Selasa, 01 Mei 2012

Cerpen Cinta Update Mei 2012

Cerpen Cinta - Oke seperti biasanya sebelum saya share postingan Cerpen Tentang Cinta Terbaru, saya akan memperkenalkan postingan saya sebelumnya yakni Cerpen Persahabatan dan Cerpen Lucu. memang yang namanya cinta sangat kuat posisinya dalam kehidupan kita, baik Cinta kepada sang Pencita maupun cinta kepada sesama manusia dan kali ini saya akan share tentang Cerpen Cinta yang didalamnya mungkin terdapat cerita yang menarik dan bisa menjadi sebuah pelajaran untuk kita dalam kehidupan.

Dan Cerpen Cinta ini akan kami Update secara berkala dan Mudah-mudahan bisa Update setiap hati, Kali ini Cerpen CInta ini Update Mei 2012, Okelah jangan panjang-panjang narasinya, silahkan saja baca Cerpen Tentang Cinta dibawah ini.

KUMPULAN CERPEN CINTA UPDATE MEI 2012

1. DITIMANG ALUN ASMARA
Cerpen Ilham
Langit yang indah. Terbang melayang di atas angkasa yang dipenuhi malaikat cinta di sampingku. Kornea mataku menatap seluruh isi taman firdaus. Rerumputannya menghijau dipenuhi bunga indah beribu warna dan aroma berbeda. Ada merah, kuning, putih, dan jingga. Semua itu nampak jelas kurasa. Sungguh anugrah tuhan luar biasa nikmat. Hari yang tak pernah terpikirkan sebelumnya...Baca Selengkapnya...
2. MARINNA
Cerpen Codet
Marinna melihat pemandangan di sekelilingnya. Lumayan, tidak membosankan, pikir Marinna. Gedung SMUnya dikelilingi pepohonan sejuk yang tinggi dan besar, rerumputan tertata rapi tanpa sampah atau dedaunan kering, dan jalanan aspal. Gedung sekolahnya tiga tingkat, besar, dan panjang...Baca Selengkapnya..

3. CINTA DI UJUNG CERITA
Cerpen Alif Fanny Wulandari
“jaga diri kamu baik-baik yach,, aku pasti akan merindukan mu Tina.” Reyhan mengecup pipi Tina dengan lembut. Alangkah bahagianya jika Puja pun diperlakukan sama seperti Tina. Di beri sebuah kecupan tanda sayang seorang sahabat, yang akan pindah ke kota lain, dan pastinya akan lama lagi untuk bertemu....Baca Selengkapnya......
4. DALAM KISAHKU!!! KAKAKKU KEKASIHKU
Cerpen Razanah Amin Umar 
Biasanya aku dipanggil Indhy, kini aku sudah duduk di bangku SMA. walaupun usiaku baru 14 tahun bukan berarti aku nggak bisa bersaing dengan teman-temanku yang tentunya lebih tua dariku. Banyak perubahan yang.....Baca Selengkapnya....
5. NADA CINTA PERGI MENINGGALKAN HATI YANG MULAI BERIRAMA 
Cerpen Amalia Eronia  
What’s on your mind ?
Now playing#Mozart Pachebell-Canon in D(violin, cello & harp)
Now playing#Beethoven- Fur Elize
Yah, begitulah kata-kata yang selalu dia jadikan postingan status facebooknya, begitu pula dengan akun twitternya .....Baca Selengkapnya.....
6. DIARY SEORANG HOMOSEKS 
Cerpen Agung Aries Amirgou
Tarakan, 13 Okt 2011
Sobat.....
Pagi yang cerah untuk ku awali hari ku dengan mu sobat
Sobat.....
Akankah hari ini seperti kemarin ? Hari yang bagi ku penuh .....Baca Selengkapnya.....
7. HIU DAN REMORA
Cerpen Angga Mardian
Tiga jam dari sekarang adalah saat yang paling membahagiakan bagi saya, yang paling saya nantikan. Karena setelah 6 tahun terpisah, kini saya akan menemui saudari kembar saya, Remora. Sejak kami duduk di bangku SMP....Baca Selengkapnya......

8. SEMANIS AIR TEBU
Cerpen Angga Mardian
Sebelas tahun setelah kepindahanku ke kota, akhirnya aku bisa punya waktu untuk pulang ke desa Jati. Desa tempatku tumbuh semasa kecil. Setelah sampai di terminal, aku bermaksud mencari ojek. Saat aku berjalan, seorang laki-laki bertubuh kekar mengikutiku dari arah belakang. Merasa tidak nyaman, kupercepat langkah kakiku.....Baca Selengkapnya....
9. CINTA DIANTARA KITA 
Cerpen Rahma MM
Matahari telah keluar dari persinggahannya,sinarnya yang menembus kaca jendela kamarku mengintip bola mataku dan menyuruhku untuk segera bangun,,,Baca Selengkapnya....

10. MY HEART IS SICK 
Cerpen Anita Karolina
Pernahkah kau merasa saat-saat hidupmu merasa sepi? Merasa dimana kau merasa sendirian dan tak ada seorang pun yang bisa mengerti dirimu? Itu lah aku, aku adalah carol anak pertama dari empat bersaudara aku terbiasa hidup mandiri sejak memasuki sekolah menengah pertama hingga memasuki perguruan tinggi karena sejak saat itu...Baca Selengkapnya....
11. SETELAH TIGA PULUH MENIT
Cerpen Kartika Dewi
( Hari ini hujan...._)...dari balik kaca kelas, kulihat langit mendung....menghitam,,,dan sesekali angin mengembus perlahan melewati pintu yang tak tertutup rapat.
Ku lihat sekelilingku....(suasana seperti biasa,,,ramai), lalu aku tersenyum tipis dan kembali tertunduk menghadap layar ponselku....Baca Selengkapnya.......
12. BIARLAH WAKTU YANG BERBICARA
Cerpen Jordy Nanuru
Berawal dari facebook baruku, sepenggal lirik lagu dari grup band Gigi. Itulah awal perkenalanku dengan cowok berkulit putih, tubuhnya tinggi dan berhidung mancung itu. Dunia maya membuat aku dan dia semakin dekat, tak ku sangka dia menulis di kotak masuk facebook ‘’ boleh minta nomor hp ga ? ‘’ tanpa pikir panjang, ku tulis nomor hpku dan ku kirim ke Vian. Beberapa menit...Baca Selengkapnya......
13. CINTA HANYALAH AIR MATA KESEDIHAN
Cerpen Yunita Anggraini
Aku terpaku pikiranku mulai terbawa memikirannya dan ini semua tidak pantas dan tidak boleh terjadi. Rasa ini semakin kuat hadir dalam hidupku, apa mungkin aku mencintai sahabatku Nathan…??? Tidak…Aku tidak boleh mencintainya karena ia hanyalah sahabatku....Baca Selengkapnya.....
14. JASON, AKU MENCINTAIMU 
Cerpen Murni Oktarina
Aku memandangi sesosok cowok tinggi salah satu personil Jasuka Band yang sedang serius memukulkan dua buah stik pada drum besar di hadapannya. Dia Jason, cowok yang telah 3 bulan ini membuat diriku selalu penuh semangat.....Baca Selengkapnya.....
15. KISAH CINTA ABU-ABU 
Cerpen Alif Fanny Wulandari
Di sisi dunia, roman-roman remaja mulai tumbuh. Gaya kekanak-kanakan yang dulu menyebalkan, kini berubah drastis bagai disulap pensil skalakabumbum. Dari yang dulu imut-imut kayak marmut, sekarang jadi amit-amit....Baca Selengkapnya.....
16. CINTA ITU TAK SELAMANYA ABADI
Cerpen Yosian Berkat
Namaku reza murid baru kelas 2 SMP merpati indah. Desi adalah pujaan hatiku sejak aku baru mengginjakkan kakiku di Sekolah baruku. walau aku baru memiliki 2 teman di kelasku dan juga baru 3 hari lamanya ku menduduki sekolah...Baca Selengkapnya....
17. SAYANG ATAU SEKEDAR SIMPATI
Cerpen Sri Wahyuni Eka Setya Wati
Berawal dari persahabatanku dengannya, namanya Danang tri Hantoro, anak kelas XI di salah satu sekolah menengah tekhnik swasta di kotaku. kami bersahabat sudah hampir 3 tahun, tapi 1 tahun belakangan ini lah aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku, ya... aku menyayanginya lebih dari seorang sahabat.....Baca Selengkapnya....
18. TANGISANKU BUKAN UNTUKNYA
Cerpen Shanti Haryani
Saat itu Mira sibuk memilih buku yang akan berguna baginya sebagai siswi baru . Selain itu , tak ketinggalan ia membeli komik “conan” favoritnya . Dan komik yang ia cari sekarang itu komik edisi 56 , wah..itu kan udah lama. Mira ingin membelinya karena ia kelewatan satu volume itu , kalau yg lain sih dia udah ada ....Baca Selengkapnya....
19. LOVE VOICE
Cerpen Inwor
Pagi yang cerah untuk berolahraga,namun kali ini ada seorang cewe yang memandangi fajar dibalik jendela kamar tempat dia beristirahat. Rara, seorang cewe yang dulunya adalah pemain basket. Kini harinya tidak secerah itu, sejak mag yang yang sering kambuh dia memilih untuk berhenti dan gak mau kenal lagi sama basket.....Baca Selengkapnya....
20. BRONIS KEPICUT TUKANG NGARET
Cerpen Karina
“Kringgggg !!” dering jam bekerku dengan riangnya mengusik tidurku .
Ntah yang keberapa kali jam bekerku berbunyi , dengan enggannya aku mengambil benda menyebalkan itu dan mematikan alarmnya “Arrgghh benda menyebalkan“ kesalku . Setelah si berisik berhenti berdering , aku mencoba.....Baca Selengkapnya....
21. CATATAN SEORANG YANG JUTEK 
Cerpen Deny Eko Pratomo
Aku adalah Dimas,anak dari seorang keluarga yang sederhana yang tak memiliki harta yang berlimpah hanya orang yang berjuang dengan kehidupan.Umur ku 20 tahun , aku ga tau aku harus apa dengan diriku sekarang...Baca Selengkapnya....
22. PENANTIAN
Cerpen Niken Kusumawardani
Malam itu hujan turun dengan sangat deras,disertai dengan petir yang menggelegar.Katak-katak bernyanyi dengan riang.Seolah bersuka cita karena diadakan pesta hujan.Aku tersenyum mendengar nyanyian mereka sambil terdiam memangku tangan di depan jendela kamar.Diluar gelap,sunyi,sepi....Baca Selengkapnya.....
23. CINTA TERLARANG
Cerpen Niken Kusumawardani
BRAKKK !!!!!!.....
Rabu pagi yang cerah itu dikejutkan dengan suara ribut-ribut dari kantinnya Bu Asih.Suasana kantin yang asalnya riuh rendah,penuh dengan celotehan anak-anak SMA 3 Palangka Raya tiba-tiba mendadak menjadi sunyi senyap.....Baca Selengkapnya.....
24. AKHIRNYA KITA BERTEMU LAGI
Cerpen Najmaturrahmi
Suasana sore kali ini benar-benar berbeda dari hari yang lalu. Angin berhembus semilir lembut. Langit masih tampak cerah. Kemudian gue membuka kotak musik . kotak musik ini membuatku terus teringat pada teman kecil gue, caca. Caca adalah teman semasa kecil gue yang imut, baik, dan lucu..........Baca Selengkapnya.....
25. WILL YOU MARRY ME?
Cerpen Lavenska D' Angel
Langit sore ini cukup bersahabat. Memang.. ini baru pukul 14.30 siang tapi aku tidak merasakan sinar matahari yang berlebihan. Setidaknya sinar matahari ini tidak terlalu menyengat dan menyebarkan bau khasnya. Kau tau seperti apa bau matahari itu? Cobalah untuk mencari tahu dan menikmatinya sendiri......Baca Selengkapnya.....
26. PILIHAN HATIKU BERUJUNG PADA KEMATIAN
Cerpen Syarifah Zulfa
Dan lagu ini telah mengantarkan Indah dalam pelukan terindah di dekapan hangat kekasih hatinya Rae. Senyum nya mengalunkan lagu sedih di penghujung akhir nya, hanya seutas senyum yang akan selalu terbayang di wajah nya dan akan selalu teringat oleh Rae sampai kapan pun....Baca Selengkapnya.....
27. PUPUS
Cerpen Amalia Siregar
Berkali-kali Kinan memutar-mutar kepalanya, berharap ada sesuatu yang berubah dari ruang tamu yang minimalis namun menarik ini. Keempat sisi dindingnya sengaja dicat berbeda warna, merah, kuning, hijau dan biru, permainan warna yang nekat,....Baca Selengkapnya.....
28. BINTANG, CINTAKU TERPENTOK KODRAT
Cerpen Rendra Citra Pahlewi
Indahnya malam di sertai bintang dengan cahaya berseri-seri di langit yang sedang di pandangi oleh seorang gadis bernama Ozzy, gadis tomboy super cuek ini sangat gemar memandangi bintang yang seolah-olah bintang itu sahabat sejatinya. Terdengar aneh memang tapi.....Baca Selengkapnya.....
29. RASA CINTA RAE (Pilihan Hatiku Berjung Pada Kematian)
Cerpen Syarifah Zulfa
“Hidup terasa hampa…. Tak ada lagi canda dan tawa mu,,,kepergian mu membawa luka dalam hati ku………….. In…. bisakah aku memeluk mu lagi… bisakah tubuh ini melindungi mu….??” Kemurungan wajah menghiasi wajah tampan Rae....Baca Selengkapnya....
30. PROLOG AKHIR
Cerpen Sholhan Fatahuddin
Kali ini sendiri aku mencoba menulis untuk diriku. Entahlah sepi sekali di sini. Aku bosan.Ku coba lagi, berlari ke belakang. Menikmati setiap sendok kehidupan yang telah aku lalui.Tak ada yang ganjil, mungkin hanya aku yang bodoh selama ini. Kenapa harus ada dirimu, kenapa aku harus sayang kamu, sedang orang tuaku.....Baca Selengkapnya....
31. CINTA YANG TAK TERSAMPAIKAN
Cerpen Balgis Syamlan
Haiii,namaku Ichie .Aku bersekolah di SMA HARAPAN BANGSA, sebuah SMA yang cukup terkenal di Yogya, Saya termasuk siswi favorit di SMA ini karena saya banyak menunjukkan prestasi-prestasi selama bersekolah di SMA ini........Baca Selengkapnya....
32. HUJAN TANPA PELANGI
Cerpen Fuad Hasan
“Anjing, bangsat, setan, pembunuh!!”
Suara teriakan warga bercampur suara pecahan kaca terdengar ketika beberapa orang polisi membawanya keluar dari dalam rumahnya, sambil tetap menunduh...... Baca Selengkapnya....
33. CINTAKU NYANGKUT DIKAMU
Cerpen Sri Hasih Nurhayati
Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah, disalah satu SMA di kota Palembang. Senang rasanya, bisa mendapatkan kenalan teman-teman yang baru dan yang pasti aku senang sekali, karena akhirnya aku bisa menggunakan seragam putih abu-abu. Aku bangun pagi-pagi sekali, dengan penuh semangat dan senyum.....Baca Selengkapnya....
34. KAMU BUKAN AKHIR CERITAKU
Cerpen Nui Irwanti
Ketika aku terbangun dari tidurku, aku berfikir “apa yang akan terjadi nanti di sekolah”. Hmm, memang itu yang rutin aku fikirkan setiap bangun tidur. Setan membisikan kemalasannya, hooamm, aku malas beranjak dari tempat tidur....Baca Selengkapnya....
35. MY YOUNG STEP FATHER? 
Cerpen Codet
Donna muncul ke permukaan kolam renang dengan anggun. Tungkai kakinya yang panjang dan langsing diayunkannya untuk menaiki tangga kolam. Ia mengambil handuk kimononya di kursi dan memakainya, lalu menyisir rambutnya yang lurus panjang dengan jemarinya yang lentik. Saat akan mengambil crush lemon lime, Donna baru....Baca Selengkapnya....

36. CINDERELLA SANDAL JEPIT 
Cerpen Najmaturrahmi
Cinderella?? Difikiran kalian pasti cinderella yang ada di film kan?? Tapi cinderella kali ini bukan seperti di film-film yang memakai sepatu kaca terus memakai kereta kuda .. penasaran?? Ikuti aja kisah nya dibawah ini.....Baca Selengkapnya....
37. LOVE STORY 
Oleh Ahmad Bahrin Nada
Love story itulah sebuah istilah yang lagi ngetren sekarang ini, seakan-akan cinta itu harus ada disetiap tempat dan waktu, dan seolah-olah yang namanya pacar itu pun menjadi suatu kewajiban yang harus dimiliki sebelum menikah dikalang anak-anak muda sekarang. Dengan didukungnya media dan teknologi yang canggih......Baca Selengkapnya....
38. AMITY FOREVER 
“Persahabatan Untuk Selamanya”
Oleh Tantri Pradhita Yudhi Astri/cho_08
Musim gugur, semi, dingin dan panas terus berlalu. Semuanya terus berputar dan berlalu begitu saja. Seiring semuanya berlalu dan berjalannya waktu kedekatan mengantarkan mereka pada sebuah ikatan persahabatan yang tidak akan hilang meski waktu berlalu begitu cepat.....Baca Selengkapnya....
39. PENANTIANNYA KU SAMBUT 
Oleh Rizqa Zidna C
*Aku sudah jadi mahasiswi, yaaa. Dan aku tidak akan pernah main-main dengan apapun, termasuk masalah CINTA! Lelah? Ya! Muak? Ya, aku muak dengan kepalsuan omongan lelaki!* Awalnya aku tak mengenal dia, aku tak peka akan kehadiran dia bahkan terkesan sama sekali tak menganggap bahwa dia ada disekitarku,....Baca Selengkapnya....
40. CINTA GILA
Karya Lushy Ninggeding
Saat pertama ku berjumpa dengannya ada getaran anehhh di dadaku,,,, hatiku berbunga-bunga....Waktu itu aku baru saja duduk di bangku sekolah dasar,, sungguh menakjubkan anak yang baru mengenal masa puber telah.........Baca Selengkapnya....
41. KURELAKAN KAU UNTUKNYA SAHABATKU 
Oleh Arina Zaida Ilma
Rania Daiza Mila. Itu namaku. Biasa di pangil Iza. Aku adalah seorang remaja yang baru berusia 16 tahun. Aku baru saja menjadi siswi SMA ternama di daerah Cilacap. Di sekolah itu aku mempunyai 3 teman baik, yaitu Safa, Siska, dan Ama....Baca Selengkapnya....
42. HAKIKAT CINTA?
Oleh Ilham Gemabina
Karya Khalil Gibran,” Begitulah sajak yang terdengar dari bibir manis Lina ketika malam menjelang larut. Perempuan yang kira-kira baru berumur 19 tahun itu tiba-tiba saja gemar membaca sajak-sajak Khalil Gibran ketika ia memasuki bangku perkuliahan. Berbeda dengan sekarang, dulu ketika ia belum mengenal....Baca Selengkapnya....
43. 2 HATI 1 CINTA
Oleh Afif Feisal Assegaf
Bengawan Solo terus alirkan airnya tiada ujung sore itu. Mahes masih di tepi sungai sembari melempar kerikil berkali-kali. Entah apa yang ia lakukan untuk tujuan apa dan sungguh sulit ‘tuk ditebak. Isa ,teman Mahes sekaligus kakak kelas SMP dan SMA sekarang tiba-tiba datang dan menemui Mahes yang sedang duduk termenung.......Baca Selengkapnya....
44. DIBALIK KERUDUNG
Oleh Ahmad Nur Salim
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Hanya tanahnyalah yang berlainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, maka ia akan tumbuh sebagai pendusta, penipu dan hal lain yang tercela. Tetapi jika ia jatuh ke tanah yang subur,....Baca Selengkapnya....
45. CINTA YANG TERBAGI-BAGI 
Oleh Wisnu Adam
Sore yang sangat indah di pinggir laut , dengan sinar cahaya matahari yang seakan ingin pergi untuk hari ini dan berjanji akan kembali di hari esok , dan mempersiapkan bulan sebagai penggantinya yang tak kalah indah kala ia bersinar di malam hari ..Baca Selengkapnya....
46. CINTAMU YANG MEMBAWAKU
Oleh NK
Cukup lama kami ngobrol ternyata dia orang Indonesia tapi stay di Bangkok selama 5 tahun. Semakin lama kami semakin akrab layaknya teman yang lama tak bertemu. Dia seorang model Androgyny yg ku fikir cukup jarang didengar.......Baca Selengkapnya....

47. SENYUMAN ITU MAKNA 
Oleh Dita Puspitasari
Hari Sabtu yang cerah, tepatnya hari ulang tahun salah seorang sahabat Kaori, yaitu Hijiri. Hari itu Kaori berniat untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Hijiri. Dan, Kaori pun mengucapkan selamat ulang tahun itu melalui via sms.....Baca Selengkapnya....
48. BERAWAL DARI LAPANGAN
Oleh Dita Puspitasari
Dini hari Farah sudah terbangun. Remaja manis berkulit putih, berambut pirang pendek, dan tinggi itu segera menyiapkan segala hal untuk pertandingan basket siang hari nanti. Segala sesuatu ia siapkan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki ia persiapkan secara matang agar ia bisa menang pada....Baca Selengkapnya....
49. HARI TERLARANG
Oleh Dita Puspitasari
Kringgg kringgg kringgg bel sekolah berbunyi, tenda masuk sekolah. Raisa yang emang lAngganan kesiangan masih santai-santai berjalan mendekati gerbang sekolah diantar oleh kakaknya.....Baca Selengkapnya....
50. KISAH CINTA DI BALIK RAHASIA SURAT LAMARAN KERJA PART I
Karya Nur Azizah
Di hari libur kuliahnya, Ziya seorang Mahasiswi Universitas di Jakarta, ia seorang wanita yang sangat pintar dan juga manis kata uminya selalu berkata seperti itu. Ziya selalu menghabiskan liburannya yang selama 3 hari itu dengan hanya berdiam saja di rumah......Baca Selengkapnya....
51. SENYUMMU
Karya Dita Puspitasari
Hari Sabtu yang cerah, tepatnya hari ulang tahun salah seorang sahabat Karin, yaitu Rian. Hari itu Karin berniat untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Rian. Karin adalah remaja putri manis berkulit sawo matang dan berambut panjang berwarna hitam pekat...Baca Selengkapnya....
52. SENSASI MURID BARU
Karya Dita Puspitasari
Minggu pagi adalah hari yang paling disukain sama Tama, remaja laki-laki hampir dewasa ini ngabisin hari minggu dengan main musik. Kenapa dia ambil hari Minggu? Karena hanya hari Minggu lah jadwal dia yang kosong...Baca Selengkapnya....
53. ELDA DAN ABEE
Oleh F. Damayanti
Selamat pagi sayang , begitu lah sms yang dibaca oleh elda setelah bangun dari tidurnya itu .
Elda adalah seorang gadis yang begitu cantik, baik dan juga tidak sombong . elda duduk dibangku SMK....Baca Selengkapnya....
54. GARA-GARA HAPE DAN NAFSU
Oleh Isfiyatush Shofi
Sebuah HaPe tipe N 1600 berwarna hitam abu-abu melekat di tanganku. HaPe itulah yang membawaku masuk kedalam sebuah sandiwara yang sangat konyol. Ku perankan sosok Salsa dalam sandiwara itu untuk masuk ke dalam kehidupanmu...Baca Selengkapnya....
55. SEBUAH DOA UNTUK SANG KEKASIH
Oleh Nurucian Setyowati
Langit sore itu begitu indah, berwarna jingga dan sepasang burung pun menari indah di langit. Namun hati ku masih terasa risau karna Rino belum juga membalas SMS ku. Rino memang bukan lah kekasih ku tapi juga bukan teman atau sahabat ku. Aku dan Rino menjalani hubungan tanpa status semenjak kita.....Baca Selengkapnya....
56. BIARKAN AKU MENCINTAIMU 
Oleh Codet
Saat pertama kali berbicara dengan Randika, ucapannya begitu sombong, terkesan meremehkan orang lain. Memang wajahnya sangat tampan, berkulit putih, dan tinggi atletis. Rambutnya yang lurus dan hitam berstyle korea sangat keren di mataku. Tapi bukan itu yang membuatku tertarik padanya. Oke, aku tidak munafik, aku memang suka wajahnya yang tampan. Tapi aku lebih suka.....Baca Selengkapnya....
57. DARI MANA CINTA BERAWAL
Oleh Dinda Adista
Mentari tampak mengintip dari bawah lereng gunung. Ada kabut tipis menutupi dedaunan hijau. Bunga – bunga bagai tersenyum manis dengan alam. Tampak keserasian yang begitu menakjubkan dari alam. Tampak beberapa gerombol pelajar menyusuri jalan ingin bergegas berangkat kesekolah masing – masing. Mereka sibuk membicarakan hal – hal menarik disekolahnya. Maklum ini hari pertama mereka memasuki....Baca Selengkapnya....
58. BUAT KENSI, ADIKKU SAYANG
Oleh : Tri Amelia Rahmitha Helmi
Malam yang dingin. Cahaya bulan tampak malu terpancar ditutupi awan-awan. Bersama hembusan angin yang menusuk tulang. Pohon kelapa menyiur dengan lembutnya. Desiran suara air menambah kebisingan malam itu. Pasir-pasir yang dipijaki meninggalkan jejak kaki. Ombak pun mengejar tepian pantai menghapus jejak-jejak kaki.....Baca Selengkapnya....
59. I'LL BE WAITING YOU
Oleh Estie sulistyowati
Aku berjalan beriringan dengan Melky di koridor sekolah. Suasana siang itu telah sepi. Semua anak-anak sudah pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada siapaun di koridor sekolah kecuali aku dan Melky. Tak ada pembicaraan apapun yang keluar dari mulut kami..... Baca Selengkapnya....
60. PERKENALAN YANG SINGKAT
Oleh Gufran Algifari
Sekitar dua tahun yang lalu, aku mengenalnya. Namanya Nada Anggraeni atau bisa ku panggil dia kak Nada. Pertama ku melihatnya, saat ku duduk terdiam disebuah taman yang sunyi. Aku hanya berteman dengan kesepian. Kulihat dia berjalan dengan anggun membawa sebuah buku digenggamannya....Baca Selengkapnya....
61. CINTA BERSEMI DIPUTIH ABU-ABU
Oleh Agnes Oktavia Inggar Damayanti
Hari pertama masuk SMP waktu yang membuat Angel menjadi dag....dig....dug hatinya. Saat dia telah diterima di SMP Sidokah 1 yah...suatu kebanggan layaw. Sebelum dia diterima kakaknya yang bernama One menyuruhnya untuk merubah penampilannya yang Cupu abis itu yang disuruh rebonding,...Baca Selengkapnya....
62. CINTA DAN PERSAHABATAN
Oleh Dadang Destyawan
Suatu pagi di sekolahan SMP ,seperti biasanya ada dua orang siswa yang selalu bersama dan bercanda riang ,yaitu IPIN dan MEY-MEY. Mereka adalah murid SMP sekaligus mereka sahabat setiap harinya di sekolahan mereka selalu bersama dan bercanda riang. Mereka bagaikan sahabat yang tak terpisahkan oleh waktu.....Baca Selengkapnya....

63. BAHAGIA ITU SEDERHANA
Oleh Murni Oktarina
Perasaan hangat saat merasakan rasa istimewa, melambungkan angan-anganku sejauh-jauhnya hingga tak terjamah lagi oleh mata manusia manapun. Keberanian menyeruak dari hati yang terdalam menepiskan rasa ragu atas perasaan yang tengah ku rasakan kini. Sejenak aku mencoba singgah dan saat itu juga aku tak mau pergi lagi. Masih tetap singgah walau mungkin tak terlihat. Hanya bisa menepi dan bersembunyi di balik dinding yang bernamakan kerahasiaan...Baca Selengkapnya....
Semoga Cerpen Cinta diatas bisa bermanfaat bagi anda dan kami ucapkan banyak terimakasih atas kunjungannya... 

Cerpen Romantis "Kesetiaan Yang Berbuah Manis"

KESETIAAN YANG BERBUAH MANIS
Cerpen Yosep Priyangga Mukti

Novi ,teman akrabku yang aku tak mengerti apa yang selalu di fikirkannya.Dia kebetulan satu kelas dengan ku.Aku selalu melihat dia bersama teman-taman yang lain.Dia belum punya kekasih.Mungkin itu yang membuat sepi hatinya.

Suatu hari saat beristirahat dari jauh ku lihat ia bersama Vino sedang duduk bersama.Aku tidak menghiraukan yang aku lihat dan aku langsung pergi.
‘’Nov,aku itu sebenarnya suka sama kamu,kamu mau apa tidak jadi pacarku”ucap Vino pada Novi.Dia berlari sambil pergi meninggalkan Vino.Dia berlari sambil menahan air mata yang jatuh dari kedua bola matanya.
Aku yang kebetulan ada di perpustakaan sekolah sedang membaca buku”Kiat Cerdas Berbahasa Inggris”.Ku lihat Novi dengan mata berkaca-kaca berlari menghampiri dan langsung duduk di sampingku.

Nov,kamu kenapa kok menangis?cerita saja sama aku.”Tanya ku padanya .
“Ar ,aku binggung dan kaget”katanya sambil menyandarkan kepalanya di bahu ku.”
“Aku tadi di tanya Vino apa mau jadi pacarnya”kata Novi sambil terus menangis.
“Memang perasaan kamu kepada Vino bagaimana jika kamu memang suka kamu seharusnya mau menerima dia”Kataku padanya.
“Aku tidak bisa menerima orang seperti dia.” Kata Novi menjawab.
Itu jawabnya singkat kepadaku.Vino memang seorang playboy yang hanya ingin melukai perasaan banyak wanita.Jadi wajar jika Novi tidak mau jatuh kepelukan Vino.
Bel sekolah berbunyi dan istirahat telah selesai.Kami keluar dari perpustakaan sekolah dan menuju kelas.Kelas kami yang hanya di batasi 2 kelas dari perpustakaanpun dapat cepat kami tuju.
Di kelas aku duduk satu bangku bersama Novi tapi hanya satu hari ini saja.Novi tidak terlalu berkonsentrasi untuk mengikuti pelajaran pada hari ini.Pikiranya pun melayang mengingat kejadian di jam istirahat tadi.
Sepulang sekolah seperi biasa.Aku dan Novi pergi ke mushola sekolah untuk menunaikan shalat Dhuhur.Setelah selesai kamipun pulang ke rumah tanpa mampir-mampir seperti biasanya.
Hari-hari yang ku jalani bersama Novi kurasa sangat manis.Persahabatan kami bagai oase yang mendinginkan dunia.Kami memang masing-masing memang belum memiliki pasangan .Kami memilih sendiri karena ingin fokus untuk belajar.

Malam ini purnama bersinar terang.Aku teringat Novi yang ku anggap lebih dari teman.Utuk membuang pikiranku itu ku telephon Novi saja.
“Halo kenapa Ar?”. Sudah malam kok nelfon.” Kata novi saat menelfonku.
“Tidak apa-apa Nov, aku bingung saja dirumah sepi, orang tuaku sedang keluar .” jawabku padanya.
“Aku sudah mau tidur, maaf ya.”
Itulah perkataan singkatnya padaku.

Keesokan hari aku berangkat sekolah dan ternyata saat aku masuk kelas sudah ada Novi dengan muka sangat murung. Kelesuan tergambar dari mukanya. Ada masalah baru yang mungkin dia hadapi.
“Tapi apa?” Tanyaku dalam hati.
“ Nov kamu ada apa?” Kutanya dia agar aku tau.
“Ar, Ivan semalam sms aku.” Kata Novi
“Maksud kamu sms apa?” . tambahku .
“Nih lihat saja di Hpku.”Katanya sambil memberikan Hpnya padaku.

Novi wajahmu bagai bidadari langit. Entah sampai kapan aku bisa bersembunyi, tapi perasaanku sudah tidak bisa ku tahan lagi. Nov aku ingin jadi kekasihmu. Pesan singkat yang puitis itu malah membebani hati Novi. Aku tidak tahu bagaimana isi hatinya. Laki-laki seperti apa yang pantas untuknya.
“Memang perasaanmu pada Ivan bagaimana Nov?” Tanyaku padanya.
“ Aku tidak begitu mengenalnya, jadi apa yang harus aku lihat darinya.” Jawaban singkatnya yang sangat beralasan. Dia memang murid yang sedikit tertutup. Aku juga tidak menyangka kalau dia berani berkata seperti itu, apalagi pada sahabat yang paling kusayangi.

Tidak terasa bel masuk berbunyi. Kimia adalah pelajaran yang membuat hatiku kesal. Aku lebih suka jika pelajaran ini dikosongkan saja.
Kebetulan besok ada liburan selama dua hari. Aku akan pergi ke bogor tepatnta kebun raya bogor. Aku tidak tahu dengan novi, apa yang akan dilakukan diliburan ini. Apa dia di Rumah saja atau kemana.
Sepulang dari Bogor aku langsung bersiap untuk ke Sekolah. Aku memang dua hari di sana.Tinggal di rumah saudara benar-benar membuat aku rindu rumah.Entahlah ,apa yang membuat aku rindu ,mungkin Novi atau sekolah.Pulang ku yang terlarut malam membuat ku sampai di rumah jam 4 pagi.

Pada jam istirahat sekolah Novi ingin menemuiku di mushola sekolah.Kami pun berbicara setelah melaksanakan sholat Dhuha.
“Nov,kami itu kau cantik dan sudah banyak menolak cowok.Memangnya laki-laki seperti apa yang kamu harapkan ?”Kata-kata yang cukup lancang itu sungguh telah keluar begitu saja dari kedua bibirku.
“Aku sebenarnya sudah lama menyukainya,tapi aku hanya takut dia tidak bisa menerimaku.”katanya dalam menjawab tanyaku.
“Siapa Nov ?katakan saja .Dia tidak punya alasan menolak kamu ,”kataku lagi dengan sedikit argumen.
“Kamu”kata Novi dalam menjawab tanyaku.
“Maksudmu?”Aku sedikit tidak percaya .
“Aku sudah lama suka sama kamu ,Ar. Kamu pasti tidak mau denganku makanya aku lama memendam perasaan ini.”Perkataan Novi itu sungguh mengagetkanku.Aku sudah berfikir salah tentangnya.
“Kamu salah Nov, Aku sudah lama suka sama kamu.Tapi aku masih ingin berteman saja .Tapi aku mau Nov kita jadian ,gimana menurutmu?”jawabku pada Novi.
“Aku mau Ar, memang ini yang aku tunggu sejak dulu.”Jawab Novi saat aku menembaknya.
“Kami pun sekarang menjadi pasangan kekasih.Cinta telah mempersatukan kami.Aku dan Novi menunggu sekian lama agar bisa bersama .Sungguh cerita ini akan meninspirasi kalian.
Ingatlah banyak orang yang kau temui dalam hidup ini tetapi hanya satu tempatmu kembali.Kesetiaan kami dalam menunggu telah menyatukan kami.

Baca juga Cerpen Romantis yang lainnya.

Cerpen Persahabatan "Pengorbanan Seorang Sahabat"

PENGORBANAN SEORANG SAHABAT
Cerpen Nishaa Anjany

Hari ini adalah hari ulang tahun sahabatku, “Rina”. Dia, terlihat bahagia karena orang tuanya memberinya hadiah yang indah. Sedangkan, teman-teman juga memberinya banyak hadiah.
Tapi, diulang tahunnya kali ini aku tidak bisa memberinya apa-apa. Karena, keluargaku sekarang sedang kesulitan ekonomi. Aku berharap agar Rina mengerti keadaanku sekarang.
Dan, ternyata Rina mengerti keadaan ku sekarang. Rina memang sahabat yang paling baik yang pernah aku miliki.

Beberapa hari kemudian, Rina pun jatuh sakit. Aku ingin menjenguknya di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, ibu Rina berkata, “Rina sakit parah dan kemungkinan sudah tidak ada harapan untuk hidup lebih lama”. Dia terserang penyakit yang sangat parah dan tidak ada kemungkinan untuk sembuh. Satu persatu organ tubuhnya rusak dan butuh donor yang cocok untuknya.

Aku pun sedih melihat sahabat ku harus menanggung sakitnya sendiri. Aku mencoba untuk pergi ke laboratorium untuk tes apakah organ tubuh ku cocok untuk Rina. Aku ingin melihat sahabat ku hidup sehat dan bahagia seperti dulu lagi. Aku mencoba membantunya sebisa yang aku bisa.

Tenyata, hasil tesnya cocok dan aku meminta izin kepada ibu untuk mendonorkan organ tubuh ku pada Rina. Tapi, ibu tidak menyetujui keputusan ku, karna ibu tidak ingin apabila nanti akibatnya terjadi padaku. Karena ibu sangat sayang padaku dan tidak ingin terjadi apa-apa dengan ku. Tapi, aku sangat ingin mendonorkan organ tubuh ku pada Rina. Aku berusaha meyakinkan ibu agar ibu menyetujui keputusan ku.
Dan akhirnya, ibu mengerti betapa Rina sangat membutuhkan donor itu. Tapi, ibu juga kelihatan kurang ikhlas. ”Tapi, ini demi Rina bu...” ucapku. ”iya nak ibu mengerti perasaan mu. Tapi apakah tidak bisa menggunakan cara yang lain nak...??” jawab ibu. ”Ayolah bu...!!” ucapku. ”Yaudah, terserah padamu ibu sudah mengingatkan mu pokoknya..” jawab ibu.

Setelah mendapat persetujuan ibu, keesokan harinya pun aku langsung diperbolehkan untuk pergi operasi. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan selamat. Organ tubuh ku sekarang berada di dalam tubuh Rina. Kami, berdua merasa senang karena operasinya lancar.
Satu hari, dua hari, rasanya badan masih terasa sehat. Tapi lama kelamaan badan semakin hari semakin lemas dan sering juga sakit. ”Apakah ini akibat dari operasi kemarin..??” tanyaku dalam hati. Akhirnya aku harus menanggung hidup ku di atas kursi roda,
karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan.

Hari demi hari telah berganti, aku sudah mulai beranjak remaja. Sekarang aku sudah bersama dengan orang yang menyayangiku, yaitu “Roni”. Roni sangat sayang padaku dan aku pun juga sangat sayang padanya. Tapi, disisi lain Rina juga mencintai Roni. Aku pun bingung di antara dua pilihan. Disisi lain aku sayang dan mencintai Roni tapi, disisi lain juga aku sangat sayang dan merasa kasihan pada Rina.

Akhirnya, aku putuskan untuk merelakan Roni bersama Rina. Tapi, Roni membantah keputusan ku. ”Ron...kamu sayang sama aku kan..?? kalau kamu sayang sama aku kamu harus mau sama Rina ya..??” ucapku pada Roni. ”Tapi Rani, aku sangat mencintaimu, aku gak bisa bohongi perasaan ku. Aku sangat sayang sama kamu, aku sudah terlanjur jatuh cinta sama kamu..” jawab Roni. ”Roni, aku ini punya penyakit yang parah..aku juga tidak bisa membebankan kamu untuk mendorong aku terus.. lebih baik kamu sama Rina ya. Dia cantik, dia pintar, dia baik hati juga.” sambung ku. (Roni memegang kedua tangan Rani) ”Rani, walaupun kamu sakit, aku tetap sayang padamu. Aku cinta kamu apa adanya. Sungguh, aku ndak bohong..!!” jawab Roni. “udahlah Roni...Kamu sama Rina aja..” Jawab ku.

Aku pun pergi meninggalkan Roni dengan menangis. ”Roni, maafkan aku. Sesungguhnya aku juga tidak ingin kamu bersama dengan Rina. Tapi, ini demi Rina...” Ucap ku dalam hati.
“Rani...,Raniiiiii kamu mau kemana..” teriak Roni. ”Baiklah jika ini mau mu. Aku akan turuti mau mu. Tapi dengarkan aku Rani, aku akan tetap sayang padamu..” sambung Roni.

Keesokan harinya, Roni pun menyatakan cintanya pada Rina dihadapan ku. Aku pun senang walaupun hatiku sangat sakit dan sakit. Aku pun mengatakan selamat kepada mereka berdua. Wajah ku terlihat bahagia padahal hatiku menangis. Hatiku menangis tak masalah buat ku, yang penting sahabat ku bahagia.

Hari demi hari berganti, aku pun terus belajar mulai dari pelajaran yang aku terima di sekolah karena sebentar lagi ujian kelulusan. Aku berjanji akan melupakan kejadian yang telah berlalu.

Setiap Rina meminta bantuan selalu aku bantu karena, aku tidak ingin dia merasa sedih. Aku ingin Rina selalu bahagia walaupun nyawa taruhannya. Tapi, megapa Rina tidak pernah membantu ku sejak dia bersama Roni. Seakan-akan dia sudah lupa sama sahabatnya sendiri. Saat aku terjatuh Rina seakan-akan tidak mengerti bahwa aku terjatuh. Tapi itu sudah aku anggap sebagai cobaan dalam persahabatan.

Setahun telah berlalu. Aku sudah lulus dari SMA. Tapi, sayangya aku tidak bisa melanjutkan sekolahku ke tingkat yang lebih tinggi. Karena sakit ku kini makin parah. Semenjak aku mendonorkan organ tubuhku, aku menjadi sakit sakitan. Kini yang aku bisa hanya mengurung diri di dalam rumah dan tidak pernah keluar rumah. Roni pun selalu memberiku semangat untuk sembuh. Tapi, rasanya sudah tidak mungkin lagi untuk aku sembuh.
Dua tahun berlalu. Rani pun meninggal dunia. Roni pun menangis menyesali kenapa dia harus menuruti kemauan Rani dulu. “Seandainya aku sekarang bersama Rani, Aku akan coba membuat dia bahagia di akhir hidupnya. Tapi, kini sudah terlambat bagi ku untuk melakukan itu” ujar Roni dalam hati.

Rina pun juga menyesal. ”seharusnya aku tidak menerima organ tubuhnya dulu” ucap Rina. ”Seharusnya aku yang ada di dalam sini, bukan kamu Ran... Maafkan aku ya Rani, seandainya aku tidak menerima donor tubuhmu, kamu tidak akan seperti ini. Aku sangat benci pada diriku sendiri.., maafkan aku ya Rani..” sambung Rina.
“Sudahlah Rina.. Kita tidak boleh menyesali kepergiannya. Ini sudah rencana-Nya yang di atas, syukuri saja apa yang terjadi” Jawab Roni. Akhirnya, Rina menyadari ini sudah jalan hidup Rani. Rina hanya bisa mendo’akan Rani disana.
“Terima kasih Rani.. Atas pengorbananmu, aku dapat hidup bahagia. Sekali lagi, terima kasih” Ucap Rina..

Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Cerpen Cinta Romantis "Ditimang Alun Asmara"

DITIMANG ALUN ASMARA
Cerpen Ilham

Langit yang indah. Terbang melayang di atas angkasa yang dipenuhi malaikat cinta di sampingku. Kornea mataku menatap seluruh isi taman firdaus. Rerumputannya menghijau dipenuhi bunga indah beribu warna dan aroma berbeda. Ada merah, kuning, putih, dan jingga. Semua itu nampak jelas kurasa. Sungguh anugrah tuhan luar biasa nikmat. Hari yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Dapat melayang menembus nirwana bersama malaikat-malaikat cinta bersenggama di hamparan taman firdaus penuh bunga. Ingin rasanya aku hidup selamanya. Terima kasih telah membawaku ke alam yang sebelumnya tak pernah kujamah.
“ Akhh “ tiba-tiba aku tersentak kaget. Semua malaikat cinta dan indah taman firdaus seketika menghilang dari rasaku. Dasar, hanya akibat Suara serene mobil ambulance lewat segalanya pamit dari lamunku. Andai dapat, ingin rasanya aku mengejar mobil jenazah itu. Kan kucaci supirnya. Membuat segalanya indah sekejap saja. Yah, meskipun di sisi lain, pasti ada sebab mengapa sirene itu berbunyi. Kalau bukan mayat berarti itu pasien yang sedang bertarung pada maut.


Hanya beberapa detik saja mobil jenazah itu berlalu dari tatap dan dengarku. Mobil angkot tumpanganku tiba-tiba terhenti, membuatku tersentak. Lalu kucoba mencari tahu apa sebab sehingga supir yang tepat duduk di sampingku itu mengerem mobilnya. Lirik kanan dan kiriku, semuanya baik-baik saja. Tetapi rupanya, setelah aku sedikit menengadah ke atas langit, rupanya yang penyapa mataku hanyalah lampu jalan tiga warna. Merah, kuning dan hijau pertanda semua kendaraan harus berhenti untuk beberapa menit. Lampu merah.

Sekedar menghilangkan rasa kesal yang mulai datang bercengkrama di hatiku, secara sadar dan tak sadarku, aku terfokus pada satu titik kecil di tengah jalan. Semakin kutatapi, semakin pula titik itu tak jelas di mataku. Fikiran-fikiran yang tak pernah kusurati sebelumnya perlahan-lahan berbondong ke jantung hati yang tak pernah enggan untuk berdetak.
***

Di pesisir pantai. Deburan-deburan ombak perlahan terus menciumi pasir pantai. Hembusan angin yang ditiupkan oleh bentang samudra terasa jelas menyapa tubuhku. Semua itu bagaikan hembusan nafasku. Masuk melalui hidung lalu ke kerongkongan dan sejenak bersemayam di rongga perutku. Lalu udara itu kembali terdorong kembali ke kerongkongan dan terhembus melalui mulutku. Begitulah seterusnya. Sebuah anugrah yang tak dapat di kalkulasi.

Tersenyum menyadari semua kenikmatan yang menjelma menjadi keindahan, tiba-tiba terhenti. Tanganku yang sedikit merasa beku seketika terhangatkan dengan adanya genggaman tangan yang kurasa jadi belaian. Senyum pun kembali menghiasi wajahku. Kutatapi dengan dalam wajahnya yang menyumbangkan senyum termanisnya padaku. Kutahu itu. Lesung pipitnya yang seakan air dapat tergenang di dalamnya menambah keestetikaan wajahnya. Sungguh lelaki yang begitu sempurna bagiku. Rasanya akulah wanita yang paling beruntung hidup di dunia ini. Yah meskipun di sisi lain aku menyadari ada sesuatu hal yang mengganjal di sudut relung hatiku. Entahlah.
“ Dinda, dari tadi aku perhatikan, wajahmu sangatlah berbunga-bunga,” sapa mesrahnya dengan genggaman tangannya terasa lembut di tanganku.
“ Ah, kanda bisa saja,” ku coba menepis rasaku agar tak terkubur malu.
“ Dinda. Perasaan seorang wanita itu kan tercurahkan segalanya dari tatap mata dan bentuk senyumnya. Entah itu bahagia maupun rasa gunda,” kata-katanya kembali menusuk jantung hatiku.

Seakan tak menggubris manis ucapnya, aku hanya terus menatap bentang samudra sekedar membagi rasaku di hari itu. Manis seakan terus membukit. Tak dapat dijelaskan lagi. Dengan menyadari tingkah lakunya yang menjadi kebutuhan bagi setiap wanita, wajahku yang tadinya senyum lalu berubah mejadi tawa. Kutatapnya lelaki itu yang sedang bertingkah bagaikan sule sang pelewak di siaran tv. Andai hatiku saat itu terasa gundah, pasti semuanya akan sekejap pamit dari hatiku dengan melihat tingkahnya yang humoris. Dasar lelaki perampok hati. Tuhan, maafkan aku yang telah mempertuhankan perasaanku saat itu.

Jika aku jujur, gigi dan lengkung bibirku telah mengering akibat tawa yang hampir tak pernah mengering melihatnya. Kuputuskan untuk mencerai tingkahnya yang langkah itu. Aku merasa, dengan kondisi berdua sepertinya akan lebih sempurna jika dibumbuhi dengan cumbuan layaknya sepasang merpati putih beradu kasih,
“ Cukup kanda. Duduklah di sampingku. Ada sesuatu hal ingin kukatakan padamu,” kataku ketika tawaku mengering memandangnya.
“ Baiklah tuan putri. Hamba akan menghadap. “ balasnya dengan canda. Namun tak pernah kusangka, katanya yang kedengaran lebai seketika terhapus setelah kedua tanganku dikecupnya penuh kelembutan. Bukan hanya jantung, melainkan hatiku semakin berdegup kencang tak karuan lagi. Mencoba menghilangkan rasa itu, kulayangkan telapak tanganku pada pundaknya sekedar ingin memukul. Aku tahu, ia pasti paham, apa arti pukulan itu. Ditambah lagi dengan senyumku yang salah tingkah. “ jangan kurang ajar yah,” kataku dengan sekedar.

Setelah lelaki itu duduk tepat di sampingku, dengan disejukkan hembusan angin untaian kata kembali terucap di bibirku.
“ Kanda, aku takut, dengan kedekatan kita ini semua teman-temanku akan menilai aku perusak hubungan orang. Aku takut, hanya dengan perasaanku yang mungkin keliru ini segala terasa berubah padaku “.

Dengan kembali membelai kedua telapak tanganku ia pun kembali membalas perkataanku dengan penuh kemesraan,
“ Dinda, aku tahu. Hubungan kita masih sebatas sahabat saja. Dan kini aku masih dalam posisi terikat oleh kasih seorang wanita yang telah lama mengisi kehampaan hatiku. Tapi apakah kita akan menyalahkan tuhan yang telah memberikan kita anugerah berupa perasaan cinta ini. Apalagi di sisi lain mungkin kamu pun menyadari bagaimana tingkah pacarku memaknai rasa sayangnya padaku. Aku ini seorang lelaki yang ingin dimengerti”.

Mendengar bait-bait katanya yang diselubungi rasa sakit, aku seketika terdiam. Dan tak tahu lagi harus berkata apa untuk membalasnya. Kembali suaranya bersemayam di telingaku,
“ Aku sadar, aku yang salah karena tak mampu mengambil kesimpulan perjalanan asmara hidupku ini. beban di pundakku terasa berat untuk dilepaskan. Jika aku berpaling darinya, apakah aku masih dapat dikatakan manusia. Tapi jika aku tak meninggalkan sifatnya, apakah aku akan dapat menjadi manusia. Ia mengungkungku. Aku tak merdeka bersamanya. Hidupku di bawah kuasanya,” kata curahan hatinya begitu pilu kurasa melalui genggaman tangannya yang erat. Andai lelaki mudah meneteskan air mata bagai wanita, mungkin hamparan laut akan semakin asin dengan deraian air matanya. Merasakan apa yang dirasanya, kuputuskan untuk menyirami kepiluannya dengan tatapan mataku padanya,
“ Kanda. Jujur selama ini aku pun merasa sakit jika melihatmu tersiksa dengannya. Hati ini seakan tak rela jika lelaki sesabar dan penyayang sepertimu dilukai dengan sikap sayangnya yang keliru. Mungkin detik ini juga kanda telah tahu, apa dan bagaimana perasaanku padamu. Sebab aku pun tak mampu menepis semua perasaan cinta ini pada kanda,” kataku dengan menumpahkan segala apa yang kurasa.
“ Aku sadar, aku pun keliru karena memiliki perasaan seperti ini padamu. Jadi aku tak akan pernah mengharap perasaan ini akan terbalas. Cukup kanda memahami apa yang kurasa. Sebab aku telah cukup puas dan berbangga, karena memiliki perasaan ini padamu,” lanjut kataku dengan beranjak beberapa langkah darinya.

Mengira semua perasaan akan terlebur dan menyatu pada lautan. Mengira aku akan terlepas dari perasaan yang mungkin keliru ini. Tanpa mencapai menit lepas kataku, tiba-tiba tubuhku terasa hangat. Perasaanku seketika melayang ke nirwana bersama malaikat. Berseggama di taman firdaus penuh bunga. Aku terlena. Rupanya tubuhku kini dalam dekapan pelukannya. Rasa yang menembus ke hatiku sepertinya pelukan atas nama cintanya padaku. Aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku hanya mampu menikmati pelukan mesra itu. Tanpa kusadari, kelopak mataku seketika basah. Air mata yang mungkin atas nama kebahagian mengalir berderai deras ke pipiku. Satu persatu butiran-butiran air mata itu menetes jatuh ke bumi. Menyatu bersama putihnya pasir pantai di kala itu.
***

“ Pipp. Pipppp,” secara tiba-tiba angkot yang kutumpangi itu membunyikan klaksonnya membuat lamunku kembali berai. “ Akhh, astagfirullah”. Aku benar-benar kaget saat itu. Aku pun heran sendiri. Mengapa semenjak perasaan cinta yang salah tempat ini tumbuh bersemi padanya aku banyak terdiam. Termenung. Daya khayal yang sangat tinggi. Hari-hariku tak pernah konsen. Aku lepas kendali.

Memandang ke arah depan perempatan jalan, aku pun mengerti apa sebab sang supir membunyikan klakson mobilnya. Rupanya tepat di depan mobil tumpanganku, seorang pengendara sepeda motor yang melesat kencang menerobos lampu merah dan pada akhirnya ia tertabrak oleh truk pemuat sampah.

Sesaat setelah kecelakaan itu, beberapa orang berpakaian polisi datang mengamankan kejadian. Sang pengemudi truk di amankan. Mungkin sekedar mengantisipasi amukan warga. Aku kembali terdiam setelah menyaksikan kejadian itu. Kembali kulihat kendaraan antri disepanjang jalan dengan tatapan kosong. Perlahan demi perlahan tatapan itu kembali kabur. Lambat laun hanya membentuk pandangan di tempat lain.
***

Gulungan ombak terus bergerak pelan membelai pantai. Suara deburnya menjadikan sebuah irama bunyi yang kedengaran merdu. Di tambah lagi dengan untaian kata lelaki itu yang terus terngiang di telinga membuat segalanya semakin terasa indah. “Aku ingin hidup seribu tahun lagi,” sekedar meminjam bait puisi almarhum Hairil Anwar untuk kujadikan kata hati di kala itu.

Mengingat waktu yang semakin berlalu. Matahari tak terasa berubah jadi senja. Mencuri segala terang dan meninggalkan kegelapan pada dunia. Pelan-pelan ia terus mengendap merayap pulang ke malam. Bintang pengantar hari mulai nampak tersenyum di langit malam. Aku tersadar, rupanya wangi semerbak bunga dapat menghilangkan bau seonggok daging yang membusuk.
“ Kanda, siang telah berganti malam. Ada baiknya kita pulang saja. Mungkin tuhan masih akan menyisakan waktu pada kita untuk mengukir kembali suana dan rasa indah seperti di hari ini,” kataku sambil melepas belaian tangannya dari lingkaran perutku. Mendengar kataku, lelaki itu kembali bertingkah lucu membuat penghias senyumnya kembali hadir di kornea mataku.
“ Baiklah tuan putri. Kemana pun engkau mau, matipun aku siap untuk mengantarkanmu,” kalimat candanya yang mampu menusuk relung hatiku untuk kesekian kali. Entah mengapa.

Sebelum beranjak dari tempat terindah itu, tak lupa aku merapikan jilbabku yang terlihat berantakan akibat belaian angin. Namun tak kudaga, ada satu hal yang ingin membuat aku kembali melayang ke nirwana pada saat lelaki itu kembali menatapku. Bola matanya yang indah terpancarkan beribu kata cinta berwujud semerbak bunga. Aku salah tingkah. Aku terikat oleh ketidak mampuan. Tak mampu menahan rasa cinta yang terus mengalir membanjiri hatiku. Mungkin itulah yang dikatakan, tersipu malu akibat cinta.

Malam terus mengalir pelan. Sesampainya di rumah, aku sedikit kaget. Kabar atas kerenggangan hubungan asmarah mereka menukik pelan ke telingaku. Kabarnya, lelaki itu telah mengambil satu keputusan yang menurutku terlalu sakit bagi seorang wanita sepertiku. Rupanya lelaki itu telah benar-benar menepi dari kehidupan wanita yang sebelumnya menjadi teman hidupnya. Mendengar semua itu, aku tak dapat mungkir dari bisik hatiku. Perasaan bersalah seketika menyeruak menghantuiku. Takut, cemas, bukankah akibat rasaku sehingga lelaki itu mengambil keputusan yang mungkin keliru dalam hidupnya?
“ akhhh, tidak. Tidak,” aku kembali tersentak mengenangnya. Mudah-mudahan saja dengan apa yang kupikirkan itu salah. Sebab aku pun yakin. Bukan karena dia aku mencinta. Melainkan karena cintalah aku mampu mengenal dia.

Sekarang semuanya kuserahkan padaNYA. Jika memang cinta itu suatu rahmat, maka tuhan tak akan salahkan siapa-siapa. Tapi jika cinta itu suatu cobaan, maka luputlah aku jadi seorang insan. Dan apabila memang jodoh itu di tangan tuhan, maka IA akan mempertemukanku kembali denganya. Meskipun itu dengan tampang rupa yang berbeda. Tak lama kemudian angkot itu pun kembali melaju setelah keramaian jalan kembali aman. Satu persatu para polisi itu kembali meninggalkan tempat kejadian.
Sekian

Minggu, 23 oktober 2011
Gemabina,

PROFIL PENULIS
Ilham lahir di tinigi 18 februari 1990. di kabupaten Toli-toli, Sul-teng Ilham pertama kali menghirup udara dunia. sekarang Ilham kuliah di Universitas Al-ayariah Mandar kab, Polewali Mandar Sulawesi Barat pada jurusan Bahasa Indonesia semester 6. sekarang Ilham menjabat sebagai Ketua Garakan Mahasiswa Bahasa Indonesia Unasman. pesan " Tatap semangat, hidupkan imajinasimu untuk mengetuk pintu hati Manusia". alamat Facebook illanki21@yahoo.com (ilham jie).

Baca juga Cerpen Cinta, Cerpen Romantis dan Cerpen Remaja yang lainnya.

Cerpen Islam "Ketegaran dalam Naungan-Mu ya Rabb"

KETEGARAN DALAM NAUNGAN-MU YA RABB
Cerpen Miya_Senyumsetia

Getaran yang ada dalam hati membuat diri merasa tidak mampu lagi menitih kehidupan yang baru, rintik – rintik hujan yang sudah membasahi bumi seakan langit ikut merasakan kepedihan hidup ku, sebuah kenyataan yang telah menyeretku ke dalam situasi seperti ini dan aku hanya bisa meratapi hingga akhirnya kisah masa lalu ku yang ada dalam benak dan yang sudah di kubur dalam – dalam agar diri ini tidak masuk ke dalam penyakit dendam yang membara, namun sesuatu apapun itu bila kita berada dalam lamunan pasti lah kejadian – kejadian yang indah, duka maupun suka, dari hal yang kecil maupun yang besar, rasa tersakitipun akan menghantui siapapun itu.

Saat itu aku sedang duduk terdiam dalam kesendirian, penuh kebingungan dan kebimbangan. Andai saja bunuh diri itu adalah jalan terbaik mungkin aku sudah melakukan nya, tapi karena perbuatan itu adalah hal yang paling di murkai oleh Allah, ku tak sanggup melakukan nya karena sama halnya aku menjerumuskan diriku sendiri ke dalam jurang penyesalan di kemudian hari dan perbuatan itu akan di pertanggung jawabkan di hadapan Allah, akhirnya aku tersadar dan beranjak dalam lamunan ku untuk pergi mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat setelah itu aku berdo’a “ ya…. Allah berikanlah kelapangan hati dan ke sabaran kepada hamba dalam menghadapi segala macam cobaan mu ya Allah, hamba tau bahwa hamba adalah mahkluk mu yang lemah dan tak berdaya, di hadapan engkau pun hamba bukan apa - apa ya Allah… hamba menyeru akan hidup dan jalan hamba dalam lindungan tiada daya dan upaya bagaimana hamba melaksanakan semua tugas hamba di bumi ini ya allah, hamba mohon dengan kerendahan hati hamba bahwasan hamba selalu membutuhkan akan bimbingan mu ya Allah….. “ seru ku dalam do’a.
 
Selama ini aku hidup dengan seorang ibu tiri dan saudara – saudara tiri ku, kenyatan hidup yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya tapi inilah realitanya, ketika aku masih berusia 8 tahun dan di saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar, pada saat itulah aku tidak pernah bertemu dengan ibu kandung ku sendiri karena ibu dan bapak ku sudah bercerai tanpa suatu permasalahan yang tidak jelas hingga sekarang akupun tidak mengetahui nya asal muasal perceraian itu, yang aku tau hanya kejadian yang mengingatku pada perbuatan bapak ku yng begitu kejam, dia menghajar ibu sampai luka – luka di bagian bibir nya karena tendangan sepatu but yang di pakai oleh bapak, saat itu memang tidak ada orang yang tau akan kejadian itu Karena bapak menyiruh ku untuk datang ke rumah paman , sebuah tugas yang harus aku laksanakan maka berangkatlah aku ke rumah paman ku bersama bibik . Tiba – tiba di tengah perjalanan aku mendengar teriakan seorang perempuan namun aku tidak mengenali suara itu, lalu aku bertanya pada bibik “ bi’ suara siapa itu ya ? kok seperti orang kesakitan sambil menangis ! “ namun bibik ku menjawab dia tidak tau juga itu suara siapa?. Tak terfikir lalu akan suara itu akhirnya aku melangkah menuju rumah paman dan ketika sampai di rumah beliau, akmi berdua tidak bertemu dengan beliau akhir nya kami pulang ke rumah. Tapi apa yang terjadi benar – benar tak di sangka, tiba di rumah aku sudah melihat ibu ku menangis dengan babak belur penuh luka di bagian wajah dan tubuh nya, melihat kejadian itu aku langsung memeluk ibu ku itu dan ikut menangis. Lalu ibu tetap memberi ku rasa semangat agar suatu saat aku tidak memiliki nasib yang buruk seperti ibu ku “ anak ku janganlah kamu memiliki nasib seperti ibu ini nak, bangkit kan semngat mu agar kamu tidak mudah di tindas dan di perlakukan semena – mena oleh kau laki – laki, cukup ibu saja yang merasakan tapi jangan kamu sayang karena ibu tidak akan merelakan siapapun yang menyakiti mu terutama dari bapak mu, bapakmu sudah tega menyakiti ibu nak “ ucapan ibu ku pahami meskipun aku tidak mengerti sepenuh nya. Setelah kejadian itu bapak mengajak ku untuk membeli sebuah perhiasan karena di saat itu aku memang tidak memilki perhiasan apapun yang melekat pada diri ku, akhirnya aku ikut dan kebetulan saat bapak datang mengajak ku di rumah tidak ada orang, nenek dan kakek pergi ke ladang, bibik sedang ada di rumah teman nya sedangkan ibu ku sendiri sedang ada di kota sampang beliau sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan ku, awalnya bapak kubilang kalau aku akan di pulangkan ke rumah nenek itualah janji bapak kepada ku. Tapi kenyatannya sampai sekarang aku belum di pulangkan oleh bapak malah aku suruh tinggal bersama di keluarganya , di rumah itulah awalnya aku di perlakukan baik oleh istri dan anak – anak nya bahkan oleh sanak saudara yang lain aku di perlakukan lembut oleh mereka.

Setelah berselang beberapa bulan aku tinggal bersama bapak, aku benar – benar kaget akan sikap istri bapak ku dan anak – anak nya, mereka mulai menyuruh ku melakukan pekerjaan berat yang selama aku tinggal bersama ibu ku, yang tidak pernah tersentuh akan pekerjaan yang kasar itu, namun mau apa lagi itu sudah menjadi tugas ku, mau tidak mau tetap aku kerjakan walau terkadang dalam fikiran pekerjaan itu memang bukan pekerjaan yang layak untuk ku, karena sama saja mereka mempekerjakan anak kecil. Perlakuan itu tidak pernah aku adukan pada bapak, setalah sekian tahun aku tetap menjadi anak pengangkut air. Dalam hati berseru “ ya allah sampai kapan hamba seperti ini “ dalam perjalanan membawa air di atas kepala aku menangis karena ingat pada ibu ku. 2 tahun ada di desa akhirnya bapak pindah ke kota bersama keluarga nya, aku pikir hal itu akan membuat ku lebih baik lagi karena bisa bertemu dengan ibu ku tapi hanya mimpi belaka justru berdampak buruk bagi ku dan hidup ku.
Karena rasa bakti ku pada mereka dan menganggap mereka sebagai keluarga ku sendiri aku melakukan pekerjaan lain nya, dengan mencari pekerjaan pada orang yang mau menampung ku untuk bisa di pekerjakan oleh mereka, namun ternyata Allah masih memberiku ke sabaran dan memberiku kelapangan dalam tekat mencari kerja,ketika itu aku ada di bangku sekolah dasar kelas 5 sampai kelas 6, tenaga ku terbagi pagi hari aku sekolah dan sepulang sekolah aku kerja di rumah seorang guru sebagai pekerja rumah tangga, pekerjaan it u terus aku tekunin sampai lulus sekolah dasar namun selama aku kerja uang penghasilan tidak tau aku gunakan pada siapa, saat itu aku memang tidak tau akan arti sebuah uang karena yang aku lakukan hanya sekedar membantu ibu tiri ku, sedangkan dari bapak ku sendiri tak pernah mau tau apa yang aku lakukan dan semenjak aku tinggal bersama dengan keluarga bapak, aku tidak pernah bicara lagi dengan beliau dan hubungan kami makin renggang, di antara kami seperti bermusuhan hal itu yang membuat hati ku saat sendiri bisa memikirkan sesuatu yamg tak bisa di lupakan sama seperti perlakuan bapak.

Ketika aku sakit tidak ada yang mau peduli akan diri ku, mereka membiarka ku tergeletak tak berdaya, dalam kesakitan aku hanya bisa menangis melihat sikap bapak dan keluarga nya acuh tak acuh pada ku.
“ ya…. Allah dosa apa yang sudah hamba lakukan pada bapak dan keluarga nya, mengapa mereka aku di perlakukan seperti ini, di saat mereka menyuruh aku berangkat , di saat mereka memarahi ku tanpa alasan yang jelaspun aku tetap diam dan tidak membantah, walaupun pernah juga pukulan aku rasakan. Salah hamba terlahir di dunia ini ya allah “ seruan ku dalam ratapan sedih.

Namun sekarang aku sudah duduk di bangku sekolah menengah atas dan aku bisa memilih kehidupan ku seperti apa? Belajar mencari jati diri ku seperti apa ?, terus belajar dan berusaha itulah tekat ku, tidak ada rasa ingin balas dendam pada keluarga ku sekarang, hati ini hanya ingin di sayang dan di perhatikan oleh mereka,sampai sekang masih belum aku rasakan tetapi tidak pernah aku lupa dalam setiap do’a ku untuk mereka semua agar di bukan hati mereka semua dan bisa menyayangi diri ini.

Sekarang aku bisa bertahan dengan semua rintangan hidup yang aku rasakan, walau sering hati ini terjatuh namun aku terus berusaha untuk bangkit dalam keterpurukan getir hidup yang sulit. Di usia yang remaja ini aku memiliki impian, suatu saat aku bisa mengubah nasib buruk ku menjadi lebih baik, aku memang sekarang sedang menuntut ilmu tapi ilmu itu ingin aku terapkan dalam rumah tangga dengan mendidik anak dan patuh akan suami, tak lain adalah ingin menjadi istri yang sholeh dan ibu yang baik untuk anak – anak ku nanti, hal itulah yang tertanam di hati ku, dan biarkan masa lalu yang sudah silam dapat terkubur dalam – dalam dan tidak menjadi turun temurun pada anak ku suatu saat nanti, impian seorang anak yang tak mendapatkan kasih sayang dari keluarga ini yaitu aku.

Saat tekat sudah bulat, aku mulai mencari dimana ibu kandung ku ? dalam usaha aku terus berdo’a agar di pertemukan dengan ibu yang melahirkan ku oleh allah, ternyata usaha ku selama ini tidak sia – sia, aku bertemu dengan ibu kandung ku di suatu acara pameran karya seni di kota. Ketika itu rasa rindu sudah membara dalam hati dan kaki ini terus melngkah untuk bertemu dengan beliau, namun setelah aku ada di depan beliau aku menatap wajah ibu dengan penuh rasa haru dan rindu lalu aku menyapa “ ibu ingatkah kau pada anak mu bu, ini aku bu rista anak mu bu “ setelah ku ucapkan kata itu langsung beliau merangkul dan memeluk ku seraya berkata “ anak ku rista kau kah ini nak, ibu merindukan mu nak selama ini ibu mencari mu kemana – mana tetapi ibu tidak juga menemukan mu, kenapa rista tinggalkan ibu dan nenek di desa ? “
lalu aku menjawab “ ibu aku tidak bermaksud untuk meninggalkan ibu dan keluarga kita di desa tetapi rista di ajak oleh bapak bu,untuk membeli perhiasan dan bapak berjanji akan mengantar rista pulang tapi sampai sekarng rista tidak di pulangkan pada ibu dan juga nenek, selama ini bapak sudah membiarkan diri ini tersakiti oleh istri dan anak – anak nya bu tapi rista tidak pernah membantah maupun menentang ucapan mereka bu,semua rista lakukan demi mereka tapi kasih sayang yang rista harapkan tidak pernah mereka berikan pada rista, saat rista sakit mereka membiarkan tak mau peduli apa yang terjadi pada rista, bapak kejam bu, bapak tega sama rista bu, rista mau ikut ibu saja dan tinggal bersama nenek di desa “ dengan isak tangis.
“ ya allah maaf kan hamba mu ini ya allah yang sudah menelantarkan titipan engkau dan membiarkan dia teraniaya oleh bapak nya sendiri, hukum lah hamba ya allah atas kelalain hamba ya allah, biarkan hamba yang menanggung derita anak hamba ya allah “ air hujan yang mencucuri air mata nya, hati sendiri merasa sedih mendengar seruan do’a dari sang ibu.

Karena pertemuan itu ahkirnya aku pergi dari rumah bapak ku dan tinggal bersama ibu kandung ku,lepas semua beban dan rasa tekanan dari keluarga itu. Namun sebelum aku pergi aku menulis sebuah surat untuk bapak dan ibu serta saudara – saudara ku
“ dear : keluarga ku

Pak, bu dan saudara – saudaraku maaf kan semua kesalahan ku selama aku bersama kalian, sekarang aku sudah bisa menentukan hidup yang baik demi masa depan ku pak, kalian tetap aku ingat dan semudah itu aku melupakan semua pengalaman yang kalian berikan untuk hidup ku, meskipun hati ini menangis atas semua perlakuan kalian pada ku namun aku tidak bisa membenci kalian sampai kapan pun, biarkan aku hidup dengan ibu kandung ku pak, karena bapak tidak menepati janji untuk mengantar ku pulang saat ini aku bisa pulang dengan sendiri, sekali lagi maaf kan rista anak mu ini pak, untuk ibu bukalah hati ibu untuk bisa menerima ku sebagai anak mu juga seperti saudara saudara ku yang lain, dan untuk saudara – saudara ku, rubah lah sikap kalian pada ku, hargai lah aku sebagai saudara kalian, rista hanya bisa berkata maaf kan rista pak. Suatu saat rista akan berkunjung ke rumah ini…..

Setelah menulis surat itu aku langsung pergi sambil menetes air mata, dan tiba di rumah ibu ku rasa haru dan bahagia menyelimuti hati ku,, karena keluarga ku yang di desa telah menunggu kedatangan ku, “ subhanallah mimpikah aku ini, bisa berkumpul kembali dengan ibu dan nenek, serta keluarga ku yang lain, terima kasih ya … allah atas rahmat yang telah kau berikan pada hamba selama ini dengan perlindunganmu, engkau memberi hamba kekuatan dan ke sabaran untuk hamba, hingga saat ini engkau member ku hidayah di pertemukan keluarga ku yang pernah hamba tinggal kan ya allah, kau lah maha agung dan penyayang bagi umat mu “ dengan tangis bahagia aku langsung memeluk nenek ku. 
 
Lulusan SMA menjadi kebanggan ku sendiri karena di saat pisah kenang sekolah ada ibu yang sangat aku sayang dan beliaulah yang pertama kali menerima raport ku selama aku sekolah Kebahagian itu terus berlangsung sampai tiba saat nya aku di lamar oleh seorang pemuda yang memiliki sifat, sikap, bahkan ketaatan nya pada agama islam yang menjadi sumber penerang umat muslim, karena aku ingin mengikuti sunnah nabi dan menciptakan impian dan cita – cita ku saat masih remaja maka aku menerima lamaran pria itu, meskipun sebelumnya kita tidak saling kenal tapi itu lah kehendak allah yang tidak pernah di pungkiri, akhirnya rencana pernikahan pun sudah di tentukan satu minggu sebelum pelaksanaan akad nikah aku dan ibu ku beserta calon suami ku berkunjung ke rumah bapak ku dengan maksud mengundang bapak , ibu dan saudara – saudara tiri ku hadir ke pernikahan ku. Setelah sampai di rumah bapak aku melihat rumah bapak kosong dan tatanan di rumah itu pun sangat kotor seperti rumah tak terawat, lalu aku bertanya pada mbo surmi yang merupakan tetangga bapak, untung nya mbo surmi masih mengingat ku saat aku menemui di rumah nya, saat aku menyapa mbo surmi dia langsung memeluk ku seraya berkata “ neng rista, kemana saja selama ini ? “
“ aku ada di rumah ibu ku mbo dan minggu depan aku akan melangsungkan pernikahan ku mbo, maka nya saya ke sini ingin sekali bertemu bapak agar kita semua bisa berkumpul saat hari ke bahagian ku, ohh… iya mbo kok di rumah bapak seperti gak ada orangnya dan tatanan rumah nya pun kotor seperti tak terawat, ? “ ucapku pad mbo surmi, namun mbo surmi diam malah dia masuk ke dalam rumah nya dan mengambil sebuah surat lalu di berikan surat itu pada ku sambil berkata mbo surmi “ neng ada titipan surat untuk neng dari bapak mu neng, surat ini di berikan sebelum beliau wafat, karena penyakit setrok yang tak kunjung sembuh – sembuh meskipun sudah berobat kemana – mana di tambah lagi penghianatan dari istri dan anak nya“

Aku kaget akan penuturan dari mbo’ surmi dengan rasa gemetar aku menerima surat dari bapak ku lalu membuka dan membacanya
“ rista anak ku, maaf kan bapak atas semua perbuatan bapak pada kamu nak mungkin rista membaca surat ini bapak sudah menghadap sang ilahi untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahan bapak padamu nak, selama ini bapak sudah menelantar dan menyianyiakan kamu nak, bapak sadar akan perbuatan bapak hingga akhirnya allah menghukum bapak dengan memberikan cobaan berupa penyakit setrok yang tak dapat di obati lagi, ibu dan saudara – saudara mu yang lain sudah meninggalkan bapak karena bapak sudah tidak bisa apa – apa, maka dari itu sebelum bapak pergi menghadap sang ilahi bapak minta maaf, maaf kan bapak rista, maaf kan semua kesalahan bapak nak sampaikan salam dari bapak pada ibu mu yang pernah bapak sakiti, bapak sudah mendapat karma nya nak, sampaikan salam itu nak. Dari ayah mu yang kejam ini. Semoga hidup kamu bahagia nak, selamat tinggal “

Setelah aku membaca surat itu aku merasa terpukul karena di saat aku merasakan kebahagian dan mengharap bapak bisa berkumpul, semua tinggal harapan dan kenangan masa lalu. Air mata sudah menghujani pipi ku, begitu pula ibu ku.
“ ya… allah terimalah dia di sisi mu dan ampuni dosa – dosa nya “, seruan ku dalam tangis, aku mengajak mbo surmi untuk pergi ke ziarah dan di atas pusar makam bapak, aku ber kata “ pak rista sudah memaafkan bapak begitu pula ibu, istirahtlah yang tenang pak kita akan selalu mendo’akan bapak “

Usai dari itu, satu minggu kemudian tibalah waktu nya aku melaksanakan akad nikah bersama semi pria yang melamar ku, dalam kebahagian aku menangis mengingat akan bapak, dalam kebahagiaan nya dia tidak bisa hadir di tengah – tengah pernikahan ku. Namun semi yang sudah sah menjadi suamiku berkata “ rista istri ku, jangan lah kau basahi kebahagian pernikahan kita ini dengan air mata mu, aku mengerti akan perasaan mu tak ada seorang anak yang tega dan merasa bahagia bila tak di lengkapi oleh kedua orang tua, tak ada itu istri ku, sabar lah kamu dalam hidup ini, mari kita buka lembaran hidup baru dan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmahh bukan itu impian mu istri ku “ aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapan suami ku, dan di saat itu pula semi suami ku memberiku sebuah lantuanan syair yang tak pernah dia berikan pada siapapun

“ Dalam hati ku terukir nama mu
Dalam hati ku hanya diri mu
Takkan berubah takkan terganti,
Sampai hayat ku, mengakhiri ,
Di saat aku melihat wajah mu
Betapa indah cantik parasmu,
Ku hanya ingin setia kepada mu
Sepenuh hati sanubari ku,
Hanya untuk mu hanya dirimu
Yang aku puja wahai istri ku.
Syair yang di lantunkan dengan indah dari suami ku, membuat hati ini merasa kan kebahagiaan yang sudah lengkap, bagi ku dia adalah sosok malaikat yang selalu memberikan rasa damai dan tenang, begitu sabar dan ihklas dalam menghadapi tantangan hidup, di kala aku sedih dia menghiburku dengan lantunan syair – syair indah nya, sungguh mulia budi pekerti yang dia miliki sebagai kaum adam.
“ siang tlah pergi malampun hadir lagi
Ku coba tuk lelapkan kamu, jangan kau murung wahai istri cantik ku, senyummu nan indah selalu, di hati “
 
Baca juga Cerpen Islam yang lainnya.

Cerpen Remaja "Susahnya Nyari Cowok"

SUSAHNYA NYARI COWOK
Cerpen Ainun Rida Nasution

‘’duch kok gue bisa sial gini ya dalam hal urusan percintaan ujar dysa di mejanya sambil meremas remas kertas bukunya yang sudah berantakan di atas meja, lo kenapa say ujar ai datang dan duduk di sebelahnya dan membelalakkan mata melihat hasil pekerjaan sahabatnya.Dysha tak menjawab malah menekan tombol hapenya, nich lo lihat ay nomor ini kan yang kenalan di facebook yang seminggu lalu gue certain, ai mengangguk ‘’terus masalahnya apa dys, kening ay seketika mengerut, gini semalam gue di suruh mama beli gorengan di depan gang serasi terus ical sms gue, yang anak smk 2 jurusan teknik gitu dia sms gue lagi di mana, gue bilang di depan gang serasi beli gorengan, ternyata ay lo gak akan nyangka kalo dia ternyata di depan gang serasi sama temanya lagi nunggu teman naik motor gitu terus dia sms lagi, lo pake jacket pink kan katanya, gue langsung nengok dia dimana secara gitu mau jumpa ya gemetar gitu ay lo tau kan gue ngomongnya manis Cuma di hape doank kalo ketemu mah gue ogah.


Gak ada jalan lain selain gue ketik iYa, Gue udah nerves gimana nich caranya buat kabur, tapi evi adek gue bilang gak usah kabur ketemu aja dulu ujarnya menarik tangan buat nyebrang jalan dan hasilnya gue ketemu juga dari jauh gue lihat kayaknya dewasa tapi oh my god mukanya baby face muda banget kelas satu sma sedangkan gue kelas 3, gue gak mau pacaran ama brondong pasti ngomongnya juga belum fasih kayaknya masih belum pengalaman dech menggaet cewek adek gue aja kelas 1 sma no way, tinggi sich okelah tinggian dia tapi mukanya lebih muda daripada aji adek gue,temannya sich diam aja no comment setelah bicara basa basi dan berbelit belit yang ngomongnya tentu saja ngalor ngidul gak jelas soalnya dua duanya sama sama nerves, Cuma jawabannya anu, anu dan anu entah apa bisa muncul kata anu.

Gue bisa kabur setelah hape gue bunyi dari mama, cepat pulang setelah member alasan yang super duper kuper logis gue permisi sambil menyunggingkan senyum manis padahal rasanya pahit juga megeluarkan senyumnya, sampai di kamar dan mengunci pintu rapat-rapat , aku menumpahkan kekesalanku pada evi, tapi dia gak bisa ngasih saran yang benar, setelah gue pikir pikir sampai lumat, gue ngidamin cowok yang tinggi lebih dewasa dari gue tapi gak pernah kesampaian where are you my prince ujarnya sambil memeluk boneka pandanya .

Maybe belun jodoh dys, lo yakin am ague ntar lo pasti dapat yang terbaik dech ujar ay sambil mengusap bahu sahabatnya. Trus si aly mau lo apain ujar ai kemudian, gue udah putusin dia ay mukanya sumpah ancur banget di facebook gantengnya kayak brad pitt tapi setelah meet gak tahu dech gelap rasanya dunia, ujar dysa membuka laptonya.

Saran gue ya dys, lo berhentii dech cari cowok di dunia maya lo kan udah dua kali disappointment, gue tahu lo gak suka tapi mereka akan sakit hati kalo lo tinggalin aja setelah ketemu mereka and look face originalnya, lo gak takut ntar terjadi apa apa gitu sambil menahannya memencet tombol biru di laptop.ay sayang gue gak akan apa apa gue akan terus cari okey gue tahu gue semalam nangis atau penyesalan diri segala macam yang buat gue terpuruk tapi gue akan pantang menyerah buat cari cowok yang pas buat gue ujarnya menyingkirkan tangan ay dan gue bersumpah gue akan terima cowok dalam seminggu ini yang nembak gue kalau gue gak terima gue jomblo seumur hidup.

Gila lo dys, lo tahu kan arti ucapan lo ujar ay membelalakkan matanya. Dysa mengangguk mantap sambil memainakan jari tangnnya di touchpand.Tiga hari kemudian di waktu pelajaran kimia kosong karena guru yang bersangkutan lagi naik haji, kifil mendekati meja dysha dan ay diikuti pedy dan putra.dysah yang tentu saja sangat membenci kifil yang orangnya sangat sok sekali dalam ha apapun,hay dysa gimana kabarnya, ujar kifil sambil duduk di depan dysa diikuti bodyguardnya.lo mau apa ujar dysha sambil menatap tajam, hey gue niatnya baik mau silaturrahmi .

Omong kosong lo mau bilang gue gendut, cewek pembual lagi ujar dysa memuntahkan kekesalannya. Terserah lah dysa lo mau bilang apa, tapi yang jelas sekarang perasaan gue berubah ama lo. Maksudnya serang dysa. Gue suka ama lo dysa gue tahu lo gak suka ama gue tapi plizz terima gue ujar kifil sambil mengeluarkan jurus ampuhnya seribu satu cara menngombal cewek.gue tahu lo boong kan ujar dysha khawatir.

Kifil menggeleng mantap . dysah melirik ay, gimana nich , okey buat dysa ku sayang gue beri lo waktu berpikir 2 hari 3per 4 jam gue tahu lo sok banget dengar kakang kifil nembak lo yang gak lo duga sama sekali yang yang yang gimana lo gak bisa ngomong apa atau bagaimana cara mengekspresikan kegembiraan mu ujar kifil sambil bangkit dari tempat duduk dengan terlebih dahulu memberi salam dan kiss bye yang langsung di tolak dysa.

Gimana nich ay, gak mungkin kan gue terima kifil secara dia itu rival forever n ever.
Tapi dys, lo udah janji gak akan milih milih lagi kan
Tapi itu sich sama aja nyeburin gue ke sungai es, udah pendek, hitam , nonton p**no, dan kayaknya omongannya gak ada yang beres.

Terserah elo dech dys, ntar kalo hukumannya datang lo tanggung sendiri pokoknya gue udah ngasih saran.dysa merenggut , otaknya serasa berputar lebih cepat dari waktu, tapi bukannya nyari jalan keluar yang ada malah sakit kepala.evi juga kayaknya menyerah mendengar cerita kakaknya, udah kepala batu gak bisa di nasehatin.

Vi lo mau kakak lo punya pacar mirip ucok baba. Tapi kan kakak yang buat sumpah paling gak seminggu pacaran baru putus gitu kenapa kak, kakak gak takut apa karma. Dysa bimbang juga tapi gengsinya lebih gede daripada tubuhnya yang udah gede kian. Hah… lo berani nolak gue ujar kifil . dysa mengangguk mantap membuat kifil mati gaya dan lekas menarik mukanya dari meja dysa. Cewek gak tahu berani banget dia nolak gue bukannya dia juga gak sempurna dengan tubuhnya yang segede gentong itu ujar kifil naik darah setelah sampai di bangkunya.

Awalnya dysa khawatir juga terjadi apa apa dengannya tapi Alhamdulillah tak terjadi apapun, hingga akhirnya ay mengenalkan temannya pada dysah yang bernama Adrian ntah bagaimana awalnya tahu tahu mereka sering ketemu dan jadian, Adrian itu putih tinggi, cocok lah denga tipe dysa tapi dysa membuat lagi tipe tambahan dalam kategori cowok idamannya, yaitu sekolah atau mahasiswa . Tapi Adrian putus sekolah. Ay udah angkat tangan membantu temannya, udah dapat yang oke masih saja kurang, mungkin allah gak akan langsung ngasih yang perfect buat dysa melainkan di uji dulu dengan yang tidak cocok di hatinya.

For my best friend tersayang di XII IPA 2 MAN 2 PADANGSIDIMPUAN 2011

PROFIL PENULIS
Nama : Ainun Rida Nasution
Email: gvelynainun@yhoo.co.id
UMSU Medan faculty of teacher training and education

Baca juga Cerpen Remaja yang lainnya.

Cerpen Motivasi "Keluargaku Idamanku"

KELUARGA KU IDAMAN KU
Cerpen Rusni Lahami

Setahun telah berlalu tapi bayang”itu tak mampu aku tepiskan dari ingatanku disaat aku harus menerima kenyataan ketika trpisah dari keluarga ku tercinta karna konflik yang terjadi di Daerah ku
Aku anak ke 3 dari 6 bersaudara dulunya aku adalah anak yang tak perna mengenal kata Tidak dari keluargaku setiap aku menginkan sesuatu Ibu dan Ayah selalu memenuhi ke inginan ku Ayah dan Ibu ku mempunyai Usaha yang boleh di bilang Sukses,
namun suatu hari aku dan kluarga ku di berikan cobaan yang sangat mengejutkan,,,kerusuhan terjadi di Daerahku,

Rumah,Uang,keluarga,semuanya Lenyap pembunuhan terjadi di mana-mana
Ketika itu aku baru berusia 10 tahun harus menelan pahit karna aku kehilangan rumah, kehilangan smaunya apa yang menjadi milik ku aku tarpisah dari Ayah,Nenek,dan kakak ku
Ketika konflik terjadi masih aku rasakan kehangatan pelukan ayah menyuruh aku,Adiku dan Ibu ku segara mencari tempat yang aman itu kita bersembunyi,Ibu membawah ku dan lebih parahnya lagi IBU ku juga sedang Mengandung 9 bulan,
Anak ke 5 dan tinggal menghitung hari saja dengan tergesa-gesa tanggan ku ditarik oleh Ibu
aku yang sudah mulai mengerti dengan kejadian itu hanya bisah menangis karna ayah ku tak mau menigalkan rumah Kami,

Ayah hanya berkata kepadaku .
Nak pergilah kau bersama Ibu mu Ayah akan Menjaga rumah kita Ayah janji Nanti ayah akan datang menemuimu,,,aku hanya bisah menangis kenapa ayah tak mau ikut dengan aku bersama ibu dan aku tak sempat bertemu dengan Kakak ku
Kakak ku pergi bersama Om dan tante ku yang kami tak tau mereka kemana
Ya Allah mengapa kami harus menerima cobaan seperti ini,,,

Akhirnya aku dan Ibu ku Mendapatkan Tempat Yang cukup Aman karna kami tinggal di Asrama Angota TNI,,Ibu hanya Bisah memeluk aku Dan Adik ku walaupun adik ku belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi aku berusaha menghibur Ibu dan adiku karna di keluargaku,aku di kenal Anak yang sangat periang walaupun sedikit Manja,,,

Sekali-kali aku mendegar Ibu meringis kesakitan,aku merasa takut karna tak ada Ayah di samping kami,
Aku mencoba menenangkan Ibu tapi Ibu sunguh tak kuat menahan sakit itu
Mungkin pertanda Ibu akan segera melahirkan akhirnya aku mencoba memberanikan diri mencari Ayah ku dengan di temani 1 anggota Aparat aku kembali kerumah ku,

Namun sagat mengejutkan ketika aku sampai dirumah aku tak menemukan Ayah dirumah,Badan ku terasa Lemas ,,kepalaku Pusing aku memikirkan dan mencari
Dimana AYAH ku,,,,,??,,,aku berlari sambil berteriak tapi ayah tak menjawabku

Daerah ku yg dulu ramai menjadi Kota mati ,,suasana sangat mencekam
Aku tetap tak peduli karna di pikiran ku aku harus bisah menemukan Ayah,
Bayang-Bayang ibu juga tak bisah lepas Dari pikiranku Ibu yang sedang berjuang Hidup dan Mati,,

Namun semuanya terasa sia”aku tak bisah menemukan Ayah aku hanya melihat segorombolan orang yang tak berprikemanusian dan kejam lewat di hadapankku,,
Yang membabi buta membakar rumah”penduduk yang lain,
Aku hanya bisah menangis,,,
mukinkah Ayah ku telah di Bunuh manusia”kejam itu,,,??
Pikiranku menjadi kacau akhirnya aku memutuskan untuk kembali menemani Ibu,

Setibanya aku mendegar tangisan Bayi menangis bayi yang sangat lucu ,,
Wah sunguh aku sangat gembira ternyata Ibu ku telah melahirkan Anak Laki”yg sehat aku memeluk Ibu dengan erat,sunguh aku sangat bahagia, walaupun Hati ku merasa terjanggal karna Ayah tak ada disini,dan tak bisah melihat Putranya telah lahir, aku berusaha menghibur Ibusambil berkata siapa yach nama yang bagus untuk Adiku
Lalu seorang datang dan berkata Bu coba kasih nama ADI NANGGALA PUTRA karna lahir di Asrama TNI dan tepat pada tanggal 27 Mei 2000 hari targis,

Dan sudah berhari-hari aku dan Ibu menunggu Ayah,,dImana ayah sekarang ,,,?
bagaimana keadaanya,,??
Apakah ayah ku masi Hidup.,,,? Bagaimana kakakQ,,,ah,,,Pikiran itu terus menghantui aku dan Ibu ku
Di tambah akau meliahat orang di sekeliing ku ,,,Menangis,Menyesal,,karna sebelumnya mereka melihat keluarga mereka dibunuh dan di Hanyutkan di sungai sunguh Hatiku sangat hancur setiap aku pergi kesungai aku melihat banyak mayat yang hanyut aku hanya bisah menangis akankah ayah dan kakak ku mengalami seperti itu,,,??
sunguh mereka manusia yang kejam dan tak punya Hati Nurani,,

suatu hari aku dan Ibu melihat kedatangan orang yang selamat,
berhari’lamanya mereka terkurung dalam hutan,,
Namun Mataku tertuju pada sosok yang berada di ujung jalan di tanggan kirinya ia memegang sebuah katong plastik,,,yang aku tak tak tau apa isinya

Semakin dekat ia berjalan baru aku sadari dia,,,,dia,,,,,dia,,,,adalah Ayah,,,ku Dan Nenek ku
Aku berteriak sambil berlari Ayah ,,,,Ibu ku tersentak kaget,,,ternyata Ayah ku dan Nenek ku masih hidup
Ayah mendekap dan memeluk aku,,,perasaan ku sangat Bahagia
Sunguh di luar dugaan kami,,ternyata selama ini ayah bersembunyi di sebuah asrama tua yang tak jauh dari rumah kami

Kemudian Ayah menceritakan bahwa rumah kami telah tiada semuanya teleh menjadi abu aku dan Ibu berusaha mengiklasakan semuanya,,mungkin Harta masih bisah kita dapatkan

Hari-Hari telah berlalu kakak ku tak ada kabar kami sudah berusaha mencari tau tapi tak ada hasilnya Ibu dan ayah hampir beputus asa,,,dan pada suatu hari kerabat ayah datang mengantarkan koran kepada ayah ku dan berkata Pak bukan kah ini anak bapak ,,,? Karna

Dalam koran itu tertera seorang anak mencari keberadaan orang tuanya yang terpisah kebutulan juga foto kakak ku tertera di dalam,,Ayah ku langsung bersujud syukur Ya Allah terima kasih

Ternyata kakakku berada diluar kota bersama Om dan Tanteku
Kebahagian keluargaku terasa lengkap kami sangat bersyukur keluarga kami selamat Ya Allah terima kasih,,,cobaan mu membuat banyak perubahan dari hidupku kini aku sudah tumbuh menjadi Wanita dewasa dan Mandiri konflik itu membuat aku sadar bahwa kebersamaan bersama keluarga adalah hal yang terindah

Baca juga Cerpen Motivasi yang lainnya.