Sabtu, 14 Juli 2012

Cerpen Pendidikan - Stres

STRES
Karya Martha Friska Sirait

Siang itu suhu udara sangat terasa panas, namun merupakan sahabat baik bagi mereka-mereka yang sedang mencuci pakaian. Dengan bermodalkan kaki ayam, seorang anak rela berlari ditengah teriknya matahari tanpa mengindahkan rasa panas yang berada ditelapak kakinya.
“ Bu, beli gorengannya dua ribu. Satu goreng pakai satu koran ya Bu”
Setelah menghabiskan gorengannya, Andre kembali ketempat dimana ia sering menghabiskan waktunya dari pagi hingga sore. Ia selalu menunggu orang yang keluar dari tempat perbelanjaan dan menawarkan tenaganya untuk membawa barang-barang belanjaan mereka sampai ke tempat parkiran.
“ Terima kasih ya, kamu tidak sekolah ?”
“ Tidak Pak, tidak ada biaya untuk bersekolah”
“ Orang tua kamu mana ?”
“ Saya anak yatim piatu. Orang tua saya telah meninggal saat saya masih bersekolah kelas empat SD.”
“ Hmm..., Bapak turut prihatin. Ini upah kamu, jangan pernah patah semangat ya Nak”
“ Terima kasih Pak”

Ia masih menunggu dan terus menunggu, jauh di depan pintu tempat perbelanjaan. Hingga suatu ketika disaat ekor matanya melirik sesuatu yang begitu membuat dirinya penasaran, ia berdiri dari tempat duduknya dan mulai melangkahkan kakinya ketempat matanya tertuju.
“ Apa yang sedang Bapak lakukan ?”
“ Saya ingin membawanya ke rumah sakit”
“ Memangnya anjing Bapak sakit apa?”
“ Dia tidak mau makan dan terkadang terlihat begitu lemas, saya menduga bahwa anjing ini sakit”

Dengan perlahan Andre mendekati anjing itu dan melakukan sesuatu kepada anjing tersebut. Sesaat kemudian anjing itu langsung kembali segar dan menggoyangkan ekornya.
“ Anjing Bapak hanya merasa sesak nafas, dan itu disebabkan karena rantai yang anda pasang pada lehernya terlalu kencang sehingga membuatnya lemas”
“ Oh, terima kasih ya Nak”
“ Ya, sama-sama Pak”

Keesokan harinya Andre kembali ketempat dimana Ia sering menghabiskan uangnya.
“ Bu, beli gorengan. Seperti biasa ya Bu”

Membeli gorengan bukanlah suatu kebiasaan olehnya. Hanya saja, degan membeli gorengan tersebut ia bisa melakukan sesuatu yang ia gemari. Tidak ada yang tau mengapa, bahkan si penjual gorengpun tidak mengetahuinya. Itu hanya kebiasaan semata yang mungkin tidak semua anak-anak menyukainya.
“ Kau mau bekerja sebagai pesuruh di tempat saya bekerja, saya hanya sebagai tukang bersih-bersih disuatu Rumah Sakit, bagaimana kamu mau ?”
“ Saya mau Pak, tapi saya tidak mempunyai baju yang bagus untuk bekerja di sana”
“ Tenang saja, seragam telah disediakan di sana. Pukul dua siang kamu datang kesini dan kita akan berangkat bersama”
Rumah Sakit itu sangat besar dan megah. Tidak hanya terlihat dari stuktur bangunannya saja, tetapi juga dari pasiennya. Banyak jenis binatang yang bernilai jual tinggi menjadi pasien di rumah sakit tersebut. Andre sangat senang dan merasa beruntung pada saat itu. Setelah ia diterima bekerja, ia semakin bersemangat membeli gorengan dan mencari buku-buku bekas.

Satu minggu telah berlalu dan kini Andre mulai terbiasa dengan segala pekerjaannya. Ia sangat rajin dan selalu dapat menyelesaikan tugasnya dengan cepat namun memuaskan. Dan ketekunannya itu dihargai oleh pihak Rumah Sakit dan memberinya kenaikan gaji.
“ Terjadi infeksi Nosokomial di Rumah sakit ini ! Wajar pasien stres karena ditempatkan di lingkungan baru dan terjadi disemua Rumah Sakit, tapi aneh sekali kalau banyak kasus seperti ini”
“ Kamu fikir diagnosis dokter Ran itu salah, infeksi Nosokomial biasanya karena virus Parvo kan, klo kamu menentang dokter kamu akan dipecat dari sini”. Virus parvo adalah virus yang masuk ke jepang sekitar tahun 1980-an yang menyebabkan muntaber akibat infeksi Nosokomial.
“Apa kita tidak bisa mengatakan pendapat kita disini dengan bebas, demi menolong pasien?”
“ Kamu fikir kamu siapa, Ndre. Kamu hanya petugas kebersihan disini, sedangkan Bu Ran adalah dokter”

Karena andre tidak bisa menerima itu, lalu Ia pergi mendatangi dokter Ran dan memintanya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada setiap pasien dan cari tahu virusnya. Mendengar pernyataan Andre, dokter Ran tidak bisa menerimanya. Karena itu sama saja menyatakan bahwa diagnosisnya salah tanpa bukti.
“ Kalau begitu tolong dilakukan pemeriksaan agar aku bisa meminta bantuan dokter lain untuk menunjukkan dasarnya”
“ Tidak bisa. Saya tidak memberikan izin untuk itu. Karena kamu yang menuduh saya tanpa bukti. Jika kamu tidak bisa membuktikannya, maka kamu harus bertanggung jawab. Saya akan memenjarakan kamu karena telah mencemarkan nama baik saya.” dokter Ran adalah anak dari pemilik Rumah Sakit, oleh karena itu Dia bisa melakukan apa saja di Rumah sakit tersebut.

Setelah mendengar pernyataan dokter itu, Andre kembali ke ruangannya. Sejenak ia berfikir. Aku sudah memeriksa efek samping dan kemungkinan alergi obat yang diberikan. Dan aku sudah mencari tahu keberadaan virus parvo, kemungkinannya penyebabnya makanan dari Rumah Sakit ini.
“ Guk..Guk..Guk...”
“ Ada apa anjing manis?” sesaat andre melihat keatas untuk memperhatikan mengapa anjing tersebut menyalak ke arah atas, dan ia melihat banyak kecoa yang berlalu lalang. Langit-langit itu memeng terlalu tinggi untuk bisa dibersihkan, lalu tiba-tiba Andre terdiam seperti tahu sesuatu.

Sejak kejadian itu, Andre tidak lagi berbicara apa-apa. Namun belakangan ini Rumah Sakit menjadi lebih bersih dari sebelumnya. Beberapa orang mengatakan bahwa Andrelah yang membersihkan seluruh Rumah Sakit itu agar ia tidak jadi dipecat. Tiba-tiba dokter Boy, selaku pemilik rumah sakit tersebut datang menemui dokter Ran.
“ Kabarnya Andre membersihkan Rumah Sakit ini sendirian dan membasmi kecoak-kecoak yang berada diatap. Aku penasaran kenapa Dia begitu peduli soal kebersihan dan aku sudah menyelidikinya. Ini catatan rekam medik pasien yang dirawat akhir-akhir ini dan hasil pemeriksaan pasien penderita gastritis akut. Coba dilihat !”

Setelah membaca hasil itu, dokter Ran sangat terkejut. Dan tidak lama saat itu, Andre datang keruangan dokter Boy.
“ Oh, kamu sudah datang. Terima kasih ya, berkatmu kami jadi tahu ada infeksi Nosokomial akibat kecoak”
“ Tempat ini menjadi bersih baru sekarang ini. Kita harus mengumpulkan data dulu agar kita tahu pasti kecoak benar penyebab Gastritis akut” sahut dokter Ran.
“ Memang kecoa penyebabnya, karena pasien terinfeksi bakteri Pylory! Setelah saya teliti, memang benar kecoak punya kemungkinan tertinggi sebagai perantara bakteri Pylori. Bukan hanya manusia, tetapi juga hewan. Bila terkena bakteri tersebut, pasien akan terkena Gastritis akut, radang lambung dan kanker lambung. Dan penyebab bakteri itu dari kotoran kecoak yang mungkin bercampur dengan makanan atau minuman pasien disini.”
“ Jadi, diagnosisku benar-benar salah, lalu dari mana kamu tau Ndre bahwa kecoaklah penyebab bakteri itu?”
“ Saya melihat seekor anjing yang menyalak ketika melihat kecoak di langit-langit tempat ini. Anjing hanya menyalak pada sesuatu yang tidak biasa dilihat olehnya, kemungkinan anjing itu tidak biasa melihat kecoak di kediaman majikannya”
“ Kita akan memeriksa pasien dan menyembuhkan mereka. Dokter Ran, salah diagnosis kali ini kesalahan Rumah Sakit. Aku tidak akan membebankan kepadamu seorang diri. Tapi, jangan sampai terulang lagi ! Camkan itu baik-baik ! sekarang keluar dari ruangan saya”
“ Permisi Pak”
“ Andre, sekali lagi sanya minta maaf serta mengucapkan terima kasih kepadamu atas apa yang telah kamu lakukan. Memang seharusnya dokter Ran tidak memperlakukan kamu seperti itu, setiap orang berhak mengeluarkan pendapatnya. Tapi kalau boleh saya tahu, apakah kamu mengetahui bahwa kecoak merupakan perantara bakteri Pylori ?”
“ Ya, Pak. Tapi saya tidak diberi izin oleh dokter Ran untuk melakukan pemeriksaan. Maka dari itu saya hanya bisa berusaha agar kecoak-kecoak disini tidak ada lagi”
“ Dari mana kamu tahu, kamu suka membaca buku kesehatan ya?”
“ Saya tidak punya cukup uang untuk membelinya. Saya hanya gemar membaca. Maka dari itu saya suka membeli gorengan hanya untuk mengambil korannya saja serta mengambil buku-buku dan koran-koran bekas agar bisa menbaca”
“ Menakjubkan. Baiklah, kamu tidak akan dipecat”
“ Terima kasih Pak”
Setelah kejadian itu, tidak seorangpun yang berani menganggap Andre seorang pekerja biasa yang tidak memiliki suatu kemampuan ataupun kecerdasan.\

Baca juga Cerpen Pendidikan yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar