Selasa, 10 Juli 2012

Cerpen Cinta - Bukan Dia Tapi Aku

BUKAN DIA,TAPI AKU
Karya Pramitha

Sesaat kupandangi wajah indah itu, dengan rambut lurus tergerai dan sepasang mata indah tersebut sedang berjalan kemari. Sudah lama aku memperhatikannya,sejak kami memasuki sekolah yang sama, dan sejak kami sekelas, aku terus memperhatikanya. Aku menyukainya sangat menyukainya, namun ak tak berani mengungkapkan perasaan ku terhadapnya, jadi selama ini perasaanku kusimpan rapat-rapat. Ketika dia melewatiku dia menyapaku
” hai lang” aku tersenyum gerogi
”hai kinar” , suaranya yang merdu membuatku terbang ke awan.

Aku berjalan kekelas dengan langkah riang
” woi, yaelah, pagi - pagi udah senyum senyum sendiri, kesambet setan apa loe lang?” suara Roni mengagetkanku saja. Roni murid baru disekolah ini, baru1 minggu yang lalu dia masuk kesini, dan dia adalah sahabat kecilku dulu.
” Siapa yang senyum senyum, ? gue lagi ketawa dodol” kataku jutek.
“ huh, lagi pms ya loe?, judes banget. Eh lang gue mau nanyak donk?” kata temanku itu
“ nanyak apaan?”
“ em, cewek tadi namanya siapa sih? Cantik banget” aku mengernyitkan dahi
“ yang barusan lewat depan loe” katanya menjelaskan
“ oh, itu Kinar , kenapa loe naksir?” kataku berusaha setenang mungkin
“ iya, gue jatuh cinta pada pandangan pertama “ aku tersenyum masam mendenganr perkataan teman ku itu.
“ oh” kataku ringan
“ kok cuman oh sih, gue liat loe deket ma tu cewek,“
“ terus?” aku berusaha mengabaikan perkataan Roni .
“ jadi loe mesti bantu gue donk “ katanya mendesak
“ bantu apaan?” tanyaku pura-pura bingung
“ yah bantu comblangin gue ma dia, ayolah lang loe kan sohib gue , masak loe ngga mau bantu temen loe sendiri” ucapnya merayuku. Aku terdiam mendengarnya, apa aku bisa mebantu sahabatku itu, karena aku juga menyukai gadis itu.
“ woi, kok diem sih, loe ngga mau bantuin gue ya?, atau loe juga suka sama tu cewek?” pertanyaan itu membuatku kaget, haruskah aku menjawab dengan jujur kalau aku juga menyukainya
” eh, eng, engga kok , gue ngga suka , masalah pencomblangan loe gue pikirin nanti, soalnya gue lagi sibuk , udah dulu ya, gue dulduan “ ucapku menjauhi temanku itu.

Aku duduk di bangkuku sambil termenung, mengingant percakapanku tadi dengan Roni. Apa aku harus membantunya? Tanyaku dalam hati. Tiba – tiba seseorang dudk disampingku
“ ngelamun aja, siang siang ngga boleh bengong loh, ntar kemasukan jin, hehe” suara tawa itu membuyarkan lamunanku. Kini gadis yang sedang aku pikirkan duduk disampingku.
“ kenapa sih loe? , gue perhatiin dari tadi loe diem mulu . ada masalah ya lang?” Tanya sesil perhatian
“ ngga gue cuman lagi bingun aja, bentar lagi kan ada Pensi di sekolah kita, dan gue selaku ketua osis mesti ngurus semuanya, yah rasanya ribet juga jadi ketua osis” ucapku setengah berbohong
“ yah, sabar aja lah lang, oya lang tadi dikantin , gue ketemu sama Roni, katanya loe sahabat kecilnya ya? Kok loe ngga pernah cerita ?” perkataan Kinar membuatku kaget, Kinar kenal dengan Roni.
“ oh, itu ya gue memang sahabatnya samapai sekarang pun masih sahabatan. Loe kok bias kenal dengan Roni sih , kenal dimana?” tanyaku heran , dan dia tersenyum , senyuman yang tak akan pernah aku lupakan. Senyuman yang mampu membuat hatiku berdesir.
“ em tadi kenalan di kantin, memang kenapa?”

Ternyata Roni serius ingin mendekati Kinar, “ oh ngga , cuman nanyak aja. “ aku meringis mendengar perkataanku sendiri . betapa bodohnya aku ini.
“ lang, ntar sepulang sekolah ada sosialisasi ya?” tanyanya mengubah topikpembicaran, sepertinya ia tahu kalau aku tak terlalu suka, membicarakan Roni.
“ iya, tentang HIV/AIDS. “ ku rasa ini percakapan yang tak berbobot, kenapa suasananya jadi serba janggung begini . mungkin aku harus keluar. Aku beranjak pergi meninggalkannya
“ em, kinar gue keluar dulu ya “ kataku dan pergi meninggalkannya. Kinar mengangguk , walaupun sudah jauh darinya hatiku masih bergetar. Sudah lama aku memendam perasaan ini, akankah aku mengungkapkan perasaan ini, dimana ada seseorang yang juga menyukainya, dan akau tak ingin menyakiti perasaan sahabatku itu. Lalu aku harus bagaimana? Tanyaku frustasi. Aku berjalan lunglai tak menentu, saat bel berbunyi kulangkahkan kakiku menuju kelas , dan kulihat Kinar sedang tersenyum ke arah Roni, untuk apa Roni disini ?. aku memasuki kelas , dan Roni menghadangku .” gue, akan berusaha , jadi loe bantu gue ya lang” bisiknya . Aku hanya tersenyum masam , jadi kini aku sebagai makcomblang sahabatku sendiri. Aku menatap Kinar yang tersenyum kearahku dan Roni .
“ bye Kinar samapai ketemu nanti?” katanya, dan jelas saja membuatku bingung, mau kemana mereka? Tanyaku dalam hati . Aku duduk kembali dibangku ku,dan kulihat Rei teman sebangkuku sedang serius membaca buku.
“ gue lihat si Roni itu suka sama si Kinar,loe ngga takut kalau Kinar jadi ceweknya Roni?” perkataan Rei membuatku bingung.
“ maksud loe?” Rei tersenyum dan menatapku tajam, sedangkan bukunya ditaruh kembali
“ langit, langit , orang gila aja tahu kalau loe itu suka sama Kinar, loe sering curi curi pandang kearah Kinar , dan gue tahu itu karena gue duduk didekat elo Langit, dan sekarang loe punya saingan yaitu sahabat loe sendiri , Roni . “ perkatan Rei jelas membuatku bungkam seribu bahasa.
“ yah, loe bener gue suka sama Kinar, tapi gue ga tega nyakitin perasaan Roni, dia shabat gue dari kecil Rei, dia udah gue anggap saudara gue sendiri.” Ucapku frustasi
“ dan loe biarin hati loe hancur berkeping- keping, loe nyakitin diri loe sendiri lang, tapi itu semua terserah loe sih, mana yang terbaik buat loe dan sahabt loe itu “ Rei kembali membaca bukunya, sedangkan aku merenungi perkataannya. Benar apa yang dikatakan Rei, aku tak mungkin menyakiti hatiku ini, tapi aku juga tak bisa menyakiti perasaan sahabatku sendiri.
Sampai dirumah aku langsung tidur, aku tak mengikuti kegiatan sosialisasi di sekolah , karena tiba- tiba saja kepalaku sakit. Aku membaca sms dari Kinar dan Roni : Kinar “ Lang, loe ngga ikut sosialisasi,? Kemana loe?, anak anak Osis pada nyariin loe tu “ aku tersenyum masam membaca sms itu, aku malas menbalasnya jadi kubiarkan saja, dan kali ini sms dari Roni “ lang , ntar gue mau ngajakin Kinar makan, jadi loe mesti ngasik tahu gue apa makanan favorite Kinar, oke !!!” aku bingung harus membalas apa, berkali kali Roni mengirirmiku sms , menanyakan hal yang sama. Dengan terpaksa aku memberitahu makanan kesukaan Kinar. Kinar suka makan martabak telor , aku ingat betul karena dulu ia pernah bercerita tentang makanan favoritenya,sewaktu kami makan bersama anak anak osis. Sepertinya aku sudah mengambil keputusan , dengan memberikan peluang kepada Roni untuk mendekati Kinar. Tapi hatiku ini terasa sakit, sakit sekali membayangkan Kinar dan Roni.

Keesokan harinya di sekolah Kinar menghampiriku “ lang , kemarin loe kok ngga ngebales sms gue sih , anak- anak pada nyariin loe tahu, kan loe Ketua OSIS. “ aku nyengir masam mendengar perkataan Kinar .
“ eh , di tanyak kok malah diem “ aku tergagap , harus menjawab apa .
“ hm, yah kemarin tiba- tiba aja kepalaku sakit, oya kata Roni kemarin kamu makan sama dia , gimana seru?” aku berusaha mengalihkan topik.
“ yah biasa aja , kami makan di warung pinggir jalan, makanan disana enak banget, sehabis makan Roni beliin gue martabak, dia tahu aja kesukaan gue” katnya riang, sepertinya Kinar menyukai Roni, hatiku skit mendengarnya.
“ oh, seru donk” balasku seadanya
“ ya, diteraktir sih seru- seru aja, oya lang , ntar anak anak osis mau makan bareng di cafĂ© tampat kita makan dulu, loe ikut kan?” aku mengernyit , kenapa tak ada yang memberi tahunya kemarin, dasar mentang mentang kemarin ia tak ikut sosialisasi , ia di lupakan .
“ kok gue ngga di kasik tahu sih ,emang siapa yang punya rencana ini?” tanyaku heran
“ Rei, kan udah gue yang ngasik tahu, hehehe” Kinar tertawa, dan lagi lagi aku terhipnotis oleh tawa yang renyah dan merdu itu.
“ lang , langit prasetyo” ucapnya, dan membuatku kembali sadar di kehidupan nyata ini.
“ oh , yah, apa?” kataku bingung, dan dia tersenyum.
“ loe ngelamun lagi, akhir- akhir ini loe sering ngelamun, lagi ada masalah ya?”
“ ngga , ada apa apa kok, mungkin gara -gara kecapean doank , oya masalah makan makan , gue ngga ikut, lain kali aja yah. “ kataku dan meninggalkan Kinar yang terpaku bengong menatapku.

Di perpustakaan aku bertemu dengan Rei “ Rei, loe kok ngga bilang bilang sih kalau ada acara makan – makan, “ kataku kesal
“ ah , loe gitu aja marah, yah kemarin gue lupa ngasik tahu loe, habis loe keburu pulang sih. Acaranya ini , atas usulan teman teman yang laen jadi , gue sebagai wakilnya hanya menyetujuinya saja” aku mendengus kesal, yang ketua osis siapa sih , aku atau Rei.
“ yah udah deh, gue ngga ikut, masih banyak kerjaan , oya bilang sama anak – anak , kalau besok kita rapat osis membahas tentang Pensi yang akan di adakan 2 bulan lagi “ kataku kepada Rei
“ oek boss, bener nie loe ngga ikut makan makan , kan Kinar ikut nek” kata Rei mulai menjailiku , aku tersenyum mengejek
“ soryy, gue lagi sibuk and , ngga ada waktu , jadi nikmati aja walau tampa ad ague “ Rei tertawa mendengar perkataan ku .
“ hahaha sok sibuk loe” aku pergi meninggalkanya, dan menuju ruang osis, hari ini aku ingin menyendiri duli di ruang osis.
Senja telah berganti malam , aku masih duduk di pinggir pantai, hari ini aku pergi mengeluarkan semua kemarahanku, kekesalanku terhadap diriku ini. Betapa bodohnya aku ini. Tadi Roni kembali mengajak Kinar jalan , dan ia menanyakan semua kesukaan Kinar. Aku heran kenapa aku mau saja memberitahu semua tentang Kinar. Padahal aku sangat menyukai Kinar. Tapi aku malah mencomblangkannya dengan Roni. Aku teringat akan kebersamaanku dulu bersama Kinar, dulu aku sangat dekat dengannya , kami selalu bersama karena kami sekelas dan aku selalu mencuri curi pandang kearahnya, semenjak Roni datang semua berubah, aku merasa bahwa aku telah menjaga jarak terhadapnya, kini aku menjauhinya. Bukan karena kemauanku , tapi karena aku tak ingin menyakiti mereka.

Sudahlah, aku tak ingin memikirkannya lagi, jadi kubiarkan saja seperti ini, dan selamanya begini. Lang kerumah, esok aku akan menyapa sang mentari dengan senyuman.
“ yang bener Lang, loe mau bantu gue?” aku hanya tersenyum
“ iya, buktinya gue selalu ngasik tahu apa kesukaan Kinar kan, jadi gue putusin gue akan bantuin loe. Tapi dengan satu syarat”
“ apa?” tanyanya semangat
“ loe mesti jaga dia baik-baik sayangi dia dan jangan sekali kali loe sakitin dia , karena dia adalah gadis yang rapuh” aku tertawa dalah hati, betapa malangnya diriku ini.
“ loe tenang aja gue bakal jaga dia dari kata sakit hati, karena gue sayang banget sama dia “ aku menepuk bahu sahabatku itu, dan pergi dari situ.

Selama ini aku memendam perasaanku ini, seharusnya aku memberanikan diri mengungkapkannya, tapi kini aku malah memberikan kesempatan kepada orang lain. Seseorang menepuk bahuku dan membuatku kaget .
“ hei ,ngelamun lagi?” katanya. Aku menoleh dan menatap sepasang mata yang jernih sedang memandangiku dengan keheranan.
“ salah loe, kenpa nemuin gue pas lagi ngelamun, hehe” kataku bercanda
“ nah gitu donk ketawa, gue kangen liat senyum loe tahu hehe” aku terpaku menatapnya , kata- kata itu membuatku bungkam. Seketika twaku lenyap.
“ hemm, gitu ya. Oya nanti akan diadakan rapat Pensi, jadi jangan telat. Gue pergi du lu “ aku meninggalkannya dengan hati terluka, apakah kamu menyukaiku Kinar?, atau kau menyukai Roni ? , tanyaku dalam hati.
Rapat pensi terlaksana dengan baik, dan aku memasukakan Roni sebagai sie kegiatan bersama Kinar, sedangkan aku sebagai sie pengumpul dana bersama Rei. Semua sudah terbagi sesuai dengan tugasnya, jadi kini hanya tinggal melaksanakan tugas tersebut. Ini adalah terakhirkalinya aku menjabat sebagai ketua osis, dan melaksanakan kegiatan ini untukyang terakhir sebelum kami para siswa kelas XII digantikan, aku berharap kegiatan ini akan berjalan sukses.

Semenjak pembagian tugas, aku jarang bertemu Kinar dan Roni, aku sengaja menempatkan Kinar dan Roni dalam satu kelompok. Saat aku hendak masuk keruang osis tak sengaja aku mendengar percakapan Roni dengan Rei .
“ Rei , akhir - akhir ini gue jarang ketemu langit, kemana ya tu anak?”

Jelas lah dia kan lagi sibuk nyarik dana buat Pensi, memang loe mau apa nyarik dia?” kata rei ketus, sepertinya Rei tak pernah suka dengan Roni.
“ bukannya loe juga satu kelompok sama Langit, tapi kenapa loe ngga ikut dia. Gue cuman mau bilangmakasih aja sama dia, soalny berkat dia gue bisa deket sama Kinar , and rencananya gue mau minta tolong sama dia ,saat ulang tahun Kinar gue mau nembak dia “
“ terselah loe deh, yang jelas gue sama Langit itu punya tugas masing - masing walau kami satu kelompok , dan masalah Kinar loe mestinya usaha sendiri, udah cukup loe minta tolong sama Langit.” Kata kata Rei membuat Langit berfikir lagi,
“Rei loe bener banget, tapi semua udah terlamabat .” uacapnya lirih

Dilihatnya Rei meninggalkan Roni yang kaget mendengar perkataan Rei. “ kenapa sih tu anak, kelihatannya ngga suka banget sama gue. ?” tanyanya pada diri sendiri. Saat itulah akau masuk.
“ hai, Ron , ngapain loe disini?” tanyaku sewajarnya.
“ gue nyariin loe lagi, kemana aja sih loe akhir akhir ini?, sibuk mulu. Kinar juga nanyain loe, katanya mau ada yang ditanyain masalah kegiatan yang bakal kita adain”
“ oh, gue lagi nyarik donator nih, yah loe tahulah giama susahnya nyarik donator untuk acara ini, tapi untunglah gue udah dapet “ Roni menganguk angguk.
“ eh Lang, minggu depan ulang tahun Kinar gue berencana nembak dia, loe mau bantu gue kan.?, gue pengin nyiapain rencana yang sepesial di hari ulang tahunnya.”
Aku hanaya mengangguk, “ hem yah, gue bantu loe”
“ thanks ya sob, loe memang sahabat terbaik gue” Roni memelukku, dan aku hanya bisa merasakan kepedihan hatiku ini.

Rencana yang telah dipersiapkannya dengan matang , saat ulang tahun Kinar telah selesai, sejenak masalah Pensi terlupakan, aku sibuk membantu Roni, sedangkan Rei selalu megomeliku dengan kata -katanya yang menyakitkan itu .
“ loe itu bego, apa gila sih, loe membantu sahabat loe sendiri untuk nembak cewe yang loe sukai, dimana sahabat loe itu juga suka. Kenapa sih kalian mesti mencitai cewe yang sama?” katanya berulang ulang
“ kalau itu yang loe tanyain gue ngga tahu, karena hati gue pun ngga tahu alasannya.” Aku tersenyum mendengar jawabanku sendiri, betapa tegarnya hatiku ini.

Tiba saatnya ulang tahun Kinar, aku dan Rei berangkat bersama,” loe serius mau membantu Roni , nembak Kinar, loe ngga takut sakit hati?”
“ gue serius, lagian kan belum pasti Kinar bakal nerima Roni.”
“ gimana kalau dia nerima, apa loe ngga kecewa?”
“ berarti kinar bukan jodoh gue, dan mungkin gue sesekali gue kecewa, tapi berkali,kali gue bahagia buat dia” ucapku mantap, dan rei pun berhenti bertanya.
“ sampai di rumah Kinar kulihat Roni sedang berdiri disampingnya, dan Kinar tersenyum kearahku dan Rei, dia terlihat cantik dengan gaun putihnya itu. “ hai Kinar, selamatya, nih” aku menyerahkan kadoku kepadanya.
“ makasih ya , lang, thanks udah ateng “ aku mengangguk , kutatap Roni disampingnya mengerling kearahku,
Aku dan Rei bergabung dengan teman, teman yang lainnya. Setelah acara tiup lilin dan potong kue, saat itulah Roni berdiri diatas panggung membawa setangkai bunga mawar merah dan bunga mawar putih. “ perhatian semuanya, dihari yang berbahagia ini, gue Roni Sebastian ingin membawakan sebuah puisi untuk Kinar Kinandhayani,” riuh tepuk tangan menggema, aku hanya bisa tersenyum,itu puisi yang aku buat untuk kinar, puisi yang dibacakan Roni.
“ ketika ku menatap sepasang mata jernih itu,
Ingin rasanya ku menjadi air matanya,
Ketika ku melihat senyum indahnya ,
Ingin rasanya ku membuatnya tersenyum setiap hari ,
Dan ketiku ku melihat kekosongan dihatinya,

Ingin rasanya aku mengisi hati yang kosong itu”
“ Kinar kinandhayani, bolehkah aku mengisi kekosongan hatimu itu?” semua yang ada diruangan itu terdiam , menunggu jawaban Kinar, karena lama menunggu Roni menghampiri Kinar yang berdiri disampingku, dan menyatakn perasaanya
“ Kinar, would you be my girl friend?” banyak yang mengatakn terima, untuk Kinar. Kinar menatapku sejenak dan aku hanya bisa mengangguk pasrah. Pada akhirnya Kinar akan memilih Roni disbanding aku, kataku pada diri sendiri, dan ternyata benar, Kinar menerima Roni menjadi pacarnya, suara tepuk tangan mengisi hari bahagia itu, sedangkan aku, meratapi pahitnya sakit hati ini. Setelah acara selesai aku pergi , meninggalkan pesta yang meriah itu, cukup sampai disini aku melihat Kinar dan Roni, dan cukup sampai disini perasaanku terhadap Kinar. Aku tak ingin merasakan sakit seperti ini lagi dan biarlah semua mengalir seperti sungai.

Setelah pesta ulang tahun Kinar , aku kembali sibuk dengan kegiatan Pensi yang tinggal sebulan lagi, saat membaca semua persiapan yang akan dilaksanakan, Kinar datang aku terdiam berusaha menekuni bacaanku itu.
“ hai lang,” sapanya, aku tersenyum membalas” hai”
“ akhir-akhir ini loe sibuk banget ya?, kata Roni loe ngga pernah ikut ngumpul sama anak anak osis lagi?”
“ ah itu, yah, sebulan lagi Pensi akan diadakan , jadi gue memeriksa persiapanya ,”
“tapi kan loe bisa kasik tugas itu ke anggota lain, jangan sibukin loe dengan banyak tugas , ntar loe malah sakit lagi.” Aku terharu mendengar perkataan Kinar, betapa baiknya dia.
“ gimana hubungan loe sama Roni?”
“baik-baik aja, lang , gue boleh nayak sesuatu?” aku menganguk
“ menurut loe gue sama langit cocok nggak?” aku mengenyritkan dahi ,tak mengerti dengan pertanyaan itu.
“ maksud loe?” kinar menghela nafas
“ apa menurut loe gue cocok sama roni,?” ulangnya lagi
“ apa pendapat gue penting untuk loe?” tanyaku balik
“ yah, karena loe sahabat Roni, dan loe juga sahabat gue “
“ baiklah kalau begitu, menururt gue loe sama Roni cocok , Roni baik, gue yakin dia bisa melindungi, dan menyayangi loe sepenuh hati. Loe bahagia sama dia?”
“ yah , kalau loe yakin dan percaya sama Roni, gue juga bakal percaya. Hemmm menurut loe gue bahagia ngga?” tanyanya balik, aku tertawa
“ kenapa jadi nanyak ke gue kan yang jalanin elo, tapi gue harap loe bahagia sama Roni” rasanya akau ingin menagis saat mengucapkan itu.
“ yah, gue bahagia kok, lang, gue bahagia bisa ngenal loe lang” ucapnya lirih
“ apa?” kataku karena aku tak mendengar perkataan Kinar
Kinar gelagapan,” ngga , gue juga bahagia kok”
Sebenarnya aku mendengar perkataannya tadi, tapi aku tak ingin membuat hatiku ini sakit, dan aku juga tak ingin mengecewakan Kinar. Lebih baik begini. Biarlah aku saja yang meraskan sakit, aku tak ingin orang yang ku sayangi juga merasakan sakit hati. Sungguh, sampai kapanpun sulit untukku melupakanmu Kinar, kataku dalam hati.

Pelaksaan Pensipun tiba, dan itu benar benar menguras tenaga , aku sibuk mengurus Pensi bersama yang lain, dan itu membuat hatiku sedikit terobati. Kesibukanku membuatku lupa dengan Kinar dan Roni. Setelah Pensi selesai, jabatanku sebagai ketua Osispun telah tergantikan, dan siswa kelas XII, yang menjabat sebagai anggota osis pun sudah digantikan. Kini aku menekuni kegiatan bimbel saja, dan belajar dengan giat karean akan menghadapi UN. Ketika sedang belajar di perpustakaan , tiba-tiba Roni datang menghampiriku, sudah sebulan aku jarang mengobrol dengannya, karena kami sama-sama sibuk.
“ hai , lang, rajin amat loe?” aku tersenyum
“ hai, Ron, tumben ada apa?”
“ ngga , gue cuman , pengn ngobrol aja, udah lama kita ngga ngobrol barena and jalan, jalan keluar seperti dulu.”
“ kita kan sama-sama sibuk, loe sibuk gue juga sibuk, setelah Un, mungkin kita bisa bebas pergi” benar kat Roni, lama banget kita ngga pernah ngobrol.
“ lang, gue mau ngucapin makasih banyak sma loe, karena loe, gue bisa jadian dengan Kinar, makasih banget , gue ngga bakal pernah lupain loe, dan gue bakal jaga kinar dan menyayangi dia sepenuh hati gue. Thanks banget ya lang.”Aku terharu,
“ yah, itu gunanya sahabat bukan, jaga dia dan sayangi dia , gue percaya sama loe Ron”
“ BTW, loe mau kuliah diamana?
“ gue bakal ke Ausi, gue mau memulai hidup gue disana “ yah, aku ingin melupakan kenanganku disini
“ kenapa jauh banget, ? loe tega ya ninggalin gue sama Kinar” Roni kecewa mendengar perkataan langit
“ kalian bisa tamp ague, yah , karena gue pengin nyarik suasana baru aja” kataku santa
“ yah, semoga loe sukses, dan kita semua lulus”aku mengangguk setuju.

Hari ujian pun tiba, keringat dingin keluar dari tanganku, berapa kali akau komat kamit dalam hati semoga aku bisa menjawabnya. 4 hari melaksanakan ujian membuat jantungku berdetak kencang, hingga akhirnya semua selesai dengan baik, kami semua lulus dengan bagus, aku dan Rei tersenyum senang .
“ yeah, akhirnya, kita lulus juga, huh rasanya ini adalah anugrah tuhan yang paling sempurna,, hehehe” kata Rei senang
“ yeh, loe bener, serasa beban kita terangkat semua” kataku menimpali
“ loe yakin beban loe udah terangkat semua?” tanyanya, dan jelas jelas membuatku bingung
“ maksud loe Rei?”
“ hah, apa beban di hati loe bener bener udah ringan, ? perasaan loe yang terpendam itu?” aku tersenyum, yah ini memang belum bisa hilang dari hatiku ini.
“ yeah, loe bener ini belum hilang, gue ngga tahu mesti ngapain, kini dia sudah bahagia bersama orang yang di cintainya, selama dia bahagia gue juga bahagia” kataku jujur
“ langit, seharusnya loe bilang kayak giani, seharusnya, bukan Roni yang ada disisinya tapi gue, seharusnya gue yang jadi pacarnya bukan Roni. Itu yang mesti loe katakn tapia loe, malah pasrah dan rela rela aja, gue ngga ngerti ama loe lang” memang seharusnya bukan dia , tapi aku, tapi semua sudah terjadi dan inilah yang aku pilih, membiarkan dia, dan bukan aku
“ ya kalau Kinar jodoh gue, kelak dia akan datang kepada gue” kataku santai.
“ tahu deh, nunggu samapai kakek-kakek mungkin dia baru dating nemuin elo” aku terkekeh geli, mendengarkan perkataan temanku itu.
“ kapan loe ke Ausie?”
“ minggu depan”
“ yah, gue pasti kangen banget sama loe lang” katanya sok sedih
“ hih, najis gue di kangenin sama loe, mendingan jug ague di kangenin sama sapi sapi tuh” Rei tertawa
“ haha, yah, semanagt ya sob, semoga sukses loe disana” katanya dan akau mengannguk.
Sebelum pulang kerumah kusempatkan diri menemui Kinar dan Roni, mengucapkan selamat dan salam perpisahan. Kinar terlihat sedih saat aku mengatakan bahwa aku akan pergi “ Kinar , jaga diri loe baik baik ya, gue sayang loe” ucapku ia tersenyum sambil meneteskan air mata
“ Langit gue , gue juga sayang sama loe, loe juga jaga diri loe baik – baik ya, nanti kalau udah di sana kirimin gue e-mail ya” aku mengangguk.
Setahun telah berlalu kini aku sudah di Ausie, di Perth melanjutkan study ku, dan selama setahun aku berusaha melupakan Kinar , namun ternyata sulit, saat aku melihat e-mail ku ada e-mail dari kinar yang isinya membuatku terharu, dan merasa diri paling bodoh.
“to: langitbiru@ymail.com
From: kinarkinan@ymail.com
Subject: “pengakuanku”

hai lang , gue kangen nih ma loe, kemana loe ? kenapa ngga pernah ngabarin gue. Gue disini sama Roni baik – baik aja, . Langit, gue kangen sama sosok loe disisi gue, loe tahu ngga lang, dulu dan samapai sekarang gue masih sayang sama loe, loe inget gue pernah nanyak kan, apa gue cocok sama Roni? Dan loe jawab cocok, loe tahu kenpa gue nanyak itu ke loe, karena gue pingin tahu jawaban yang jujur dari loe, dan gue rasa elo ngga jujur, gue nanyak begitu karena gue ingin menetapkan hati gue lang, jika dulu loe bilang ngga cocok mungkin kini gue ngga sama Roni. Asal loe tahu lang gue cinta sama loe, gue nunggu loe nembak gue tapi loe ngga pernah nembak gue, seharusnya kini yang disisgue bukan dia, tapi loe lang. namun gue ngga mungkin ngecewain Roni yang begitu sayang ma gue, loe yakin kan kalau Ronie bakal bisa ngebahagiain gue, dan gue juga yakin lang. gue bahagia kok lang, karena gue mengenal loe dan Roni, gue bahagia pernah cinta sama loe lang. lang bantu gue ya , bantu gue hapus perasaan gue ke elo lang, gue ingin mencintai Roni setulus hati gue.walau sulit, namun gue akan berusaha lang. langit prasetyo loe adalah manusia tebodoh yang pernah gue kenal, loe ngelepasin cinta loe begitu aja, tapi kenapa gue tetep cinta ma loe? Hahaha. Langit jaga diri loe baik –baik ya, kalau loe udah nemu cewek yang bisa ngisi hati ,loe kenalin ke gue ya. Balas e-mail gui ini.
Salam sayang dan cinta
Kinar kinandhayani”
e-mail dari Kinar benar-benar menusuk hati aku, kenapa aku bodoh banget , kenapa? Seharusnya kini aku berada disisinya buksn dia tapi akau, aku Kinar, ku yang selalu mencintaimu. Segera ku balas e-mail tersebut
“to: kinarkinan@ymail.com
From: langitbiru@ymail.com
Subject: ”pengakuanku”

hai kinar , e-mail kamu udah gue baca, dan ya gue disini baik baik aja kok. Kinar loe tahu gue juga kangen banget sama loe, gue kangen senyum loe, gue kangen mata indah loe, dan gue kangen sama semua tentang loe . Kinar selamanya gue sayang sama loe. Kinar gue memang manusia bodoh, sebenernya gue tahu maksud loe, namun gue ngga ingin nyakitin loe sama Roni, biarlah gue yang sakit , dan gue yakin Roni orang yang tepat untuk loe, gue punya puisi buat loe
Bukan dia , tapi aku
Aku yang selalu sayang sama kamu
Bukan dia, tapi akau
Aku yang selalu mencintaimu,
Bukan dia tapi akau
Aku yang merindukan senyumanmu
Dan aku yang selalu menatap mata indahmu,
Namun bukan aku, tapi dia
Dia yang kini ada disisimu
Dan kini aku hanya bisa menunggu
Menunggu kamu yang kembali,
Jika kamu memang takdirku.
Dan semua pun akan terbalik
Bukan dia, tapi aku
Kinar puisi ini adalah isi hati gue yang sesungguhnya, serta penyesalan gue terhadap semuanya, Kinar biarlah waktu yang menghapus rasa cinta loe itu, disini gue juga berusaha menghapusnya, namun ternyata sulit. Kinar cintai Roni seperti loe mencintai gue, sayangi Roni seperti loe menyayangi gue, jika memang loe takdir gue, loe akan datang ke gue, disini gue selalu menunggu datangnya takdir itu, namun jika tidak , kita memang tak berjodoh kinar. Ngelupai loe aja sulit bagaimana bisa guemencari cewek. Oya salam untuk Roni. Apabila Roni macam –macam loe cari gue dan datang kepada gue, gue akan ngejaga loe , dan tangangue selalu terbuka buat loe.
Salam sayang dan cinta
Langit Prasetyo”
Setelah lama ku pendam perasaan ini , akhirnya aku ungkapkan juaga,walau denga e-mail namun beban dihatiku terasa ringan. Kinar jika kita memang berjodoh kau akan kembali kepadaku, namun jika tidak sayangi lah Roni sepenuh hatimu. Kataku dalam hati. Kini aku hanya mengikuti sungai mengalir dan membiarkannya seperti ini selamnya, samapa i takdir mempertemukan kita kembali.

THE END

PROFIL PENULIS
Hai saya Pramitha, saya bersekolah di SMA N 4 Singaraja, alamat fb: tha cie kudho
and twitter: mitha_yaaitha. selamat membaca.

Baca juga Cerpen Cinta yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar