Minggu, 01 Juli 2012

Persahabatan - Cerpen Sahabat

PERSAHABATAN
Karya Feryda Triyana K

Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Aku melihat keluar. Dewi temanku sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.
“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku.
“Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk.
“Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.
“Sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”.
“Iya tapi cepat ya” pintanya.Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.
“Wah dingin ya.” kataku pada temanku.
“Cuma begini aja dingin payah kamu.” jawabnya. Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai.
“Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya.
“Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”.
“Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” paksanya.
“Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabku malas. “Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.
“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. Tiba-tiba seorang lelaki menghampiriku dengan tersenyum manis. Sepertinya aku mengenalnya. Setelah dia mendekat aku baru ingat.
“Ramon?” tanya dalam hati penuh keheranan. Ramon adalah teman satu SD denganku dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Ramon juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana.
“Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku.
“Ramon kan?” tanyaku padanya.
“Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Dewi.
“Dew! Sini” panggilku pada Dewi yang sedang asyik bermain basket.
“Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas.
“Ada yang dateng” jawabku.
“Siapa?”tanyanya lagi, “Ramon” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik.
“Siapa? Nggak kedengeran!”.
“Sini dulu aja pasti kamu seneng”. Akhirnya Dewi pun datang menghampiri aku dan Ramon. Dengan heran ia melihat kearah kami. Ketika ia sampai dia heran melihat Ramon yang tiba-tiba menyapanya.
“Ramon” tanya Dewi, sedikit kaget melihat Ramon yang sedikit berubah.
“Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Dewi pada Ramon.
“Yeee GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Ramon yang sudah berbeda dari

3 tahun lalu.
“Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” jawabnya.
“Yah nggak kangen do’ong sama kita.” tanya Ramon sedikit lemas.
“Ya kangen do’ong kalian kan sahabat ku.” jawabnya dengan senyumnya yang manis.

Akhinya Ramon mengajak kami kerumah neneknya. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Ramon. Bella keluar dari rumah membawa minuman.
“Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?” tanyanya pada kami berdua.
“Kalau aku jelas mau dong! Kalau Dewi tau” jawabku tanpa pikir panjang.
“Ye kalau buat Ramon aja langsung mau, tapi kalau aku yang ajak susah banget.” ejek Dewi padaku.
“Maaf banget Ramon, aku nggak bisa aku ada latihan nge-band.” jawabnya kepada Ramon.
“Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Ramon padaku.
“Ok deh!” jawabku cepat.

Saat yang aku tunggu udah dateng, setelah dandan biar bikin Ramon terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Ramon. Sampai dirumah Ramon aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Ramon pun keluar dan mempersilahkan aku masuk.
“Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku.Setelah pamit untuk pergi aku dan Ramon pun langsung berangkat. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Ramon.
“Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku.
“Eh nggak apa-apa kok!” jawabku kaget.Kami pun sampai di tempat tujuan. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Ramon.

Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Ramon kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah. Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah aku ganti baju aku makan malam. Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur. Tetapi aku terus memikirkan Ramon. Kayanya aku suka deh sama Ramon.
“Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP, aku masih harus belajar.” bisikku dalam hati. Satu minggu berlalu, aku masih tetap kepikiran Ramon terus. Akhirnya sore harinya Ramon harus kembali ke Bandung lagi. Aku dan Dewi datang kerumah Ramon. Akhirnya keluarga Ramon siap untuk berangkat. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Ramon.
“Ramon aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup.
“Maaf Ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku.
“Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”. Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung. Dan akhirnya Ramon dan keluarganya berangkat ke Bandung. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Ramon. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti.


*TAMAT*

PROFIL PENULIS
Nama : Feryda Triyana K
Usia: 13 th
Sekolah: SMP Negeri 14 Madiun
Fb: Ida Idul Feryda

Baca Juga Cerpen Persahabatan yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar