Selasa, 03 April 2012

Cerpen Cinta Terbaru - Penantian dan Harapan

PENANTIAN DAN HARAPAN 
Cerpen Rhindy Marfiyanti

Teriknya mentari tak menyuluhkan semangatku untuk mencari dia sang belahan jiwaku. Ku telusuri kota ini ku tanyakan kepada semua orang di pinggir jalan dimana rumahnya . Hari pertama nihil tak menemukan informasi satu pun yang ku dapatkan tentang keberadaan dirinya tapi aku tak kan pernah surut semangatku untuk tetap mencari keberadaan dirinya.

Esoknya aku mencoba mencari dirinya tak jua menemukan informasi tentang keberadaan dirinya sampai akhirnya ku cari informasi di salah satu teman dekatnya . Dan teman dekatnya tahu di mana keberadaan dia sekarang ketika ku dengar pernyataan itu hatiku serasa bahagia dan riang sekali . Saat itu juga aku pergi ke rumahnya di perjalanan menuju rumahya ku berdo’a semoga saja dia tak melupakan aku dan dia belum jadi milik orang lain .

Sesampainya disana ku ketok pintu rumahnya secara perlahan . Pintu itu terbuka dan ada seorang wanita yang cantik dan anggun berdiri di depanku . Cari siapa mas, “sapa wanita itu dengan lemah gemulai”, saya mencari pemilik rumah ini, “jawabku”. Oh saya sendiri pak silahkan masuk, silahkan duduk pak, “kata wanita itu dengan senyuman yang manis”. Oh tuhan apakah dia shinta dambaan hatiku apakah aku hanya mimpi ku terpesona melihat wanita itu dia anggun dan sangat sempurna bagi aku .

Pak ada keperluan apa mencari saya, “sahut waita itu”, Shinta apa kamu tidak mengenali saya, saya ini Dika temen SMP kamu waktu dulu, “jawabku sambil menaruh harap agar dia tak melupakan aku”. Dika…..temenku SMP tunggu aku ingat-ingat dulu, “sahut Shinta”, ku berharap semoga ia ingat denganku lama aku menanti jawabanya sampai akhirnya , oh….. aku ingat kamu Dika yang waktu dulu suka membantu aku bila ada seseorang yang sedang mengganggu aku , lama ya kita tak berjumpa dan terima kasih dulu kamu sudah banyak menolong aku , aku tak mungkin melupakan kamu bagi aku kamu adalah malaikat hidupku, “jawab Shinta”.

Mendengarkan jawaban dari Shinta hatiku senang sekali ternyata dia ingat kepadaku dan juga dia menganggap aku adalah pahlawan baginya sekarang apakah Shinta menaruh hati padaku atau tidak . Shin….. tujuanku kesini sebenernya ingin mengungkapkan perasaan yang lama sekali aku pendam, “kataku dengan hati yang tak karuan”, perasaan apa, “jawabnya”. Sebenarnya aku malu mau mengatakan semua ini tapi aku tak bisa memendam semuanya, sebenarnya aku….. aku……aku….. jatuh cinta padamu sejak waktu kita duduk di bangku kelas 1 SMP tapi aku tak berani mengungkapkanya ku coba untuk melupakanmu tapi aku tak bisa ku terus memikirkanmu , kamu tidak marahkan mungkin semua ini tak pantas diucapkan karna ku tahu kamu pasti sudah dimiliki oleh orang lain mungkin orang itu lebih sempurna dari pada aku, “jawabku sembari menaruh harapan kalau dia merespon kata-kataku dengan baik”.

Dika…. Maaf aku juga suka sama kamu tapi hanya sebatas teman akrab saja tidak lebih dan aku juga shok mendengar semua perkataanmu itu aku tak tau kalau kamu menaruh perasaan padaku aku jadi merasa bersalah dan asalkan kamu tahu ya aku ini belum menikah aku ini masih single, “jawabnya”. Aku sedih mendengarkan jawaban dari Shinta tapi disisih lain aku juga senang ternyata Shinta masih single. Shin maaf sebenarnya aku juga ingin melupakan kamu tapi aku tak bisa setiap aku mencoba untuk melupakanmu akhirnya aku malah makin cinta padamu, “jawabku”. Sekarang saya Tanya sama kamu emangnya kamu masih sendiri toch koq bilang seperti itu sama saya, “tanyanya”. Sekarang aku bingung mau menjawab bagaimana jika aku bilang kalau aku sudah menikah nantinya Shinta menjauh dariku karna dia tak mau mengganggu hubunganku jika aku bilang belum menikah nantinya Shinta akan marah dan benci padaku sekarang aku harus jawab bagaimana ku coba untuk berfikir sejenak, Shin sebenernya aku ini sudah menikah tapi aku serius sama kamu aku ingin kita ini bersatu dalam satu ikatan janji suci jujur aku ingin sekali memilikimu dan menjadi pendamping hidupmu, “jawabku.

Shinta hanya terdiam membisu ku harap Shinta tidak marah kepadaku atau benci kepadaku . Shin kenapa denganmu apa kamu marah denganku, “tanyaku”, aku tak tahu aku juga bingung tapi kalau begini ceritanya kamu lupakan aku saja dan kamu bersama istri dan anak-anak mu pasti kamu lebih bahagia dari pada dengan ku, “jawabnya”. Aku termenung dan pulang dengan keadaan yang galau aku bingung harus bagaimana tapi ku tak menyerah ku tetap berharap agar dia jadi miliku seutuhnya .

Esoknya ku datang kembali ke rumahnya untuk sampainya di sana Shinta menyambutku dengan ramah dan anggun. Shin kemarin kamu tidak marah denganku, “tanyaku dengan penuh harapan”. Shinta hanya terdiam saja aku jadi semakin bersalah kepadanya mungkin karena ucapanku kemarin Shinta jadi ilfil padaku. Selang waktu kemudian Shinta tersenyum padaku hal ini sangat membuatku bingung . Kenapa Shinta tersenyum padaku apa dia tidak marah padaku atau hanya memberiku senyuman terakhir, “tanyaku dalam hati”.

Dik……, kenapa aku harus marah padamu kamu itu tidak punya salah kepadaku, sebenarnya tadi malam aku merenungi semua ucapanmu kemarin dan aku sudah punya jawaban untuk kamu tentang pertanyaanmu itu, “jawabnya dengan senyum manisnya itu yang membuatku terjatuh pilu”. Apa jawabanya Shin aku jadi deg…deg….kan nich, “jawabku dengan riang dan penuh harapan semoga Shinta menerimaku untuk jadi pendamping hidupnya”. Dik setelah aku pikir-pikir sebenarnya aku juga suka sama kamu bukan sebagai teman akrab saja tapi lebih dari itu yaitu jadi pendamping hidupku untuk selamanya, “jawabnya”. Mendengar jawaban dari Shinta aku merasa hidupku sangat sempurna dan tak akan ku lupakan dalam hidupku.

Aku bersyukur kepada tuhan akhirnya Shinta menerima ku juga tak ada lagi beban dalam hidupku semuanya karena Shinta cinta pertamaku yang dulu sempat hilang kembali lagi kepadaku membawa cerita yang tak ingin ku lupakan dalam hidupku . Walau sesungguhnya ada permintaan shinta yang tak mungkin aku lakukan . Shinta memintaku untuk menceraikan istriku tapi aku tak bisa karena sesungguhnya aku juga sangat mencintai istriku dan anak-anak ku tapi saat itu aku menyetujui permintaan Shinta.

Hari demi hari ku lalui dengan menjalin hubungan dengan Shinta tanpa sepengatahuan istriku . Sampai suatu ketika Shinta bilang kepadaku bahwa ingin mengakhiri hubungan ini saja karena baginya harapan untuk bersamaku sangat tipis dan dia tak ingin menyakiti hati istri dan anak ku . Saat itu aku tetap meyakinkan Shinta untuk tetap bersamaku aku tak ingin berpisah dengan Shinta . Aku sangat mencintainya dan ingin menjadikan shinta istriku

Tapi semakin lama Shinta terus menjauhi aku , aku bingung dengan keadaan ini mengapa Shinta menjauhi aku. Padahal aku sangat mencintainya dan ingin menjadikan dia pendamping hidupku. Sampai akhirnya aku ajak Shinta ketemuan awalnya Shinta menolak tapi aku terus memaksa dan akhirnya Shinta menerima ajakanku . Shin kenapa kamu menghindar sama aku “tanyaku”, Sebenarnya aku tak ingin menjauhi kamu tapi keadaan yang memisahkan kita aku gak bisa terus bersamamu aku gak mau membuat kamu berpisah dengan keluarga-keluarga kamu yang kamu sayangi maafin aku dik tapi aku tak bisa meneruskan hubungan ini kita berakhir sampai di sini saja lupakan aku dan kembalilah ke keluarga yang menyayangimu seutuhnya “jawab Shinta”.

Mendengar jawaban dari Shinta ku tak bisa omong apapun aku sangat sedih aku terpukul . Sejak itu aku tak bertemu Shinta lagi aku coba datang kerumahnya tapi Shinta sudah pindah keluar kota . Aku mencoba melupakan Shinta tapi aku tak bisa ku sangat terpukul sampai aku sadar ku tak bisa selamanya seperti ini aku mempunyai keluarga yang menyayangiku . Sebenarnya aku juga sayang kepada keluargaku aku harus bisa melupakan Shinta .

Hari demi hari aku lewati dan akhirnya aku bisa melupakan Shinta dan bahagia dengan keluargaku ini.

PROFIL PENULIS
Nama : Rindi marfiyanti
Alamat : Tuban, Jawa Timur
Sekolah : SMK Negeri 2 Tuban
Alt. Fb : laurin_4ever@ymail.com

Baca juga Cerpen Cinta yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar