Minggu, 22 Juli 2012

Cerpen Remaja - Karma

KARMA 
Karya Fitri Mulyawati

Namaku FRISKA....
Aku lahir dari keluarga yang sangat pas-pasan, ayahku seorang penarik becak,sedangkan ibuku seorang pembantu rumah tangga,
aku mempunyai 3 orang adik,yang pertama bernama PUPUT NURMALA, kelas 3 SD, yang kedua bernama RANA, dia masih 5 tahun,dan terakhir HERA, dia kelas 1 SMA
Sebenarnya Hera bukan adik kandungku,dia adalah anak dari istri ayahku yang ke dua , maka dari itu aku sangat membencinya, dia tinggal dirumahku, karna diusir ibunya.

Aku sekolah disalah satu SMAN di Bandung kelas 3, Hera juga sekolah disana.
aku mempunyai enam sahabat disekolah, kita adalah GANK yang cukup terkenal, orang-orang menyebutnya "WANITA PEMBUNUH CINTA", kita sangat bangga dengan julukan itu, karna memang terbukti, setiap laki-laki yang masuk lingkungan hidup kita paling kecil bermotor, dan setelah putus dari kita, laki-laki itu jadi tak punya apa-apa.

(WPC) terdiri dari 6 orang, diantaranya aku, Gina, Arni, Irna, tika dan Sita. kita tidak melihat laki- laki yang lebih muda atau yang jauh lebih tua dari kita, yang terpenting laki-laki itu kaya raya.
Banyak laki-laki yang jatuh sakit, keluar sekolah, yang baik menjadi brutal, frustasi, pemabuk dan yang sampai kecelakaan karna kita.

Aku seorang remaja yang suka menulis dari hal- hal kecil menjadi sebuah puisi,aku paling senang menulis tentang Ibu dan Persahabatan, aku paling membenci menulis tentang cinta dan seorang ayah, rasanya aku ingin muntah kalau tak sengaja menulisnya.
walau aku sadar, puisi yang selalu aku tulis tentang ibu dan persahabatan itu bermaknai cinta.

Sekarang giliranku dari keenam sahabatku untuk membuktikan arti dari nama GANK kita, aku membuat seorang laki-laki bertekuk lutut dikakiku, setelah satu bulan aku puas dengan kekayaannya, sampai-sampai dia menangis dan memohon, tapi aku tak menghiraukannya dan tertawa dengan sangat puas

Suatu hari ada laki-laki yang bernama ANGGA, dia menyatakan cinta pada Arni, namun Arni meminta Angga untuk pacaran dengan Gina, alasannya karna Gina mencintai Angga dan persahabatan yang menjadi tameng kuat, Angga pun tidak menolak karna cintanya pada Arni.
Gina membuat dan berusaha Angga untuk mencintai dirinya, Gina berhasil,dalam waktu satu bulan Gina memutuskan Angga dengan alasan Sita mencintai Angga, dan Gina menyuruh Angga untuk menerima cinta Sita, karna tidak tega pada Sita dan demi cintanya pada Gina,Anggapun menerima cinta Sita.

Berselang beberapa hari Sita diputuskan oleh Angga karna Sita ketauan punya pacar lebih dari empat, Setelah itu Tika menyatakan cinta pada Angga, karna kecantikan dan kepolosan Tika, Anggapun menerima cinta Tika.
Namun hanya waktu tiga hari Tika memutuskan Angga, alasannya Tika ditunangkan dengan laki-laki lain oleh ayahnya

Anggapun merasa sakit,sakit sekali...
sampai aku datang dan menawarkan diri untuk menjadi teman curhatnya, Angga menceritakan semua pengalaman cintanya, tanpa mengetahui aku adalah salah satu orang yang menjalankan rencana ini, pertamanya aku sedih dan simpati mendengar semua ceritanya, tapi karna aku mengahargai sebuah perjanjian dalam persahabatan, aku melanjutkan rencanaku.
Aku bercerita tentang ekonomi keluargaku, dan dengan mudah satu helai kertas cek ditanganku, katanya untuk membantu keluargaku dan tanda persahabatan, lalu aku tukar dengan Irna,mereka pacaran hanya beberapa hari saja, katanya Irna terlalu agresif selalu menjurus-jurus dengan sex.

Angga menundukan kepalanya, lalu saat kepalanya ditegakkan, dia melihat wanita pujaannya "Arni", mereka menjalin hubungan lumayan lama, bukan karna Arni cinta, tapi Arni merasa berat meninggalkan Angga, karna kebaikan dan ketulusan, dan kita harus mencari jalan keluar yang terbaik.
Lalu pikiran cemerlang datang dari otakku, rencananya adalah kita mempunyai konflik karna Angga.

Rencana pertama dilakukan oleh Arni, dia berpura-pura meminum obat yang berdosis tinggi bila Angga masih mengganggunya, Arni pura- pura pinsan, padahal obat disangka racun oleh Angga itu padahal permen biasa, Angga sangat merasa bersalah, karna Angga adalah orang yang sangat tulus, Angga membalas rasa bersalahnya dengan memotong urat nadinya, dan sampai akhirnya Angga meninggal dunia.

Lalu ada laki-laki yang bernama FARIS, dia berkata kepada kita semua,
" KALIAN AKAN MENDAPATKAN MUSIBAH YANG SANGAT BESAR, DAN TIDAK AKAN PERNAH ADA YANG BISA MEMBANTU KALIAN".
Faris pergi saat kita tertawa namun ada rasa takut dan cemas dari muka kita masing-masing.

Tika langsung menangis dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, tapi aku,Arni,Gina,Sita,dan Irna tidak akan pernah percaya dengan apa yang dikatakan Faris, malah kita mengejeknya, Tika dipusuhi oleh kita semua tapi dia tidak perduli.

Satu bulan yang lalu dari kematian Angga dan juga ucapan Faris, Arni hamil tak tau oleh siapa karna mungkin terlalu banyak laki-laki yang pernah tidur dengannya, karna malu oleh semua orang Arni bunuh diri dengan meminum racun serangga, kita semua menangis dan teringat kata- kata dari Faris.

Setelah aku pulang dari rumah Arni, ibu sedang kesakitan karna penyakit TBCnya, Hera mengurus ibu dengan keringatnya, tapi aku masih saja merasa benci, dua hari kemudian ibu meninggal dunia karna tidak sempat dibawa kerumah sakit.
Aku menangis, merenung, dan berfikir, kata-kata Faris sangat menempel pada telingaku.

Aku dan Hera memutuskan keluar sekolah, karna keadaan ekonomi, dan aku sangat jarang bertemu dengan sahabat-sahabatku, aku dan Hera meneruskan pekerjaan ibuku yaitu pembantu rumah tangga.
Setelah sekian lama tidak mendengar kabar dari sahabat-sahabatku, tiba-tiba aku mendapat kabar Gina koma dia tertabrak truk, 3 minggu dirawat dirumah sakit hanya kesia-siaan saja karna Gina akhirnya meninggal dunia.

Aku memeluk Irna dan Sita dengan eratnya dan membicarakan tentang kata-kata Faris dulu, tapi tanpa sepengetahuanku Irna dan Sita menjual dirinya pada setiap malam dan Irna telah menderita penyakit HIV dan sudah parah.
dan pada suatu malam Sita menyuntik tubuhnya untuk membesarkan payu daranya , namun suntikan itu gagal karna yang menyuntiknya adalah Dr. gadungan, Sita meninggal karna suntikan payudara itu.

Hari demi hari aku terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan adik- adikku dan sedikitnya aku sisihkan untuk Irna berobat, namun karna penyakit Irna sangat parah dan hanya mendapatkan pengobatan seadanya Irna pun meninggal dipangkuanku.
Aku hilang kesadaran, menangis, menjerit, dan aku mencari keberadaan Tika tapi kabarnya Tika sudah tidak berada didaerah kota Bandung.

Aku sadar, dan aku berusaha mendekatkan diri pada maha kuasa, aku belajar mengaji bersama Hera, kebencianpun menjadi hilang, aku jadi menyayanginya.
Sewaktu aku sedang bercanda dengan ke tiga adikku, teman ayahku yang satu profesi mengetuk pintu dengan tergesa-gesa, katanya ayah ditabrak oleh bus dan becaknya rusak dan ayahpun meninggal meninggalkan 4 orang anak.
Aku berlari kesebuah taman yang sepi dan gelap, aku menangis, menangis dikedalaman kalbu, semakin malam, semakin banyak orang-orang yang datang, taman itu menjadi ramai sangat banyak orang disana, aku yang menangis tersedu-sedu merasakan malu karna air mataku, lalu aku meminta hujan pada langit hitam, untuk menutupi air mataku, biar orang-orang tidak melihat air mataku.
Beberapa menit kemudian hujan turun dengan deras, aku menangis semauku, mungkin air mataku lebih banyak dari hujan yang deras itu.

Setelah basah kuyup, aku pulang kerumah karna ada tanggung jawab yang harus aku pikul, saat aku melihat kamar, Hera tidak ada yang ada hanya Puput dan Rana yang sedang tersedu-sedu karna kematian ayah,namun mereka tertidur, Hera meletakkan surat untukku diatas meja, katanya dia ingin menengok ibunya yang sedang sakit.
Saat aku akan pergi tidur , aku teringat dengan amanat Ibu, Arni, Sita, Tika, Irna, Gina, dan Ayah untuk mencintai satu orang pria saja.
Besoknya aku bekerja, hera tidak ada karna masih dirumah ibunya, aku lelah... tapi semua ini demi perut dan sekolah adik-adikku, terik matahari yang sangat mencekam, setiap detik setiap waktu aku selalu mengingat orang-orang yang meninggalkanku, sesak...aku ingin cepat malam lagi biar aku pergi ketaman itu lagi aku akan membawa Puput dan Rana untuk melihat bulan dan bintang ditaman itu.

Walau aku sudah berlari sekencang mungkin, tapi masih terlihat cahaya dari siang hari, walau cahaya bulan yang aku harap, tapi cahaya itu masih saja dibelakangku
aku merasa tertekan dengan cahaya itu rasanya aku tidak bisa bernafas, semakin jauh aku berlari semakin dekat cahaya itu dibelakangku.

malam ini aku tidak datang ketaman itu karna katanya Puput besok ulangan dan kita belajar bersama.
empat hari kemudian aku datang ketaman itu, malam ini aku membawa Puput dan Rana dan aku meminta bulan dan bintang untuk menemani kita, sambil aku menunggu keajaiban muncul aku mencoba menulis tentang cinta dan seorang ayah, Rana dan Puput berlari-lari ditaman itu, setelah aku menyelesaikan puisiku dan mataku kuarahkan pada pada lagit hitam, enam bintang berkelip ada dibawah sang bulan, aku termengu melihat semuanya, dan beberapa menit kemudian Hera datang dengan berkata " ibu terkulay tidur, tidak bangun, tapi dia bahagia dan untukmu anggap saja bulan itu adalah kau, dan keenam bintang itu adalah orang-orang yang meninggalkanmu dan berusahalah untuk membuat keenam bintang itu ada disamping sang bulan, bukan diatasnya, atau dibawahnya bukankah dulu kau pernah berkata
Jangan berjalan didepanku,
karna aku tak bisa menunjukan arah jalanku
jangan berjalan dibelakangku,
karna aku bukan pemimpin kalian
tapi berjalanlah disampingku, dan jadilah sahabat sejatiku
Dan aku minta bila aku tiada, izinkan aku untuk menjadi salah satu bintang diantara mereka, bila kau izinkan teriakanlah semuanya ditaman ini, disaat aku akan mengucapkan kata, aku terbangunkan oleh Puput dan Rana ternyata aku tertidur dan keberadaan Hera disini hanya mimpi.

Kita pulang kerumah, tapi Hera tidak ada, aku pikir Hera masih dirumah ibunya,niatnya besok aku akan kerumah ibu Hera.

Besoknya laki-laki yang bernama Faris datang menemuiku, disaat itu juga aku bertekuk lutut dikakinya memohon ampun dan meminta untuk mencabut perkataanya dulu, lalu Faris berkata
"Dari dulu aku mencintaimu Friska...
tapi aku hanya laki-laki miskin yang tidak punya apa-apa"
Dan aku meminta Faris untuk menjadi pemimpin dalam kehidupanku, hari itu juga kita resmi menjadi sepasang kekasih.

Faris mengajakku kesuatu tempat, aku sangat kaget, dia membawaku kemakam Ibu, Ayah, Arni, Gina, Ika, Sita, dan Hera...

HERA !!!
Makam itu bertambah satu Hera ada dipaling ujung, dan aku melihat tanggal wafatnya satu minggu yang lalu, sama saat ayah meninggal, sedangkan aku memimpikan Hera ditaman tiga hari yang lalu
Apa yang terjadi???
Ternyata Faris tau semuanya, Hera meminta untuk menutupi penyakit TBC yang dideritanya, dia meninggal saat akan dibawa kerumah sakit oleh Faris.

Aku tak bisa berkutik apa-apa, aku menangis diantara makam-makam itu.

Waktu berjalan seiringnya, aku harus banting tulang untuk mencukupi kehidupan kedua adikku, faris setiap harinya selalu membantu ekonomiku.

Pada suatu hari aku mendapatkan kabar yang sangat gembira, tulisanku tentang cinta dan seorang ayah dimuat disebuah majalah, cita-citaku tercapai.
Malam dari hari itu aku ketaman bersama Puput, Rana, dan Faris, dan aku berteriak " Hera kau boleh menjadi salah satu bintang itu"
Lalu aku duduk ditempat yang sama seperti aku duduk pada saat aku melihat bulan dan bintang, lalu aku melihat sang bulan dan tujuh bintang, bintang-bintang itu mengelilingi sang bulan, aku yakin bila perkataan Hera dalam mimpiku itu benar, aku akan membuktikan kepada Ibu, Ayah, Arni, Sita, Irna, Gina, dan Hera.....

Terimakasih Hera....
Aku akan terus berusaha untuk membuat bintang-bintang itu terus disamping sang bulannya.

PROFIL PENULIS
Nama : Fitri Mulyawati
Umur : 23 Thn
Alamat : Jl.suryalaya Timur 3 no 9
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Facebook :gibranisme_nailah@yahoo.com

Baca juga Cerpen Remaja yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar