Jumat, 29 Juni 2012

Cerpen Cinta Romantis - Penyesalan

PENYESALAN
Karya Harist Irwinsyah
 
Seperti Biasa Setiap tahun ajaran baru. bagi para siswa dan siswi baru, Biasanya melakukan kegiatan rutin setiap tahunnya yaitu MOS atau Orientasi Pendidikan.
Semua hari yang kujalani biasa saja sambil terus mencari teman dan pangalaman baru.
***

di Hari Kedua Masuk Sekolah...
Pelajaran pun mulai berlangsung seperti biasanya dan para siswa memulai kegiatan belajar.
Tiba-tiba saja konsentrasi ku dan siswa lainnya terhenti sejenak ketika terdengar suara ketukan pintu berbunyi ,
Ternyata wakil kepala sekolah kami, beserta seorang cewek yang belum pernah aku dan teman-temanku kenal sebelumnya.
Pada saat itu wakil kepala sekolah kami berbicara di hadapan kami semua
“anak – anak, di kelas kalian ini ada siswi baru. Seharusnya ia masuk sekolah sama di hari pertama kalian masuk. tapi berhubung karena ada keperluan Keluarga di singapura, maka ia menunda jadwal pertama masuk sekolah…”
 
Setelah pak guru menjelaskan perihal cewek baru itu, kemudian pak guru menyuruh anak itu untuk memperkenalkan dirinya. Memang terlihat dari wajah gadis itu ada sedikit keraguan, tapi akhirnya dia bersuara juga. Dia kemudian langsung memperkenalkan diri kepada kami semua,
“ Nama saya Evii, saya berasal dari SMP Bhakti Persada. Senang berkenalan dengan kalian semua…” setelah dia memperkenalkan diri, kemudian wakil kepala sekolah kami menyuruh

dia untuk duduk di bangku yang masih kosong.
kebetulan saat itu bangku yang kosong ada di depan meja aku ….
Saat itu juga cewek cantik itu langsung duduk di depan mejaku.
senang banget rasanya cewek secantik dia itu langsung dihadapan ku. Tapi aku gak boleh lama-lama mengagumi dia, karna aku harus ngelanjutin pelajaran yang sempat tertunda tadi.
***

Sekarang waktunya istirahat dan sekarang juga saatnya aku untuk berkenalan dengan dia, supaya lebih dekat ….
Aku mulai bertanya padanya, “ hayyy….nama kamu Evii ya???? Kalau boleh tau rumah kamu di mana sih???”, saat itu dia diam saja.
Tapi beberapa lama kemudian dia kemudian menjawab, “ Rumah ku deket kok dari sini,kebetulan aku juga baru pindah….jadi aku lupa nama jalannya itu apa, tapi seingat aku,, di dekat masjid yang warna hijau itu deh kayaknya…”

Dalam hati ku berpikir….masjid yang warna hijau itu kan adanya di sebelah gang rumahku, berarti rumah dia deket donk dengan rumah ku...
kemudian aku balik jawab, “ jalan itu namanya gang Lestari, berarti deket donk dengan rumah ku???. Kalau begitu kita pulang bareng yuk???
Dia kemudian langsung meng-iyakan ajakan ku,,
* * *

Bel tanda pulang sudah berbunyi, aku sudah tidak sabar untuk bisa pulang bareng dia. Kami keluar dari kelas bersama-sama. Setelah ku perhatiin dia orangnya pendiam juga. Sampailah kami di gerbang sekolah, aku memintanya untuk menunggu di gerbang itu dan kemudian aku mengambil motor yg ku parkir tidak jauh dari kantin sekolah.
* * *

Hampir satu tahun berlalu semenjak hari itu. Hubungan pertemanan kami juga semakin akrab.
Tapi yang anehnya dia hanya mau berteman dan dekat denganku. Padahal dia tau, banyak juga cowok di sekolah ini yang mengaguminya…tapi sepertinya dia tidak peduli, malah dia menjauhi mereka semua dan Cuma mau berteman denganku. Tapi tidak apa-apa…yang penting dia tetap dekat denganku.

Tapi lama-kelamaan timbul rasa aneh yang paling aku takuti..
aku gak mau sampai rasa itu timbul padaku. Tapi kusadari, aku tak bisa menolaknya. Ternyata aku menyukai Evii !!
Oh tuhan….kenapa rasa itu sampai terjadi dan menimpaku?. Tapi untungnya aku bisa menutupinya dari Evii karena aku tidak mau berharap lebih darinya.

Dia begitu sempurna bagiku…bagaimana tidak sempurna?? Dia cantik, baik, dan kaya.
Dia baik aja denganku aku sudah bahagia….tapi menurutku dia begitu perhatian dengan ku. Dia selalu membantuku jika aku dalam kesulitan, atau selalu menanyakan apakah aku sudah makan atau belum. dia perhatian banget. Dalam hatiku slalu bertanya :
“ jangan-jangan dia juga menyukaiku..?? tapi itu kayaknya mustahil banget”.
* * *

Hari ini praktek olahraga. Semua orang di kelasku termasuk aku sudah berada di lapangan. Tapi aku lupa membawa air mineral untuk persediaan nanti, Terpaksa aku balik lagi ke kelas.
Sesampainya di kelas, aku melihat Evii duduk di bangkunya sendirian.

Aku bertanya dalam hati, Evi kok nggak ikut olahraga?.
Akh daripada penasaran, mendingan ku tanyain langsung aja,
“ Vii, kamu kok gak ikut olahraga? Kamu lagi sakit ya?”.
Saat itu juga dia langsung menjawab, “ gak koq, aku Cuma gak enak badan aja”

Duh….kasiannya lihat Evii, dengan rasa penasaran aku langsung menempelkan telapak tangan ku di dahinya, dan sontak saja aku terkejut. Badannya panas banget!!!. Aku bilang padanya supaya di bawa ke ruang UKS saja tapi dia menolak.
Walaupun begitu, tetap saja aku akan memberitahukan ini ke petugas UKS sekolah kami. Ketika aku akan pergi, dia menarik tanganku dan mendekatkanku ke wajahnya.
“ Sudah…gak usah khawatir, aku baik-baik aja kok kamu tenang aja..”

waw….wajahnya deket banget dengan wajahku,,langsung saja aku deg-degan..
tapi segera ku lepaskan tangannya. Tapi sepertinya di menolak karna dia tetap menggenggam tanganku.
“ Rist…ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu…tapi aku takut kamu bakalan menolaknya” terdengar suaranya ragu-ragu…
tapi segera ku menjawab, “memangnya apa yang ingin kamu katakan, Vii”.

Dia terdiam sejenak, tapi akhirnya dia melanjutkan ucapannya,
“ sebenarnya dari dulu aku menyukai kamu, sebelum aku memasuki sekolah ini. Aku sudah melihat kamu lebih dulu. Saat aku dan papaku berjalan-jalan di sekitar daerah ini untuk mencari lokasi rumah baru, aku melihat kamu sedang bercanda bersama temanmu di sebuah warung.
Ntah knapa rasanya aku langsung tertarik padamu. Aku tanyakan kepada orang di sekitar tentang kamu, ternyata kamu sebaya denganku dan baru saja tamat SMP juga.


Begitu aku tau kamu sudah mendaftar diri di sekolah ini, aku langsung meminta ijin pada papaku untuk segera mendaftarkanku di sekolah ini juga.
Sebenarnya papaku tidak mengijinkannya karena aku baru saja akan didaftarkan di sekolah yang bertaraf internasional

Tapi akhirnya papaku menuruti keinginanku, dan kamu tau kanapa aku memaksa untuk tetap bersekolah disini ??
Karena aku ingin mengenalmu lebih dekat Ris,..
aku ingin kamu dan aku pada akhirnya bisa selalu bersama.
Dan akhirnya keinginanku terkabul.
Tapi aku tidak tau pasti kamu mau menerimaku atau tidak Ris.

Yang pasti ku sudah berkata jujur padamu karena sudah dari dulu perasaan ini aku pendam.
“Riski….aku mau kamu berkata jujur padaku, kamu mau enggak,menerima aku jadi pacarmu ??”,
pertanyaan Evii saat itu membuat aku terkejut, mengapa tidak dari dulu aku mengaguminya dan ternyata dia diam-diam juga menyukaiku!!!!
Astaga,, Ternyata pengorbanannya cukup besar juga untukku..

Beberapa saat kemudian dengan sedikit malu-malu,karena baru pertama kalinya aku di tembak sama cewek, aku langsung menjawab,
“aku tidak menyangka akan jadinya begini, tapi tahukah kamu Vii, dari dulu juga aku sudah menyukaimu…
dan aku juga Ingin menjadi pacarmu…”…

Pernyataan itu membuat Evii terkejut.
Dia langsung bertanya “ kamu yakin dengan jawabanmu itu?”.
“ ya, aku sangat yakin” ku langsung menjawab pertanyaannya.

Saat itu juga dia menangis terharu, dan langsung memelukku dan Sepertinya dia sudah melupakan rasa sakitnya.
Namun, saat itu juga ku melepaskan pelukannya karena aku harus melanjutkan olahragaku yang sempat tertunda tadi. Tapi, sebelum aku pergi aku memaksanya untuk tetap pergi keruang UKS.

Mungkin karena saking senangnya, dia langsung menuruti perintahku.
“ hati-hati ya sayang olahraganya”….dia mengatakannya padaku.
Dengan tersenyum ku juga menjawab, “ ya sayank, cepat sembuh juga ya, jangan lupa minum obat”,
* * *

Sudah sebulan kami jadian dan belum ada satupun dari temen-teman kami yang mengetahuinya. Tapi itu memang ku sengaja karena ku tahu Evii adalah cewek yg amat populer di sekolahku.
Sebenarnya Evii ingin semua orang mengetahui tentang hubungan ini, tapi aku menolaknya, ntar aku malah di benci teman-temanku karena ku sudah mengambil hatinya cewek idaman mereka,
***

Tapi, sepertinya ada yang disembunyikan Evii dariku. aku tidak tau itu apa.
Aku tidak mau berprasangka buruk dulu padanya, karena ku tau, Evii adalah cewek yang setia. Dia amat menyayangiku. Jadi, tidak mungkin dia mengkhianati hubungan kami.

Suatu saat, aku memergoki Evii sedang membaca selembar Surat, tapi begitu mengetahui kedatanganku, di langsung menyembunyikannya. Aku berusaha memaksanya untuk melihat, tapi dia menolak. Saat itulah kecurigaan ku berawal…
***

Sebulan kemudian, Evii pergi selama dua minggu dan dia tidak memberitahukan kemana kepergiannya itu kepadaku. Sebagai pacar, aku seperti mulai merasa tidak di hargai.
Masa’ dia pergi selama itu tidak memberitahuku?
Saat itulah ku mulai jenuh dengannya.
Dan disaat kepulangannya, dia langsung mendatangi rumahku,
dia langsung bertanya, “kamu koq gak menghubungi aku beberapa hari ini?”,
disaat itu juga ku langsung menjawab, “ Apah..? gak salah?? Kayaknya kamu yang kayak gitu dech. Kemana aja kamu dua minggu terakhir ? kenapa kamu gak kasih kabar ke aku? aku ini kan pacar kamu!!!”

Dia terdiam sejenak dan sepertinya tidak menjawab pertanyaanku. Melihat responnya seperti itu, aku langsung mengatakan padanya,
“kamu gak berani menjawab kan??”
“bukan gitu yank.. aku per-gi ke-….” Dengan terbata-bata dia menjawabnya
dan ku langsung memotong pembicaraannya, “sudah jelas kan semua??
Menjawab itu saja kamu ketakutan, berarti dugaanku selama ini benar, kamu Selingkuh !!!
yaudahlah gini aja, mulai hari ini kita putus !!!”
Begitu mendengar keputusanku, dia langsung menjawab,
“kok secepat itu keputusan kamu?? ini semua bisa aku jelaskan…”,
“alaahhhh,, gak ada yang perlu kamu jelaskan lagi, semuanya kan sudah jelas, mulai sekarang, anggap saja kita gak ada hubungan apa-apa…”.
Di saat mendengar ucapanku, ku lihat dia menangis!!!

Dia langsung berkata,
“kalau memang ini keputusanmu, ku terima. Tapi kamu harus tahu, tidak ada cowok lain selain kamu. Aku bukan cewek seperti yang kamu bayangkan. Di dalam hati ini aku tulus mencintai kamu, Ris. Terimakasih karena kamu sempat menjadi orang yang istimewa di hidupku., aku tidak akan pernah melupakanmu…..”

itulah kata-kata terakhir yang ku dengar dari mulut Evii. Setelah mengucapkan kata-kata itu, dia langsung pergi meninggalkanku….
tapi dalam hati yang paling dalam sebenarnya aku tidak ingin perpisahan ini sampai terjadi…

***
Hari-hari di sekolah terasa tidak istimewa lagi setelah kejadian itu.
Memang, setelah Evii datang ke rumahku dan menemuiku waktu itu, dia tidak pernah datang ke sekolah lagi. Namun aku sudah tidak memperdulikannya lagi.

***
Setelah seminggu kemudian, di kelasku sedang konsentrasinya melihat guru menjelaskan pelajaran di depan kelas. Namun terhenti sejenak saat kepala sekolahku datang, sepertinya ada sesuatu yang ingin di beritahukannya.
Kepala sekolah kami dengan raut wajah serius dan seperti tidak percaya, akhirnya memberitahukan sesuatu yang pada akhirnya sulit untuk ku percaya…
”anak-anak, di sekolah kita tercinta ini, kita semua baru saja kehilangan murid sekaligus teman kalian. Dia di panggil yang maha Kuasa tadi malam… EVI SEPTIANI.
Dia menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumah sakit Singapore sesa’at setelah menjalani operasi atas penyakit yang di deritanya, yaitu kanker otak.
Marilah kita semua berdoa, Semoga arwahnya diterima di sisi tuhan yang maha kuasa…”

Setelah mendengar ucapan dari Bapak kepala sekolah, sepertinya dunia ini berhenti berputar.
aku gak percaya dengan kenyataan ini …
ternyata dia menyembunyikan ini dari ku tentang penyakitnya !!

Sepulang sekolah, ku berlari menuju rumahnya…
terlihat ada banyak orang di sana dan juga sebuah karangan bunga menandakan bahwa ada yang berduka cita di sana.

Tanpa menunggu lama lagi, ku langsung memasuki rumahnya dan….
astaga….. ku melihat Evii terbaring di sana !!!.
Batin ini menjerit….dan masih tidak terima atas kenyataan ini.

Ku langsung menghampiri jasadnya…terlihat wajahnya kaku namun tersenyum seperti memberi isyarat bahwa dia bahagia di sana….
tapi ku masih belum menerima kenyataan ini !!!

Oh tuhan…kenapa ini semua begitu cepat terjadi?? Ku masih mencintai dia
tapi dia begitu cepat meninggalkanku.

Disaat ku larut dalam tangisan, terasa pundakku di tepuk. Setelah menoleh ke belakang, aku melihat seorang cowok yang sepertinya masih SMP memberi isyarat bahwa dia ingin berbicara padaku.

Aku pun mengikutinya ke sebuah kamar yang ternyata itu adalah kamar Evi. Di sana aku melihat fotoku tetap menghiasi dinding Kamarnya….
ternyata tidak ku sangka, walaupun aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya, dia tetap mencintaiku..

oh tuhan…betapa jahatnya diriku memutuskannya di saat dia membutuhkanku….

Ku lihat cowok yang ternyata adiknya Evii itu memberikan sebuah surat padaku. Dia mengatakan sebelum kakaknya itu menghembuskan nafasnya yang terakhir…
dia menyuruh adiknya untuk memberikan surat itu padaku.


Dan setelah ku buka, ku langsung menangis sesedih dan sakitnya aku ketika ku baca isinya.
Dia menuliskan:

“ Dear Risky….

Ketika kamu membaca surat ini, berarti aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Maaf jika aku menyembunyikan semua ini darimu…
aku tidak mau kamu terus memikirkan ku.
Ketika kamu melihat aku menyembunyikan sebuah kertas,karena sebenarnya itu adalah Surat mengenai penyakit ku…

aku tidak mau kau sampai mengetahui semuanya…
dan ketika aku tidak memberitahukan kepergianku waktu itu,
karena aku tidak ingin kamu mengkhawatirkanku karena di saat itu aku ingin menjalankan operasiku yang ketiga..
aku memang mengidap penyakit kanker otak…
aku tidak ingin kamu mengetahui penyakitku yang sebenarnya karena ku takut kamu tidak mau menerimaku dan malah meninggalkanku.
Ketahuilah Riss,….kamu begitu berarti bagiku. Aku tidak mau sampai mengecewakanmu…dan aku tidak mau sampai kehilangan kamu..
tapi perpisahan itu telah terjadi,,,sebenarnya hatiku hancur saat itu semua terjadi..
tapi aku harus bisa menerimanya jika itu dapat membuatmu bahagia.

Walaupun aku sudah tidak di dunia ini lagi, tapi aku akan tetap mencintaimu dan tetap memperhatikanmu di sana.
Mohon jangan tangisi kepergianku karena itu akan membuat hatiku sakit dan tidak tega meninggalkanmu…..
Aku akan tetap selalu ada di hatimu dan selalu menjagamu……
Kau yang terindah…

dari Yang mencintaimu,
Evi Septiani.

***


Tangisanku tak bisa di bendung lagi ketika membaca surat itu.
Ternyata aku telah salah menilainya….
kesetiaannya yang begitu kuat tapi aku malah meragukannya…
cintanya begitu besar untukku tapi aku membalas dengan malah menyakitinya.

Maafkan aku Vii….
aku sangat menyesal karena telah berburuk sangka padamu.
Tapi ku lakuin itu karena aku sangat sayang padamu, ku gak mau kamu meninggalkanku dan pergi dengan yang lain…tapi semuanya telah terlambat…
aku tak bisa berbuat apa-apa lagi…
yang bisa kulakukan hanya menangis dan terus menangis…

***
Aku ikut mengantarkan Evi di tempat peristirahatannya yang terakhir.
Walaupun air mata ini terus mengalir, tapi aku harus ikhlas melepaskannya. Mungkin hanya surga tempat yang pantas buat orang sebaik dia…

Selamat jalan Evi…
aku akan tetap mengenangmu meskipun kita telah berpisah,,,
namun hati ini masih untukmu…
di setiap do’aku akan kuselipkan namamu…
agar tuhan tahu bahwa kau orang yang paling berarti dalam hidupku...
… Miss you…

* * *
 
PROFIL PENULIS
Nama : Harist Irwinsyah
Pekerjaan : Mahasiswa di Akademi BSI Bekasi
FB : www.facebook.com/akharistpartII
Twitter : @ak_harist
Atau Bisa juga Liat cerpen ini yg sudah saya posting di FB saya dgn alamat :
http://www.facebook.com/notes/ak-harist-part-ii/penyesalan-/361516137249259

Baca juga Cerpen Sedih, Cerpen Romantis dan Cerpen Cinta yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar