Selasa, 29 Mei 2012

Cerpen Remaja - Bulan Tanpa Bintang

BULAN TANPA BINTANG
Oleh Pramitha

Panas teriknya matahari membuatku enggan keluar dari tempat persembunyianku. Aku berdiri di bawah pohon beringin sembari menunggu Alex yang menjemputku “ aduhhh kemana sih Alex , ga nongol-nongol juga” aku melihat jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 01.00, setengah jam kemudian Alex datang dengan motor bebeknya.” Alex kamu tu kemana ajha sihhh, aku sampe lumutan nungguin kamu tahu!!!!”kata ku kesal, Alex hanya nyengir saja” sori Sya,tadi si bebek mogok lagi,aku mesti bawa dia kebengkel dulu deh,,, sori dehhh lain kali pasti ga telat” Aku udah nebak kalau si bebek motor kesayangannya pasti mogok ” lain kali dari hongkong ,,, hampir setiap hari tuh motor kamu mogok mulu.. ganti apa,,,” aku benar-benar kesal dan bĂȘte “ iya lain kali, udah yukk nih pake” Alex memberi helm cupu itu kepadaku dan aku memakainya sembari mengoceh panjang lebar, saat membawa motor pun aku masih mengomelinya ” kenapasih motor kamu ini ga di pensiunin aja, , udah tua ,, kasian tahu . itu juga sama kaca mata kudamu, berapa kali aku harus bilang ganti, ganti udah ga jaman make kacamata kayak gitu,, “ Alex hanya manggut-manggut berusaha mndengarkan ocehan ku “ iya” hanya itu yang keluar dari mulutnya.

Sampai didepan pintu, Alex memanggilku” Tasya ,,, em,em kamu mau nggak bantu aku” kata Alex gugup, aku berbalik dan menatapnya tajam “ APA???” kataku jutek,masih kesal dengan kejadian tadi” udah donk marahnya .. ya deh besok aku ganti motornya janji ,suer deh. Jangan marah donk” aku memang tidak bisa membenci Alex,apa lagi marahan sama dia. Alex itu sahabat kecil ku yang selalu menemani aku disaat sedih maupun duka, tapi kadang Alex suka nyebelin sama seperti motor bebeknya yang selalu nyebelin suka mogok . Aku dan Alex beda sekolah ,tapi Alex selalu mengantar jemputku ke sekolah “ ga usah janji deh, karena kamu ga pernah megang janji kamu. Oke aku mau nolongi kamu, tapi apa masalahnya?” Alex muali menceritakannya ,kalau ia sedang suka dengan seseorang, aku memang sering mendengar Alex curhat tentang Sari –nama ewek itu- . Kali ini Alex ingin nembak Sari, namun ia ragu ” seperti saran aku tadi , ubah dulu tuh penampilan culun kamu ,,, baru nembak dia” kata ku ke Alex” tapi Sya, aku mau dia nerima aku apa adanya, bukan karena aku kaya ataupun karena aku cakep” ucapnya sok “ sombong,, selama kamu PDKT ma dia, dia nerima –nerima

aja tuh, nah sekarang kamu mau nembak harus dengan penampilan yang baru donk, supaya dia yakin kalau kamu serius sama dia” jelas ku panjang lebar ” emm,boleh juga sih,,, thanks yea buat sarannya , kamu tu sahabat baik ku yang paling pengertian” aku tersenyum bangga . Saat Alex sudah pergi dari rumah ku, ada perasaan yang ganjil sedari tadi,, sesuatu yang tak ku mengerti.

Ke esokan harinya Alex datang menjemputku,aku kaget melihat perubahan Alex. Dia sungguh tampak keren ,, rambut gondrongnya sudah dipotong pendek ,dan kacamatanya digantikan dengan lensa. Yang membuat ku sangat kaget adalah motor bebeknya yang sudah diganti dengan motor Ninjanya , yang selama ini tak pernah ia pakai “ woi kok bengong , udah ga usah takjub kayak gitu,, ketahuan banget ga pernah liat cowok tampan ya?” kata –kata Alex membuyarkan lamunanku “ enak aja, aku udah bosen liat cowok cakep” kataku sok . “ ya udah udah, yuk jalan .. oya motor aku jangan sampe lecet kamu naikin oke?” aku menjitak kepalanya, emangnya aku bego apa , cuaman naik motor beginian doang ga perlu ngelecetin motor kali. Kami pun berangkat bersama sampai di depan pintu gerbang sekolah ku banyak yang melihat kearah ku dan Alex, mungkin karena Alex yang tampan.

Saat Alex pergi Tata menghampiri ku “ sya , cowok baru ya,, gileee ganteng banget kenalin donk, nak mana sih? Kok aku ga pernah liat ?” tanyanya berturut turut membuat aku bingung harus jawab yang mana” satu-satu donk nanyaknya. Bukan masak sih kamu ga kenal dia,, ta. “ tanyaku balik dan itu membuat Tata tambah penasaran, kami berjalan menuju kelas “ hah, siapa sih aku ga kenal tuh” aku tertawa cekikikan “ hihi itu tu Alex, si kacamta kuda” jelas ku dan itu membuat Tata kaget ” haha, masak?, ah kamu bo’ong kan” tata tak percaya sama sekali, sejujurnya aku juga tak percaya tapi itu lah kentyataannya “ iya suer ngapain gue bohong “ Tata hanya manggut-manggut saja” gila dia kayak katak yang berubah jadi pangeran cakep banget, heh dah punya pacar belom tu si Alex” Tanya Tata yang kayaknya mempunyai niat buruk di balik pertanyaannya “ nah baru mau nembak sekarang, makanya dia berubah,, kalau ga mana mana mau tu kutu berubah penampilan kayak gitu. Itu tu atas saran aku loh” aku membanggakan diri “ oh, terus kamu ga cemburu?” Tanya Tata dan membuat aku kaget untuk yang kedua kalinya “ hah kenapa mesti cemburu justru aku itu seneng banget kalau dia mau berubah dan manu punya pacar” jelasku apa adanya “ tapi nanti sewaktu dia kebagi loh ma pacarnya, mungkin juga dia ga bisa nganter atau jemput kamu lagi sya, kamu ga takut?” aku berpirkir sejenak lalu menjawabnya “ yeah kalau masalah antar jemput sih ga masalah asal dia ga lupa ma aku ajha , udah yuk cepet udah bel nii” aku pun mempercepat langkahku yang juga di ikuti Tata. Di kelas aku masih memikirkan perkataan Tata, apa aku cemburu, rasanya tak mungkin . Seperti biasa aku menunggu Alex di bawah pohon beringin, namun alex tak kunjung datang hampir sejam aku menunggunya, karena tak datang-datang juga aku puan pulang naik angkot. Sesampainya dirumah aku langsung menuju rumah aAlex, namun kata tante Ratna, Alex belum pulang, lalu kemana Alex? . aku pulang kerumah dengan hati kecewa, apakah ini yang aku takuti, Alex yang pergi meninggalkan ku.

Paginya aku sengaja berangkat lebih pagi tampa menunggu Alex, dengan kesal kutaruh tas ku dimeja. Tata melihatku dengan aneh” heh kenapa?,muka kok ditekuk gitu. Pagi-pagi udah sewot ” aku tak menggubris perkataan Tata. Selama pelajaran aku benar-benar tak konsen pikiranku selalu tertuju pada Alex. Siangnnya saat pulang sekolah ada mobil yang menghampiriku, aku berhenti dan melihat siapa di dalamnya. Seseorang keluar dari mobil tersebut ” Alex” kataku kaget , Alex hanya tersenyum saja . Kemudian dari pintu samping keluar seorang cewek cantik, Alex datang menghampiriku. Aku mundur kebelakang dan berusaha tersenyum “ hai lex, ngapain?” tanyaku acuh. Alex meringis mendengarnya” aku mau jemput kamu , tapi sebelum pulang kita makan dulu yuk,, oya Sya kenalin ini Sari pacar aku” Sari mengulurkan tangannya aku pun membalasnya dengan perasaan campur aduk ” sori lex aku ngga bisa ,mesti pulang cepet” Kataku mengelak” Ikut aja kak, nanti aku antar kok, kita kan bisa makan bareng kak,supaya lebih kenal lagi” kata Sari cewek Alex “ ya Sya, ini tu sebagai tanda maaf aku karena aku ga bisa nganter kamu tadi, sama kemarin ga bisa jemput kamu juga” ,aku tersenyum kikuk ” oh kamu inget toh,ku kira kamu lupa. “ aku benar-benar kehilangan kata-kata” Sya,ayolah” dasar ngga tahu apa kalau aku bnar-benar marah padanya . Namun akhirnya aku menerima ajakannya juga.

Di mobil,Sari banyak bercerita tentang ia dan keluarganya, sesekali Alex mengusap rambut Sari, dan itu membuat dada ku sesak. Aku membuang muka , “ Sya , kamu masih marah ya? Sya maafin aku ya Sya, jujur kemarin tu aku pulang bareng sama Sari.” Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Alex. Benar kata Tata, suatu saat nanti Alex akan pergi darimu Sya. “ udah lah lex, ga pa-pa kok, oya Sari jagain Alex ya, soalnya Alex itu rada-rada bawel” Sari tersenyum kearah ku, aku merasa senyum itu menandakan bahwa ia lebih tahu tantang Alex kebanding aku. Saat makan pun , Alex yang biasanya suka banyak bicara kini hanya diam saja dan memandang Sari tak henti-hentinya. Aku tak suka dengan suasana ini. Pulangnya aku naik taksi , aku ngga sanggup berada di dekat Alex. Aku berbohong kalau aku akan kerumah Tata, saat itu Alex bersikeras ingin mengantarnya , namun Sari mencegahnya” lex, mungkin kak Tasya ada tugas yang harus dikerjakan. Sebenarnya aku juga ingin mengantar kakak tapi aku harus buru-buru pulang karena mama papa ku datang dari luar negeri kak, maaf ya kak. Yuk lex.” Sari menarik tangan Alex, aku berbalik dan tak menghiraukan Alex sedikit pun.

Sampai di rumah , aku lihat Alex berdiri di teras rumah ku ” ngapain?” tanyaku ketus ” kamu masih marah ya, kamu kenapa sih. Sejak kemarin berubah, telephone ngga diangkat, sms ga di bales. Kalau ada masalah cerita donk Sya?” aku menatapnya tajam tak tahu apa bahwa penyabab masalah itu dirinya. “ ngga jalan – jalan sama Sari?” tanyaku menyindir “ Sya kamu berbah, apa gara- gara aku ga jemput kamu kemarin ? “ aku diam saja, bukan, bukan itu aku pun tak tahu apa penyebabnya kata ku dalam hati . “ ya ampun Sya , kamu berubah hanya masalah kecil begitu saja kamu marah. Kamu harus mandiri dong Sya” yang selama ini ngga mandiri itu siapa bukanya dia , huh aku mendengus kesal kesabaran ku sudah mulai habis. “ bukan, dan aku bukan anak kecil lagi yang tak bisa pulang sendiri. Kamu tahu itu jadi jangan pernah mengangap ku seperti itu lagi. Lebih baik kamu pergi sana aku sudah tak butuh dirimu lagi, dan jangan pernah muncul dihadapan ku lagi” Alex tercengan mendengar kata-kata ku itu “ sya ka- kamu serius sya, tadi itu aku hanya ingin tahu kenapa kamu diam saja” aku tak peduli lagi ” huh aku nggak peduli, kamu sudah punya Sari, jadi sekarang kamu pergi saja dang ngga usah antar jemput aku lagi” kali ini Alex juga sudah tak bisa memendam kemarahannya “ baik ,kalau itu yang kamu mau Sya, persahabatan kita berakhir sampai disini dan satu lagi kamu jangan pernah menyalahkan Sari karena kesalahanmu yang egois itu. Kamu berubah Sya, aku tak tahu kenapa tapi aku merasa jauh dengan Tasya ku” Alex berbalik dan meninggalkan ku yang masih menatap punggungnya.

Aku masuk kekamar dengan perasaan kacau, sedih. “ kamu yang berubah Alex, kamu bukan Alexku lagi dan mungkin ini lebih baik lex. Karena aku tak ingin sesuatu yang seharusnya tak pernah tumbuh di hatiku ini akan menganggu mu lex” kataku lirih aku menangis dalam diam. Aku tahu, aku sangat sayang kepada sahabatku itu, melebihi rasa sayang ku terhadap diriku sendiri. Keosokan harinya aku berangkat denagn mata sembab, Tata melihatku dan perihatin, kemarin aku cerita tentang semuanya , termasuk perasaan yang tak sepantasnya tumbuh di hatiku ini “ sya, yang sabar ya, kamu harus kuat dong sya, kamu bisa tampa Alex” aku mengangguk lemah inilah keputusan yang aku ambil jadi aku harus bisa melewatinya. Seminggu telah berlalu dan aku tak pernah bertemu dengan Alex lagi, kabar yang terakhir ku dengar Alex sering pulang bareng Sari. Tentu saja Alex punya Sari yang selalu ada untuknya dan aku sudah dilupakannya.

Dulu Alex dan aku pernah mengikat janji bahwa Alex akan menjadi bintang untuk menemani bulan yang sedirian, namun kini bintang itu telah pergi. Walaupun ada bintang-bintang yang lain namun tak ada yang seterang bintang Alex. Aku berjalan menunduk sama sekali tak memperhatikan sekelilingku , dan aku menabrak seseorang. “ aduh, heh kalau jalan liat-liat dong cantik-cantik kok buta” aku segera mengangkat kepalaku dan melihat wajah itu, wajah seorang cowok yang sepertinya sedang dalam masalah karena tampangnya kacau ” maaf kamu ngga apa-apa kan ?” Tanyaku panik “ ga . ga pa-pa lain kali jalan pakai kaki jangan pakai mata” aku tersenyum masam. Semenjak kejadian itu aku dekat dengannya, cowok itu bernama topan, dia siswa pembangunan tempat Alex sekolah. Topan kenal Alex, tapi Alex tak mengenalnya” gue tahu Alex pacarnya Sari kan cewek manja nan cantik itu” aku mengernyitkan dahi mandengar perkataannya. “ oh. Jadi mereka pasangan yang terkenalya” aku mebayangkan Alex bak pangeran dan Sari sebagai putrinya, itu sungguh menyakitkan “ yah, Alex sekarang cowok popular , tapi tak sepopuler aku. Hehehe” Topan memang pandai menghangatkan suasana.

Suatu ketika Alex melihat aku dengan Topan,dan tapannya itu sungguh menyakitkan .Hampir setiap hari aku pulang diantar Topan , tapi Topan tak bisa sering-sering mengantarku karena iya harus cek-up ke dokter. Alex yang melihatku diantar Topan langsung menghadangku ” kamu pulang bareng cowok berandal itu?” tanyanya sinis ” bukan urusan mu dan jangan pernah mengatai Topan dengan cowok berandal,karena kamu tak kenal dia” kataku marah ” kamu tak tahu siapa Topan sya, Topan itu tukang rusuh disekolahku” kata- kata Alex malembut, aku mendesah pasrah ” aku tahu, dan aku tak peduli sudahlah lex aku capek jadi kamu pergi saja” aku meninggalkan Alex di depan teras dan masuk kekamar. Hatiku terasa sakit menatapnya, aku harus kuat,aku tak mau terlihat lemah di mata Alex.

Semua cepat berlalu, hingga aku jadian dengan Topan, namun hari-kehari keadaan Topan memburuk, Topan tak pernah mau member tahu aku tentang penyakit yang dideritanya, hingga suatu hari aku tak sengaja melihatnya dirumah sakit dan menguping pembicaraanya dengan dokter” Topan, kamu harus lebih banyak istirahat, lihat keadaan mu, penyakit kamu sudah menggerogoti sebagian tubuhmu , maaf Topan kalau saya harus mengatakan ini, kemungkinan besarn waktumu tinggal 1 bulan lagi, tapi itu semua tergantung kamu saja, “ aku terkejut apakah penyakit Topan sangat parah” dok, saya hanya bisa pasrah saja kan? saya sadar dok penyakit busuk ini tak akan bisa disembuhkan kan dok. Terimakasih atas bantuan dokter selama ini” ucapnya lirih.Topan keluar dari ruangan itu dengan wajah sedih. Aku berdiri dihadapannya dengan tatapan penuh tanda Tanya. Topan terkejut ” kamu, kamu ngapain disini?” aku memeluknya, benar-benar memeluknya sepenuh hati ” Topan kamu ga boleh bohong lagi sama aku, aku sudah dengar semuanya, jadi kuharap kamu jujur Topan?” kataku mendesak, hingga Topan pun mau bercerita tentang penyakitnya. Aku tercengang mendengarnya ternyata Topan sudah lama menderita penyakit HIV AIDS, “ jadi sekarang kamu sudah tahu semuanya ,kamu boleh meninggalkan aku sya, aku ngga pantas buat kamu” aku sedih mendegar itu “Topan , aku ngga akan ninggalin kamu sendirian, kamu ngga boleh ngomong kayak gitu, aku terima kamu apa adanya” kata ku tulus ” bohong , aku tahu kamu hanya mencintai sahabatmu itu Alex, aku dapat merasakannya sya , kamu tak mempunyai perasaan sedikitpun terhadapku” aku sungguh-sungguh tak mampu berkata-kata lagi” i-iya, tapi itu dulu, dan sekarang beda, walau rasa cinta belum tumbuh di hatiku tapi aku yakin aku bisa mencintaimu dengan sepenuh hatiku. “ aku benar-benar ingin belajar mencintai Topan “ sya, aku tak kecewa dengan perasaan mu, tapi aku harap kamu jangan memaksakannya, karena rasa cinta itu tumbuh dari hati bukan karena paksaan sya. Seberapa besar pun usaha kamu, kalau itu tidak disertai hati tak akan bisa sya, sudahlah aku tak pantas untuk mu . hidupku tak lama lagi sya jadi jaga dirimu baik-baik ya” aku mengis sungguh aku merasa bersalah terhadap Topan , selama ini Topan sangat baik ,tak pantasakah Topan mendapatkan cinta yang tulus Tuhan?,Topan mengantarku pulang, sampai didepan ruahku ku peluk Topan seerat-eratnya, aku tak ingin kehilangan teman sebaik topan “ Topan boleh kah , aku menemani hari-harimu sampai kau menutup mata?” aku mengucapkannya sambil berpelukan kulihat Topan mengangguk. Tak jauh dari tempat itu Alex malihat kejadian itu dengan terluka, kini ia tahu tak ada kesempatan lagi baginya.

Setelah kejadian itu aku menghabiskan waktuku bersama Topan , dan mengurus Topan walau hati ini kadang sangat merindukan Alexku. Di pantai aku dan topan bermain sepuasnya,”sya makasih ya kamu udah baik banganget selama ini,, sya aku saying kamu aku sangat mencintaimu. Terimakasih atas perhatianmu selama ini” ucapnya lirih, aku mendengarnya dengan perasaan sedih “ Topan , aku selalu ada untuk kamu” dan saat itulah Topan menghembuskan nafas terakhirnya ,aku menangis sekeras-kerasnya” Topan, Topan,, kamu jangan pergi Topannnn , aku saying kamu Topan, hiks, hiks” aku manguncang-guncang bahu Topan , namun Topan tak bergeming. Seseorang mehampiriku dan berdiri dihadapanku , aku mendongak masih tetap merangkul Topan. Alex, alex yang datang menenangkan ku” Alex, topan .Topan sudah tiada Alex. Hiks,hiks, Alex, aku tak mau kehilangan Topan …” aku menangis didalam pelukan Alex” yang sabar ya, sya aku selalu ada disisimu” kata alekx menenangkan setelah itu mayat Topan dibawa kerumahnya.Disaat pemakaman aku menangis , sedih dan merasa kehilangan” alex, aku saying Topan lex” ” Aku tahu, aku tak mau melihat mu menangis sya, jangan menangis aku sudah tahu semuanya dari Topan , dan tentang penyakitnya juga , jadi kamu harus kuat, karena topan juga sayang sama kamu sya” air mata ini tak bisa berhenti,setelah acara pemakaman Topan selesai aku pulang bareng alex” sya, kita makan dulu ya?, dari kemarin kamu belum makan” aku mengagguk kecil. Aku tak nafsu makan ,jadi makanan itu hanya kutatap saja. Bayang-bayang topan masih menghantuiku. Selama itu juga Alex selalu berada disisiku.

Sebulan telah berlalu , aku kembali menjadi Tasya yang ceria walau hati ini masih meniggalkan luka, dan selama sebulan ini hubunganku dengan alex kembali seperti dulu, namun aku tahu ada yang berubah dari sikap Alex, sudah lama ia putus dengan Sari, karena sikap manja Sari yang membuat Alex lelah. Pagi hari yang cerah Alex mengajakku ke pantai, semenjak kejadian itu aku takut kepantai karena itu akan mengingatkan ku dengan Topan, tapi karena Alex bersikeras aku pun pergi. “ sya, kamu masih mencintai topan?” pertayaan Alex membuatku bingung sekaligus ragu untuk menjawab” rasa itu masih ada sampai sekarang lex, dan tak akan pernah hilang , karena Topansudah ada dihatiku lex, dan topan salah satu bintang berharga ku” aku menjawab mantap, alex mendesah “ sya, aku mau jujur sama kamu, kalau kamu itu bulanku satu-satunya. Aku sayang kamu sya ,aku tak mau melihat kamu bersedih, sya apa aku boleh tahu siapa bintang yang paling terang dihatimu?” aku menatap mata bulat itu, dan mengangguk” kamu, kamu bintang hatiku Alex, kamu selamanya bintang hatiku” Alex tersenyum dan merangkulku erat, walau kata cinta tak terucap ctapi aku tahu alex mencintaiku dngan sepenuh hati, dan aku yakin Alex akan menjagaku” aku tak kan membiarkan sang bulan sendirian, Topan kini aku melampauimu, aku akan menjaga Tasya selamanya, karena aku mencintainya, biarkan Tasya bersamaku” tat kala bintang senja yang kulihat dipantai itu mengerling. Aku terharu mendengar perkataan alex. Kini bulan tak akan sendiri lagi, banyak bintang yang akan menemaninya , terutama bintang hatinya “ alex” aku pun menatap sunset dengan tersenyum senang. Alex merangkul bahuku dan mengecup rambutku di bawah lembayung senja. Di tempat yang dulu membuatku kehilangan seseotang kini membuatku menemukan bintangku kembali.
THE END

PROFIL PENULIS
Nama: Pramitha Agustina
Lahir: 14 Agustus 1996
Umur: 15th
Status: Pelajar di SMA N 4 SINGARAJA
Hobby: membaca novel komik, cerpen dan menulis
Facebook : tha cie kudho

Baca juga Cerpen Remaja yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar