Jumat, 13 Mei 2011

Naskah Drama Remaja Melawan Kutukan Karya Harwes

Sinopsis Naskah Drama Remaja Melawan Kutukan Karya Harwes
Sejarah negeri ini selalu ribut dengan adanya pertumpahan darah. Dari pemimpin satu ke pemimpin ke dua atau ke berikutnya, dan selalu rakyat serta anak muda yang jadi korban. Salah satu penyebabnya mungkin masyarakat masih banyak yang mempercayai bahwa ini semua karena atau akibat kepercayaan tentang kisah keris Empu Gandring atau sumpah dan kutukan Sang Empu Gandring. Tampaknya ini yang membuat anak muda yang kritis si Gendon berpikir keras untuk mencoba melakukan dialog-dialog, sehingga suatu malam benar-benar ia bisa dialog imaginer dengan seorang pelaku tokoh sejarah ini yaitu Ken Arok.

Dari dialog imaginer inilah akhirnya Gendon bersama teman temannya yang mewakili generasi sekarang ini untuk melakukan perlawanan dan tidak percaya atas “kesaktian kutukan ini.” Ini semua dengan harapan agar kutukan itu tidak dipercaya terus oleh generasi berikutnya. Negeri ini rindu damai, karena hakekatnya Tuhan itu sendiri Maha Damai. Dan dari persoalan ini naskah teater ini saya angkat.
Para Pelaku
  • Anak Muda (Si Gendon)
  • Ken Arok
  • Pemain Pembantu Antara Lain
  • Empu Gandring,
  • Tunggul Ametung,
  • Ken Dedes,
  • Kebo Ijo,
  • Anusapati Dan
  • Toh Jaya
  • Beberapa Remaja Sebagai Teman Gendon

Cuplikan Dialog
KEN AROK   
Oh selamat malam. Tampaknya aku pernah merasa kenal tetapi lupa. Di mana kita pernah bertemu? Oh mungkin dalam sejarah.

GENDON     
Sejarah? Sejarah siapa? Sejarah orang tua kita?

KEN AROK   
Bukan, tetapi sejarah negeri kita sendiri. Sejarah yang telah menulis kisah-kisah yang ada di negeri ini.

GENDON   
Sejarah negeri kita sendiri Indonesia?

KEN AROK       
Ya.
File Naskah Drama Remaja Melawan Kutukan :
 - File Tipe : Ms. Word

Semoga Naskah Drama Remaja Melawan Kutukan Karya Harwes ini bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas atau garapan dan kami ucapkan selamat berproses semoga dalam Proses kretif tidak ada kendala apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar