Jumat, 17 Juni 2011

Naskah Monolog Kunci Kontak Karya Yusef Muldiyana

Cuplikan Naskah Monolog Kunci Kontak
Anda jangan dulu menuduh bahwa Umi itu perempuan hitam, manusia negative. Dia menjadi pelacur selain karena kesulitan biaya campur hobi, tapi dia juga menolong para wanita dari ketakutan akan pemer**sa. Kalau pelacur tidak ada, para lelaki tak beristri atau bosan menyantap suguhan istrinya, mereka tak punya pelampiasan nafsu selain onani.  Maka dari itu frekwensi pemerkosaan akan kian bertambah. Seseorang mengatakan bahwa pelacuran itu ibarat selokan yang menyalurkan air yang busuk dari kota demi menjaga kesehatan warga kotanya. (BEAT) Bagi sebagian penduduk kota, dunia kepelacuran itu adalah sebuah momok atau virus ganas yang harus segera dibasmi. Malah disuatu kota dibuat PERDA tentang Undang-Undang anti pelacur. Beberapa kali media massa memberitakan tentang sejumlah perempuan yang ditangkap polisi karena diduga sebagai pelacur dengan ancaman sanksi yang telah diatur dalam Perda. Hukuman kurungan paling lama tiga bulan atau denda setingi-tingginya lima belas juta rupaih (BEAT). Gerah aku di dalam kardus terus. Aku ingin minum.

DIA KELUAR DARI KARDUS MENCARI DANAU

Aku teringat dia. “Di taman hatiku, sayap-sayap kerinduan menyambut bayanganmu. Lalu kita melangkah bersama menyusuri kebun kita sambil tak henti meluruskan titian-titian jalan yang bengkok.”

DARI ATAS LANGIT TURUNLAH SEPASANG BAJU PENGANTIN YANG LANTAS BERGELANTUNGAN DI DEPAN KARUNG-KARUNG YANG SUDAH BERGELANTUNGAN LEBIH DULU. MUSIK MELANTUNKAN GENDING.  TERDENGAR SUASANA PESTA.

Aku teringat hari perkawinanku. Lima tahun yang lalu. Kebahagian hanya berlangsung satu tahun. Tepat di hari ulang tahun perkawinan yang pertama, Mas Ganu suamiku tewas dibunuh oleh temannya yang sedang mabuk, hanya karena Mas Ganu sering menagih hutang padanya, Jurman si pemabuk itu menebas leher Mas Ganu dengan sebilah samurai. (BEAT) Waktu mendengar berita itu aku kaget dan kalap sehingga bayi yang masih berusia dua bulan itu jatuh dari pangkuanku, Mastia bayi itu meninggal hari itu juga. Aku menjerit sambil memeluk Nastia lalu aku tak sadarkan diri.

Download Naskah Monolog Kunci Kontak : Disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar