Tampilkan postingan dengan label Naskah Drama Pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naskah Drama Pendek. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2012

Contoh Naskah Drama Singkat

Contoh Naskah Drama Singkat - Sebelumnya saya telah Posting Naskah Drama dan Cerpen Persahabatan, kali ini saya akan Posting Contoh Naskah Drama Pendek.
Naskah Drama Pendek ini dialognya sangat sedikit dan cocok untuk anda yang sedang dikejar untuk tugas sekolah atau tugas kuliah untuk mementaskan sebuah Drama dan Dalam Naskah Drama Pendek ini berjudul Arloji Karya P haryanto dimainkan Oleh 4 orang tokoh, Okelah langsung saja untuk copas Contoh Naskah Drama Singkat ini, Saya ucapkan selamat mementaskah naskah drama Arloji Karya P. Hariyanto.


ARLOJI
Karya P. Hariyanto

PARA PELAKU
Jidul                 : Anak laki-laki berumur 15 tahun
Pak pikun         : Pembantu rumah tangga berumur sekitar 40 tahun
ibu                    : Nyonya rumah berumur sekitar 42 tahun
Tritis                 : Gadis berusia 18 tahun

KISAH INI TERJADI DI SEBUAH KAMAR DEPAN KELUARGA YANG CUKUP TERPANDANG. TERDAPAT BERBAGAI PERLENGKAPAN YANG LAZIM DI KAMAR TAMU SEMACAM ITU, NAMUN YANG TERPENTING IALAH SEPERANGKAT MEJA DAN KURSI TAMU. PADA KIRA-KIRA PUKUL 09.00 DRAMA INI TERJADI.

DENGAN PENUH KERIANGAN, SI JIDUL MEMBERSIHKAN MEJA DAN KURSI-KURSI. KEPALANYA MELENGGUT-LENGGUT, PANTATNYA BERGIDAL-GIDUL SEIRAMA DENGAN MUSIK DANGDUT YANG TERDENGAR MERIAH. JIDUL TERKEJUT KETIKA MUSIK MENDADAK BERHENTI.


PAK PIKUN (muncul, langsung menuju ke arah Jidul)
Ayo! Mana! Berikan kembali padaku!Ayo! Mana!

JIDUL (ber-ah-uh, sambil memberikan isyarat yang menyatakan ketidakmengertiannya)

PAK PIKUN
Jangan berlagak pilon! Siapa lagi kalau bukan kamu yang mengabilnya? Ayo, Jidul, kamu sembunyikan di mana, heh?

JIDUL (ber-ah-uh, semakin bingung dan takut)
PAK PIKUN
Dasar maling! Belum sampai sebulan di sini kamu sudah kambuh lagi, ya? Dasar nggak tahu diri! Ayo, kembalikan kepadaku! Mana, heh?

JIDUL  (meringkuk diam)

PAK PIKUN (semakin keras suaranya)
Jidul! Kamu mau kembalikan apa tidak? Mau insaf apa tidak? Apa mau ku panggilkan orang-orang sekampung untuk mencincangmu, heh? Kamu mau dipukuli seperti dulu lagi? Ayo, mana?

IBU (Muncul tergesa-gesa)
Eh, ada apa Pak Pikun? Ada apa dengan Jidul?

PAK PIKUN
Anak ini memang tidak pantas dikasihani, Bu. Dia mencuri lagi, Bu!

IBU
Mencuri? (tertegun). Kamu mencuri, Jidul?

JIDUL (ber-ah-uh sambil menggoyang-goyangkan kepala dan tangannya)

PAK PIKUN
Mungkir, ya? Padahal jelas, Bu! Tadi saya mandi. Setelah itu, arloji saya tertinggal di kamar mandi. Lalu dia masuk, entah mengapa. Lalu tidak ada lagi arloji saya, Bu.

IBU
O, arloji Pak Pikun hilang, begitu?

PAK PIKUN
Bukan hilang, Bu! Jelas dicurinya! Ayo, ngaku saja! Kamu ngaku saja, Jidul!

JIDUL (ber-ah-uh mencoba menjelaskan ketidaktahuannya)

PAK PIKUN
Masih mungkir? Minta ku pukul?

IBU
sabar, Pak Pikun! Sabar!

PAK PIKUN
Maaf, Bu. Ini biar saya urus sendiri! Kamu baru mau ngaku kalau dipukul, ya? Sini! (Mau memukul si Jidul).

SI JIDUL (Meloncat, lari ke luar dikejar oleh Pak Pikun)

IBU
Sabar dulu Pak Pikun! Diperiksa dulu! (mendesah sendiri) Ya, ampun! Orang sudah tua kok gegabah, tidak sabaran begitu.

TRITIS (Muncul membawa buku dan alat tulis).
Uh! Pagi-pagi sudah mencuri. Nganggu orang belajar saja!

IBU
Belum jelas, Tritis!

TRITIS
Ah, ibu sih suka membela si Jidul! Siapa lagi kalau bukan dia yang mengambil arloji Pak Pikun? Apa ibu lupa? Dia kan dulu ketahuan mencuri ayam kita, ketahuan, mau dipukuli orang kampung malah kemudian dibela ayah dan ditampung di rumah kita. Keenakan dia, maka kini mencuri lagi!

IBU
Ya, memang, dulu pernah mencuri. Itu karena ia kelaparan. Tetapi, belum tentu sekarang dia mengambil arloji Pak Pikun, Tritis!

TRITIS
Kalau bukan si Jidul, apa ibu atau aku yang mengambil arloji itu, ibu? (Tertawa).
IBU (Menemukan ide).
Ah! Mungkin masih ada di kamar mandi, Tritis! Atau mungkin di dekat jemuran. Pak Pikun kan pelupa. Mari kita coba mencarinya! (Bersama Tritis melangkah ke kiri akan ke luar, tetapi kemudian terhenti)
Terdengar suara ribut. Si Jidul kembali meloncat masuk dari kanan. Maunya berlari, tetapi tersandung sesuatu. Ia jatuh terguling mengejutkan Ibu dan Tritis. Dan sebelum sempat bangkit, Pak Pikun sudah keburu masuk pula dan menangkapnya dengan geram.

PAK PIKUN (sambil mengacung-acungkan penggada besar, tangan kirinya tetap mencengkeram leher kaus si Jidul).
Mau, lari ke mana lagi, heh? Ku pukul kamu sekarang!

IBU
Sabar, Pak! Tunggu dulu!

PAK PIKUN
Tunggu apa lagi, Bu! Anak nggak benar ini harus saya ajar biar kapok. (Akan memukulkan penggadanya).

IBU
Tunggu dulu! Siapa tahu, Jidul benar tidak mencuri dan Pak Pikun yang tidak benar menaruh arlojinya!

PAK PIKUN
Tak mungkin, Bu! Saya yakin, si Brengsek ini pencurinya. Kamu harus mampus (akan memukulkan penggadanya).

TRITIS (Melihat tangan Pak Pikun)
Eh, lihat! Arlojinya kan itu! Di pergelangan tangan kananmu, Pak Pikun. Lihat! (Tertawa ngakak).

IBU
O, iya! Betul! Dasar Pak Pikun ya Pikun! (Tertawa geli).

PAK PIKUN TERTEGUN MEMANDANG PERGELANGAN TANGANNYA YANG KANAN. DILEPASKANNYA SI JIDUL. DIAMAT-AMATINYA ARLOJI ITU. PENGGADANYA SUDAH DIJATUHKAN. DENGAN SANGAT MALU, IA BERJALAN KE LUAR TERTEGUN-TEGUN, DIIRINGI GELAK TAWA IBU DAN TRITIS. SEMENTARA ITU, SI JIDUL PUN TERTAWA-TAWA PULA DENGAN CARANYA SENDIRI YANG SPESIFIK

Naskah Drama Singkat


10 out of
10

based on
99 ratings.

Selasa, 07 Juni 2011

Naskah Drama Bayi yang Tertawa Karya Radhar Panca Dahana

Cuplikan  Naskah Drama Bayi yang Tertawa Karya Radhar Panca Dahana
LELAKI 2 
Istriku..

HANYA ITU YANG TERUCAP. TAPI SEBUAH DUNIA TERBUKA. DUNIA DARI DALAM DIRI MASING-MASING KEDUA ORANG ITU. MEREKA MASUK DALAM SUASANA MASYUK. NAMUN SAAT SUASANA ITU HAMPIR TENGGELAM DALAM, SESEORANG MUNCUL TIBA-TIBA. DITANDAI DENGAN CAHAYA YANG KERAS DATANGNYA MENAMPILKAN LELAKI 1.

LELAKI DENGAN PERAWAKAN DAN PEMBAWAAN SEPERTI TERGAMBAR DALAM KARAKTERNYA DI ATAS, MUNCUL DENGAN SATU SUARA YANG AGAK MENGHENTAK KESUNYIAN MENGARAH PADA WANITA 1 YANG IA SEBUT DENGAN SATU SEBUTAN KESAYANGAN.

LELAKI 2 CUKUP TERKEJUT DAN PERLAHAN MENYINGKIR. SEPERTI ADA RASA JERI. WANITA 1 TAK KUASA MENAHANNYA. ADA RONA KECEWA YANG BERAT DI WAJAHNYA, WALAU IA BERUSAHA TIDAK TAMPAKKAN.

KINI PERHATIAN WANITA 1 JADI TERTUMPAH PADA LELAKI 1 YANG SEKONYONG MASUK, MENYAPA, MENGAJAKNYA BICARA, MERAYU BIRU, MENAWARKAN SEMUA. LELAKI 1 MEMINTA SEMUA JAWABAN, TAPI WANITA 1 HANYA BERGERAK KECIL DENGAN TUBUHNYA. WAJAHNYA TANPA EKSPRESI. ADA JAWABAN TAPI BEGITU KABUR DENGAN SEGALA KEMUNGKINANNYA.

LELAKI 1 SUNGGUH PENASARAN. BAHKAN IA HARUS MEMOJOKKAN ATAU MERENDAHKAN LELAKI 2 YANG ATASANNYA SENDIRI.

LELAKI 1 
Dia itu impoten...

KATANYA ANTARA LAIN. DI SAAT ITU LAMPU TEMARAM MENERANGI LELAKI 2. WAJAHNYA BURAM, SEPERTI DI KEJAUHAN –TAK TERLIHAT LELAKI 1—TAPI DAPAT MELIHAT JELAS KEJADIAN DI TENGAH PANGGUNG.

LELAKI 1 MAKIN BERNYALA. NAFAS DAN NAFSUNYA MEMBURU. IA MERASA PASTI WANITA 1 PUN MERASA DEMIKIAN. NAMUN IA TAK BERANI MENYENTUHNYA. BEBERAPA KALI IA BERUSAHA TAPI IA TAK BISA ATAU TAK BERANI. HINGGA SATU MOMEN, TERBIT CAHAYA LAIN DIIRINGI SUARA YANG MENGHANYUTKAN.

WANITA 2 MUNCUL DENGAN LANGKAHNYA YANG GONTAI. SEBUAH KEJUTAN TERJADI.

LELAKI 2 
(Pada Wanita 2)
Kau?

WANITA 2 
Ya, suamiku.

WANITA 1 DAN LELAKI 1 TERKEJUT. “Istrinya dua?,” DESAH LELAKI 1 HAMPIR TAK TERDENGAR. KEDUANYA MEMANDANG WANITA 2 DENGAN SELURUH KEBIMBANGAN, SEBAGAIMANA TERGAMBAR DALAM KARAKTERNYA MASING-MASING. DAYA HIDUP WANITA 2 BEGITU MENGHISAP SEHINGGA LELAKI 2 PUN GUNCANG.

LELAKI 2 MENGHAMPIRI WANITA 2 DENGAN GERAK YANG MENGHANCURKAN WIBAWA, KETEGARAN, OPTIMISME YANG IA HADIRKAN DI BABAK AWALNYA. IA JATUH DI PANGKUAN WANITA 2. MEMPERLIHATKAN DIRINYA YANG SEBENARNYA. SEPERTI MENUMPAHKAN SELURUH RAHASIANYA PADA SUMUR KEDAMAIAN SEORANG IBU. IA MERENGEK, MERAJUK, MENANGIS, MEMELUK, MENIKMATI PIJITAN LEMBUT DI KEPALANYA.

SEMUA DISAKSIKAN DENGAN SEKSAMA OLEH LELAKI 1 DAN WANITA 1. ADEGAN YANG MEMBUAT LELAKI 1 TAK KUASA MEMPERTAHANKAN DIRI. IA MENDEKATI WANITA 1. TANGANYA BERGETAR HENDAK MENYENTUH. SAMPAI AKHIRNYA IA TAK KUAT. IA MELOMPAT DAN MENUBRUK WANITA 1.

BRUK!! LELAKI 1 TIDAK MENUBRUK APA-APA. KECUALI RUANG KOSONG ATAU LANTAI PANGGUNG YANG KERAS. WANITA 1 SEKONYONG BERGERAK CEPAT (SATU SURPRISE) DAN BERJALAN PELAN KE ARAH DI MANA ADEGAN WANITA 2 DAN LELAKI 1 BERLANGSUNG.

NAMUN BELUM SAMPAI JANGKAUAN TANGAN, SUARA TERTAWA MUNCUL. TAWA YANG ANEH, RINGAN TAPI PENUH KUASA. CAHAYA MENYUSUL KEMUDIAN MENGIRINGI LANGKAH SANTAI LELAKI 3 KE ARAH TENGAH PANGGUNG (SEDIKIT DI BELAKANG).

KEHADIRAN LELAKI 3 KEMBALI MENYEDOT SEMUA PERHATIAN. PERHATIAN YANG SANGAT KHUSUSNYA PADA WANITA 2, DISUSUL WANITA 1.

File Naskah Drama Bayi Yang Tertawa :
 - File Tipe : Ms. Word

Semoga Naskah Drama Bayi yang Tertawa Karya Radhar Panca Dahana ini bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun.

Kamis, 02 Juni 2011

Naskah Drama Uji Coba

Cuplikan Dialog Naskah Drama Uji Coba Karya NN
EMSI
Maaf Yang Mulia. Itu tadi baru mukadimah dari satu episode.

YANG MULIA
Kok panjang sekali mukanya.

EMSI
Benar Yang Mulia. Buku asli Marabahaya buah tangan Wallpaper berjumlah 144 topik. Setiap  topik  terdiri dari 1985 jilid. Setiap jilid terdiri dari 1945 buku. Setiap buku mengandung 2001 halaman. Sedangkan yang dimainkan tadi, baru hanya setengah halaman.

YANG MULIA
Wah, wah. Jadi kalau kita mau tahu isi buku Marabahaya berarti harus dibaca bertahun-tahun?

EMSI
Sepanjang hidup kita, Yang Mulia. Itulah sebabnya dibuat microfilmnya oleh bagian Arsip Negara.

YANG MULIA
Pantas sekali mereka mengusulkan anggaran yang besar.

EMSI
Benar Yang Mulia. Dari anggaran yang diajukan, itu baru beberapa daftar keperluan sehari-hari.

YANG MULIA
Apa untungnya bagi kemajuan dan kepentingan negara?

EMSI
Banyak sekali Yang Mulia. Kesadaran terhadap kehidupan robot perlu dipertahankan. Ini akan menjadi contoh bagi generasi berikutnya.

YANG MULIA
Apa tidak salah?

EMSI
Sesuai dengan pernyataan Yang Mulia beberapa tahun lalu. Kita harus memasyarakatkan robot dan memanusiakannya secara utuh. Mereka adalah partner kita dalam perjuangan hidup ini.

YANG MULIA
Ya, ya benar begitu. Apa pertunjukan ini sudah selesai?

EMSI
Baru bagian awal dari adegan pengantar, Yang Mulia. Bolehkah kami melanjutkannya?

YANG MULIA
O, tentu. Kita sudah keluarkan biaya cukup besar untuk persiapan utusan ini, bukan? Nah, teruskan.

File Naskah Drama Uji Coba :
 - File Tipe : Ms. Word

Semoga Naskah Drama Uji Coba ini bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun.

Rabu, 01 Juni 2011

Naskah Drama Remaja Ibu Bumi Karya Candra Barong Harjanto

Cuplikan Naskah Drama Remaja Ibu Bumi Karya Candra Barong Harjanto
A,B,C    
jangan menangis,lekas tidur sayang…tidurlah yang nyenyak,jangan
gelisah,aku selalu menjagamu.ayo sayang,minum yang banyak,jangan nakal,jangan ngompol,cup…cup…cup…ayo nak,belajarlah menggenggam,belajarlah meraih mainanmu,belajarlah berjalan,jangan pernah bersedih,ini mainanmu.aduuuh..anaku ngompol lagi,ayo mandi dulu…tersenyumlah nak,itu bapak sudah datang,jangan nangis ya….

A,B,C    
lekas tidur, malam sudah larut
Lekas tidur, malam sudah larut (lalu dia mematung)
Seseoarang keluar menarik kasur,diatasnya banyak sekali boneka,ada beberapa boneka yang digendong sambil membawa lampu teplok atau sambil menyapu jalan.boneka diletakkan di kereta bayi atau dibagi-bagikan,tersenyum.

A,B,C     
jangan menangis,lekas tidur sayang…. Tidur yang nyenyak, jangan gelisah, aku slalu menjaga mu. Ayo sayang minum yang banyak, jangan nakal, jangan ngompo cup..cup..cup.. ayo nak, belajar mengenggam. Belajar mearaih mainan mu, belajar berjalan, jangan pernah bersedih, ini mainanmu,aduh anak ku ngompol lagi, ayo mandi dulu,itu bapak sudah datang,jangan nangis ya…

SESEORANG 
jadilah apa yang kamu inginkan (masih membagi-bagikan boneka)
Kamu berhak memilih jalan yang terbentang didepanmu
Aku adalah busur dan kau adalah panah milik sang hidup
Jadilah dirimu sendiri,jadilah penentu jalanmu
Hidup adalah pilihan
Kamu berhak memilih sukses atau gagal,untuk bahagia atau berduka

File Naskah Drama Remaja Ibu Bumi :
 - File Tipe : Ms. Word

Semoga Naskah Drama Remaja Ibu Bumi Karya Candra Barong Harjanto ini bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun.

Selasa, 31 Mei 2011

Naskah Drama Remaja Arloji Karya P. Hariyanto

Para Pelaku dalam Naskah Drama Remaja Arloji Karya P. Hariyanto
Jidul
Anak laki-laki berumur 15 tahun
Pak pikun
Pembantu rumah tangga berumur sekitar 40 tahun
Ibu
Nyonya rumah berumur sekitar 42 tahun
Tritis
Gadis berusia 18 tahun
Cuplikan Naskah Drama Remaja Arloji
IBU
Mencuri? (tertegun). Kamu mencuri, Jidul?

JIDUL
(ber-ah-uh sambil menggoyang-goyangkan kepala dan tangannya)

PAK PIKUN
Mungkir, ya? Padahal jelas, Bu! Tadi saya mandi. Setelah itu, arloji saya tertinggal di kamar mandi. Lalu dia masuk, entah mengapa. Lalu tidak ada lagi arloji saya, Bu.

IBU
O, arloji Pak Pikun hilang, begitu?

PAK PIKUN

Bukan hilang, Bu! Jelas dicurinya! Ayo, ngaku saja! Kamu ngaku saja, Jidul!

JIDUL
(ber-ah-uh mencoba menjelaskan ketidaktahuannya)

PAK PIKUN
Masih mungkir? Minta ku pukul?

IBU
sabar, Pak Pikun! Sabar!

PAK PIKUN
Maaf, Bu. Ini biar saya urus sendiri! Kamu baru mau ngaku kalau dipukul, ya? Sini! (Mau memukul si Jidul).

SI JIDUL(Meloncat, lari ke luar dikejar oleh Pak Pikun)

IBU
Sabar dulu Pak Pikun! Diperiksa dulu! (mendesah sendiri) Ya, ampun! Orang sudah tua kok gegabah, tidak sabaran begitu.

File Naskah Drama Remaja Arloji :
 - File Tipe : Ms. Word

Semoga Naskah Drama Remaja Arloji Karya P. Hariyanto ini bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun.

Jumat, 29 April 2011

Naskah Drama Pendek AYO Karya. Puntung CM. Pudjadi

Berikut ini adalah Naskah Drama Pendek AYO, Karya. Puntung CM. Pudjadi.
Cuplikan Dialog Naskah Drama Pendek AYO.
SESEORANG
Tenang dulu, saudara. Tenang dulu…. Ini ada apa? Mengapa tiba-tiba kalian menjadi panik dan gaduh tidak karuan? Ada apa?

SUARA KENTHONGAN DAN KEGADUHAN YANG LAIN BERHENTI.
SESEORANG
Coba dijelas kan dulu pada saya ada persoalan apa? Kok tiba-tiba saja menjadi begini.

YANG LAIN
Iya. ada apa?

YANG LAIN
Lho, ada apa?

SI ORANG YANG DATANG PERTAMA KALI TENTU SAJA PERLU MENJELASKAN.

ORANG YANG I
Ini begini. Orang yang terkapar ini adalah warga kita. Tadi saya melihat ia bertengkar dengan seorang prajurit pengawal raja. Lantas tiba-tiba plok! dan bak-buk-bak-buk! Kemudian ia terkapar.

YANG LAIN
Jadi orong ini dipukuli dengan semena-mena dan tanpa peri kemanusiaan oleh seorang prajurit pengawal raja?

ORANG I
Ya.

YANG LAIN
Tanpa perlawanan'?


File Naskah Drama AYO :
 - File Tipe : Ms. Word

Semoga Naskah Drama Pendek AYO Karya. Puntung CM. Pudjadi ini bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun.