malam itu Dewita sedang malas sekali membuka jejaring sosial facebooknya dia tidur lebih awal sambil membayangkan sosok ka Fauzi yang baru beberapa hari dikenalnya dan baru sekali bertemu dengannya.”dipikir* ka Fauzi lumayan juga sih”.Ucap Dewita lirih.
Keesokan harinya menjelang dzuhur Dewita membuka facebooknya dan kaget karena ternyata semalam ka Fauzi telah mengirimi Dewita permintaan hubungan.”jangan* dia nembak gw....”.Dewita pun segera mengirim pesan ke ponsel ka Fauzi.

Message from Dewita :
Kk ngirim prmintaan hubungan ya k fb Dewita??
Pesan langsung di balas ka Fauzi
Message from k Fauzi :
Iya kita jalanin aja.:P :D
Dewita pun memjawab pesan tersebut
Message from Dewita :
Ok..:D

Resmilah hubungan mereka pada tanggal 5 agustus 2012..<3 br="br">Sebenarnya Dewita merasa sedikit ragu pada ka Fauzi karena hari pertama kedua ketiga dan keempat jadian mereka ka Fauzi jarang mengirimi Dewita pesan.Jangankan untuk menelpon Dewita atau sekedar bertemu membalas pesan* Dewita pun jarang.Dewita merasa sedih tapi ini harus di lewatinya.Sahabat*nyalah yang selalu ada disaat Dewita membutuhkan teman untuk berbagi dan bercanda.

Kring~~kring~~
Ponsel Dewita berdering.Dewita langsung membuka pesan di telepon genggam nya itu.Tapi sayang lagi* bukan pesan dari ka Fauzi tapi dari orang lain.Dewita semakin terpuruk.Untung saja beberapa saat kemudian Sintya,sahabat baik Dewita datang k rumah Dewita.
“lho kenapa Dew?ko manyun gitu sih?”.”gw lg bad mood.lho gak liat?tau jangan* mata lho udah rabun ya?”.”haha inilah baru Dewita sahabat gw.orangnya gampang marah tapi manis dan baik hati”.”diem lho!gw bingung nih harus gimana?masa sih gw Dewita Zulfikar gak bisa dapetin ka Fauzi?hallo!!ka Fauzi itu gak ganteng* amat ko tapi dia nyuekin gw Sin!coba lho pikir Dewita di cuekin sama pacarnya sendiri?memalukan!”.”sabar Dew jangan ke bawa emosi gitu,mending sekarang lho sms tuh cowo lho yang cuek dan lho ajak dia jalan* besok.gw jamin dia pasti mau”.”lho yakin Sin?”.”yakin banget!”

Message from Dewita :
Ka besok sore jalan* yuk ??
Beberpa detik kemudian...
Message from ka Fauzi :
Ok siap..

Dewita memandang Sintya dan mereka pun tertawa bersama* setelah membaca pesan dari ka Fauzi.”makasih ya Sintya,lho emang sahabat gw yang paling baik”.
Sore ini Dewita sengaja memakai pakaian yang lebih baik dari pada saat pertama kali dia bertemu dengan ka Fauzi.”tenang aja Dew lho bisa dapetin siapa pun yang lho mau !”.Dewita bertekad dalam hati.Memang sejauh ini Dewita banyak disukai oleh teman laki* nya.Dewita juga merupakan primadona diantara kedua sahabat baiknya.Siapapun yang mengenal dekat karakter Dewita pasti langsung jatuh cinta padanya.Tapai ka Fauzi?dia mengabaikan Dewita?tapi tunggu dulu karena Dewita belum menunjukan siapa dirinya yang sebenarnya.

Dewita merasa senang saat sedang berada di dekat ka Fauzi,entah kenapa tapi Dewita slalu merasa nyaman.Benar* nyaman.Namun semua tiba* berubah menjadi malapetaka yang tak akan pernah dilupakan Dewita sampai kapanpun.Ka Fauzi memutuskan hubungan nya dengan Dewita.Ka Fauzi mencampakan Dewita setelah mereka berdua jalan* tepat di hari kelima mereka pacaran.Dewita sangan terpukul dan menangis di pelukan kedua sahabatnya.
“kita emang gak selamanya bisa dapetin apa yang kita mau Dew”.
“iya Dew lho jangan sedih lagi masih banyak ko cowo diluar sana yang suka sama lho”.
Nina dan Sintya terus berusaha menghibur Dewita dan Dewita pun hanya menangis dan tidak percaya ternyata ada yang begitu berani menolaknya.Menolak sang ‘Ratu Online’ yang manis.
The end..

PROFIL PENULIS
Nama lengkap : Yunita Dewi
Alamat : Tasikmalaya
TTL : Tsm,22 juni 1995
Sekolah : SMA N Karangnunggal
Email : yunita.dewi80@yahoo.co.id

Baca juga Cerpen Cinta yang lainnya.

Cerpen Remaja Islam - Udara Malam Diluar Pesantren

UDARA MALAM DILUAR PESANTREN
Karya Faqih Sulthan

Betapa banyak dari kalangan muda berhenti dari mengejar cita-cita, kehendak mulia, mimpi-mimpi fantastis dalam capaian prestasi, hanya lantaran keteledoran, hanya karna ulah menyimpang yang mulanya hanya iseng iseng belaka, atau mental ‘nanti dulu’, atau sikap ‘sebentar dulu’.akhirnya lama kelamaan jiwanya mulai layu, semangat mulai redup. Gairah berkaryanya semakin kering. Akhirnya ia pun terhenti dari segala harapan yang telah menanti di ujung kerja kerasnya.

Malam Jumat itu seusai solat isya’ para santri asik ngobrolin sang kyai yang tak kunjung datang mengisi tausiah, banyak dari santri yang menduga tausiyah bakal dibatalin. Tentu aku dan kawan kawan bingugn apa yang muski dikerjain malam itu, mau tidur..,udah tadi siang di sekolah!, mau makan..,paling menunya gituan, kalo ngrumpi?,alah...... ngga’ usah disebutin jelas itu DOSA!. Kalo sudah begini bengong bareng deh!.

Sedang enak-enaknya bengong, tiba-tiba “DOARR” benturan pintu membuat kesunyian kamarku terpecah, ternyata setelah di telusuri Rio atau panggil saja O-lah penyebabnya.
“Asal kalian tahu!, udara bebas telah menanti kita, tunggu apa lagi mumpung Ustadz-Ustadz pada lenggah” teriak O layaknya Bung tomo.
“ Anta ga’ usah mimpi! Kalo ketahuan kita bisa jadi jama’ah botak.” Saut Tahta menolaknya.
“ Alah.... not effect lagipula cuman semalam!” bantah Afix mendukung O.
Setelah kedua kubu ini cukup lama bersitegang, akhirnya kubu dari O-lah yang memenangkanya, dengan berat hati akhirnya Rizki dan simpatisannya mau tidak mau harus menuruti O atas dasar kekompakan.

Tapi masih saja ada halangan dengan terbentuknya gerakan NonBlok yang beranggotakan Iqbal & Yovie, awalnya aku-pun termasuk dari mereka dengan setempel disiplin terukir di jidat ku, tetapi dibagian hatiku yang lain menggatakan akan timbul kedengkian yang bakal menimpaku, itulah sebabnya peraturan yang berdiri tegak di pondok ini terpaksa ku robohkan dengan dalih rumus phytagoras, loh ! ko’ phytagoras ?. Ya karena rumus phytagoras berlaku untuk segitiga siku-siku, bunyi rumus phytagoras adalah panjang sisi miring kuadrat sama dengan jumlah kuadrat dari panjang sisi yang lain. atau secara matematis ditulis C² = B² + A² maka dapat disimpulkan bahwa, antara O sebagai C², Rizki sebagai B²,dan Aku sebagai A² masing-masing memiliki posisi yang saling berkaitan walaupun memiliki sifat variabel yang berbeda mereka mampu membentuk sebuah bangun segitiga siku-siku atau yang kita sebut sebagai kekompakan.
” ujar Affan yang ketika itu menjabat sebagai atasan kami. كيف ÙŠÙ…ÙƒÙ†Ù†Ű§ Ű§Ù„ŰźŰ±ÙˆŰŹ من Ù‡Ù†Ű§ ŰŻÙˆÙ† Űčلم Ű§Ù„ŰŁŰłŰȘۧ۰"
“ta’ usah kawatir kita gunakan saja jamur sebagai tameng” seru Ady dengan bangga.
“maklut so...?” kata yang dilontarkan kawan-kawanku usai mendengar ucapan Ady.
“gini lo..awalan, kita sibukan para Ustadz dengan keberadaan Iqbal & Yovie, bila para Ustadz terlena dan gerbang masih terbuka lebar kita bisa segera keluar dari sini” jelas Ady mirip Adolf hitler ketua Nazi pas nyusun strategi penyerangan inggris.

Malam itu juga sesuai komando, rencana itu betul-betul kami kerjakan. Satu persatu para santri kabur dari pondok. Kami dengan mudah bisa lolos dari sepengetahuan Ustadz dan itu bukan karena Iqbal & Yovie yang berhasil melemahkan penjagaan para Ustadz ,akan tetapi memang Ustadznya yang lemah.
Kabur dari pondok bukan soal seberapa ketat penjagaan atau kawat berduri yang menghalangi melainkan ini soal seberapa kuatnya pagar nafsu yang dimiliki para santri. Meski sehebat apapun penjagaannya kalo pagar nafsunya rusak akan tetap saja mudah dibobol. Kitab Ta’limul muta’alim yang sering kami kaji tak begitu berdampak pada kami, sehingga 14 bab yang terdapat di dalam kitab ini (istilah kitabnya, fashl) yang membahas tentang metode belajar, keutamaan ilmu, motivasi belajar, memilih ilmu, guru, dan kawan serta memuliakan ilmu dan ulama, yang sesungguhnya berfungsi sebagai reparasi pagar nafsu malah hanya dijadikan para santri moderen semacam kami sebagai syarat terhindar dari jeweran ustadz Ladun selebihnya hanya Allah dan masing-masing diri mereka yang tahu.

Kami telah keluar dari tempat kami menuntut ilmu. Yang biasanya sarung dan gamis menyelimuti kini jins dan jemper membuat kami Jauh dari kata santri. Bulan terus fokus melihat langkah kami, berbeda dengan orang tua kami yang tertidur pulas tanpa mereka ketahui kalau anak-anaknya ternyata telah menghianati kepercayaan mereka. meski Rizka dan kawan-kawa telah meyakinkanku, Hatiku tetap kebat kebit. Soalnya ini pertama kali aku membolos.
Alun alun, ya! Disanalah kami nanti singgah, berkumpul dengan banyak lapisan masyarakat. Tak perduli mau konglomerat, miskin, kafir, mukmin yang taat bahkan yang munafik-pun ada disana.
Kami terus menyusuri kota yang kami sebut kota labirin karena sekian banyak jalan yang kami lalui tersekat oleh dinding-dindingnya yang menjulang tinggi. Dari jauh sudah terdengar ayat-ayat Allah terlantun begitu indah membahana ditengah kota, sementara yang mendengarkan bertentangan dengan apa yang telah didengar. Itu terbukti tatkala kami tiba di alun-alun, para pejantan dan betina bercumbu seolah mereka telah menantang Allah dengan menyalahi Q.S An nuur: 30-31. Tapi sayang, bagi calon-calon kyai seperti kami tak banyak yamg mempermasalahkan itu.

Rizka dan teman-temanya kemudian pergi kepusat pertokoan. Jalan-jalan muter-muter. Masuk ketoko mainan, nyobain jadi anaknya orang berduit. Juga liat-liat kaus-kaus yang sulit kami ditemukan di almari santri dan puncaknya, main dingdong! belasan logam koin dihabiskan untuk nyobain semua permainan. Makin sering kalah makin penasaran.
Menjelang pukul sembilan malam kami masih asik main, sampai-sampai gak tahu kalo sekelilingnya udah sepi. Tanpa duga, nongol Satpam ngusir –ngusir kami, ya udah nggak ada pilihan lain kami musti cepet keluar dari gedung itu dengan koin masih tergenggam di tangan.

Lagi asyik menikmati AC terahir di pintu utama gedung, di sebrang jalan raya tampak dari teman kami memangil-mangil mengisyaratkan agar kami segera menghampirinya, seolah-olah ada kejadian luar biasa telah terjadi.
“Rugi kalian ngelewatin kejadian yang tak kan ada dua kali, ada duel antar dua geng yang kedua duanya sama-sama punya kekuatan gaib, yang satu pakek jurus harimau, yang satunya lagi jurus pocong ya.. kayak ngilang gitu deh” jelas Alpin nyerocos.
Alpin baru bisa berhenti dari ocehanya ketika ia melihat dari balik pungung ku tampak seorang ibu yang menghampiri kami lantas menawarkan sisa roti ulta milik anaknya kepada kami dengan cuma cuma, ya.. meski udah ga’ utuh yang penting enak, gratis lagi ,he.he.he.
Belum sempat roti terbagi rata, kami kedatangan tamu yang kalau dinilai dari penampilanya sudah barang tentu bukan santri layaknya kami. kumal,semiran, dan aneh. Tapi yang lebih aneh disaat kami merasa terancam, ternyata ia hanya ingin mengajak kami bertanding sepakbola. Maka malam itu juga tepat pukul 11.30 WIB di bundaran Kudus terjadilah duel antara PERSIPON dengan JFC (jalanan football club) yang bakal disaksikan beribu-ribu kendaraan yang lalu lalang.

Lampu-lampu toko berangsur-angsur padam tanda bahwa malam semakin larut, tetapi pertandingan ini malah semakin seru, ketika banyak trik-trik menakjubkan yang ditampilkan mereka di hadapan kami seperti flick up, el elastico, lift ball, Marseille roulette , serta samba. Pemain kamipun berjatuhan dibuatnya.
Dari mulainya pertandingan, bola belum samasekali menyentuhku, hingga akhirnya ia menghampiriku dengan sendirinya, tapi sayang itu tak berdurasi lama, karna Tahta dengan semangat mengglora meminta bola itu agar segera diserahkan padanya. Dengan berat hati satu umpan amatir kuberikan pada Tahta, sang kapten, yang langsung menyundul bola dengan sisi kanan kepalanya. Namun, Keeper tak mau kalah, ia menepis bola kedalam lapangan pada waktu yang tepat. Tak sampai disitu saja Rifki pun ikut serta dalam perselisihan itu, ia melakukan chip volley tinggi diatas keeper yang terjatuh, dengan keras bola melesat melintasi tumpukan sendal-sendal gawang dan meningalkan area pertandingan, menciptakan gol sehingga kita memipin dengan sekor 5-3. Pada menit ke 80-an ‘ehh inget ngak ada intermission’ ,

Kapten JFC melakukan gerakan hell kick flick pada Huda yang seketika itu terkecoh, ia melakukan one two bersama temannya, dan ia melakukan tendangan volley rendah yang langsung menjebol gawang timku. Skor menjadi 5-4, karena pertandingan ini tak ber wasit dan tak diberi batas waktu, maka yang perlu di lakukan ialah mencetak angka sebanyak-banyaknya sampai ada di antara kami yang terkapar kecape’an. Tapi asal kalian tahu pertandingan itu usai bukan karna kami kecape’an melainkan ketika bola yang kami rebutkan terpental jauh melambung menghantam teravo lampu alun-alun dengan begitu kerasnya. Akibatnya lampu alun-alun mati dengan seketika! “ waduh!...., kabuuur....* woy ojo lali sandale,” “sandalku neng di? #%^ “ heh iku sandalku!”. Kami ketakutan bukan kepalang melebihi takut kami saat menghadapi Mbah Syem (direktur pondok) ngamuk.
Entah apa yang kami takuti, hingga harus merelakan sandal pada jebot. Padahal kabur dari pondok saja menjadi hal yang membanggakan, tapi mengapa hanya karna lampu alun-alun mati kami musti kayak maling lompat sana ngumpet sini. Kalo begini kesimpulannya berarti memang sudah tidak terbesit lagi sifat tanggung jawab di dada kami.

Langkah kami semakin melambat seiring semakin jauhnya alun-alun dari pandangan kami, tak selang beberapa lama sohabatku Afix tanpa beban memutuskan agar perjalanan ini dilanjutkan ke rental PS, padahal belum kering keringat di tubuh kami. Sekarang terbukti jika saiton itu memang tak akan pernah lelah bila sudah berurusan dengan misinya yakni menggoda manusia.
“Ana Muflis ni” ujar Khafidz memanja.
“Ya, lagi pula mata ku wis riyep riyep ki !” saut Daus sembari mengucek matanya.
“Menara ya’ !” yang lain menyauti.
Meski mereka tak bermaksud membela aturan pondok aku turut gembira ada dari kawanku yang tidak berminat menuju rental PS, andai insiden ini terjadi tentu akan menjadi pelanggaran pondok ke 2 bagi kami. Memang benar di dalam nas Al-Qur’an tak ada yang menerangkan keharamannya sehingga ini menjadi perkara kontemporer yang harus disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
Meskipun yang berniat ke rental PS resesif tetap saja tak menyurutkan hasrat para pecandu PS hadir ke tempat terlarang itu. Kejadian ini menggambarkan hukum (–) x (+) = (–) keburukan yang walau didalamnya ada kebaikan hasilnya akan menjadi buruk. Solusinya kami yang (+) harus memisahkan diri dari yang (–), tak ada pilihan lain selain berpisah dari yang (–) agar tak ada yang terkontaminasi.

Kamipun memutuskan bermalam di masjid yang dibangun sunan jaffar shadiq, yang di sana banyak orang berbondong bondong minta-minta, ya.. minta di panjangin umurnya lah, dilulusin sekolahnya lah, dikayakan hartanya lah, bahkan minta dikasih receh pun ada alias pengemis he,he,he.. yang jelas mintanya selain kepada Allah SWT (musrik). Tapi ada juga yang tidak musrik ko’, ya.. kayak kita-kita ini ni, didikan ponpes Muhammadiyah dengan doktrin murni dari nabi Muhammad masak percaya ama hal yang khurofat kaya’ gitu mau dibawa kemana wajah KH. Ahmad Dahlan.
Kami terus menyusuri jalan beraspal yang tak kunjung dingin, padahal sesekali angin malam menerpa tubuh kecil kami. Terus melangkah dengan berharap masjid yang kami idamkan telah di depan mata, agar bola mata yang kian memerah ini segera tertutup rapat rapat.

Sampailah di bagian yang mengingatkanku akan sejarah perang diponegoro tepatnya tatkala rakyat pribumi bersatu dalam semangat "Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati"; sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Namun ini tidak ada sangkut pautnya dengn perebutan tanah, karna ini adalah kejadian yang bermula ketika kami telah berjalan jauh meningalkan komunitas PS tiba-tiba dari ujung jalan tampak segrombolan anak anak muda yang postur tubuhnya menggingatkan kami dengan para pecandu PS itu,
“Ya itu memang mereka, lihat saja ada yang sandalnya jebot itukan Huda” ujar Farizi sembari melenggak lenggokkan kepalanya.

Setelah dirasa opserfasi sudah cukup teliti, Azkipun angkat bicara
“Hei! Aku punya ide nih, gimana kalo perjumpaan ini kita bikin mirip kayak adegan tawuran!, kayak anak STM yang di tp-tp itu.tu... ”

Kami berlari dengan begitu menjiwai seolah menujkukan bahwa kami memang bakat dalam tawuran. Harap maklumlah, dipondokkan udah sering tawuran kalo ayam lauknya. Di sisi lain, para PS-man juga nampak ter Ilhami menanggapi sandiwara ini mereka berlari kencang menghampiri kami.
“heyaaaaaaaaa!!!” gemuruh suara kami.

Padahal kami tahu disekitar TKP banyak bapak-bapak lagi asik ngumpul main catur sambil ngemil kacang godok, e..malah gara-gara ulah kami, kacang godoknya ketuker ama pion, wak ka’ ka’ ka’.. Oops.
“E .e.e..... ka..mpul !” peki’ salah satu warga karena kecewa melihat kami enga’ jadi pukul-pukulan malah berlaga layaknya aktor Keanu Charles Reeves pas main di film Matrix meranin tokoh Neo.
Saat itu aku tak sempat berfikir jikalau notabenku adalah seorang santri 13 th, yang ada hanya perasaan gembira soalnya rental PS yang mereka tuju tutup, jadinya kami bisa pergi ke masjid sunan kudus bareng-bareng.
Tak kusangka kaki ini telah hadir di permukaan tanah menoro, debu yang sekian lama menumpuk di raut muka segera tersterilkan oleh air wudhu. Sebelum terpejam kami sempatkan mendirikan solat malam meski terkadang dengungan ahli dzikir sempat mengganggu.

Di keheningan malam -/+ jam tigaan, kenyamananku bermimpi mulai terusik saat kudengar suara aneh yang terus merambat ditelingaku *#^%*)(@!?>+! “Hiiiiii....,..” sepontan aku terprangah melihat tubuh O yang dibelai pemuda cantik bertingkah kemayu.
“Suts sutsO,O.bangun, ..bangun” kawan ku berusaha membangunkannya dengan suara lirih. Kami tak mampu berbuat banyak karna banci itu badanya kekar, tapi untunglah ada orang bawa’ gagang pell dengan suara lantangnya mengusir si banci tadi, seketika si banci kabur tergopoh gopoh sembari terdengar ia menggerutu.
“Nang ! omahmu ngendi ?”seru si tukang pell.
“ndha’an pak”balas O ngibul.
“bali kono Masjidte apek ano pengajian” serunya.
“Huh* untunglah O masi berjaka kalau ga’ jadi repot urusanya” sindir kawanku.
Ada yang mengganjal bagiku. Sebenarnya apa alasanya hingga banci barusan bisa dibuat kawanku O mabuk kepayang. E,,,Ternyata setelah ku infestigasi semua ini berawal dari ulah O tatkala beranjak ke rental PS ia menggoda si banci !. jadi sekarang sudah jelas,semua ini dikarenakan hukum kausalitas atau bisa di terangkan melalui perinsip archimedes "Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut".
Dengan sesal bercampur rasa geli karena nasib O barusan, kami jadi kesulitan menentukan kemana lagi kita harus singgah, jikapun ke pondok, yang ada malah digrebek, masak ke alun-alun lagi, ya.. udah lah emang disana nasip kami berikutnya.
Kepergian kami disambut para santri salafi yang berdatangan memenuhi panggilan sang kyai, dengan ditemani kitab kuning yang tertempel di dadanya mereka siap mengabdi pada guru.

Entah apa yang membuat mereka berbeda dengan kami yang hanya bisa perotes dan mengkritik, jika di tela’ah dengan seksama mungkin santri modern memang takkan mungkin 100% percaya terhadap gurunya namun hal ini akan menciptakankan penyaluran ilmu yang dapat terevaluasi melalui dobrakan dobrakan yang dilakukan santri-santrinya tapi sayangnya hal ini berdampak pada mental ketawadhu’an mereka terhadap guru. Oleh karna itu mau santri salaf atau modern yang terpenting tawadhu’ dan tidak menjadi santri yang pasif /hanya menerima materi dari sang guru tanpa mengetahui kebenaranya.

Mata kering memerah, kaki mengeras, sekujur tubuh lengket oleh keringat terasa sedikit terobati ketika kami telah berhasil menaklukan medan yang jauh dan bisa berbaring pulas di teras masjid agung Kudus.
“tak tak tak tak taktak tak, dung.... dung.... dung dung dung dungdung dung...dung.......dung..,Allah.......................huak,barAllah........................huak,bar”, suara muazin yang mirip kaya’ Afgan itu menandakan subuh telah tiba. Meski sedikit malas-malasan karena ga’ ada pak Hasan ngopyai ,kami tetap menunaikan salat subuh dengan iman yang masih tersisa di hati.

Takbirotulikrom lalu membaca alfatihah + ayat-ayat dalam al qur’an kemudian ruku’ lalu iktidlal dan next, e.’.’.’. eladalah! kami tersungkur sujud tanpa tahu kalo ada do’a kunut, tanpa bosa-basi seketika layaknya video direplay kami kembali tegak. Meski di dalam salat kami sedikit malu dengan jama’ah lainya karna memperjuangkan karakter, kami tetap berusaha mengahiri salat itu dengan khusyuk.
Setelah menunaikan ritual ibadah yang jarang-jarang bisa ditemukan di masjid kami. Kami segera beranjak keluar kemudian duduk-duduk menikmati asap knalpot yang semakin mengusir udara subuh hanya untuk memperoleh mentari terbit dari balik gedung Ramayana.

Apakah ini yang disebut O sebagai kebebasan. Yang bisa keliling supermarket, sepakbola bareng anak jalanan dan main PS sampai-sampai harus dipeluk banci. Kalo memang benar itu kebebasan maka apa bedanya kita dengan gelandangan atau lebih extrimnya binatang yang baginya kebebasan berupa perbuatan tiada aturan. Padahal seasik apapun kebebasan takkan sedikitpun lepas dari resiko yang telah disiapkan oleh Allah. Lantas mungkinkah santri dengan mental macam kami kelak akan memperoleh cahayaNya, hanya do’a yang dapat ku panjatkan.
Ini hanya sekeping kisah pesantren yang masih terpatri dimemori setiap pelakunya adapun hikmah didalamnya itu tergantung dari hati yang merasakan.

PROFIL PENULIS
Nama saya Faqih Sulthan, Lahir dengan darah kota ukir, tumbuh di tanah kota wali, menimba ilmu di bawah langit kota keretek (ponpes muhammadiyah kudus). 

Baca juga Cerpen Remaja dan Cerpen Islami yang lainnya.

Cerpen Persahabatan - Gara Gara Ngaret

GARA-GARA NGARET
Karya Sri Muliana Nengsih

Jantung Dina berdebar cepat ketika melihat suasana sekolah telah sepi. Tidak ada lagi murid-murid yang bermain di luar kelas. Dia menyesal mengapa tadi malam menonton TV sampai larut malam, sehingga dia telat sampai di sekolah.

Dina berlari cepat menuju kelas IX.2, kelasnya. Ketika sampai di depan kelas, dia mendengar suara pak Andre. Jantung Dina berdetak semakin kencang karena gurunya yang satu ini paling tidak suka jika ada muridnya yang telat. Dina melihat jam tangannya. Sudah pukul 07.15, berarti dia sudah telat 15 menit. Ingin rasanya dia pulang. Tapi, dia teringat ibunya yang telah bersusah payah membiayai sekolahnya. Akhirnya dengan ragu-ragu dia mengetuk pintu.
“ Masuk! ” kata Pak Andre dari dalam kelas. Dina membuka pintu. Seluruh mata tertuju padanya. Dengan wajah yang seram, Pak Andre bertanya.
“ Kenapa kamu terlambat ? “
“ Maaf pak, saya tadi kesiangan ” jawab Dina ketakutan.
“ Untuk kali ini, kamu saya maafkan. Tapi lain kali saya tak mau mendengar alasan apapun “ kata Pak Andre dan siap memulai pelajaran kembali.
Dian berjalan menuju tempat duduknya dan bersyukur dalam hati.
• • • • • • • • • • • • • • •

Ketika bel pulang berbunyi, semua murid keluar dari kelasnya, termasuk Andi, sahabat Dina.
“ Kok, kamu telat terus sih, Din? “ tanya Andi.
“ Kalo tadi, memang karena aku bangun kesiangan. “ jawab Dina.
“ Tapi ini bukan pertama kalinya kamu telat loh. Dulu, kita nggak jadi nonton gara-gara kamu telat melulu! “ kata Andi kesal.

Dengan wajah menyesal, Dina berkata “ Iya sih, sorry deh!. Tapi, aku kan nggak pernah niat kayak gitu. Kayaknya, ini udah jadi kebiasaanku! “
“ Kamu coba dong sekali-kali nggak telat. Oh iya, jangan lupa, hari Minggu kita bakalan pergi ke rumahnya Nita di Bogor sama Nia dan Mia. Kita ketemuan di stasiun Kiaracondong dekat telepon umum jam 09.00. Kamu jangan telat lagi yah! Kalo kamu telat, kami berangkat duluan loh! “ Andi mengingatkan.
“ Oke deh, aku usahain! “ jawab Dina grogi.
• • • • • • • • • • • • • • •

Hari Minggi yang dinanti-nanti, pukul 08.50 Dina sudah bergegas ke stasuin Kiaracondong. Ketika tiba di stasiun, dia langsung menuju ke telepon umum, tempat mereka janjian. “ Aduh, mereka ke mana sih? Kok, lama banget! “ gerutu Dina dalam hati.

Setelah setengah jam dia menunggu, akhirnya Andi, Nia dan Mia datang juga.
“ Aduh, kalian lama banget sih ? Abis dari mana ? Udah setengah jam aku nungguin kalian di sini. Pegel tau! Sekarang juga udah jam 09.50. Memang keretanya berangkat jam berapa sih? “ kata Dina kesal. Tapi, Andi, Nia dan Mia hanya tertawa melihat Dina yang kesal.
“ Wah, sorry deh, Din. Sebenarnya kereta berangkat jam 10.00 “ jawab Andi.
“ Whatttt….. ? “ kata Dina sebel.
“ Abisnya, kamu sering ngaret sih. Makanya, kami sepakat untuk menyuruh kamu datang lebih awal! “ kata Nia dan Mia.
Mendengar penjelasan ketiga temannya, Dina jadi tambah sebel. Tapi, dia tidak bisa beebuat apa-apa. Karena memang dia sering ngaret. Inilah akibatnya kalo sering terlambat. Hahahaha…

PROFIL PENULIS
Nama : Sri Muliana Nengsih
Alamat fb : anhasiikechiell@facebook.com
Fb : Anha Iyythuu Mulianha (siikechielluphhellokitty)
Email : siikechiel@yahoo.com

Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Selasa, 21 Agustus 2012

Cerpen Islam - Hanya Kau Yang Bisa

HANYA KAU YANG BISA
Karya Reisha Fadhilah Hadianty Achadiat

*Pengenalan Tokoh Utama*
Parasnya yang ayu, jalannya yang anggun, pakaiannya yang sopan, sikapnya yang lemah lembut, senyumnya yang khas, membuat semua orang yang berada di dekatnya sangat tak ingin kehilangan sosok gadis itu. Namanya Kiena, dia gadis yang sangat rendah hati dan ceria. Orang-orang yang berada di dekatnya pun nyaris tak pernah melihat setetes pun air mata yang jatuh membasahi pipi Kiena. Dan mereka sering bertanya-tanya mengapa Kiena seperti nya sangat senang menjalani hidup ini bagaikan tanpa masalah, namun Kiena hanya membalas pertanyaan teman-temannya itu dengan sebuah senyuman.

*Saat Di Kuliahan*
"Naa... Kamu udah ngerjain tugas dari Pak Gunawan?" Kata Dinda teman sekampus Kiena.
"Hmm?" Jawab Kiena sambil mengingat-ingat.
"Udah atau belum?" Tanya Dinda sekali lagi.
"Oh... Yang mana yah?"
"Yaah diaa.. beuuuhh... Itu loh yang di suruh bikin makalah tentang manajemen keuangan."
"Oh.. Udah.. Udah.. ada di tas, dari waktu itu juga udah selesai kok.."
"Enak banget, kok aku belum selesai yah? Kamu apa sih resepnya ko bisa cepet banget ngerjainnya?"
"Hehe.. Waktu yang aku punya ga banyak, sedangkan yang harus aku lakukan itu banyak."
"Itu doang? Gimana bisa?"
"Intinya.. hargai waktu :D "

Dinda hanya terdiam dan mencoba untuk mencerna perkataan yang keluar dari mulut Kiena, tapi sampai keesokan harinya, kata-kata itu pun masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa dipecahkan. Kebetulan rumah Dinda dan Kiena berdekatan, akhirnya Dinda segera menanyakan kembali apa yang di maksud oleh Kiena, karena dia masih belum mengerti dan tugas dari Pak Gunawan belum terselesaikan.
“Kienaa... Aku mau nanya lagi !”
“Kamu mau nanya apa sih? Nanya mulu.. hihihi”
“Langsung ke intinya aja deh yaah, bantuin aku donk naa buat ngerjain tugas nya Pak Gunawan.. yah yah yah ;)”
“Emang apa sih susahnya? Tinggal nyari inspirasi di google terus edit sedikit kata-katanya, tambahin aja sama ilmu yang kamu punya tentang materi itu.”
“Yaah...” Jawab Dinda sedikit kecewa.
“Oh iyaa... coba deh kamu bayangin, fikirin sama kamu. Ayah kamu tiba-tiba males buat kerja, males aja deh pokoknya.”
“Yahh.. kalau males gimana aku bisa makan sama keluarga aku yang lainnya, bahaya tuh kalau papah aku jadi males gitu.”
“Sip, jawabanmu tepat sekali. Males itu adalah sikap yang negatif, dan hasilnya pun bakalan negatif. Buat diri sendiri atau bahkan buat orang lain. Sekarang kamu itu lagi mengidap penyakit MALES stadium.... euumm..”
“Oh tidak mungkin Kiena sayang, aku ini anak nya rajin kok.. Liat aja, besok tugas dari Pak Gunawan udah selesai.”
“Kamu yakin waktu yang kamu punya itu banyak?”
“Hmm.. 24jam cukup kan?”
“Cukup?”
“Ih Kiena apa-apaan sih ah.. aku jadi serem kalau ditanyain gitu terus sama kamu..”
“Hahahahaha... Aku selalu mikir, gimana kalau tiba-tiba kaki aku gak bisa aku gerakin lagi, tangan aku juga tiba-tiba kaku, aliran darah aku berhenti, mata jadi kunang-kunang, aku juga gak bisa nafas lagi, dan itu terjadi ketika aku memikirkan hal ini.. Aku selalu saja membayangkan bagaimana jika itu semua terjadi.”
“Ih.. Kiena.. Lagi-lagi aku jadi parno nih, asli ini aku takut banget dengernya..”
“Kenapa harus takut? Bukannya itu semua bakal kita alamin kan?”
“Yaa tapi kan aku gak mau itu semua terjadi sama aku atau kamu sekarang juga, masih banyak hal yang kurang di perhatikan dalam hidup aku.”
“Alhamdulillah, sekarang kamu udah ngerti kan maksud ucapan dari aku kemarin?”
“Hah?Hmm...” Dinda hanya menggaruk-garuk kepala tanda dia masih belum mengerti apa yang di maksud Kiena.

*Ketika Malam Tiba*
Tepat pada pukul 23.30 WIB, lagi-lagi Kiena tidak bisa tidur karena sibuk memanaje waktu agar semua yang dia harapkan dan ingin diperjuangkan bisa terwujud secepatnya. Harapannya dalam dekat ini sangat simple, dia ingin melihat adik-adiknya yang putus sekolah kembali bersekolah, dan ayahnya yang berhenti bekerja karena terkena PHK bisa menyambung kembali untuk bekerja. Dan ibunya berhenti menjadi seorang TKW di Negeri Arab sana. Dan untuk masalah pribadinya, Kiena ingin sekali penyakit yang di deritanya itu pergi yang jauh dan vonis dokter terhadap dirinya yang katanya masa hidup Kiena sudah tidak lama lagi karena penyakit yang di deritanya itu adalah kebohongan yang nyata, dan itu sama sekali mustahil. Kiena masih ingin hidup di dunia ini, karena Kiena ingin menjadi pribadi yang tangguh dan menyenangkan di mata orang-orang yang melihatnya dan tentu saja yang utama adalah di pandangan Tuhannya, Allah SWT karena Kiena menganut keyakinan Islam.

Setiap malam hari jika terbangun, Kiena selalu melakukan sholat tahajud, Kiena selalu berdo’a agar semua harapan yang sedang dia usahakan itu dapat terwujud sebelum semuanya terhenti. Meskipun Kiena masih ingin merasakan indahnya hidup di dunia, namun Kiena tak bisa mengelak jika masa hidupnya memang harus berakhir dalam waktu yang tak jauh dari ini, Kiena ikhlas jika dia harus mati.
“Asalkan aku gak diam, asalkan aku terus berusaha dan terus menggerakkan anggota tubuhku untuk melakukan hal-hal yang positif dan Allah mengizinkannya, aku akan tenang jika aku harus mati dalam waktu dekat ini.” Begitulah kata-kata Kiena kepada dirinya sendiri ketika sedang melakukan sholat tahajud.

Setelah melakukan sholat tahajud, Kiena langsung berbaring di atas kasurnya dan kemudian dia memejamkan matanya dan dia mulai tertidur.

*Pagi harinya*
Saat itu Kiena sedang memakai sepatu di depan rumahnya dan Dinda sedang berjalan melewati rumah Kiena ketika akan pergi ke kampusnya. Dan setelah Kiena selesai memakai sepatunya dia mulai berdiri, namun tiba-tiba saja Kiena terdiam sambil memegang erat kepalanya. Kiena merasa kesakitan dan menjerit-jerit karena saking sakitnya. Dinda yang melihat kejadian itu merasa kaget dan segera menghampiri Kiena, namun Kiena malah membalikkan tubuhnya karena tak ingin Dinda melihat keadaannya yang seperti itu. Tak lama dari itu Kiena terjatuh ke lantai, dan banyak darah yang keluar dari hidungnya. Dinda menangis melihat keadaan teman dekatnya itu lemah terkapar tak berdaya. Dinda tak menyangka bahwa orang sebaik Kiena dan seriang Kiena ternyata harus mengalami hal yang menyakitkan seperti itu.

Dinda langsung membawa Kiena ke dalam rumahnya, dan Dinda menanyakan keadaan Kiena kepada adik-adik dan ayahnya.
“Pak, sejak kapan Kiena seperti ini?” Tanya Dinda kepada ayahnya Kiena.
“Bapak sendiri juga tidak tahu nak kalau Kiena seperti ini, Kiena gak pernah kayak gini sebelumnya. Setau Bapak Kiena itu sehat-sehat saja.” Jawab ayah Kiena.
“Hmm... Masa sih Pak? Memangnya Kiena gak pernah cerita apa-apa gitu sama Bapak? Takutnya Kiena emang punya penyakit yang cuma Kiena sendiri yang tau.”
“Aduh, itu anak emang bandel.” Sambil menepuk jidatnya.
“Hmm.. Pak, gimana kalau bawa Kiena ke rumah sakit aja? Soal biaya udah biar Dinda aja yang minta tolong ke papah Dinda, gimana?”
“Iya, terimakasih yaa nak. Bapak cari dulu mobil”
“Nggak usah Pak, papah belum pergi kerja kok. Biar sekalian aja. Dinda telpon dulu deh papahnya.”
“Alhamdulillah, beruntung sekali Kiena punya teman dekat seperti Dinda.”
Dinda pun segera menelpon papahnya dan menceritakan kejadian yang baru saja terjadi terhadap Kiena temannya. Dan papahnya menyetujui keinginan Dinda untuk mengantarkan Kiena ke rumah sakit.

Dinda pun segera mengirimkan SMS kepada teman sekampusnya untuk memberitahu kan kepada dosennya bahwa Dinda dan Kiena tidak bisa hadir ke kampus hari ini di karenakan Kiena masuk rumah sakit.

*Ketika di Rumah Sakit*
Ketika sesampainya di rumah sakit Kiena langsung dibawa ke ruang UGD dan di periksa oleh dokter yang bersangkutan.

Setelah beberapa menit Kiena di periksa, kemudian dokter yang menangani Kiena keluar dari ruangan UGD tersebut. Ayah Kiena beserta yang lainnya langsung menanyakan bagaimana keadaan Kiena kepada dokter.
“Bagaimana keadaan Kiena anak saya, dok?”
“Mari ikut ke ruangan saya, hanya Bapak saja.” Jawab dokter serius.

Ayah Kiena pun segera mengikuti dokter ke ruangannya. Dan setelah sampai...
“Bagaimana Pak? Sebenarnya ada apa dengan anak saya? Apakah dia punya penyakit yang serius?”
“Benar Pak, penyakit ini sudah lama sekali di derita oleh Kiena anak Bapak, sudah sampai ke bagian otak kanannya.”
“Memang anak saya mengidap penyakit apa ya dok?”
“Ada tumor di otaknya, dan itu membuat Kiena selalu merasa kesakitan.”
“Apakah penyakitnya mematikan, dok?”
“Itu hanya Tuhan yang mengetahui, apa yang terbaik untuk Kiena saat ini. Namun memang, untuk saat ini di prediksikan hidup Kiena sudah tidak lama lagi, hanya tinggal beberapa minggu lagi. Karena penyakitnya memang sudah parah sekali.”
“Astaghfirullahaladziim.. Apakah masih bisa di sembuhkan dok penyakitnya? Adakah cara lain agar Kiena sembuh?”
“Satu-satunya jalan adalah melakukan operasi.”
“Berapa biayanya kira-kira dok?”
“Untuk pengobatan itu saya kisarkan sekitar 30jt”
“Astaghfirullahaladziim...” Gumamnya dalam hati sambil menundukkan kepalanya. “Baiklah dok, saya usahakan uangnya. Asal anak saya bisa sembuh dari penyakitnya.”
“Baiklah akan saya usahakan, tetap tegar dan terus berusaha Pak, bersabarlah semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk Bapak dan keluarga Bapak.”
“Terimakasih dok atas bantuannya. Kira-kira, kapan Kiena bisa melakukan operasi?”
“Secepatnya.. Besok, bagaimana?”
“Iya dok, terimakasih. Saya akan membicarakan hal ini dulu kepada Kiena.”
“Yaa..”
“Permisi dok.”
“Yaa silahkan... :) ”

*Kamar Kiena*
Ayahnya pun masuk ke kamar tempat Kiena di rawat, ayahnya melihat Kiena sedang tertidur. Lalu ayahnya duduk di samping Kiena, ayahnya menatap dalam-dalam wajah Kiena, kemudian ayahnya menangis dan berkata.
“Anakku sayang, kenapa kamu diam saja tak membicarakan hal ini kepada ayah? Kenapa kamu menyembunyikan hal ini sayang?”

Tak lama dari itu, Kiena terbangunkan dan langsung melirik ke wajah ayahnya yang sedang menangis. Kiena pun tersenyum melihat ayahnya menangis.
“Ayah, kenapa nangis yah?”
“Kamu kenapa senyum ngeliat ayah nangis?”
“Masa aku harus nangis juga yah? Ayah kenapa?”
“Ayah mau tau, kenapa kamu menyembunyikan penyakit kamu dari ayah? Kenapa kamu gak bilang sama ayah?”
“Ayah, ayah udah cukup pusing dengan masalah yang ayah punya. Kiena gak mau ngebebanin ayah sama penyakit yang Kiena punya. Kiena gak mau ayah stress mikirin Kiena, apalagi ayah juga kan baru aja ngalamin PHK. Kiena gak tega yah..”
“Kamu anak ayah ! Sesulit apapun masalah yang ada di hidup ayah itu gak akan berarti ketika masalah anak ayah lebih berat.”
“Begitu juga dengan Kiena yah.. Ketika Kiena punya masalah dan ayah juga punya masalah, yang Kiena pikirin itu cuma pengen ngebahagiain ayah.”
“Sudah... Besok kamu bakal di operasi, itu demi penyembuhan penyakit kamu.”
“Ayah, tapi uangnya dari mana? Udah Kiena ikhlas kok kalau Kiena harus mati dalam waktu dekat ini, berapa lama lagi Kiena hidup kata dokter yah?”
“Hanya dalam waktu beberapa minggu lagi.”
“Tuh kan, masih ada waktu beberapa minggu lagi. Udah Kiena mau pergi dari sini.. Kiena mau ngurusin urusan Kiena yang belum selesai.”
“Kamu masih sakit Kiena.. !”
“Kiena yakin Allah lebih tau segalanya tentang ayah, tentang Kiena. Kalau emang hidup Kiena udah gak lama lagi Kiena ikhlas yah, tapi sebelum Kiena mati Kiena pengen ngelakuin hal-hal yang bisa bikin Daffa, ayah, ibu sama Rini bahagia dulu, biar Kiena perginya juga tenang.”
“Emang kamu mau melakukan apa untuk ayah dan ibu?”
“Udah, yang penting Kiena sekarang harus keluar dulu dari rumah sakit ini. Lagian ini siapa sih yang bawa Kiena ke rumah sakit, emangnya ayah punya biaya buat bayar rumah sakit ini?”
“Biaya rumah sakit ini sudah di urus oleh Bapaknya Dinda temen kamu.”
“Hah? Dinda?”
Kiena pun langsung bergegas dari tempat tidurnya dan segera meminta pulang kepada dokter dan memastikan dirinya sudah tidak sakit lagi. Awalnya dokter tidak mengizinkan, namun karena Kiena yang memintanya dan keadaannya sangat menghawatirkan dokter pun mengizinkan Kiena untuk pulang.

*Dalam waktu 2 minggu*
Dalam waktu beberapa minggu ini Kiena sibuk mencari uang untuk membantu adik-adiknya agar bersekolah, dan beberapa kali mendatangi perusahaan yang pernah di tempati oleh ayahnya untuk bekerja. Kiena melakukan apa saja yang dia mampu agar semua harapannya itu bisa tercapai. Meskipun penyakit yang di deritanya kerap kali terasa ketika Kiena sedang sibuk mengurusi urusannya itu, namun karena Kiena yakin akan pertolongan Allah, Kiena terus berusaha agar semuanya terwujud.

Dalam waktu 2 minggu ini Kiena terus saja berusaha dan berdo’a, dan alhasil... sampai lebih dari sebulan pun Kiena masih tetap bisa menghirup udara dan bebas bergerak. Operasi yang sudah disepakati ayah dan dokter nya pun tidak dilakukan karena Kiena yakin Allah lebih tau segalanya. Semua yang di usahakan Kiena selama beberapa minggu ini tidaklah sia-sia. Secara perlahan, ibunya Kiena memutuskan untuk pulang ke rumah dan berhenti bekerja karena tak ingin jauh-jauh dari Kiena dan ingin mengurus Kiena agar tidak mudah capek dan lain sebagainya. Ayahnya pun kembali bekerja seperti semula di tempat kerjanya yang dulu karena ayahnya hanya di tuduh melakukan tindakan korupsi padahal ayah Kiena tidak bersalah, dan atasan ayahnya Kiena pun meminta maaf kepada ayah Kiena karena sudah melakukan kesalahan yang besar karena sudah memecat ayah Kiena.

Adik-adiknya pun bisa bersekolah karena hasil dari kerja ayahnya, dan uang gaji yang dibawa oleh ibunya dari Arab sana. Kiena sangat bahagia sekali dan bersyukur kepada Allah karena telah membantu mewujudkan segalanya, dan tentang penyakit yang di derita Kiena itu... dia hanya bisa berpendapat..
“Hanya Kau yang bisa merubah segala yang tidak mungkin menjadi mungkin.. dan yang mungkin menjadi tidak mungkin... :D”

Kiena pun kembali melakukan aktivitas rutinnya yaitu menjadi seorang mahasiswi yang rajin dan ulet, gadis yang riang dan tak pernah bersedih hati. Dinda sangat bahagia melihat sahabatnya sudah kembali sehat seperti sediakala, dia hanya berkomentar terhadap penyakit yang di derita Kiena..
“Entahlah apapun penyakitnya itu, dengan tekad dan do’a yang tiada henti dan ketulusan hati menerima segala kenyataan yang ada.. mungkin semua nya akan menghilang dan lenyap karena takut dengan kegigihan dan tekad yang bulat pada diri kita ... so.. i believe in miracle from Allah”
“Dinda, makasih yah udah mau bantuin aku kemarin ini.. sekarang udah ngerti belum maksud perkataan aku di bulan lalu?”
“hahaha.. iyaa sama-sama Kiena sayang, love you muah muah... Hmm.. ngerti lah sekarang mah, kamu kemarin ngomong kayak gitu gara-gara ngerasa hidup kamu bakalan the end kan? Padahal ngga..”
“hahaha tetep aja waktu itu harus di hargai, karena kematian itu pasti datang, tapi tentang waktu dan caranya itu yang kita gak tau gimana.. Intinya, Hanya Allah yang bisa mengubah segala hal yang di luar nalar kita..”
“Setuju...”
“hahahahaha” tawa keduanya.

PROFIL PENULIS
Nama lengkap saya Reisha Fadhilah Hadianty Achadiat sering dipanggil Reisha, Esha, Rei, atau Rere..
Saya lahir di Cimahi tanggal 3 bulan Juli tahun 1993. Saya berusia 19th sekarang.
Kegiatan saya kuliah di Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Bandung, jurusan Komputerisasi Akuntansi program D3.
Saya anak ke 1 dari 4 bersaudara. Hobbi saya memang menulis dan senang mendengarkan lagu. Cita-cita saya menjadi novellist.

Alamat Facebook saya : https://www.facebook.com/eiichazhufairra

Baca juga cerpen Islam yang lainnya.

Cerpen Remaja - Artis Masuk Desa

ARTIS MASUK DESA
Karya Sri Hasih Nurhayati

“Duh ibu mana sih, kok lama banget” gerutu dita

Dita menunggu mamanya dihalte bis, mereka akan pulang kedusun kembali di Sumatra, setelah 2 minggu ini pergi liburan ke Jakarta. Tiba-tiba disamping Dita duduk seorang pemuda tapi penampilannya sangat aneh, dia memakai jaket rapet hingga menutupi kepalnya bak orang kedinginan sepertinya dia sedang berusaha menyembunyikan wajahnya, padahal hari sangat panas, tentu sangatlah panas jika memakai jaket seperti itu,dia juga memakai kaca mata hitam, membawa tas ransel, dia Nampak seperti pendaki gunung yang kesasar, Dita ngeri juga ngelihatnya, Dita piker dia adalah penjahat
“eh mas, siang-siang bolong kok pake jaket sih, emang gag panas ya” DIta berusaha mengintrogasi orang itu
“em egag” jawab orang itu tanpa menoleh

Dita menjadi semakin penasaran
“mas, emang mau kemana sih, kalau mau kegunung bukan naik bis mas, tapi naik mobil trak” Dita berkata tanpa diminta
“siapa juga yang mau kegunug” kini pemuda itu menjawab dengan sedikit menoleh pada Dita
“iya mas lah, abisnya make jaket kayag orang kedinginan, udah mirip ama petualang yang ada di tv-tv itu” kata dita kemudian
“eh lo itu panggil gue mas, emang gue ini tukang becak” orang itu tidak suka dita panggil mas
“ya jangan marah to mas, ya saya harus manggil mbak gitu kan gag mungkin” kata dita dengan logat jawanya, dita memang orang Sumatra tapi dia berasal dari keturunan jawa
“elo itu bener –bener ya…..” kata orang itu, tapi dia belum selesai berbicara, kemudian dia menarik badan Dita dia semakin menutup rapat jaketnya, aneh sekali tingkahnya, membuat dita ngeri
“eh apa-apan sih mas, mau macem-macem ya” kata dita marah
“udah lo diem aja disitu, tutupin gue dari orang-orang yang memakai jas itu, dia mau kesini, gue ngumpet kalo mereka Tanya gue bilang gue gag ada, kalo egag mau awas lo” kata orang itu

Kemudian lewat beberapa orang laki-laki berjas dan berdasi lewat didepan Dita, mereka kemudian berhenti, dan bertanya pada Dita, orang yang mereka cari ciri-cirinya sama persis dengan dengan orang tadi, ternyata orang itu adalah Karisma, salah satu personel Boy Band terkenal, yang kabur. Dita melirik orang itu, yang ternyata karisma
“em iya pak saya tau” kata dita sambil melirik kearah orang aneh tadi, yang ternyata adalah seorang artis, yang sebenarnya Dita idolakan selama ini. Dan yang dilirik memohon agar jangan dikasih tau.
“dimana dek, kamu lihat” Tanya salah satu orang diantaranya kepada Dita
“em dia tadi jalan terus kesana pak, iya dia masuk ke gang yang ada diujung sana” kata dita sambil menunjuk-nunjuk arah jalan yang ada diujung jalan
“oh makasih ya dek”

Orang-orng berjas itu kemudian segera menuju kearah yang ditunjukan oleh DIta.
“udah aman, keluar aja” dita menoleh pada karisma
“thanks ya, oiya kamu mau kemana, aku boleh ikut”kata orang itu
“hah, beneran, yakin, kamu mau ikut saya”
“iya, udah gue ikut lo” kata orang tadi
“iya tapi nunggu ibu ku dulu, nah itu dia ibu ku” kata Dita, dita langsung mengenalkan orang tadi “buk kenalin ini namanya mas samsul, dia temen dita, dia mau ikut kita bug, mau penelitian “ jelas dita pada ibunya
“eh ko samsul, nama gue kan karisma” kata orang itu tadi protes pada dita setelah mereka duduk didalam bis
“iya kan kamu mau nyamar to ceritanya, jadi ya udah sekalian, lagian kenapa sih kamu itu pake acara kabur, kamu itu kan udah terkenal banget” kata dita
“udah lah, gag usah dibahas, gue capek, gue mau tidur dulu” kata karisma lalu tidur

Dita jengkel ngelihatnya. “huh nyesel udah bantuin sampean, orang kok jutek abis” kata dita
“apa lo bilang” ternyata karisma mendengar
“eh egag kok, mas itu orang yang baik, ganteng, cakep, dan saya itu ngefans banget sama mas” kata dita sambil tersenyum
“ah tau ah, eh berapa lama kalau mau nyampe ke tempat kamu”Tanya karisma
“3 hari” jawab dita singkat
“hah lama banget, bisa kering didalam bis dong, duh” kata karisma kaget
“ya kan tadi aku udah bilang mas, yakin, mau ikut, ya udah, kalau mau pulang, mas tinggal bilang ama kondekturnya, turun, entar juga diturunin”
“ah egag , gue gag tau jalan, udah gue ikut lo ajah” akhirnya karisma menurut saja
***

Setelah 3 hari akhirnya nyampelah mereka semua didesa tempat tinggal Dita.
“nih mas desa tempat tinggal saya, jalannya masih tanah, dan listrik belum ada”
“hah yang bener aja, aduh mau ngapain disini” kata karisma
“ya itu resiko mas, kan mas sendiri yang mau ikut saya, lagian mas gag Tanya-tanya dulu”
“ya udahlah” kata karisma sambil duduk didepan rumah Dita
“ya udah mas, saya mau masuk dulu, saya mau beres-beres dulu, kasian ibuku gag da yang bantuin, kalau mau mandi langsung aja kebelakang” kata dita ramah
“em iya makasih, oiya lain kali panggil nama atau kak aja, jangan panggil mas”
Dita tersenyum, dan menganggug.
Didesa Dita geger karena katanya ada Artis yang ada dirumah DIta, banyak warga yang datang, menanyakannya dengan dita dan keluarganya

Sebelumnya dita telah menceritakan semuanya kepada orangtuanya bahwa orang yang ikut mereka memang artis, tapi dia lagi kabur, dan namanya disamarin samsul, jadi ntar kalau warga Tanya bilang aja saudara yang dari Jakarta ikut liburan.
“bapak-bapak,ibu-ibu, adek-adek sekalian, orang yang ada dirumah saya ini, bukan artis, tapi saudara saya dari Jakarta namanya samsul, dia itu sedang ikut liburan anak saya dita, memang wajahnya agag mirip sama artis, tapi dia bukan artis” kata ayah dita menjelaskan

Para warga pun percaya, dan mereka kembali kerumah mereka masing-masing
“ehm, ternyata didesa itu enak ya dit” kata karisma pada dita
“iya kak, kan di desa tenang,yah walaupun fasilitas nya kurang, tapi kebersamaan warga yang membuat saya betah tinggal disini”dita menimpali
“ngomong-ngomong kenapa sih kakak kabur?” Tanya dita kemudian
“jadi sebenarnya gue itu kabur karena gue ngerasa capek, dengan dunia entertaimen”
“capek kenapa kak, kan enak, terkenal banyak uangnya” kata dita
“menjadi seorang entertaimen tidaklah semudah gambaran orang-orang, justru susahnya adalah, gue ngerasa gag bebas keluar-keluar, kalau mau keluar harus nyamar dulu, biar gag dikejar-kejar sama fans, dan gue gag bisa makan semau gue, semuanya harus diatur, tidur kurang, yah gitulah” kata karisma menjelaskan
“tapi kenapa dulu kakak mau jadi entertaimen?”Tanya dita lagi
“dulu gue gag ngerti kalau dunia entertainment kayag gini” jawab karisma
“em tapi emang hanya itu aj yah kak, yang buat kakak kabur, kan harusnya bilang aja sakit atau alas an apa, gag usah pake acara kabur segala” kata dita kemudian
“sebenarnya gue lagi ada masalah sama pacar gue, gue gag betah, dia itu overprotektif, makanya gue kabur, mau menghindari dia”
“hahahaha, jadi gara-gara maslaah pacar” dita tertawa
“kok malah ketawa sih, emang ada yang lucu” karisma bertanya
“ya iya lah kak, kakak inikan cowok, kalau udah gag suka udah putusin aja” kata dita
“gag semudah itu dit, dia itu anak produser gue, kalau gue mutusin dia, dia ngancem bakal ngaduin ke papanya, dan yang terancam adalah boy band gue” kata karisma menjelaskan
“aku heran deh kak, kok bisa ya, cinta ditukar dengan kepopularitasan?”
“maksud kamu” kata karisma bingung
“iya kayag kakak ni, cinta itu harusnya gag boleh dipaksain apalagi dengan ancaman, karena cinta itu gag akan abadi kalau merugikan pihak sebelah”
“hem gag nyngka gue, ternyata elo puitis juga” kata karisma
“yeh ngeledek kakak ni, ya iyalah kan aku mahasiswa sastra” kata dita
“ouh kuliah semester berapa sih lo” Tanya karisma kemudian
“aku mau semester 3 ini kak, yah doain aja kak kuliah ku lancar”
“amin”

Dita dan karisma semakin akrab, tapi dita adalah gadis yang baik, ramah dan jujur, sehingga karisma merasa senang bisa dekat dengan Dita dan betah tinggal didesa, walaupun jauh dari fasilitas lengkap seperti waktu dijakarta, bahkan mereka mengikat janji adik kakak, lewat dita, karisma yang dulunya sombong dan angkuh, mulai agag berubah. Sedangkan teman-teman karisma dijakarta sibuk mencari dan menelepon nya, tapi tak satupun telepon dan sms dari mereka yang dibls karisma.
“kenapa kak, kok teleponnya kak Reza gag diangkat” Tanya dita saat mereka duduk diteras rumah dita
“gue lagi mencoba menghindar dulu dengan orang-orang Jakarta sana, gue pengen nenangin dulu disini, kalau udah 2 minggu nanti aku hubungi mereka”
“ouh iya deh” kata dita manggut-manggut
“eh dit, ngomong-ngomong, pacar kamu siapa?” Tanya karisma
“ehm aku gag punya kak” kata dita singkat
“masak sih, anak zaman sekarang jarang banget yang gag punya pacar”
“yah aku gag mau sembarangan pacaran kak, “
“ehm baguslah, tapi emang gag ada orang yang kamu suka”
“ad sih kak, tapi dia udah punya pacar, tapi waktu aku Tanya katanya dia gag punya, yah gag tau mana yang benar, tapi dia orangya susah kak”
“em kamu udah cuba bilang ke dia kalau kamu suka?” Tanya karisma
“ya enggaglah kak, aku kan cewek, lagian aku ngerasa gag pantes buat dia, dia itu banyak banget cewek yang naksir, cantik-cantik lagi, jadi aku ngerasa gag cocok aja”
“kenapa gitu dit, cowok itu ngeliat cewek bukan hanya dari paras tapi juga sifatnya”
“yah entahlah kak, aku gag mau mikirin dulu, kakak sendiri gimana dengan kak yola?”
“dia selalu hubungi gue, tapi gag pernah gue bales”jawab karisma
“em, ya deh, terserah kakak aja”
“oiya dit, aku pernah denger kamu nyanyi, bagus juga suara kamu, kamu gag minat jadi penyanyi”
“yah aku sih mau kak, tapi jadi penyanyi kan gag mudah, lagian mana pantes aku masuk dunia entertaimen, aku mau jadi penulis kak”
“yah apapun pilihan kamu, semoga aja itu yang terbaik”
***

Sedangkan karisma sudah 2 minggu didesa Dita, karisma juga sudah mulai akrab dan membaur dengan warga desa, karisma juga ikut ayahnya dita ke sawah melihat orang-orang membajak sawah, yah yang namanya artis tetep aja jiwa artisnya tetep ada, karisma tidak bisa kena lumpur-lumpuran, kakinya langsung gatal-gatal. Alhasil karisma hanya ikut dita ambilin sayur, dan menyiram tanaman. Apapun yang dilakukan karisma didesa sangat beda jauh ketika dikota. Ini adalah pengalaman pertama karisma.
“kak. Kakak kan udah 2 minggu disini, katanya mau hubungi teman-teman kakak” kata dita ketika mereka berjalan menuju kerumah Dita
“iya, tadi gue udah nulis ditwiter gue, kalau gue ada disini, gue juga bilang kemereka kalau aku baik-baik saja disini,”
“trus mereka bilang apa kak”
“em egag tau dit, tadi abis nulis ditwiter, aku gag buka, em bentar aku buka dulu yah”

Setelah dibuka tenyata penuh berita ditwiter karisma,
“nih mereka bilang mau nyusuluin gue, kalaupun nyusul mereka 3 hari kan baru nyampe”
“ouh, berati kakak mau pulang”
“iya dit bukan aku gag betah, tapi aku harus nyelesein masalahku, aku gag boleh lari dari masalah”
“iya deh kak, tapi kalau kakak udah pulang lagi kejakarta, jangan lupain dita yah”
“ya iyalah dita, kamu kan udah ku anggep adek aku, aku juga mau bilang makasih banget buat keluarga kamu, yang udah terima aku, dan aku juga berterimakasih sama kamu dit, karea kamu udah buat aku mengerti tentang hidu”
“iya kak sama-sama, dita Cuma ngelakuin apa yang harus dita lakuin”

3 hari kemudian, teman-teman karisma, menejer dan pacarnya karisma tiba. Pecarnya karisma benar-benar marah pada dita. Dia menuduh dita kalau telah menculik karisma. Karisma tidak terima dita dibilang menculik oleh yola.
“yola, asal kamu tau, dita yang udah nolongin gue, gue udah capek sama lo, sekarag kita putus”
“apa, putus, kamu udah diracuni apa sih sama orang-orang kampong ini, sampe-sampe kamu mau putusin aku”
“mereka baik sama gue, jadi lo gag usah nuduh sembarangan, dan 1 lagi gue gag takut dengan anceman lo soal produser, kalo papa kamu gag mau produserin boy band aku lagi. Aku udah nemuin produser yang mau jadi produser kami” kata karisma tegar

Yola sangat kesal, dan marah, tapi juga malu. Teman-teman karisma dan manajernya mengucapkan terimakasih dengan Dita, telah membantu karisma dalam pelariannya. Karisma kemudian kembali kejakarta, sebelumnya dia pamitan dengan keluarga Dita dan peduduk desa. Untuk kenang-kenangan, karisma memberikan Hp, jaket, kaca mata, dan baju nya untuk dita
“dit, ini untuk lo, anggap sebagai hadiah dan kenang-kenangan dari kakak lo sendiri, tolong jangan ditolak, dan untuk no ku, entar biar aku yang menghubungi kamu”
“makasih ya kak, kakak jaga diri ya, kalau sempat kakak main lagi ke Sini ya, atau ditempat kosanku”
“iya dit, pasti, kalau aku tour kekota mu, aku pasti datang”
Diberita infotaiment heboh, karisma yang sebelumnya diberitakan hilang, ternyata melakukan pelarian disebuah desa kecil pelosok disumatra. Dita pun menjadi mendadak terkenal, karena berita ini, bahkan banyak orang mengira bahwa Dita adalah orang ke 3 dibalik putusnya karisma dan Yola, banyak wartawan yang mengejar-ngejarnya. Dita berusaha menjelaskan bahwa hubungannya dengan Karisma hanya sebatas kakak dan adik. Dita juga berkata bahwa dia sendiri sebenarnya sudah mempunyai pacar.
Setelah beberapa minggu heboh akhirnya berita itu reda juga, Dita bisa sedikit bernafas lega, karena tidak dikejar-kejar lagi oleh wartawan lagi. Namun belum ada kabar dari karisma, Dita memahami, mungkin sekarang karisma sedang sibuk dengan pekerjaanya. Hingga lewat 1 bulan karisma juga tak menghubungi Dita. Dita hanya bisa memahami keadaan ini.

Dan sore ini dita sedang duduk santai ditaman sendirian, hingga dia dikagetkan oleh sosok orang misterius yang tiba-tiba saja duduk disampingnya.
“kamu siapa?” Tanya dita kemudian
“kamu lupa sama kakak ya?” orang itu kemudian membuka kaca matanya
“kak karisma, ya ampun gag nyangka bisa ketemu kakak lagi” kata dita sambil tersenyum
“iya kan kakak udah janji, bakal nemuin kamu, kebetulan kakak lagi dapat cuti beberapa hari”
“kirain kakak udah lupa”
“iya egag lah, masak ku lupa sama adek sendiri”
Mereka berdua kemudian asyik mengobrol ditaman, dita gag nyangka kalau dia bisa kenal dengan karisma, seorang artis yang banyak digandrungi cewek-cewek dita merasa sangat beruntung sekali. Dita sadar bahwa banyak anak-anak cewek yang baklan iri dengannya.

PROFIL PENULIS
Nama : Sri Hasih Nurhayati
Alamat: Palembang, SUMSEL
Alamat Fb : srihasihnurhayati@ymail.com
Twiter: @hasihcacera 
 
Baca juga Cerpen remaja yang lainnya.