Minggu, 29 April 2012

Cerpen Cinta " GRACIA"

GRACIA
Cerpen Widi Soethawijasa

Aku mengenal Gracia di sebuah tempat yang tidak pantas untuk menjalin cinta, setidaknya itu kata Gracia. Tapi bagiku jalinan cinta bisa dimana saja, tempat hanya titik bertemuanya dua insan yang sama memiliki rasa yang disebut cinta.

Malam minggu di penghujung bulan November kami berjumpa,,,dari bertatap mata,lempar nama sampai akhirnya berpelukan larut di lantai dansa.

Tanpa kata aku cinta kamu, aku dan Gracia sama - sama merasa sudah saling jatuh cinta,malam berganti pagi,aku antar Gracia ke kost salah satu temannya,,,Gracia memanggilnya si Bibir,,,wajar saja dipanggil si Bibir karena memang memiliki kelebihan di bibirnya...he,,,,he...

Malamnya aku dan Gracia sepakat untuk melanjutkan petualangan, aku jemput Gracia jam 9 malam menuju daerah kota untuk menghabiskan minggu malam berdua. Benar saja,,,aku dan Gracia sama - sama larut dengan hingar bingar lampu dan house music yang membuat perasaan makin menggelora. Jam 2 pagi aku dan Gracia meninggalkan aula dansa menuju hotel transit di tengah Jakarta.


Aku dan Gracia sepakat untuk merajut kehidupan rumah tangga,,,,tidak mudah memang mewujudkannya,suku,budaya,agama dan status kami berbeda. Banyak orang bilang ke kami " hari gini " masih mempermasalahkan perbedaan itu. Aku dan Gracia mencari solusi untuk mengatasinya. Gracia mencoba meyakinkan ke keluarganya,terutama kepada kedua orangtuanya sampai akhirnya kedua orangtuanya sepakat tidak mempermasalahkan suku,budaya dan agama, semua dikembalikan ke aku dan Gracia yang akan menjalaninya, ada satu hal yang belum disampaikan ke orangtua Gracia mengenai statusku yang duda anak satu.

Saking cintanya, Gracia sangat possesive,,,apa yang aku lakukan harus dilaporkan ke Gracia.Suatu hari aku dan Gracia janjian di Citos, sebelum ke Citos aku ketemu dengan teman lamaku,,sebut saja Ela,,,dari namanya sudah ketahuan kan kalu dia seorang wanita. Karena lama tidak bertemu aku dan Ela terlalu asyik menceritakan kejadian - kejadian yang lucu, pekerjaan sampai cerita romantis.Ditengah asyiknya bercerita,,,hp ku yang kebetulan di charge di samping Ela berdering dan lantunan lagu " On the Floor " milik J-Lo terdengar. Ela melihat screen HPku,,,"GRACIA Call". Dari sinilah awal aku dan Gracia ribut, Gracia menuduh aku selingkuh dengan Ela,aku coba jelaskan lewat telepon tapi Gracia tambah marah dan akhirnya aku samperin Gracia ke Citos ternyata Gracia sudah pulang. Gracia minta aku ke rumah Gracia dan membuktikan kalau aku tidak selingkuh dengan Ela. Sesampainya di rumah Gracia aku disambut dengan umpatan - umpatan yang sangat kasar menurut aku. Aku ajak Gracia ke cafe tempat aku dan Gracia nongkrong. Aku jelaskan pertemuanku dan siapa Ela..Aku kira Gracia bisa menerima penjelasanku,,,tiba - tiba brrrrrrrruuuuurrr ...orange juice menyiram muka dan dadaku. Kesal,marah, malu dan emosi bercampur aduk saat itu...aku antar pulang Gracia ke rumahnya. Sepanjang jalan aku berpikir dan memutuskan kalau setelah kejadian ini aku putuskan hubungan dengan Gracia. Belum selesai aku bergumul dengan pikiranku tiba - tiba...plaggggggg.....tangan Gracia mendarat di pipiku. Tanpa berpamitan aku tinggal Gracia di depan gerbang rumahnya.

Setelah kejadian itu, aku dan Gracia tidak ada komunikasi, sampai akhirnya Gracia BBM aku, dia bilang menyesal dan minta maaf atas kejadian seminggu yang lalu. Aku maafkan Gracia tapi aku tidak mau menerima Gracia sebagai kekasihku apalagi calon istriku. Gracia mengancamku kalau sampai Gracia hamil, aku harus tanggung jawab,,senjata inilah yang selalu dipakai Gracia.

Beda pendapat, cemburu , possesive dan pertengkaran demi pertengkaran selalu mewarnai hubunganku dengan Grace. Untuk refresh aku dan Gracia liburan ke Bali, bukan kesan manis yang didapat, aku dan Gracia malah memindahkan lokasi pertengkaran dari Jakarta ke Bali. Pulang dari Bali, aku dan Gracia bertengkar lagi....kali ini aku sudah tidak sanggup lagi dan akhirnya aku putuskan lagi hubunganku dengan Gracia. SMS, telepon, BBM tidak pernah aku pedulikan, sampai akhirnya Gracia pergi dari Jakarta dan entah dimana sekarang Gracia berada. Hanya satu kata yang ingin aku bilang GRACIAs...

Baca juga Cerpen Cinta yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar