Rabu, 25 Juli 2012

Cerpen Sedih - Berakhir Menyakitkan

BERAKHIR MENYAKITKAN
Karya Lina Retno Sari

Kringgggg...Hp Venti berbunyi terlihat telfon dari Taro pacarnya.
“Hallo bebeh..pagi” kuk udach telfon?? Gag biasanya” tanya Venti
“Aku pengen kita putus Vin”

Tut tut tut tiba” telfon mati. Venti sedieh hancur & merasa hilang sparuh jiwanya. Venti segera berpamitan pada orang tuanya untuk berangkat sekolah dgn hati yang sdieh.
Sesampai disekolah vints langsung dikerubuni sama teman”nya...teman”nya heran kenapa inta terlihat sangat sdieh.
Saat vinta jalan bareng temen temen nya tiba tiba dia dia melihat taro jalan bareng sama salah satu murid yg 1 kelas dengan taro. Vinta hanya berhenti terdiam melihat taro jalan melewatinya & hanya tersenyum sinis.

Vinta hanya terdiam meneteskan air mata .
“ya ampuuun plies dunx vinta gag usah nangis” temen temen vinta lebay sambil mengusap air matanya.
Beberapa hari ini vinta hanya diam,dia selalu pengen sendirian ,taro yg lihat vinta sedieh hnya menghiraaukan nya.

Dari kejauhan temen temen vinta melihat tingkahnya yg duduk ditaman sekolahnya.
“loe kenapa sedieh, kadang kalau kita kehilangan orang yang kita sayang memang terasa sakiet, tapi gag seharusnya kita terus begini, kia harus berusaha melupakannya walau sulit” tiba tiba ada cowok duduk disampingnya.
“ya ampuuuun itukan cowok yang kemaen baru masuk sekolah ini temen temen, dia tu sekarang paling beken disekolah ini” kata ori.
Karena cowok itu merasa tidak diperhatiin dia langsung beranjak pergi dengan santai.

Vinta heran banyak cewek yang langsung mendekatinya, ada juga sahabat”nya vinta,tapi cowok itu cuek saja.
“ich dasar cowok cuek tau ada cewek” mendekati kuk cuek ajah”. Cewek” dengan sebel.

Waktu pulang sekolah sudah tiba vinta segera keparkiran,kali ini vinta sebel “baru kali ini mobil gw macet nie mana lagi temen gw”.
“kenapa mobil loe’’ tanya cowok tadi.
“hemzzz gag tau niech tiba tiba macet”.
“masuk mobil gw ...gw antrin loe pulang” ajak cowok itu. Tiba tiba cowok itu telfon seseorang.
“gampang tar mobil loe ada yg ngurus , cepet masuk” cowok itu meyakinkan, vinta segera masuk mobil dan dududk disamping cowo itu.
“rumah loe mana” tanya cowok itu.
“och rumah gw dijalan merdeka nomer 6 cat warna hijau, och ya nama loe siapa”
“seven”
“gw vinta, nama loe lucu banget’’. Seven hanya aenyum sinis,.

Seven mengajak vinta ke acara syukuran dirumah nya. 1 jam perjalanan kini akhirnya vinta sampai dirumah dan turun obil sambil teriak “makasiiiih...........” seven langsung tncap gas.
Jam 7 vinta sudah dirumahnya seven . beberapa langkah dia berjalan seven langsung menarik tangannya. Vinta terlihat sangat kaget. Vinta kebingungan “ini acara apa sieh” tenoknya kanan kiri. Seven menyanyikan lagu yang romantis bwat vinta. “Semua itu mengingatkan ku pada masa kecil dulu”. Batin vinta.

Hanya terdengar suara petikan gitar dan suara indah seven dipesta itu, semua orang terlihat sangat terharu. Selesai bergitar seven langsung diusap air matanya oleh 2 orang cantik yg bekerja dirumahnya. Seven nerdiri dan menyuruh vinta duduk, seven memegang kedua tangan vinta.
“loe mau gag jadi pacar gw”. Tanya seven. Vinta kebingungan.
“gw dicky vin, cowok yang dlu pernah jadi pacar loe di 4 SD, nama ku di ganti seven saat aku diprancis, tapi aku masih yang dulu”. Vinta segera memeluk erat seven untuk melepas kerinduannya.
Akhirnya karena ada kalung mahnet punya mereka, akhirnya mereka pacaran lagi.Hari hari yang membuwat vinta bisa melupakan taro karena ada sevenmaka vinta selalu tersenyum. Suatu Malam seven menggoreskan kaca ditelapak tangan kirinya dan nama VINTA yang tertulis. Dia terliihat menahan rasa sakit akibat goresan itu.

Disuatu malam vinta jalan sama seven tiba tiba bensinnya habis jadi meraka terpaksa harus cari penginapan didekat situ.
“gw pengen loe tau kalo gw sayang ama loe vin”. Perlahan sevan tidurkan vinta. Lagi NANANINA niec mereka.

Esok harinya mereka herus pulang. Beberapa hari vinta merasa badannya tidak enak. Dia segera ke dokter. Ternyata vinta hamil, dia terlihat sangat kecewa. Dia segera memberi tahu seven saat sepulang sekolah nanti. Sepulang seklah seven segera menjemput nya. Saat dimobil.
“gw hamil” kata vinta pelan. Seven spontan menginjak rem mobilnya kaget.
“vin aku akan tanggung jawab , kamu jaga anak kita ,jaga kesehatan kamu ,biarlah suatu saat dya akan menjagamu “

Mereka berpelukan dan merasa ada kekecewaan sedikit dihati mereka . hari minggu bulan telah berlalu setiap hari seven selalu mendengarkan gerakan bayi perut vinta.mereka terlihat bahagia.
Sudah 6 bulan vinta hamil sedangkan seven kini sudah lulus sekolah ,seven terlihat menyayangi vinta dan bayi di perutnya mereka terlihat bahagia. Saat seven akan kerumah vinta dan merasa kangent dia pergi ke rumah vinta dan bercanda bareng. Vinta merasa ada sesuatu yang akan hilang dari hidupnya.
“adek...jaga ibu kamu ya,vinta gue sayank ama loe “. Kata seven bilang itu sambil memegang perut vinta yang besar itu.
“gw pulang dulu ea vinta sayank “
“ya” kata vinta terasa berat. 6 menit kemudian hp vinta berbunyi “vin segeralah ke rumah sakit, seven kecelakan, dia sekarang di UGD ,parah banget”. Hp vinta terjatuh,dia terasa sangat terpukul. Setiba di rumah sakit perut vinta terasa sakit dan merasa tidak kuat lagi , akhirnya dia harus segera melahirkan bayinya yang sudah 8 bulan itu. Di rumah sakit yang sama vinta dan seven di rawat,sven kritis menjalani operasinya sedangkan vinta harus berusaha menahan sakit. Jeritan vinta sangatlah penuh usaha dan difikirannya hanya ada seven. Bayi itu akhirnya keluar dari rahim vinta. Keringat bercucuran dan rasa cemas dihati vinta. Dia segera membawa bayi itu saat 1 menit kemudian. Vinta menahan rasa sakitnya dan segera berlari membopong bayinya menuju UGD tempat seven dirawat. Dokter keluar ruangan dan merasa kecewa karena merasa detik-detik seven meninggal tak lama lagi. Sedangkan vinta terus berlari menemui seven tuk yang terakhir kalinya. Vinta perlahan masuk UGD dengan bayinya itu. Duduk disamping seven dan menidurkan bayinya ditangan seven. Tangan bayi kecil itu terlihat menggenggam ibu jari seven.

Itu awal dan akhir seorang ayah memeluk bayinya. Meraka bertiga terlihat keluarga bahagia. Dokter heran melihat tragedi itu, tiba-tiba seven meneteskan air mata. Akhinya detak jantung seven berhenti.
“Seven gw akan jaga bayi kita, gw yakin loe bahagia disana ,bayi ini terakhir memeluk mu”.

PROFIL PENULIS
NAMA : Lina retno sari
Alamat : jetis mojo sari sragen ,RT 1/RW 1
Sekolah : SMK MUH 4 SRAGEN
TTL: Sragen ,03 september 1996
Email: lina_retnosari@yahoo.com

Baca juga Cerpen Sedih yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar