Sabtu, 25 Agustus 2012

Cerpen Cinta Romantis - Bintang Terindah Buat Lisa

BINTANG TERINDAH BUAT LISA
Karya Apriadi
 
Ku istirahatkan sejenak badanku setelah lelah bermain sepak bola di kursi dekat taman sekolah yang sangat sejuk, karena dinaungi oleh sebuah pohon besar. Dari sini aku dapat melihat keseluruhan SMA ku yang begitu indah dengan tanaman-tanaman yang hijau dan sejuk.

Namaku Rama, aku bersekolah di salah satu SMA di kotaku yang cukup terkenal. Hoby ku adalah melihat bintang-bintang ketika malam sehabis shalat Isa, dan itu sudah kulakukan semenjak tiga tahun yang silam. Entah apa penyebabnya, aku hanya merasa, apabila aku melihat bintang-bintang itu. Rasanya aku begitu tenang dan damai. Aku memang suka sendirian, tetapi terkadang aku juga selalu terpikirkan untuk memiliki seorang teman dekat ataupun sahabat yang berarti dalam hidup ku yang kosong ini.
Dalam lamunan ku, aku dikejutkan oleh suara seorang perempuan yang memanggil ku dengan panggilan “Kaka”
 

Perlahan kubuka mataku dan langsung melihat kearah nya. Dia adalah adik kelas ku yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu.
“ya ada perlu apa?” tanya ku singkat
Sepertinya dia sangat pemalu, dia hanya menundukan kepala sambil menyatukan kedua jari telunjuk kanan dan kirinya.
Akhirnya dia bicara juga. Dia ingin mengucapkan terima kasih kepadaku, karena aku telah menolong nya tadi pagi ketika motornya terserempet. padahal aku sudah lupa dengan kejadian itu. Setelah ku ucapkan “sama-sama” dia kemudian langsung pergi dengan cepat bersama teman nya. Aku tidak sempat menanyakan namanya.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, dia tidak pernah lagi menemui ku. Terkadang aku masih suka duduk di tempat itu, dan bermaksut bertemu lagi dengan nya. Tetapi ternyata dia tidak pernah muncul lagi. Lambat laun, aku sudah lupa seperti apa wajah nya. Yang aku ingat dia memiliki senyum yang sangat indah.
Aku merasa aneh dengan diriku, tidak biasanya aku seperti ini. Mungkin karena dia adalah adik kelas pertama yang menemuiku. Semoga suatu ketika aku bertemu lagi dengan nya.

Hari ini adalah acara ulang tahun sekolah, aku sebagai ketua dewan redaksi sekaligus wakil dari ketua osis, harus bekerja ekstra keras untuk hari ini. Pagi hari sebelum acara mulai kami harus menyapu lapangan yang akan dipakai untuk pertandingan futsal antar sekolah. Ketika acara dimulai, aku harus keliling untuk mengontrol kinerja para anggota redaksi.
“hei kamu, anggota redaksi” panggil ku pada seorang anggota redaksi pria yang hanya duduk-duduk sambil menggoda seorang wanita.
“iya kak, ada apa ya?”
“kau itu mau dikeluarkan dari anggota ya?” ancam ku padanya, dia sepontan meminta maaf, dan langsung bekerja. Rupanya masih ada satu orang anggota lagi yang enak-enakan minum.
“hei kamu anggota redaksi,kesini!” panggil ku pada salah seorang wanita yang menurutku wajah nya tidak asing. “iya kamu kesini!”

Dia sepertinya agak terkejut setelah ku panggil, setelah menghampiriku dia menundukan kepalanya.
“a,a, ada apa ka?” tanya nya. Sejenak aku teringat sesuatu,
“wah,,,,,,,, kamu wanita yang waktu itu ya? Hahahaha sudah lama aku mencari kamu” ups, sepertinya aku keceplosan. Waduh gawat ini.
“hah?” dia terlihat terkejut sekali “kenapa kaka mau mencari saya?”
“anu, itu,” aduh, aku bingung harus jawab apa, “itu, oh iya, aku mau menanyakan nama kamu, hahahaha, aku penasaran, makanya aku mau mencari kamu” yes aku dapat alasan
“oh itu, maaf ya ka, saya lupa bilang nama saya ke kaka” ucap nya sambil menundukan kepalanya.
Lisa, itu lah namanya. Seorang yang aku nantikan selama hampir beberapa bulan ini. Dan yang aneh nya, aku tidak tahu kenapa aku jadi ingin berkenalan dengan nya. Lagi pula ternyata dia juga anggota redaksi, kenapa aku tidak tahu itu ya? Ah biar saja, toh aku sudah bertemu dengan nya.

Lama setelah kami berkenalan, aku semakin sering menemui nya. Dan entah mulai kapan dia sudah tidak malu-malu lagi ketika berbicara kepadaku. Malah sebaliknya, dia suka sekali membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Beberapa minggu kemudian, aku merasa ada sesuatu yang aneh. Aku sering merasa bosan apabila melihat bintang, aku juga sering merasa jenuh apabila dirumah. Yang terpikir oleh ku adalah saat-saat bersama dengan Lisa.
“Itulah Cinta boy. Kamu harus sadar itu” kata Jefry memberitahu ku.
“ah masa?”
“Bah kamu ini boy, macam tidak kenal Cinta saja”
Kata-kata Jefry terus saja bernyanyi-nyanyi di kepalaku. Dan aku terus saja bertanya pada diriku sendiri di hadapan bayangan tubuh ku sendiri didepan cermin. “masa cinta?”
Lagi pula kalau menurut cerita Jefry, Lisa suka padaku. Biarlah ku serahkan kepada Allah apa yang akan terjadi setelah aku nyatakan perasaan ku ini.
Keesokan harinya. Aku ajak Lisa ke lapangan rumput hijau yang luas, sepanjang perjalanan aku sangat deg-degan rasanya. Lisa juga bertanya-tanya kepadaku, untuk apa dia dibawa kesini.
Perlahan ku pegang kedua tangan nya, dan kutarik nafas panjang.

Bismillahirrahmaanirrahiim.
“Lisa, Aku sayang sama kamu, aku sayang kamu karena Allah, maukah kamu menjadi bintang yang paling terang untuk ku? Untuk selama lamanya”
Sejenak keadaan menjadi sunyi, hanya deruh angin yang ku dengar. Aku begitu gugub dengan apa yang akan dia jawab. Rasanya kemarin malam aku sudah shalat tahajud dengan rakaat yang banyak, dan berdoa dengan rasa harap dan cemas. Kira kira doa ku apa dikabulkan tidak ya?

Lisa sejenak menatap mataku dengan dalam, aku kurang mengerti apa maksutnya. Aku masih menunggu. tiba-tiba dia tersenyum, dan mengangguk tanda setuju.
“TERIMA KASIH JEFRY........ eh salah ALHAMDULILLAH....” teriaku kegirangan.
“kaka, jangan teriak! Nanti kedengeran orang”
“nggak mau, kecuali kamu mau bilang sayang sama aku” pinta ku dengan manja padanya.
“Iya, iya kaka sayang, aku sayang kaka sampai terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus, untuk selamnya” ucap nya kemudian tersenyum.
“apa? aku tidak mendengar, coba ulangi sekali lagi” teriaku dari jauh
“aduh, aku sayang kaka sampai terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus dan terus, untuk selamnya”

"Terkadang bintang itu terang, dan terkadang bintang itu penuh dengan kabut awan.

Sekarang terang sudah bintang ku dalam hatinya. Bersemayam dengan singgasana cinta yang terindah. Cinta untuk selamnya, Bintang Terindah Buat Lisa"
“oh iya lisa, aku cinta kamu”
“iya iya, aku juga cinta kaka”
“apa? Aku tidak mendengar”
“budek...”
 
PROFIL PENULIS
Nama "Apriadi"
Cerpen ini kupersembahkan untuk Peni ku tercinta, kekasih ku.
Ini adalah cerpen pertama ku disini, semoga kalian suka

Baca juga Cerpen Cinta dan Cerpen Romantis yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar