Jumat, 29 April 2011

Naskah Drama Pelacur dan Sang Presiden Karya Ratna Sarumpaet

Berikut ini adalah Naskah Drama Pelacur dan Sang Presiden Karya. Ratna Sarumpaet.

Sinopsis Naskah Drama Pelacur dan Sang Presiden.
Pentas Jamila & Sang Presiden terdiri dari dua pentas di atas satu panggung pertunjukan. Di panggung, dua cerita (masa kini dan masa lalu) berjalan silih berganti, kadang parallel.  Orang-orang dekat, yang mengenal betul konsep pertunjukan-pertunjukan saya terkejut menyaksikan konsep Pelacur  dan Sang Presiden “Jamila dan Sang Presiden” yang sangat berbeda dengan konsep naskah-naskah saya terdahulu. 
Tiga tahun menjadi Pejabat Kesenian ( Ketua Umum DKJ), saya secara tegas menahan diri untuk tidak berkarya. Saya bangga pada diri saya dan Satu Merah Panggung bisa patuh pada keputusan itu. Sebuah keputusan berat yang membuat saya mengalami kehausan yang panjang. Menghadapi proses Jamila dan Sang Presiden saya seperti kembali ke rumah kreatifitas saya, dimana fantasi-fantasi saya bisa dengan merdeka bergerak. Saya  tidak pernah merasa bersalah mengomentari perilaku para anggota DPR yang tidak bermutu atau mengecam kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyimpang. Tapi menuangkan dalam sebuah karya kesedihan dan kemarahan saya atas apa yang terjadi di Negeri ini, bagi saya adalah puncak kebahagiaan dan kepada para pembuat kebijakan di negeri inilah sesungguhnya karya ini saya alamatkan.
Cerita “Jamila dan Sang Presiden” dimulai ketika Jamila, 26 tahun, seorang Pelacur, menyerahkan diri pada kepolisian, mengaku telah membunuh seorang Pejabat Negara yang menjadi langganannya. Untuk perbuatannya itu dia kemudian dijatuhi hukuman mati. Sebelum dieksekusi, permintaan terakhir Jamila bukan bertemu Ibu atau Ayahnya. Dia meminta untuk dipertemukan dengan Presiden dan seorang ulama tersohor, membuat masyarakat semakin marah. 
Jamila lahir di tengah sebuah masyarakat dimana memperdagangkan anak perempuan untuk dijadikan sebagai pelacur adalah hal biasa bahkan sudah membudaya. Lahir cantik, Jamila sudah digadaikan Ayahnya pada seorang mucikari ketika gadis itu masih berusia dua tahun.  Tanpa setahu suaminya, Ibunda Jamila diam-diam menculik Jamila, lalu enyerahkannya pada keluarga Wardiman. Sebagai keluarga terpandang dan terpelajar,

Ibu Jamila yakin dibawah lindungan keluarga Wardiman - Jamila akan aman sekaligus bisa memperoleh pendidikan memadai. Apa yang diharapkan Ibunda Jamila ternyata jauh dari kenyataan. Dua laki-laki di tengah keluarga terhormat itu (suami dan putra tunggal Bu Wardiman) setiap malam menggerayangi Jamila, dan untuk menghentikannya Jamila terpaksa membunuh, dan kabur. Sebuah pengalaman amat buruk yang terus membekas dan membayangi perjalanannya. 
Jamila tidak pulang ke kekeluarganya. Dia bertekad memperbaiki nasibnya dengan mandiri. Sebuah tekad yang jelas tidak mudah. Mencari pekerjaan tanpa pendidikan yang memadai – memaksa Jamila terseret ke lingkungan keras perdagangan perempuan. Upayanya menjadi TKI tidak mulus. Kecantikannya membuat para agen lebih tergiur memperdagangkannya sebagai pelacur.
Pentas “Jamila dan Sang Presiden” tidak akan memberi petunjuk-petunjuk tentang jalan keluar,  apalagi menggurui. Sebagai penulis dan sutradara, saya hanya ingin menawarkan refleksi untuk membuka mata kita semua, bahwa Pelacuran dan Perdagangan seks anak-anak dibawah umur adalah kasus amoral yang datang dari kemiskinan dan kebodohan dan lemahnya iman.  Jadi, jadi bagi saya sikap dan kebijakan-kebijakan tidak serius dan  menyimpang para penyelenggara dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, serta masih lemahnya upaya-upaya pemberantasan korupsi, penebangan hutan, kolonialisme ekonomi, dst, yang membuat bangsa ini semakin terpuruk, bagi saya jauh lebih tidak bermoral, begitu juga para ulama / rohaniawan, yang notabene adalah orang-orang yang paling  bertanggung jawab dalam  menjaga moral masyarakat.   

Cuplikan Naskah Drama Pelacur dan Sang Presiden
JAELANI 
Saya disini Bu.

IBU WARDIMAN  
Suruh perempuan itu berhenti !!  Ngajinya itu membuat telinga Ibu serasa terbakar. 

JAELANI      
Jaelani tidak paham Bu.

IBU WARDIMAN (OS) 
Suruh dia berhenti mengaji. (di eja-berteriak) 
Jamila menghentikan ngajinya. 
 
JAELANI      
Jaelani bingung Bu ?

IBU WARDIMAN 
 Jangan kamu berpura-pura Zaelani.  

JAELANI      
Tidak Bu …..
File Naskah Drama Pelacur dan Sang Presiden :
 - File Tipe : Ms. Word

Semoga Naskah Drama Pelacur dan Sang Presiden Karya Ratna Sarumpaet ini bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar