Selasa, 24 Juli 2012

Cerpen Persahabatan - Problem Awal Bersamamu

PROBLEM AWAL BERSAMAMU
Karya Gina Fauziah

Ramai sekolah dan banyaknya kendaraan yang datang membuat ramai keadaan sekolah SMPN 15.Banyak mobil dan motor yang meramekan sekolah sehingga begitu padat di pagi hari.
“Hey Winda!! Gimana Pagi ini???” Tegur Lia.”Hufhh! Kurang baik” Jawab Winda.
“Kok bisa,Kamu kenapa kurang baik,?? Ada masalah???” Tanya Lia ke sahabat karibnya itu.”Nggak Papa,Udah ah malas bahas masalah ini! Ayo masuk kelas!!” Jawab Winda dengan nada melas.Winda berjalan menuju kelas dengan diikuti Lia yang ikut masuk ke kelas.
* * *

“Hey Winda!!!!” Teriak Lia di depan meja tempat duduk Winda dikelas.”Hah!! Apaan sih Li,Aku lagi malas tauu!!” Ujar Winda dengan nada sebel.”Hello,Sejak kapan sih kamu tuh jadi kayak gini Win??? Biasanya kamu tuh semangat banget kalau pagi di sekolah.Ehhh,Taunya kamu malah kayak gini sekarang!! Dari pertama datang sampai pelajaran tadi kamu gini! Sekarang aku ajakin kamu ke kantin mumpung istirahat kamu juga nggak mau!” Ujar Lia bingung.

Mendengar ocehan dari Lia yang dari tadi hanya membuat Winda diam tanpa berkata apapun.Lia juga hanya duduk di samping Lia sambil membuka-buka Novelnya yang masih baru oleh-oleh dari pamannya.

Tiba-tiba saja Winda mulai bicara pada Lia tentang perihal dirinya yang memang agak aneh hari ini.
‘Lia!! Kamu beneran mau tau aku kenapa hari ini???” Tanya Winda.”Hah??? Oh,Iya-iya kamu kenapa?? Ayo cerita sama aku kita kan Best Friend!!” Ujar Lia tersenyum manis di depan Winda sambil merangkul Winda.
“Aku tuh sebel banget tadi malam sama Mitha!” Cetus Winda.”Hah?? Mitha,Kenapa nyambung ke Mitha?? Emangnya Mitha apakan kamu semalam???” Tanya Lia.
“Mitha tuh,Udah nyebarin ke semua teman-teman kalau misalnya nilai IPS ku kemarin di bawah 60.” Cetus Winda.’What??? Masa sih Mitha setega itu! Jangan mentang-mentang dia paling tinggi terus gitu dong!”.
“Haduh,Aku juga nggak tau itu semua kenapa bisa terjadi coba! Ahh,Tambah sebelnya lagi sekarang aku dengar dari Kak Hera kalau jabatan aku di Osis sebagai Ketua bidang bakalan di gantikan sama Mitha!!!” Ujar Winda dengan sebel seoleh ingin menangis.
“Ya,Ampun Winda!! Kamu sabar sekali sih,Kayaknya Mitha mau ngambil semua yang kamu punya yah!” Kata Lia mulai curiga.
“Yah,Udah gini ajah Win! Kamu jangan percaya dulu sama kata teman-teman kalau Mitha seperti itu!” Saran Lia.
“Maksudnya,Kamu nyuruh aku untuk tanya langsung ke Mitha????” Tanya Winda.
“Iya,Udah tanya ajah dulu!!” Nasehat Lia.
* * *

“Halooo,Mitha aku mau dengar penjelasan kamu sekarang!! Kenapa sih kamu nyebarin ke teman-teman tentang nilai ulangan IPS kemarin???” Tanya Winda melalui telfon seluler.”Heh,Aku tuh nggak suka diam-diam kayak gitu.Lagian kalau aku kasi tau ke teman-teman kenapa???” Tanya Mitha kembali.
Karena semakin geram dengan Mitha,Winda memutuskan telfon selulernya,Dia merasa bahwa untuk ribut bersama Lia dan hanya ribut bersama Lia hanya membuat keadaan semakin buruk.
Keesokan harinya,Seperti biasa Winda menjalankan kegiatan sekolah.Tetapi,Apa lagi kalau bukan di pagi hari sekolah sudah sangat rame,Belum lagi banyak murid-murid yang bergabung di depan mading.
Winda,Sudah bingung melihat Banyak yang berkerumun di depan mading.”Heh,Ada apa sih?? Minggir-minggir!!!!” Ujar Winda sambil Banyak yang berkerumun di depan mading.”Heh,Ada apa sih?? Minggir-minggir!!!!” Ujar Winda sambil menuju ke depan mading.”Hahhhhhh??????????” Cetus Winda lalu,berlari ke belakang sekolah.

Viena dan Lia melihat Winda berlari sambil menangis menutup Wajahnya.Viena dan Lia mengejar Winda.Winda berhenti dan duduk di belakang sekolah di tempat duduk bagian belakang.”Hey,Kenapa Win????” Tanya Lia.”Iya,Kamu kenapa??? Cerita dong sama kita! Kalau kamu kayak gini nggak bakalan menyelesikan keadaan ini!” Ujar Viena.
“Aku bingung,Sama Mitha ngapain sih dia tuh,Nulis hal-hal yang nggak buat aku senang,tapi selalu buat aku sedih! Kenapa aku selalu dianggap mudah dan diremehkan sama Mitha!” Ujar Winda sambil menangis di depan Lia.

Viena dan Lia mencoba untuk menenangkan Winda agar tidak melakukan hall yang aneh-aneh.
“Udahlah Win,Ngapain sih kamu fikirin Mitha! Kamu harus yakin Mitha pasti akan berubah”
‘Iya,aku tau itu! Tapi,sampai kapan semua ini akan berakhir??”
“Sampai Allah menghendakinya”
Winda terdiam memikirkan kata-kata dari Viena.Selama ini dia menyadari bahwa tidak semestinya dia seperti ini.
* * *

Tettttttt…
Apalagi kalau bukan suara handphone Winda yang berdering sangat besar.terlihat panggilan dari Mitha,Winda tidak menjawab panggilan itu.Winda berfikir menghiraukan Mitha yang sedang seperti itu hanya akan membuat Mitha semakin menjadi-jadi.
Belum lama panggilan dari Mitha sudah ada pesan masuk dari Mitha tertulis Kamu marah sama aku??.Winda hanya memelototi handphonenya denga bingung.kenapa Mitha mengirim pesan yang seperti itu.Winda mondar-mandir di kamar seperti orang yang linglung dengan sesuatu.Sekitar 20 menit berlalu baru Winda menjawab pesan dari Mitha.
Enggak kok,Kenapa aku harus marah sama kamu.Kamu nggak salah kok biasa aja lagi.
Tapi,aku rasa kamu itu marah sama aku dan selama ini aku udah bersikap nggak baik.Apalagi masalah nilai itu!
Sudahlah,Biarlah berlalu nggak usah di fikirkan itu,Masalah itu hanya akan membebani keadaan ini.Lagian aku udah malas mikir kayak gitu.
Yah,Udah kalau begitu tapi,aku minta maaf yah
Iya,aku juga.Lagian kenapa kamu kayak brgitu sama aku?
Aku ngak bisa menjelaskan semuanya itu sama kamu.
Kenapa kamu nggak pernah bilang sama aku kalau kamu itu lagi sebel sama aku.
Maaf….
Yah,Sudahlah nggak papa yang penting kita mulai semuanya dari awal yah.
Okelah kalau begitu.
Pesan itu terhenti.Tak terasa malam sudah mulai terasa,dinginnya udara dari luar jendela semakin naik.Bintang di langit semakin terang,Waktu untuk tidur sudah terasa membuat mata tidak tahan lagi untuk terbuka.Winda tertidur lelap di atas kasurnya yang empuk dengan senyuman.
* * *

Waktu jam sekolah terasa lagi di pagi hari,sebelum jam 7 Winda sudah bersiap berangkat ke sekolah.Mengikuti pelajaran di sekolah terkadang membuat Winda ngantuk jika menurut dia pelajaran itu kurang bersatu dengan hatinya.Waktu jam istirahat Winda meletakkan kepalanya di atas meja dia memilih mengisi waktu istirahat dengan tidur sebelum pelajaran selanjutnya membuat dia semkain mengantuk.
‘Winda,Nggak jajan??? Ke kantin yuk” Ajak Mitha.
“Hah?? Ehm,Iya duluan ajah soalnya,Aku lagi malas nih mau tidur aja!” Jawab Winda.
“Gini aja,Aku beliin kamu di kantin terus kita makan di kelas aja sama-sama nggak papa kok”
“ha? Nggak salah tuh??”
“Iya,Yah udah kalau gitu kamu nunggu dulu yah aku ke kantin sama Najla”.
Sikap Mitha yang aneh memang membuat Winda senang karena,Perhatian Mitha yang berbeda dengannya.Biasanya Mitha hanya cuek dan bersikap dingin sama dia,Tapi kenapa sekarang malah berbeda?????

Seolah tidak ingin berfikir panjang Winda memilih menunggu Mitha dan melupakan kejadian tadi.Kurang lebih,10 Menit Mitha sudah kembali lagi.
“Ini Winda!! Ayo makan-makan sambil baca buku yah aku.Nih,Papaku baru aja belikan buku buat aku judulnya CHAMPION.Seru loh ceritanya,Membuat penasaran banget.”
“Ohh,Gitu yah!! Nanti aja aku nyari bukunya atau nnanti kalau Mama atau Papaku keluar kota lagi.”
“Eh,Besok malam kamu ada acara nggak Win?? Kalau nggak temenin aku dong pergi ke pameran buku yah!”
“Kalau besok malam,Gimana yah aku bingung.Tapi,Boleh juga kok!!!”
“Makasih yah!!! Kan kebetulan kamu suka baca juga jadi,Hobi kita sama!! Dan gimana kalau kita foto BOX juga sama buku-buku yang nanti kita beli di pameran!”
“Boleh juga sih,Aku juga senang banget”
Pembicaraan Mitha dan Winda memang sangat berbeda.Namun,Sikap Mitha yang seperti itu membuat Winda diam-diam sangat kagum.
* * *

Sepulang sekolah adalah waktu yang bagi Winda membosankan karena,menunggu papa dan mamanya pulang dari kantor.Tapi,Kebosanan itu tidak berangsur sangat lama karena,Ada Mitha yang menajaknya Jalan keluar.
Winda,Lagi sibuk nggak? Kalau Nggak kita jalan keluar yuk! Makan cokelat pokoknya memburu Coklat.Selama ini kan aku tau kalau kamu suka Coklat sedangkan aku nggak! So,Aku juga pingin suka cokelat sama kayak kamu.
Pesan itu,Membuat Winda tidak dapat menolak ajakan Mitha.Karena,Cokelat adalah faforite dari Winda sejak kecil.
Jalan bersama ke toko cokelat,Jajan segala macam cokelat dan juga makan-minum yang berbau cokelat sangat mengasyikkan untuk Winda.Belum lagi saat melihat Mitha yang tidak suka memakan cokelat sampai Mitha harus menutup matanya.
Tetapi,Hari itu ari siang sampai sore menjelang maghrib.Winda dan Mitha sudah berada di rumah masing-masing.Setengah hari di lalui dengan Mitha,Bagi Winda adalah hari yang istimewa untuknya.Winda mengambil buku diarynya dia atas meja belajar.Buku diary itu selalu menemani Winda dalam keadaan apapun.Winda menulis kebahagiannya bersama Mitha setengah hari ini.
* * *

“Winda,Ada teman datang tuh! Namanya Mitha,itu Mitha yang sering jalan sama kamu yah??” Tanya Mama.
“Hah,?? Udah datang yah Ma! O,Iya udah jam 8 nih! Eeh,Iya ma itu Mitha teman aku! Yah udah aku berangkat dulu yah Ma!” Ujar Winda sambil terburu-buru.Mama Winda hanya tersenyum melihat Winda yang terburu-buru dengan dandanannya yang cantik.
“Soory yah Tha,Tapi’ sekarang udah siap kok!”
“Iya nggak papa lagi.Ayo pasti pamerannya rame banget aku udah nggak sabar banget.”

Mitha dan Winda bergegas ke pameran buku.Terlihat keramaian pameran melalui parkiran.Memilih-milih buku yang diinginkan memng sangat menyenangkan.
“Udah dapat bukunya Win??”
“Udah nihh,Ada banyak banget aku belinya!”
“Iya,Ayo kamu ada berapa buku??”
“Ada 18 Buku Nihh..” Jawab Winda sambil tertawa.
“Aku hanya 15 buku soalnya,Biasa harus ngirit uang.Kalau enggak irit nanti bisa nggak punya tabungan hahahahaha…” Celetuk Mitha.

Winda dan Mitha meninggalkan pameran buku dengan sangat sennang.Mitha mengajak Winda makan malam di Restaurant faforitenya.
“Win,mau makan nggak?” Tanya Mitha.
“Hah Makan?? Boleh juga tuh!”
“Yah udah aku ajak ke Restaurant faforite ku yah banyak masakan korea di sana!”
Winda mengangguk.Sampai di Restaurant Winda dan Mitha memesan menu yang sama,Mereka memesan Ayam Triyaki dan Belibers Cap sebagai minumnya.

Winda merasa sangat senang malam itu bisa jalan bersama Mithaa.Awalnya,Winda dan Mitha hanya sepasang teman sekelas dan di sekolah.Tidak ada persahabatan ataupun ikatan teman dekat.Sikap Mitha yang cuek dan jutek selama ini padanya berubah 180 derajat sangat berbeda.Winda tidaak menyangka bisa dekat bersama Mitha.
“Tha,Makasih yah…”
“Makasih apa sih?” Tanya Mitha kembali.
“Yah,Kebaikan kamu selama ini! Selam ini kamu selau buat aku jadi senang.”
“Ohh,sama-sama biasa aja kok Win.Lagian ini tanda maaf aku juga lagi selama ini ke kamu.”

Winda membalas dengan senyuman tanda terima jawaban Mitha.Winda dan Mitha berjalan ke parkiran untuk bergegas pulang.Mitha,Berhenti tepat didepan pagar rumah Winda.
“Makasih yah Tha!” Ujar Winda tersenyum.
“Iya,Sama sama lagi!” Jawab Mitha.
“O,iya aku mau bilang 1 Hal sama kamu!”
“Apaan itu Winda??”
“Kamu adalah salah sat orang yang sudah buat aku bahagia sehingga bisa melupakan kesedihanku selama ini.”
“Winda,berlebihan banget sih kamu tuh!”
“Tapi,Aku beneran kok sama kamu”
“Iya,Udah malam nih buruan masuk rumah nanti Mama sama Papa kamu khawatir lagi.”
‘Iya! Yah udah dada! Assalamualikum..”
“Waalaikumsalam…”
Winda melihat mobil Mitha berlalu begitu saja.Jalan bersama Mitha adalah hal yang istimewa buat Winda.Walaupun Mitha dan Winda jalan bersama dengan mobil yang dikendrain sopir pribadi Mitha,Itu tidak masalah.

Di kamar Winda tersenyum sendiri baginya,Kejahatan saja bisa jadi kebaikan hanya dengan perhatian,Api yang bergejolak bisa padam dengan dinginnya air,Kesedihan bisa luntur dengan hiburan canda dan tawa,Apalagi masalah.

Masalah itu adalah hal yang besar dan beakibat besar.Namun siapa sangka masalah bisa berubah menjadi kebersamaan yang indah.Kemarahan yang besar di hati bisa luntur dengan perhatian.Winda berfikir semua yang telah di lalui bersama Mitha mulai dari sikap jutek dan cuek Mitha yang terkadang membuat dia sakit hati tetapi,Di balik hati yang keras itu ada perhatian dan kasih sayang.Sekarang bagi winda masalah selama ini bersama Winda membawanya dalam kebersamaan bersama Mitha.
TAMAT

PROFIL PENULIS
Nama lengkap : Gina fauziah
Panggilan : Gina
TTL : Bontang,04 maret 1998
Sekolah : SMP IT daarul hikmah boarding school,Bontang kalimantan timur
Hobby : Baca,Nulis,Jalan-jalan,Belanja
Cita-cita : Dokter dan Model Muslimah
Nama Orang tua : Hasan dan susanti

Baca juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar